cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2023)" : 65 Documents clear
Penerapan Digital Marketing Produk Kerajinan Purun di Lahan Basah pada Kelompok Usaha Sejahtera Bersama Banjarmasin Widyarfendhi Widyarfendhi; Sufi Jikrillah; Akhmad Supriyanto; M Ikhwan Munazir
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6724

Abstract

Perkembangan jaman saat ini, ditandai adanya kecepatan dan akses informasi yang lebih baik, tidak hanya menciptakan peluang tetapi juga ancaman bagi pelaku usaha. Usaha Sejahtera Bersama sebagai kelompok perajin purun juga diperhadapkan pada kondisi ini. Hasil observasi dan wawancara awal dengan pelaku usaha bahwa terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi antara lain terbatasnya pemasaran produk, inovasi, ketersediaan bahan baku, dan regenerasi perajin. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kelompok penrajin purun tentang metode pemasaran digital, pemanfaatan internet untuk meningkatkan inovasi dan pemenuhan kebutuhan bahan baku, serta untuk menarik minat masyarakat untuk menggeluti bidang yang sama. Dengan demikian, untuk mengatasi permasalahan dan mencapai tujuan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah dengan memberikan workshop pemanfaatan digital marketing, dengan mempertimbangkan bahwa saat ini akses informasi melalui internet sudah merambah ke hampir seluruh lapisan masyarakat yang tentunya sesuai dengan pangsa pasar produk purun. Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 24 September 2022 di lokasi mitra berada yaitu di Komplek SKKT jalan HKSN Raya, Alalak Utara, Kota Banjarmasin. Benchmark produk sejenis dilakukan untuk mengidentifikasi media digital marketing apa, dari media sosial atau marketplace, yang paling tepat dengan mempertimbangkan keunggulan dari dan kelemahan masing-masing. Hasil dari kegiatan ini adalah, peserta teredukasi mengenai alternatif pemasaran yang lebih efektif dan efisien dengan jangkauan yang lebih luas daripada hanya sekedar memasarkan secara konvensional. Selain itu, peserta juga terlihat antusias untuk dapat menerapkan digital marketing agar dapat berinovasi yang dikembangkan dengan mengambil inspirasi dari media online atau digital marketing yang telah sebelumnya dilakukan oleh pihak lain, atau hasil komunikasi interaktif dengan pelanggan.Current developments, marked by better speed and access to information, create opportunities and threats for business actors. As a group of Purun craftsmen, Usaha Sejahtera Bersama is also faced with this condition. The observations and initial interviews with business actors indicated various problems, including limited product marketing, innovation, availability of raw materials, and regeneration of craftsmen. This service aims to increase Purun craftsmen groups' knowledge about digital marketing methods use of the internet to increase innovation, meet raw material needs, and attract public interest in the same field. Thus, to overcome these problems and achieve the goals of this service, the method used is to provide workshops on the use of digital marketing, taking into account that currently, access to information via the internet has penetrated almost all levels of society, which is of course in accordance with the market share of Purun products. This workshop was held on September 24 2022, at the partner location, the SKKT Complex on Jalan HKSN Raya, North Alalak, Banjarmasin City. Similar product benchmarks are carried out to identify which digital marketing media, from social media or marketplaces, is most appropriate by considering the advantages and disadvantages of each. The result of this activity is that participants are educated about marketing alternatives that are more effective and efficient with a wider reach than just conventional marketing. In addition, the participants also showed enthusiasm to implement digital marketing to innovate, which was developed by taking inspiration from online media or digital marketing that other parties had previously carried out or the results of interactive communication with customers.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Pesantren Putri Darul Huda Mayak Ponorogo Siti Zazak Soraya; Alfiani Zubaidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7725

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Pengelolaan sampah yang baik dapat berdampak pada kesehatan manusia dan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk belajar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk menumbuhkan kesadaran santri agar membuang sampah pada tempatnya, menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman, serta melatih membuat karya dari sampah anorganik. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh santri putri Pesantren Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo yang berasal dari perwakilan kelas pada Juli–Agustus 2021. Metode yang digunakan adalah pendekatan asset-based community development (ABCD) dengan mengembangkan potensi yang dimiliki. Hasil dari evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan santri dalam memilah sampah organik dan anorganik serta membuat kerajinan tangan dari sampah anorganik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian yang dilaksanakan cukup berhasil menjadikan para santri semakin sadar terhadap kebersihan lingkungan serta kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya seni.Garbage is a problem that is closely related to human life. Good waste management can impact human health and create a clean and comfortable environment for learning. This community service project aims to raise students' awareness of proper trash disposal, create a clean and comfortable learning environment, and train them to create works out of inorganic waste. Seven female students from the Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo Islamic Boarding School came from class representatives to participate in this activity in July-August 2021. The method used is an asset-based community development (ABCD) approach by developing the ready-owned potential. The evaluation of this activity revealed that training in organic and inorganic waste management could improve students' understanding and skills in sorting organic and inorganic garbage and manufacturing handicrafts from inorganic waste. Thus, the service activities made the students more aware of environmental cleanliness and creatively utilized used goods in artworks.
Pemberdayaan Kelompok Petani Tambak Desa Meluntur Lamongan Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Eko Sutrisno; Selamat Muliadi; Anis Nurhayati; Christina Astutiningsih; Hajar Nurma Wachidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7615

Abstract

: Matapencaharian penduduk Desa Meluntur mayoritas adalah petani tambak, awal musim hujan tambak diisi ikan, menjelang kemarau tambak ditanami padi. Kesulitan memperoleh pupuk menjadi kendala warga desa meluntur menjelang musim tebar ikan. Keadaan tersebut menginisiasi Pemerintah Desa Meluntur guna mengagendakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk cair untuk warganya dengan bekerja sama dengan tim pengabdi. Tujuan kegiatan salah satunya yaitu mengurangi ketergantungan pengunaan pupuk kimia sintetis. Sasaran kegiatan yaitu anggota kelompok petani tambak sebanyak 21 orang. Pelatihan dilaksanakan di Desa Meluntur Kecamatan Glagah Lamongan pada tanggal 22 Desember 2022, kegiatan pelatihan yaitu pengenalan pupuk organik, pengenalan bahan dan proses pembuatan pupuk organik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan warga desa umumnya dan peserta pelatihan khususnya penggunaan pupuk pada tambak berbeda-beda dan rata-rata hanya berdasarkan omongan dari tetangga atau teman sesame petambak, padahal kondisi tanah tiap tambak berbeda-beda. Keluhan paling banyak dari peserta pelatihan adalah munculnya bau tidak sedap dari air tambak setelah musim panen padi. Adanya pelatihan pembuatan pupuk cair ini, membuat masyarakat terutama peserta pelatihan menjadi sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan yang baru serta mudahnya proses pembuatan dan pengaplisiannya di tambak. Beberapa peserta mengusulkan kepada pemdes, tim pengabdi dan pihak PPL dari dinas perikanan yang hadir, tentang adanya tambak percontohan penggunaan pupuk organik cair tersebut agar warga melihat prakteknya secara langsung hasilnya.Most of the residents of Meluntur Village are pond farmers; at the beginning of the rainy season, the ponds are filled with fish, and before the dry season, the ponds are planted with rice. The difficulty of obtaining fertilizer is an obstacle for villagers to soften before the fish stocking season. This situation initiated the Meluntur Village Government to organize training activities for making liquid fertilizer for its residents in collaboration with the service team. One of the objectives of the activity is to reduce dependence on the use of synthetic chemical fertilizers. The target of the activity is 21 members of the pond farmer group. The training was held in Meluntur Village, Glagah Lamongan District, on December 22, 2022; training activities were an introduction to organic fertilizers, an introduction of ingredients and the process of making organic fertilizers. The service results showed that the knowledge of villagers in general and trainees, especially fertiliser use in ponds, was different and, on average, only based on a talk from neighbors or fellow farmers, even though each pond's soil conditions differed. The biggest complaint from the trainees was the appearance of an unpleasant smell from the pond water after the rice harvest season. This liquid fertilizer-making training makes the community enthusiastic, especially the training participants, because they get new knowledge and the easy process of making and applying it in ponds. Several participants proposed to the local government, the service team and the PPL from the fisheries service who were present about the existence of a pilot pond for the use of liquid organic fertilizer so that residents could see the practice firsthand the results.
Edukasi Stunting dan PBHS dalam Upaya Pengenalan dan Pencegahan Dini Stunting di SMP 1 Darul Falah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat Theresia Eriyani; Maria Komariah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8291

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang masih dialami oleh balita di Indonesia khususnya di Wilayah Provinsi Jawa Barat. Desa Cihampelas merupakan wilayah dengan penduduk terpadat di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah kasus balita stunting tertinggi pada tahun 2022. Hasil survey awal menunjukkan bahwa pelajar di wilayah tersebut masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai stunting dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa melalui edukasi kesehatan mengenai stunting dan upaya pencegahannya yaitu melalui PHBS. Kegiatan edukasi kesehatan ini disampaikan kepada 77 orang sasaran pengabdian yang merupakan siswi kelas 9 SMP 1 Darul Falah Cihampelas menggunakan metode ceramah atau lecture yang dilanjutkan dengan agenda diskusi dan tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai stunting dan PHBS telah terlaksana pada 19 Januari 2023 dan diikuti oleh 77 pelajar perempuan. Evaluasi kegiatan edukasi kesehatan ini dilakukan menggunakan 10 pertanyaan dalam bentuk pretest dan posttest yang dibuat berdasarkan indikator PHBS dalam PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Seluruh peserta tampak tertarik mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aktif berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab serta mampu menjawab pertanyaan posttest dengan tepat. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai stunting dan PHBS yang telah diselenggarakan mampu meningkatkan pengetahuan siswa sebagai upaya pencegahan dini stunting. Upaya berkelanjutan dengan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara rutin oleh instansi pendidikan meliputi SMP, MI, MA, SMA/K dan penyediaan fasilitas yang memadai oleh perangkat desa setempat disarankan untuk mendukung optimalisasi program pemerintah dalam rangka menurunkan prevalensi stunting nasional.Stunting was still a major nutritional problem experienced by toddlers in Indonesia, especially in the Province of West Java. Cihampelas Village is the most densely populated area in Cihampelas District, West Bandung Regency, which has the highest number of stunting under-five cases in 2022. Initial survey results show that students in the area still have inadequate knowledge regarding stunting and a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). Therefore, this community service activity aims to increase students' understanding through health education regarding stunting and prevention efforts, namely through PHBS. This health education activity was delivered to 77 target people who were grade 9 students of SMP 1 Darul Falah Cihampelas using the lecture method followed by a discussion and question and answer session. Health education activities regarding stunting and PHBS were carried out on 19th January 2023 and were attended by 77 female students. This health education program was evaluated using ten questions in the form of a pretest and posttest based on indicators of a PHBS in the PIS-PK Program (Healthy Indonesia Program with a Family Approach). All participants seemed interested in participating in the whole series of activities by actively participating in discussions and questions and answers and being able to answer posttest questions correctly. Health education activities regarding stunting and PHBS that have been held can increase student knowledge to prevent early stunting. Continuous efforts with health education carried out regularly by educational institutions, including SMP, MI, MA, and SMA/K and the provision of adequate facilities by local village officials are suggested to support the optimization of government programs to reduce the national prevalence of stunting. 
Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat Melalui Inovasi Produk Olahan Ikan di Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran di Masa Pandemic Covid-19 Dedeh Sri Sudaryanti; Andri Helmi Munawar; Ali Subrata; Ikhsan Farhat; M. Afiq Albawi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7411

Abstract

Sumber daya ikan yang melimpah di sekitar pesisir dapat meningkatkan komoditas dan peluang bisnis, namun dengan mindset masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya ikan yang masih tradisional serta masih banyak yang belum mengetahui inovasi pengolahan berbahan ikan dengan biaya yang relatif murah dan efektif juga kurangnya motivasi dan lemahnya pengetahuan teknis masyarakat mengenai inovasi berbahan baku ikan laut dalam memanfaatkan keunggulan sumber daya yang dimilik desa tersebut. Kebanyakan ikan segar dijual secara langsung kepada pemasok, padahal untuk dapat menambah nilai ekonomis, ikan bisa diolah menjadi berbagai bentuk olahan yang bergizi tinggi dan bernilai ekonomis. Oleh sebab itu, diadakan suatu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan memberikan edukasi pelatihan berbagai bentuk inovasi atau cara pengolahan ikan laut bertempat di Aula Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Metode pelaksanaan dimulai dengan survey awal, Focus Grup Discussion (FGD), serta penyuluhan dan mendemonstrasikannya kepada target mitra yang diikuti oleh 30 peserta dengan sasarannya kader PKK, karang taruna dan warga setempat. Kegiatan pelatihan berupa edukasi mengolah ragam produk misalnya olahan mie dan bakso seafood berbahan baku ikan laut. Waktu kegiatan PkM ini adalah selama enam bulan yaitu bulan Juni sampai dengan November 2022. Hasil kegiatan mendapat feedback positif dari masyarakat, hasil penyebaraan kuesioner mengenai kepuasan mitra sebesar 81,5% dimana masyarakat dapat memanfaatkan peluang dari keunggulan potensi daerahnya sebagai desa yang kaya akan sumber daya ikan dan sebagai bentuk ketahanan pangan sekaligus nilai ekonomis bagi warga sebagai bentuk peluang bisnis.Fish resources are abundant around the coast, but with the mindset of the community in utilizing traditional fish resources and there are still many who do not know the innovation of fish-based processing at a relatively cheap and effective cost, as well as the lack of motivation and weak technical knowledge of the community about innovations made from marine fish raw materials in utilizing the advantages of the resources owned by the village. Most fresh fish is sold directly to suppliers, whereas to be able to add economic value, fish can be processed into various processed forms that are highly nutritious and economically valuable. Therefore, a community service activity was held to provide education, training, and various forms of innovation on processing marine fish at the Putrapinggan Village Hall, Kalipucang District, Pangandaran Regency. The implementation method began with an initial survey, Focus Group Discussion (FGD), and counseling, demonstrating it to target partners. It was attended by 30 participants, with the target being PKK cadres, cadets and residents. Training activities in the form of education to process a variety of products such as processed noodles and seafood meatballs made from sea fish. This PkM activity is for six months, from June to November 2022. The results of activity received positive feedback from the community, the results of distributing questionnaires regarding partner satisfaction by 81.5% where the community could take advantage of the opportunities of the potential advantages of their area as a village rich in fish resources and as a form of food security as well as economic value for residents as a form of business opportunities
Penerapan Early Warning System (Sistem Peringatan Dini) Kebakaran Hutan di Desa Jangkang Dua, Kabupaten Kubu Raya Medi Rosno; Muhardi Muhardi; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Haykal Hafiz Azwan; Wahyu Nur Aqni; Jihan Rahmah Ramdlaniyah; Samueli Windovado Fau; Elsa Kurnia; Aprilina Aprilina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7969

Abstract

Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2022 dilakukan dalam bentuk penerapan sistem peringatan dini kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua, Kabupaten Kubu Raya. Peralatan peringatan dini kebakaran hutan dibuat berbasis Internet of Things (IoT), sehingga dapat mengirimkan informasi kebakaran secara otomatis dan real time. Kegiatan ini bermitra dengan Pemerintah Desa Jangkang Dua, Kabupaten Kubu Raya. Permasalahan mitra adalah belum diterapkannya sistem peringatan dini kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua, padahal desa ini termasuk dalam zona rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerapkan sistem peringatan dini kebakaran hutan dengan memasang peralatan peringatan dini dan mendorong masyarakat agar tanggap terhadap bencana kebakaran hutan. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan, yaitu tanggal 27 Juni – 30 Desember 2022, oleh Himpunan Mahasiswa Geofisika (HMG) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura. Bentuk kegiatan pada program ini yaitu sosialisasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, pemasangan peralatan peringatan dini, dan pendampingan. Kegiatan ini telah berhasil menerapkan sistem peringatan dini kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua. Hasil evaluasi menggunakan kuesioner dengan skala Likert menunjukkan bahwa penerapan sistem peringatan dini kebakaran hutan sudah terlaksana sangat baik dengan indeks persentase sebesar 91,44%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan sistem peringatan dini kebakaran hutan dapat mencegah kebakaran hutan sehingga mengurangi dampak kerugian dari kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua.The 2022 Student Organization Capacity Building Program (PPK Ormawa) was implemented by applying a forest fire early warning system in Jangkang Dua Village, Kubu Raya Regency. The early warning system devices are based on the Internet of Things (IoT), so they can send fire information automatically and in real time. This activity is in partnership with the Jangkang Dua Village Government, Kubu Raya Regency. The partner's problem is that a forest fire early warning system still needs to be implemented in Jangkang Dua Village, even though this village is in a zone prone to forest and land fires. This activity aims to implement a forest fire early warning system by installing early warning system devices and encouraging the community to be responsive to forest fire disasters. The action was carried out for about six months, from 27th July – 5th December 2022, by the Geophysics Student Association (HMG), Faculty of Mathematics and Natural Science (FMIPA), Universitas Tanjungpura. The activities in this program are socialization, education, community empowerment, installation of early warning system devices, and mentoring. This activity has successfully implemented a forest fire early warning system in Jangkang Dua Village. The evaluation result using a Likert scale questionnaire showed that the implementation of the forest fire early warning system was very well implemented, with a percentage index of 91.44%. This result indicates that implementing the forest fire early warning system can prevent forest fires and reduce the impact of losses from forest fires in Jangkang Dua Village. 
KKM Tematik 1 Untirta: Kegiatan Sosial Donor Darah di Desa Tirtayasa Kabupaten Serang Banten Restu Wigati; Woelandari Fathonah; Muhammad Yusril Nasheh; Nufus Sulthonah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7910

Abstract

Darah merupakan komponen yang sangat penting sebagai alat distribusi, transportasi dan sirkulasi yang menjadi bagian di dalam tubuh manusia. Dibutuhkan sekitar 5,5 juta kantong darah setiap tahun sedangkan kebutuhan darah nasional baru terpenuhi 85 persen. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKM Untirta melalui penyuluhan dan pelaksanaan donor darah memberikan edukasi sekaligus kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah. Pentingnya donor darah secara rutin dapat membantu UTD-PMI Kabupaten Serang menjalankan tugasnya sebagai penyedia darah bagi rumah sakit yang kekurangan stok darah sehingga mampu dengan cepat menangani pasien yang membutuhkan darah. Metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan penyuluhan dan pelaksanaan donor darah yang dilakukan oleh Unit Transfusi Darah Kabupaten Serang. Hasil kegiatan sosial penyuluhan dan donor darah dilaksanakan tanggal 25 Januari 2023 dihadiri 35 peserta, 17 orang bersedia sebagai pendonor yang berasal dari masyarakat Desa Tirtayasa Kabupaten Serang dan mahasiswa KKM kelompok 101 Untirta. Sebanyak 29,41 persen dari pendonor berhasil diambil darahnya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan usaha transfusi darah menjadi gagal diantaranya kurangnya tensi dan hemoglobin dalam tubuh. Blood is an essential component of distribution, transportation, and circulation which is part of the human body. About 5.5 million blood bags are needed yearly, while the national blood need is only 85 percent met. The purpose of community service activities by KKM Untirta students through counseling and implementation of blood donors is to provide education and public awareness to donate blood. The importance of routine blood donors can help UTD-PMI Serang Regency carry out its duties as a blood provider for hospitals that lack blood stock so that they can quickly treat patients who need blood. The method used is through outreach activities, and the implementation of blood donors carried out by the Serang District Blood Transfusion Unit. The results of social counseling and blood donation activities were carried out on January 25, 2023, attended by 35 participants, 17 people willing to become donors who came from the Tirtayasa Village community, Serang Regency, and KKM students from the 101 Untirta group. As many as 29.41 percent of the donors had their blood drawn. Several factors can cause blood transfusion attempts to fail, including a lack of blood pressure and hemoglobin in the body.
Tata Kelola Pengembangan Desa Wisata Alam “Gunung Pegat” Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo Melalui Branding Strategy Ratna Susanti; Suci Purwandari; Faizah Betty Rahayuningsih; Hanandyo Dardjito
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7671

Abstract

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 414/267 Tahun 2021, Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo ditetapkan sebagai Desa Wisata. Potensi alam yang asri di Desa Karangasem sangat strategis untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata, salah satunya wisata alam Gunung Pegat. Pemerintah Desa Karangasem bersama Bumdes dan Pokdawis menggencarkan upaya Gunung Pegat menjadi destinasi Wisata Alam baru di Sukoharjo. Akan tetapi, pengelolaan wisata alam di Gunung Pegat ini belum berkembang dan masih dijumpai kurangnya partisipasi masyarakat setempat dalam menunjang kegiatan wisata di Desa Karangasem. Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan  tersebut  dengan  mengadakan  pelatihan  strategi  pengembangan  desa  wisata, pelatihan pemberdayaan Pokdarwis, pelatihan pengelolaan situs web dalam menunjang pemasaran wisata, dan membuat way finding menuju Gunung Pegat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode observasi dan wawancara kepada mitra. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 1,2 dan 26 Oktober 2022  ini menyasar pada pengelola Desa Wisata Alam Gunung Pegat Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo yang terdiri atas anggota Bumdes dan anggota Pokdarwis berjumlah 40 orang. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa strategi pengembangan desa wisata, sistem perencanaan dan pengembangan desa wisata, sistem kerja kolaboratif antar Pokdarwis, Bumdes, perangkat desa, dan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini diharap dapat mengatasi segala permasalahan yang ada di Desa Wisata Gunung Pegat Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo dari sisi promosi wisata.According to the Regulation of the Regent of Sukoharjo Number 414/267, the Year 2021, Karangasem Village, Bulu, Sukoharjo, is designated as a Tourism Village. Karangasem Village's stunning natural potential is strategically placed to be developed as a tourist destination; one of the destinations is the natural tourism of Mount Pegat. The Karangasem Village Government is working harder to promote Mount Pegat as a new natural tourist destination in Sukoharjo, along with Bumdes (Village-owned Enterprise) and Pokdarwis (Tourism Awareness Group). However, the management of natural tourism on Mount Pegat has not yet been established, and there is still a lack of local community support for tourist operations in Karangasem Village. This community service aims to overcome these issues by implementing training on tourism village development strategies, Pokdarwis empowerment training, training on website management to promote tourism marketing, and creating wayfinding signage for Mount Pegat. This community service is executed using observation and interview methods with partners. This activity targeted the management of the Mount Pegat natural tourism village in Karangasem Village, Bulu, Sukoharjo, with Bumdes members and 40 Pokdarwis members. This activity produced outputs such as a tourism village development strategy, a tourism village planning and development system, and a collaborative work system between Pokdarwis, Bumdes, village officials, and the community. The results of this community service can overcome all issues in the Karangasem Village, Bulu, Sukoharjo, and Gunung Pegat Tourism Village.
Penerapan Teknik Digital Marketing pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Produk Kopi untuk Meningkatkan Daya Saing Pemasaran Rosidi Rosidi; Faizatul Amalia; Denny Sagita Rusdianto; Eriq Muhammad Jonemaro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7524

