cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Februari (2023)" : 10 Documents clear
Penerapan Pemeriksaan Psikologis pada Anak Berkebutuhan Khusus untuk Memaksimalkan Potensi Vrisaba, Nanda Audia; Anggara, Onny Fransinata; Satiningsih, Satiningsih
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fenomena yang masih sering dijumpai di sebagian besar sekolah adalah adanya siswa yang tertinggal. Guru dan orang tua tidak mengetahu secara pasti hambatan yang dihadapi anak, sehingga mereka juga tidak mengetahui pengasuhan dan pembelajaran yang tepat untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki anak berkebutuhan khsuus. Oleh karena itu, pemeriksaan psikologi yang diberikan bertujuan untuk mengetahui hambatan perkembangan yang dihadapi oleh siswa. Metode yang dilakukan melakukan pemeriksaan psikologis menggunakan wawancara pada siswa, guru, dan beberapa orang tua, observasi pada siswa, dan juga beberapa alat tes psikologi. Hasil dari pemeriksaan psikologis akan memberikan saran dan rekomendasi untuk mengembangkan siswa sesuai dengan kebutuhannya. Pemeriksaan psikologis diberikan kepada 17 siswa yang telah melalui proses skrining dari masing-masing guru kelasnya. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar, yaitu 59% siswa mengalami hambatan dalam intelektual, 52% hambatan dalam sosial, serta 41% hambatan dalam aspek membaca dan menulis, dan 47%  hambatan dalam motorik halus. Beberapa saran dan rekomendasi yang diberikan, salah satunya adalah pembuatan Program Pembelajaran Individual (PPI) yang disusun berbeda dengan siswa lainnya untuk menyasar aspek perkembangan yang ingin dicapai oleh masing-masing anak. Hasil juga menunjukkan bahwa guru sekolah dan orang tua mulai memahami bagaimana pola pengasuhan dan juga pembelajaran yang disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan siswa.Abstract: A phenomenon that is often found in most schools is the presence of students who are left behind. Teachers and parents do not know exactly the obstacles faced by children, so they also do not know the right parenting and learning to maximize the potential of children with special needs. Therefore, the psychological examination provided aims to determine the developmental barriers faced by students. The method used is to carry out psychological examinations using interviews with students, teachers, and several parents, observation of students, and also several psychological test tools. The results of the psychological examination will provide suggestions and recommendations for developing students according to their needs. Psychological examinations were given to 17 students who had gone through the screening process from their respective class teachers. The results showed that the majority, namely 59% of students experienced intellectual barriers, 52% social barriers, and 41% had difficulties in aspects of reading and writing, and 47% had fine motor skills. Several suggestions and recommendations were given, one of which was the creation of an Individual Learning Program (PPI) which was structured differently from other students to target the developmental aspects that each child wanted to achieve. The results also show that school teachers and parents are beginning to understand how parenting and learning patterns are adapted to each student's needs.
Peningkatan Pengetahuan Pembuatan Pakan Sapi dari Hasil Fermentasi Jerami Padi sebagai Pakan Alternatif menggunakan Metode Ground truth Juniah, Restu; Pebrianto, Rosihan; Asyik, Makmur; Amin, Muhammad
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jerami padi biasanya tidak dimanfaatkan oleh penduduk. Sebagian besar hanya dibuang begitu saja dan hanya sebagian kecil digunakan sebagai pupuk organik. Desa Mangsang merupakan desa yang memiliki sawah dan penduduknya banyak yang memiliki ternak sapi. Ketika musim kemarau, penduduk umumnya mengalami kesulitan dalam menyediakan pakan untuk ternak sapi mereka. Kurangnya pengetahuan dan minimnya akses informasi membuat penduduk setempat tidak begitu mengetahui jika fermentasi jerami padi dapat digunakan sebagai pakan alternatif dan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Tujuan dari pengabdian ini untuk membantu penduduk dalam mempersiapkan pakan alternatif bagi sapi terutama dimusim kemarau. Metode kegiatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan teori dan praktek. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dilakukan dengan cara penyampaian materi kemudian praktek pembuatan. Ground truth merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimana pengetahuan dihasilkan pengalaman bukan dari teori. Hasilnya pemahaman materi yang awalnya hanya 40% menjadi 90% dan praktek yang awal hanya 49% menjadi 100%. Peningkatan yang sangat signifikan ini akibat dari adanya pola pemberian materi yang diikuti langsung dengan praktek sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat lebih mudah dicapai. Memang benar kegiatan seperti ini akan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas penduduk.Abstract: Rice straw is usually not utilized by the population. Most of it is just thrown away and only a small portion is used as organic fertilizer. Mangsang Village has rice fields and many residents own cattle. During the dry season, residents generally experience difficulties in providing feed for their cattle. Lack of knowledge and lack of access to information makes local residents not really know if fermented rice straw can be used as an alternative feed and can be stored for a long time. The purpose of this service is to help residents in preparing alternative feed for cattle, especially in the dry season. The method of activity used is with a theoretical and practical approach. Activities that lasted for 3 days were carried out by delivering material and then practicing making. Ground truth is a method used in this activity where knowledge is generated by experience not from theory. As a result, the understanding of the material which was initially only 40% became 90% and the initial practice was only 49% to 100%. This very significant increase is due to the pattern of providing material followed directly by practice so that the objectives of this activity can be more easily achieved. It is true that activities like this will increase the knowledge and creativity of the population.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting Nurlaela Sari, Dewi; Zisca, Rahma; Widyawati, Widyawati; Astuti, Yuli; Melysa, Melysa
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kondisi kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dari pemberian makan yang tidak didasarkan pada kebutuhan gizi disebut dengan stunting. Kondisi tersebut dimulai sejak bayi didalam kandungan hingga anak berusia dua tahun, stunting dapat terjadi (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2016). Stunting pada balita banyak terjadi di Indonesia sebesar 30,8%, menurut data riset kesehatan dasar tahun 2018. Sementara angka stunting di Jawa Barat tetap tinggi pada tahun 2019 (26,21%), terjadi penurunan sebesar 4,89% dari tahun sebelumnya (Layanan digital Jabar, 2022). Salah satu wilayah Provinsi Jawa Barat yang mendokumentasikan prevalensi stunting adalah Kabupaten Bandung. Sebanyak 62 Desa di Kabupaten Bandung menjadi lokasi fokus (lokus) Stunting, yang meliputi desa XXXX. Di komunitas XXXX, 20% anak kecil mengalami stunting. Pengetahuan masyarakat tentang pemberdayaan kesehatan adalah elemen utama yang berkontribusi terhadap masalah ini. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang stunting melalui Pemberdayaan Masyarakat Sehat Anti Stunting. Kelompok usia dengan faktor risiko stunting menjadi fokus kegiatan ini, yaitu remaja putri, anak balita, ibu hamil, dan ibu nifas. Tujuan dari program ini adalah untuk menggali potensi desa dengan mengelola sumber daya gizi yang dibutuhkan oleh potensi alam desa dan potensi sumber daya manusianya, serta meningkatkan kesadaran dan sikap lokal terhadap inisiatif untuk menghindari stunting. Dengan bantuan penyuluhan, lomba membuat makanan sehari-hari anti stunting, dan strategi direct target approach, pelaksanaannya akan berlangsung mulai 11 Juli hingga 15 Agustus 2022 dengan cara yang menarik. Temuan menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, masyarakat dapat menciptakan menu makanan sehari-hari yang memenuhi kebutuhan gizi mereka dan beragam. Hipotesis terkait stunting sedang dipahami dengan lebih baik di masyarakat, yang merupakan hasil lain. Oleh karena itu, diharapkan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam secara bijaksana kejadian stunting dapat dikurangi.Abstract: Stunting is a chronic malnutrition issue brought on by long-term insufficient nutrient intake from feeding that is not based on nutrient requirements. From the time the fetus is still in the womb until the kid is two years old, stunting can happen (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2016). Under-five stunting is prevalent in Indonesia at 30.8%, according to basic health research data from 2018. While the stunting rate in West Java remained high in 2019 (26.21%), it did so with a drop of 4.89% from the previous year (Jabar digital service, 2022). One of the regions of West Java Province to document the prevalence of stunting is Bandung Regency. A total of 62 settlements in the Bandung Regency make up the Stunting focal location (Locus), which includes the hamlet of XXXX. In the community of XXXX, 20% of young children are stunted. The public's knowledge of health empowerment is the primary contributing element to the issue. We want to raise people's awareness of stunting through the Anti-Stunting Healthy Community Empowerment. The age group with risk factors for stunting is the focus of this activity, namely teenage girls, children under the age of five, pregnant women, and postpartum. The goal of this program is to discover the village's potential by managing the nutritional resources required by the village's natural potential and the potential of its human resources, as well as by enhancing local awareness of and attitudes toward initiatives to avoid stunting. With the help of counseling, a competition to create anti-stunting daily meals, and a direct target approach strategy, the implementation will take place from July 11 through August 15, 2022, in an appealing manner. The findings demonstrate that by employing available resources, the community can create daily meal menus that both satisfy their nutritional needs and are diverse. Stunting-related hypotheses are being better understood in the community, which is another outcome. Therefore, it is thought that by using natural resource potential wisely, stunting in the hamlet may be reduced.
Pendampingan Pendidik dalam Pengembangan Meaningfull dan Joyfull Learning Berbasis Mathtrail untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Siswa Menggunakan Model ADDIE Adawiyah, Robiatul; Prihandini, Rafiantika Megahnia
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi Indonesia emas tahun 2045, maka penting bagi dunia pendidikan melakukan perubahan pola pikir. Guru memiliki peran yang sangat strategis bagi dunia pendidikan. Tantangan pendidikan berkualitas, mengharuskan guru untuk lebih kreatif, inovatif, dan inspiratif. Permasalahan yang ada pada sekolah mitra berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada kepala sekolah serta guru yang ada di KKG 01 kecamatan Panti yaitu pendidik mengeluhkan akan rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa. Peran dari seorang guru sangat penting untuk menjembatani cara berfikir siswa SD khususnya untuk memahami hal yang abstrak. Berdasarkan fakta di lapangan, tuntutan tersebut tidaklah selaras dengan kuantitas pendampingan pengembangan kompetensi guru, dimana forum untuk pengembangan kompetensi pedagogic dan professional seorang guru masih sangatlah minim.  Salah satu inovasi model pembelajaran yang memotivasi siswa dan membermaknakan matematika adalah pembelajaran matematika menggunakan Mathtrail. Mathtrail merupakan aktifitas pembelajaran luar ruangan yang mengikuti sebuah rute yang telah dibuat dan siswa menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat pada titik-titik pemberhentian yang ada.Kegiatan pengabdian dengan sasaran pendidik di Kecamatan panti Kabupaten Jember, dikemas dengan menerapkan model pelatihan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation). Berdasarkan hasil pre test dan post test pembelajaran berbasis math trail, rata-rata N-Gain keseluruhan adalah 0,59. Oleh karena pembelajaran berbasis math trail dapat dinterpretasikan Cukup Efektif karena dapat meningkatkan hasil tes yang menjadi tolak ukur mengingkatnya kemampuan penalaran matematis siswa. Dampak dilakukannya pengabdian adalah siswa lebih mudah memahami konsep matematika yang abstrak dengan melakukan pengamatan secara langsung. Pembelajaran menggunakan mathtrail juga membantu meningkatkan literasi dan numerasi siswa.Abstract: In order to realize Indonesia's vision of becoming a golden Indonesia in 2045, it is important for the education to change its mindset. Teachers have a very strategic role for the development of education. The challenge of quality education requires teachers to be more creative, innovative and inspiring. Based on interviews with school principals and teachers in KKG 01 Panti sub-district, the problems that exist in partner schools are that educators complain about the low literacy and numeracy abilities of students. The role of a teacher is very important to bridge the way of thinking of elementary school students, especially to understand abstract things. Based on the facts on the ground, these demands are not in line with the quantity of teacher competency development assistance, where the forum for the development of a teacher's pedagogic and professional competencies is still very minimal. One of the innovative learning models that motivates students and gives meaning to mathematics is learning mathematics using Mathtrail. Mathtrail is an outdoor learning activity that follows a route that has been made and students solve problems found at existing stopping points. Community service activities with the aim of educators in the Panti District of Jember Regency, are packaged by applying the ADDIE (Analysis-Design) training model. -Development-Implementation-Evaluation). Based on the results of the pre test and post test based on math trail learning, the overall average N-Gain is 0.59. Because math trail-based learning can be interpreted as quite effective because it can improve test results which are a benchmark for increasing students' mathematical reasoning abilities. The impact of doing community service is that it is easier for students to understand abstract mathematical concepts by making direct observations. Learning using mathtrail also helps improve student literacy and numeracy,
Edukasi Kendalikan Tekanan Darah dengan Menerapkan Gaya Hidup Sehat di RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Sumarna, Umar; Shalahhudin, Iwan; R, Ema Arum; Noor, Rohmahallia M
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Faktor-faktor penyebab tekanan darah tinggi diantaranya umur, jenis kelamin, keturunan, merokok, asupan garam berlebih, konsumsi lemak, minyak goreng bekas, kebiasaan minum alkohol, berat badan berlebih,  aktivitas fisik kurang, stres dan penggunaan estrogen. Semua ini terkait dengan gaya hidup yang tidak sehat.  Faktor resiko tersebut dapat dihindari dengan melakukan upaya-upaya preventif diantaranya dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti minum obat rutin dan kontrol tekanan darah. Melalui pengendalian gaya hidup sehat adalah satu modalitas penting untuk mengontrol penyakit hipertensi. Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kendalikan tekanan darah dengan menerapkan gaya hidup sehat di RW 11 Kelurahan Garut. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada masyarakat RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut baik yang menderita tekanan darah tinggi maupun yang tidak. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat RW 11 Kelurahan Sukamentri Garut sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 22 point. Nilai pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan terkecil 31 dan terbesar 78 dan nilai pengetahuan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan terkecil 79 dan terbesar 100. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang gaya hidup sehat mampu kendalikan tekanan darah.Abstract: Factors that cause high blood pressure include age, gender, family history, smoking, excess salt intake, saturated fat, used cooking oil, alcohol drinking habits, excess weight, lack of physical activity, stress and use of estrogen. Unhealthy lifestyle. These risk factors can be avoided by taking preventive measures, including by implementing a healthy lifestyle, such as taking regular medication and controlling blood pressure. Through controlling a healthy lifestyle, is an important modality to control hypertension. The purpose of this activity is to increase public knowledge about Controlling Blood Pressure by Implementing a Healthy Lifestyle in RW 11 Sukamentri, Garut. The method used to achieve this goal is to conduct health education activities for the community of Rw 11 Sukamentri, both those who suffer from high blood pressure and those who do not. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge of the people of Rw 11 Sukamentri Village before and after health education was carried out by 22 points. The smallest value of knowledge before health education is 31 and the largest is 78 and the smallest value of knowledge after health education is 79 and the largest is 100. With increasing public knowledge about a healthy lifestyle, they are able to control blood pressure.
Pelayanan Wi-Fi Gratis untuk Mendukung Pembelajaran Online saat Pandemi COVID-19 Ruliyanta, Ruliyanta; Setyadi, Wismanto; Nugroho, Endang Retno
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 berdampak pada diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Salah satu implementasi dari PSBB adalah dengan dilaksanakannya proses belajar mengajar secara Online atau daring. Sekolah secara daring memang cukup efektif dalam masa pandemi ini. Permasalahan yang timbul adalah dibutuhkan sarana trafik data untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran Online. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah menyediakan layanan Wi-Fi gratis di wilayah Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor untuk mendukung kegiatan pembelajaran secara Online. Jaringan Wi-Fi ini dibangun dipemukiman padat di salah satu rumah penduduk. Hasilnya Wi-Fi tersebut dimanfaatkan oleh murid-murid pelajar sekolah dasar, sampai perguruan tinggi dengan peserta rata-rata 4 sampai 5 orang dalam satu sesi. Rata-rata pengguna harian 10 orang. Kecepatan data maksimal mendekati 252 Kbps. Pada kondisi 10 pengguna kecepatan rata-rata pada 150 Kbps. Kendala yang didapati adalah terbatasnya area jangkauan sinyal Wi-Fi dan adanya larangan berkumpul di satu titik oleh aparat setempat. Disarankan untuk kegiatan berikutnya untuk dikembangkan dengan berbagi Wi-Fi, sehingga pengguna bisa mengakses dari rumah masing-masing.Abstract: The COVID-19 pandemic has resulted in the enactment of Large-Scale Social Restrictions or PSBB. One of the implementations of PSBB is the implementation of Online or Online teaching and learning processes. Online schooling is indeed quite effective during this pandemic. The problem that arises is that data traffic facilities are needed to carry out Online learning activities. The purpose of this Community Service activity is to provide free Wi-Fi services in the Jonggol District, Bogor Regency to support Online learning activities. This Wi-Fi network was built in a dense settlement in one of the residents' houses. The result is that Wi-Fi is used by students from elementary school to college with an average of 4 to 5 participants in one session. The average daily users are 10 people. The maximum data rate is close to 255 Kbps. In the condition of 10 users, the average speed is 150 Kbps. The obstacles found are the limited coverage area of the Wi-Fi signal and the prohibition of gathering at one point by local officials.
Penyuluhan Menjaga Kesehatan Mental pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Sukmawati, Sukmawati; Maulana, Indra; Rosidin, Udin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Era kebiasaan baru pada saat ini dihadapkan pada beberapa permasasalahan yang harus dihadapi masyarakat. Ketika masyarakat belum terbiasa dengan kondisi yang harus dijalani, itu dapat menumbuhkan masalah terutama gangguan kesehatan mental. Untuk mengurangi gangguan tersebut  pada masyarakat, harus mengetahui bagaimana cara mengatasinya  agar tidak berlanjut kepada gangguan kesehatan mental yang berat. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman “Tentang  Menjaga Kesehatan Mental pada era Adaptasi Kebiasaan Baru” .  Metoda pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah penyuluhan kepada masyarakat dalam bentuk Webinar, dengan Platform Zoom,  sasaran kegiatan adalah masyarakat yang berada di sekitar tempat tinggal mahasiswa Unpad yang sedang KKN. Kegiatan ini dimulai dengan membuat perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan. Hasil kegiatan berdasarkan pengukuran pengetahuan melalui pre dan post test. Hasil pre test  rata-rata nilainya 64,71. Setelah materi di sampaikan kemudian melaksanakan post test bertujuan untuk mengetahui sejauh mana  perubahan pengetahuan partisipan  tentang Kesehatan mental nilainya ada peningkatan menjadi rata-rata 82,42  ada kenaikan sebesar 27,36%. Simpulan, Setelah diadakan webinar tentang pentingnya menjaga Kesehatan mental di era adaptasi kebiasaan baru, partisipan bisa menambah pengetahuan  dan dari hasil pre dan post tes ada peningkatan. Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut maka diharapkan adanya kesiapan mental masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru.Abstract: The era of new habits at this time is faced with several problems that must be faced by society. When people are not used to the conditions that must be lived, it can grow problems, especially mental health disorders. To reduce these disorders in the community, it is necessary to know how to overcome them so that they do not continue to severe mental health disorders. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding "About Maintaining Mental Health in the New Habit Adaptation Era".The program was carried out by providing education to the society through activities such as Webinars or online seminars through Zoom application. The participants involved were people in the village where the UNPAD internship students stayed. The program began with planning, implementing, evaluating, and reporting the program. In order to figure out the difference in the society’s knowlegde before and after the program, pretest and posttest were carried out. The mean score of the pretest was 64, 72, while that of the posttest was 82, 42. This means that there is an improvement in the knowledge of the society by 27.36%. In conclusion, after conducting or providing the webinars about the importance of maintaining good mental health during the pandemic era, the participants knowledge increased. With the increase in knowledge, it is hoped that the mental readiness of the community in facing the era of adaptation to new habits is expected.
Pelatihan Penggunaan ICT sebagai Media Pembelajaran bagi Guru Sekolah Menengah dengan Menerapkan Model Goad Al Arif, Tubagus Zam Zam; Fortunasari, Fortunasari; Gowon, Muhammad; Handayani, Reli; Efriza, Dony
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini berdampak pada peningkatan jumlah pengguna information and communication technology (ICT). Perkembangan teknologi tersebut melahirkan berbagai macam aplikasi yang dapat dimanfaatkan dalam konteks pembelajaran. Namun, perkembangan teknologi tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi terhadap pembelajaran. Kondisi ini disebabkan karena guru kurang termotivasi dan tidak mendapatkan pengetahuan serta skills yang cukup untuk memanfaatkan aplikasi-aplikasi pembelajaran tersebut. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan ICT sebagai media pembelajaran sekaligus menghasilkan artikel ilmiah sebagai hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan. Pelatihan ini dilaksanakan secara offline di SMPN 46 Muaro Jambi dengan agenda dan materi yang telah disiapkan oleh tim pengabdian. Jumlah peserta yang hadir dalam pelatihan ini sebanya k 50 orang guru yang berasal dari 3 sekolah berbeda (SMPN 46 Muaro Jambi, MA Raudhatul Muhajirin, dan MTs Raudhatul Muhajirin) yang berada disekitar tempat pelaksanaan kegiatan. Materi pelatihan berupa praktik penggunaan aplikasi pembelajaran yang terdiri dari HotPotatoes, Kahoot, dan Superteacher. Hasilnya, peserta mampu membuat latihan dan kuis berbasis digital melalui aplikasi HotPotatoes, Kahoot, dan Superteacher yang dapat mereka manfaatkan dalam pembelajaran di sekolah.Abstract: Nowadays, the rapid development of technology has an impact on increasing the number of users of information and communication technology (ICT). The development of technology has brought to various applications that can be used in the context of learning. However, the development of technology is not accompanied by an increase in teacher competence in integrating technology into learning and teaching process. This condition is caused by some factors, such as, teachers are less motivated and do not get sufficient knowledge and skills to take advantage of these learning applications. This current training activity aims to improve the competence of teachers in utilizing ICT as a learning medium as well as to produce scientific articles as a result of community service. This training was conducted in an offline mode at SMPN 46 Muaro Jambi, with the agenda and materials prepared by the team. The number of participants who attended this training was 50 teachers from 3 different schools located around the location of the training. The training material is in the form of practical use of learning applications consisting of HotPotatoes, Kahoot, and Superteacher. As a result, participants were enthusiastic in participating in the training and were able to use some of the learning applications carried out in the training.
Edukasi Tentang Dampak serta Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Jiwa dan Psikososial Akibat COVID-19 Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Senjaya, Sukma; Maulana, Indra; Rosidin, Udin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus corona yang muncul di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019, kemudian menyebar ke banyak negara di seluruh dunia. Begitu juga di Indonesia dan Jawa Barat penyebarannya sampai kepelosok daerah terpencil. Kondisi tersebut sangat berdampak terhadap gangguan kesehatan mental. Melihat permasalahan kesehatan mental dalam konteks situasi pandemi COVID-19, maka perlu upaya untuk mengatasi situasi global mengatasi masalah yang timbul. Karena masalah kesehatan mental akibat  Pandemi COVID-19 dapat mempengaruhi terhadap  individu, keluarga dan masyarakat. Masalah  psikososial  yang sering terjadi yaitu kecemasan  harga diri rendah, isolasi sosial, keputusasaan, stress sampai bunuh diri,  baik yang di sadari maupun tidak. Tujuan dari Pengabdian ini masyarakat diharapkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang dampak serta cara mengatasi masalah kesehatan jiwa dan psikososial akibat COVID-19. Metode yang digunakan adalah  edukasi dengan webinar, populasinya adalah masyarakat sebagai mitra KKN.  Hasil kegiatan setelah dilakukan edukasi tentang dampak serta cara mengatasi masalah kesehatan jiwa dan psikososial akibat COVID-19 adalah rata-rata nilai pengetahuan peserta sebelum dilakukan edukasi sebesar 70 point dan setelah dilakukan edukasi menjadi 95 point. Ada peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebesar 25 point. Kesimpulannya setelah dilakukan edukasi ada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang dampak serta cara mengatasi masalah kesehatan jiwa dan psikososial akibat COVID-19.Abstract: COVID-19 is an infectious disease caused by a type of corona virus that appeared in Wuhan, China in December 2019, then spread to many countries around the world. Likewise in Indonesia and West Java it spreads to remote areas. This condition greatly affects mental health disorders. Seeing mental health problems in the context of the COVID-19 pandemic situation, efforts are needed to overcome the global situation to overcome the problems that arise. Because mental health problems due to the COVID-19 Pandemic can impact individuals, families and communities. Psychosocial problems that often occur are anxiety, low self-esteem, social isolation, hopelessness, stress to suicide, both consciously and unconsciously. The purpose of this community service is to increase public knowledge about the impacts and ways to deal with mental health and psychosocial problems due to COVID-19. The method used is education with webinars, the population is the community as KKN partners. The results of the activity after education about the impact and ways to deal with mental health and psychosocial problems due to COVID-19 are that the average participant knowledge before education is 70 points and after education is 95 points. There is an average increase in the value of knowledge by 25 points. In conclusion, after education has been carried out, there is an increase in public knowledge about the impacts and ways to deal with mental health and psychosocial problems due to COVID-19.
Analisis Potensi Ekonomi Masyarakat Dusun Pasir Angin sebagai Industri Anyaman Bambu Menggunakan Teknik Pra Atila, Muhammad Edgar; Darmayanti, Raden Puspita; Yuzfika, Rifani Alifianisa; Ridholillah, Shafia; Mulyanasari, Tiara Vida
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kondisi ekonomi masyarakat yang cenderung stagnan mengakibatkan Desa Muaradua harus dapat mencari peluang lain guna menunjang peningkatan taraf ekonomi bagi masyarakatnya. Dari berbagai mata pencaharian yang ada di Muaradua, pengrajin anyaman memiliki potensi yang cukup besar untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun sangat disayangkan, proses produksi hingga distribusi dari produk anyaman bambu ini masih sangat tradisional dan terdapat berbagai hambatan yang dimiliki oleh para produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana anyaman menjadi sumber potensi ekonomi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode analisis potensi dan permasalahan setempat yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan focus group discussion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa industri anyaman bambu menjadi potensi yang besar apabila pemerintah sekitar maupun lembaga swadaya masyarakat turut berpartisipasi dalam pelatihan program pemberdayaan. Adapun indikator keberhasilan program ini adalah para pengrajin turut berpartisipasi aktif dalam mengikuti program ini, sehingga terjadi proses transformasi ilmu kepada para pengrajin yang kemudian berpengaruh pada peningkatan pengetahuan mengenai branding produk, pemasaran online dan kemampuan dalam mengolah anyaman bambu menjadi lebih inovatif dan beragam sehingga potensi yang dimiliki dapat berkembang dari waktu ke waktu sehingga industri anyaman bambu setempat dapat bersaing dengan pasar yang lebih luas.Abstract: The community's economic condition, which tends to be stagnant, has resulted in Muaradua Village having to look for other opportunities to support an increase in the economic level of its people. Of the various livelihoods that exist in Muaradua, woven artisans have considerable potential to help fulfill their daily needs. However, it is miserable that the production process for the distribution of woven bamboo products is still very traditional, and the producers face various obstacles. This study aims to describe how woven becomes a source of economic potential in improving people's lives. The method used is Participatory Rural Appraisal (PRA), which is a method of analyzing local prospects and problems that involves community participation through focus group discussion. The results of this study indicate that the woven bamboo industry has great potential if the local government and non-governmental organizations participate in empowerment training programs. The indicator of the success of this program is that the artisans actively join in participating in this program, so there is a process of transforming knowledge to the artisans, which then influences the increase in knowledge regarding product branding, online marketing, and the ability to process woven bamboo to become more innovative and diverse so that the potential for owned can develop over time so that the local woven bamboo industry can compete with the broader market.

Page 1 of 1 | Total Record : 10