cover
Contact Name
Muhammad Solihin
Contact Email
jurnaltriaspolitika2017@gmail.com
Phone
+6282133515052
Journal Mail Official
jurnaltriaspolitika2017@gmail.com
Editorial Address
https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnaltriaspolitika/about/editorialTeam
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Trias Politika
ISSN : 25977431     EISSN : 25977423     DOI : 10.33373
Core Subject : Social,
JURNAL TRIAS POLITIKA adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Kepulauan dua kali setahun pada bulan April dan Oktober yang fokus pada isu-isu strategis dan dinamika pemerintahan dan politik. Redaksi menerima naska artikel laporan penelitian, artikel lepas, dan resensi buku yang sesuai dengan visi Jurnal. Naskah yang dikirim terdiri dari 15 samapi 25 halaman kwarto (A4) dengan spasi ganda. Naska dilengkapi dengan biodata penulis.
Articles 196 Documents
OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DESA PADA SEKTOR PARIWISATA DI DESA SUNGAI SORIAK KECAMATAN KUANTAN HILIR SEBERANG KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Rika Ramadhanti; Sarjan M
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 1 (2023): April 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i1.4615

Abstract

ABSTRACTSungai Soriak Village, Kuantan Hilir Seberang District, Kuantan Singingi Regency sees that the tourism sector has a huge opportunity in an effort to increase the Village's Original Income which so far has only come from APBN funds, Provincial APBD, Regency and profit sharing from BUMDes Management. This paper aims to find out how efforts are made to optimize village original income in the tourism sector in Sungai Soriak Village, Kuantan Hilir Seberang District, Kuantan Singingi Regency and to find out what are the inhibiting factors for efforts to optimize village original income in the tourism sector. This research is a qualitative descriptive research with data collection methods through observation, interviews, and documentation, with informant selection techniques, namely professional sampling techniques and simple random sampling. The results showed that Optimizing Village Original Income in the Tourism Sector in Sungai Sorik Village, Kuantan Hilir Seberang District, Kuantan Singingi Regency, it can be seen from the three indicators studied that it is optimal. And there are four inhibiting factors for Optimizing Village Original Income in the Tourism Sector in Sungai Sorik Village, Kuantan Hilir Seberang District, Kuantan Singingi Regency, namely (1) monitoring time, (2) monitoring objects, (3) monitoring subjects, and (4) how to collect facts - facts for supervision.ABSTRAKDesa Sungai Soriak Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi melihat bahwa sektor pariwisata memiliki peluang yang sangat besar dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli desa yang selama ini hanya berasal dari dana APBN, APBD Provinsi, Kabupaten dan bagi hasil dari Pegelolaan BUMDes. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya optimalisasi pendapatan asli desa pada sektor pariwisata didesa Sungai Soriak Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan singingi dan untuk mengetahui apakah faktor-faktor penghambat upaya optimalisasi pendapatan asli desa pada sektor pariwisata. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik pemilihan informan yakni dengan Teknik purposive sampling dan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Optimalisasi Pendapatan Asli Desa Pada Sektor Pariwisata Di Desa Sungai Sorik Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi dapat diketahui dari tiga indikator yang diteliti sudah optimal. Dan ada empat faktor penghambat Optimalisasi Pendapatan Asli Desa Pada Sektor Pariwisata Di Desa Sungai Sorik Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi, yaitu (1) waktu pengawasan, (2) objek pengawasam, (3) subjek pengawasan, dan (4) cara mengumpulkan fakta-fakta guna pengawasan.
PENGARUH DANA PERIMBANGAN DAN BELANJA MODAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI ACEH Diky Alfitra Desky; Erlina Erlina; Sirozuzilam Sirozuzilam
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 1 (2023): April 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i1.5064

