cover
Contact Name
Sari Melati
Contact Email
sari@ulm.ac.id
Phone
+62082155601967
Journal Mail Official
jtam.himasapta@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Jurnal Himasapta PS Teknik Pertambangan, Lab. LTP Lt.2 Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ach. Yani KM. 36,5 Banjarbaru 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Himasapta
ISSN : 25797816     EISSN : 25274619     DOI : 10.20257
Jurnal Himasapta merupakan berkala ilmiah yang terbit setiap bulan April, Agustus dan Desember serta memuat artikel ilmiah tentang Geosains untuk Aplikasi Pertambangan mulai dari Eksplorasi & Geologi, Geomekanika, Pengolahan Minerba, Ekonomi Mineral, dan Lingkungan Tambang. Artikel yang dimuat dari hasil penelitian tugas akhir/skripsi mahasiswa Program Studi atau Jurusan Teknik Pertambangan. Jurnal Himasapta terbit secara online sejak April 2016 di www.mining-unlam.ac.id Terdaftar sebagai jurnal elektronik nasional dengan ISSN 2527-4619 pada berdasarkan SK no. 0005.25274619/JI.3.1/SK.ISSN/2016.05 - 19 Mei 2016. Bergabung dan dialihkan penerbitan online sejak November 2017 dalam rangka penerbitan jurnal tugas akhir mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat ke http://ft.jtam.unlam.ac.id/index.php/himasapta Mendapatkan ISSN (cetak) dengan nomor 2579-7816 berdasarkan SK no. 0005.25797816/JI.3.1/SK.ISSN/2017.05 - 4 Mei 2017. Karena alasan keselamatan arsip dan data, dialihkan lagi ke laman https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/jhs/index pada awal tahun 2019.
Articles 226 Documents
Pengurangan durasi slippery pada jalan angkut overburden PT Sinar Nirwana Sari Jobsite PT Jorong Barutama Greston Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan Agusrianto, Jean Tito; Saismana, Uyu; Riswan, Riswan
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14902

Abstract

Salah satu hambatan kerja pada tambang terbuka adalah slippery yang disebabkan oleh hujan. Penanganan slippery dilakukan untuk menghindari kondisi licin dan menghindari insiden kecelakaan. Pengoptimalan penggunaan alat dalam meminimalkan waktu delay yang disebabkan oleh kegiatan penanganan slippery berdampak untuk meningkatkan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penanganan slippery jalan angkut dan kendala-kendala yang terjadi, menganalisis berapa durasi waktu yang dibutuhkan Bulldozer untuk kegiatan slippery dan menentukan berapa optimal bulldozer yang dibutuhkan jika durasi slippery menyesuaikan plan.Data yang diperlukan yaitu cycletime bulldozer, dimensi blade, luas area jalan angkut, plan durasi slippery, spesifikasi alat dan breakdown bulldozer. Pengolahan data perhitungan produktifitas dan durasi bulldozer menggunakan microsoft office exel dan luas area menggunakan minescape. Kemudian menganalisis waktu yang dibutuhkan bulldozer pada slippery dan menganalisis optimal bulldozer yang dibutuhkan untuk slippery.Hal yang dilakukan pada kegiatan penanganan slippery adalah menggunakan bulldozer untuk menscrub material pada permukaan jalan yang licin. Kendala yang terjadi adalah material pada jalan mudah menjadi lumpur apabila terkena air hujan, dan unit support bulldozer yang tersedia sering breakdown. Hasil analisis durasi bulldozer untuk kegiatan slippery  tipe D85ESS dengan 3 passing  untuk 1 unit dibutuhkan waktu 172 menit, untuk 2 unit dibutuhkan waktu 86 menit, untuk 3 unit dibutuhkan waktu 50,44 menit, 4 unit dibutuhkan waktu 37,83 menit dan 4 passing  untuk 1 unit dibutuhkan waktu 216 menit, untuk 2 unit dibutuhkan waktu 128 menit, untuk 3 unit dibutuhkan waktu 72 menit, 4 unit dibutuhkan waktu 50 menit.ABSTRACT One of the work obstacles in open-pit mining is road slippery conditions caused by rain. Handling slippery conditions is done to prevent slippery surfaces and avoid accidents. Optimizing the use of equipment to minimize delay times caused by slippery handling activities impacts production results. This study aims to understand the activities involved in handling slippery haul roads. The method used for handling slippery conditions involves using a bulldozer to scrub the material on the slippery road surface. The challenges encountered include the fact that the road material easily turns into mud when exposed to rainwater, and the bulldozer units frequently break down. Analysis results for the bulldozer duration in handling slippery conditions using D85ESS type bulldozer with 3 passes for 1 unit require 172 minutes; for 2 units, it takes 86 minutes; for 3 units, it takes 50.44 minutes; for 4 units, it takes 37.83 minutes. For 4 passes, 1 unit requires 216 minutes; for 2 units, it takes 128 minutes; for 3 units, it takes 72 minutes; for 4 units, it takes 50 minutes.
Optimalisasi Produksi Overburden dengan Metode Shortterm Forecasting Site Kungkilan PT Budi Gema Gempita Sumatera Selatan Simanjuntak, Ditha Dernauli
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.13052

Abstract

Penelitian dilakukan di PT Budi Gema Gempita pit Kungkilan pada stripping overburden, ketidakcapaian target produksi dikarenakan nilai fill factor rencana dengan aktual tidak terealisasi, nilai fill factor rencana 1 sedangkan aktual 0,86 sampai dengan 1,05, sehingga diperlukan peningkatan nilai fill factor untuk mencapai target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian produksi, menganalisis faktor serta upaya perbaikan dan pengoptimalan shortterm forecasting. Metode yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dengan data perimer seperti cycle time alat gali muat dan angkut, waktu hambatan, data uji petik dan survey, sedangkan data sekunder berupa data target produksi, jumlah fleet realisasi, nilai PA, MA, UA, EU, spesifikasi alat dan data curah hujan harian. Hasil dari penelitian ini didapatkan ketercapaian produksi pada bulan November 2023 sebesar 94,72 % dengan target 492.149,10 BCM untuk 5 fleet sedangkan produksi aktual 466.203,96 BCM dengan realisasi 6 fleet, peningkatan nilai fill factor menjadi 1,1 dengan kondisi penggalian sedang (material tanah berpasir dan tanah kering) dan pengoptimalan waktu tunggu untuk mengumpulkan dan menggamburkan overburden disekitar area loading untuk memudahkan pemuatan kembali, sehingga diperoleh shortterm forecasting produksi pada bulan Desember 2023 sebesar 690.470,90 m3, pada bulan Januari 2024 sebesar 711.694,29 m3 dan pada bulan Februari 2024 sebesar 721.613,27 m3.
Kajian pengaruh tinggi stemming terhadap heave’ pada peledakan bijih emas di PT Indo Muro Kencana (IMK) Kurniawan, Ziat; Nurhakim, Nurhakim; Dwiatmoko, Marselinus Untung
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18064

Abstract

ABSTRAKPT IMK melaksanakan pemboran dan peledakan untuk memberai ore dan waste. Saat proses ledakan, terjadi pergerakan ore block berupa heave, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengontrol heave tersebut. Monitoring menggunakan ‘blasting vector indicator’ (BVI) dilakukan untuk mengontrol heave. Metode yang digunakan untuk menentukan tinggi stemming dengan pendekatan Scale Depth of Burial (SDOB). Pengaruh tinggi stemming terhadap heave dianalisi menggunakan pendekatan’regresi linear. Dari data survey diperoleh maksimal heave horizontal distance sebesar 3.976 m, dan heave vertical request level (RL) 2.847 m dengan tinggi stemming 47%. Sedangkan pada tinggi stemming 64% diperoleh heave horizontal distance sebesar 0.39 m, dan heave vertical request level (RL) 0.35 m. Kesimpulan dari penelitia ini ialah tinggi stemming mempengaruhi heave vertical sebesar 87.89%, dan mempengaruhi heave horizontal sebesar 88.71%. Kata-kata kunci: Peledakan, Heave, SODB, Stemming, BVI  ABSTRAKPT IMK melaksanakan pemboran dan peledakan untuk memberai ore dan waste. Saat proses ledakan, terjadi pergerakan ore block berupa heave, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengontrol heave tersebut. Monitoring menggunakan ‘blasting vector indicator’ (BVI) dilakukan untuk mengontrol heave. Metode yang digunakan untuk menentukan tinggi stemming dengan pendekatan Scale Depth of Burial (SDOB). Pengaruh tinggi stemming terhadap heave dianalisi menggunakan pendekatan’regresi linear. Dari data survey diperoleh maksimal heave horizontal distance sebesar 3.976 m, dan heave vertical request level (RL) 2.847 m dengan tinggi stemming 47%. Sedangkan pada tinggi stemming 64% diperoleh heave horizontal distance sebesar 0.392 m, dan heave vertical request level (RL) 0.351 m. Kesimpulan dari penelitian ini ialah tinggi stemming mempengaruhi heave vertical sebesar 87.89%, dan mempengaruhi heave horizontal sebesar 88.71%.  Keywords: Peledakan, Heave, SODB, Stemming, BVI
Kestabilan lereng kritis pada tambang terbuka batubara menggunakan metode kesetimbangan batas Akbar, Muhammad Fadlillah; Santoso, Eko; Melati, Sari
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.16533

