cover
Contact Name
M. Hasan Ma'ruf
Contact Email
hasan.stie.aas@gmail.com
Phone
+6281802579955
Journal Mail Official
budimas.aas@gmail.com
Editorial Address
Jln Slamet Riyadi No. 361 Windan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by STIE AAS Surakarta
ISSN : -     EISSN : 27158926     DOI : https:/doi.org/10.29040/budimas
Jurnal Pengabdian Masyarakat BUDIMAS diterbitkan 2 (dua) kali setahun (April dan Oktober) oleh LPPM STIE AAS. Terbit pertama pada bulan Oktober 2019. BUDIMAS memuat hasil pengabdian kepada masyarakat dalam segala bidang. Editor mengundang para akademisi dan praktisi terkait (Perguruan Tinggi, Pemerintahan, LSM, dan lain-lain) untuk dapat mengirimkan artikelnya ke Jurnal Pengabdian Masyarakat BUDIMAS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,241 Documents
Peran Departemen OHCD dalam Penguatan Ekosistem Pengembangan SDM melalui Program Pemagangan di PT PAL Indonesia Silalahi, Evita Peron; Sulastri Irbayuni
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19017

Abstract

Abstact The internship program serves as a practical learning platform that enables students to gain real work experience within an industrial environment. PT PAL Indonesia, through the Organizational & Human Capital Development (OHCD) Department, implements a structured internship system covering administrative procedures, induction, placement, monitoring, and evaluation. This article examines the role of OHCD in strengthening the human resource development ecosystem through internship management. The findings indicate that OHCD functions not only as an administrative unit but also as a facilitator of learning, a mediator between departments, and an evaluator of student competencies. The internship contributes significantly to improving students’ work readiness through enhanced technical and soft skills, discipline, and an understanding of industrial work culture. However, its effectiveness is influenced by factors such as internship duration, student preparedness, and supervisory quality. Therefore, strengthening strategies such as monitoring digitalization, competency-based coaching, and curriculum alignment are required to ensure optimal implementation. The internship program has the potential to serve as a sustainable human resource development instrument when managed systematically and adaptively. Keywords: adaptation, internship, OHCD, work culture, human capital development
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabba dengan Teknologi Penjernihan Air Kitosan Berbasis Limbah Kerang Hijau untuk Keberlanjutan Wisata Geopark Sinardi, Sinardi; Jumawan, Faris; Yanti, Yanti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19058

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Kabba, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dalam menerapkan teknologi penjernihan air sederhana berbasis kitosan dari limbah cangkang kerang hijau (Perna viridis). Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya konduktivitas dan kadar padatan terlarut (TDS) pada sumber air pegunungan karst yang dimanfaatkan warga, sehingga tidak memenuhi baku mutu air bersih sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: (1) persiapan dan pemetaan lokasi, (2) sosialisasi pentingnya air bersih, (3) pelatihan pembuatan kitosan sederhana, (4) penerapan sistem kolam penjernihan berkapasitas 20 m³ dengan media filtrasi pasir, arang aktif, dan serpihan kerang, serta (5) evaluasi teknis dan sosial. Sebanyak 55 kepala keluarga dan 35 kader masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan ini bersama 21 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing Universitas Fajar. Hasil pengujian menunjukkan penurunan TDS sebesar 85% (2832 menjadi 420 ppm), konduktivitas 85% (5656 menjadi 840 µS/cm), dan kekeruhan 90% (8,5 menjadi 2,1 NTU). Selain menghasilkan air bersih layak konsumsi, program ini juga meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), membentuk Unit Pengelola Air Bersih Desa (UPABD), dan membuka peluang usaha mikro berbasis produksi kitosan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat desa mampu menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan wisata geopark berbasis air bersih.
PEMANFAATAN MESIN PENGERING JAGUNG UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KELOMPOK TANI DESA NGENDEN AMPEL BOYOLALI Huriyah; Suyoko, Yohanes; Finayani, Yaya
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19102

