cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Skala Usaha dan Efisiensi Ekonomi Relatif Usaha Ternak Ayam Petelur Yusmichad Yusdja; Bungaran Saragih
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.666 KB) | DOI: 10.21082/jae.v3n1.1983.30-41

Abstract

IndonesianSkala usaha dalam usaha ternak ayam merupakan topik dari penelitian ini. Dengan mengambil lokasi penelitian pada jalur lintas Jakarta-Bogor dan Sukabumi dan dengan sampel peternak dari berbagai skala usaha, telah dapat dirumuskan beberapa hal pokok. Pertama, biaya tenaga kerja dan makanan ternak berpengaruh negatif dan nyata pada tingkat keuntungan, sedangkan kenaikan investasi memberikan dampak yang sama. Kedua, antara pemilikan 500-15.000 ekor dengan rata-rata 1.600 ekor ternyata masih berada pada kondisi "increasing returns to scale". Ketiga, semakin besar skala usaha, semakin baik efisiensi ekonominya. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penerapan azas konsolidasi dan dalam usaha pengadaan masukan ternak yang murah serta perlunya pelayanan kredit investasi yang lebih luas, terutama untuk peternak kecil.
Elastisitas Permintaan Tenaga Kerja dan Kekakuan Upah Riil Sektoral di Sulawesi Selatan nFN Mahyuddin; Majdah M. Zain
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.173 KB) | DOI: 10.21082/jae.v28n2.2010.113-132

Abstract

EnglishThis study aimed to measure the elasticity of labor demand and the level of real wage rigidity as well as studying the dynamic behavior of real wages in South Sulawesi. The elasticity of labor demand were analyzed using an OLS method, the level of wage rigidity was analyzed using an error correction model (ECM), and dynamic behavior of real wages was analyzed using an impulse response function (IRF). The results showed that the elasticity of labor demand was inelastic to the real wages in all sectors. The elasticity of labor demand of the changes in a variety of sources of economic growth was also inelastic in all sectors. The employment opportunities in agricultural and industrial sectors were more responding to the increasing exports and investment, while other sectors more responding to the increased private consumption. Labor productivity and imports significantly reduced employment opportunities in all sectors. The industrial sector had a more real wages rigidity compared to the real wages in agricultural sector and other. Real wages rigidity of industrial sector took about 4.6 years to reach equilibrium conditions, while the agricultural sector only took about 1.5 years and other sectors needed about 2.2 years. The increased competitiveness of various exported commodities and the creation of a conducive-investment climate were a strategic step to expand employment opportunities. In addition, the policy such as setting the regional minimum wage (UMR) more suitable to market wages was also considered as a strategy to reduce wage rigidity in South Sulawesi.IndonesianStudi ini bertujuan untuk mengukur elastisitas permintaan tenaga kerja dan tingkat kekakuan upah riil serta mempelajari perilaku dinamis upah riil sektoral di Sulawesi Selatan. Elastisitas permintaan tenaga kerja dianalisis dengan metode OLS, tingkat kekakuan upah menggunakan Error Correction Model (ECM) dan perilaku dinamis upah riil menggunakan metode Impuls Respon Function (IRF). Hasil menunjukkan bahwa elastisitas permintaan tenaga kerja terhadap upah riil adalah inelastis di semua sektor. Elastisitas permintaan tenaga kerja atas perubahan berbagai sumber-sumber pertumbuhan ekonomi juga inelastis di semua sektor. Kesempatan kerja sektor pertanian dan industri lebih merespon peningkatan ekspor dan investasi sedangkan sektor lainnya lebih merespon peningkatan konsumsi masyarakat. Produktivitas tenaga kerja dan impor signifikan mereduksi kesempatan kerja di semua sektor. Lebih lanjut, sektor industri memiliki upah riil yang lebih kaku di bandingkan upah riil sektor pertanian dan sektor lainnya. Upah riil sektor industri membutuhkan waktu sekitar 4,6 tahun untuk mencapai kondisi keseimbangannya sedangkan sektor pertanian hanya memerlukan waktu sekitar 1,5 tahun dan sektor lainnya sekitar 2.2 tahun. Peningkatan daya saing komoditi ekspor dan penciptaan iklim investasi yang kondusif merupakan langkah strategis untuk perluasan kesempatan kerja. Selain itu, kebijakan seperti penetapan UMR yang lebih sesuai dengan upah pasar juga dipandang strategis untuk mengurangi kekakuan upah di Sulawesi Selatan.
Farm-Level Impact Analysis of the Adoption of The Package of Technologies Introduced Under the Soybean Yield Gap Analysis Project (SYGAP) Bambang Sayaka
Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.052 KB) | DOI: 10.21082/jae.v13n1.1994.1-26

