cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2023)" : 38 Documents clear
Sosialisasi Politik Pemilih Pemula melalui Kegiatan Bedah Film dan Focus Group Discussion di Desa Burai Abdul Nadjib; Khairunnas Khairunnas; Rahmat Rafinzar; Isma Nurlillah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7938

Abstract

: Kegiatan ini dilatarbelakangi adanya ketertarikan tim dengan fenomena pemilih pemula yang akan menggunakan hak suaranya pada pemilu berikutnya dengan kuantitas yang begitu banyak. Desa Burai, Ogan Ilir menjadi salah satu desa yang memiliki penduduk usia muda yang cukup banyak dari total penduduk desa. Peran partisipasi pemuda dalam kegiatan pembangunan menjadi hal positif namun juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam mempersiapkan regenerasinya. Untuk mempersiapkan regenerasi pemuda tersebut perlu diberikan wawasan yang lebih luas terutama bentuk-bentuk partisipasi politik yang lebih komprehensif, seperti bagaimana menjadi pemilih yang cerdas dan menyikapi isu-isu politik yang ada di sekitar serta aturan-aturan yang berhubungan dengan partisipasi politik. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pemuda sebagai pemilih pemula di Desa Burai ini dilakukan dengan tujuan mendorong partisipasi politik pemilih pemula dalam sistem demokrasi di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini akan dilakukan dalam 3 kali kunjungan ke lokasi pengabdian dan puncaknya dilakukan pada Rabu, 24 Agustus 2022. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk pendampingan, sosialiasi, serta kegiatan bedah film dan focus group discussion dan penilaian didukung dengan pretest dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta pra dan pasca kegiatan. Khalayak yang akan disasar dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah 30 orang, yakni merupakan siswa/i Madrasah Aliyah Nurul Ulah Burai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap wawasannya mengenai demokrasi, dan peran penting pemilih pemula dalam proses politik dan demokrasi di Indonesia. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghindari generasi muda terpengaruh isu-isu negatif yang seringkali muncul dan menimbulkan perpecahan ditengah-tengah masyarakat.This activity was motivated by the team's interest in novice voters who will use their voting rights in the next election with so many quantities. Bulai Village, Ogan Ilir, is one of the villages that has a young population that is quite a lot of the total village. The role of youth participation in development activities is positive but can also be a challenge in preparing for its regeneration. To prepare for the regeneration of youth, it is necessary to be given broader insights, especially more comprehensive forms of political participation, such as how to be smart voters and respond to political issues and rules related to political involvement. The training and mentoring of youth as novice voters in Burai Village was carried out to encourage the political participation of novice voters in the democratic system in Indonesia. This service activity will be carried out in 3 visits to the service location, and the peak will be carried out on Wednesday, August 24, 2022. The implementation method in this community service activity is in the form of mentoring, socialization, film review activities, and focus group discussions and assessments supported by pretest and post-test to determine the level of understanding of pre- and post-activity participants. The audience that will be targeted in this community service activity is 30 people, namely students of Madrasah Aliyah Nurul Ulah Burai. The activity results showed an increase in participants' understanding of their insights about democracy and the important role of novice voters in the political process and democracy in Indonesia. Through this activity, it is hoped that it can avoid the younger generation being affected by negative issues that often arise and cause social divisions.  
Pelatihan Penggunaan Flipped Material Berbasis Microsoft PowerPoint untuk Asesmen Keterampilan Membaca Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Atas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Elvina Arapah; Cayandrawati Sutiono; Novita Triana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8665