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Ngenden 5 di Desa Ngenden Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali adalah pengeringan jagung yang masih konvensional mengandalkan sinar matahari, hal tersebut sangat bermasalah pada musim penghujan karena proses pengeringan jagung tidak dapat kering sempurna sehingga terjadi penurunan kualitas jagung. Pada musim penghujan hasil panen jagung banyak yang berjamur tidak laku dijual, kalaupun laku terjual dengan harga yang sangat murah sekali. Hasil panenan jagung dijual dengan harga yang ditentukan pengepul jagung karena para petani belum memiliki kemampuan untuk menentukan harga jualnya serta hasil panen jagung tersebut dijual hanya ke pedagang pengumpul saja. Tujuan kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat memperbaiki kondisi ekonomi para petani khususnya petani jagung desa Ngenden Ampel Boyolali dan meningkatkan pendapatan serta taraf hidup yang lebih layak, adanya efisiensi waktu pengeringan jagung maka para petani dapat memanfaatkan waktu tunggu pengeringan jagung dengan pekerjaan lain yang menambah nilai manfaat ekonominya sehingga meningkatkan taraf hidup para petani dan mengentaskan kemiskinan. Metode kegiatan meliputi pengadaan mesin pengering jagung, pendampingan penggunaan mesin pengering jagung, pelatihan perhitungan harga pokok penjualan jagung serta pelatihan manajemen pemasaran. Hasil kegiatan PKM diperoleh pengeringan jagung dengan mesin pengering menghasilkan jagung yang lebih berkualitas terutama di musim penghujan, tingkat kekeringan tinggi dengan kadar air 17%, warna jagung lebih bagus (cerah) dan bersih tidak ada awul-awul, serta tidak berdebu. Waktu pengeringan menjadi lebih singkat, yang biasanya dimusim penghujan bisa mencapai 2-5 hari, tetapi dengan menggunakan mesin pengering cukup 4-5 jam saja jagung sudah kering dengan kualitas yang bagus dengan tingkat penyusutan berat jagung kering menjadi lebih sedikit, sehingga meningkatkan produktivitas para petani. Petani sekarang sudah dapat menghitung harga pokok produksi untuk menentukan harga jual jagung yang layak setra petani mampu menjual jagung ke pihak lain tidak hanya bergantung pada pedagang pengumpul saja dengan berbagai media sosial seperti facebook, Instagram, WhapsApp untuk memasarkan jagung.
PENDAMPINGAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN DARI BAHAN TEPUNG UNTUK MENUMBUHKAN WIRAUSAHA SANTRI PONDOK PESANTREN AL FATIH SUKOHARJO Pratiwi, Adcharina; Rizky Ramadhan; Calista Rosita Dewi
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19110

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pondok Pesantren Alfateh Sukoharjo bertujuan memberikan pendampingan melalui pelatihan usaha produksi, pembuatan, dan penjualan olahan makanan berbahan dasar tepung terigu, seperti aneka gorengan (bakwan, tempe mendoan, dan lainnya). Melihat potensi lingkungan yang strategis, bahwa pondok berada di kawasan padat penduduk dan dekat dengan kompleks perumahan, sehingga usaha ini memiliki prospek yang baik serta bermanfaat untuk membekali santri dalam mengembangkan kemandirian wirausaha. Pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan keterampilan dan semangat kewirausahaan santri. Metode yang digunakan bersifat partisipatif, interaktif, serta menerapkan pendekatan learning by doing antara mentor, mahasiswa, dan santri. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Tim pengabdian bersama para santri melakukan praktik langsung, meliputi pemilihan bahan baku, pengolahan makanan, pembuatan variasi menu, hingga strategi penjualan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa santri mampu memproduksi olahan makanan secara mandiri dan menjual produknya dengan baik. Kata Kunci : Pelatihan, olahan, tepung, manfaat, santri.
OPTIMALISASI LITERASI KEUANGAN BAGI TENANT USAHA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Adi Satrio Ardiansyah; Rina Rachmawati; Nanik Wijayati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19178

