cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Proyek Pembangunan PLTGU Muara Tawar (Persero) Azizah, Dhesti Nisrina; Pulungan, Rafiah Maharani; Utari, Dyah; Amrullah, Afif Amir
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.177

Abstract

Abstrak Latar belakang: Faktor perilaku merupakan salah satu permasalahan dalam kepatuhan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Teori Lawrence Green menjelaskan bahwa perilaku terdiri atas faktor predisposisi, pendukung, dan pendorong. Alat Pelindung Diri (APD) sudah menjadi sebuah pakaian wajib bagi pekerja, terutama bagi pekerja yang bekerja pada wilayah dengan risiko yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja Proyek pembangunan PLTGU Muara Tawar PT. Hutama Karya (Persero). Metode: Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini pekerja Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya yang berada di area STG dan HRSG sebanyak 349 pekerja. Hasil: Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 9 pekerja tidak patuh dalam menggunakan APD. Hasil analisis statistik menyimpulkan hubungan pada faktor predisposisi pengetahuan (P=0,005), faktor pemungkin ketersediaan APD (p=0,003), faktor pendorong pengawasan (p=0,11), sementara itu tidak ditemukan adanya hubungan antara variabel usia (p=0,474), sikap (p=0,157), pendidikan (p=1,000) dengan kepatuhan penggunaan APD Kesimpulan: Disarankan agar perusahaan dapat konsisten memberikan pemahaman mengenai APD dan tegas dalam kepatuhan penggunaan APD Kata kunci: kepatuhan APD, Pekerja, APD pada pekerja Abstract Background: Behavioral factor is one of the problems in compliance with Personal Protective Equipment (PPE) usage which can prevent work accidents. Lawrence Green's theory explains that behavior consists of 3 factors such as predisposing, supporting and driving factors. Personal protective equipment (PPE) has become a mandatory attire for workers, especially for workers who work in high risk areas. Methods: The purpose of this study was to determine the factors that related to the compliance to wear PPE on the workers of the Muara Tawar PT. Hutama Karya (Persero) project. This research type was quantitative analytic with cross sectional design. The population of this study were 349 workers of the Muara Tawar PLTGU PT Hutama Karya project in the STG and HRSG areas. Result: The results showed that 9 workers (questionnaire) and 32 workers (observation sheets) did not comply to wear PPE. The results of statistical analysis showed a connection to the predisposing factors of knowledge (P = 0.005), the enabling factors for the availability of PPE (p = 0.003), and the driving factors for supervision (p = 0.11) and there was no connection between the variables of age (p = 0.474), attitude (p = 0.157), education (p = 1,000) with compliance to wear PPE. Conclusion: suggested that companies can consistently provide an understanding PPE and be firm in compliance to wear PPE. Key Words: compliance PPE, Workers, PPE on Workers
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Covid-19 Melalui Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Remaja di Madrasah Aliyah Nurul Huda Kota Depok Tahun 2020 Ramadania, Marwiyatu; Agustina, Agustina; Wenny, Dwi Mutia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.178

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tim SATGAS COVID-19 mencatat pada 13 Desember 2020 sebanyak 54.368 remaja yang terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini diakibatkan dari kurangnya pengetahuan remaja tentang COVID-19. Untuk meningkatkan pengetahuan pada remaja salah satunya melalui pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang COVID-19 melalui media audio-visual terhadap pengetahuan remaja. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pre-eksperimental. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah Nurul Huda Kota Depok. Sampel yang digunakan sejumlah 60 responden. Teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh. Analisis data menggunakan analisa Univariat dan Bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan melalui media audio-visual rata-rata tingkat pengetahuan remaja meningkat dari 12,52 menjadi 20,97. P-value yang diperoleh sebesar 0,001<0,05. Pendidikan kesehatan tentang COVID-19 melalui media audio-visual memberikan pengaruh positif terhadap pengetahuan remaja. Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan remaja sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Diharapkan agar remaja dapat mencari informasi mengenai COVID-19 dari berbagai sumber yang dapat diakses dengan mudah dan remaja memiliki kemauan untuk memahami lebih dalam mengenai COVID-19 agar remaja dapat melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan baik. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Media Audio-visual, Remaja, COVID-19 Abstract Background: The COVID-19 Task Force Team noted that on December 13, 2020, 54,368 teenagers were confirmed positive for COVID-19. This is due to the lack of knowledge of teenagers about COVID-19. One of the ways to increase knowledge in adolescents is through health education. The purpose of this study was to determine the effect of health education on COVID-19 through audio-visual media on adolescent knowledge. Method: This type of quantitative research with pre-experimental research methods. The population of this research is all students of Madrasah Aliyah Nurul Huda Depok City. The sample used was 60 respondents. The sampling technique was saturated sampling. Data analysis used Univariate and Bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: The results showed that after health education was conducted through audio-visual media, the average level of knowledge of adolescents increased from 12.52 to 20.97. The p-value obtained is 0.001 <0.05. Health education about COVID-19 through audio-visual media has a positive influence on adolescent knowledge. Conclusion: There is a significant increase in adolescents knowledge after health education. It is hoped that adolescents can seek information about COVID-19 from various sources that can be accessed easily and teenagers have the willingness to understand more deeply about COVID-19 so that adolescents can make efforts to prevent the spread of COVID-19 properly. Keywords: Knowledge, Health Education, Audio-visual Media, Adolescents, COVID-19
Gambaran Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja Dokter Hewan di Denpasar Biomi, Agnes Ayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.191

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Profesi dokter hewan berisiko terhadap penyakit zoonotic yang secara alami dapat ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia atau sebaliknya. Kasus kecelakaan kerja juga terjadi seperti tertusuk jarum suntik, digigit, dicakar dan masih banyak lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk guna memperoleh gambaran kecelakaan dan penyakit akibat kerja pada dokter hewan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dan populasinya adalah dokter hewan yang bekerja di klinik atau tempat praktek dokter hewan di Denpasar dengan total sampling 42 orang. Data primer dikumpulkan menggunakan kuisioner. Hasil: Proporsi kecelakaan kerja tertinggi berasal dari kelompok usia antara 25 – 29 tahun yaitu 43%, lama kerja kurang dari 1 tahun yaitu 48% dan jenis kelamin perempuan yaitu 67%. Proporsi kecelakaan kerja berdasarkan klasifikasi seperti jenis kecelakaan paling banyak adalah digigit yaitu 60%, karena peralatan yaitu 67%. Sifat luka yang paling banyak terjadi di permukaan yaitu 62% dan letak luka yang sering terjadi adalah pada tangan yaitu 64% dan penyakit akibat kerja yang sering dialami dokter hewan adalah scabies. Kesimpulan: Penyakit akibat kerja pada dokter hewan dipengaruhi oleh usia, lama kerja, dan jenis kelamin. Untuk jenis kecelakaan yang paling sering terjadi diakibatkan oleh kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman. Penyakit akibat kerja yang paling banyak adalah penyakit zoonotik. Oleh karena itu pentingnya penerapan kesehatan dan kesehatan kerja di semua bidang pekerjaan termasuk profesi dokter hewan. Kata kunci : kecelakaan kerja, dokter hewan, penyakit akibat kerja. Abstract Background: The veterinarian profession is high risk of zoonotic diseases that transmitted from vertebrates to humans or vice versa. Occupational accidents such as needle sticks, bites, scratches and many others. Therefore, this research was conducted to obtain an overview of occupational accidents and diseases in veterinarians. Methods: This research is descriptive and the population were veterinarians who work in clinics or veterinary practices in Denpasar with total sampling of 42 persons. Primary data were collected using a questionnaire. Results: The highest proportion of work accidents came from the age group between 25-29 years were 43%, the length of work was less than 1 year, namely 48% and the female gender, namely 67%. The proportion of work accidents based on the classification such as types of accidents was mostly bitten about 60%, because of equipment was 67%. The nature of the wounds that mostly occurred on the surface was 62% and the location of the wounds that often occurred was on the hands about 64% and the occupational disease that was often experienced by veterinarians was scabies. Conclusion: Occupational diseases in veterinarians were influenced by age, length of work, and gender. For the types of accidents that occur most often were caused by unsafe conditions and unsafe actions. Most occupational diseases were zoonotic diseases. Therefore the importance of implementing occupational health and health in all fields of work, including the veterinarian profession. Keywords: occupational accidents, veterinarians, occupational diseases.
Hubungan Pengetahuan dan Karakteristik Ibu Baduta dengan Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kelurahan Meruya Utara Tahun 2020 Rahma, Septia Nur; Wenny, Dwi Mutia; Agustina, Agustina; Permatasari, Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.203