Abstract

IndonesianStudi ini menganalisis dampak adopsi teknologi SYGAP di tingkat petani di Karawang dan Jombang. Umumnya hasil kedelai potensial tidak tercapai oleh petani peserta SYGAP di Karawang dan Jombang. Di Karawang, hasil rata-rata yang dicapai petani peserta SYGAP tidak berbeda nyata dengan bukan peserta SYGAP. Hal ini disebabkan oleh serangan hama ulat pada lahan petani. Sedangkan petani kooperator di Jombang memperoleh hasil lebih tinggi daripada petani non-kooperator. Usaha tani kedelai masih menguntungkan kedua kelompok petani tersebut. Walaupun demikian secara umum peserta SYGAP tidak memperoleh keuntungan lebih tinggi daripada bukan peserta. Adopsi teknologi SYGAP sangat riskan karena variabilitas pendapatan yang relatif tinggi. Disarankan untuk mengembangkan varietas kedelai yang tahan serangan hama dan kekeringan sebelum mempromosikan teknologi SYGAP di daerah yang lingkungannya kurang sesuai
Daftar Ralat JAE Vol. 02 No. 1 nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.03 KB)

Abstract

Hubungan Konservasi Tanah dan Air Dengan Komoditas yang Diusahakan, Struktur Pendapatan Serta Karakteristik Rumah Tangga (Kasus DAS Cimanuk dan Citanduy) Agus Pakpahan; Nizwar Syafa'at
Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1585.03 KB) | DOI: 10.21082/jae.v10n1-2.1991.1-15

Abstract

Sustainable agricultural development cannot be separated from the issue of soil erosion. This research shows that soil erosion is associated with sources of income of the households in the area, commodities being cultivated and demographic characteristics of the household. The higher the proportion of household income from agricultural activities, particularly dryland farming, the higher the erosion in the area. In general, this research suggests that an integrated and comprehensive policy on both commodity and natural resource management and agricultural and non-agricultural, Sectors development is required to solve soil and water conservation problems.
Analisis Peluang Peningkatan Kesempatan Kerja dan Pendapatan Petani Melalui Pengelolaan Usahatani Bersama Yusmichad Yusdja; Mewa Ariani; Edi Basuno; Tri Bastuti Purwantini
Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.676 KB) | DOI: 10.21082/jae.v22n1.2004.1-25

Abstract

EnglishPoverty alleviation efforts are not only government responsibility, but also the responsibility of community in general, farmers in particular. This particular research aims to analyse the benefit of group farming systems in increasing production, return and employment opportunity. For this purpose, mathematical programming is used to analyse the benefit of group farming system. Research was conducted in the Patanas villages, two  in West Java and another two in Central Java. Results indicated that patnership among farmers could practically be implemented and could increase production by 5 to 10 percent, profit by 18 to 30 percent and employment opportunity by 20 to 30 percent. Therefore, farmers partnership can assist and could speed up poverty alleviation program in the rural areas. This particular analysis in the same time also indicated that in facts an individual rice field farming is inefficient in terms the use of producton cost, fertilizers aplication and also inefficient in land allocation. Policy implication of this study is that farmers suggested to practice group farming system. It would assure increase in productivity, farmers’ income and employment opportunity. Government role should be placed in social innovation, provide subsidy and credit which can extent and establish this group farming system. Indonesian Pengentasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi juga masyarakat pada umumnya dan petani pada khususnya. Penelitian ini mencoba melakukan analisis keunggulan pengelolaan usahatani bersama dalam peningkatan produksi, pendapatan dan kesempatan kerja pertanian. Analisis menggunakan ranca-ngan programasi matematika. Penelitian dilakukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing pada dua desa yang tercakup dalam Patanas. Hasil penelitian memperli-hatkan bahwa kerjasama antar petani layak dilakukan karena dapat meningkatkan produksi sebesar 5-10 persen, meningkatkan keuntungan 18-30 persen, dan kesempatan kerja bertambah sebesar 20-30  persen.  Dengan demikian, kerjasama dapat membantu mempercepat pengentasan kemiskinan di pedesaan. Hasil analisis memperlihatkan bahwa usahatani sawah rakyat yang dikelola secara individu tidak efisien karena terbukti penggunaan biaya, pupuk dan alokasi lahan yang boros.  Implikasi kebijakannya adalah para petani harus melakukan kerjasama dalam pengelolaan usahatani, karena tersedia peluang peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan kesempatan kerja. Pemerin-tah dapat berperan dalam hal inovasi sosial, subsidi dan kredit yang dapat memperluas dan menumbuhkan kerjasama tersebut.
Penawaran Tenaga Kerja Pertanian dan Perubahannya: Studi Kasus pada Usahatani Padi di Beberapa Desa Jawa Barat nFN Sumaryanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1439.505 KB) | DOI: 10.21082/jae.v9n2.1990.49-66

