cover
Contact Name
Dulbaru
Contact Email
j-plantasimbiosa@polinela.ac.id
Phone
+6281369641970
Journal Mail Official
dulbari@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta 10, Rajabasa
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Planta Simbiosa : Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura
ISSN : 26854627     EISSN : 26854627     DOI : -
Naskah yang dipublikasi merupakan karya dari hasil-hasil penelitian, ulasan (review) singkat, analisis kebijakan, catatan penelitian (research notes) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary results) berkaitan dengan tanaman pangan dan hortikultura.
Articles 110 Documents
Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merrill) Hasil Iradiasi Sinar Gamma: Viability and Vigor of Black Soybean Seed Resulted from Gamma Iradiation Siti Novridha Andini; Nurman Abdul Hakim; Ari Wahyuni
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1736

Abstract

Varietas unggul kedelai dari tahun 1918-2016 berjumlah 85 varietas, dan 11 diantaranya adalah kedelai hitam. Antosianin hanya ada pada kedelai hitam tidak ditemukan pada kedelai kuning. Antosianin sangat bermanfaat bagi kesehatan, sehingga kedelai hitam dapat dikembangkan di Indonesia. Kegiatan pemuliaan untuk mengembangkan varietas unggul baru guna meningkatkan keanekaragaman karakter agronomi kedelai hitam yaitu melalui induksi mutasi fisik dengan iradiasi sinar gamma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh iradiasi terhadap viabilitas dan vigor benih. Penelitian akan dilakukan pada bulan Juni 2019 – Oktober 2019. Iradiasi dilakukan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), kemudian untuk kegiatan penelitian lainnya dilakukan di laboratorium dan Green House Politeknik Negeri Lampung. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan acak kelompok dengan dua faktor, faktor pertama adalah varietas (V) yang terdiri dari varietas Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida, sedangkan faktor kedua adalah dosis iradiasi (R) yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0 Gy, 50 Gy, 100 Gy, 150 Gy, 200 Gy, dan 250 Gy, dengan tiga kali ulangan. Variabel yang diamati adalah persentase daya berkecambah, kecepatan tumbuh , tinggi kecambah, panjang akar, indeks vigor dan keserempakan Tumbuh. Hasil analisis varian yang berpengaruh nyata hanya pada perlakuan dosis iradiasi. Variabel yang berpengaruh nyata adalah persentase daya berkecambah, sedangkan untuk variabel pengamatan tinggi kecambah, kecepatan tumbuh dan indeks vigor perpengaruh sangat nyata. Viabilitas berdasarkan daya berkecambah persentase yang terendah adalah pada dosis 200-250 Gy, sedangkan vigor yang dikaji berdasarkan kecepatan tumbuh dan indeks vigor persentase terendah adalah pada dosis 150-250 Gy dibandingkan dengan tanpa iradiasi. Kata kunci: Detam 3, Detam 4, Iradiasi, Kedelai hitam.
Optimasi Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis pada Berbagai Kerapatan Tanam: Optimization of Growth and Yield of Sweet Corn in Various Planting Densities Hidayat Saputra; Zainal Mutaqin
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1737

Abstract

Penggunaan jarak tanam yang terlalu lebar menyebabkan kurang efisien dalam pemanfaatan lahan dan jumlah populasi tanaman menjadi berkurang. Sementara penggunaan jarak tanam yang terlalu rapat akan meyebabkan terjadinya kompetisi yang tinggi dan mengakibatkan produktivitas rendah. Pengaturan kepadatan populasi tanaman dan pengaturan jarak tanam pada tanaman jagung manis dimaksudkan untuk menekan kompetisi antar tanaman dan menjaga produktivitas agar tetap optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menentukan kombinasi jenis jarak tanam dan jumlah benih per lubang terbaik terhadap peningkatan pertumbuhan jagung manis dan (2) menentukan kombinasi jenis jarak tanam dan jumlah benih per lubang terbaik terhadap peningkatan produksi  jagung manis. Perlakuan disusun dengan faktor tunggal yang terdiri atas 4 perlakuan jarak tanam dan jumlah benih per lubang, yaitu (1) jarak tanam tunggal 70 cm x 20 cm dengan satu biji per lubang tanam (J1), (2) jarak tanam tunggal 70 cm x 40 cm dengan dua biji per lubang tanam (J2), (3) jarak tanam jajar legowo 70 cm x 40 cm x 20 cm dengan satu biji per lubang tanam (J3), dan (4) jarak tanam jajar legowo 70 cm x 40 cm x 25 cm dengan dua biji perlubang tanam (J4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Data yang diperoleh kemudian dianalisis ragam kemudian dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jarak tanam dan jumlah benih per lubang berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, bobot basah tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, dan bobot tongkol berkelobot jagung manis. Namun tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun dan lingkar batang tanaman jagung manis. Penggunaan jarak tanam tunggal 70 cm x 20 cm dengan satu biji per lubang tanam dan jarak tanam jajar legowo 70 cm x 40 cm x 20 cm dengan satu biji per lubang tanam mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi jagung manis yang terbaik, akan tetapi penggunaan jarak tanam jajar legowo 70 cm x 40 cm x 20 cm dengan satu biji per lubang tanam mampu menghasilkan ukuran panjang tongkol yang berukuran sedang (tidak terlalu panjang) namun tetap mampu menghasilkan produktivitas tanaman jagung manis yang tinggi.   Kata kunci: diameter tongkol, jajar legowo, dan kompetisi
Umur Simpan Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Varietas Anjasmoro pada Kondisi Ruang Simpan Berbeda: Storability of Soybean Seed (Glycine max (L.) Merrill) Anjasmoro Variety in Different Storage Conditions Rini Azharini; Onny Chrisna Pandu Pradana; Ari Wahyuni
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1738

