cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
REVITALISASI PERAN KELUARGA MENGATASI CYBERBULLYING ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN PRENGGAN, KOTAGEDE YOGYAKARTA Oktiva Anggraini
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6176

Abstract

Kaum millenial menjadi kelompok yang paling sering menjadi sasaran bullying di media sosial. Para pelajar sekolah merupakan kelompok yang paling rentan terdampak cyberbullying baik di perkotaan maupun pedesaan. Kondisi ini memerlukan solusi dan pemikiran serius tentang pengasuhan anak di era new normal. Pendampingan anak tidak hanya pemberian rasa nyaman dan menghindarkan anak dari perilaku menyimpang, akan tetapi orangtua semestinya memperhatikan aktivitas kesehatan dan keselamatan anak agar terhindar dari Covid-19. Fenomena maraknya kekerasan di dunia maya, juga terjadi di kelurahan Prenggan. Kotagede, kota Yogyakarta. Selama pandemi berjalan hampir dua tahun lebih, warga sebagian besar melakukan aktifitas dengan pembatasan sosial yang ketat. Media sosial menjadi teman para remaja di masa pandemi yang cukup panjang dan membosankan bagi keseharian mereka.  Pengawasan orang tua menjadi penting untuk menangkal jumlah korban cyberbullying. Proses belajar mengajar yang lebih banyak mengandalkan daring, menyulitkan bagi orang tua untuk melakukan pengawasan. Fenomena bekerja dari rumah (work from home) tidak selamanya memudahkan para orang tua melakukan pengawasan. Sisi lain, para orang tua justru mengalami beban ganda karena harus menyelesaikan pekerjaan kantor  dari rumah sekaligus melakukan pengawasan anak-anaknya yang bersekolah dengan sistem daring. Berdasarkan pre-survey tersebut maka Tim Pengabdi Universitas Widya Mataram tergerak untuk melakukan serangkaian sosialisasi tentang dampak cyberbullying dan revitalisasi keluarga untuk mengatasinya. Tujuan PKM adalah mitra mengetahui dampak cyberbullying dan revitalisasi keluarga untuk mengatasinya. Metode Pengabdian dengan sistem penyuluhan dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).  Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan program dapat meningkatkan pemahaman mitra tentang dampak cyberbullying di era pandemi Covid-19 dan cara melindungi diri dan keluarga dari cyberbullying. Selain itu, mitra dapat menginformasikan hal tersebut pada warga lain. Publikasi hasil pengabdian ini pun pada gilirannya dapat memberikan masukan bagi penggiat PKM serupa. Luaran Pengabdian: Jurnal Diseminasi (Sinta 5);  rekayasa sosial, press release di medsos.   Millennials are the group that is most often the target of bullying on social media. School students are the most vulnerable group affected by cyberbullying, both in urban and rural areas. This condition requires serious solutions and thoughts about parenting in the new normal era. Accompanying children does not only provide comfort and prevent children from deviant behavior, but parents should pay attention to children's health and safety activities to avoid Covid-19.  The phenomenon of rampant violence in cyberspace also occurred in the Prenggan sub-district. Kotagede, the city of Yogyakarta. During the pandemic that lasted for more than two years, most of the residents carried out their activities with strict social restrictions. Social media has become a friend for teenagers during the pandemic, which was quite a long and boring part of their daily lives. Parental supervision is important to ward off the number of victims of cyberbullying. The teaching and learning process, which relies more on online, makes it difficult for parents to supervise. The phenomenon of working from home (work from home) does not always make it easier for parents to supervise. On the other hand, parents actually experience a double burden because they have to complete office work from home while simultaneously supervising their children who go to school with an online system. Based on the pre-survey, the Widya Mataram University Service Team was moved to carry out a series of outreach about the impact of cyberbullying and family revitalization to overcome it. The aim of PKM is for partners to know the impact of cyberbullying and family revitalization to overcome it. Service Method with counseling and Communication, Information and Education (IEC) systems. The results of this community service activity show that the program can increase partners' understanding of the impact of cyberbullying in the Covid-19 pandemic era and how to protect themselves and their families from cyberbullying. In addition, partners can inform other residents about this. The publication of the results of this dedication can in turn provide input for similar PKM activists. Outcome of Service: Dissemination Journal (Sinta 5); social engineering, press releases on social media.,,
PEMBUATAN LAYANAN PENGADUAN WARGA BERBASIS WEBSITE DI KELURAHAN KALUMATA Mohbir Umasugi; Helmi Hi. Yusuf; Muhammad Darsan Hi.Adam
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6179

