cover
Contact Name
Busro
Contact Email
busro@uinsgd.ac.id
Phone
+628986143832
Journal Mail Official
hanifiya@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Gedung Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan Cimencrang, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : 20898835     EISSN : 27222772     DOI : 10.15575/hanifiya
Core Subject : Religion,
The journal aims to explore religious studies and cross-culture, especially in Indonesia. This journal can relate to Religion and Gender, Religion and Radicalism, Religion and Economic, Religion and Social Conflict, Religion and Tourism, Indigenous Religion, World Religion, etc, and using Religious Studies method.
Articles 221 Documents
Examining Kyai Soleh Darat View of the Concept of Fasting in Tafsr Faiḍ Al-Raḥmān Fī Tarjamāt Tafsīr Kalām Al-Mālik Al-Dayyān Fikri Ys, Irsyad Al
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i1.15851

Abstract

This study aims to examine the orientation of the Nusantara interpretation written by Kyai Soleh Darat with a focus on the problem, namely the concept of fasting in Tafsr Faiḍ Al-Raḥmān. Kyai Saleh Darat's tendency towards the field of Sufism, the author observes that the interpretation method used by Kyai Salih Darat tends to be esoteric (isyari') this is what makes the interpretation of fasting according to Kyai Soleh Darat different from some other mufassir's. The data collection technique in this article uses library research techniques with descriptive-analytical methods applied. The results of this article research found that the Kyai's Sufistic interpretation. Salih Darat in the meaning of his isyari, especially in the context of fasting, is very strongly colored by al-Ghazālī's thoughts in the book Iḥyā' 'Ulūm ad-Dn. Kyai Saleh Darat said that the essence of fasting is hunger.
Peran ICMI Masa Kepemimpinan BJ Habibie (1990-2000) dalam Pembangunan Nasional Nurjaman, Ilham Muhamad; Samsudin, Samsudin; Sulasman, Sulasman
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i1.15925

Abstract

ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia) merupakan sebuah wadah para cendekiawan muslim yang lahir pada masa pemerintahan Orde baru. Lahirnya ICMI kala itu, membawa wajah baru Orde Baru, yang semula jauh dari umat muslim, kemudian terjadi proses Islamisasi oleh ICMI. Selain itu, Orde Baru yang dikenal dengan militarisme mulai terjalin harmonisasi dengan masyarakat sipil, yaitu umat Islam. Visi yang dibangun oleh ICMI adalah menguatkan Iman dan Takwa (IMTAK) dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Metode penulisan artikel ini menggunakan metode penulisan sejarah dengan proses pengumpulan data heuristik dan analisis data melalui kritik, interpretasi, dan historiografi. Adapun teori yang digunakan dalam penulisan ini adalah teori gerakan sosial aktivisme Islam Quintan Wicktorowich. Kajian ini menemukan bahwa pada era kepemimpinan Habibie, pengaruh ICMI sangat besar perannya pada bidang pendidikan dan ekonomi. Kala itu, ICMI mampu membangun lembaga ekonomi yaitu Bank Muamalat Indonesia dan Baitul Mal wa Tamwil. Hadirnya lembaga eknomi tersebut, mampu membawa masyarakat pulih dari krisis moneter saat itu. Pada masa kepemimpinan BJ Habibie, ICMI berada pada masa keemasan. Selain ditunjang dengan tokoh-tokoh yang berhimpun di ICMI, anggota-anggota organisasi yang berada di bawah kepemimpinan Habibie ini, mampu menempati kursi-kursi birokrasi. Maka dari itu, penelitian ini secara spesifik akan membahas pola gerakan ICMI pada masa kepemimpinan Habibie.
Peran Spiritualitas Agama Kristiani Katolik dalam Gerakan Koperasi Perekat Credit Union Bandung Sugiarto, Bernardus Ario Tejo; Wibisono, M. Yusuf; Rahman, Mohammad Taufiq
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i1.16112

Abstract

Ajaran suatu agama pada umumnya mengarahkan jemaat pada suatu pencapaian akan kehidupan abadi. Namun, persoalan dalam penelitian ini adalah apakah jemaat beragama perlu terlibat membenahi persoalan-persoalan kesejahteraan sosial-ekonomi yang dihadapi oleh manusia di dunia fana dan apakah keterlibatan jemaat tersebut menjadi bagian dari spiritualitas yang dihayati di dalam agama. Peneliti menjawabi persoalan ini dengan menggali spiritualitas Kristiani yang menjadi dasar dari gerakan koperasi Perekat (Persaudaraan Katedral) Credit Union di Bandung. Gerakan koperasi Perekat Credit Union merupakan gerakan jemaat Gereja Katolik di bidang sosial-ekonomi untuk membantu meningkatkan kesejahteraan hidup semua orang yang tergabung di dalamnya sebagai anggota. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan secara kritis bagaimana spiritualitas Kristiani dapat mendasari gerakan koperasi Perekat Credit Union dan bagaimana spiritualitas Kristiani dapat menyentuh persoalan universal kemanusiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan menggunakan e-kuesioner yang disebarkan kepada anggota Perekat Credit Union via media sosial sebagai alat untuk mengumpulkan data. Semua data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan perspektif Ajaran Sosial Gereja Katolik. Temuan utama adalah spiritualitas Kristiani menjiwai seluruh sistem pengelolaan dalam gerakan koperasi Perekat Credit Union sebagai bentuk keterlibatan iman dalam kehidupan sosial-ekonomi. Demikianlah, dalam spiritualitas Kristiani solidaritas Allah kepada manusia membawa konsekuensi solidaritas manusia kepada sesamanya yang diwujudkan dalam keterlibatan di bidang sosial-ekonomi.
Komunitas Samin: Agama Adam dan Ajarannya Rosyid, Moh.
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i2.16620

Abstract

Artikel ini mendedahkan agama Adam bagi komunitas Samin di Kudus Jawa Tengah. Tujuan terpublikasikannya agama Adam agar tidak lagi distigma publik pada warga Samin sebagai ateis, pembangkang, kolot, dsb karena publik memahami ajaran agama Adam sehingga terwujud toleransi. Data diperoleh dengan observasi, wawancara, dan mengkaji referensi. Hasil riset, Adam bagi warga Samin sebagai makhluk Tuhan (Yai) terlahir pertama di dunia agar ada kehidupan di alam raya. Agama Adam ajarannya yakni doa, semedi, berpuasa, dan berperilaku baik. Bersemedi tempatnya di rumahnya (sanggar pamujan), yang terbaik untuk berdoa pada tengah malam (tengah latri). Ajarannya diwariskan secara regenerasi dengan bahasa tutur. Kepatuhan atau ketidakpatuhan diri warga Samin atas ajaran agama Adam tergantung kualitas diri. Pemerintah mengategorikan agama Adam sebagai penghayat kepercayaan.
Respecting Adherents of Other Religions: Common Words in Ashoka Vedic and Islamic Teaching Yahya, Yuangga Kurnia; Rachmawati, Fadhillah; Riezma, Ihda
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.16841

Abstract

Truth claims between adherents of religion often make it a basis for disrespecting other faiths and not giving their rights somewhat, as the example conflict in Tanjung Balai, North Sumatra on 2016, Sri Lanka in 2018, and Rohingya. This article highlights the common word between Buddhism and Islam in respecting adherents of other religions by taking the object of the Ashoka Inscription in Buddha and the verses of the al-Qur’an and Sunnah, which discuss the rights of followers of other religions. This study uses the ‘Kalimatun Sawa’ theory (a common word). This research shows that Ashoka's life history shows the application of Buddhism in social life, including in respecting adherents of other religions as they respect their religion. Islam teaches that insulting adherents of other religions is a form of insulting Allah. These religious teachings place the same respect for followers of other religions as respecting their religions. This concept is the basis for dialogue between the two religions and is a meeting point for building peace between religious communities.
An Analysis of Repetition Style in the Qur'an According to Al-Tabari's Commentary Laelani, Lilih; Komarudin, Edi
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i2.17795

Abstract

Repetition (al-Tikrar) is one of the language styles used in the Qur'an. Currently, many hufadz of the Qur'an start memorizing from surah 30. The problem is that as a Muslim, he must increase his interaction with the Qur'an from reading, memorizing, understanding and practicing it. The purpose of this research is to know and understand the meaning of repetition style in the Qur'an based on the theory of qawa'id at Tafsir by Uthman al Sabt, to identify and know the letters in chapter 30 which contains At Tikrar's rules, to understand the analysis of At Tikrar's rules. Researchers conducted this research through library research with a qualitative descriptive analysis research type. The researcher used the main source of the book Qawa'id at Tafsir, Jam'an wa Dirasatan by Khalid bin 'Utsman Al-Sabt. Secondary sources are the Al-Qur'an Juz 'Amma (juz 30) and the Book of Tafsir Jami' al Bayan 'an Ta'wil Ay al-Qur'an by Imam Al-Tabari. This study found that the language style of At Tikrar in Al Qur'an Juz 30 is found in 35 of the 37 surahs al mufashalat (short). In almost all surahs there are verses, sentences, or words that are repeated, either in pronunciation or editorial or repetition of meaning, except for two surahs that do not have repetition of meaning or lafazh, namely the 105th Surah Al-Fil and the 108th Surah Al-Kauthar.
Muhammad Sayyid Tantawi's Interpretation of the Verses of Riba Alamsyah, Maulana Yusuf; Al-Obaidi, Khaleel
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.17821

Abstract

The pattern of people's life has changed occasionally, encouraging people to follow this development, especially in matters related to mu’amalah. However, the problem here is that banking is synonymous with bank interest or rent, whereas most people in the community think that bank interest or rent is the same as usury. This paper is based on the results of a study that describes and classifies usury verses in the Qur’an, then analyzes them with the methodology used by Muhammad Sayyid Tantawi inTafsir al-Wasith, which was later linked to his fatwa regarding bank interest law. This study concluded that internal and external factors greatly influenced Tantawi's interpretation of bank interest in Islamic law, among which he used the opinions of modernist scholars such as Al-Alusy, Fazlur Rahman, etc. In addition, the pattern of interpretation of interpretation al-Wasith to the usury verse consists of four patterns consisting of sura al-Rum verse 39 explaining that transactions with usury will not develop and will even lose money. Surah al-Nisa' verses 160-161 demonstrate that their tyranny caused some of the painful sanctions Allah has ever bestowed upon the Jews as perpetrators of usury transactions.
Pemikiran Sayyid Qutb tentang Prinsip Solidaritas dalam Ekonomi Islam Rahman, Mohammad Taufiq
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 1 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v4i1.18003

Abstract

This study tries to identify and analyze Islamic thought dealing with the problems of empowering society. This study uses a conceptual analysis, i.e. investigating conceptions or meanings in a concept. By this method, it is found that Islam, represented by Sayyid Qutb, has its own answers to such aforementioned questions.To the problems of empowering society, Qutb states that Islam has no problem in any form of social and economic differences, for Islam has its own system to handle the problem. In Islamic society, all differences are nothing if they are backed by piety. To this, all should have an opportunity to gain the piety. Otherwise, the social system should help those who could not do spiritual things by way of –among others—zakat, charity, and the like.
Al-Ma'un Praxis Movement in Empowering Destitute Families by the Students Haq, Andri Moewashi Idharoel; Muhtadi, Asep Saeful; Kahmad, Dadang; AS, Enjang
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18019

Abstract

This research aims to analyze the Al-Maun Praxis movement as a new religion-based social movement in Indonesia, implicating its role and influence in educational institutions. The phenomenon of the Al-Ma'un praxis movement developed by Muhammadiyah universities has been studied scientifically by a sociological approach, especially the new social movement with its two theories; the theory of resource mobilization and identity-oriented theory. However, this research shows that those two theories can be used simultaneously by prioritizing the identity-oriented approach and then analyzing the resource mobilization theory. This research discusses the Muhammadiyah organization with the Al-Ma'un Praxis Movement Program at PTM as a model for a new religious-based social movement in Indonesia; in identity-oriented theory, Muhammadiyah as Movement Identity and Surat Al-Ma'un as Movement Theology, and Muhammadiyah as Movement Ideology. The more comprehensive areas in the idea of resource mobilization are: Islam and Mohammadness (Agama Islam dan Kemuhammadiyahan; AIK) as medium to mobilize Muhammadiyah resources, the capital of resource mobilization comes from Muhammadiyah residents at Muhammadiyah Universities, Mobilization of resources in the form of empowerment of charity and creativity based on Muhammadiyah philanthropy.
Tafsir ‘Aqa'idi dalam Kajian Baru Agustin, Kartini Fujiyanti; Rahman, Nida Al; Zulaiha, Eni
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18225

Abstract

Tulisan ini mencoba menelaah lebih lanjut mengenai tafsir ‘aqa>idi> dengan menjelaskan sejarah kemunculan corak ‘aqa>idi> dalam dunia tafsir al-Quran, batasan istilah pembahasannya, akseptabilitas para ulama serta contoh kitab-kitab tafsir bercorak ‘aqa>idi>. MetodeNyang digunakanndalam penelitiannini adalahndeskriptif analisisnberbasis penelitiannkepustakaan dengannpendekatan sejarah dan tafsir. Temuan dari penelitian ini bahwa Tafsir ‘Aqa>idi> merupakan salah satu nuansa penafsiran yang menggunakan teori-teori dan pendekatan Teologis. Sejarah kemunculan corak teologis ini bermula pada setelah terjadi perangnSiffin antarankelompok Alinbin Abi Thalibndengan Muawwiyahnbin AbunSufyan. Adapun batasan istilah tafsir ‘aqa>idi> mencakup pembahasan yang berkenaan dengan teologi ketuhanan dan politik kepemimpinan karena keduanya merupakan tema penting yang menyangkut ideologi sekte. Dalam  akseptabilitasnya, para ulama memberikan beberapa syarat yang dapat mengklasifikasikan tafsir ‘aqa>idi> dapat diterima ataukah tidak, diantara indikasi sebuah tafsir ‘aqa>idi> tidak dapat diterima adalah jika upaya penafsirannya terindikasi oleh hawa nafsu melegitimasi kelompoknya. Kitab-kitab tafsir bercorak ‘aqa>idi> dapat ditemukan dalam Tafsirnal-Kasysyaf karyanal-Zamakhsyarinyang bernuansanakidah Muktazilah, TafsirnMafatihnal-Ghaib karyanFakhruddinnAl-Razi yangnbermadzhab Asy’ariyyah serta Tafsir Al-Mizan yang ditulis oleh seorang tokoh Syiah, Husein Thabathaba’i.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 8 No. 2 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 8 No. 1 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 8, No 1 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 7 No. 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 1 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 7 No. 1 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 2 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 2 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 1 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 1 (2021) Vol 4, No 1 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 2 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 3, No 2 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 3, No 1 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 1 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 2, No 2 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 2 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 1 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 2, No 1 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 1, No 1 (2018): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 1 No. 1 (2018): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama More Issue