cover
Contact Name
Busro
Contact Email
busro@uinsgd.ac.id
Phone
+628986143832
Journal Mail Official
hanifiya@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Gedung Pasca Sarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan Cimencrang, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
ISSN : 20898835     EISSN : 27222772     DOI : 10.15575/hanifiya
Core Subject : Religion,
The journal aims to explore religious studies and cross-culture, especially in Indonesia. This journal can relate to Religion and Gender, Religion and Radicalism, Religion and Economic, Religion and Social Conflict, Religion and Tourism, Indigenous Religion, World Religion, etc, and using Religious Studies method.
Articles 221 Documents
The Effectiveness of Story Method in Mutalaah Lessons for Character Education Fuad, Ahmad; Yunus, Badruzzaman M.; Musthafa, Izzuddin; Nursobah, Asep
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.18255

Abstract

Character education is essential, especially for the younger generation. Successful character education can be seen in students’ daily behavior, in how they apply vertical relation to God and horizontal regard to His creatures. To perform an effective character education, various methods and learning media can make students more excited at character values in the learning materials. The story method, mutalaah within the al-Qira’ah al-Rashidah Book 1 by Abdul Fatah Shabri Bik and Ali Amir Bik, includes some stories that contain noble morality. This study showed that character education through the story method has several stages, (1) the preparation of the syllabus and lesson plan, (2) the learning activity that covers opening, teaching-learning process, and closing. The process of planting moral values is carried out when a teacher explains the content and text of the lesson. Meanwhile, a formal evaluation is done in the semester test, besides daily assessment of student’s behavior in pesantren; (3) the story method through the learning mutalaah is considered effective in the development of morals because instinctively students like stories and are encouraged and motivated to practice the moral values in the mutalaah stories; (4) some factors supporting character education through the story method include the support of pesantren and principal, teacher’s linear educational background, and availability of decent infrastructure. On the contrary, the inhibiting factors include students’ diverse educational backgrounds, less motivation to study Arabic vocabulary, and lack of learning media that supports the delivery of learning materials.
Kajian Historis Tafsir Falsafi Syam, Ishmatul Karimah; Alfathah, Suryana; Zulaiha, Eni; Ahmad, Khader
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.18321

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menelaah corak tafsir falsafi meliputi sejarah kemunculan tafsir falsafi, batasan tafsir falsafi, perdebatan ulama tentang tafsir falsafi, dan kitab-kitab tafsir yang bercorak falsafi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan sejarah dan tafsir. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Tafsir Falsafi adalah salah satu corak penafsiran yang menggunakan teori-teori dan pendekatan filsafat. Sejarah kemunculan corak falsafi ini bermula pada dinasti Abbasiyah dimana pada kekhalifahan Al-Manshur, banyak sekali buku-buku filsafat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sehingga menyebabkan masuknya kajian-kajian filsafat ke dalam dunia Islam terkhusus pada khazanah penafsiran Al-Quran. Adapun batasan dalam tafsir falsafi meliputi pembahasan-pembahasan seputar filsafat seperti wujud tuhan, sifat-sifat Allah, dan juga terkait ayat-ayat mutasyabihat. Corak tafsir falsafi tentunya menuai pro dan kontra, di antaranya yang menolak adalah karena corak falsafi menggunakan akal dan teori-teori filsafat yang bertentangan dengan ajaran dan aqidah Islam. Adapun yang mendukung adalah karena mereka menganggap ada titik temu antara filsafat dengan agama dan juga tafsir. Kitab-kitab yang bercorak falsafi di antaranya adalah kitab Fushus Al-Hikam karya Al-Farabi, Rasail Ibnu Sina, Rasail Ikhwan As-Shafa, Mafatih Al-Ghaib karya Fakhrudin Ar Razi dan Tafsir Al Mizan karya Thabathaba’i. Penelitian sederhana ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi para pengkaji Al-Quran dan tafsirnya.
Implementasi Metode Tafsir Tahlili terhadap Q.S Al-Mulk Ayat 1-5 tentang Keagungan Allah dalam Tafsir Al-Maraghi Syaripah, Ai; Permana, Asep Amar
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18322

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemunculan tafsir tahlili, dasar dan urgensinya, lagkah-langkah dalam penafsirannya, kelebihan dan kekurangannya, serta implementasinya pada surat al-Mulk ayat 1-5 tentang keagungan Allah swt dalam tafsir al-Maraghi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Adapun jenis penelitiannya adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tahlili. Hasil dari penelitian ini, ditemukan pokok bahasan bahwasannya tafsir tahlili tidak muncul secara tiba-tiba melainkan secara bertahap dan kemunculannya tafsir itu melalui empat periode. Mulai dari masa Nabi saw hingga pada masa peggabungan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tafsir. Metode tafsir tahlili memiliki dasar dan urgensi karena telah memberikan peran besar dalam menyumbang dan melestarikan khazanah intelektual Islam. Dalam penafsirannya, dengan menggunakan metode tafsir tahlili terdapat lagkah-langkah secara umum yang dilakukan para ahli tafsir yang dirangkum dalam tujuh point, diantaranya terdiri atas penjelasan ayat secara umum, penjelasan makna kata dan maksud syara’ yang terkandung dalam ayat yang bersangkutan, penjelasan berdasarkan asbabun nuzul, penjelasan munasabah ayat, penjelasan kata atau mufradat pada ayat berdasar sudut pandang bahasa Arabnya, penjelasan dari segi keindahan susunan kalimatnya, dan penjelasan ayat-ayat ahkam yakni dengan menjelaskan hukum fiqih. Penggunaan metode tafsir tahlili dalam menafsirkan al-qur’an, tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Salah satunya dengan ruang lingkup yang luas, maka akan memberikan kebebasan pada para mufassir dan menampung banyaknya gagasan dan ide baru yang dapat dikembangkan. Akan tetapi disamping itu juga akan memungkinkan menjadikannya petunjuk al-qur’an itu parsial, karena banyaknya perbedaan dalam penafsiran.
Tafsir Ijmali pada Q.S Al-Fatihah dalam Tafsir Al-Jalalain Ghoni, Abdul; Fauji, Hari
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18324

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana kemunculan tafsir ijmali, dasar dan urgensi, langkah-langkah, kelebihan dan kekurangannya, serta metode penerapannya pada surat al-fatihah dalam tafsir al-Jalalain. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis yaitu dimulai dengan mengumpulkan data, menganalisis data, dan menginterprestasikannya. Dan didukung dengan data-data primer dan sekunder melalui pendekatan tafsir ijmali. Hasil risetnya yaitu ditemukan pokok pembahasan bahwa pada zaman Nabi kondisi menafsirkan Alquran hanya sebatas penafsiran dari Nabi dan belum ada istilah tafsir ijmali saat itu, namun penafsiran beliau implementasinya seperti tafsir ijmali. Kemunculan istilah tafsir ijmali tidak secara langsung ada, tetapi bertahap yaitu lahir dan berkembangnya tafsir menjadi ilmu tersendiri yang terpisah dari hadis, seiring mengikuti kemajuan ilmu pada masa akhir bani umayyah dan awal bani abbasiyyah. Dasar dan urgensi tafsir ijmali memeberikan kontribusi yang mendasar bagi mufassir awal dalam mengkaji tafsir-tafsir Alquran. Dalam penafsirannya, tafsir ijmali memiliki langkah-langkah umum yang termuat dalam bahasa ringkasnya menjadi tiga poin, diantaranya tafsir ijmali diterapkan berdasarkan urutan-urutan teks Alquran mengikuti ayat-ayat yang sesuai dengan pengaturannya, terkadang mengedepankan asbab al-Nuzul, dan mufassir mengklasifikasi maknanya secara umum sehingga menampakkan maksud dan tujuan pada ayat-ayat Alquran. Kemudian tentunya tafsir ijmali bukan satu-satunya tafsir yang sempurna, pasti dalam implementasinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihannya mempermudah tahap awal bagi mufassir pemula, dengan tampak sederhana, mudah, praktis dan cepat, serta pesan-pesan Alquran mudah ditangkap, di sisi lain kekurang tafsir ijmali terdapat pada sifatnya yang simplisitis sehingga analisisnya terlalu dangkal dan tidak komprehensif. 
Symbolism in Wafak Containing Al-Quran Roland Barthes's Semiotic Perspective Al-Banna, Muhammad Rif'at; Al-Fikri Ys, Irsyad
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i2.18591

Abstract

This article discusses research on symbolism in wafak containing the Koran in Muslim communities. Wafak has other derivations such as hizb, ruqyah, and amulet is the practice of prayer which is used as a means of endeavor for a servant to be more taqarrub to Allah SWT. The research method used is qualitative, with the type of research being library research. The results of this study are that the wafak of the Qur'an as a symbol of the form of a servant's endeavor to get closer to Allah SWT. In addition, wafak al-Quran can be justified in Islam by following several provisions, one of which is to believe that wafak cannot give any effect, but that can be realized only because of Allah's destiny alone and wafak is only one of the reasons.
Islamic Education System for Elderly Islamic Boarding School in Cikarang, West Java Chaedar, Muhammad Rusmin; Syah, Muhibbin; Ahmad, Nurwadjah
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18740

Abstract

Some of the elderly feel themselves as marginalized in social life, because of a decline in physical and mental abilities. So not a few who experience depression because of their weak faith. Therefore, intensive religious training is needed for them. One of the institutions for the religious development of the elderly is a boarding school which specifically fosters the elderly. This study aims to analyze the elderly education program at the Daarul Fikri Integrated Islamic Boarding School  , Cikarang Bekasi, West Java about the basic values of the elderly pesantren; The purpose of the pesantren for the elderly; Characteristics of elderly Islamic boarding school students; Elderly boarding school program; Elderly islamic boarding school materials; Elderly boarding school method; Impact and evaluation of learning on religious understanding of the elderly. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data collection technique uses observation, interview, and documentation techniques. Meanwhile, the analysis method goes through several stages, namely: data reduction, data presentation, and verification and drawing conclusions. The results of the study show: 1) The basic values of the elderly pesantren are support for the elderly to be able to live independently; 2) Islamic boarding schools for the elderly were established to accommodate the elderly who want to deepen their religious knowledge and seek inner peace; 3) Elderly students have special characteristics; 4) The elderly pesantren program is only held for one week for each generation; 5) The teaching materials in Islamic boarding schools for the elderly are the Qur'an, Islamic studies (Tawhid, Tafsir, Fiqh, akhlaq (islamic morality), tashihul worship, riyadloh / sports / natural meditation, worship guidance, dhikr, and morals. 6) The learning methods used in Islamic boarding schools for the elderly are discussions and lectures; 7) Elderly pesantren alumni feel an increase in religious insight and are diligent in establishing friendships. While the evaluation is focused on the implementation of the Islamic boarding school for the elderly.
Interfaith Marriage in the Perspectives of Indonesian Tafsir Ulama: Reviewing the Tafsir of Hamka, Quraish Shihab, and Musdah Mulia Mutaqin, Ayi Zaenal; Yunus, Badruzzaman M.; Qomaruzzaman, Bambang
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.18782

Abstract

The discourse on interfaith marriage is still a topic that is always discussed by Islamic thinkers today, along with the large number of Muslims in Indonesia who practice it. This paper will examine the tafsir of interfaith marriages from the perspective of Indonesian scholars of tafsir, namely Hamka, Quraish Shihab, and Musdah Mulia, including the socio-political driving factors of these scholars conclude the tafsir of interfaith marriages. This research is qualitative research using library data sources. The study results indicate differences in tafsir by these three commentators, where Hamka and Quraish Shihab generally conclude that interfaith marriages are prohibited. However, both of them also allow men to marry Ahli Kitab (Jews and Christians) on the grounds of an emergency or for the sake of Islamic da'wah. On the other hand, Musdah Mulia allowed interfaith marriages because there were no clear arguments for interfaith marriages. Musdah Mulia also reasoned that there is no concrete evidence that interfaith marriage is the cause of the breakdown of a family, where interfaith marriages also help keep family life in harmony. This difference in conclusions was driven by socio-political factors when the three ulama worked, especially in adjusting to the context of national political stability.
The Construction of Habib Rizieq Shihab's Political Islamic Thought in the Post-Reform Indonesian Context Hidayat, Dede; Truna, Dody S.; Rahman, Mohammad Taufiq; Muhyidin, Asep
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i1.19966

Abstract

This article describes a religious movement figure in post-Reformation Indonesia (1998), namely Habib Rizieq Shihab, who had a mass organization considered radical, namely the Islamic Defenders Front. This article answers the accusation that Shihab was anti-state politics, anti-Pancasila, anti-the Republic of Indonesia, and was intolerant of anyone different from the movement he had led. This study uses the content analysis method, namely analyzing the ideas in Shihab's writings and lectures to reveal his Islamic political ideology. This study found that Shihab's theology was Ashary and Shafiy Sunni with Alawiy Tareqat order. The Muslim Brotherhood influenced Shihab's thoughts and Al-Maududi's ideas, namely, aspiring to an Islamic state or formalizing religious constitutional law into a condition known as Islamic law. At the local level, Shihab was influenced by the local scholar M. Natsir. However, Shihab's political Islamic thought results gave distinctive features and differed from the existing typology. Shihab accepted Pancasila as the basis of the state. However, the "Shari'ated Indonesia" concept was a theistic concept perceived as implementing the Islamic caliphate vision and mission and the reincarnation of the 1945 Jakarta Charter Pancasila.
Hubungan Agama dan Magi dalam Fenomenologi Agama Azisi, Ali Mursyid; Mahfudz, Moch Qoyyum
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v5i2.20010

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang bagaimana agama dan magi dalam fenomenologi agama. Dalam praktiknya, keduanya merupakan hal yang berbeda satu sama lain, akan tetapi keduanya memiliki keterkaitan dengan adanya ketidakmampuan nalar manusia dalam menyelesaikan masalah dan mencari jalan praktis. Dengan menggunakan langkah library research dalam mengumpulkan, menganalisis, dan mengkritisi data-data, artikel ini menggunakan metode kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan agama dan magi dalam fenomenologi agama dari berbagai perspektif tokoh. Dengan begitu, hasil penelitian ini bisa menjadi salah satu rujukan akademisi dalam bidang terkait maupun masyarakat umum yang tertarik dengan kajian ini.
Narasi Konflik Antar Agama-Agama Besar Dunia Syah, Yoshy Hendra Hardiyan; Winarti, Rinni
Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama
Publisher : Program Studi Studi Agama-Agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hanifiya.v6i2.20722

Abstract

Artikel ini membahas tentang narasi-narasi konflik yang pernah terjadi antar agama-agama besar dunia. Narasi konflik adalah suatu kejadian yang menceritakan secara runtut terhadap permasalahan konflik diantara kedua belah pihak agama tertentu, guna dapat mempertahakan suatu ideologi, kekuasaan, keagamaan, dan mendapat sesuatu hal yang memuaskan dalam lingkup sosial-keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami, menyikapi, dan memberikan jalan keluar terhadap konflik-konflik apa saja yang pernah terjadi pada agama-agama besar dunia. Pada penelitian ini, bersumber pada kajian literatur yang berasal dari buku-buku, artikel ilmiah, dan artikel popular dan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah tinjauan pustaka (literature review) untuk menjelaskan secara deskriptif serta membahas konflik antar agama-agama besar dunia yang pernah terjadi. Artikel ini menawarkan konsep cinta. Dengan menempuh jalan cinta, manusia bisa menciptakan hidup yang harmonis, hidup yang damai tanpa ada perselisihan diantara pihak umat beragama lainnya. Sehingga dengan adanya keanekaragaman warna masyarakat, agama, ras, suku, dan kebudayaan hendaknya kita menyikapinya dengan bijak. Sikap toleransi dan saling menghormati antar sesama masyarakat harus dijunjung tinggi.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 8 No. 2 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 8 No. 1 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 8, No 1 (2025): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 7 No. 2 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 7, No 1 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 7 No. 1 (2024): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 2 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 6, No 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 6 No. 1 (2023): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 2 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 5, No 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 5 No. 1 (2022): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 2 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 2 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 1 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 4, No 1 (2021) Vol 4, No 1 (2021): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 2 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 3, No 2 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 3, No 1 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 1 (2020): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 2, No 2 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 2 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 2, No 1 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 1 (2019): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 1 No. 1 (2018): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama Vol 1, No 1 (2018): Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama More Issue