cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 311 Documents
Membaca Ulang Ayat-Ayat Nafkah: Tinjauan Metode Penafsiran Fazlur Rahman dan Amin Abdullah Ikhwan Ansori; Zulkarnaen
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i1.49421

Abstract

Paradigma tradisional menempatkan suami sebagai satu-satunya pencari nafkah (breadwinner), tetapi modernitas telah menggeser konsep ini melalui perubahan sosial-ekonomi dan budaya. Faktor seperti peningkatan pendidikan perempuan, kesetaraan gender, dan tekanan ekonomi mendorong model pembagian nafkah secara bersama antara suami dan istri (dual-earner household). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis-kritis, mengkaji ulang ayat-ayat nafkah dalam Al-Qur’an melalui teori Double Movement Fazlur Rahman dan paradigma kontekstual-progresif Amin Abdullah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai paradigma lama, seperti keadilan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap perempuan tetap relevan. Namun, perubahan struktur sosial-ekonomi serta budaya memicu pergeseran paradigma, dengan tetap mempertahankan nilai moral tertinggi (Teori sistem) seperti kasih sayang, Ridha, dan Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam keluarga. Dengan demikian, konsep nafkah kini lebih dinamis, menyesuaikan konteks zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar Islam.
Sisipan Sayyidinā dalam Selawat: Analisis Ziyādat al-Ṡiqah dan Idrāj dalam Hadis M. Inul Rizkiy
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i1.49428

Abstract

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya di dalam al-Qur’an untuk berselawat kepada Nabi. Perintah ini diberikan contoh dan bimbingan dari Nabi, bagaimana lafal selawat itu. Persoalan yang muncul belakangan ini ialah penambahan sayyidinā dalam selawat. Sebagian tokoh membolehkan, sementara sebagian lagi melarangnya. Artikel ini mencoba menelusuri awal munculnya sayyidinā dalam selawat. Kedua, artikel ini membahas tambahan sayyidinā, termasuk yang diperbolehkan ataukah tidak, dan bagaimana ilmplikasinya? Untuk mencapai tujuan ini, pendekatan yang digunakan ialah kaidah ziyādat al-ṡiqah dan idrāj. Penelitian ini juga merupakan penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama sisipan itu muncul sekitar abad ke-7. Kedua penambahan sayyidinā tidak diperbolehkan menurut kaidah tersebut. Penambahan yang diperbolehkan hanya dalam rangka menjelaskan matan. Adapun tambahan ini tidak demikian. Implikasi dari tambahan ini hadis menjadi ḍa’īf, antara menjadi hadis mudraj atau syāż.
Dampak Gelar Keagamaan terhadap Otoritas Sosial: Studi Kritis terhadap Gus Miftah di Media Sosial Tiktok dalam Perspektif Budaya dan Agama Taufiqrurrahman; Nugroho Nugroho; Aristophan Firdaus
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i1.49430

Abstract

Gelar 'Gus' dalam tradisi Islam Indonesia merepresentasikan otoritas keagamaan yang berbasis pada warisan dan institusi pesantren. Namun, kehadiran media sosial yang disruptif seperti TikTok telah menciptakan arena baru yang secara fundamental menegosiasikan ulang makna dan praktik otoritas tersebut. Melalui pendekatan kualitatif-kritis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi representasi otoritas Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) di TikTok dan mengkaji dampaknya terhadap konsep-konsep inti mengenai legitimasi, etika, dan figur ulama dalam tradisi keilmuan Ushuluddin. Hasil analisis menunjukkan bahwa Gus Miftah menggunakan berbagai strategi, seperti pemanfaatan silsilah dan adaptasi konten ke dalam format hiburan. Ditemukan bahwa strategi-strategi ini, meskipun efektif dalam membangun popularitas digital, secara bersamaan menciptakan ketegangan dengan prinsip etika keislaman seperti tawadhu' (kerendahan hati) dan berisiko menyebabkan pendangkalan makna (tadḥīl al-maʿnā) dalam dakwah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fenomena 'dai-influencer' ini melahirkan model otoritas hibrida yang memicu krisis legitimasi jika dibandingkan dengan sistem validasi ilmu tradisional Islam seperti isnād dan ijāzah. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi secara signifikan pada studi Ushuluddin kontemporer dengan memetakan tantangan konseptual dan etis yang diajukan oleh media digital terhadap definisi, validasi, dan praktik otoritas keagamaan di masa kini.
Tafsir Atas Hukum Memerangi Orang Kafir Perspektif Maqāṣid al-Qur’ān Abū Bakr Al-Jaṣṣāṣ Abd. Moqsith; Hirman Jayadi
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i1.49474

