cover
Contact Name
Gusstiawan Raimanu
Contact Email
g.raimanu@unsimar.ac.id
Phone
+6281354205726
Journal Mail Official
jurnalagropet@unsimar.ac.id
Editorial Address
Lt. Dasar Gedung Rektorat, Fak. Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso Jl. P. Timor No. 1. Poso
Location
Kab. poso,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Agropet
ISSN : 16939158     EISSN : 28289250     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Agropet (Agropet) is a journal published by Faculty of Agriculture, Universitas Sintuwu Maroso, Indonesia. It is a scientific journal dedicated to publishing the manuscript of the research in the field of agricultural technology, such as agricultural product technology, agricultural engineering and agricultural industries technology. Agropet also publishing various disciplines of animal science, such as animal feed and nutrition; animal reproduction, genetics, and production; social and economic; and animal products science and technology. Agropet has p-ISSN 1963-9158. Jurnal Agropet publish two times per year on June and December.
Articles 131 Documents
Pengaruh Berat Badan dan Skor Kondisi Tubuh Terhadap Selang Beranak Kerbau Rawa(Bubalus bubalis ) di Kabupaten Poso Mberato, Yunober; Loliwu, Yan Alpius; Putu Widnyana, I Gusti Ngurah
Agropet Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.643

Abstract

Abstrak: Data diperoleh melalui pencatatan dan pengamatan dari 170 ekor induk kerbau. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi yang meliputi selang beranak sebagai variabel terikat dan bobot badan, SKT sebelum beranak dan SKT sesudah beranak sebagai variabel bebas. Rata-rata selang beranak,  bobot badan , SKT sebelum beranak, SKT sesudah beranak berturut-turut adalah adalah 19, 18 bulan; 440,52 ± 6,26; 3.24 ± 0.55; 2.77±0.04  (rata-rata ± SE). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa koefisien korelasi masing-masing variabel bebas yaitu bobot badan dan SKT sebelum beranak terhadap variabel terikat yaitu selang beranak berturut-turut adalah -0,51dan -60,75.  Koefisien determinasi (R2) yakni kontribusi keragaman bobot badan, SKT sebelum beranak, SKT sesudah beranak adalah 0,49. Variabel bobot badan dan skor kondisi tubuh sebelum beranak yang berpengaruh nyata pada  = 5%. Analisis statistik menunjukkan bahwa bobot badan induk dan skor kondisi tubuh sebelum beranak berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap selang beranak Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bobot badan  dan Skor Kondisi Tubuh (SKT)  sebelum beranak mempengaruhi selang beranak. Abstract: Data were obtained through recording and observation of 170 buffalo mothers. Data analysis was carried out using regression analysis which included calving interval as the dependent variable and body weight, SKT before calving and SKT after calving as independent variables. The average calving interval, body weight, SKT before calving, SKT after calving respectively were 19, 18 months; 440.52 ± 6.26; 3.24 ± 0.55; 2.77 ± 0.04 (mean ± SE). The results of statistical analysis showed that the correlation coefficient of each independent variable, namely body weight and SKT before calving to the dependent variable, namely calving interval, were -0.51 and -60.75 respectively. The coefficient of determination (R2) namely the contribution of body weight diversity, SKT before calving, SKT after calving was 0.49. The variables of body weight and body condition score before calving had a significant effect on  = 5%. Statistical analysis showed that the body weight of the mother and the body condition score before calving had a significant effect (P<0.01) on the calving interval. Based on the results of this study, it can be concluded that body weight and Body Condition Score (BSC) before calving affect the calving interval.
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL YANG DIAPLIKASIKAN KOMPOS DAUN JOHAR SEBAGAI MEDIA TANAM BIBIT KOPI ARABIKA Wulandari, Tri; Mowidu, Ita; Managanta, Andri Amaliel
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.658

Abstract

ABSTRAK: Penyediaan bibit kopi arabika yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan produksinya. Aplikasi bahan organik pada media tanam bibit kopi arabika diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos daun johar terhadap sifat kimia tanah Inceptisol yang digunakan sebagai media tanam bibit kopi arabika. Aplikasi berbagai dosis kompos daun johar (0, 9, 11, 13 dan 15 g/polybag) yang diulang sebanyak 4 kali ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK). Sifat kimia tanah yang diamati meliputi kadar C-organik, kadar N-total, nisbah C/N, kadar P-tersedia, kadar K-tersedia, reaksi tanah (pH) dan KTK tanah. Parameter tanaman yang diamati adalah bobot kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Inceptisol yang diaplikasikan kompos daun johar sebanyak 13 g/polybag meningkatkan nilai pH tanah mendekati netral, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia dan KTK tanah, menurunkan nisbah C/N serta meningkatkan bobot kering bibit lebih tinggi pada umur 16 minggu sesudah tanam. ABSTRACT: Provision of quality Arabica coffee seedlings is one of the factors that determine its production. Application of organic materials to the planting medium of Arabica coffee seedlings is expected to improve the chemical properties of the soil and increase seedling growth. This study aims to determine the effect of johar leaf compost on the chemical properties of Inceptisol soil used as a planting medium for Arabica coffee seedlings. Application of various doses of johar leaf compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/polybag) which were repeated 4 times were arranged according to a Randomized Block Design (RBD). The observed chemical properties of the soil included organic C content, total N content, C/N ratio, available P content, available K content, soil reaction (pH) and soil CEC. The observed plant parameters were dry weight of seedlings. The results of the study showed that Inceptisol soil that was applied with 13 g/polybag of johar leaf compost increased the soil pH value to near neutral, organic C, total N, available P, available K and soil CEC, reduced the C/N ratio and increased the dry weight of seedlings higher at the age of 16 weeks after planting.
PERAN USAHATANI NILAM DALAM MENDUKUNG PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA ., Indrawan; Managanta, Andri Amaliel; Saleh, Abdul Rahim
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.649

Abstract

ABSTRAK : Nilam merupakan komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh para petani, terutama karena harganya yang relatif tinggi, yaitu sekitar Rp. 450.000 per kilogram. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya nilam sebagai salah satu sumber penghasilan rumah tangga. Kontribusi usahatani menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana usaha tani nilam mampu memberikan pengaruh pada pendapatan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan usaha tani nilam serta menentukan seberapa besar kontribusi usaha tersebut terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga September 2022 di Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan populasi penelitian terdiri dari 80 petani di Desa Molowagu dan Desa Kambutu yang menjalankan usaha tani nilam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani nilam di wilayah ini layak untuk dikembangkan dan memiliki potensi sebagai sumber penghasilan keluarga. Kontribusi usaha tani nilam terhadap pendapatan bulanan keluarga tercatat sebesar 76% atau Rp. 1.381.168, meskipun angka ini masih di bawah Upah Minimum Kabupaten Tojo Una-Una sebesar Rp. 2.390.739, sementara pendapatan dari kegiatan non-usaha tani menyumbang 24% atau Rp. 436.250. Data ini mengindikasikan bahwa usaha tani nilam memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. ABSTRACT: Patchouli is a plantation commodity that is widely cultivated by farmers, especially because the price is relatively high, which is around IDR 450,000 per kilogram. This condition encourages people to develop patchouli cultivation as a source of household income. The contribution of farming is an important indicator to measure the extent to which patchouli farming is able to influence the income of farmer families. This study aims to assess the feasibility of patchouli farming and determine how much the business contributes to the income of farmer families in Batudaka District. This study was conducted from July to September 2022 in Batudaka District, Tojo Una-Una Regency, with a study population consisting of 80 farmers in Molowagu Village and Kambutu Village who run patchouli farming businesses. The results of the study showed that patchouli farming in this area is feasible to be developed and has the potential as a source of family income. The contribution of patchouli farming to monthly family income was recorded at 76% or IDR 1,381,168, although this figure is still below the Tojo Una-Una Regency Minimum Wage of IDR. 2,390,739, while income from non-farming activities contributed 24% or Rp. 436,250. This data indicates that patchouli farming has a significant contribution to the income of farming families in Batudaka District.
RESPON PRODUKSI KOPI ARABICA (Coffea arabica) TERHADAP PENGGUNAAN BERBAGAI BAHAN ORGANIK PADA TANAH INCEPTISOL LEMBAH NAPU ., Ridwan; Saleh, Abdul Rahim; ., Reifan
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.654

Abstract

ABSTRAK : Lahan tempat kopi tumbuh saat ini telah banyak mengalami perubahan dari segi temperatur akibat pemanasan global. Sehingga tanaman kopi harus diusahakan dengan menggeser posisi ketinggian untuk menemukan temperatur yang sesuai. Namun kendalanya lahan subur untuk pengembanagan tanaman semakin berkurang dan hanya menyisahkan lahan luas non-produkktif. Penelitian dilakukan untuk menyelidiki pengaruh pemberian beberapa jenis bahan organik terhadap produksi tanaman kopi pada tanah inceptisol. Penelitian dilaksanakan di lahan Perkebunan Kopi Kecamatan Lore Timur (Lembah Napu) Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Mulai bulan Maret – September 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. K0= Kontrol tampa perlakuan pupuk; K1= Pemberian Pupuk organik daun Gamal 5 kg/pohon; K2=Pemberian Pupuk organik Daun Paitan 5 kg/pohon; K3=Pemberian Pupuk Organik Daun Johar 5 kg/pohon; K4    = Pemberian pupuk anorganik Phonska 0,86 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik daun gamal memberikan berat buah cherry dan berat biji kopi lebih baik dibanding jenis pupuk organik lainnya, dan hampir setara dengan hasil yang dipanen dari tanaman kopi yang diberi pupuk anorganik Phonska. ABSTRACT: The land where coffee is currently grown has undergone many changes in terms of temperature due to global warming. So that coffee plants must be cultivated by shifting the height position to find the right temperature. However, the obstacle is that fertile land for plant development is decreasing and only leaving large areas of non-productive land. The study was conducted to investigate the effect of providing several types of organic materials on coffee plant production on inceptisol soil. The study was conducted in the Coffee Plantation land of East Lore District (Napu Valley), Poso Regency, Central Sulawesi from March to September 2023. The study used a Randomized Block Design consisting of 5 treatments and 4 replications. K0 = Control without fertilizer treatment; K1 = Provision of organic Gamal leaf fertilizer 5 kg / tree; K2 = Provision of organic Paitan Leaf Fertilizer 5 kg / tree; K3 = Provision of Organic Johar Leaf Fertilizer 5 kg / tree; K4 = Provision of inorganic Phonska fertilizer 0.86 kg. The results of the study showed that the provision of organic gamal leaf fertilizer resulted in better cherry fruit weight and coffee bean weight compared to other types of organic fertilizer, and was almost equivalent to the results harvested from coffee plants given Phonska inorganic fertilizer.
ANGKA KOSEPSI SAPI BALI PASCABERANAK YANG DI INSEMINASI BUATAN PADA WAKTU YANG BERBEDA Widnyana, I Gusti Ngurah Putu; Loliwu, Yan Alpius
Agropet Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.645

Abstract

 Abstrak: Peranan sapi Bali sangat penting dalam pembangunan subsektor peternakan, sehingga untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi Bali perlu dilakukan sistem perkawinan secara iseminasi buatan. IB merupakan program yang telah dikenal oleh peternak sebagai teknologi reproduksi ternak yang efektif. Keberhasilan program IB dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain, ternak betina itu sendiri keterampilan inseminator, ketepatan waktu IB, deteksi berahi, handling semen dan kualitas semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kosepsi sapi bali pascaberanak yang di iseminasi pada waktu yang berbeda. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Padalembara Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso selama tiga bulan mulai bulan Juni hingga Agustus 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaan lapang dengan sampel sebanyak 25 ekor sapi Bali yang di IB dengan waktu yang berbeda sebagai berikut,  P1 = inseminasi dilakukan 0 - 5 jam setelah birahi, P2 = inseminasi dilakukan 6 - 11 jam setelah birahi, P3 =  inseminasi dilakukan 12 - 17 jam setelah birahi dan P4 = inseminasi dilakukan 18 - 23 jam setelah birahi dan P5 = inseminasi dilakukan 24 - 29 jam setelah birahi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Angka konsepsi sapi bali pasca beranak yang di inseminasi buatan pada 0 – 5, 6 – 11, dan 24 – 29 jam setelah timbulnya birahi adalah 0 (nol) atau tidak menghasilkan angka konsepsi Angka konsepsi sapi bali pasca beranak yang di IB pada 12 – 17 dan 18 – 23 jam setelah timbulnya birahi menghasilkan angka konsepsi 100 yang bermakna bahwa IB yang dilakukan pada waktu tersebut menghasilkan kebuntingan 100 %. Waktu yang terbaik untuk melakukan inseminasi buatan pada sapi bali pasca beranak adalah 12 – 23 jam setelah timbulnya birahi.ABSTRACT: The role of Bali cattle is very important in the development of the livestock subsector, so to increase the productivity of Bali cattle, it is necessary to carry out a mating system by artificial insemination. IB is a program that has been recognized by farmers as an effective livestock reproduction technology. The success of the IB program is influenced by several things, including the female cattle themselves, the skills of the inseminator, the timeliness of IB, heat detection, semen handling and semen quality. This study aims to determine the conception rate of Bali cattle after calving which are inseminated at different times. The research was conducted in Padalembara Village, Poso Pesisir Selatan District, Poso Regency for three months from June to August 2020. The method used in the research was a field experiment method with a sample of 25 Balinese cattle that were inseminated at different times as follows, P1 = insemination was carried out 0 - 5 hours after estrus, P2 = insemination was carried out 6 - 11 hours after estrus, P3 = insemination was carried out 12 - 17 hours after estrus and P4 = insemination was carried out 18 - 23 hours after estrus and P5 = insemination was carried out 24 - 29 hours after estrus. The data obtained were analyzed descriptively and presented in tabular form. The results of the study showed that the conception rate of Balinese cows after calving that were artificially inseminated at 0-5, 6-11, and 24-29 hours after the onset of estrus was 0 (zero) or did not produce a conception rate. The conception rate of Balinese cows after calving that were IB at 12-17 and 18-23 hours after the onset of estrus produced a conception rate of 100, which means that the IB carried out at that time resulted in 100% pregnancy. The best time to perform artificial insemination on Balinese cows after calving is 12-23 hours after the onset of estrus. 
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L) TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK GAMAL PADA TANAH INCEPTISOL ., Ridwan; Loliwu, Yan Alpius; Tanari, Yulinda
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.659

Abstract

ABSTRAK: Salah satu keberhasilan dalam budidaya kopi dapat ditentukan oleh penyediaan bibit yang berkualitas. Bahan organik seperti gamal dapat digunakan sebagai pupuk organik yang dapat membantu memenuhi kebutuhan unsur hara pada proses pertumbuhan bibit. Penelitian dilakukan untuk mengetahui respon penggunaan bahan organik gamal terhadap kualitas pertumbuhan bibit kopi arabika pada tanah inceptisol. Penelitian dilaksanakan di Desa Lape Kecamatan Poso Pesisir, pada bulan Maret sampai bulan Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok  yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol, 9 gram/polybag, 11 gram/polybag, 13 gram/polybag, dan 15 gram/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik gamal memberikan pengaruh yang nyata terhadap waktu berkecambah, tinggi tanaman, lilit batang, jumlah daun, luas daun, bobot basah tajuk dan akar hari ke 120 setelah tanam, bobot kering tajuk dan panjang akar bibit kopi arabika. Pemberian pupuk organik gamal tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap, bobot kering akar pada umur 60 dan 120 HST. ABSTRACT: One of the successes in coffee cultivation can be determined by providing quality seeds. Organic materials such as gamal can be used as organic fertilizer which can help meet the nutritional needs of the seedling growth process. The research was conducted to determine the response of using gamal organic material to the quality of growth of Arabica coffee seedlings in inceptisol soil. The research was carried out in Lape Village, Poso Pesisir SubDistrict, from March to August 2023. The research used a Randomized Block Design consisting of 5 treatments and 4 replications.The treatments consisted of control, 9 grams/polybag, 11 grams/polybag, 13 grams/polybag, and 15 grams/polybag. The results of the research obtained that the application of gamal organic fertilizer had a significant effect on germination time, plant height, stem girth, number of leaves, leaf area, wet weight of the crown and roots on the 120th day after planting, dry weight of the crown and root length of Arabica coffee seedlings. Provision gamal organic fertilizer did not have a significant effect on the wet weight of the shoots and roots on the 60th day after planting, the dry weight of the roots at the ages of 60 and 120 HST
HUBUNGAN BERAT BADAN INDUK SESUDAH BERANAK TERHADAP JARAK BERANAK PADA KERBAU LUMPUR (Bubalus bubalis) L. Mberato, Budi; Ngurah Putu Widnyana, Gusti; Alpius Loliwu, Yan
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.650

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan berat badan terhadap jarak beranak pada kerbau yang dipelihara secara tradisional dan mendapatkan gambaran tentang penampilan reproduksi ternak kerbau betina di Kabupaten Poso. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah: berat badan induk sesudah beranak, jarak beranak dan keadaan padang penggembalaan. Hasil penelitian menunjukkan sistem pemeliharaan ternak kerbau di desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso menggunakan sistem pemeliharaan secara ekstensif/tradisional, rata-rata berat badan induk kerbau adalah 488 ± 64,63 kg dan rata-rata jarak beranak kebau betina di desa Tokilo adalah 20,14 2,96 bulan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa persamaan regresi sebesar Y = 31.886-0,024 Berat Badan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Berat badan mempengaruhi jarak beranak kerbau rawa (Bubalus bubalis) di desa Tokilo Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso, Hubungan antara jarak beranak dan berat badan sebesar 52,4%, Persamaan regresi diperoleh Y = 31.886-0,024 Berat Badan. ABSTRACT: This study aims to determine the relationship between body weight and calving distance in buffaloes that are reared traditionally and to obtain an overview of the reproductive performance of female buffaloes in Poso District. The parameters observed in this study were: mother's body weight after calving, calving distance and grazing conditions. The results showed that the buffalo livestock rearing system in Tokilo Village, Pamona Tenggara District, Poso Regency used an extensive/traditional rearing system, the average body weight of the buffaloes was 488 ± 64.63 kg and the average calving distance to females in Tokilo Village was 20 .14 2.96 months. The results of statistical analysis showed that the regression equation was Y = 31,886-0.024. Body weight. From the results of this study, it can be concluded that body weight affects the calving distance of swamp buffalo (Bubalus bubalis) in Tokilo village, Pamona Tenggara District, Poso Regency. The relationship between calving distance and body weight is 52.4%, the regression equation obtained Y = 31.886-0.024 Body Weight
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI KERITING (CAPSICUM ANNUM L.) TERHADAP PERLAKUAN PEMANGKSAN DAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR REBUNG BAMBU Tanari, Yulinda; Syawal, Moh.; Pangli, Marten
Agropet Vol 20, No 1 (2023): Volume 20 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.641

Abstract

ABSTRAKTanaman cabai keriting merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak ditanam di Indonesia karena fungsinya sebagai bumbu masakan. Dalam meningkatkan produksi tanaman cabai keriting perlu melakukan beberapa inovasi seperti perlakuan pemangkasan pucuk dan pemberian pupuk organik cair rebung bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting terhadap perlakuan pemangkasan dan pemberian pupuk organik cair rebung bambu. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Ranononcu kecamatan Poso kota Selatan Kabupaten Poso, pada bulan Juni-Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK)  faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama P0 (tanpa pemangkasan), P1 (dipangkas), faktor kedua R0 (tanpa POC), R1 (kosentrasi POC 50 ml/l air), R2 (kosentrasi POC 100 ml/l air), R3 (kosentrasi POC 150 ml/l air). Perlakuan pemangkasan pucuk pada tanaman cabai keriting mampu memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah cabang, jumlah buah terbentuk. Jumlah dan bobot buah terbentuk. Terdapat interaksi pada faktor kombinasi antara pemangkasan dan POC rebung bambu dengan kosentrasi 100 ml/liter air terhadap parameter jumlah buah terbentuk ABSTRACT The curly chili plant is a type of horticultural plant that is widely planted in Indonesia because of its function as a cooking spice. To increase the production of curly chili plants, it is necessary to carry out several innovations such as pruning shoots and applying liquid organic fertilizer to bamboo shoots. This research aims to find out the response of growth and yield of curly chili plants to pruning and application of liquid organic fertilizer for bamboo shoots. This research was carried out in Ranononcu village, Poso Kota Selatan sub-district, Poso Regency, in June-October 2023. This research used a factorial randomized block design (RAK) consisting of 2 factors. The first factor is P0 (without trimming), P1 (trimmed), the second factor is R0 (without POC), R1 (POC concentration 50 ml/l water), R2 (POC concentration 100 ml/l water), R3 (POC concentration 150 ml/l l water). The shoot pruning treatment on curly chili plants was able to have a real influence on the number of branches, the number of fruit formed, the number of leaves, and the wet and dry weight of the crown. There is an interaction between the combination factors between pruning and POC of bamboo shoots with a concentration of 100 ml/liter of water on the number of fruit formed parameters.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU(Allium Ascalonicum. L) Gunawan, Adi; Tanari, Yulinda; ., Ridwan
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.655

Abstract

ABSTRAK: Bawang merah (Allium cepa L) merupakan tanaman hortikultura yang selama ini dibudidayakan oleh petani  menjadi komoditas unggulan nasional. bawang merah berkhasiat untuk mengobati maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, kolesterol, obat penyakit kencing manis, menghilangkan lendir dalam tenggorokan, memperlancar peredaran darah, mencegah penggumpalan trombosit, dan meningkatkan aktivitas fibrinolitik. Penelitian ini dilaksanakann diDesa Maranda Kecamatan Poso Pesisir Utara pada bulan Juni hingga Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan , yaitu:=tanpa tepung cangkang telur (kontrol), tepung cangkang telur 30 gram (T1), tepung cangkang telur 60 gram (T2), tepung cangkang telur 90 gram (T3), tepung cangkang telur 120 gram (T4). Tiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapatt 20 kali unit percobaan sehingga dalam penelitian ini terdapat 100 tanaman. Hasil penelitian adalah penggunaan berbagai dosis tepung cangkang telur ayam memberikan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar umbi, bobot kering umbi dan hasil produksi umbi bawang merah varietasLembah Palu.Penggunaan tepung cangkang telur pada perlakuan 90 gram/tanaman merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas Lembah Palu. ABSTRACT: Shallots (Allium cepa L.) is a horticultural plant which has been cultivated by farmers to become a national superior commodity. Shallots are efficacious for treating ulcers, colds, lowering blood sugar levels, cholesterol, medicine for diabetes, removing mucus in the throat, improving blood circulation, prevents platelet clumping, and increases fibrinolytic activity. This research was carried out in Maranda Village, Poso Pesisir Utara Sub-District from June to August 2023. This research used a Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments, namely: = without egg shell flour (control), 30 gram egg shell flour (T1), flour egg shell 60 grams (T2), egg shell flour 90 grams (T3), egg shell flour 120 grams (T4). Each treatment was repeated 4 times so that there were 20 experimental units so that in this study there were 100 plants. The results of the research were that the use of various chicken eggshell starch steps had a significant effect on the variables of plant height, number of leaves, fresh weight of tubers, dry weight of tubers and production yields of shallots of the Palu Valley variety.
DIVERSIFIKASI PENDAPATAN PETANI KAKAO MELALUI SISTEM PERTANIAN AGROFORSTRI Wulandari, Asyifa Ayu; Dewi. HS, Endang Sri; Saleh, Abdul Rahim
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.646

Abstract

ABSTRAK: Tanaman kakao yang dibudidayakan dalam sistem agroforestri telah memberikan penghasilan jutaan keluarga petani dari produk biji kakao yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sistem agroforestri juga memberikan manfaat terhadap peningkatan pendapatan petani melalui produk lain selain biji kakao melalui produksi buah-buahan dan bahan baku produk lainnya yang dapat dikonversi kedalam rupiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penerapan sistem agroforestri berbasis kakao terhadap pendapatan petani melalui diversifikasi produk. Penelitian ini dilaksanakan di Lape kebun milik petani yang terletak di kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei melalaui wawancara dan observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Struktur pohon dalam sistem agroforestri menunjukkan perbedaan pada variabel jumlah spesies pohon pohon pelindung 8.71 dan kerapatan buah 65.70 pada kerapatan tinggi. Kinerja ekonomi sistem menunjukkan adanya perbedaan pada jumlah produk yang dijual dan produk yang dikonsumsi sendiri pada kerapatan tinggi sedangkan produksi kakao dan basal kakaotidak menunjukkan adanya perbedaan pada kerapatan rendah, kerapatan sedang dan kerapatan tinggi. Sistem agroforestri berbasis kakao di Lape mampu mendiversifikasi produk pada kerapatan pada kerapatan tinggi sebesar Rp. 12.821.000 per tahun dengan tingkat kerapatan pohon pelindung 15 sampai 19 pohon pada luas areal 1000 m2 sehingga mendapatkan tambahan pendapatan selain dari penjualan biji kakao. ABSTRACT: Cocoa plants cultivated in agroforestry systems have provided income for millions of farming families from cocoa bean products which have high economic value. The agroforestry system also provides benefits in increasing farmers' income through products other than cocoa beans through the production of fruit and other product raw materials that can be converted into rupiah. This research aims to identify the impact of implementing a cocoa-based agroforestry system on farmer income through product diversification. This research was carried out in a farmer's Lape plantation located in Poso Pesisir sub-district, Poso Regency, Central Sulawesi. The method used in this research is a survey method through interviews and field observations. The sampling technique was carried out deliberately (purposive sampling). The number of samples used was 21 farmers. Tree structure in the agroforestry system shows differences in the variable number of shade tree species 8.71 and fruit density 65.70 at high density. The economic performance of the system shows that there is a difference in the number of products sold and products consumed at high density, while the production of cocoa and cocoa basalt does not show any difference at low density, medium density and high density. The cocoa-based agroforestry system in Lape is able to diversify products at a high density of IDR. 12,821,000 per year with a protective tree density level of 15 to 19 trees on an area of 1000 m2 so as to obtain additional income apart from selling cocoa beans.