Abstract

ABSTRACTEach region has General Allocation Funds(GAF), Special Allocation Funds(SAF), Revenue Sharing Funds(RSF) and Capital Expenditures that differ from one region to another will have different regional financial performance impacts, resulting in different development developments. not the same from one region to another. The aim of this study was to analyze the partial and simultaneous influence of GAF,SAF,RSF, and Capital Expenditures on the Regional Financial Performance of the Districts/Cities of Aceh Province. Research was conducted in Aceh Province. The research design is a quantitative study using archival secondary data for 2017-2021 (data on GAF,SAF,RSF,Capital Expenditure and Regional Financial Performance) library of the Central Bureau of Statistics(CBS) of the District/City Government of Aceh Province. The analytical method used in this study is multiple regression analysis. The results showed that the General Allocation Fund(GAF) is positive and significant effect on the regional financial performance of Aceh Province. The Special Allocation Fund(SAF) is positive and significant effect on the regional financial performance of Aceh Province. Revenue Sharing Fund(RSF) has a positivee and significant effect on the regional financial performance of Aceh Province. Capital Expendituree(CE) has a negative and significant efect on the regional financial performancee of Aceh Province. GAF,SAF,RSF and Capital Expenditures simultaneously have a positive and insignificant effect on the regional financial performance of Aceh Province.ABSTRAKSetiap daerah memiliki Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) dan Belanja Modal yang berbeda-beda yang berpengaruh pada kinerja keuangan daerah yang berbeda juga, hal ini berakibat pada perkembangan pembangunan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Tujuan dalam penelitian  ini  adalah untuk menganalisis pengaruh DAU, DAK DBH, dan  Belanja  Modal secara parsial dan simultan terhadap Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Aceh. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Aceh. Desain penelitian adalah kuantitatif studi dengan menggunakan data sekunder arsip 2017-2021 (data DAU, DAK, DBH, dan Belanja Modal serta Kinerja Keuangan Daerah) dari perpustakaan Badan Pusat Statistik(BPS) Pemerintah Kabupaten/Kota Provinsi Aceh. Metode Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi  berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Alokasi Umum(DAU) memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Provinsi Aceh. Dana Alokasi Khusus(DAK) memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Provinsi Aceh. Dana Bagi Hasil(DBH) memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Provinsi Aceh. Belanja Modal(BM) memiliki pengaruh negatif serta signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Provinsi Aceh. DAU, DAK, DBH serta Belanja Modal secara simultan memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan daerah Provinsi Aceh.
PENYELESAIAN KONFLIK INTERNAL PARTAI DEMOKRAT TAHUN 2021 DENGAN CARA NON LIGITASI Fachri Rahmad Aulia
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 1 (2023): April 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i1.4947