Abstract

Understanding labor supply behaviour of the rural people is the primary condition to improve their welfare. This study utilized panel data as a basis of analysis. Those data was taken from the survey conducted in 1977 and 1983 using the same household sample. The results showed that factors influencing labor supply in the farm activity are real wage, farm size, type of labor arrangement, and agro ecosystem. Lower growth rate of farm labor wage than non farm labor wage coupled with better access of rural household to non farm activity significantly reduced elasticity of labor supply in the farm sector. Moreover, the increase on factor share accruing to land and the decrease on labor share accentuated the negative impact of sawah land holding to labor supply.
Dampak Peningkatan Bagi Hasil Pajak dan Belanja Sektor Riil Terhadap Penurunan Kemiskinan Pertanian di Indonesia Vera Lisna; Bonar M. Sinaga; Slamet Sutomo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.798 KB) | DOI: 10.21082/jae.v32n1.2014.13-34

Abstract

EnglishFiscal decentralization policy in Indonesia, i.e. high composition of General Allocation Fund (DAU) on local financial structure and low tax revenue sharing successfully accelerates national economic growth but poverty reduction is slower and poor people proportion in the agricultural sector increases. Objective of this study is to analyze impacts of increased tax revenue sharing and local government expenditures in the real sector on regional economy and poverty that benefit agricultural poor people and reduce dependency on DAU. This study employs an econometric approach using a simultaneous equation system throughout 23 provinces during the period of 2005-2011 and a Two Stage Least Squares (2SLS) estimation method. An impact analysis is performed using policy simulations for the period of 2009-2011. Findings of this study are: (1) tax revenue sharing is significantly positive influenced by non-agricultural Gross Domestic Regional Product (GDRP) as a proxy of individual income taxes (VAT) as well as province area as a proxy of tax on land and building (PBB) and duty on the acquisition of land and building right (BPHTB), while DAU is significantly negative influenced by GDRP and significantly positive influenced by number of local civil servants; (2) changes in fiscal capacity is responded more by agricultural and infrastructure expenditures, while change in DAU is responded more by industrial and trade spending; (3) the poverty rate (headcount index) is negative significantly influenced by per capita expenditure and positive significantly influenced by the Gini Index of each sector; and (4) policy on increasing local financial income from tax revenue sharing allocated more for agricultural and industrial expenditures accelerates agricultural poverty reduction expected to reduce national poverty. IndonesianImplementasi desentralisasi fiskal dimana komposisi Dana Alokasi Umum (DAU) pada total pendapatan daerah relatif tinggi, sementara komposisi bagi hasil pajak rendah telah mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi laju penurunan kemiskinan melambat bahkan proporsi penduduk miskin pertanian meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak peningkatan bagi hasil pajak dan belanja sektor riil terhadap perekonomian dan kemiskinan sektoral daerah yang memihak penduduk miskin pertanian serta mengurangi ketergantungan keuangan daerah pada DAU. Analisis menggunakan pendekatan ekonometrik dengan membangun model sistem persamaan simultan dengan metode estimasi Two Stage Least Squares (2SLS) untuk data di 23 provinsi tahun 2005-2011, sementara analisis dampak dengan simulasi kebijakan periode historis tahun 2009-2011. Beberapa temuan penting yaitu: (1) penerimaan bagi hasil pajak secara signifikan positif dipengaruhi PDRB nonpertanian sebagai proksi pajak-pajak penghasilan (PPh) dan luas wilayah sebagai proksi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), sedangkan penerimaan DAU secara signifikan negatif dipengaruhi PDRB dan secara signifikan positif dipengaruhi jumlah PNS daerah; (2) perubahan kapasitas fiskal direspon lebih besar oleh belanja pertanian dan infrastruktur, sedangkan perubahan DAU direspon lebih besar oleh belanja perindustrian dan perdagangan; (3) tingkat kemiskinan sektoral (headcount index) secara signifikan negatif dipengaruhi pengeluaran per kapita dan secara signifikan positif dipengaruhi Indeks Gini masing-masing sektor; dan (4) kebijakan peningkatan bagi hasil pajak yang dialokasikan lebih besar untuk belanja pertanian dan perindustrian berdampak menurunkan tingkat kemiskinan penduduk pertanian lebih besar sehingga dapat mempercepat laju penurunan kemiskinan nasional.
Optimasi Alokasi Produksi untuk Pasar Ekspor Teh Indonesia Rohayati Suprihatini
Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.786 KB) | DOI: 10.21082/jae.v18n2.1999.23-37

