cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PENINGKATAN EFISIENSI BISNIS: SOSIALISASI TEKNOLOGI CLOUD UNTUK PENGELOLAAN PERSEDIAAN BENGKEL MOTOR Sumasto, Fredy; Imansuri, Febriza; Purwojatmiko, B. Handoko; Aminudin, Muhammad; Saputra, Alfiolani
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6591

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan bertujuan meningkatkan keberlangsungan bisnis Bengkel Motor melalui sosialisasi manajemen persediaan berbasis cloud. Melalui desain dan implementasi Mini Sistem Inventory Control (Mini SICo), program ini berfokus pada meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan persediaan pada pemilik dan karyawan bengkel. Kegiatan ini meliputi kunjungan lapangan, sosialisasi konsep manajemen persediaan, dan demonstrasi penggunaan Mini SICo. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mitra tentang manajemen persediaan dan respons positif terhadap sosialisasi serta implementasi alat bantu ini. Evaluasi program menunjukkan bahwa Mini SICo memberikan solusi praktis untuk optimalisasi persediaan dan memberikan kontribusi nyata pada peningkatan daya saing dan keberlangsungan bisnis bengkel motor di masa depan. The Community Service Program (PKM) aims to improve the business sustainability of motorcycle repair shops through the socialization of cloud-based inventory management. Through the design and implementation of the Mini Inventory Control System (Mini SICo), this program focuses on improving the understanding and skills of inventory management in workshop owners and employees. The activities included field visits, socialization of inventory management concepts, and demonstration of the use of Mini SICo. The results showed a significant increase in partners' understanding of inventory management and a positive response to the socialization and implementation of this tool. The program evaluation showed that Mini SICo provided a practical solution for inventory optimization and made a real contribution to improving the competitiveness and future sustainability of the motorcycle workshop business.
PENDIDIKAN BERKELANJUTAN DALAM PENINGKATAN SDM DI DESA CIBODAS KECAMATAN RUMPIN KABUPATEN BOGOR Rubyasih, Arina; Windyaningrum, Rachmawati; Koesanto, Stefani Made Ayu Artharini; Ekoresti, Stefani Nawati
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i2.6633

Abstract

People can take education from everywhere, such as formal education conducted in schools. Additionally, there is non-formal education, which can occur outside formal education, such as in courses, training institutions, study groups, and others. Continuous education involves activities that aim to enhance evolving knowledge in one's job or responsibilities, leadership training, and improving managerial skills to manage institutions, finances, facilities, and human resources. This community service activity took place in Cibodas Village, Rumpin District, Bogor Regency/City, with the aim of raising awareness among the community about the importance of continuous education to improve human resource quality. The low level of education (above 75% at the elementary education level) is a social problem in the village. This training include materials about continuous education, entrepreneurship, and digital promotional media as a form of continous education. The training was provided to 50 participants from the Family Welfare Empowerment (PKK) of Cibodas Village, resulting in the creation of village flagship products. Through this training, participants will become catalysts, spreading information to raise awareness in the community and improve continuous education to achieve greater well-being and quality of life.
OPTIMALISASI PENERAPAN PENDIDIKAN INKLUSIF PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI WILAYAH DESA SINDANGLAYA Nur Rahmi, Fathiya; Wijayanti, Sri; Bryan Karipui, Ivan
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6847

Abstract

Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur yang dilandasi oleh adanya permasalahan yakni jumlah siswa yang berkebutuhan khusus semakin meningkat setiap tahunnya. Sehingga kemampuan guru dalam menerapkan pendidikan inklusif masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan untuk menerapkan pendidikan inklusif di lembaga pendidikan anak usia dini pada wilayah Desa Sindanglaya. Adapun kegiatan dilaksanakan dengan metode pra pelaksanaan dalam bentuk survei dan wawancara, pelaksanaan dalam bentuk seminar dengan peserta guru Taman Kanak-Kanak yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Wilayah Kecamatan Cipanas, Wilayah Desa Sindanglaya. Serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini diketahui bahwa pengetahuan dan pemahaman peserta meningkat sebesar 54% setelah mendapatkan pemaparan materi seminar. Selain itu, kemampuan untuk menerapkan pendidikan inklusif yang unggul juga terlihat dari hasil wawancara serta survei pasca kegiatan yang ditunjukan melalui suasana kelas dan sikap guru yang responsif dalam berinteraksi serta mengidentifikasi kondisi siswa. Saran bagi mitra untuk dapat mengoptimalkan penerapan pendidikan inklusif kedepannya dapat bekerjasama dengan pemangku kepentingan agar dapat memfasilitasi guru pendamping pada kelas dengan anak berkebutuhan khusus. The partner in this community service activity is an early childhood education institution in Sindanglaya Village, Cipanas District, Cianjur Regency which is based on the problem that the number of students with special needs is increasing every year. So the ability of teachers to implement inclusive education still needs to be improved. Based on these problems, this activity aims to increase knowledge, understanding, and ability to implement inclusive education in early childhood education institutions in the Sindanglaya Village area. The activities were carried out using pre[1]implementation methods in the form of surveys and interviews, and implementation in the form of seminars with Kindergarten teacher participants who are members of the Kindergarten Teachers Association in Cipanas District, Sindanglaya Village Region. As well as evaluation using pre-tests and post-tests. The results of this activity showed that participants' knowledge and understanding increased by 54% after exposure to the seminar material. Apart from that, the ability to implement superior inclusive education can also be seen from the results of interviews and post[1]activity surveys which are shown through the classroom atmosphere and the teacher's responsive attitude in interacting and identifying students' conditions. Suggestions for partners to optimize the implementation of inclusive education in the future include collaborating with stakeholders to facilitate accompanying teachers in classes with children with special needs
PENGUATAN KEMAMPUAN GURU SMK NEGERI BATUJAYA DALAM PENGEMBANGAN ASESMEN DIGITAL BERBASIS PROYEK Hakim, Putri Kamalia; Dewi, Ratna Sari
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i2.6960

Abstract

Di era teknologi seperti saat ini, seluruh praktisi pendidikan bisa mengakses sumber daya pendidikan digital, termasuk pada pendidik di sekolah menengah kejuruan (SMK). Pendidikan kejuruan sendiri memiliki kualitas yang berbeda dari jenis pendidikan lainnya. Orientasi pendidikan kejuruan adalah kesesuaiannya dengan kebutuhan dunia kerja karena bertujuan untuk mempersiapkan lulusan agar dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja. Alangkah penting bagi guru SMK untuk melek teknologi karena kunci keberhasilan pengajaran di abad-21 adalah kemampuan menggunakan alat dan teknologi digital dengan efektif untuk mendukung proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran telah membawa perubahan paradigma tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga mempengaruhi pelaksanaan asesmen. Dengan menyusun asesmen digital, guru SMK memperoleh berbagai kemudahan dalam mewujudkan tujuan utamanya yaitu mengukur kemampuan hasil belajar siswa berupa keahlian praktis dan mempersiapkan mereka untuk menjadi tenaga kerja yang siap pakai. Pelatihan pada kegiatan pengabdian ini dilakukan guna memberi edukasi kepada guru guru SMKN Batujaya yang berfokus pada pengenalan dan pengoperasian aplikasi digital untuk penerapan asesmen dalam pembelajaran berbasis proyek. Perbandingan hasil pre-survey dan post-survey pada peserta pelatihan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada responden terkait kemampuan mengembangkan asesmen digital.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN BUMDES DI DESA PISAK KABUPATEN BENGKAYANG Beni, Sabinus; Vuspitasari, Benedhikta Kikky; Atlantika, Yeremia Niaga; Salfarini, Eligia Monixa; Manggu, Blasius; Usman
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7387

Abstract

Kegiatan pendampingan pengembangan unit pariwisata Bumdes Desa Pisak dilaksanakan pada tanggal 06 Desember 2023 dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus POKDARWIS dan Bumdes dalam mengembangkan unit pariwisata Bumdes. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah/tutorial tatap muka. Hasil kegiatan ini adalah peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru mengenai pengembangan unit pariwisata Bumdes, yang meliputi: Pengertian unit pariwisata Bumdes, Jenis-jenis unit pariwisata Bumdes, Perencanaan dan pengembangan unit pariwisata Bumdes, Operasional dan pemasaran unit pariwisata Bumdes. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pengelolaan unit pariwisata Bumdes dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Pisak melalui sektor pariwisata. Assistance activities for the development of the Pisak Village Bumdes tourism unit were carried out on 06 December 2023 with the aim of increasing the knowledge and skills of POKDARWIS and Bumdes administrators in developing the Bumdes tourism unit. The method used in this activity is face-to-face lecture/tutorial. The result of this activity is that participants gain new knowledge and skills regarding the development of Bumdes tourism units, which include: Understanding Bumdes tourism units, Types of Bumdes tourism units, Planning and development of Bumdes tourism units, Operations and marketing of Bumdes tourism units. It is hoped that this activity can encourage improvements in the quality of management of the Bumdes tourism unit and increase the income of the Pisak Village community through the tourism sector
PROGRAM KAMPUS MENGAJAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI DI SMP KRISTEN ELKANA KOTA PASURUAN Arbianti, Selsha; Yuniar Mujiwati; Hakimah, Shofiyyah Almaas; Siti Nur Azizah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7391

Abstract

Program Kampus Mengajar Angkatan 5 merupakan program yang melibatkan mahasiswa di setiap kampus dengan berbagai latar belakang. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama 1 (satu) semester dengan menjadi mitra guru dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif di satuan pendidikan. Fokus utama pada program ini adalah peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah sasaran. Salah satu sekolah yang menjadi sasaran dari program Kampus Mengajar adalah SMP Kristen Elkana yang terletak di Jalan Panglima Sudirman No. 35, Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Mahasiswa yang ditunjuk dalam program Kampus Mengajar bertanggung jawab untuk membantu pihak sekolah dalam hal mengajar, pembelajaran literasi dan numerasi di dalam dan luar kelas, pengelolaan perpustakaan/pojok baca, gerakan literasi dan numerasi di sekolah, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. Hasil yang diperoleh dari program ini yaitu dapat menanamkan empati dan kepekaan sosial pada diri mahasiswa terhadap permasalahan kehidupan masyarakat yang ada di sekitarnya, serta dapat mengasah keterampilan berpikir dalam bekerja sama dengan mahasiswa lain yang memiliki bidang ilmu berbeda.  Kampus Mengajar Program Batch 5 is a program that inovolves students from each campus with various backgrounds. This program provides an opportunity for students to study outside the classroom for 1 (one) semester by becoming a teacher partner in developing creative and innovative learning strategies and models in educational units. The main focus of this program is improving the literacy and numeracy abilities of students in target schools. One of the targeted by the Kampus Mengajar Program is Junior High School of Kristen Elkana, located at Panglima Sudirman St. 35, Purworejo, Pasuruan City, East Java. Students who selected by the Kampus Mengajar Program are responsible for assisting the school in terms of teaching, learning literacy and numeracy inside and outside the classroom, managing libraries/reading corners, literacy and numeracy movements in schools, technology adaptation, and school administration. The results obtained from this program are being able to instill empathy and social sensitivity in students towards the problems of the lives of the people around them, and being able to hone thinking skills in working with other students who have different fields of knowledge
PELATIHAN DARING STRATEGI PENGAJARAN SAKUBUN BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR DALAM MEMANFAATKAN AI SEBAGAI MEDIA BELAJAR ALIFAH, RAHMA; Hargo Saptiaji; Indun Roosiani
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7475

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan untuk para pengajar bahasa asing, khususnya bahasa Jepang dalam melakukan pengajaran dan memberikan feedback yang tidak menguras waktu, tenaga, dan pikiran saat proses penilaian pada mata pelajaran mengarang atau sakubun. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada tanggal 13 Mei dan 10 Juni 2023 pada pukul 13.00 WIB, dengan metode pelatihan daring menggunakan platform zoom. Sekitar 20 orang guru mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu tambahan kepada para guru dalam melaksanakan pengajaran mata pelajaran sakubun dan memberikan feedback pada hasil sakubun siswa agar tidak terlalu memakan banyak waktu, tenaga, dan pikiran dengan penggunaan template sakubun. Lalu dipaparkan juga penggunaan berbagai macam AI. Kegiatan kali ini hanya mencotohkan penggunaan google slide, lalu para peserta diajak untuk mencoba mengerjakan template yang ada di google slide dengan berdiskusi di breakout room. Dalam penggunaan google slide, secara otomatis akan dikoreksi secara gramatikal, sehingga guru tidak hanya fokus kepada kesalahan gramatikal. Selanjutnya, untuk lebih meringankan pengajar dalam memberikan feedback, penulis menyarankan untuk dibuatkan template sakubun terlebih dahulu, sehingga siswa lebih mudah mengerjakannya dan guru juga lebih ringan mengoreksi hasilnya.   This community service (PkM) activity aims to provide additional knowledge for foreign language teachers, especially Japanese in teaching and providing feedback that does not drain time energy, and thoughts during the assessment process in the subject of writing or in Japanese is sakubun. This PkM activity was hold on May 13 and June 10, 2023 at 13.00 WIB, by online training method using the zoom platform. about 20 teachers participated in this activity. This activity aims to provide additional knowledge to teachers in teaching sakubun subjects and providing feedback on student sakubun results so that it does not take too much time, energy, and thoughts by using sakubun template. the use of various AIs was also explained. This activity only exemplifies the use of google slides, then the participants are invited to try to work on the template in google slides by discussing in the breakout room. In using google slides, it will automatically be corrected grammatically, so that teachers do not only focus on grammatical errors. Furthermore, to make it easier for teachers to give feedback, the author suggests making sakubun templates in advance, so that students are easier to work on and teachers are also lighter to correct the results.
PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR DAN BLS UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN RELAWAN "DESTANA" DI NGEBEL PONOROGO Zulkarnain, Hakim; Sriyono, Sriyono; Wahyudi, Andri Setiya; Dewi, Yulis Setiya; Dian Kurniawati, Ninuk; Wahyuni, Erna Dwi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7500

Abstract

Pendahuluan: Desa Ngebel rawan longsor. Mereka memiliki relawan lokal bencana (DESTANA) namun tidak aktif selama 2 tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas DESTANA dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggap darurat. Metode: Action Research berupa pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas 30 kader dan penelitian perubahan pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil: Terjadi perubahan pengetahuan sedang. Sebelum intervensi semua relawan memiliki pengetahuan rendah, pasca intervensi 90% memiliki pengetahuan sedang. Pihak DESTANA juga menyatakan siap terlibat dalam penanggulangan bencana. Kesimpulan: Kapasitas kader DESTANA dalam penanggulangan bencana meningkat. Rekomendasi kegiatan selanjutnya adalah melakukan kegiatan serupa secara rutin dan berkesinambungan. Lebih penting lagi jika simulasi dilakukan seperti keadaan sebenarnya.   Introduction: Ngebel Village is prone to landslides. They have local disaster volunteers (DESTANA) but have not been active for 2 years. This activity aims to increase DESTANA's capacity in disaster preparedness and emergency response. Method: Action Research in the form of community service by providing capacity building training for 30 cadres and research on changes in cadre knowledge before and after being given the intervention. Result: There is a moderate change in knowledge. Before the intervention all volunteers had low knowledge, after the intervention 90% had moderate knowledge. DESTANA also stated that they are ready to be involved in disaster management. Conclusion: The capacity of DESTANA cadres in disaster management has increased. The recommendation for the next activity is to carry out similar activities regularly and continuously. It is more important if the simulation is carried out like the real situation
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING BERBAHAN ALAM DAUN PANDAN DI DESA REJO MULYO Wahyudi, Rizqi; Evrilia, Nava; Ma'ruf, Nanang; `Manurung, Bahari Timotius; Manurung, Inggir Marsaulli Senni; Manalu, Joy Marito
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7572

Abstract

Pemanfaatan bahan alami dalam pembuatan sabun cuci piring memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Sabun yang biasa digunakan untuk mencuci pada umumnya terbuat dari campuran alkali dan trigliserida dari asam lemak rantai karbon. Dalam proses pembuatan sabun pembusa yang umum digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS). Penggunaan SLS ini mengakibatkan terjadinya iritasi kulit baik itu iritasi kulit ringan maupun iritasi kulit berat. Dengan adanya bahan alami dalam proses pembuatan sabun cuci piring, formulasi yang dihasilkan bisa ramah lingkungan serta tidak mengandung bahan SLS. Salah satu bahan alami yang digunakan adalah daun pandan (Pandanus amaryllifolius) yang memiliki kandungan alami flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol dan saponin. Kandungan yang terdapat dalam saponin pada daun pandan berfungsi untuk menghasilkan busa serta memiliki zat anti bakteri. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pembelajaran dalam memanfaatkan bahan alami pada proses pembuatan sabun cuci piring. Pada pelatihan ini melibatkan partisipasi aktif warga masyarakat Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur sehingga metode yang digunakan adalah metode participatory action research. Hasil akhir dari pelatihan ini diharapkan menjadi peluang usaha dan meningkatkan perekonimian masyarakat di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur. The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. In the process of making foaming soap, what is commonly used is Sodium Lauryl Sulfate (SLS). The use of SLS causes skin irritation, both mild skin irritation and severe skin irritation. By having natural ingredients in the process of making dishwashing soap, the resulting formulation is environmentally friendly and does not contain SLS. One of the natural ingredients used is pandan leaves (Pandanus amaryllifolius) which contain natural flavonoids, alkaloids, tannins, polyphenols and saponins. The saponin content in pandan leaves functions to produce foam and has anti-bacterial substances. The aim of this training is to provide learning in using natural ingredients in the process of making dishwashing soap. This training involved active participation from residents of Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency, so the method used was participatory action research. It is hoped that the final result of this training will be business opportunities and improve the economy of the community in Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency.The use of natural ingredients in making dishwashing soap has enormous potential to improve the community's economy. Soap that is usually used for washing is generally made from a mixture of alkali and triglycerides from carbon chain fatty acids. In the process of making foaming soap, what is commonly used is Sodium Lauryl Sulphate (SLS). The use of SLS causes skin irritation, both mild skin irritation and severe skin irritation. By having natural ingredients in the process of making dishwashing soap, the resulting formulation is environmentally friendly and does not contain SLS. One of the natural ingredients used is pandan leaves (Pandanus amaryllifolius), which contain natural flavonoids, alkaloids, tannins, polyphenols, and saponins. The saponin content in pandan leaves functions to produce foam and has anti-bacterial substances. The aim of this training is to provide knowledge about using natural ingredients in the process of making dishwashing soap. This training involved active participation from residents of Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency, so the method used was participatory action research. It is hoped that the final result of this training will be business opportunities and improve the economy of the community in Rejo Mulyo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN MOTIVASI DAN MANAJEMEN KEWIRAUSAHAAN PELAKU UMKM DI DESA WUSA TALAWAAN Rambing, Precylia Ribka; Melania, Walangitan
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.7628

Abstract

Berbagai masalah dan kendala yang dialami oleh pelaku UMKM seringkali menjadi salah satu alasan banyaknya UMKM yang berhenti di tengah jalan dan tidak melanjutkan usahanya. Hal ini pula yang dialami oleh pelaku UMKM yang ada di desa Wusa, dimana minimnya modal usaha, pengetahuan bisnis yang terbatas, dan kurangnya inovasi produk menyebabkan banyak pelaku UMKM yang perlahan-lahan mulai meninggalkan usahanya dan kemudian berhenti untuk berusaha. Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk membangun motivasi untuk berusaha, meningkatkan akses pasar, dan menyiapkan pelaku UMKM agar siap dengan perubahan lingkungan yang cepat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Pada akhirnya kegiatan pengabdian ini semakin memperkaya informasi dan pengetahuan para pelaku UMKM di desa Wusa dalam hal rencana usaha, pembuatan laporan keuangan, terampil dalam negosiasi, segmentasi pasar yang luas, kemampuan membangun kerjasama dengan pihak lain, dan kemampuan dalam digitalisasi pemasaran. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sehingga skala usahanya dapat lebih besar dan dapat membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran dan menekan tingkat kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. The various problems and obstacles experienced by UMKM are often one of the reasons why many UMKM stop midway and do not continue their business. This is also what is experienced by UMKM in Wusa village, where the lack of business capital, limited business knowledge, and lack of product innovation causes many UMKM actors start to abandon their businesses and then stop trying. The implementation of this community service aims to build motivation to do business, increase market access, and prepare UMKM actors to be ready for rapid environmental changes. The methods used in implementing this activity are socialization, training, mentoring, monitoring and evaluation. In the end, this service activity further enriches the information and knowledge of UMKM actors in Wusa village in terms of business plans, preparing financial reports, skills in negotiations, broad market segmentation, the ability to build cooperation with other parties, and the ability to digitize marketing. It is hoped that this program can continue so that the scale of business can be larger and can create employment opportunities, reduce unemployment and reduce poverty levels and improve community welfare.