Abstract

ABSTRACTPolitical parties are one of the main pillars of a country that adheres to a democratic system. Therefore, political parties are required to always apply the principles of democracy in every agenda. When there is an internal conflict within the party, the political party should resolve the conflict using a democratic settlement method. The researcher will discuss the description of the resolution of the Democrat Party's internal dualism conflict that occurred between the Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) camp and the Moeldoko camp. This study uses qualitative methods with data collection techniques based on literature studies. The theory used in analyzing the conflict resolution of the Democratic Party is through a non-litigation approach in the form of arbitration, mediation, negotiation, conciliation and asking for expert assistance. The results of this study indicate that the resolution of the Democratic Party's internal conflict can be done by: First, through arbitration, the AHY Democrats and Moeldoko's camps filed a registration request for arbitration to the Secretariat of the Arbitration Institution. Second, through negotiations, the AHY Democratic Party and Moeldoko's camps opened a dialogue to discuss the conflict and jointly seek solutions to the problems. Third, through mediation, in resolving the dualism conflict of the Democratic Party, the mediator needed is a professional who is neutral. Fourth, through conciliation, choose a conciliator who has good knowledge regarding the issue of political party conflicts. Finally, by asking for expert assistance, experts will conduct an investigation based on comprehensive considerations.ABSTRAKPartai politik merupakan pilar utama dari negara yang menganut sistem demokrasi. Maka karena itu partai politik dituntut untuk selalu menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dalam setiap agendanya. Pada saat terjadinya konflik internal di dalam partai, partai politik seharusnya menyelesaikan konflik dengan menggunakan cara penyelesaian yang demokratis. Peneliti akan membahas gambaran penyelesaian konflik internal dualisme Partai Demokrat yang terjadi antara Kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Kubu Moeldoko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi literatur. Teori yang digunakan dalam menganalisis penyelesaian konflik Partai Demokrat ini melalui pendekatan non-ligitasi berupa arbitse, mediasi, negosiasi, konsiliasi dan meminta bantuan ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan penyelesainan konflik internal Partai Demokrat dapat dilakukan dengan cara: Pertama melalui abitrase, Kubu Demokrat AHY dan Kubu Moeldoko mengajukan pendaftaran untuk memohon arbitrase kepada Sekretariat Lembaga Arbitrase. Kedua melalui negosiasi, Kubu Partai Demokrat AHY dan Kubu Moeldoko membuka dialog untuk membicarakan perihal konflik dan bersama mencari solusi dari permasalahannya. Ketiga melalui mediasi, dalam menyelesaikan konflik dualisme Partai Demokrat mediator yang dibutuhkan adalah seseorang profesional bersikap netral. Keempat melalui konsiliasi, memilih seorang konsiliator yang mempunyai pengetahuan mumpuni terkait persoalan konflik partai politik. Terakhir dengan meminta bantuan ahli, nantinya para ahli akan melakukan penyelidikan berdasarkan pertimbangan komprehensif.
KOMUNIKASI POLITIK DAN CITRA PARTAI (STUDI PADA PARTAI GELOMBANG RAKYAT INDONESIA KABUPATEN SUMBAWA) Joni Firmansyah; Aldi Apriansyah; Ninis Tri Leriska
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 1 (2023): April 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i1.5050

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the political communication and political image conducted by Partai Gelora Kabupaten Sumbawa as a new party ahead of the 2024 Election. The research method used in this study is a literature review and in-depth interviews with several related sources. The data analysis method uses data triangulation techniques which are the data collection stage, the data reduction stage, and the data presentation stage to draw conclusions. The results show that Partai Gelora Kabupaten Sumbawa strives to show its identity and distinctiveness from its previous identity. Partai Gelora uses mass media, leadership figures, and party officials in an effort to build its political image. The findings of this study indicate that Partai Gelora Kabupaten Sumbawa prioritizes social media campaigns as a means of building its political image. Through this means, Partai Gelora understands that as a new party, identity and image are important in attracting public interest and introducing the party widely.ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi politik dan citra politik yang dilakukan oleh Partai Gelora Kabupaten Sumbawa sebagai partai baru menjelang Pemilu 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara mendalam dengan beberapa narasumber terkait. Metode analisis data menggunakan teknik triangulasi data yang tahap koleksi data, tahap reduksi data dan tahap penyajian data untuk ditarik menjadi kesimpulan. Data-data yang disajikan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan peneliti dalam menganalisis masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Gelora Kabupaten Sumbawa berupaya menunjukkan identitas dan jati dirinya yang berbeda dari identitas sebelumnya. Partai Gelora menggunakan media massa dan ketokohan serta figuritas dari pengurus partainya sebagai upaya membangun citra politiknya. Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Partai Gelora Kabupaten Sumbawa mengutamakan kampanye media sosial sebagai sarana membangun citra politiknya. Melalui sarana tersebut, Partai Gelora memahami sebagai partai baru, identitas dan citra menjadi penting untuk menarik minat publik dan memperkenalkan partai secara luas.
PENANGANAN STUNTING DALAM BUDAYA PATRIARKI: ANALISIS GENDER PROGRAM GEROBAK CINTA DI KABUPATEN FLORES TIMUR Yasinta Y. Palan Peten; Yosef Dionisius Lamawuran; Paulus Adrianus K.L Ratumakin
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i2.5618

Abstract

ABSTRACT This study specifically analyzes stunting prevention in East Flores Regency within a patriarchal culture. It aims to explain the challenges and impacts of the patriarchal culture of the Lamaholot community in Adonara on the success of the Gerobak Cinta program. Through a qualitative method, researchers conducted data collection using interview techniques. Data collection from secondary data. The collected data was analyzed using Moser's gender analysis framework to uncover women's roles and power relations that contribute to the program's achievements. The results show that the Gerobak Cinta policy design is still at the level of practical gender needs. This program has not maximally encouraged strategic gender needs related to awareness of power relations and also balanced roles between men and women in parenting, eating patterns and also the context of the cultural environment. Men are still considered as breadwinners and are not much involved in health activities, especially reducing stunting. Men still determine access and control over nutritious food sources for the family. Women are often presented as objects of the program so that they increase their double burden in the domestic and public spheres. Women's target groups have also not been seen to play a role in the Situation Analysis, even though they themselves need to convey what their problems are so that the intervention is really specific. Therefore, gender analysis is needed in every empowerment and development process carried out by the government, including Gerobak Cinta. ABSTRAK Studi ini secara spesifik menganalisis penanggulangan stunting di Kabupaten Flores Timur dalam budaya patriarki. Tujuannya untuk menjelaskan tantangan dan dampak budaya patriarki masyarakat Lamaholot, Adonara terhadap keberhasilan program Gerobak Cinta. Melalui metode kualitatif, peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Pengumpulan data dari data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan kerangka analisis gender Moser untuk menyingkap peran perempuan dan relasi kuasa yang berkontribusi pada capaian program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kebijakan Gerobak Cinta masih berada pada tataran kebutuhan gender praktis. Program ini belum mendorong secara maksimal kebutuhan gender strategis terkait penyadaran akan relasi kuasa dan juga peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan dalam pola asuh, pola makan dan juga konteks lingkungan budaya. Laki-laki masih dianggap sebagai pihak pencari nafkah dan tidak banyak terlibat dalam kegiatan kesehatan terutama penurunan stunting. Laki-laki masih menjadi penentu akses dan kontrol terhadap sumber makanan bergizi bagi keluarga. Perempuan sering hadir sebagai objek program sehingga mereka menambah beban ganda mereka dalam ranah domestik dan publik. Kelompok sasaran perempuan juga belum nampak terlihat berperan dalam Analisis Situasi, padahal mereka sendiri perlu menyampaikan apa yang menjadi permasalahannya sehingga intervensinya benar-benar spesifik. Karena itu butuh analisis gender dalam setiap proses pemberdayaan dan pembangunan yang dilakukan pemerintah termasuk Gerobak Cinta.
POLITIK DAN KEMANUSIAAN: RELASI TUMPANG TINDIH DALAM PENANGANAN PENGUNGSI DI INDONESIA Finahliyah Hasan
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i2.5135

