cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
TEATER MONOLOG TRADISIONAL: BENTUK PERTUNJUKAN, NILAI, DAN KEHIDUPAN JALANAN Welly Suryandoko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p51-63

Abstract

Teater Tradisional Monolog adalah pertunjukan tunggal yang mengeksplorasi pertunjukan jalanan di kota-kota besar Indonesia di tengah modernisasi, menghidupkan tradisi dengan melibatkan penonton secara langsung di area publik. Artikel ini mengkaji kesulitan mengembangkan drama yang dilakukan oleh karakter dengan keterlibatan ruang publik, penonton, dan karakteristik bentuk, berdasarkan skenario aktual dalam penelitian dan data yang diperoleh. Teater Tradisional Monolog mengkaji dan mengembangkan pola pertunjukan jalanan, serta memperkenalkannya kepada seluruh komunitas di Indonesia, dengan menggunakan materi sejarah dan kebangkitan.  
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK Agus Prasetyo; Mukhlas Alkaf
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p74-85

Abstract

Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu Jatmiko di Sanggar Kridha Rasa Tunggal Kabupaten Nganjuk, yakni meliputi: (1) bagaimana bentuk tari Bedhaya Medang Kamulan yang diciptakan oleh Wahyu Jatmiko di Sanggar Kridha Rasa Tunggal Kabupaten Nganjuk; dan (2) bagaimana kreativitas Wahyu Jatmiko dalam menciptakan tari Bedhaya Medang Kamulan di Sanggar Kridha Rasa Tunggal Kabupaten Nganjuk? Penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif ialah pengumpulan data, menganalisis data, dan simpulan. Untuk mengungkap bentuk tari Bedhaya Medang Kamulan yaitu mengacu pada pemikiran Y. Sumandiyo Hadi yang menyatakan bahwa elemen-elemen tari terdiri atas judul tari, tema tari, jenis tari, jumlah penari dan jenis kelamin, gerak tari, musik tari, rias dan busana tari, properti tari, ruang tari, tata cahaya tari, serta mode penyajian sedangkan untuk mengungkap kreativitas Wahyu Jatmiko dalam tari Bedhaya Medang Kamulan menggunakan konsep Rhodes yakni mengatakan bahwa, pada umumnya kreativitas dapat dirumuskan menjadi pribadi, proses, dan hasil serta mendorong. Hasil penelitian menujukkan, bentuk tari Bedhaya Medang Kamulan yang tidak lepas dari gaya Jawa Timur yang dikembangkan serta kreativitas Wahyu Jatmiko dalam menciptakan tari Bedhaya Medang Kamulan melalui tahapan-tahapan eksplorasi, improvisasi serta komposisi.
PRAKTIK INKLUSIVITAS KEGIATAN KOLEKTIF FLUXBASEMENT Soklin Surya; Bondet Wrahatnala
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n2.p10-17

Abstract

Penelitian ini membahas tentang inklusivitas musik sebagai proses utama dan langkah pertama dalam kolaborasi Fluxbasement dengan berbagai pihak dalam lingkungan musik. Inklusivitas diartikan sebagai sebuah pola pikir atau filosofi untuk hidup bersama dengan pemaknaan kesetaraan yang hadir dalam setiap kegiatan. Di Indonesia, inklusivitas berkembang sebagai penguat ruang bagi siapa pun untuk berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat umum. Permasalahan yang berkaitan dengan Inklusivitas musik meliputi: 1. Mengapa Fluxbasement menentukan inklusivitas sebagai proses kelompok atau kolektif kreatif musik; dan 2. Bagaimana proses Fluxbasement mengedepankan prinsip gotong royong serta inklusivitas dalam musik?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengamatan terlibat, wawancara, studi pustaka, dan perekaman kegiatan untuk mengumpulkan data mengenai proses inklusivitas pada kegiatan Fluxbasement. Hasil penelitian ini ditemukan dampak besar yang dilakukan kelompok Fluxbasement terhadap proses kreatif dengan sifat keterbukaan. Pada norma Gotong-royong, Inklusivitas meringankan proses kerja kelompok dan mempermudah komunikasi antar individu maupun kelompok. Kehadiran pola kolaborasi yang dihasilkan melahirkan sisi positif dalam ekosistem musik dengan menghubungkan berbagai macam pihak dan sifat multidisiplin ilmu.
PEMBELAJARAN PEMERANAN UNTUK PEMULA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KILPOI: PEMBELAJARAN PEMERANAN UNTUK PEMULA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KILPOI Moh Mujib Alfirdaus
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p86-92