Abstract

Digital Marketing memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan suatu bisnis atau usaha sehingga banyak perusahaan yang sudah menerapkan Digital Marketing, dan ini menjadi salah satu strategi yang bisa dikatakan sangat efektif. Langkah yang dilakukan perusahaan tersebut tentu juga dapat diterapkan oleh UMKM. Salah satu mitra dalam kegiatan ini yaitu UMKM Kopi yang berada di Probolinggo. Aktivitas pemasaran UMKM tersebut yang dilakukan saat ini masih menggunakan media brosur, poster dan juga menggunakan media sosial serta Online Shop. Dengan melalui media sosial diharapkan jangkauan pembeli akan lebih besar. Namun berdasarkan analisis pasar, data penjualan dan media sosial, peminat dari kopi tersebut tidak sesuai yang diharapkan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan teknik Digital Marketing agar mitra UMKM memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai cara memasarkan produk kopi dengan memperhatikan target audience, konten yang menarik, foto produk dan branding yang kuat. Dengan harapan mitra UMKM memiliki alternatif metode pemasaran yang lebih efisien. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyampaian materi, praktik pengambilan gambar dan publikasi di media sosial. Waktu pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada bulan Agustus-September 2022 dengan peserta sebanyak 25 orang dari UMKM Kopi. Hasil dari kegiatan ini yaitu 80% mitra UMKM mampu mengerjakan aktivitas pelatihan dengan benar dan mempublikasikan produk yang dipasarkan melalui media sosial. Simpulan dari kegiatan ini yaitu pelatihan yang telah diselenggarakan membuat mitra UMKM Kopi di Probolinggo dapat memasarkan produknya melalui media sosial dengan memperhatikan aturan dalam digital marketing.Digital Marketing has a very important role in the sustainability of a business, so it's no wonder that many companies have implemented Digital Marketing, and this is a strategy that can be said to be very effective. The steps taken by the company can certainly also be applied by MSMEs. One of the partners in this activity is UMKM Coffee in Probolinggo. The MSME marketing activities that are currently being carried out still use brochures, posters, social media, and Online Shops. Through social media, it is hoped that the reach of buyers will be greater. However, based on market analysis, sales data, and social media, coffee enthusiasts are not as expected. This activity aims to provide training and assistance in Digital Marketing techniques so that MSME partners have insights and knowledge about how to market coffee products by paying attention to the target audience, interesting content, product photos and strong branding. It is hoped that MSME partners will have alternative and more efficient marketing methods. This activity is carried out through material delivery, taking pictures and publication on social media. The implementation time of this activity took place in August-September 2022 with 25 participants from Coffee MSMEs. The results of this activity are that 92% of MSME partners can carry out training activities correctly and publish marketed products through social media. This activity concludes that the training that has been held makes Coffee MSME partners in Probolinggo able to market their products through social media by paying attention to the rules in digital marketing.
Penerapan Teknologi Pengupas Kulit Kopi Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Bisnis Cascara Liberika Di Kelurahan Mekar Jaya Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ardiyaningsih Puji Lestari; Dede Martino; Linda Handayani; Mapegau Mapegau; Islah Hayati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7989

Abstract

Salah satu daerah penghasil kopi di kabupaten Tanjung Jabung barat adalah Kelurahan Parit Lapis Kecamatan Betara. Berdasarkan wawancara dengan Camat Betara, sebagian besar masyarakat memang bertani kopi. Persoalan utama yang dihadapi oleh mitra yang memproduksi teh Cascara Liberika adalah sulitnya mengupas kulit kopi yang secara fisik memang tebal dan besar. Masyarakat harus merendam kopi dalam waktu 12 jam dan melucuti kulit satu persatu menggunakan tangan kosong. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas cascara Liberika sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan untuk mitra. Metode yang dilakukan adalah  membuat suatu teknologi tepat guna untuk pengupas kulit kopi sehingga masyarakat dapat mengupas kulit kopi dalam jumlah banyak per hari. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu bulan Mei–November 2021. Objek Pengabdian pada program ini adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Sukarejo Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan jumlah peserta 20 orang. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Particippatory Rural Appraisal (PRA). Proses pengabdian ini dilaksanakan baik secara daring ataupun luring. Mitra sangat menyambut baik teknologi tersebut dan merasakan manfaat akan teknologi tersebut. Kegiatan ini efektif meningkatkan produktivitas teh cascara Liberika di Kelurahan  Mekar Jaya Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ke depannya, kegiatan ini akan terus berlanjut dan ditargetkan menambah alat pengupas kulit kopi pada mitra.One of the coffee-producing areas in West Tanjung Jabung district is Parit Lapis Village, Betara District. Based on interviews with the Head of the Betara Sub-District, most people are coffee farmers. The main problem faced by partners who produce Cascara Liberika tea is the difficulty in peeling the coffee skin, which is physically thick and large. People must soak the coffee within 12 hours and strip the skin one by one using their bare hands. This service activity aims to increase the productivity of Liberika's cascara so that it can have a significant economic impact on partners. The method used is to create an appropriate technology for coffee peeling so that people can peel coffee in large quantities daily. The time for carrying out community service activities is May - November 2021. The object of service in this program is the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and Sukarejo Youth Organization, Betara District, West Tanjung Jabung Regency, with 20 participants. The implementation of this community service program uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach. This dedication process is carried out both online and offline. Partners welcome this technology and feel the benefits of this technology. This activity effectively increased the productivity of Liberika cascara tea in the Mekar Jaya Village, West Tanjung Jabung Regency. This activity will continue in the future, and it is targeted to add coffee peelers to partners.