Abstract

Pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan (daring) dikarenakan pandemic Covid-19 membuat berbagai pihak harus melakukan banyak penyesuaian. Para guru Bahasa Inggris mencoba beradaptasi menjalani pembelajaran dalam Era Kenormalan Baru ini. Berbagai kendala yang terjadi antara lain media pembelajaran dan asesmen yang dominan, monoton dan membuat para murid merasa jenuh atau bosan, penyerapan materi pelajaran yang sangat minimal dan mengarah pada learning loss, serta pelaksanaan Penilaian Harian (PH) yang menjadi kurang berintegrasi. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut, sebuah alternatif pembelajaran yang sederhana berbasis Microsoft PowerPoint dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan untuk pembelajaran dan asesmen di luar ataupun di dalam kelas. Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Juli-Agustus 2022 dalam bentuk pelatihan pembuatan dan penggunaan Flipped Material sebagai salah satu bentuk solusi pembelajaran pasca covid 19 yang ditawarkan kepada para guru Bahasa Inggris SMA se-derajat di Banjarmasin. Kontribusi mendasar pada peserta Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah peningkatan kemampuan dalam membuat dan menggunakan Flipped Material berbasis Microsoft PowerPoint yang dapat dipakai untuk asesmen keterampilan membaca Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini sangat diminati oleh peserta yaitu guru-guru Bahasa Inggris SMA dan se-derajat yang terlihat antusias mengikuti pelatihan dan mereke berkeinginan agar pelatihan serupa diadakan secara berkelanjutan. Dengan kata lain, diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin.  Melalui kegiatan seperti ini, peserta PkM diharapkan dapat memperoleh banyak informasi dan keterampilan serta dapat mempraktikkan kembali pengetahuan dan keterampilan yang di dapat untuk membuat Flipped Material berbasis Microsoft PowerPoint dalam pembelajaran dan asesmen keterampilan membaca peserta didik mereka.Learning which is carried out online due to the Covid-19 pandemic has forced various parties to make many adjustments. English teachers have been trying to adapt to learning condition in this New Normal Era. Various obstacles that had occurred include learning media and assessments that were dominant, monotonous and made students felt bored, absorption of subject matter, which was very minimal and led to learning loss, and the implementation of Daily Assessments (DA) which became less integrated. Based on these problems, a simple learning alternative based on Microsoft PowerPoint was developed as part of technology-based learning that can be used for learning and assessment outside or inside the classroom. In this respect, the training on making and using Flipped Material was one of the solutions offered to high school English teachers of the same level in Banjarmasin. The fundamental contribution to the target audience, the participants of this community service activity- English teachers of Senior High School, is the increased ability to create and use Microsoft PowerPoint-based Flipped Materials that can be used for the assessment of English reading skills. This community service activity was in great demand by the participants as seen from their enthusiasm in participating in the training and the desire for similar training to be held on an ongoing basis. Through this community service activity, the participants, namely English teachers, are expected to be able to re-practice the knowledge and skills acquired in making Microsoft-PowerPoint-based Flipped Materials to improve their students' reading skills.
Peningkatan Civic Skill Melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru di SD Kecil Olobaru Kabupaten Parigi Moutong Jamaludin Jamaludin; Sunarto Amus; Hasdin Hasdin; Shofia Nurun Alanur; Windy Makmur; Nasran Nasran
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8394

Abstract

Menulis karya ilmiah merupakan hal yang tidak biasa di lakukan oleh guru di SDN Olobaru. Padahal karya ilmiah adalah kewajiban guru. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, khusus pada pasal 17 menjelaskan sebagai syarat pengusulan kenaikan jabatan atau pangkat guru harus memuat sub unsur publikasi ilmiah pada angka kreditnya. Peraturan ini mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2013, hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlaku untuk pengusulan kenaikan jabatan atau pangkat guru golongan IVa ke atas. Oleh karena itu, kebutuhan menulis karya ilmiah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi guru. bukan hanya itu, penulisan karya ilmiah merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru. Hal ini juga sangat dirasakan guru-guru Sekolah Dasar di SDN Kecil Olobaru Kabupaten Parigi Moutong sebagaimana yang telah disampaikan Kepala Sekolah sebagai mitra PKM kepada tim pengabdi. Untuk mensosialisasi dan memotivasi penulisan karya ilmiah dan publikasinya di lingkungan guru-guru Sekolah Dasar diperlukan pelatihan dan pendampingan. Mayoritas guru masih awam dalam menulis karya ilmiah, apalagi mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal. Writing scientific papers is not usually done by teachers at SDN Olobaru. Even though scientific work is a teacher's obligation. Regulation of the Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform Number 16 of 2009 concerning Functional Positions of Teachers and Their Credit Scores, specifically in article 17, explains that as a condition for proposing a promotion or rank of teacher must include a scientific publication sub-element in the credit score. This regulation came into force on January 1 2013; this is different from previous years, which only applies to proposals for promotion or rank of teacher class IVa and above. Therefore, writing scientific papers is a very important requirement for teachers. Not only that, but writing scientific papers is a skill that teachers must have. Elementary school teachers at Olobaru Small Elementary School, Parigi Moutong Regency, felt this, as conveyed by the Principal as a PKM partner to the service team. In order to socialize and motivate the writing of scientific papers and their publication among elementary school teachers, training and mentoring are needed. The majority of teachers are still unfamiliar with writing scientific papers, let alone publishing their scientific work in journals.
Developing EFL Teachers’ Skills in Creating Digital Photo Story Videos as Learning Media Weningtyas Parama Iswari; Noor Rachmawaty; Effendi Limbong
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7948

Abstract

Along with the increase in the use of digital materials, teachers need to possess skills in creating these materials. Digital photo story videos are among the alternatives to digital materials that are easy to create. However, some teachers still had limited technological skills. A workshop was conducted online for three months from August to November 2020. This workshop trained some participants in creating digital photo story videos as learning media. The participants consisted of twelve secondary school teachers of English from different districts in East Kalimantan.  Data were gathered from discussions, reflections and outcomes of the workshop. The results revealed some indicators of teachers’ development, not only in teachers’ technological skills but also in some other domains. The participants gained new knowledge regarding simple technology for creating videos, and their understanding of the TPACK framework was also detected. They were able to operate the software applications introduced, and created the digital story videos successfully, despite a few technical problems.  In addition, they showed their initiative to explore new applications to upgrade their videos, and intention to learn more about video editing. Effectively, their attitude towards the workshop and their videos was positive, and socially, they confirmed that their networking expanded as they met and worked together with colleagues from different districts. This study has added the existing evidence that teachers should enhance their technological skills to keep up with the rapidly changing world. Future researchers are advised to see the after-workshop effects of such a workshop on its participants’ teaching practice and professional development.
Bimbingan Teknis Pembuatan Video Pembelajaran Menggunakan Microsoft PowerPoint bagi Guru Mata Pelajaran IPA di Kota Banjarbaru Eko Suhartono
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8387

Abstract

Video merupakan salah satu media pembelajaran yang memadukan unsur suara dan gambar. Penggunaan video pembelajaran sangat mendukung implementasi kurikulum merdeka dalam kebebasan belajar tanpa batas ruang dan waktu. Dengan demikian, diperlukan kemampuan dan keterampilan guru dalam rangka mendukung implementasi kurikulum merdeka melalui pembuatan video pembelajaran. Akan tetapi, hal ini masih menjadi permasalahan bagi mitra, karena semua peserta belum dapat mengaplikasikan aplikasi Microsoft PowerPoint untuk pembuatan video pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut, tujuan pengabdian masyarakat ini yakni bimbingan teknis pembuatan video pembelajaran menggunakan Microsoft PowerPoint bagi guru mata pelajaran IPA. Metode yang digunakan, yakni pemberian materi dan penugasan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1-3 Agustus 2022 dan diikuti oleh 30 guru mata pelajaran IPA se Banjarbaru. Hasil kegiatan bimbingan teknis menghasilkan 10 video pembelajaran dari 10 kelompok (masing-masing kelompok 3 orang guru mata pelajaran biologi/fisika). Video pembelajaran yang dihasilkan telah diunggah ke kanal YouTube masing-masing peserta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan bimbingan teknis berjalan dengan lancar dan 100% target tercapai. Bimbingan teknis ini diharapkan dapat dihasilkan video-video pembelajaran yang lebih menarik sehingga siswa lebih mudah untuk memahami.Video is one of the learning media that combines sound and image elements. The use of learning videos strongly supports the implementation of an independent curriculum with freedom of learning without space and time limits. Thus, teachers' abilities and skills are needed to support the implementation of an independent curriculum through making learning videos. However, this is still a problem for partners because all participants have not been able to apply the Microsoft PowerPoint application for making learning videos. In this regard, the purpose of this community service is technical guidance for making learning videos using Microsoft PowerPoint for science subject teachers. The method used, namely, providing material and assignments. This activity was carried out on August 1-3, 2022, and was attended by 30 science subject teachers in Banjarbaru. The results of technical guidance activities produced ten learning videos from 10 groups (each group of 3 biology/physics subject teachers). The resulting learning videos have been uploaded to the YouTube channel of each participant. Thus, it can be concluded that the technical guidance activities ran smoothly, and 100% of the target was achieved. This technical guidance is expected to produce more interesting learning videos to make students easier to understand.
Pendampingan Branding Produk Usaha Mikro Kecil Menengah Berbasis Digital di Kalurahan Sendangarum Atik Septi Winarsih; Sakir Sakir; Ratminto Ratminto
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8034

Abstract

Usaha Menengah dan Kecil Masyarakat (UMKM) banyak bermunculan di Indonesia, mulai yang ada di perkotaan sampai di pedesaan. Para pelaku usaha yang tergabung dalam UMKM ini sempat terpuruk usahanya semenjak adanya Covid 19. Masa 2 tahun lebih tidaklah sebentar karena usaha sempat vakum bahkan banyak konsumen yang meninggalkan usahanya. Dengan demikian permasalahan mitra yang sempat terpuruk karena kondisi COVID tersebut ingin dibangkitkan kembali melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yaitu melakukan pendampingan membuat branding UMKM Jadi tujuan dari PPDM adalah membantu para pelaku UMKM kembali semangat untuk menghidupkan usahanya. Adapun metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan pendampingan membuat Instagram (IG) dan logo produk. Adapun sasaran dari program ini adalah para pelaku UMKM yang telah terpilih di Desa Ngijon, Kalurahan Sendangarum sebanyak 8 UMKM. Hasilnya para pelaku UMKM merasa sangat terbantu dalam upaya membangkitkan usahanya, karena metode tersebut bisa menjadi media promosi yang efektif untuk UMKM. Jadi kesimpulannya dengan program PPDM ini para pelaku bisa kembali eksis dalam dunia perdagangan dan memperluas pasarnya tidak hanya di seputar wilayahnya saja tetapi bisa merambah desa-desa lainnya. Selain itu dari hasil kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian para pelaku UMKM juga merasa sangat terbantu dengan adanya pemberian barang hibah karena memang diperlukan dalam usahanya. Sebenarnya mereka memerlukan sejak lama tapi masih merasa berat untuk membeli sendiri. Juga diharapkan para pelaku usaha yang mengikuti pendampingan ini mau menularkan pengetahuannya dalam bidang digitalisasi dan media sosial kepada pelaku UMKM di desa tetangganya. Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have sprung up in Indonesia, from urban to rural areas. The business actors who are members of MSMEs have had their businesses slump since the arrival of Covid 19. A period of more than two years was not a short time because the business had a vacuum period, and many consumers left. Thus, the problems of partners who had collapsed due to the COVID condition are expected to be revived through the Partner Village Development Program (Program Pengembangan Desa Mitra – PPDM), assisting in creating MSME branding. The method is to provide training and assistance in making Instagram (IG) and product logos. This program targets MSME actors selected in Ngijon Village and Sendangarum Village. As a result, MSME actors find it very helpful in their efforts to revive their business because this method can be an effective promotional medium for MSMEs. So, in conclusion, with the PPDM program, actors can return to the world of trade, expand their market around their area, and penetrate other villages. Apart from that, the activities carried out in the service aimed at SMCE actors have assisted them a lot by providing grants much needed in their business. They have needed it for quite a while but still find it tough to buy. Hopefully, business actors participating in this assistance will pass on their knowledge in digitization and social media to SMCE actors in neighboring villages. 
Pendampingan Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi dalam Mengolah Sampah Menggunakan Bioreaktor Pengolah Pupuk Cair (BPPC) Ramah Lingkungan Ardiyaningsih Puji Lestari; Dede Martino; Wilyus Wilyus; Buhaira Buhaira; Yulia Alia; Linda Handayani; Sri Novianti; Siti Hodijah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7988

Abstract

Belakangan ini, persoalan sampah menjadi semakin kompleks. Sejauh ini belum ada gerakan dari mahasiswa dalam pemanfaatan sampah, khususnya sampah organik. Mahasiswa punya potensi dan kreativitas yang mampu mengelola sampah namun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, aktivitas positif pada sampah ini dapat menjadi nilai yang positif saat penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tim melaksanakan kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membina mitra dalam pengolahan sampah organik dengan menerapkan teknologi BPPC. Teknologi BPPC ini telah terbukti dapat mengubah sampah organik menjadi pupuk cair ramah lingkungan. Mitra dalam kegiatan ini adalah Himpunan Mahasiswa Agroekoteknologi. Pemilihan mitra didasarkan pada keinginan tim untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa mengolah sampah juga meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 8 bulan dari bulan April sampai November 2021, dengan jumlah peserta kegiatan 25 orang. Langkah-langkah yang dilakukan yang pertama adalah sosialisasi ke mahasiswa, kemudian membimbing mahasiswa untuk melakukan pengolahan sampah organik dengan baik, dan timpun akan membina mahasiswa dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan. Kegiatan dilakukan secara daring dan luring. Setelah kegiatan pendampingan, mahasiswa telah mampu menghasilkan produk pupuk cair yang siap dipasarkan dan juga telah dimanfaatkan pada usaha hidroponik yang dilakukan oleh mahasiswa.The problem of waste is getting increasingly complex day by day; so far, there has been no movement from students in utilizing waste. Students have the potential and creativity to manage waste but have limited knowledge and skills. In addition, positive activity on this waste can be a positive value when implementing the Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM). The team conducting this service activity aims to foster partners in organic waste processing by applying BPPC technology. This BPPC technology has been proven to convert organic waste into environmentally friendly liquid fertilizer. Partners in this activity are agroecotechnology student associations. The selection of partners was based on the team's desire to improve students' skills in processing waste and increase student awareness of the environment. This service activity lasts eight months, from April to November 2021, with 25 participants. The first steps taken are socialization with students, then guiding students to process organic waste properly, and Timpun will guide students in developing an entrepreneurial spirit. The dedication team has performed organic waste processing activities within the Faculty of Agriculture. Activities are carried out online and offline. So far, liquid fertilizer products have been produced, ready to be marketed, and used for the hydroponic plant.
Pendampingan Penyusunan LKPD STEM for HOTS pada Lingkup Sains Ratna Kartika Irawati; Fitri Nur Hikmah; Irma Rahmawati; Eko Wahyu Nur Sofianto; Iqbal Haitami
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8644

Abstract

Bahan ajar diperlukan dalam pembelajaran sains dan dapat dijadikan acuan peserta didik untuk memiliki kemampuan multidisipliner dan berpikir tingkat tinggi. Salah satunya adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Akan tetapi, kemampuan guru dalam menyusun LKPD masih belum optimal. Apalagi menggunakan pendekatan yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) peserta didik, seperti STEM. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawadan dan mendampingi guru sains dalam menyusun LKPD STEM for HOTS. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan Diagnose, Act, Measure dan Reflect. Kegiatan ini berorientasi sosial dan melibatkan kerja sama para praktisi dan partisipasi masyarakat untuk memberikan kontribusi pada perubahan masyarakat. Bentuk kegiatannya adalah melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada guru sains di Kalimantan Selatan untuk menyusun LKPD STEM for HOTS. Subjek PkM ini adalah guru mata pelajaran Biologi, Fisika dan Kimia dari berbagai sekolah di Banjarmasin dan sekitarnya. PkM dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 saat pandemic Covid-19 secara offline dan dihadiri oleh 25 peserta yang merupakan guru dan calon guru sains di sekitar Banjarmasin. Hasil PkM menunjukkan bahwa guru dan calon guru sains dapat terlatih dalam menyusun LKPD berbasis STEM for HOTS. Dengan adanya pelatihan ini, guru dan calon guru sains dapat memahami dan mengaplikasikan variasi pendekatan pembelajaran dalam penyusunan LKPD untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, pelatihan penyusunan LKPD berbasis STEM for HOTS dapat terlaksana dengan baik dan mewujudkan bahan yang inovatif.Teaching materials are needed in science learning. One of them is Student Worksheets (LKPD). However, the teacher's ability to prepare LKPD is still not optimal. Moreover, using an approach that can improve students' higher-order thinking skills (HOTS), such as STEM. This Community Service (PkM) aims to guide and assist science teachers in preparing STEM LKPD for HOTS. This PkM activity uses a Participatory Action Research (PAR) approach with the stages of Diagnose, Act, Measure, and Reflect. This activity is socially oriented and involves the collaboration of practitioners and community participation to contribute to societal change. The form of its activities is to conduct training and mentoring for science teachers in South Kalimantan to prepare STEM LKPD for HOTS. The PkM subjects were Biology, Physics, and Chemistry teachers from various schools in Banjarmasin and its surroundings. PkM was held in August 2020 during the Covid-19 pandemic offline and was attended by 25 participants who are teachers and prospective science teachers around Banjarmasin. The PkM results show that teachers and prospective science teachers can be trained in preparing STEM-based worksheets for HOTS. With this training, science teachers and prospective science teachers can add experience and a variety of learning approaches implemented in their respective schools. Thus, the STEM for HOTS-based LKPD preparation training can be carried out properly and create innovative materials.

Page 4 of 4 | Total Record : 38