Abstract

Genangan air dalam bekas pit (void) akan mempengaruhi re-distribusi tegangan dan kondisi massa batuan pada lereng. Adanya creek di sisi luar lereng tersebut menyebabkan interaksi antara creek, lereng, dan void, menjadi lebih kompleks dan berdampak pada kestabilan lereng. Pada penelitian ini mengaplikasikan metode Limit Equilibrium dengan kriteria Mohr-Coulomb serta prangkat lunak MineScape 5.7 dan Rocsience Slide 6.0 untuk menganalisis Lereng X yang langsung berbatasan dengan sungai. Membuat simulasi pesimistik yang mempengaruhi tingkat kestabilan lereng aktual dengan membuat simulasi pengaruh level muka air sungai dan void terhadap lereng, membuat pengaruh pelapukan material penyusun lereng dan pengaruh jarak sungai terhadap tingkat kestabilan lereng. Hasil analisis kondisi aktual pada Lereng X nilai FK semua penampang >2,0 dengan kondisi lereng di antara sungai dan ­void. Hasil simulasi penurunan level muka air sungai 11 m dan ­void 39 m hingga surut mempengaruhi tingkat kestabilan lereng di indikasikan adanya gaya hidrostatis terhadap lereng yang mempengaruhi nilai FK dari 2,011 menjadi 0,927. Lereng yang terlapukan oleh air juga mempengaruhi nilai FK dari 1,773 menjadi 0,790 kondisi kritis. Simulasi penambahan jarak sungai terhadap lereng berdampak baik bagi lereng dari faktor keamanan awal 0,927 pada jarak 6,4 m menjadi 1,977 pada jarak 500 m. ABSTRACTThe accumulation of water in former pit (void) affects stress redistribution and rock mass condition of the slope. The presence of a creek on the outer side of slope further increases the complexity of interaction between creek, slope, and void, thereby influencing overall slope stability. This study applies Limit Equilibrium Method with the Mohr-Coulomb failure criterion, utilizing MineScape and Rocscience Slide 6.0 software to analyze Slope X, which is directly adjacent to the creek. A series of pessimistic simulations were conducted to assess actual slope stability, including the effects of creek and void water level fluctuations, the effects of material weathering on slope stability, and the impact of creek distance on slope safety factor. The analysis of actual condition of Slope X indicates that Factor of Safety (FoS) in all cross-sections is >2.0, with the slope located between creek and void. The simulation results show that a decrease in creek water level by 11 m and void water level by 39 m significantly affects slope stability, as indicated by hydrostatic forces acting on the slope, reducing the FoS from 2.011 to 0.927. Furthermore, slope material weathering due to water infiltration decreases FoS from 1.773 to a critical value of 0.790. Increasing distance between creek and slope improves its stability, which is the initial FoS of 0.927 at a distance of 6.4 m increases to 1.977 at a distance of 500 m.
Penentuan rancangan dan rencana sekuen penambangan batubara di Pit Akbar PT Bhima Sakti Bersaudara Al Fajri, Jimmi; Nurhakim, Nurhakim; Fikri, Hafidz Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16373