Abstract

Salah satu faktor penghambat produksi kedelai di daerah tropis yakni kemunduran benih yang sangat cepat selama penyimpanan sehingga mengurangi penyediaan benih berkualitas tinggi. Pengadaan benih kedelai dalam jumlah yang cukup dan tepat pada waktunya menjadi kendala karena daya simpan benih kedelai yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan benih kedelai pada kondisi ruang simpan yang berbeda, mengetahui vigor daya simpan benih kedelai pada periode simpan yang berbeda dan mengetahui apakah vigor daya simpan benih kedelai pada periode simpan yang berbeda ditentukan oleh kondisi ruang simpan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) split – plot dengan petak utama periode simpan (T) terdiri dari 6 taraf  1, 2, 3, 4, 5, dan 6, kemudian ruang simpan (P) sebagai anak petak yaitu P1 = freezer , P2 kulkas dan P3 = suhu ruangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur simpan benih kedelai dipengaruhi atau ditentukan oleh ruang penyimpanan. Benih kedelai varietas Anjasmoro dapat disimpan selama enam bulan pada ruang penyimpanan frezeer dan kulkas. Benih kedelai varietas Anjasmoro dapat disimpan selama lima bulan pada kondisi ruang penyimpanan suhu ruang. Kata kunci: kemunduran, suhu, vigor
Efikasi berbagai Dosis Cuka Bambu Sebagai Bahan Penginduksi Ketahanan Tanaman Jagung (Zea mays) terhadap Penyakit Bulai (Peronoclerospora maydis) : Efficacy Various Dosage of Bamboo Vinegar as Inducers for Maize Resistance Against Bulai Disease (Peronoclerospora maydis) Muzayyanah Rahmiyah; Muhammad Habibullah
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1739

Abstract

Pemanfaatan cuka asal tanaman terutama cuka bambu sebagai inducer ketahanan tanaman, khususnya tanaman jagung belum banyak dilaporkan di Indonesia. Cuka bambu diyakini dapat menjadi bahan organik yang mampu menginduksi ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik dari cuka bambu sebagai bahan penginduksi ketahanan tanaman jagung terhadap penyakit bulai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2020 di Laboratorium dan Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Tidar. Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 11 perlakuan yaitu K-, K+, P6, P4, P2, A6, A4, A2, J6, J4 dan J2 dengan pengulangan sebanyak 8 kali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman namun tidak pada jumlah daun. Perlakuan J2 memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman.. Tanaman jagung yang diberi perlakuan benih J2 tumbuh dengan tinggi rata-rata 78,18 cm dan memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai paling tinggi. Tingkat keparahan serangan bulai hanya mencapai 26%.   Kata Kunci : Cuka Bambu, Bulai, Peronosclerospora maydis Utiliation of plant-derived vinegar, especially bamboo vinegar, as an inducer of plant resistance, particularly maize, has not been widely reported in Indonesia. Bamboo vinegar was believed to be an organic material that can induce plant resistance. This study aims to determine the best dose of bamboo vinegar as an inducing the resistance of maize to downy mildew. This research was conducted from July to October 2020 at the Laboratory and Screenhouse of the Faculty of Agriculture, Tidar University. The experiment was arranged in a completely randomized design with 11 treatments, K-, K +, P6, P4, P2, A6, A4, A2, J6, J4 and J2 with 8 repetitions. The results showed that the dose treatment had a significant effect on plant height but not on the number of leaves. The J2 treatment had a significant effect on plant height. Corn plants treated with J2 seed grew with an average height of 78.18 cm and had the highest resistance to downy mildew. The severity of downy mildew only reached 26%. Keywords : bamboo vinegar, downy mildew, Peronosclerospora maydis  
Pengaruh Kultur Teknis Terhadap Serangan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kacang Panjang Di Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir: Effect of Technical Culture on Pest and Disease Attacks on Long Bean Plants Sub-District in Lempuing, Ogan Komering Ilir Arsi Arsi; Riska Resita; Suparman SHK; Bambang Gunawan; Siti Herlinda; Yulia Pujiastuti; Suwandi Suwandi; Chandra Irsan; Harman Hamidson; Riski Anwar Efendi; Lina Budiarti
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1740

Abstract

Kacang panjang termasuk dalam Famili Fabaceae dan merupakan salah satu komoditi sayuran yang banyak diusahakan di daerah dataran rendah pada ketinggian 0-200 m dpl. Permintaan kacang panjang dipasaram terus meningkat, namun pasokan kacang panjang terbatas. Peningkatan produksi kacang panjang dapat dilakukan dengan cara perbaikan tingkat kerapatan tanam. Untuk meningkatkan hasil polong kacang panjang, bisa dilakukan beberapa upaya seperti dengan pengendalian kultur teknis. Bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan hama dan penyakit dan perbedaan pengaruh pengendalian kultur teknis terhadap dua lahan tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di lahan kacang panjang milik petani di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung (Scan sampling) persentase serangan hama dan penyakit pada pertanaman kacang panjang.  Pengambilan sampel pada praktek lapangan ini diawali dengan menentukan jumlah guludan yang akan diamati. Penentuan skor gejala serangan hama maupun intensitas penyakit di lapangan ditentukan dengan mengamati gejala masing masing serangan hama dan juga penyakit pada tanaman kacang panjang.  Secara keseluruhan intensitas serangan hama dan penyakit pada lahan kacang panjang 1 milik Bapak Johari lebih banyak dibandingkan dengan lahan 2 milik Bapak Sutekno. Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi hal tersebut diantaranya tanaman rotasi yang digunakan, umur tanaman, penggunaan fungisida karena lahan 1 tidak menggunakan fungisida sama sekali sedangkan lahan 2 milik Bapak Sutekno mengaplikasikan fungisida pada tanaman kacang panjang miliknya. Kata kunci : tanaman kacang panjang, hama dan penyakit.
Pengaruh Teknik Budidaya terhadap Serangan Penyakit pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir: Effect of Cultural Technique on Disease of Cayenne Pepper (Capsicum frutescens L.) in Sub District Lempuing, Distict Ogan Komering Ilir Arsi Arsi; Noni Octariati; Suparman SHK; Bambang Gunawan; Siti Herlinda; Yulia Pujiastuti; Suwandi Suwandi; Chandra Irsan; Harman Hamidson; Riski Anwar Efendi; Lina Budiarti
J-Plantasimbiosa Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v2i2.1741

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) sangat digemari di Indonesia karena rasanya yang pedas dan mengandung banyak vitamin. Namun, produksi tanaman cabai rawit dapat menurun disebabkan oleh teknik budidaya yang kurang maksimal sehingga tanaman rentan terhadap serangan hama maupun penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan tingkat serangan penyakit pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) berdasarkan perbedaan cara budidayanya pada dua lahan petani yang berbeda sehingga didapatkan cara budidaya terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan cabai rawit milik petani di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Metode pengamatan yang digunakana dalam penelitian ini yakni metode survei yang dilakukan secara purporsive sampling. Hasil pengamatan di lahan cabai rawit ditemukan tiga penyakit tanaman yaitu penyakit virus kuning, virus keriting, dan bercak daun. Perbandinagn penyakit virus kuning di lahan milik bapak firman dan bapak narno tidak berbeda nyata. Sedangkan, perbandingan penyakit virus keriting dan bercak daun di lahan milik bapak firman dan bapak narno berbeda nyata. Kata Kunci : Cabai Rawit, Teknik Budidaya, Penyakit Tanaman.
Identifikasi Komoditas Tanaman Pangan Unggulan di Kabupaten Indramayu Melalui Analisis LQ (Location Quotient): Identification of Leading Food Crop Commodities in Indramayu Regency through LQ (Location Quotient) Analysis Kiki Kusyaeri Hamdani; Bambang Susanto
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i1.1955