Abstract

Artikel ini membahas tafsir ayat-ayat al-Qur’an yang menyerukan perintah memerangi orang kafir dengan pendekatan maqāṣid al-Qur’ān Abū Bakr al-Rāzī al-Jaṣṣāṣ. Fokus kajian diarahkan pada ayat-ayat dalam surah al-Taubah yang sering kali dipahami secara tekstual dan literal, tanpa mempertimbangkan konteks sejarah serta tujuan syariat. Dengan metode ijtihad berbasis dugaan kuat (gālib al-ẓann), al-Jaṣṣāṣ menekankan pentingnya memahami konteks sosial-politik ayat. Pendekatan ini relevan dalam konteks negara bangsa modern seperti Indonesia yang plural dan menjunjung prinsip kewarganegaraan. Melalui maqāṣid al-Qur’ān, artikel ini menegaskan bahwa seruan memerangi orang kafir khususnya pada QS. 9: 5 dan 35 tidak dapat diberlakukan pada nonmuslim Indonesia saat ini. Dengan demikian, tafsir kontekstual berbasis maqāṣid menjadi pendekatan yang inklusif dan solusi dalam menjaga harmoni antarumat beragama di era modern
Di Balik Tradisi Kitab Kuning Pesantren: Memverifikasi Otentisitas Hadis dalam Syarah Tijāni Al-Darārī Hasanuddin Hasanuddin; Aulia Zakiyah; Fahrizal Mahdi
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i1.49557

Abstract

Penelitian ini menelaah kembali otentisitas sebelas hadis yang dikutip Syekh Muḥammad Nawawī al-Jāwī dalam Syarah Tijāni ad-Darārī. Melalui metode studi pustaka dan teknik takhrīj al-ḥadīth, setiap riwayat ditelusuri sumbernya. Hasilnya, sembilan kutipan sesuai dengan redaksi induk, sedangkan dua (hadis ke-3 dan ke-9) mengalami pergeseran lafaz. Dari sisi kualitas sanad, empat hadis terjamin oleh Ṣaḥīḥ al-Bukhārī dan Ṣaḥīḥ Muslim; tiga sanad lainnya (hadis ke-7, 8, 9) dinilai ṣaḥīḥ di luar Ṣaḥīḥayn; satu sanad (hadis ke-3) tergolong ḍaʿīf; dan tiga hadis hanya ditemukan pada kitab non-kanonik. Temuan ini menegaskan bahwa literatur kuning memuat kombinasi dalil kuat dan riwayat lemah, sehingga verifikasi selektif perlu dilakukan sebelum dijadikan hujjah akidah.
Rekonstruksi Hukum Perkawinan Lintas Agama: Analisis Tafsir Tematik dan Ushul Fikih Zainun Kamaluddin Fakih
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i1.49562

Abstract

Artikel ini menelaah kembali larangan nikah lintas agama dalam Islam dengan memadukan pendekatan tafsir tematik dan analisis uṣūl al-fiqh. Studi ini memfokuskan diri pada tiga korpus utama: (1) al-Baqarah 2:221 yang membatasi pernikahan dengan musyrik Arab pra-Islam; (2) al-Mumtahanah 60:10 yang lAhlr pasca-Hudaibiyah dan menegaskan konteks peperangan; serta (3) al-Māʾidah 5:5 yang memberi ruang kawin campur dengan Ahl al-Kitāb. Kajian filologis menunjukkan bahwa term musyrik tidak identik dengan Ahl al-Kitāb, sehingga larangan Qurʾani bersifat kontekstual dan tidak bersifat mutlak terhadap semua non-Muslim. Melalui kritik terhadap kaidah-kaidah ijtihad klasik, penelitian ini berargumen bahwa fatwa keharaman pernikahan Muslimah dengan pria non-Muslim bersandar pada pertimbangan sosial-historis, bukan teks qathʿī, sehingga terbuka untuk re-ijtihad seiring perubahan konteks global. Penulis menyimpulkan perlunya konstruksi ulang fiqh perkawinan lintas agama yang lebih inklusif dan berorientasi maslahat demi meminimalkan kemudaratan sosial-keagamaan.
Transformasi Otoritas Keagamaan di Era Dakwah Viral: Kajian Mediatization of Religion dengan Perspektif Etik Mahabbah Rabi‘ah al-‘Adawiyah Muhammad Arifin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v12i1.49614

Abstract

This study examines the transformation of religious authority in the era of viral digital da’wah through the perspective the Mediatization of Religion and analyzes the relevance of Rābi‘ah al-‘Adawiyah's concept of mahabbah as an ethical framework for da'wah amid the dominance of social media. This research employs a qualitative library research approach, using primary sources on the Mediatization of Religion and the thought of Rābi‘ah al-‘Adawiyah, while secondary sources consist of empirical studies on da'wah practices across social media platforms. The findings reveal that the process of mediatization has transformed the legitimacy of religious authority from one primarily grounded in scholarly competence to one increasingly shaped by media logic, including algorithms, popularity, and digital performativity. In this context, Rābi‘ah al-‘Adawiyah's concept of mahabbah offers an ethical perspective that emphasizes da'wah should be grounded in sincerity and pure love for God rather than the pursuit of popularity. The integration of these two perspectives provides an ethical framework for da'wah that strengthens the integrity of religious authority in the dynamic landscape of digital media.
Ecological Piety Based on the Qur'an: A Study of the Implementation of Environmental Verses at the Pesantren of Ath-Thaariq, West Java Ahkmad Fatoni; Bambang Irawan; Muhamad Tamamul Iman
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i2.50078

Abstract

This article investigates Qur’an-based ecological piety through a qualitative case study of the Ath-Thaariq Ecological Islamic Boarding School in Garut, West Java. The study examines how Qur’anic teachings on food, agriculture, and ethical resource use are transformed into agroecological practices and everyday lifestyles that sustain land, water, and community relations. Data were collected through field observations, semi-structured interviews with eight informants (caretakers, teachers, students, and interfaith participants), and analysis of curriculum and program documents. The findings demonstrate that ecological piety is cultivated by internalizing the principles of amanah, mizan, anti-israf, and anti-fasad as daily ethical orientations; by applying a Qur’an-practice pedagogy that connects textual interpretation with farming activities; and by promoting interfaith collaboration through shared agricultural work. This study contributes to living Qur’an scholarship by reframing piety as ecological responsibility and offers a practical educational model for value-based environmental learning and religious moderation.
Intregasi Prinsip Sunnatullah dalam Hadis dengan Mitigasi Bencana Modern: Analisis melalui Kerangka UNDRR Ahmad Yunus; Hafiz Muhamad Amin
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i2.50108

Abstract

Penelitian ini menelaah hadis-hadis Nabi yang membahas bencana alam, dengan menekankan dimensi Sunnatullah sebagai hukum kausal yang mengatur alam semesta. Kajian sebelumnya lebih banyak menafsirkan bencana secara normatif–teologis sebagai ujian, azab, atau peristiwa eskatologis, sehingga potensi hadis sebagai sumber etika preventif dan mitigatif kurang mendapat perhatian. Dengan menggunakan metode hadis maudhu’i, penelitian ini menganalisis prinsip sebab–akibat dan tanggung jawab manusia dalam hadis, serta memetakan kesesuaiannya dengan kerangka mitigasi bencana UNDRR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian sanad hadis lemah, hadis-hadis tersebut minimal hasan li ghairihi dan relevan sebagai pedoman pengelolaan risiko, perlindungan sumber daya alam, kebersihan, dan tindakan preventif. Sunnatullah memandang bencana sebagai konsekuensi sistemik dari interaksi antara tindakan manusia dan fenomena alam, bukan kejadian acak, sehingga memberikan dasar teologis untuk mitigasi aktif. Selaras dengan empat pilar UNDRR—pemahaman risiko, tata kelola, investasi ketahanan, dan kesiapsiagaan—hadis menegaskan pentingnya pengurangan eksposur, penguatan kapasitas, dan pengelolaan risiko secara proaktif. Temuan ini menegaskan integrasi epistemologis antara tradisi Islam dan ilmu kebencanaan modern, memperkuat kewajiban etis dan praktis manusia dalam menghadapi risiko bencana kontemporer.
Agama, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan: Formulasi Integrasi Keilmuan Berbasis Teologi Kebudayaan Paul Tillich Moh. Nuh; Syaiful Azmi
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v11i2.52983

Abstract

Integrasi agama dan ilmu pengetahuan merupakan isu penting dalam pengembangan paradigma keilmuan yang holistik, namun sering dipahami secara dikotomis sehingga memicu fragmentasi epistemologis dan melemahkan orientasi makna ilmiah. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi berbasis teologi kebudayaan Paul Tillich dengan menempatkan agama sebagai dimensi kedalaman yang menjiwai aktivitas kebudayaan. Menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-filosofis, penelitian ini menelaah konsep ultimate concern serta relasi agama dan kebudayaan untuk mengungkap landasan ontologis hubungan agama dan ilmu. Hasilnya menunjukkan bahwa agama merupakan sumber makna bagi ekspresi kultural, sehingga integrasi dipahami sebagai relasi mendasar antara sumber makna dan rasionalitas manusia.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Vol. 11 No. 2 (2025) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol. 11 No. 1 (2025) Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Vol. 10 No. 2 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Vol. 10 No. 1 (2024) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 Vol. 9 No. 2 (2023) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 Vol. 9 No. 1 (2023) Vol. 8 No. 2 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 Vol. 8 No. 1 (2022) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 Vol. 7 No. 2 (2021) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 Vol. 7 No. 1 (2021) Vol. 6 No. 2 (2020) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 Vol. 6 No. 1 (2020) USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Vol. 5 No. 2 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Vol. 4 No. 2 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Vol. 4 No. 1 (2018) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Vol. 3 No. 2 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Vol. 2 No. 2 (2016) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Vol. 2 No. 1 (2016) Vol. 1 No. 2 (2015) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Vol. 1 No. 1 (2015) Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue