cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023)" : 65 Documents clear
Assistance in Making Dynamic Electricity KITs Based on Scientific Argumentation Skills for Physics Teachers in Sidoarjo Senior High School Utama Alan Deta; Muhammad Nurul Fahmi; Alfi Nurlailiyah; Ria Rusmawati; Mita Anggaryani; Budi Jatmiko
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6919

Abstract

Physics learning cannot be separated from studying abstract concepts and practical activities to help students understand concepts in real terms. In the learning process, practical tools are needed to made easily and used in learning. The limited equipment in the laboratory is one of the obstacles to the lack of optimal learning activities, especially in practical activities. Therefore, teachers are required to be more creative and innovative in utilizing the tools around them so they can be used as practical tools. Dynamic electricity is also seen as an abstract concept requiring a practicum so that students can understand the concept real and meaningfully. Then, the other obstacle is scientific argumentation skills that still need to be better trained or not contained in the learning materials. It makes students' skills in scientific argumentation still lacking. The solution is: Synergize with the Physics Senior High School Teachers in Sidoarjo. They are trained through training to make physics practicum tools. Thus, the training participants can make these practical tools, can arrange student worksheets according to these tools and based on scientific argumentation skills. They can apply them in learning at their school. The result of this training is that the response of the Physics Senior high school teachers to the materials and demonstrations is very enthusiastic and interesting. This is evidenced by the average response questionnaire results of 3.44 with the maximum value of the questionnaire being 4. The maximum value obtained based on the response questionnaire is 3.66 and the lowest is 3.28.
Peran Self-Regulated Learning dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh Hanrezi Dhania Hasnin; Ika Purnama Sari; Tri Astari; Masriatus Sholikhah; Bagus Kuncoro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7666

Abstract

Awal tahun 2020 pandemi covid-19 menyebabkan para siswa mengikuti pembelajaran dari rumah melalui jaringan internet yang dikenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam PJJ, siswa dituntut memiliki kemampuan belajar mandiri atau dikenal dengan istilah self-regulated learning (SRL) sehingga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan SRL kepada para siswa dilakukan untuk memperluas wawasan siswa mengenai berbagai strategi belajar mandiri agar mereka dapat menjadi pembelajar mandiri. Partisipan pelatihan ini adalah seluruh siswa kelas 6 di SDIT BBS Kota Bogor yang berjumlah 68 orang, terdiri dari 33 orang laki-laki dan 35 orang perempuan dengan rentang usia 10 tahun hingga 12 tahun. Metode pelatihan SRL ini diberikan berupa konsep dan praktik kepada siswa. Konsep SRL yang digunakan berasal dari Barry Zimmerman dan Dale Schunk. Dari hasil pelatihan yang dilakukan pada tanggal 29 September 2021 ini diketahui bahwa siswa memahami SRL secara komprehensif sebanyak 44,9%, kebiasaan yang paling banyak dilakukan siswa adalah mengatur waktu belajar sebanyak 40,5%, siswa memahami bahwa diri sendiri yang menentukan keberhasilan belajar sebanyak 41,1% dan mengetahui berbagai jenis strategi SRL sebanyak 58%. Strategi SRL ini tepat digunakan dalam belajar terutama dalam PJJ karena mampu mendorong kemandirian siswa dalam belajar serta mengurangi ketergantungan pada guru dan orang tua dalam belajar.In early 2020 the Covid-19 pandemic caused students to take part in learning from home via an internet network known as distance learning (PJJ). In PJJ, students are required to have the ability to learn independently or known as self-regulated learning (SRL), so that they can adapt to circumstances. Community service in the form of SRL training for students is carried out to broaden students' insights regarding various independent learning strategies so that they can become independent learners. The participants of this training were all 6th-grade students at SDIT BBS Bogor City, totalling 68 people, consisting of 33 boys and 35 girls ranging from 10 to 12 years. This SRL training method is given in the form of concepts and practices to students. The SRL concept used comes from Barry Zimmerman and Dale Schunk. The results of the training conducted on September 29, 2021, found that students understood SRL comprehensively 44.9%, the habit that most students were setting study time by 40.5%, students understood that they determined learning success by 41.1%, and 58% knew various types of SRL strategies. This SRL strategy is appropriate for use in learning, especially in PJJ, because it can encourage student independence in learning and reduce dependence on teachers and parents in education.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Articulate Storyline sebagai Dasar Media Pembelajaran Online Berbasis Android untuk Guru-Guru di Sman 1 Bintan Timur Kabupaten Bintan Adam Fernando; Dios Sarkity; Bony Irawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7879

Abstract

Belum banyak guru di sekolah yang mengetahui tentang aplikasi Articulate Storyline, termasuk guru-guru di sekolah mitra. Kemudian, aplikasi seperti Web APK Builder yang belum banyak diketahui oleh mitra dapat digunakan untuk memaksimalkan media pembelajaran ini untuk dikonversi menjadi media pembelajaran mobile berbasis Android. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis memberikan solusi melalui suatu pelatihan yang dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menghasilkan sebuah buku Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat dijadikan solusi dan menunjang pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan metode pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi di SMAN 1 Bintan Timur mulai bulan April sampai dengan November 2022. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 30 orang guru. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan keterampilan yang sangat baik kepada peserta. Kemudian, peserta memberikan respon baik dan bisa merasakan manfaatnya. Penggunaan buku TTG yang dihasilkan telah memudahkan para peserta untuk menghasilkan media pembelajaran inovatif berbasis Android.Only a few school teachers know about the Articulate Storyline application, including teachers in partner schools. Then, the teacher can use applications such as the Web APK Builder that partners need to be more widely known to maximize this learning media by limiting it to Android-based mobile learning media. Based on these problems, the authors provide a solution through training that can optimize the use of the application. This service aims to produce an appropriate technology book (TTG) that can be used as a solution and support the implementation of this training activity. This PKM activity uses the training method. The training activities are carried out through three stages: planning, implementing and evaluating at SMAN 1 East Bintan from April to November 2022. Thirty teachers attended this activity. Based on the results of the activities that have been carried out, this activity provided excellent skills to the participants. Then, participants gave good responses and could feel the benefits. The use of appropriate technology books produced has made it easier for participants to create innovative Android-based learning media.
Potensi Pengembangan Madu Kelulut (Trigona spp) Desa Wisata Kelulut Kalimantan Barat Sadiyah Eladawiyah; Sri Mulyani; Mohammad H Holle; Tria Patrianti; Mawar Mawar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7660

Abstract

Madu Kelulut salah satu produk unggulan Desa Wisata Temajuk Kalimantan Barat memiliki nilai jual yang tinggi yang perlu ditingkatkan pengembangannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan madu kelulut di Desa Wisata Temajuk, Kalimantan Barat.  Metode kegiatan ini terdiri dari (1) potensi Madu Kelulut, (2) Pengembangan pemasaran madu kelulut, (3) Pemecahan masalah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Nopember – 3 Desember 2022 dengan 5 peternak madu kelulut desa Temajuk, Kalimantan Barat.  Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peternak madu kelulut mengetahui dan melakukan pengembangan pemasaran madu kelulut dengan kemasan yang lebih baik serta pemecahan masalahnya melalui; meningkatkan pengetahuan peternak lebah kelulut mengenai budidaya madu kelulut secara benar, memberikan pemahaman manajemen pemasaran melalui teknologi digital di media sosial, e commerce, dan market place. Kemudian melakukan branding produk madu kelulut dengan kemasan yang menarik dan kualitas bagus; membuat jejaring pemasaran. Sehingga implikasi dari pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan masyarakat dalam pengembangan madu kelulut (Trigona spp) mulai dari peternakan lebah kelulut, pengemasan dan pemasaran di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia.Kelulut Honey, one of the superior products of the Temajuk Tourism Village, West Kalimantan, has a high selling value that needs to be developed further. This service aims to discover the potential for developing Kelulut honey in the Temajuk Tourism Village, West Kalimantan. The method of this activity consists of (1) the potential of Kelulut Honey, (2) the Development of Kelulut honey marketing, and (3) Problem-solving. The activity was carried out on November 23 - December 3 2022, with 5 Kelulut honey breeders in Temajuk village, West Kalimantan. As a result of this community service activity, Kelulut honey breeders know and carry out developments in marketing Kelulut honey with better packaging and solving the problem by; increasing the knowledge of Kelulut beekeepers regarding the cultivation of Kelulut honey properly, providing an understanding of marketing management through digital technology on social media, e-commerce, and market places. Then branding Kelulut honey products with attractive packaging and good quality; create a marketing network. So that the implications of this community service can increase public knowledge in the development of Kelulut honey (Trigona spp), starting from Kelulut beekeeping, packaging and marketing in the border areas of Indonesia and Malaysia. 
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Skabisida Topikal Saftia Aryzki; Iwan Yuwindry
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7284

Abstract

: Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (kutu kecil) yaitu Sarcoptes scabieis varietas hominis. Penyakit tersebut merupakan masalah kesehatan masyarakat terutama di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dagisibu obat skabisida topical dan cara pemakaian melalui ceramah langsung serta pemberian brosur. Pengabdian dilaksanakan di Balai Kecamatan Pemurus Luar pada hari Sabtu 18 Juni 2022 dengan jumlah peserta 54 orang. Peserta dengan kelompok usia lebih dari 50 tahun merupakan target usia pertama pada pengabdian ini. Tahap awal pelaksanaan yaitu pemberian edukasi, setelah itu dilakukan diskusi tanya jawab dan terakhir tahap evalusi hasil dari kegiataan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi dengan rata-rata nilai untuk pretest sebesar 100.000 dan posttest sebesar 100.000. Kesimpulan dari kegiatan ini hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi terkait DAGUSIBU bahwa sebelum adanya pemaparan (pre-test) memiliki presentase pengetahuan sebanyak 30%, sedangkan sesudah pemaparan (post-test) mengalami peningkatan dengan presentase sebanyak 39%. Scabies is a skin disease caused by mites (small lice), namely Sarcoptes scabies varieties hominins. The disease is a public health problem, especially in tropical and subtropical climates. This community service aims to increase public knowledge about the Dagitibu Topical Scabetic Drugs and how to use them through direct lectures and giving brochures. The dedication was held at the Pemuru Luar District Hall on Saturday, 18 June 2022, with 54 participants. Participants with an age group of more than 50 years are the first age target in this service. The initial stage of implementation is the provision of education; after that, a question and answer discussion is carried out and finally, the evaluation stage of the results of activities. The activity's success is evaluated by providing a pretest and posttest. The evaluation results showed increased public knowledge after education, with an average value for a pretest of 100,000 and a posttest of 100,000. The conclusion from this activity, the evaluation results show an increase in public knowledge after being given education related to Dagusibu that before the presentation (pretest), had a percentage of knowledge of 30%, whereas after the posttest) increased with a percentage of 39%. 
Upaya Penguatan Ekonomi Penyandang Disabilitas Melalui Literasi Keuangan Mikro Inklusif di Bengkulu Ririn Nopiah; Armelly Armelly
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7469

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia seringkali mengalami hambatan mobilitas dan aksesibilitas. Salah satu bentuk hambatan aksesibilitas kelompok tersebut yaitu akses permodalan (keuangan) guna meningkatkan taraf ekonomi melalui kegiatan wirausaha mandiri. Terbentuknya koperasi merupakan salah satu upaya solutif dalam penyediaan jasa akses keuangan pada kelompok penyandang disabilitas Kota Bengkulu. Hal ini disebabkan kesadaran internal kelompok penyandang disabilitas yang masih minim terhadap koperasi dan pengetahuan serta keterampilan tata kelola koperasi. Salah satu cara yang dilakukan yaitu pemberian edukasi tentang koperasi yang sesuai dan tepat untuk penyandang disabilitas. Kegiatan dilaksanakan Juni 2022 dengan metode penyuluhan melalui sosialisasi dan diskusi interaktif dalam memahami materi yang disampaikan dan diterapkan dalam kegiatan koperasi difabel Kota Bengkulu. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan dan penguatan keahlian dalam mengelola koperasi difabel Kota Bengkulu. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta dan pengurus koperasi mendapat peningkatan pengetahuan tata kelola koperasi yang sesuai dan tepat untuk diterapkan kepada anggota penyandang disabilitas Kota Bengkulu.People with disabilities in Indonesia often experience barriers to mobility and accessibility. One of the obstacles to the accessibility of these groups is access to capital (financial) to improve the economic level through independent entrepreneurial activities. The formation of cooperatives is one of the solution efforts in providing financial access services for groups of people with disabilities in Bengkulu City. This is due to the lack of internal awareness of groups of persons with disabilities regarding cooperatives and the knowledge and skills of cooperative governance. One way to do this is by providing education about appropriate and appropriate cooperatives for persons with disabilities. The activity will be carried out in June 2022 with the counseling method through socialization and interactive discussions to understand the material presented and applied in the activities of the disabled cooperative in the City of Bengkulu. This activity aims to provide knowledge and strengthen skills in managing disabled cooperatives in Bengkulu City. The results of this activity show that the participants and management of the cooperative received an increase in cooperative governance knowledge that was appropriate and appropriate to be applied to members with disabilities in the City of Bengkulu.
Sosialisasi dan Pengenalan Sistem Pertanian Organik Masyarakat Kampung Apnae Kosily Jayawijaya Papua Siti Latifa Wulandari; Nuraisyah Takdir; Machlon Wandikbo; Ida Heluka
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7899