Abstract

Permasalahan mendasar yang mendorong dilaksanakannya penelitian ini adalah berdasarkan pengalaman dan pengamatan peneliti sebagai dosen pengampuh mata kuliah Teknik Dasar Pemeranan Program Studi Teater STKW Surabaya menunjukan bahwa untuk mahasiswa semester awal kemampuan keaktoran atau pemeranan masih belum maksimal. Selain latar belakang mereka yang belum memiliki spesifikasi khusus dalam bidang pertunjukan teater, tentu saja hal ini juga didukung kurangnya pemahaman materi pembelajaran pemeranan yang detail dan efektif. Supaya materi pelatihan pembelajaran pemeranan dapat efektif maka dilakukan pengembangan materi dasar pemeranan. Teknik KILPOI sangat sesuai untuk mahasiswa semester satu, karena materi ini merupakan pelatihan dasar dalam belajar pemeranan, langkah pembelajaranya sangat efektif. KILPOI merupakan pelatihan pemeranan yang dikembangkan oleh Richard Bolelavski, diantaranya adalah Konsentrasi, Ingatan Emosi, Laku Dramaik, Pembangunan Watak, Observasi dan Irama. Teknik pelatihan pemrananan KILPOI diharapkan sebagai modal dasar didalam belajar menjadi aktor pemula, teknik ini juga bisa dikembangkan seabagai teknik pemeranan teater tradisi. Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Teknik Dasar Pemeranan, maka perlu dilakukan pengembangan pembelajaran pemeranan dengan teknik KILPOI yang sesuai dengan kompetensi mata kuliah teknik dasar pemeranan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar dalam berperan. Metode penelitian ini menggunanakan pendekatan Borg and Gall yakni pegembangan produk ajar. Hasilnya berupa video pembelajaran pemeranan dan buku aja
ANALISIS BENTUK LAGU TOLAK BALAK DALAM PERTUNJUKAN TARI TURONGGO YAKSO PADA GRUP SENI JARANAN TURONGGO MADYA MUKTI BUDAYA Aria, Zakarias Aria Widyatama Putra; Kejora, Reresi Violina
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi S1 Pendidikan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n2.p37-45

Abstract

Menemukenali dan memahami sebuah lagu tentunya dieperlukan langkah analisis. Tulisan dan penelitian ini mencoba menelaah bentuk lagu Tolak Balak dalam pertunjukan tari Turonggo Yakso pada grup seni jaranan Turonggo Madya Mukti Budaya. Selain itu, ciri khas dan identitas budaya dalam lagu tradisional khususnya di Trenggalek juga perlu dilestarikan dan dikenalkan secara luas, sehingga dengan analisis ini dapat dijadikan penguat akan identitas dan ciri khas tersebut. Metode yang digunakan untuk mengungkap penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis musik dalam kajian Prier. Pengambilan data digunakan data primer yaitu peneliti dengan score transcription dan data sekunder dengan wawancara analisis lagu Tolak Balak. Tahapan penelitian dibagi menjadi pra lapangan, lapangan, dan pasca lapangan yang didalamnya juga dilakukan proses analisis data. Proses analisis data menggunakan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Guna menunjang kesahihan hasil penelitian digunakan triangulasi sumber. Adapun hasil analisis bentuk lagu Tolak Balak ini dijelaskan dalam ranah pakem bentuk musik iringan tari Turonggo Yakso yang mana tersuun atas bagian pambuka dan bagian tengah. Selanjutnya, berdasarkan bentuk musiknya, lagu Tolak Balak dianalisis secara tekstual dengan mengkaji struktur lagu yang terdiri atas bagian pambuka, bagian lagu, dan bagian panutup. Secara mendalam, poin-poin analisis mengkonstruksi pada melodi, ritmis, dan harmoni yang mana hal tersebut ditunjukan pada pengolahan motif melodi, perubahan ritmis (wirama), dan nuansa harmoni yang memiliki sifat interlocking (berkelanjutan dan konsisten).
The E Gamelan Media Sulfegio Dalam Meningkatkan Ketrampilan Praktik : Pembelajaran musik tradisi melalui E Gamelan Partiyah; Sasanadjati, Jajuk Dwi; Sugito, Bambang; Arif Hidajad; Yanuartuti, Setyo
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Prodi S1 Pendidikan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n2.p46-59