Abstract

Pelayanan pengaduan warga di Kelurahan Kalumata masih manual. Warga yang mengadu harus datang ke kantor lurah untuk menjelaskan laporannya. Hal ini membuat pelayanan pengaduan belum efektif dan aksesya terbatas. Untuk menatanya agar efektif dan efesien, maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM membuat suatu sistem pelayanan warga berbasis website. Sistem ini bertujuan membantu warga dan pemerintah kelurahan dalam mengelola pengaduan warga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi,  peningkatan kapasitas staf kelurahan dalam penggunaan website, dan pelatihan pelaporan warga. Hasil dari kegiatan PKM Dosen yaitu telah dibuatkan sistem layanan pengaduan warga berbasis website yang langsung dioperasionalkan oleh Pemerintah Kelurahan Kalumata, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Kota Ternate.Website ini sudah dapat digunakan warga dalam melaporkan berbagai keluhan seperti persoalan sampah, banjir, drainase, keamanan, dan ketertiban yang terjadi di lingkungan masing-masing.   The citizen complaint service in Kalumata Village is still manual. Residents who complain must come to the sub-district office to explain their reports. This makes the complaint service ineffective and access to it limited. To arrange it to be effective and efficient, the Community Service (PKM) activity created a website-based citizen service system. This system aims to assist residents and the village government in managing citizen complaints. The implementation method is carried out through socialization stages, increasing the capacity of village staff in using the website, and citizen reporting training. The result of PKM Lecturer activities is that a website-based citizen complaint service system has been created which is directly operated by the Kalumata Village Government, South Ternate City District, Ternate.Website City can be used by residents in reporting various complaints such as garbage, flooding, drainage, security, and order problems that occur in their respective neighborhoods.
PEMANFAATAN CANVA DALAM PEMBELAJARAN DI MI AL-HIKMAH, DEPOK Tetty Rachmi; Hasoloan Siregar; Dem Vi Sara; Etty Kartikawati
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6180

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang menjadi salah satu tugas pokok tim dosen pelaksana, pada tahun 2022 dilaksanakan di MI Al-Hikmah, Depok yang diperuntukan bagi 15 orang guru yang memerlukan peningkatan kompetensi dalam membuat media pembelajaran yang efektif dan menarik bagi anak didik. Kebutuhan tersebut merupakan salah satu dari banyak kebutuhan yang teridentifikas ketika tim melakukan survey dan need assessment di sekolah tersebut. Bersama mereka, tim dosen menyusun startegi pelaksanaan kegiatan PkM termasuk penyusunan jadwal kegiatan dan jenis peralatan (hibah) yang diperlukan mitra guru dalam proses pembelajaran. Dengan lima kali pertemuan tatap muka mitra guru belajar dan praktik tentang bagaimana memanfaatkan program Canva untuk menghasilkan media pembelajaran dan infografis. Selain tatap muka tim juga melakukan pendampingan dan supervisi secara jarak jauh yang dilaksanakan diantara lima pertemuan tatap muka.  Di setiap pertemuan, mitra-guru harus mempraktikan keterampilan yang telah diajarkan dan mendemontrasikan karyanya kepada tim dosen pelaksana. Selain Canva, mitra guru juga mempelajari dan mempraktikan penggunaan dua program pendukung, yaitu Prezi Video dan Sketchfab untuk memperkaya media pembelajaran mereka. Di akhir kegiatan, yaitu pada pertemuan terakhir, mitra-guru mempraktikan penggunaan karya mereka dalam pembelajaran di kelas masing-masing. Dari 15 orang guru yang mengikuti kegiatan ini telah dihasilkan delapan media pembelajaran dan dua belas infografis. Beberapa karya tersebut telah diikutkan dalam Gelar Hasil Senmaster UT tahun 2022. Testimoni mitra-guru adalah materi pelatihan dari tim sangat membantu mereka menabitans materi pembelajaran yang lebih menarik dan membuat siswa lebih fokus. Community Service, which is one of the main tasks of the implementing lecturer team, will be held in MI Al-Hikmah, Depok in 2022 which is intended for 15 teachers who need increased competence in making effective and attractive learning media for students. This need is one of the many needs identified when the team conducted a survey and need assessment at the school. Together with them, the lecturer team developed a strategy for implementing Community Service activities including preparing a schedule of activities and types of equipment (grants) needed by partner teachers in the learning process. With five face-to-face meetings, the teacher partners learned and practiced how to use the Canva program to produce learning media and infographics. In addition to face-to-face meetings, the team also provides remote assistance and supervision which is carried out between five face-to-face meetings. At each meeting, teacher-partners must practice the skills that have been taught and demonstrate their work to the implementing team of lecturers. Apart from Canva, teacher partners also learn and practice using two supporting programs, namely Prezi Video and Sketchfab to enrich their learning media. At the end of the activity, namely at the last meeting, teacher partners practiced using their work in learning in their respective classes. Of the 15 teachers who took part in this activity, eight learning media and twelve infographics were produced. Some of these works have been included in the UT Senmaster Results Degree in 2022. Partner-teacher testimonials are training materials from the team that really help them make learning materials more interesting and make students more focused.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POS BINAAN TERPADU (POBINDU) DALAM PRODUKSI MAKANAN SEHAT BERBASIS LABU KUNING UNTUK PARA LANSIA Eko Yuliastuti Endah Sulistyawati; Rina Rismaya; Mohamad Rajih Radiansyah; Dini Nur Hakiki; Athiefah Fauziyyah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6182

Abstract

Persentase penduduk lanjut usia (lansia) terus meningkat dari tahun ke tahun. Seiring bertambahnya usia, kesehatan lansia menurun dan lebih berisiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, lansia juga mengalami perubahan fisiologis pada tubuhnya seperti fungsi sistem pencernaan dan sistem metabolisme tubuh yang semakin melambat. Kondisi ini membuat lansia memiliki kebutuhan asupan nutrisi berbeda-beda yang harus disesuaikan dengan kondisi kesehatannya. Untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang pada lansia dan membatasi jumlah asupan kalori, lemak, garam dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan nabati salah satunya labu kuning. Labu kuning telah diteliti memiliki kandungan nutrisi, vitamin, mineral, antioksidan, dan serat makanan tingkat tinggi yang diketahui memberikan manfaat kesehatan. Namun sangat disayangkan, potensi dan manfaat labu kuning yang tinggi belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat menjadi berbagai produk olahan pangan. Saat ini pengetahuan masyarakat masih terbatas pada pengolahan labu kuning secara sederhana seperti pembuatan kolak, pembuatan wajit, atau bahkan dikukus. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan labu kuning menjadi berbagai produk olahan pangan yang baik dikonsumsi oleh lansia. Pelatihan ini diberikan kepada 13 kader yang memiliki rentang usia 40-58 tahun dengan pendidikan terakhir SMA-S1 dengan pengalaman lebih dari 3 tahun bekerja di Posbindu, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel pada bulan Maret. 2022. Pelatihan ini dibagi menjadi tiga sesi. Kegiatannya yaitu pengisian pre-test, praktek pembuatan aneka produk olahan pangan, dan pengisian post-test. Capaian pelatihan ini diukur dengan menggunakan pendekatan analisis kuantitatif melalui desain One-Group Pre-test Post-test yang dianalisis menggunakan uji normalitas Komlogorov-Smirnov dan Shaporo Wilk, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah pelatihan, dibuktikan dengan persentase peserta yang menjawab benar pada angket pre-test sebesar 43,85% dan meningkat menjadi 97,69%. pada angket post test dengan nilai signifikansi p = 0,000. (p<0,005).   The percentage of the elderly population (elderly) continues to increase from year to year. With age, the elderly decline in health and are more at risk for degenerative diseases such as diabetes, hypertension, and cardiovascular disease. In addition, the elderly also has physiological changes in the body such as the function of the digestive system and the body's metabolic system which is increasingly slowing down. This condition makes the elderly have different nutritional intake needs that must be adapted to their health conditions. To meet the balanced nutritional needs of the elderly and limit the amount of calorie, fat, salt intake, it can be obtained by consuming plant foods, one of which is pumpkin. Pumpkin has been studied to have high levels of nutrients, vitamins, minerals, antioxidants, and dietary fiber which are known to provide health benefits. However, it is very unfortunate, the high potential and benefits of pumpkin have not been used optimally by the community into a variety of processed food products. Currently, public knowledge is still limited to simple pumpkin processing, such as making compote, making “wajit” or even steaming it. This training activity aims to improve the knowledge and skills of the community regarding the processing of pumpkin into a variety of processed food products that are good for consumption by the elderly. This training was given to 13 cadres who have an age range of 40-58 years with the latest education being SMA-S1 with more than 3 years of experience working at Posbindu, Pondok Benda sub-district, Pamulang District, South Tangerang City in March 2022. This training was divided into three sessions. activities, namely filling out the pre-test, the practice of making various processed food products, and filling out the post-test. The achievement of this training was measured using a quantitative analysis approach through the One-Group Pre-test Post-test design which was analyzed using normality test Komlogorov-Smirnov and Shaporo Wilk, then analyzed using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that there was a significant difference in the knowledge and skills of the participants before and after the training, as evidenced by the percentage of participants who answered correctly on the pre-test questionnaire of 43.85% and increased to 97.69% on the post-test questionnaire with a significance value of p = 0.000. (p<0.005).
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KERIPIK SAMBAL SIBOLGA MELALUI PROMOSI DAN EKSPOR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Suci Rahmawati Prima; Sepandil Laras Lase; Rini Febrianti; Rahmad Purnama; Ni Made Ayu Krisna Cahyadi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6184

Abstract

Keripik Cabai Sibolga merupakan oleh-oleh khas daerah Sumatera Utara khususnya kota Sibolga dan menjadi ciri khas kota yang dikenal dengan sebutan Kota Ikan. Keripik Cabai Sibolga merupakan hasil industri kuliner yang saat ini sedang menarik wisatawan dan diharapkan dapat menjadi penopang perekonomian masyarakat Sibolga. Namun di masa pandemi COVID-19 ini banyak sektor yang terdampak, termasuk produksi dan pemasaran usaha Keripik Cabai Sibolga. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini berupaya melakukan inovasi dalam pengemasan baik melalui repackaging dan rebranding serta perluasan pemasaran melalui promosi produk di pasar-pasar dan menembus pasar luar negeri melalui kegiatan ekspor. Pelayanan dimulai dengan analisa kebutuhan mitra UMKM, riset pasar internasional, perencanaan dan implementasi. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah terciptanya sistem pengemasan produk yang lebih menarik perhatian dan sesuai standar internasional, serta terciptanya pusat bisnis ekspor Keripik Cabai Sibolga yang dimodifikasi, seperti website penjualan dan publikasi visual. di media sosial agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri melalui kegiatan ekspor. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pengemasan baru, promosi di marketplace dan ekspor ke pembeli luar negeri.   Sibolga Chilli Chips are souvenirs typical of the North Sumatra, especially the city of Sibolga and are the hallmark of the city known as the City of Fish. Sibolga Chilli Chips is the result of the culinary industry which is currently attracting tourists and is expected to be a supporter of the economy of the Sibolga community. However, during the COVID-19 pandemic, many sectors were affected, including the production and marketing of Sibolga Chilli Chips business. Therefore, this community service program seeks to innovate in packaging both through repackaging and rebranding as well as marketing expansion through product promotion in marketplaces and penetrate foreign markets through export activities. The service begins with an analysis of the needs of MSME partners, international market research, planning and implementation. The output of this community service is the creation of a product packaging system that is more eye-catching and in accordance with international standards, as well as the creation of a modified Sibolga Chilli Chips export business center, such as websites for sales and visual publications on social media so that they can be better known by the wider community both locally and abroad through export activities. The results of this community service are new packaging, promotions in the marketplace and exports to foreign buyers.
KAMPANYE PELESTARIAN LAHAN KONSERVASI DAN DAERAH RESAPAN AIR BAGI MASYARAKAT DI SEKITAR SITU 7 MUARA (CILEDUG) PAMULANG Sri Listyarini; Ulul Hidayah; Lina Warlina; Basuki Hardjojo
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6185