Abstract

ABSTRACT In a complex humanitarian crisis, where humanitarian assistance not only relies on humanitarian organizations but requires the involvement of the state, humanitarian practices can no longer refer to the basic principles of humanity which are considered apolitical. This article aims to show the overlapping relationship between political interests and humanitarian practices in the context of refugee crises in the non-signatory state of the global refugee regime. A qualitative approach is used as a method to provide interpretation of the data found where the main focus is on primary data and journal articles. It is expected that this article will provide a comprehensive picture of how political interests are associated with the effort of refugees protection during transit in non-signatory of refugee convention such as Indonesia. Although it is not obliged to accept refugees as a consequence of not having ratified the 1951 refugee convention and 1967 protocol, Indonesia is trying to adapt its domestic policies to various political considerations without ignoring the humanitarian aspect. However, in practice, Indonesian refugee handling is problematic because it is based not only on humanitarian concerns but also on the calculation of costs and benefits and the refugee framing. ABSTRAK Dalam krisis kemanusiaan yang kompleks, dimana asistensi kemanusiaan tidak lagi hanya mengandalkan organisasi-organisasi kemanusiaan tetapi memerlukan pelibatan negara, maka praktek kemanusiaan tidak lagi dapat mengacu pada prinsip dasar kemanusiaan yang diklaim apolitis. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan relasi tumpang tindih antara kepentingan politik dan praktek kemanusiaan dalam konteks krisis pengungsi di negara yang tidak menjadi bagian dari rezim pengungsi global. Pendekatan kualitatif digunakan sebagai metode untuk memberikan interpretasi atas data-data yang ditemukan dimana acuan utama fokus pada data primer serta artikel jurnal. Riset ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara komprehensif bagaimana kepentingan politik berasosiasi dengan upaya perlindungan pengungsi selama transit di negara yang tidak meratifikasi konvensi pengungsi seperti Indonesia. Walaupun tidak memiliki kewajiban untuk menerima pengungsi sebagai konsekuensi belum meratifikasi konvensi pengungsi 1951 dan protokol 1967, Indonesia berupaya menyesuaikan kebijakan domestiknya dengan beragam pertimbangan politik tanpa mengindahkan aspek kemanusiaan. Namun pada prakteknya, penanganan pengungsi di Indonesia menjadi problematik dikarenakan bukan hanya kalkulasi cost and benefit tetapi framing terkait pengungsi itu sendiri.
EFEKTIVITAS E-WARONG PKH BERKAH HARPAN KECAMATAN MARPOYAN DAMAI DALAM PENYALURAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) Abdiana Ilosa; Saipul Alsukri; Nurrahmi Hayani; Darni Darni
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i2.5021

Abstract

ABSTRACT The Non-Cash Food Assistance Program (BPNT) is food assistance as a form of effort from the government to improve welfare and food and provide protection for poor families through food distribution which is expected to reach poor families, each family receives assistance of Rp. 110,000 Then these funds are channeled through the Electronic Warung Gotong Royong Besama Business Group. The purpose of this study was to determine how the effectiveness of e -warong pkh blessing harpan sub-district marpoyan damai in distributing non-cash food assistance (bpnt) and obstacles in distributing BPNT. This research is qualitative with descriptive methods with research informants using the key informant method. the indicators used by the author are program target accuracy, program socialization, program objectives and program monitoring. After the researcher conducted a field study, namely interviews and the results were analyzed then conclusions were drawn and the results of the study stated that the distribution of BNPT through e-Warong was not effective because the Beneficiary Family (KPM) was not right on target, then there was still a lack of socialization both to e-Warong officers and KPM, the program objectives were good but because the process was less effective it resulted in the objectives of the BNPT program being less implemented but behind all this the problem of supervision was running well and routinely carried out. The obstacles are data that is not in sync between the central government and the regions, and the lack of socialization that complicates the distribution process. ABSTRAK Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan bantuan pangan sebagai bentuk upaya dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pangan dan memberikan perlindungan bagi keluarga miskin melalui pendistribusian pangan yang diharapkan mampu menjangkau keluarga miskin, masing - masing keluarga menerima bantuan Rp. 110.000Kemudian dana ini disalurkan melalui Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Besama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas e -warong pkh berkah harpan kecamatan marpoyan damai dalam penyaluran bantuan pangan non tunai (bpnt) dan hambatan dalam penyatluran BPNT. Peneltian ini Kualitatif dengan metode deskriptif dengan informan penelitian memakai metode key informan. indicator yang digunakan oleh penulis adalah Ketepatan sasaran program, Sosialisasi program, Tujuan program dan Pemantauan program. Setelah peneliti malakukan study lapangan yatu wawancara dan hasilnya di analisa kemudia ditarik kesimpulan dan Hasil penelitian menyatakan penyaluran BNPT melalui e-Warong belum efektif karena Keluarga Penerima manfaat (KPM) blum tepat sasaran, kemudian masih kurangnya sosialisasi baik itu kepada petugas e-Warong dan juga KPM, malalah tujuan program sudah bagus tetapi karena prosesnya yang kurang efektif mengakibatkan tujuan dari program BNPT kurang terlaksana tetapi dibalik ini semua masalah pengawasan sudah berjalan dengan baik dan rutin dilaksanakan. Untuk hambatan terdapat pada data yang tdak singkron antara pusat dan daerah kemudian karena kurangnya sosialisasi jadi mempersuit proses penyaluran.
THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN GOVERNANCE THROUGH ONLINE MEDIA EVALUATION Suswanta Suswanta; Linayati Lestari; Wiyono Wiyono; Utami Nur
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i2.5511