Abstract

Transformasi perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan tidak hanya menciptakan sumber daya yang siap bekerja namun sumber daya yang dapat menciptakan usaha sendiri melalui kewirausahaan. Semangat Universitas Negeri Semarang sebagai pelopor kecermelangan pendidikan berwawasan konservasi telah mempersiapkan mahasiswa untuk berkegiatan kewirausahaan melalui pendampingan yang intens. Tercatat terjadi peningkatan jumlah mahasiswa berwirausaha dalam beberapa tahun terakhir. Namun peningkatan tersebut tidak sejalan dengan tingkat literasi keuangan, sehingga perlu adanya optimalisasi literasi keuangan mahasiswa berwirausaha. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa melalui beberapa kegiatan yang saling terkait mulai dari sosialisasi, demonstrasi, pendampingan, hingga rancangan evaluasi. Adanya kegiatan ini, mahasiswa menjadi melek terkait literasi keuangan dan dapat mengimplementasikan dalam kegiatan usahanya sehingga dapat berkembang. Lebih lanjut, keberhasilan usaha mahasiswa dapat menciptakan kecermelangan ekonomi dapat teraih sebagaimana visi Universitas Negeri Semarang sebagai universitas bereputasi dunia, pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi membangun pendidikan yang berkualitas di Indonesia.
PENGUATAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS AKTIVITAS: PENGALAMAN PROGRAM PLP II DI SMAN 6 SIDRAP Syahrir L; Syamsunir; Muhammad Takdir; Firman; Nurul Faradillah; Riska Dwi Apriani
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19187

Abstract

The School Field Introduction Program (PLP) II is a strategic phase in preparing prospective professional teachers while strengthening university–school partnerships. At UPT SMAN 6 Sidrap, PLP II was implemented from 1 October to 30 November 2025 by a field supervising lecturer and four students from Indonesian Language Education and English Language Education study programs. The activities focused on activity-based language learning assistance oriented toward higher order thinking skills (HOTS) in grade XI and XII classes. Together with mentor teachers, the students designed and implemented lessons on descriptive text, exposition text, hikayat, and pantun through role play, debates, game-based learning, writing tasks, and the use of video media. Data were collected through classroom observations, daily activity logs, reflective notes, and documentation, then analyzed using a descriptive qualitative approach. The results indicate that varied activity-based strategies increased student engagement and fostered the abilities to analyze, evaluate, and create in language learning, in line with HOTS characteristics. At the same time, the students gained authentic experience in designing learning tools, managing classrooms, and conducting reflection, thereby strengthening their pedagogical competence. These findings suggest that PLP II can be developed as a community service model based on school–university partnership to enhance language learning at the senior high school level.
Implementasi Model Pembelajaran Hybrid Dalam Penguatan Karakter Siswa Di SMP Negeri 3 Baranti Tang , Syamsu; L, Syahrir; Hasanuddin; Rosmini Kasman; Nurul Istiqomah
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19203

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran hybrid sebagai upaya meningkatkan karakter siswa di SMP Negeri 3 Baranti. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang adaptif, interaktif, serta mampu membentuk karakter siswa secara holistik, terutama dalam aspek keaktifan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan diri. Model pembelajaran hybrid diterapkan dengan mengombinasikan pembelajaran tatap muka di kelas dengan pemanfaatan media dan bahan ajar digital yang dirancang secara interaktif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu dari 1 Oktober hingga 3 Desember 2025, melalui beberapa tahapan meliputi observasi lingkungan sekolah dan proses pembelajaran, perencanaan dan penyusunan bahan ajar, pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta refleksi dan evaluasi kegiatan. Metode yang digunakan dalam pembelajaran antara lain diskusi kelompok, bermain peran, presentasi, dan penggunaan bahan ajar digital untuk mendukung aktivitas belajar siswa. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran hybrid mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta memperkuat karakter positif, seperti keberanian berpendapat, kemampuan bekerja sama, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan motivasi belajar yang lebih baik dibandingkan sebelum penerapan model pembelajaran hybrid. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi calon pendidik dalam mengintegrasikan teknologi dan pembelajaran aktif di sekolah. Dengan demikian, implementasi model pembelajaran hybrid dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan karakter siswa di tingkat sekolah menengah pertama. Kata kunci: pembelajaran hybrid, pendidikan karakter, pengabdian kepada masyarakat, SMP, pembelajaran aktif
MANAJEMEN RESIKO BISNIS PADA UMKM STIK TEMPOYAK CAPCUS DIJAMBI Yusbardini
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i2.19267