Abstract

Situ 7 Muara (Ciledug) sebagai lahan konservasi dan daerah resapan air bagi masyarakat tentunya memiliki manfaat yang baik untuk keseimbangan lingkungan hidup di Kota Tanggerang Selatan, khususnya di wilayah sekitarnya. Kondisi pelestarian kawasan tersebut masih terbatas, partisipasi masyarakat sekitar Situ 7 Muara masih minim, hal ini terlihat dari perilaku masyarakat yang masih membuang limbah ke danau, serta masih banyaknya bangunan-bangunan permanen yang ada di sempadan danau yang tidak sesuai dengan peraturan penataan ruang. Dalam upaya pelestarian lingkungan ini diperlukan sinergitas dari berbagai elemen, baik pemerintah, masyarakat, pihak swasta dan akademisi. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini Universitas Terbuka bekerjasama dengan Organisasi Kepemudaan (OKP) Ganespa yang aktif dalam pelestarian daerah resapan air di Tangerang Selatan melaksanakan kampanye pelestarian lingkungan dan meningkatkan sarana dan prasarana untuk kegiatan edukasi pelestarian Situ 7 Muara. Kegiatan kampanye lingkungan berupa talkshow dilaksanakan di Taman Edukasi Ganespa dihadiri oleh organisasi-organisasi pecinta alam dari beberapa universitas dan sekolah di Kota Tangerang Selatan, komunitas pemerhati lingkungan Kota Tangerang Selatan, warga sekitar kawasan Situ 7 Muara, insan media dan pengunjung Situ 7 Muara. Sedangkan kegiatan peningkatan sarana dan prasarana meliputi renovasi panggung, pembuatan papan informasi, serta pembuatan toilet portable. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menghasilkan publikasi dalam bentuk artikel ilmiah, artikel berita, dan rekaman video di Youtube serta sarana dan prasarana berupa panggung, papan informasi, serta toilet portable. Situ 7 Muara (Ciledug) as conservation land and a water catchment area for the community certainly has good benefits for environmental balance in South Tanggerang City, especially in the surrounding area. The condition of conservation of the area is still limited, and community participation around Situ 7 Muara is still minimal, this can be seen from the behavior of people who still throw waste into the lake, and there are still many permanent buildings on the lake's borders that do not comply with spatial planning regulations. Efforts to preserve the environment require synergy from various elements, including government, society, the private sector, and academics. In this community service activity, the Open University collaborates with the Ganespa Youth Organization (OKP) which is active in preserving water catchment areas in South Tangerang, carrying out environmental conservation campaigns, and improving facilities and infrastructure for educational activities to preserve Situ 7 Muara. Environmental campaign activities in the form of talk shows were held at the Ganespa Education Park, attended by nature lover organizations from several universities and schools in South Tangerang City, the environmental observer community in South Tangerang City, residents around the Situ 7 Muara area, media people and visitors to Situ 7 Muara. Meanwhile, activities to improve facilities and infrastructure include renovating the stage, making information boards, and making portable toilets. These community service activities have resulted in publications in the form of scientific articles, news articles, and video recordings on YouTube as well as facilities and infrastructure in the form of stages, information boards, and portable toilets.  
MEMBUAT BATIK TULIS TERNYATA MUDAH (PEMBERDAYAAN WARGA TERDAMPAK PANDEMI COVID-19) Triyono Triyono; Yeti Sukarsih; Siti Zuhriyah; Kus Anjar Siswati; Irsanti Widuri Asih
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6190