Abstract

E gamelan merupakan sebuah aplikasi untuk pembelajaran interaktif pada materi pelajaran musik tradisional. E gamelan digunakan untuk melatih sofegio peserta didik dalam mempelajari nada. Solfegio sangat penting sebagai pembeda nada untuk memberikan kontribusi terhadap nada pentatonis. Bila memiliki sofegio yang tinggi maka mampu memberikan perbedaan nada pada gamelan. E gamelan bisa memberikan kontribusi terhadap nada yang dibunyikan. Ketrampilan dalam melakukan pembeda nada pada media E gamelan pendengaran akan masuk ke dalam sensorik otak menyimpan pembeda nada pentatonik. Sehingga kemampuan mengingat lebih tinggi sebagai pijakan awal untuk skil keterampilan menabuh gamelan. Ketika terampil pada media E gamelan mampu membunyikan nada nada pentatonik sesuai dengan melodi nada yang telah ditentukan untuk diaplikasikan ke dalam instrumen gamelan. Hal ini juga memberikan kemudahan dalam menunjang siswa belajar karawitan 90% trampil dalam E gamelan mampu melakukan praktik ke dalam instrumen gamelan. Bagi siswa yang masih 50% dalam E gamelan mereka mampu melakukan praktik di gamelan hanya mencapai 40 %. Hal ini berdasarkan data pengambilan penilaian terhadap siswa yang menggunakan E gamelan. Melalui tes diaknosis rata rata siswa tidak pernah mendengar nada nada pentatonik dalam gamelan. Setelah menggunakan E gamelan mereka mampu mengaplikasikan kedalam instrumen hasil dari penilaian praktik instrumen gamelan.
DISKURSUS DISKRIMINASI GENDER DALAM TEKS LAKON LUDRUK TRENGGILING SISIK EMAS KARYA KARTOLO Aryanti, Deny Tri; Tjahyadi, Indra
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v7n1.p1-16

Abstract

This research focuses on gender discrimination contained in the text of traditional ludruk art plays developed in East Java. The purpose of this study is to describe gender discrimination contained in the text of the traditional ludruk art play that developed in East Java. Sara Mills' Critical Discourse Analysis model is used as the theoretical basis in analyzing the object. The method used in this research is descriptive qualitative method. The material object in this research is the text of the ludruk play titled Trenggiling Sisik Emas by Kartolo. The formal object in this research is the dialog in the text or discourse containing gender discrimination contained in the lakon ludruk entitled Trenggiling Sisik Emas by Kartolo. The data collection technique used in this research is literature study. Based on the research conducted, it is found that (1) characters in the subject position experience gender discrimination in the form of subordination and violence, (2) characters in the object position experience gender discrimination in the form of violence, and (3) the position of readers who are invited to side with the practice of subordination and violence against women.
DINAMIKA EKSISTENSIAL KETHOPRAK BHAKTI KUNCORO KABUPATEN PATI DALAM ARUS MODERNITAS PASCA PANDEMI Fajrie, Nur Fajrie; Zahro, Nabila Fatimatuz; Wijayanto, Wasis
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v7n1.p18-29