Abstract

ABSTRAKPT Bhima Sakti Bersaudara (BSB) akan melakukan kegiatan operasi produksi penambangan Batubara di kecamatan Karang Intan. PT BSB memerlukan tahapan kegiatan penambangan batubara dan cadangan batubara pada setiap sekuen-nya. Dalam penelitian ini pembuatan sekuen penambangan berdasar pada permodelan dan perencanaan dengan pendekatan menggunakan block, yaitu yang membagi area penambangan menjadi blok-blok kecil atau satuan-satuan penambang terkecil (smallest mining units). Dari hasil penetapan sekuen, 6 tahapan penambangan telah didapatkan luas rencan bukaan tambang berturut-turut, yaitu: 1.21, 1.43, 1.98, 1.98, 1.43, dan 1.21 (dalam satuan luas hektar). Adapun volume overburden dan batubara yang akan tergali pada pada setiap sekuen nya, dari tahap 1 sampai dengan 6, berturut-turut yaitu, 64.943 BCM dan 10.189 ton, 86.451BCM dan 15.540, 75.042 BCM dan 12.031 ton, 55.870 BCM dan 17.002 ton, 45.201 BCM dan 17.128 ton, 39.763 BCM dan 12.166 ton. Stripping ratio 6 ditetapkan untuk tahap ke-1 sampai tahap ke-3, serta SR 3 untuk tahap ke-4 sampai tahap ke-6. Rencana dan rancangan sequen yang diberikan dari penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan penambangan di Pit Akbar sampai mencapai batas akhir pit. Kata-kata kunci: Batubara, tahapan penambangan, penjadwalan tambang, nisbah pengupasan, batuan penutup ABSTRACTPT Bhima Sakti Bersaudara (BSB) plans to conduct coal mining production operations in Karang Intan District. To support this, the company requires a sequence of mining stages and coal reserves estimation for each sequence. In this study, the development of mining sequences was based on mine planning and modeling using a block approach, which divides the mining area into smaller blocks or the smallest mining units. Based on the sequencing results, six mining stages were obtained with the planned pit opening areas of 1.21, 1.43, 1.98, 1.98, 1.43, and 1.21 hectares, respectively. The overburden and coal volumes to be excavated in each sequence, from stage 1 to stage 6, are 64,943 BCM and 10,189 tons; 86,451 BCM and 15,540 tons; 75,042 BCM and 12,031 tons; 55,870 BCM and 17,002 tons; 45,201 BCM and 17,128 tons; and 39,763 BCM and 12,166 tons, respectively. A stripping ratio of 6 was applied to stages 1 through 3, while a stripping ratio of 3 was applied to stages 4 through 6. The sequence design developed in this study is expected to serve as a reference for mining operations in Pit Akbar until the final pit limit is reached. Keywords: coal, mine sequence, mine scheduling, stripping ratio, overburden
Evaluasi pencapaian target produksi penambangan berdasarkan metode survey dan bucket count di PT Binuang Mitra Bersama Basri, Amiruddin; Nurhakim, Nurhakim; Riswan, Riswan
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.17286

Abstract

Pada umumnya sering terjadi selisih antara perhitungan jumlah metode survey dan bucket count. Juga pencapaian mine progress terhadap target produksi yang telah direncanakan. Untuk mengetahui berapa besar selisih perhitungan volume overburden dan batubara yang tertambang serta pencapain mine progress terhadap target produksi maka diperlukan kegiatan survey aktual. Pada penelitian ini terdapat selisih antara metode survey dan bucket count. Selisih dari kedua metode tersebut disebebkan oleh beberapa faktor yaitu pemegangan stick prisma yang kurang standar saat pengambilan data, pengambilan titik detail data dilapangan kurang teliti, kesalahan pencatatan jumlah bucket dan muatan bucket yang kurang optimal.Target produksi yang direncanakan di PT Binuang Mitra Bersama untuk kegiatan pemindahan overburden sebesar 80.000 Bcm bulan Mei dan 70.000 Bcm bulan Juni dan produksi batubara sebesar 15.000 Ton bulan Mei dan 12.500 Ton bulan Juni. Persentase selisih pencapaian target produksi bulan Mei untuk overburden -5,9% dan batubara sebesar -11%. Sedangkan persentase selisih pencapaian target produksi bulan Juni untuk overburden sebesar -14,4% dan batubara -8,2%. Persentase ini menunjukkan bahwa seringnya terjadi target produksi yang tidak tercapai, sehingga perlu dievaluasi. Adapun faktor yang mempengaruhi ketidaktercapaian target produksi ini yaitu produktivitas alat gali yang rendah, alat angkut yang kurang.Kata-kata Kunci: Survei, Target produksi, Bucket countABSTRACTDiscrepancies frequently occur between volume calculations obtained through the survey method and the bucket count method, as well as in the achievement of mine progress relative to planned production targets. To accurately determine the extent of volume differences for overburden and coal, and to assess mine progress performance, actual field surveys are essential. This study identifies a variance between the survey and bucket count methods, which is attributed to several factors: non-standard prism stick handling during data collection, inaccuracy in recording detailed field points, and errors in bucket count data, including suboptimal bucket loading.At PT Binuang Mitra Bersama, the planned overburden removal was 80,000 BCM in May and 70,000 BCM in June, while coal production targets were 15,000 tons and 12,500 tons, respectively. The percentage shortfall from production targets in May was -5.9% for overburden and -11% for coal, while in June it was -14.4% for overburden and -8.2% for coal. These figures indicate frequent underperformance against production targets. Contributing factors include low excavation equipment productivity and insufficient hauling capacity. The findings highlight the need for continuous evaluation and operational improvements to enhance production accuracy and efficiency in open-pit mining operations.Keywords : Survey, Production target, bucket count
Evaluasi Kualitas Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan Pada Triwulan Tiga Di PT Binuang Mitra Bersama Desa Pualam Sari Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan Laksono, Erwan Dwi; Novianti, Yuniar Siska; Dwiatmoko, Marcelinus Untung
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.14904

Abstract

Aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Binuang Mitra Bersama pasti selalu menghasilkan polusi udara di area dan sekitar perusahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi dan rekomendasi terhadap hasil pengukuran pengelolaan lingkungan pertambangan yang berkaitan dengan kualitas udara dan kebisingan di area pertambangan dan pemukiman sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengukuran lapangan yang terdiri dari 7 lokasi pengukuran, yakni Blok Dua: 1) Desa Kalumpang, 2) Pit Tabuhan, 3) Pit Sitarum, Blok Tiga: 4) Pit Blok Tiga 5) Desa Pulau Pinang Utara, , dan Port: 6) Port Office dan ruang genset, 7) Desa Keladan. Data kualitas udara dianalisis menggunakan metode gravimetrik. Hasil pengukuran dibandingkan dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan No 53 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan. Hasil penelitian ini menunjukkan semua data kualitas udara (SO2, CO, NO2, O3 dan TSP) dan tingkat kebisingan pada semua titik pengukuran nilainya masih berada di bawah batas maksimal yang telah di tetapkan namun untuk hasil pengukuran kualitas udara konsentrasi debu TSP di lokasi pengukuran Pit Tabuhan dan Pit Sitarum nilainya hampir mendekati batas maksimal yang telah ditetapkan.
Analisis Volume Pembongkaran Overburden Menggunakan Total Station Station dan GPS Geodetik pada PT Nabil Baratama Indonesia Lead Baikuni, Muhammad; Novianti, Yuniar Siska; Hakim, Romla Noor
Jurnal Himasapta Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i3.18151

Abstract

PT Nabil Baratama Indonesia Lead yang berada pada bagian pit 14 PT Arutmin Indonesia Site Kintap lebih tepat nya pada sisi low wall pit 14 yang akan dilakukan pembongkaran untuk pembuatan akses jalan hauling dan pada prosesnya pembongkaran tersebut harus diukur agar mengetahui apakah pembongkaran tersebut telah mencapai target atau belum, untuk target yang diberikan jika dilihat pada desain front kerja yang diberikan sekitar 140.000 bcm. Pada pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan alat Total Station dengan merek CHCNAV i50 dan Total Station dengan merek Sokkia CX-105. Sebelum melakukan pengukuran kedua alat tersebut dilakukan pengujian titik yang sama berjumlah 10 titik dengan parameter mempunyai titik ikat yang sama dan untuk Total Station ada penambahan titik backsight. Dari pengukuran tersebut didapatkan data selisih tertinggi untuk koordinat titik x sekitar 290 mm, titik y sekitar 330 mm dan titik z sekitar 92 mm. Pengukuran overburden dilakukan pada tanggal 15, 17,18 dan 28 Juli 2024 yang mana mendapatkan hasil selisih volume antara Total Station dengan GPS Geodetik sekitar 445.18 M3 pada tanggal 15 juli 2024, untuk tanggal 17 Juli 2024 didapatkan nilai 6.66 M3 lalu pada 18 juli 2024 didapat 27.76 M3 dan pada tanggal 28 juli 2024 didapat nilai 27.76 M3. Kata-kata kunci: Pengukuran, Koordinat, Nilai Selisih, Volume ABSTRACTPT Nabil Baratama Indonesia Lead which is located in pit 14 of PT Arutmin Indonesia Site Kintap, more precisely on the side of the low wall of pit 14 which will be dismantled for the creation of hauling road access and in the process the demolition must be measured to find out whether the demolition has reached the target or not, For the target given when viewed at the design of the work front given is around 140,000 bcm. This measurement was carried out using the Total Station tool with the brand CHCNAV i50 and Total Station with the brand Sokkia CX-105. Before taking measurements, both instruments were tested at the same point, totaling 10 points with the same binding point parameters and for Total Station, there was an addition of a reverse viewpoint. From these measurements, the highest difference data was obtained for the coordinates of point x around 290 mm, point y about 330 mm and point z about 92 mm. Measurements of the overburden were carried out on July 15, 17, 18 and 28, 2024, which was obtained as a result of the volume difference between the Total Station and Geodetic GPS of around 445.18 M3 on July 15, 2024, for July 17, 2024 a value of 6.66 M was obtained, then on July 18, 2024 27.76 M3 was obtained, and on July 28, 2024, obtained a value of 27.76 M3.
Alternatif Peningkatan Kalori Batubara Kalori Rendah menggunakan Metode Pirolisis berdasarkan Suhu dan Waktu dengan Skala Laboratorium Daffana, Elza Fitri; Annisa, Annisa; Novianti, Yuniar Siska; Fathira, Riri Lidya
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16375

Abstract

Peningkatan nilai kalori batubara peringkat rendah menjadi tantangan tersendiri bagi industri pertambangan saat ini. Belum banyaknya penelitian terkait peningkatan kualitas batubara ini seehingga dibutuhkan penelitian untuk mengetahui korelasi nilai total moisture terhadap nilai kalori batubara dan memberikan rekomendasi suhu dan waktu yang optimal untuk peningkatan kalori batubara. Batubara yang digunakan pada penelitian ini merupakan batubara peringkat rendah yang berada di formasi TQd. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis dalam usaha pengingkatan nilai kalori batubara peringkat rendah.  Sampel yang dilakukan pengujian sebanyak 8 sampel dengan kombinasi berdasarkan suhu yaitu 200˚C, 300˚C, 400˚C dan 500˚C dengan waktu selama 2 dan 3 jam. Sebelum dilakukan proses pengujian pirolisis, sampel dipreparasi dan discreening dengan ukuran 14 mesh. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan bahwa waktu optimal yang dipergunakan dalam proses pirolisis adalah dalam waktu 2 jam dengan suhu 500˚C, hal ini karena penurunan kadar air yang terjadi dalam waktu 2 jam tidak jauh berbeda dengan penurunan kadar air dalam waktu 3 jam. Namun, kenaikan nilai kalori pada waktu 2 jam cukup besar (dari dibandingkan peningkatan nilai kalori pada waktu 3 jam, sehingga waktu yang lebih baik dipakai dalam pengujian adalah 2 jam dengan menggunakan suhu 500˚C.  ABSTRACTIncreasing the calorific value of low rank coal is a challenge for the mining industry today. Research related to improving the quality of coal is still limiter. Determination of correlation between the total moisture value and the calorific value of coal provide recommendations for the optimal temperature and time for increasing coal calories. The coal used in this research is low rank coal in the TQd formation. This research uses the pyrolysis method in an effort to increase the calorific value of low rank coal. The samples tested were 8 samples with combinations based on temperature, namely 200˚C, 300˚C, 400˚C and 500˚C with a time of 2 and 3 hours. Before the pyrolysis testing process is carried out, the sample is prepared and screened with a 14 mesh size. The optimum time of the pyrolysis process which is established in this research was 2 hours at a temperature of 500˚C. The decreasing in water content within 2 hours was slightly different from it in water content within 3 hours. However, the increasing in caloric value at 2 hours is quite large compared to the increase in caloric value at 3 hours, so the bettter time to use for pyrolysis testing is 2 hours using a temperature of 500˚C.  
Landslide Inventory and Relationship to Geological Conditions (Case Study: Trenggalek Regency, East Java Mulyani, Kurnia Dewi; Manurung, Joel Maruba; Rini, Utari Retno Sulistyo; Manek, Emanuel Grace; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16249