Abstract

Artikel ini mengulas tentang hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai upaya mencari solusi mencari penghasilan alternatif bagi warga terdampak pandemi Covid-19 yang kehilangan sumber penghasilan karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibatnya tutupnya pabrik tempat warga bekerja. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berupa pelatihan membuat batik tulis kepada mitra kegiatan PKM, yaitu pengurus Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dukuh Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan memiliki keterampilan tersebut, mitra PKM dapat membuat dan memakai produk batik tulis buatan sendiri sehingga menghemat pengeluaran, dan dapat dikembangkan menjadi usaha yang berpotensi memberikan alternatif penghasilan keluarga. Strategi kegiatan berupa training of trainers (ToT) melalui metode diskusi, demonstrasi, dan praktik. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu analisis kebutuhan mitra sasaran, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan signifikansi tinggi dalam meningkatkan keterampilan pengurus PKK Jipangan dalam membuat batik tulis sendiri dan menjadi alternatif penghasilan yang hilang karena dampak pandemi Covid-19. This article reviews the results of Community Service (PKM) activities as an effort to find solutions to find alternative income for residents affected by the Covid-19 pandemic who lost their source of income due to layoffs due to the closure of factories where residents worked. PKM activities carried out in the form of training in making written batik to PKM activity partners, namely the management of Family Welfare Development (PKK) Dukuh Jipangan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Special Region of Yogyakarta. By having these skills, PKM partners can make and use homemade handmade batik products so as to save expenses, and can be developed into a business that has the potential to provide alternative family income. Strategy activities in the form of training of trainers through discussion, demonstration, (ToT) and practice methods. This activity is divided into three stages, namely analysis of target partner needs, implementation of activities, and evaluation. The results of this training showed high significance in improving the skills of PKK Jipangan administrators in making their own written batik and becoming an alternative to income lost due to the impact of the Covid-19 pandemic.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS SAUS TOMAT DAN SAMBAL SERTA PERANCANGAN STERILISATOR UV-C UNTUK UMKM DESA SUKADANA LOMBOK TIMUR Shafwan Amrullah; Mikhratunnisa Mikhratunnisa; Mega Trishuta Pathiassana
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6210

