cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 16939158     EISSN : 28289250     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 131 Documents
Tingkat Layu Pentil pada Berbagai Jenis Klon Kakao Ridwan Ridwan; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao salah satu komunitas ekspor penting Indonesia yang akhir-akhir ini banyak mengalami masalah dalam system budidaya dan salah satunya layu pentil kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat layu pentil pada berbagai jenis klon kakao. Pelaksanaan penelitian pada bulan maret 2018 sampai bulan mei 2018 di Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisisr Utara Kabupaten Poso.  Penelitian Ini menggunakan Rancangan acak Kelompok denga 4 perlakuan.  Adapun Perlakuan dalam Penelitian Ini P1 (klon Kakao Lokal hijau) P2 (klon Kakako Lokal merah).P3 KM01 (klon kakao M01),P4 (klon Kakao 45)Hasil Penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis klon kakao berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pentil yang terbentuk, jumlah pentil yang layu, presentase pentil layu dan jumlah pentil yang menjadi buah. Rata-rata diameter pentil pada berbagai jenis klon kakao tidak berpengaruh nyata pada umur 3,5,7,9 dan 13, tetapi berpengaruh nyata pada umur 11 minggu.
Analisis Produksi dan Kualitas Pakan Ternak Kerbau di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Yunober Mberato; Panji Berkat Lakiu; Helmi Mongi
Agropet Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padang pengembalaan sebagai tempat tumbuh tanaman dan mempunyai potensi sebagai tempat tumbuh pakan ternak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran produksi dan kualitas pakan kerbau. Penelitian ini dilakukan di Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat padang penggembalaan semi alami, dimana padang tersebut masih terdapat rumput atau tanaman pakan alami akan tetapi sudah terdapat campur tangan manusia agar produksinya dapat ditingkatkan. Pada musim kering dengan produksi hijauan tiap 1m2 sebesar 249,26 gram maka diperoleh total produksi hijauan makanan ternak sebanyak 37,39 ton/ha. Adapun produksi rumput di padang penggembalaan Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada musim kering sebanyak 37,39 ton/150 ha/tahun. Untuk musim hujan terdapat 42,01 ton/150 ha/tahun. Untuk daya tampung padang penggembalaan Desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso pada musim kering adalah 3,78 unit ternak dan pada musim hujan adalah 6,37 unit ternak. Ketersediaan pakan hijauan ternak dipadang penggembalaan Desa Tokilo dapat memenuhi kebutuhan bahan keringnya sehingga ternak tidak kekurangan makanan ternak.
Kajian Penggunaan Pupuk Kandang Kambing pada Lahan Sawah Bukaan Baru terhadap Produksi Padi Sawah (Oryza Sativa L.) di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Ridwan Ridwan; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pertumbuhan dan hasil produksi terhadap tanaman padi sawah dengan menggunakan pupuk kandang kambing pada lahan sawah bukaan baru di Desa Lape kecamatan poso peisir Kab.Poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Yaitu dengan mengacak posisi tanaman berdasarkan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa Perlakuan pupuk kandang kambing pada lahan sawah bukaan Baru di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir, berpengaruh nyata terhadap bobot basah gabah dan produksi beras per petak padi sawah. Perlakuan pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton/hektar (P2) merupakan perlakuan terbaik dengan memberikan hasil 52.435 g/petak Padi sawah. Pada penelitian ini dapat diketahui perlakuan yang kurang berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan bahkan sampai pada perolehan hasil yaitu perlakuan (p0) atau tanpa pupuk, hal tersebut dikarenakan perlakuan (p0) menujukan tidak ada dosis pupuk yang diberikan.
Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kakao (Theobroma cacao L) di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso Febrianto Moa'e; Ita Mowidu; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 16, No 1 (2019): Volume 16 No 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian kesesuaian lahan bermanfaat untuk mengetahui potensi sumber daya lahan mendukung usahatani dan memprediksi penelitian yang bertujuan untuk menentukkan kelas kesesuaian lahan actual bagi kakao di Desa Korobono Kecamatan Pamona Tenggara. Penelitian deskriptif dilakukan dengan survei, deksipsi profil dan pengambilan sampel tanah yang di analisis sifat fisik dan kimianya dilaboratorium Ilmu Alamiah Dasar Universitas Sintuwu Maroso dan laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan wilayah Kodina termasuk tidak sesuai (N) dengan faktor pembatas kedalaman tanah, wilayah Menci sesuai marjinal (S3, rc, na) dengan faktor pembatas, tekstur agak kasar serta kadar N dan K sangat rendah, wilayah Korobono Kodi sesuai marjinal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas pH, N dan K sangat rendah. Wilayah Pewatua sesuai marginal (S3, nr, na) dengan faktor pembatas KB dan NPK sangat rendah. Wilayah Marige sesuai marginal (S3, rc, nr, na, lp) dengan faktor pembatas tekstur agak kasar, kedalaman tanah, KB, pH, NPK sangat rendah dan batuan dipermukaan. Wilayah Langgoe sesuai marginal (S3, nr, na, eh) dengan faktor pembatas KB, pH, P&K sangat rendah, kemiringan lereng serta batuan dipermukaan. Wilayah Marosapa sesuai marginal (S3, nr) dengan faktor pembatas KB. Faktor pembatas kedalaman tanah bersifat permanen (tidak dapat diubah) sehingga wilayah kodina tidak cocok ditanami kakao. Wilayah lain dapat ditanami kakao apabila faktor pembatas diperbaiki dengan pemberian bahan organik, pupuk, kapur (dolomit) atau pembuatas teras.
Pengaruh Pemberian Kompos Terhadap Pertumbuhan Rumput Setaria (Setaria Sphacelata) Eko Nurcahyo; Uti Nopriani; Yan Alpius Loliwu
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput Setaria merupakan tanaman yang mempunyai kualitas yang baik untuk hijauan pakan, hal ini dapat dilihat dari tingkat pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan rumput setaria (Setaria Sphacelata).   Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah A0 (tanpa pupuk kompos), A1 (7,5 gram/1kg tanah), A2 (10 gram/1kg tanah), A3 (12,5 gram/1kg tanah), dan A4 (15 gram/1kg tanah). Parameter yang diamati adalah panjang daun, lebar daun, jumlah daun, dan produksi berat segar tanaman rumput setaria (Setaria Sphacelata). Data yang diperoleh dianalisis dengan cara menggunakan metode analisis sidik ragam,apabila hasil analisis berbeda nyata maka diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan rumput setaria. Pemberian pupuk kompos tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan lebar daun rumput setaria. Pertumbuhan tanaman rumput setaria yang terbaik dihasilkan pada perlakuan A4 dengan dosis pupuk 15 gram/1kg tanah. 
Kualitas Spermatozoa Semen Beku Sapi Bali Pada Suhu Thawing Yang Berbeda Binangkari, Imelda R; Widnyana, Ngurah Putu; Loliwu, Yan Alpius
Agropet Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.538

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa semen beku sapi Bali pada suhu thawing yang berbeda. Yang dilakukan di laboratorium Universitas Sintuwu Maroso. Materi yang digunakan adalah semen beku sapi Bali yang berasal dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu suhu thawing 31°C, 34°C, 37°C dan 40°C dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Viabilitas dan abnormalitas spermatozoa diamati dengan metode pewarnaan eosin-negrosin. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis varians (Anava), jika ada pengaruh akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil pemeriksaan secara mikroskopis menunjukan bahwa rataan persentase motilitas tertinggi diperoleh pada perlakuan P1 (61,67%)dan terendah pada perlakuan P4 \ (35,00%). Rataan persentase hidup/viabilitas spermatozoa tertinggi pada perlakuan P3 (71,33%) dan terendah pada perlakuan P4 (59%), dan Rataan abnormalitas tertinggi pada perlakuan P4 (15,67%) dan terendah pada perlakuan P1 (7,67%). Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu thawing berpengaruh sangat nyata (P < 0,01)` terhadap kualitas spermatozoa semen beku sapi Bali. Kualitas sperma terbaik diperoleh pada perlakuan P1 (31°C), karena telah memenuhi syarat IB yaitu motilitas spermatozoa >40%, viabilitas spermatozoa >50%, abnormalitas spermatozoa <20%. 
PENGARUH PEMBERIAN DOLOMIT DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN HASIL DAN KUALITAS BAWANG MERAH LEMBAH PALU (Allium cepa L. Var Lembah Palu) Pangli, Marten; Tanari, Yulinda; Lestari, Anisa Eka Rizki
Agropet Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.644

Abstract

Bawang merah lokal Palu merupakan salah satu komoditas unggulan spesifik Sulawesi Tengah sehingga penting dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dolomit, pupuk kandang ayam dan kombinasi antara dolomit dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas bawang merah lembah Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 3 ulangan. Faktor 1 : dosis dolomit yaitu tanpa dolomit, 1 ton/ha, 1,5 ton/ha dan 2 ton/ha. Faktor 2 : dosis pupuk kandang ayam yaitu : 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aplikasi kombinasi antara dolomit dan pupuk kandang ayam berpengaruh nyata pada parameter jumlah dan bobot umbi  ABSTRACTLocal shallot of Palu is one of the best commodity and specific in Central Sulawesi that is important to plant. The objective of the research was to find out the effect of Dolomite, chicken manure and the combination of Dolomite and chicken manure on the growth, the yield and the quality of shallot of Palu Valley. The research used the Randomized Block Design in 3 repeated of factorial design. Factor I: Dosages of Dolomite were without Dolomite, 1 tons/ha. 1,5 tons/ha and 2 tons/ha. Factor II : Dosages of chicken manure were 10 tons/ha, 20 tons/ha, and 30 tons/ha. The finding of the research obtains that the application of dolomite and chicken manure combination affects significant on the measurement of plant heighn number and fresh weight of bulbs. 
PENGARUH JUMLAH RORAK TERHADAP PERKEMBANGAN BUAH KAKAO Dewi, Endang Sri; Mowidu, Ita; Nasution, Nadya Putri; ., Toyip
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.657

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan buah kakao sangat bergantung pada  berbagai faktor salah satunya adalah lingkungan perakaran. Lingkungan perakaran yang baik mampu menyediakan air dan nutrisi untuk proses fotosintesis dan juga secara langsung meningkatkan pertumbuhan buah, salah satu cara untuk memperbaiki kondisi perakaran tanaman kakao adalah dengan membuat rorak. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kakao rakyat di Desa Lape Kecamatan Poso pesisir Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan Juli 2022. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dimana terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Aplikasi rorak yang diterapkan adalah 0, 1, 2, dan 4 rorak pertanaman. Tiap unit perlakuan terdiri dari 1 tanaman. Hasil penelitian diketahui bahwa aplikasi rorak tidak memberikan pengaruh nyata pada morfologi pertumbuhan buah kakao pada parameter amatan Panjang tangkai buah kakao, Panjang buah kakao, diameter tangkai buah, diameter buah, serta pada komponen hasil jumlah biji, bobot buah segar, bobot kulit segar, bobot biji kering/buah, bobot biji basah/buah, bobot biji kering/pohon, bobot biji kering/100 biji, jumlah biji kering/100 g dan produksi perhektar (ha). Aplikasi rorak tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas Morfologi buah kakao. ABSTRACT: Cocoa fruit development is highly dependent on various factors, one of which is the root environment. A good root environment can provide water and nutrients for the photosynthesis process and also directly increase fruit growth, one way to improve the condition of cocoa plant roots is to make rorak. This research was conducted in a community cocoa garden in Lape Village, Poso Pesisir District, Poso Regency, Central Sulawesi. This research was conducted from April to July 2022. This research was arranged using a Latin Square Design (RBSL) where there were 4 treatments repeated 4 times. The rorak applications applied were 0, 1, 2, and 4 rorak per planting. Each treatment unit consists of 1 plant. The results of the study showed that the application of rorak did not have a significant effect on the morphology of cocoa fruit growth on the observation parameters of the length of the cocoa fruit stalk, the length of the cocoa fruit, the diameter of the fruit stalk, the diameter of the fruit, as well as on the components of the number of seeds, fresh fruit weight, fresh skin weight, dry seed weight/fruit, wet seed weight/fruit, dry seed weight/tree, dry seed weight/100 seeds, number of dry seeds/100 g and production per hectare (ha). The application of rorak did not have a significant effect on the activity of cocoa fruit morphology.
POROSITAS DAN KADAR AIR TERSEDIA TANAH DI BAWAH TEGAKAN JATI Lutfiana, Lucky; Mowidu, Ita; Dewi HS, Endang Sri
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.648

Abstract

ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik porositas dan Kadar Air tersedia di bawah tegakan tanaman jati di kelurahan Lawanga Tawongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.  Sampel tanah utuh dan tidak utuh diambil di bawah tegakan pohon jati di kelurahan Lawanga Tawongan untuk dianalisis sifat fisiknya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di bawah tegakan pohon jati di Kelurahan Lawanga Tawongan memiliki rata-rata porositas tanah 55,86%, kadar air tanah jenuh 92,46%, kadar air tanah kapasitas lapangan 85,42%, kadar air tanah titiklayu permanen 13,29% dan kadar air tersedia 72,13% Strategi yang harus diperhatikan dibuat saluran drainase permukaan pada bentang lahan yang datar untuk menghindari terjadinya genangan jika curah hujan tinggi Di Kelurahan Lawanga Tawongan. ABSTRACT: The research aims to find out the physical characteristics of the soil under a stand of teak plants in Lawanga Tawongan village. The research method uses descriptive methods. Whole and incomplete soil samples taken under a teak tree in the Lawanga Tawongan village for analyzed its physical properties. The analysis results show that the soil under the Teak tree in Lawanga Tawongan Village have an average BV soil 1.09 g/cm3, BJ soil 2.49 g/cm3, soil porosity 55.86%, water content saturated soil 92.46%, soil water content field  capacity  85.42%,  water  content  permanent  point  wilt  soil 13.29%, available water content 72.13% and pores drainage 7.05%. The strategy that must be considered is making drainage channels surface on a flat landscape to avoid these happening puddles if rainfall is high in Lawanga Tawongan Village. 
MORFOMETRIK KAMBING PERANAKAN ETAWA PADA UMUR BERBEDA Azizah, Nurul Azmi; Ngurah Putu Widnyana, I Gusti; Loliwu, Yan Alpius
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.653

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik morfologi dan morfometri kambing PE serta hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan pada kambing peranakan etawa (PE). Variabel yang diamati dalam penelitian terdiri dari data kuantitaif berupa bobot badan, tinggi badan, panjang badan, dan lingkar dada, data kualitatif berupa warna dan bentuk tubuh dan kepala kambing PE. Kambing peranakan etawa (PE) yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa morfologi kambing PE yang diperoleh dari lokasi sesuai dengan standarisasi nasional yaitu memiliki bentuk telinga panjang, lubang telinga terlihat menghadap kedepan, bentuk muka cembung, postur badan yang besar, terdapat kombinasi warna putih-cokelat, putih-hitam, dan putih-hitam-cokelat, mempunyai rambut bulu rewos atau rambut lebat yang tumbuh dibagian paha kaki bagian belakang yang menggantung terkulai. Kombinasi warna tubuh dan kepala didominasi warna putih-hitam sebanyak 30 % dan 33,3 %. Morfometri yang diperoleh dilokasi yaitu kambing jantan umur KU1 diperoleh nilai rata-rata panjang badan,tinggi badan, lingkar dada, dan bobot badan berturut-turut yaitu 52,50cm ±3,54, 51,00cm ±4,24, 58,50cm±2,12, dan 22,50kg±3,54. Kambing jantan umur KU2 diperoleh nilai rata-rata panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, dan bobot badan berturut-turut yaitu 67,00cm ± 2,16, 65,00cm ± 2,16, 68,68cm ± 2,37, dan 35,90kg ± 1,82.Kambing jantan umur KU3 diperoleh nilai rata-rata panjang