Abstract

As a result of the high value of destructive perceptions of Indonesian government services and the high value of perceptions of corruption in Indonesia, the purpose of this study was to analyse artificial intelligence in Indonesian government governance with the last four-year edition, namely 2018-2022. The research data source reviewed 57 news stories from Indonesian online media. This research data analysis uses the Qualitative Data Software Analysis approach with the NVivo 12 Plus tool and the NCapture feature. The results of the data analysis show that artificial intelligence in Indonesia is seen from four aspects: accountability, transparency, the rule of law, and participation. The results showed that reform and bureaucratic reform from the accountability aspect had the highest percentage, namely 54.55%. Human development and culture from the aspect of participation has a percentage of 33.33%. Ministry of communication and informatics, from law supremacy, has a percentage of 53.85%, and the ministry of health, from the aspect of transparency, has a 21.74%. This study’s findings represent that artificial intelligence systems have efficient and environmentally friendly selling points. However, this research sees that the artificial intelligence system is fundamental and has not been optimised by Indonesian government agencies’ entire scope of work. Even so, it can be seen that the Indonesian government continues to strive for artificial intelligence in the scope of government work so that it is used continuously until people’s satisfaction with the performance of the government system is achieved.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENDORONG PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA WISATA (Studi Kasus pada Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung) Rismayanti Tohir; Hanny Purnamasari; Indra Aditya
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i2.5242

Abstract

ABSTRACT The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Tourism Villages plays a crucial role in improving the welfare of the local community. The Village Government holds a significant role in promoting the development of MSMEs in Tourism Villages. This research aims to analyze the role of the village government in promoting the development of MSMEs in Lebakmuncang Tourism Village, Ciwidey District, Bandung Regency, using the theoretical framework of government roles according to Siagian (2009). This study employs a qualitative descriptive method with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and document analysis. Data analysis is conducted using an interactive, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The research findings indicate that the village government's efforts in developing MSMEs in Lebakmuncang Tourism Village have been fairly successful. This is evidenced by the ongoing activities and the participation in programs organized by relevant government departments, such as the Cooperative and SME Agency of Bandung Regency. These programs include facilitating collaboration, providing training and mentoring, facilitating funding, and supporting product marketing. However, there are still challenges in promoting MSME development in Lebakmuncang Tourism Village, such as low tourist visits and difficulties in product marketing. Therefore, the Lebakmuncang village government needs to make efforts to enhance the skills and knowledge of the community in managing MSMEs and expanding market access for MSME products. It is hoped that the results of this research can provide valuable insights for the village government in promoting MSME development in Lebakmuncang Tourism Village. ABSTRAK Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pemerintah Desa memegang peran yang sangat penting dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung dengan menggunakan dasar teori peran Pemerintahan menurut Siagian (2009). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi untuk teknik analisis data menggunakan model interaktif terdiri dari reduksi data, display data atau penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa dalam pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang sudah berjalan cukup baik, hal ini dibuktikan dengan sudah berjalannya kegiatan serta mengikutsertakan program-program yang diadakan oleh Dinas-dinas terkait seperti salah satunya Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung untuk memberikan fasilitasi kerjasama, fasilitasi pelatihan dan pendampingan, fasilitasi permodalan, dan fasilitasi pemasaran produk. Namun, masih terdapat kendala dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang, seperti minimnya kunjungan wisatawan serta sulitnya dalam pemasaran produk. Oleh karena itu, pemerintah desa Lebakmuncang perlu melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan UMKM serta memperluas akses pasar untuk produk UMKM yang dihasilkan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemerintah desa dalam mendorong pengembangan UMKM di Desa Wisata Lebakmuncang.
EVALUASI KETAHANAN KELUARGA YANG RESPONSIF GENDER DAN ANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA TANJUNGPINANG Sri Ambar Rinah; Fitri Dewi Wulandari; Diah Siti Utari
JURNAL TRIAS POLITIKA Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023, Jurnal Trias Politika
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jtp.v7i2.5556