Abstract

Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah selalu memberikan perhatian khusus dari semua kalangan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetauan dan teknologi yang dimilikinya, terutama UMKM yang bergelut di bidang makanan. Salah satu usaha yang dilakukan oleh UMKM Desa Sukadana adalah proses pembuatan saus tomat dan sambal. Akan tetapi produksi saus yang dilakukan mengalami kegagalan di bagian proses pembuatan. Sehingga pada kegiatan ini, Program Studi teknologi Industri Pertanian, Universitas Teknologi Sumbawa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan pelatihan terhadap UMKM Desa Sukadana dalam hal proses pembuatan saus serta proses sterilisasi yang baik. Selain itu Prodi TIP juga memberikan pelatihan tentang pembuatan sterilizer berbasis sinar UV-C. Hasil kegiatan ini berupa dihasilkan pelatihan bermanfaat berupa pelatihan pembuatan saus tomat dan saus sambel yang baik dan berkualitas. Selain itu kegiatan ini juga berhasil memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang proses sterilisasi yang baik sehingga produk yang dihasilkan tidak mengalami kegagalan seperti sebelumnya. Pada bagian akhir kegitan ini berupa pelatihan perancangan alat sterilisasi yang terbaru, yaitu menggunaka sinar UV-C sebagai alat sterilisasinya.   The development of Micro, Small and Medium Enterprises always gives special attention from all walks of life. This is due to a lack of knowledge and technology, especially MSMEs that are engaged in the food sector. One of the efforts made by SMEs in Sukadana Village is the process of making tomato sauce and chili sauce. However, the production of sauce that was carried out failed in the manufacturing process. So that in this activity, the Agricultural Industry Technology Study Program, Sumbawa University of Technology carried out community service activities to provide training for SMEs in Sukadana Village in terms of the process of making sauces and good sterilization processes. This activity was carried out for 1 day, namely on October 21, 2021. While the preparation process for the initial independent research was from July 6 to October 20, 2021. The training was attended by 9 people, with details of 3 people from the TIP Study Program and 6 people from MSMEs. The TIP Study Program also provides training on the manufacture of UV-C light-based sterilizers. This training in making tomato sauce and chili sauce can run well and with quality. In addition, this activity has also succeeded in providing training and knowledge about a good sterilization process so that the resulting product does not fail as before. At the end of this activity, there is training on the design of the latest sterilizer, namely using UV-C light asa sterilizer.
PEMANFAATAN PEMBUKUAN DIGITAL PADA PENJUAL DI PASAR CIKAMPEK SEBAGAI MEDIA PERENCANAAN KEUANGAN Eva Islamia; Ade Irvi Nurul Husna
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6211

Abstract

Sasaran dalam kegiatan pelatihan pembukuan digital ini tertuju pada pedagang yang berada di pasar Cikampek, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. Pedagang pasar di sini mempunyai banyak variasi penjualan. Masalah yang terjadi pada para penjualan di pasar Cikampek ini adalah masih menerapkan sistem pembukuan manual dalam menuliskan laporan keuangan. Pembukuan secara manual ini dilakuakan dengan mencatat laporan keuangan ke dalam buku catatan tanpa adanya bantuan alat digital lain. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian kali ini adalah meningkatkan manajemen juga teknologi dalam melakukan pencatatan laporan keuangan para pedagang pasar Cikampek. Pembukuan keuangan sangatlah penting dibuat terutama untuk para pedagang agar dapat mengetahui jumlah pemasukan usaha, pengeluaran usaha, juga perencanaan keuangan usaha yang untuk ke depannya. Pencatatan laporan keuangan secara manual punya banyak kelemahan yang terjadi seperti adanya ketidaktelitian dan tidak terkendali, tidak ada pengawasan dalam pembukuan, juga sulitnya mengetahui berapa besar laba atau rugi yang terjadi dalam penjualan. Produk yang diajukan adalah mensosialisasikan dan mentransfer pengetahuan tentang pencatatan laporan keuangan atau manajemen keuangan melalui digital dengan aplikasi yang terdapat di Appstore atau Google Playstore yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dari satu lapak ke lapak lain terhadap pedagang di pasar Cikampek   The target of this digital bookkeeping training activity is aimed at traders located in Cikampek market, Cikampek District, Karawang Regency. Market traders here have many variations of sales. The problem that occurs in sales in the Cikampek market is that it still applies a manual bookkeeping system in writing financial statements. Manual bookkeeping is carried out by recording financial statements into a notebook without the help of other digital tools. The problem raised in this research is to improve management and technology in recording the financial statements of Cikampek market traders. Financial bookkeeping is very important to make, especially for traders to be able to know the amount of operating income, business expenses, as well as business financial planning will be in the future. Manual recording of financial statements has a lot of weaknesses that occur such as inaccuracy and uncontrolled, no supervision in the bookkeeping, also difficulty knowing how much profit or loss occurs in sales. The proposed product is to socialize and transfer knowledge about recording financial statements or financial management through digital with the application contained in the Appstore or Google Playstore which can be accessed anywhere and anytime. This activity is carried out gradually from one stall to another to traders in the Cikampek market with the stages of socialization, training, and assistance in the use of digital financial recording applications. The result of this activity is to measure the target response at the time before and also after participating in this bookkeeping training. Through the activities carried out, the target of being satisfied also increases the knowledge of previous traders regarding digital bookkeeping.
MERANCANG LABEL KEMASAN UMKM KULINER KOPERASI BERLIAN SEBAGAI SILENT AMBASADOR DI MARKET PLACE Retno Purwanti Murdaningsih; Ratno Suprapto; Tommi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i2.6295