badan, tinggi badan, lingkar dada dan bobot badan berturut-turut yaitu 76,00cm ± 5,29, 77,33cm ± 6,66, 83,00cm ± 9,64 dan 52,00kg ± 10,58. Kambing betina umur KU1 diperoleh panjang badan, tinggi badan,  lingkar dada dan bobot badan berturut-turut yaitu 45,67cm±5,82, 41,50cm±4,76, 49,90cm±8,47 dan 18,30kg±4,91. Umur KU2 diperoleh nilai rata-rata panjang badan, tinggi badan, lingkar dada dan bobot badan berturut-turut yaitu 62,78cm ± 4,51, 60,62cm ± 5,16, 65,80cm ± 2,71 dan 31,95kg ± 4,02. Umur KU3 diperoleh nilai rata-rata panjang badan, tinggi badan, lingkar dada dan bobot badan berturut-turut yaitu 76,50cm ± 4,95, 75,00cm ± 1,41, 81,50cm ± 4,95 dan 46,00kg ± 5,66. Ukuran-ukuran tubuh kambing PE dilokasi ini menunjukkan masih dibawah standarisasi nasional. Nilai koefisien korelasi sudah menunjukkan hasil positif artinya ukuran tubuh sudah mulai mengalami peningkatan dengan bertambahnya bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh mempunyai keeratan hubungan yang sangat kuat terhadap bobot badan. ABSTRACT: This study was conducted from June to July 2022. The purpose of this study was to determine the morphological and morphometric characteristics of PE goats and the relationship between body measurements and body weight in Etawa crossbred goats (PE). The variables observed in the study consisted of quantitative data in the form of body weight, height, body length, and chest circumference, qualitative data in the form of color and body shape and head of PE goats. There were 30 Etawa crossbred goats (PE) used in this study. The results of this study indicate that the morphology of PE goats obtained from the location is in accordance with national standards, namely having long ears, ear holes facing forward, a convex face shape, a large body posture, a combination of white-brown, white-black, and white-black-brown, having rewos hair or thick hair that grows on the thighs of the back legs that hang down. The combination of body and head colors is dominated by white-black as much as 30% and 33.3%. The morphometry obtained at the location, namely male goats aged KU1, obtained average body length, body height, chest circumference, and body weight values, respectively, namely 52.50 cm ± 3.54, 51.00 cm ± 4.24, 58.50 cm ± 2.12, and 22.50 kg ± 3.54. Male goats aged KU2 obtained average body length, height, chest circumference, and body weight values of 67.00cm ± 2.16, 65.00cm ± 2.16, 68.68cm ± 2.37, and 35.90kg ± 1.82, respectively. Male goats aged KU3 obtained average body length, height, chest circumference and body weight values of 76.00cm ± 5.29, 77.33cm ± 6.66, 83.00cm ± 9.64 and 52.00kg ± 10.58, respectively. Female goats aged KU1 obtained body length, height, chest circumference and body weight respectively, namely 45.67cm ± 5.82, 41.50cm ± 4.76, 49.90cm ± 8.47 and 18.30kg ± 4.91. Age KU2 obtained average body length, height, chest circumference and body weight respectively, namely 62.78cm ± 4.51, 60.62cm ± 5.16, 65.80cm ± 2.71 and 31.95kg ± 4.02. The average value of body length, height, chest circumference and body weight of KU3 age were 76.50cm ± 4.95, 75.00cm ± 1.41, 81.50cm ± 4.95 and 46.00kg ± 5.66, respectively. The body sizes of PE goats at this location showed that they were still below national standards. The correlation coefficient value has shown positive results, meaning that body size has begun to increase with increasing body weight and body sizes have a very strong relationship to body weight.

Page 11 of 14 | Total Record : 131