Abstract

A leading commodity (base) has a comparative and competitive advantage over similar commodities in a region. Indramayu Regency has several superior food commodities that have great potential to be developed because they are supported by its agricultural land resources. The purpose of this research is to identify the superior food base commodities in Indramayu Regency through the LQ method. The research was conducted in Indramayu Regency in February-March 2020. The research location was determined purposively. The data collected is secondary data obtained from the Agriculture Office of Indramayu Regency, namely time series data on harvested area and food crop production in Indramayu Regency for a period of five years (2015-2019). The results showed that the distribution of the most superior food commodities in Indramayu Regency was rice. Kroya and Terisi Districts have the most superior food commodities, namely corn, soybeans, peanuts, cassava and sweet potatoes. The green bean commodity in Kedokan Bunder District has the highest LQ value> 1 among all food crops. Keywords: Basis, comparative, competitive, Indramayu, rice
Pewilayahan Komoditas Pertanian Berdasarkan Zona Agroekologi Di Kabupaten Cirebon Bagian Timur: Zoning of Agricultural Commodities Based on Agroecological Zones in Eastern Cirebon Regency Bambang Susanto; Kiki Kusyaeri Hamdani
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i1.1957

Abstract

Zoning of agricultural commodities in Cirebon Regency is needed in the framework of determining and developing superior commodities that have comparative advantages. The aim of this research is to arrange the zoning of agricultural commodities based on the agroecological zone in Cirebon Regency. The research location includes 16 sub-districts in the eastern part of Cirebon Regency, covering an area of ​​54.015 ha. The methods used in the research include: surveys, laboratory analysis, land evaluation and spatial analysis. The results obtained 10 agricultural systems and 30 commodity zoning units which include: a) wetland agriculture, with commodities of lowland rice, shallots, sugar cane, corn and soybeans, b) dry land agriculture, food crops, with upland rice and corn commodities, c) dry land agriculture, animal feed (grass), d) dry land agriculture, food crops (upland rice, maize, peanuts, soybeans) and perennial crops (sugarcane, teak, sengon), e) agriculture dry land, food crops (upland rice, maize, soybean), horticulture (mango), and perennial crops (sugarcane and sengon), (f) dry land agriculture, perennial crops (sugarcane and sengon) and food crops ( upland rice, maize, and peanuts), (g) dry land agriculture, annual crops/plantations with sengon commodities, (h) brackish water fishery (shrimp or milkfish pond), (i) wetland forest as a buffer zone, and (j) dry land forest as a conservation zone. Keywords: zoning, superior commodity, agroecological zone
Pengaruh Tingkat Kemasakan dan Konsentrasi Kitosan Terhadap Mutu dan Kualitas Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.): Effect of Maturity Stages and Chitosan Consentrationto Quality of Tomatoes (Solanum lycopersicum L.) Reny Mita Sari; Erie Maulana Sy.; Rizka Novi Sesanti; Fahri Ali
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i1.1977

Abstract

Tomato is one of Indonesia's export commodities that its production continues to increase from year to year. The high demand for tomatoes must be in the line with the guarantee of quality product until it reach to the consumers. The treatments given to maintain the quality of tomatoes were the maturity stages (green and turning) and the concentration of chitosan (2%, 3%, and 4%). The aim of this study is to obtain the information about the effect of maturity stages, chitosan consentration, and its interaction to the quality of tomatoes at 21 days of storage. The results showed that the ‘turning’ initial maturity stage showed a significantly higher weight loss and consumer preference leve and lower level of hardness than tomatoes with ‘green’ initial maturity. The 3% chitosan coating treatment had a significant effect on increasing the soluable solid content of tomatoes. The combination treatment did not give any significant interactions to the quality of tomatoes.
Pengaruh Kultur Teknis terhadap Serangan Hama Spodoptera litura pada Tanaman Kubis (Brassica oleracea) di Desa Kerinjing Kecamatan Dempo Utara Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan: Effects of Cultural Technique on The Infestation of Spodoptera litura on Cabbage (Brassica oleracea) Cultivation in Village Kerinjing District Dempo Utara City of Pagar Alam, South Sumatra Arsi Arsi; Rahmat Akbar Aziz
J-Plantasimbiosa Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v3i1.1983

Abstract

ABSTRACT Cabbage is one of vegetable crop belongs to Genus Brassica, a member of Family Cruciferae (Brassicaeae). The crop is originally from subtropical areas and has long been cultivated in Indonesia. Crop landscape ecosystem is very dynamic, both of its biotic and abiotic factors. Plant disturbing organism is an obstacle and production limiting factor in Indonesia either fir food crops, horticultural crops or estate crops. Inter cropping is cropping pattern cultivating more than one crop species in an area at the same time. Intercropping is one of efforts in agriculture intensification program to optimize crop production and maintain soil fertility. The objective of this field study was to know the effects of cultural technique on pest infestation on cabbage cultivation in Village Kerinjing, Sub district Dempo Utara, City of Pagar Alam. Observation method applied was conducted using purposive sampling method. Data collected was primary data in the form of damage intensity and secondary data collected by interviewing farmers. Based on the analysis of weekly data of damage intensity of three different cabbage cultivations in Village Kerinjing, there was no significant difference among the tree cultivations. Keywords: Pest, Cabbage Crop, Cultural Technique

Page 3 of 11 | Total Record : 110