Abstract

Koperasi serba usaha Berlian didirikan dengan visi menyejahterakan anggotanya dalam kegiatan ekonomi dibidang kuliner. Kios Kuenak, merupakan sub usaha kuliner yang dijalankan di sebuah kios kecil yang berada di Jalan Legoso Raya no 25, Pisangan, Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan. Jam operasional toko Kuenak berlangsung dari pukul 06.00 - 14.00 WIB. Anggota yang terdaftar pada Koperasi serba usaha ini sekitar 90 orang lebih, namun anggota aktif khususnya yang bergerak dibidang kuliner hanya sekitar 30 orang. Rata - rata merupakan ibu rumah tangga yang memiliki keterampilan di bidang jasa boga, kue basah maupun catering. Jenis produk cukup bervariatif hampir mencapai 50 jenis. Banyak produk potensial yang dihasilkan dari UMKM, tetapi tidak dibarengi oleh komunikasi tentang produk knowledge yang baik dari produsennya, termasuk yang paling mendasar adalah belum adanya label kemasan sebagai identitas produk.  Untuk dapat bersaing di pasar online maupun marketplace, identitas produk adalah satu aspek yang sangat penting dalam proses pemasaran. Bagaimana UKM dapat mengkomunikasikan kualitas produknya jika identitas produknya saja tidak ada. Berbeda dengan pasar konvensional dimana calon konsumen dapat datang melihat dan menyentuh langsung bahkan bertanya kepada penjualnya tentang kualitas produk, dipasar online calon konsumen hanya dapat informasi melalui tampilan visual yang terdapat pada laman marketplace. Maka sangatlah penting sebuah produk memiliki identitas produk berupa label pada kemasannya, sebagai silent ambasador yang dapat menginformasikan kualitas produk. Dengan metode kualitatif dan teknik observasi partisipatoris pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu anggota koperasi Berlian memperluas pangsa pasar pada laman market place melalui rancangan label kemasan sebagai identitas produk.   The Diamond multi-purpose cooperative was established with the vision of improving the welfare of its members in economic activities in the culinary sector. Kios Kuenak, is a culinary sub-business that is run in a small kiosk located on Jalan Legoso Raya no 25, Pisangan, East Ciputat South Tangerang City. Kuenak store operating hours run from 06.00 - 14.00 WIB. The registered members of this multi-purpose cooperative are around 90 people, but active members, especially those engaged in culinary, are only about 30 people. The average is a housewife who has skills in the field of food services, wet cakes and catering. The types of products are quite varied, almost reaching 50 types. Many potential products are produced from MSMEs, but are not accompanied by good communication about product knowledge from the manufacturer, including the most basic is the absence of packaging labels as product identity.  To be able to compete in the online market and marketplace, product identity is a very important aspect in the marketing process. How can SMEs communicate the quality of their products if their product identity alone does not exist. Unlike the conventional market where potential customers can come to see and touch directly and even ask the seller about the quality of the product, in the online market prospective customers can only get information through visual displays found on the marketplace page. So it is very important that a product has a product identity in the form of a label on its packaging, as a silent ambassador who can inform product quality. With qualitative methods and participatory observation techniques, this community service aims to help Diamond cooperative members expand market share on the market place page through the design of packaging labels as product identity.