Abstract

: Sosialisasi dan pengenalan sistem pertanian organik dilakukan untuk menambah wawasan masyarakat dan mahasiswa dalam mengolah sistem pertanian organik. Kegaiatan ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari salah satu tri dharma perguruan tinggi poin ketiga yaitu Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini dilakukan bersama mahasiswa bertujuan agar mahasiswa mampu untuk bersosialisai dengan masyarakat dan mampu berkontribusi dengan masyarakat secara nyata. Kegiatan ini berlokasi di kampung Apnae Distrik Silokarno Doga, Desa/Kelurahan Kimbim Kec. Asologaima, Kab. Jayawijaya Papua Pegunungan Tengah. Peserta yang mengikuti kegiatan yaitu sebanyak 20 masyarakat kampung Apnae Kosily, 2 orang dosen sebagai pemateri dan 14 mahasiswa. Tujuan Untuk Mengetahui Kondisi Lahan Pertanian dan Potensinya untuk sektor Pertanian khususnya Sitem Pertanian Organik. Metode yang digunakan yaitu dengan teknik penyuluhan dalam bentuk ceramah atau memaparkan materi berupa teori  tentang  pengolahan sistem Pertanian Organik dengan menggunakan Instrumen wawancara dan melakukan tanya jawab kepada masyarakat yang memiliki Perkebunan Jeruk, Kebun Cabai dan Kebun Pisang. Kegiatan ini melibatkan beberapa masyarakat termasuk kepala kampung Kosily yang juga merupakan pemilik kebun Cabai dan Kebun Pisang. Hasil yang didapatkan setelah wawancara maupun diskusi bersama pemilik kebun dapat kita simpulkan bahwa ada potensi besar dikampung ini khususnya di sektor pertanian berbasis budaya lokal dengan sistem pertanian yang organik harus bisa di pertahankan. Hasil kegiatan ini diharapkan masyarakat kampung Apnae Kosily dapat mengolah pertanian organik secara berkelanjutan hingga ketahap produksi sehingga nantinya mahasiswa dapat turut membantu dan menjadi program bersama.The socialization and introduction of organic farming systems are carried out to increase the community's and students' knowledge of processing organic farming systems. This activity is a form of embodiment of one of the three Higher Education Tri Dharma Points, namely Community Service. This activity is carried out with students with the aim that students can socialize with the community and be able to contribute to society in a real way. This activity is in the Apnae village, Silokarno Doga District, Kimbim Village/Kelurahan, Kec. Asologima, Kab. Jayawijaya Papua Central Mountains. Participants who participated in the activity were 20 villagers from Apnae Kosily, 2 lecturers as presenters and 14 students. Purpose to Know the Condition of Agricultural Land and Its Potential for the Agricultural Sector, especially Organic Agriculture Systems. The method used is counselling techniques in the form of lectures or presenting material in the form of theories about processing organic farming systems using interview instruments and conducting questions and answers to people who have citrus plantations, chilli gardens and banana plantations. This activity involved several community members, including the village head of Kosily, who also owns a chilli garden and a banana garden. The results obtained after interviews and discussions with garden owners show great potential in this village, especially in the agricultural sector based on local culture with an organic farming system that must be maintained. The results of this activity are hoped that the people of Apnae Kosily village can process Organic Agriculture sustainably up to the production stage so that later students can help and become a joint program. 
Pelatihan Inovasi Pemasaran Melalui Digital Marketing untuk Membentuk Kesadaran Merek dan Meningkatkan Penjualan (Pelatihan pada UMKM Batik Lasem di Lasem Kabupaten Rembang Jawa Tengah) Darsono Darsono; Suyamto Suyamto; Trio Handoko; Mrihrahayu Rumaningsih; Laksono Sumarto; Kurniawati Darmaningrum; Adrian Rahmadi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7162

Abstract

Kerajinan batik merupakan salah satu upaya mewujudkan pemberdayaan industri kreatif. Selain itu, juga sebagai upaya untuk melindungi warisan budaya bangsa. Program membatik bertujuan untuk melestarikan budaya dan meningkatkan pendapatan masyarakat, dengan pembinaan dan pengelolaan yang baik dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan mitra (masyarakat). Kegiatan sosial dan pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kreatif di daerah Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sehingga mereka dapat membuat batik dan menjadikannya produk ekonomi kreatif yang dapat membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Praktik membatik merupakan upaya untuk melestarikan budaya bangsa. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap di bulan September 2022. Mitra PkM ini ialah UMKM Batik Lasem. Langkah pertama yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah mengidentifikasi masalah yang dihadapi mitra. Langkah kedua mendampingi UMKM untuk bagaimana membuat konten pemasaran digital yang menarik dan memberikan pengetahuan pengelolaan keuangan UMKM. Langkah ketiga membantu mitra untuk mengenali pemasaran sosial media dan ecommerce. Langkah keempat membantu bagaimana agar bisa membantu memaksimalkan proses pemasaran digital yang dilakukan. Langkah kelima membantu pendampingan agar masyarakat bisa menjadi berdikari dan memiliki usaha yang stabil, sehingga dapat menopang kebutuhan sehari-hari.  Batik Craft is one of the efforts to empower creative industries. In addition, it is also an effort to protect the nation's cultural heritage. The batik program aims to preserve culture and increase people's income; good guidance and management can improve partners' management capabilities (community). This social activity and training aim to strengthen the creative economy in the Lasem area, Rembang Regency, Central Java, so that they can make batik and make it a creative economic product that can open up new business opportunities and increase people's income. The practice of batik is an attempt to preserve the nation's culture. This activity was carried out in several stages in September 2022. This PkM partner is the Batik Lasem UMKM. The first step in this service activity is to identify the problems partners face. The second step is to assist MSMEs in creating attractive digital marketing content and provide knowledge of MSME financial management. The third step helps partners to recognize social media marketing and e-commerce. The fourth step helps how to help maximize the digital marketing process that is being carried out. The fifth step is assisting with assistance so that people can become self-sufficient and have a stable business to support their daily needs.
Edukasi Keselamatan Terkait Peralatan dan Instalasi Listrik pada Ibu Rumah Tangga Desa Getassrabi Arina Nuraliza Romas; Charisha Mahda Kumala
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.5763

Abstract

Listrik merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia setiap waktu untuk menunjang aktivitas, selain memiliki manfaat, listrik juga memiliki bahaya. Beberapa ibu rumah tangga di lingkungan Desa Getassrabi pernah mengalami masalah dengan penggunaan listrik, seperti kesetrum, penggunaan alat listrik yang tidak aman, dan sebagainya. Salah satu ibu rumah tangga menyampaikan bahwa ketidaktahuan dan kurangnya informasi merupakan penyebab dari kesalahan dalam melakukan upaya pertolongan pertama terhadap korban yang tersetrum. Sehingga, perlu adanya edukasi berupa informasi  terkait dengan keselamatan penggunaan listrik agar masyarakat menjadi tahu serta bisa menerapkan keselamatan dalam menangani bahaya listrik di dalam rumah. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi terkait keselamatan peralatan dan instalasi listrik. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan pemaparan berupa penjelasan presentasi dan diskusi berupa tanya jawab. Kegiatan edukasi diikuti oleh ibu rumah tangga di lingkungan Desa Getassrabi dengan rentang usia dari 18-65 tahun sejumlah 18 orang. Pengetahuan masyarakat tentang keselamatan listrik sudah cukup baik, akan tetapi sikap selamat dan hati-hati belum terbiasa dilakukan serta masyarakat belum tahu cara menyelamatkan korban yang tersetrum listrik. Dengan terlaksananya edukasi keselamatan listrik pada tanggal 13 Mei 2022 ini, diharapkan masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang menggunakan listrik.Electricity is something humans need at all times to support activities; in addition to benefits, electricity also has dangers. Some housewives in Getassrabi Village have experienced problems with electricity use, such as electrocution, unsafe use of electrical appliances, etc. One housewife said that ignorance and lack of information were the causes of errors in carrying out first aid efforts for electrocuted victims. Thus, there is a need for education in the form of information related to the safety of electricity use so that people know and can apply safety in dealing with electrical hazards in the house. This service aims to provide education related to the safety of electrical equipment and installations. The method carried out is by providing a presentation in the form of an explanation, presentation, and discussion in the form of questions and answers. Housewives in Getassrabi Village attended the educational activity aged 18 to 65, totalling 18 people. Public knowledge about electrical safety is quite good. Still, safety and caution are not used to being carried out, and people do not know how to save electrocuted victims. With the implementation of electric safety education on May 13, 2022, it is hoped that people will begin to realize how important it is to be careful when carrying out electricity-related activities. 
Pengembangan Desa Berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang Boni Sena; Prety Diawati; Muhammad Lukman Baihaqi Alfakihuddin; Mavianti Mavianti; Tri Sulistyani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7698

Abstract

Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat adalah desa yang letak geografisnya berdataran rendah dimana sebagian besar merupakan hamparan sawah sehingga pengembangan sektor pertanian dan perkebunan menjadi prioritas utama. Permasalahan utama pada Desa Sindangmukti berdasarkan diskusi dengan perangkat desa setempat adalah kurangnya jumlah UMKM dan metode pembelajaran yang belum variatif di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah dilakukan di Desa Sindangmukti dari bulan Juni 2022 hingga bulan November 2022 dengan pendekatan tujuan pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui pembentukan UMKM yang memproduksi keripik pare dengan sasaran warga binaan program keluarga harapan sejumlah 7 orang dan meningkatkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi 60 siswa dan siswi di SDN Sindangmukti 1. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan PkM adalah dengan berkoordinasi dengan perangkat desa Sindangmukti untuk menemukan permasalahan yang ada di Desa Sindangmukti, melakukan pelatihan kepada masyarakat, dan mengajar siswa siswi Sekolah Dasar (SD) dengan metode yang menyenangkan. Hasil kegiatan PkM adalah terbentuknya UMKM yang membuat keripik Pariya dan membuat kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak. UMKM yang terbentuk diharapkan dapat meningkatkan perekonomian yang ada di masyarakat, mengurangi terjadinya kekurangan bahan pangan, kehidupan yang sehat dan sejahtera, membuka lapangan kerja, serta mengurangi kesenjangan yang ada pada masyarakat. Hasil yang diharapkan dari metode pembelajaran yang menyenangkan pada anak-anak adalah pendidikan yang berkualitas, kesetaraan gender, serta kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kesimpulannya adalah permasalahan di Desa Sindangmukti berupa kurangnya jumlah UMKM dan metode pembelajaran yang kurang variatif telah berhasil diselesaikan dengan membentuk UMKM keripik Pariya dan membuat pembelajaran dengan metode yang variatif. Sindangmukti Village, Kutatawaluya District, Karawang Regency, West Java Province, is a village with a low-lying location where most of it is rice fields, so developing the agricultural and plantation sectors is a top priority. The main problem in Sindangmukti Village, based on discussions with local village officials, is the lack of many MSMEs and learning methods that are not yet varied in schools. Community service activities (PkM) have been carried out in Sindangmukti Village from June 2022 to November 2022 with the approach of sustainable development goals (Sustainable Development Goals) through the establishment of MSMEs that produce bitter melon chips with the target of 7 people assisted by the Family Hope program and increasing fun learning activities for 60 students at Sindangmukti 1 Elementary School. The method used to achieve PkM objectives is coordinating with Sindangmukti village officials to find problems in Sindangmukti Village, conduct community training, and teach elementary school students using a pleasant method. The results of PkM activities are the formation of MSMEs that make Pariya chips and learning activities fun for children. MSMEs that are formed are expected to improve the community's economy, reduce food shortages, live a healthy and prosperous life, create jobs, and reduce the gap in society. The expected results of fun learning methods for children are quality education, gender equality, and cooperation to achieve common goals. The conclusion is that the problems in Sindangmukti Village in the form of a lack of SMEs and learning methods that are less varied have been successfully resolved by forming Pariya chips SMEs and making learning using a variety of methods.