Abstract

Inventarisasi kejadian longsoran penting dilakukan sebagai upaya mitigasi kejadian longsoran dimasa depan. Lokasi yang sering terjadi longsoran mempunyai kerentanan untuk terjadi bencana longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kejadian longsoran terdahulu dan menganalisis hubungan antara lokasi longsoran dan kondisi geologi serta kemiringan lereng. Inventarisasi longsoran menggunakan foto-foto kejadian longsoran yang terdapat keterangan koordinat lokasi. Peta kemiringan lereng menggunakan penggabungan 7 data demnas. Peta geologi menggunakan penggabungan peta geologi lembar Madiun, Pacitan dan Tulungagung. Hasil analisis menunjukkan jumlah kejadian longsoran pada Kabupaten Trenggalek antara tahun 2024 dan Juni 2025 sebanyak 51 longsoran tersebar di Kecamatan Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, dan Kampak. Jenis longsoran di lokasi penelitian adalah longsoran rotasional dan aliran debris dengan material longsoran berupa campuran tanah dan batuan yang merupakan hasil pelapukan tinggi dari batuan dasar yang sebagian besar berumur tersier. Longsoran paling banyak terjadi pada Formasi Mandalika dengan jumlah 36 kejadian. Lokasi longsoran sebanyak 34 longsoran berada pada lereng berbukit tersayat tajam/terjal dengan kemiringan 21% - 55%. 10 lokasi longsoran berada pada lereng berbukit bergelombang, 4 lokasi longsoran berada pada lereng bergelombang, dan 2 longsoran berada pada lereng miring landai. Kata-kata kunci: debris, inventarisasi, Mandalika, longsoran, Trenggalek  ABSTRACTInventory landslide is essential to mitigate future landslide events. Locations that are prone to landslides are vulnerable to landslide disasters. This study aims to map previous landslide events and analyze the relationship between landslide locations, geological conditions, and slope gradients. The landslide inventory uses photographs of landslide events with location coordinates. The slope gradient map uses a combination of 7 national survey datasets. The geological map uses a combination of Madiun, Pacitan, and Tulungagung geological maps. The analysis results show that the number of landslide events in Trenggalek Regency between 2024 and June 2025 was 51 landslides spread across the districts of Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, and Kampak. The landslides at the study site are rotational landslides and debris flows, with landslide material consisting of soil and rocks resulting from highly weathered bedrock, most of which is tertiary in age. The most landslides occurred in the Mandalika Formation, with 36 incidents. Thirty-four of the landslides were on steep, hilly slopes with gradients ranging from 21% to 55%. Ten of the landslides were on undulating hilly slopes, four on undulating slopes, and two on gently sloping slopes. Keywords: debris, inventory, Mandalika, landslide, Trenggalek

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 03 Desember 2024 Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 02 Agustus 2024 Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Himasapta Volume 9 Nomor 01 April 2024 Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 03 Desember 2023 Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 02 Agustus 2023 Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Himasapta Volume 8 Nomor 01 April 2023 Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 03 Desember 2022 Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 02 Agustus 2022 Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 01 April 2022 Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 03 Desember 2021 Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 01 April 2021 Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Himasapta Volume 6 Nomor 2 Agustus 2021 Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 03 Desember 2020 Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 02 Agustus 2020 Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Himasapta Volume 5 Nomor 1 April 2020 Vol 4, No 01 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 01 April 2019 Vol 4, No 3 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 03 Desember 2019 Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Himasapta Volume 04 Nomor 02 Agustus 2019 Vol 3, No 03 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 03 Desember 2018 Vol 3, No 02 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 02 Agustus 2018 Vol 3, No 01 (2018): Jurnal Himasapta Volume 03 Nomor 01 April 2018 Vol 2, No 03 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 03 Desember 2017 Vol 2, No 02 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 02 Agustus 2017 Vol 2, No 01 (2017): Jurnal Himasapta Volume 02 Nomor 01 April 2017 Vol 1, No 03 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Desember 2016 Vol 1, No 02 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 02 Agustus 2016 Vol 1, No 01 (2016): Jurnal Himasapta Volume 01 Nomor 01 April 2016 More Issue