Abstract

EnglishIndonesian tea estate industry has faced the problem of deminishing the profit margin. The aggregate of the profit margin still has an opportunity to be increased such as by optimalizing production allocation for marketing of Indonesian tea. The aims of this research was to find the solution of that optimalization. The approach used was linear programming method. The results show that the optimal solution will increase the profit of national tea industry by US$ 1,826,155, or 16,5 percent of previous profit. The allocation production to Russia, United Kingdom, and Dutch should be increased. On the other hand, the allocation for Pakistan, USA, and domestic market should be decreased. To ease in implementing of this solution, the Marketing Joint Office (MJO) as the only one tea auction in Indonesia should actively invite more buyer candidates from Russia, United Kingdom, and Dutch.IndonesianIndustri perkebunan teh Indonesia masih menghadapi masalah semakin menurunnya marjin keuntungan. Marjin keuntungan agregat masih berpeluang untuk ditingkatkan antara lain melalui upaya optimasi alokasi produksi untuk pasar teh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan solusi optimal tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan linear programming. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan optimasi akan meningkatkan keuntungan total industri perkebunan teh nasional sebesar 1.826.155 dollar AS, atau 16,5 persen dari keuntungan semula. Alokasi produksi ke pasar Rusia, Inggris, dan Belanda perlu ditingkatkan. Di lain pihak, alokasi produksi ke pasar Pakistan, Amerika Serikat, dan pasar dalam negeri perlu dikurangi. Agar upaya optimasi tersebut mudah direalisasikan, maka pihak Kantor Pemasaran Bersama (KPB) sebagai lembaga penyelenggara lelang teh satu-satunya di Indonesia perlu aktif mengundang lebih banyak calon pembeli dari Rusia, Inggris, dan Belanda.
Pendugaan Skala Usaha Usahatani Padi dengan Fungsi Biaya Muchjidin Rachmat
Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1815.696 KB) | DOI: 10.21082/jae.v4n1.1985.11-27

Abstract

IndonesianPenelitian ini memfocuskan dalam penentuan skala usaha Usahatani Padi dalam jangka panjang, yaitu dengan menggunakan lahan sehingga peubah bebas. Data yang digunakan berasal dari tiga desa contoh Penelitian PATANAS (Panel Petani Nasional). Beberapa rumusan penting yang merupakan implikasi dari penelitian ini adalah: pertama, usahatani dengan luas garapan 0,69 ha masing-masing belum memberikan tingkat keuntungan yang optimal. Skala usaha masih berada dalam "Increasing return to Scale"; kedua, nilai lahan, upah tenaga kerja manusia dan upah tenaga ternak merupakan peubah yang paling berpengaruh terhadap biaya produksi; ketiga, adanya kecenderungan produk marginal pupuk (Urea dan TSP) yang menurun, dan keempat, perlunya pengembangan ternak dan alat mekanis pengolahan tanah (traktor) dalam menunjang peningkatan kebutuhan tenaga pengolah tanah.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue