cover
Contact Name
Dulbaru
Contact Email
j-plantasimbiosa@polinela.ac.id
Phone
+6281369641970
Journal Mail Official
dulbari@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta 10, Rajabasa
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Planta Simbiosa : Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura
ISSN : 26854627     EISSN : 26854627     DOI : -
Naskah yang dipublikasi merupakan karya dari hasil-hasil penelitian, ulasan (review) singkat, analisis kebijakan, catatan penelitian (research notes) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary results) berkaitan dengan tanaman pangan dan hortikultura.
Articles 110 Documents
Uji Konduktivitas Benih pada Beberapa Genotipe Mutan Kedelai Hitam Generasi Mutan ke Tiga (M3) Siti Novridha Andini; Miranda Ferwita Sari; Septiana Septiana; Onny Chrisna Pandu Pradana
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i2.2265

Abstract

At the selection stage in breeding with gamma irradiation mutation induction, seeds from the previous generation are needed to be planted in the field to obtain the next generation of mutants. The seeds before planting have undergone a storage period, during the storage period if the temperature, humidity, and storage conditions are not right it will affect the viability and vigor of the seeds which can reduce the germination of seeds in the field Tests to determine seed vigor can be done by conducting a conductivity test (DHL). The purpose of this study was to determine the conductivity value of each genotype of the third generation mutant and the percentage of germination of black soybean seeds during the storage period. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) with 10 mutant genotypes and 1 control (without irradiation), and each treatment was replicated four times. Observation variables were electrical conductivity/conductivity, germination rate, growth speed, growth synchronously, vigor index, and maximum growth potential. Based on the conductivity/DHL test, genotypes with high Conductivity/DHL values ​​have a low percentage of germination, but the percentage of germination is still above 80% during the storage period, so it is expected that they will still have high germination ability in the field. Keywords: electrical conductivity, black soybean, and conductivity.
Pengaruh Kultur Teknis Terhadap Hama Pada Tanaman jeruk (Citrus sinensis) di Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan: Effects of Cultural Technique on the Pest of Citrus (Citrus sinensis) in Village Lebung Batang, Sub District Pangkalan Lampam, District Ogan Komering Ilir, South Sumatra Arsi Arsi; Patmiyanti Patmiyanti
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i2.2270

Abstract

Citrus (Citrus sinensis L.) is an important agricultural commodity and currently occupying the important place in agroindustry, either as fresh fruit or processed products. On of obstacles in the citrus production is the present of crop damaging insects which has been making farmers confused to control. Most of them do not know how to the species or type of insect infesting their citrus cultivation and also do not know how to control them. The objective of this field study was to know the effects of cultural technique culture on the insect population and their damaging effects on the citrus crops (Citrus sinensis)in District Ogan Komering Ilir, South Sumatra .The method reseacrh was survey method started with the determination of survey location, sample plots, sample crops and observation to collect data on insect population and the intensity of damage made by the insects. The study was conducted in two different citrus cultivations. Data of insect population and damage intensity produced were analysed using T test with significant level 5%. The insect found on citrus trees was Toxoptera citridus, (Hemiptera: Aphididae).
Adaptasi Tanaman Pohpohan (Pilea trinervia Wright) Pada Berbagai Taraf Naungan Erie Maulana; Marveldani Marveldani; Lina Budiarti; Dulbari Dulbari
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i2.1486

Abstract

Sayuran indigenous yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pangan dan kesehatan karena mengandung zat gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh seperti vitamin, mineral, dan serat. Salah sayu daerah yang banyak mengembangkan sayuran indigenous adalah Jawa Barat. Interaksi dengan tanaman sayuran indigenous seperti pohpohan menunjukkan bahwa masyarakat peduli terhadap kesehatan. Kemampuan adaptasinya yang luas dan tingginya kandungan nilai gizi membuat tanaman ini layak untuk coba dikembangkan di daerah lain seperti di Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adaptasi tanaman pohpohan asal Jawa Barat didaerah Lampung. Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Lampung mulai Mei hingga September 2019. Percobaan disusun menggunakan RKTS dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari berbagai tingkat naungan antara lain : N0 (tanpa naungan), N1 (naungan 60%), N2 (naungan 70%), N3 (naungan 75%) dan N4 (naungan 90).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman pohpohan mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi naungan 60%.
Indeks Ketahanan Salinitas 10 Klon Tebu (Saccharum officinarum) Miranda Ferwita Sari; Taryono Taryono; Rani Agustina Wulandari
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i2.1487

Abstract

Adanya kebutuhan bahan baku tebu yang semakin meningkat maka perlu dilakukan penambahan lahan pertanian untuk membudidayakan tanaman tebu atau dilakukan usaha ekstensifikasi. Dalam usaha ekstensifikasi, penggunaan lahan-lahan pertanian akan bergeser dari lahan yang subur ke lahan-lahan marginal. Contoh lahan marjinal yaitu pantai yang memiliki tingkat salinitas tinggi. Salinitas merupakan salah satu masalah pertanian yang cukup serius yang dapat mengakibatkan berkurangnya hasil dan produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cekaman salinitas terhadap pertumbuhan 10 klon tebu pada setiap dosis perlakuan NaCl dan mengetahui klon tebu tahan salin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama merupakan klon tebu (K) yang terdiri dari 10 aras yaitu klon Wulung (K1), PS864 (K2), PS881 (K3), PS862 (K4), Gelagah (K5), N11 (K6), Bululawang (K7), PSJT (K8), VMC (K9), dan Hwy Merah (K10), sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi NaCl (G) yang terdiri dari 2 aras yaitu 0 g L-1 (kontrol) (G0) dan 3 g L-1 NaCl (G3). Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu indeks ketahanan salinitas yang memiliki interaksi antara lain indeks ketahanan cekaman dan rerata produktivitas. Sepuluh klon tebu masih mampu tumbuh pada kondisi salin dengan dosis 3 g L-1 dengan penurunan pertumbuhan. Berdasarkan nilai indeks ketahanan salinitas STI dan MP maka dapat disimpulkan bahwa klon PS-864, PS-862, Bululawang, VMC dan Hwy Merah tahan terhadap cekaman salinitas pada dosis 3 g L-1 NaCl.
Identifikasi dan Evaluasi Karakter Fenotipik dan Agronomik 12 Galur Semangka April Lia Sahidah; Anung Wahyudi; Miranda Ferwita Sari; Ria Putri; Elsa Putri Wulandari; Muhamad Fakhrur Rozi; I Made Sanjaya; Putri Helmayanti; Reni Sanggarwati; Dwi Yuliani; Yohanes Hendrianto; Wahidin Rifan Gustoro; Tejah Tejah
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i2.1490

Abstract

Kegiatan pemuliaan tanaman untuk merakit varietas hibrida dimulai dengan koleksi plasma nutfah melalui introduksi ataupun varietas lokal, kemudian dilakukan kegiatan penggaluran hingga diperoleh galur murni. Karakterisasi merupakan salah satu tahap yang harus dilakukan dari kegiatan pemuliaan tanaman guna  merakit varietas hibrida. Generasi kedua merupakan generasi penting untuk menentukan idiotipe tanaman yang diharapkan oleh pemulia. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakter fenotipik dan karakter agronomis yang tampak pada galur semangka generasi kedua. Percobaan dilaksanakan di lahan percobaan Program Studi Teknologi Perbenihan, Politeknik Negeri Lampung pada bulan April hingga Juni 2019. Penelitian ini menggunakan materi genetic 12 galur semangka generasi ke-2 (S2). Benih dari masing-masing galur di tanam pada 12 belas bedengan kemudian data pengamatan dan pengujian dibuat deskripsi dan interpretasi serta dilaporkan sebagai hasil. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) Diperoleh penampilan belum seragam (25% heterozigot dan 75% homozigot) untuk karakter pada masing-masing galur untuk karakter bentuk buah, warna kulit buah,ukuran daun dan lurik buah. Galur WM 190404 dan WM 190412 memiliki dua variasi warna daging buah yaitu warna kuning terang dan orange; 2) Galur semangka WM 190411 memiliki bobot yang masuk dalam kluster A (4,2 kg) dan kesebelas galur semangka lainya masuk kedalam kluster B dengan bobot rata-rata buah 2,2-3,7 kg; 3) Galur semangka WM 190411 memiliki kulit yang paling tebal yaitu (1,5 cm) sedangkan nilai tebal kulit buah terendah dimiliki oleh galur WM 190405 dan WM 190408 yaitu sebesar 1,1 cm; 4) Dua belas galur semangka seragam untuk karakter warna daun, warna mahkota bunga dan warna batang semangka; 5) Rata-rata PTT tertinggi dimiliki oleh galur WM 190402 yaitu 10,7 obrix.
Karakter Benih Hasil Selfing Pertama (S1) pada Enam Varietas Semangka Rohmat Rohmat; Jaenudin Kartahadimaja; Nurman Abdul Hakim
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i1.1612

Abstract

Tanaman semangka berasal dari Afrika dan saat ini telah menyebar ke seluruh dunia, baik di daerah sub tropis maupun tropis. Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dan tergolong cepat berproduksi. Tanaman semangka merupakan tanaman menyerbuk silang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter hasil selfing pertama (S1) pada enam varietas semangka di lahan Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Negeri Lampung, pada bulan Mei sampai September 2014. Bahan yang digunakan adalah enam varietas semangka hibrida (Black Panther, Gadis Manis, Wong Barry, Gonzales, Baginda, Anabel), penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Berdasarkan pengamatan dan analisis yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa karakter pada enam varietas semangka hasil selfing yang telah diuji dilahan Politeknik Negeri Lampung berbeda nyata. Varietas Baginda memiliki karakter berat dan jumlah benih yang lebih baik, yaitu dengan nilai 12.67 gram dan 363.33 butir benihKata kunci : selfing, semangka, hibrida, menyerbuk silang .
Uji Adaptasi Empat Galur Jagung Hibrida (Zea mays L.) Pada Dataran Menengah Tanggamus Ira Anggraini; Jaenudin Kartahadimaja; Nurman Abdul Hakim
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i1.1613

Abstract

Jagung mempunyai peran strategis bagi perekonomian nasional, jagung penyumbang terbesar kedua setelah padi dalam subsektor tanaman pangan. Uji adaptasi merupakan kegiatan uji lapangan terhadap tanaman dibeberapa agroekologi bagi tanaman untuk mengetahui keunggulan dan interaksi varietas terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui galur jagung hibrida rakitan Politeknik Negeri Lampung yang mampu beradaptasi di dataran menengah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gisting Kabupaten Tanggamus pada bulan September 2017 – Februari 2018 dengan metode Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) yang terdiri dari 1 faktor yaitu galur, 3 ulangan, 5 genotipe yaitu 4 galur A (PL 300 X PL 403), B (PL 101 X PL 401), C (PL 401 X PL 101), D (PL 403 X PL 300) dan varietas NK 22 sebagai pembanding. Hasil penelitian uji adaptasi pada dataran menengah Tanggamus menunjukkan bahwa galur A, B, C, dan D mampu beradaptasi pada dataran menengah dapat dilihat dari hasil biji per hektar yang setara dengan varietas pembanding.Kata kunci : Dataran menengah, jagung, uji adaptasi.
Karakterisasi Lima Galur Semangka Mini Generasi Ketiga (F3) dengan Tipe Warna Kulit Buah Gelap Putri Helmayanti; Anung Wahyudi; Nazirwan Nazirwan
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i1.1616

Abstract

Penelitian ini merupakan tahap pengkarakterisasian semangka mini tipe kulit buah gelap pada generasi ke-3 (F3). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai keragaman genetik terhadap karakter semangka mini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima galur yang diujikan memiliki warna daging buah merah, dua galur berbentuk bulat (WM 191102 dan WM 191104), dan tiga galur berbentuk oval (WM 191106, WM 191108 dan WM 191109). Kelima galur semangka yang diuji memiliki berbagai tipe lurik atau strip yang berbeda-beda. Galur tanpa lurik (WM 191109), galur lurik pudar  (WM 191108), galur lurik tipis (WM 191102 dan WM 191106), dan galur lurik tebal (WM 191104). Informasi mengenai karakterisasi lima galur semangka mini dengan tipe kulit buah gelap baik secara kualitatif dan kuantitatif, selanjutnya digunakan pada tahap pemuliaan berikutnya yaitu seleksi galur murni sebagai tetua hibrida. Kata kunci: karakterisasi, semangka mini, tipe gelap, 
Pengaruh Pemberian Mikro Organisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Stum Mata Tidur Karet (Hevea brasiliensis muell. Arg) Klon IRR 112 di Pollybag: The Effect of Giving Local Micro-Organisms (MOL) Banana Weevil on the Growth of Rubber Sleep Eye Stum (Hevea brasiliensis Muell. Arg) IRR 112 clone in Polybag Rusnaini Rusnaini; Syahid Ali Ackbar
J-Plantasimbiosa Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v4i1.2513

Abstract

This study aimed to examine the effect of local microorganism (MOL) administration of banana weeds on the growth of rubber bed eye stumps (Hevea brasiliensis muell. Arg.) IRR 112 clone in polybags. The research was conducted in Sembawa Village, Sembawa District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The time of the research was started from January to April 2019. The research design used was a Randomized Block Design (RAK), there were 6 treatments, namely P0 = 0% (Control); P1 = 10%; P2 = 20%; P3 = 30%; P4 = 40%; and P5 = 50% and 4. Each treatment consisted of 6 plants, so the number of plants studied was 96 plants (polybags). Each experimental treatment unit uses 2 sample plants. The research data were analyzed by analysis of variance followed by the BNJ test if the effect of treatment was real or very real. The observed variables were: shoot emergence (HST), shoot height (cm), shoot diameter (cm), number of leaves (strands) and root dry weight (g). Based on the results of research that has been carried out, it was concluded that the application of MOL banana weevil did not significantly affect the time of shoot height, shoot diameter, number of leaves, but had a significant effect on the time of shoot emergence and had a very significant effect on root dry weight. Treatment with 30% banana weevil MOL concentration tended to give the best results for shoots appearing 3.66 days after planting, shoot height 28.31 cm, stem diameter 0.375 cm, number of leaves 12.50 strands and root dry weight 2.29 g.
Aplikasi Jenis Pupuk Nitrogen Dengan Metode Fertigasi Kapiler Pada Tanaman Pohpohan (Pilea trinervia Wrigth): Application of Nitrogen Fertilizer with Capillary Fertigation Method on Pohpohan (Pilea trinervia Wrigth) For Urban Farming Marveldani Marveldani; Erie Maulana Sy; Dulbari Dulbari
J-Plantasimbiosa Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v4i1.2519

Abstract

Indonesia has a variety of useful plant species, for example is vegetable group. History proves that our ancestors have used indigenous vegetable plants as food and health. Society interactions with indigenous plants such as pohpohan show that people care about health. Pohpohan plants have wide adaptability. Wide adaptability and high nutritional value make this plant feasible to developed in other areas include Lampung, especially urban areas. The study aimed to determine the type of fertilizer that suitable to be applied to pohpohan plants using the capillary fertigation method. The research was arranged using a completely randomized group design treatment in the form of a single factor type of fertilizer with details: P1 (Urea), P2 (Biotipul), P3 (Queen of Biogen), P4 (Green Star), and P5 (Humagron). The research was conducted at the Lampung State Polytechnic from May to October 2021. The results showed that Green Star fertilizer gave the best results on the number of shoots (JT) and plant height (TT), while Ratu Biogen fertilizer gave the best results on stem diameter (DB) and first harvest weight (BP1). Keywords: indigenous, health, urban farming.

Page 5 of 11 | Total Record : 110