Abstract

Bhakti Kuncoro Kethoprak's art performance from Pati Regency, Central Java Province is interesting research. Based on the source of informants the head of the art group has faced existential challenges in maintaining and developing the traditional theatre art of kethoprak. This research aims to find out the strategies applied by Kethoprak Bhakti Kuncoro amid unhealthy art market competition between groups and how the significant impact of the COVID-19 pandemic affects the implementation of performances and the sustainability of traditional art groups in the era of modernity. A qualitative approach with a narrative type is used in the research by relying on empirical data from socio-cultural phenomena. Data collection was done through literature study, observation, and interviews. The results of this study include aspects of the existence of Kethoprak Bhakti Kuncoro involving the founding process, organizational structure during the performance, and factors that influence its existence. In addition, this research uses important elements in kethoprak, namely the play, dialogue actors, clothing, makeup, equipment, and musical accompaniment. Kethoprak functions as a ritual, entertainment, and a means of non-formal education through the values contained in the performance. This research is expected to make an important contribution to further understanding of the dynamics of traditional art groups amid changing times, as well as revealing the sustainability and adaptation of the Bhakti Kuncoro kethoprak group in Gunungsari Village, Batangan District, Pati Regency, Central Java Province.
Melintasi Globalisasi MELINTASI ERA GLOBALISASI : EKSPLORASI STRATEGI PELESTARIAN SENI KETHOPRAK WAHYU MANGGOLO DI KABUPATEN PATI: Adaptasi Inovasi, Eksistensi Kethoprak Wahyu Manggolo, dan Globalisasi Wijayanto, Wasis; Fajrie, Nur; Zahro, Nabila Fatimatuz
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n2.p71-79

Abstract

Kesenian kethoprak di Indonesia menghadapi tantangan serius di era globalisasi, di mana adaptasi terhadap perubahan zaman menjadi kunci kelangsungan. Penelitian ini membahas eksistensi dan strategi pelestarian kethoprak Wahyu Manggolo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagai contoh sukses dalam menjawab dinamika globalisasi. Globalisasi berdampak pada menurunnya antusiasme masyarakat terhadap kesenian tradisional, terutama di kalangan generasi muda yang lebih cenderung menyukai seni kontemporer global. Kethoprak Wahyu Manggolo, berdiri sejak tahun 2007 berhasil mempertahankan eksistensinya dengan berinovasi pada kostum, adegan, dan media sosial. Jadwal pementasan yang padat, ditambah adegan favorit penonton seperti tari Gambyong, Tamansari dan Wayang kepruk, menjadi kunci kesuksesan mereka. Strategi publikasi melalui YouTube, Facebook, Instagram, dan TikTok membantu memperluas jangkauan penonton serta meningkatkan popularitas kethoprak. Dengan menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, mereka membuktikan bahwa seni tradisional dapat tetap bersinar di era globalisasi. Kesuksesan Kethoprak Wahyu Manggolo dapat menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan adaptasi, seni tradisional tetap relevan dan diminati oleh berbagai generasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif naratif dengan wawancara dan observasi langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa kethoprak ini berhasil memadukan nilai-nilai tradisional dengan dinamika modern. Keberlanjutan kesenian ini di era globalisasi bergantung pada kemampuan seniman untuk terus beradaptasi, memahami tren seni global, dan mempertahankan daya tarik bagi penonton masa kini.
dalam pementasan sebagai kajian esensi di jurusan teater STKW sSurabaya LESTARI, LILIS
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 7 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v7n1.p40-62

Abstract

Supali's acting style in the play Supali gendeng Wedokan (SGW) is an original research by the author, which is an academic work to find out Supali's acting style as a creative East Javanese actor who reacts in folk theater performances such as ludruk. Ludruk has become a traditional theater that has meaning as a good learning medium in society, especially East Java. As a study, it is necessary to examine the rich acting of ludruk actors who maintain the atmosphere of ludruk art until it is owned by the interested community. Supali is not even distant from the community, the figure of Supali has become an icon in every performance he plays so that every presence in the performance is always attended by his fans, namely the community, especially East Java. The purpose of this research is to find out the extent of the development and progress of Supali's acting style as an Indonesian traditional theater actor, especially when playing roles in the SGW play. Based on the overall description that has been done in the form of analysis, the answer to the formulation of this research problem, Supali's acting style in the performance of "Supali Gendeng Wedokan" in the performance produced by Perdana Record is a representation acting that contains many elements of acting styles that can be applied in one-time performances. The author also sees that Supali does mix-acting in his application when playing a character, be it a character outside himself, or playing his own character. In terms of acting style, Supali seems to dominate the caricatural style. In some sessions, Supali's acting can also be seen as in realism theater mixed with elements of Western theater. Thanks to his cleverness in processing the acting in a stylized way, Supali's acting is able to cause an alienation effect on the audience. The performance of SGW's play then solidified Supali's characteristics as a folk theater actor, especially ludruk, which contains elements of improvisation, humor or comedy, the use of East Javanese vocabulary, scenes based on gedripan, simple staging, spontaneous acting, kinship system directing, and singing, kidung and tembang.