Abstract

ABSTRACT Family resilience is the foundation of a nation's resilience. However, during the Covid-19 pandemic, various problems of gender inequality often occur and weaken family resilience. The purpose of this study was to evaluate the resilience of gender-responsive families and children during the Covid-19 pandemic in Tanjungpinang City, which is part of the Gender Mainstreaming policy, focuses on process evaluation and product evaluation. This research method is descriptive qualitative type. The data collection techniques used were unstructured observation, in-depth interviews, documentation studies, visual material methods, and online data tracking methods. The subjects of this study were the people of East Tanjungpinang sub-district, UPTD PPA, DP3APM, PUSPAGA, Children's Forum, PATBM. The sampling technique used is purposive sampling. Data analysis was performed using the Manual Data Analysis Procedure. The results of the study show that the resilience of gender-responsive families and children during the Covid-19 pandemic in Tanjungpinang City is still experiencing weakness, especially in the basic aspects of family structure, family economy, gender partnership, so that it has an impact on the occurrence of violence against women and children. To overcome this, DP3APM made efforts to handle and prevent it through the role of UPTD PPA, PATBM, Children's Forum, PUSPAGA, and women's economic empowerment through MSME assistance. The impact of this gender mainstreaming policy is that it opens up more access for the community to report acts of violence that occur in their environment, and the community receives education and counseling to increase family resilience. ABSTRAK Ketahanan keluarga merupakan pondasi ketahanan suatu bangsa. Namun, dimasa pandemi covid-19, berbagai problematika ketidakadilan gender kerap terjadi dan melemahkan ketahanan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ketahanan keluarga yang responsif gender dan anak pada masa pandemi covid-19 di Kota Tanjungpinang yang merupakan bagian kebijakan Pengarustamaan Gender, yang difokuskan pada evaluasi proses dan evaluasi produk. Metode penelitian ini adalah kualitatif berjenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi tidak berstruktur, wawancara mendalam, studi dokumentasi, metode bahan visual, dan metode penelusuran data online. Subjek penelitian ini yaitu masyarakat kecamatan Tanjungpinang Timur, UPTD PPA, DP3APM, PUSPAGA, Forum Anak, PATBM. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Manual Data Analysis Prosedur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga yang responsif gender dan anak pada masa pandemi covid-19 di Kota Tanjungpinang masih mengalami pelemahan, khususnya pada aspek landasan struktur keluarga, ekonomi keluarga, kemitraan gender, sehingga berdampak pada terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak. Untuk mengatasinya, DP3APM melakukan upaya penanganan dan pencegahan melalui peran UPTD PPA, PATBM, Forum Anak, PUSPAGA, dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pendampingan UMKM. Dampak dari kebijakan pengarustamaan gender tersebut adalah semakin terbukanya akses bagi masyarakat untuk melaporkan adanya tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungannya, dan masyarakat mendapatkan edukasi, dan konseling untuk meningkatkan ketahanan keluarganya.