Abstract

Setiap usaha UMKM pasti memiliki risiko bisnis yang harus dihadapi Diperlukan manajemen Resiko yang efektif. Manajemen risiko yang efektif membantu UMKM mengurangi potensi kerugian finansial, meningkatkan ketahanan bisnis, dan memungkinkan mereka untuk menjalankan operasi mereka dengan lebih sukses dalam menghadapi ketidakpastian ,dapat meningkatkan kemampuan UMKM untuk mendapatkan akses ke pembiayaan dan bersaing di pasar yang semakin kompleks. Analisis risiko adalah alat penting bagi UMKM untuk mengelola ketidakpastian dan menjaga bisnis mereka tetap berkelanjutan dan berkembang. Hal ini juga memungkinkan UKM untuk bersaing dengan lebih baik dalam pasar yang semakin dinamis dan kompetitif.Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada UMKM untuk mengelola resiko bisnis agar bisnis dapat berkelanjutan dalam menghadapi ketidakpastian. Kegiatan PKM dilakukan secara daring pada UMKM Stik Tempoyak CAP CUS yang berlokasi di Jambi. Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan pada bulan Mei 2025. Diharapkan dengan adanya kegiatan PKM ini UMKM Stik Tempoyak CAP CUS mampu Melawati dan mengelola reko bisnis yang ada. Kata kunci : Manajemen resiko, UMKM
PELATIHAN MENGEMBANGKAN RENCANA ASORTMENT UMKM Rosmita Rasyid; Stevia Carla Sucipto; Tiara Wella Nilam; Stephanie Trianti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2025): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v7i3.19269

Abstract

Mengembangkan rencana asortimen merupakan strategi pengelolaan pilihan menu yang terencana dan efisien dalam usaha makanan. Konsep pengelolaan rencana asortimen merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada awalnya, konsep ini berkembang dalam manajemen ritel untuk mengatur kombinasi produk secara efektif. Jika diterapkan pada usaha makanan, asortimen merujuk pada jumlah dan jenis menu yang tersedia pada waktu tertentu, baik harian maupun mingguan. Pengecer pada akhirnya menentukan total kuantitas rak untuk barang-barang terdaftar yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan dan bertujuan untuk memaksimalkan total laba yang diharapkan di semua barang terdaftar. Mitra pelatihan adalah UMKM Warteg Nasi Liwet yang berlokasi di kawasan permukiman padat di Jakarta Barat. Usaha ini menyediakan berbagai menu siap saji dan menu pesanan khusus, namun belum memiliki perencanaan menu yang terstruktur, sehingga sering menghadapi kendala dalam efisiensi operasional dan pemborosan bahan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemilik usaha memahami pentingnya penyusunan menu berbasis konsep asortimen agar lebih efisien, tepat sasaran, dan minim risiko pemborosan. Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan langsung berupa pemaparan teori, diskusi, dan simulasi perencanaan menu. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan usaha. Dengan pelatihan ini, UMKM diharapkan dapat mulai menyusun rencana menu harian dan rotasi yang lebih efisien dan sesuai dengan kapasitas usaha. Keyword: asortimen, pelatihan, UMKM
Pemberdayaan Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa melalui Budidaya dan Pengolahan Lidah Buaya sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Achmad Agus Priyono; Ety Saraswati; Agus Widarko
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19297

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Universitas Islam Malang melalui budidaya dan pengolahan lidah buaya (Aloe vera). Pendekatan partisipatoris meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, dan pendampingan (n = 40). Aktivitas diawali alih fungsi lahan bersama, praktik budidaya, dan produksi olahan (puding, jelly, minuman sari). Evaluasi menggunakan lembar observasi dan wawancara pre–post menunjukkan peningkatan partisipasi dan kemampuan teknis: >85% aktif berpartisipasi dan 95% peserta mampu melakukan budidaya secara mandiri pada akhir pendampingan. Seluruh kelompok menghasilkan produk dengan kualitas layak konsumsi dan potensi pemasaran. Program juga mendorong perubahan pola pikir menjadi lebih wirausaha. Model ini membuktikan bahwa pemanfaatan lahan terbatas, pelatihan teknis, dan pendampingan dapat menjadi pendekatan agropreneurship urban yang aplikatif dan berkelanjutan untuk hunian vertikal.

Filter by Year

2019 2026