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Data WHO menunjukkan bahwa bayi 0 sampai dengan 6 bulan di dunia yang mendapatkan ASI Eksklusif hanyalah sebesar 38%. Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk faktor sosio demografi ibu seperti usia, pendidikan, pengetahuan, dan pekerjaan ibu. Di Meruya Utara, perilaku ibu untuk melaksanakan ASI Eksklusif masih dipengaruhi dengan mitos atau tabu yang berpengaruh pada kurangnya pemahaman ibu sehingga menghambat pemberian ASI. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan karakteristik ibu baduta di Wilayah Kelurahan Meruya Utara dengan pemberian ASI Eksklusif. Metode: Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Sebanyak 194 ibu dengan baduta di wilayah Kelurahan Meruya Utara menjadi sampel studi yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Studi ini menggunakan pengetahuan dan karakteristik ibu berupa usia, pendidikan, status pekerjaan, dan tingkat penghasilan sebagai variabel independen. Sementara variabel dependennya adalah ASI Eksklusif. Uji statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil studi menunjukkan 46,9% ibu dengan baduta telah memberikan ASI Eksklusif. Hasil analisis bivariat menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p-value = 0,030), usia ibu (p-value = 0,022), dan tingkat pendidikan ibu (p-value = 0,017) dengan pemberian ASI Eksklusif. Sedangkan status pekerjaan (p-value = 0,250) dan tingkat penghasilan (p-value = 0,673) tidak memiliki hubungan signifikan. Kesimpulan: Ibu dengan baduta disarankan untuk rutin mengakses informasi kesehatan secara mandiri melalui internet guna memperoleh informasi terkait Kesehatan Ibu dan Anak sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Pendidikan, Pengetahuan, Usia Ibu Baduta, Abstract Background: There are only 38% of infants aged 0 to 6 months worldwide who are exclusively breastfed. Various kinds of things that can influence mothers in giving exclusive breastfeeding are mother’s age, education, knowledge, and occupation. In North Meruya, the behavior of exclusive breastfeeding is still influenced by myths or taboos that affect the lack of understanding of mothers about exclusive breastfeeding. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and characteristics of mothers with exclusive breastfeeding in the North Meruya Village. Methods: This was a cross sectional study. The sample of this study was 194 mothers who have children aged 6-24 months in North Meruya Village. The sampling technique was purposive sampling. This study uses knowledge and characteristics of mothers such as age, education, employment status, and income level as independent variables and exclusive breastfeeding as the dependent variable. The statistical test used was the Chi-Square test with a significance level of 0.05. Result: The results confirmed that 46.9% mothers had given an exclusive breastfeed. The bivariate analysis confirmed that there has been significant relationship among mother’s knowledge (p-value = 0.030), mother’s age (p-value = 0.022), and mother’s education level (p-value = 0.017) with the giving of exclusive breastfeed. Meanwhile, the variables that did not have significant relationship had been job status (p-value = 0.250) and profits level (p-value = 0.673). Conclusion: Mothers who have children aged 6-24 months are encouraged to regularly access health information independently through the internet to obtain information related to Maternal and Child Health as an effort to improve public health status. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Education, Knowledge, Mother’s Age
Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Low Back Pain pada Pekerja Kantoran: Systematic Review Guesteva, Veronica Christie; Anggraini, Riza Andini; Maudi, Laura Patrycia; Rahmadiani, Putri Yasmin; Azzahra, Neva
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.225

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Saraf tepi pinggang bagian bawah sering mengalami masalah kesehatan yang saat ini lebih dikenal sebagai Low Back Pain (LBP). Penyakit ini sangat umum terjadi dan menjadi salah satu faktor utama yang berpengaruh dalam kualitas kinerja dan kesejahteraan kerja. Penyebab Low Back Pain (LBP) yang paling sering adalah duduk terlalu lama, sikap duduk yang salah, dan aktivitas yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor besar yang menyebabkan terjadinya Low Back Pain di tempat kerja kantoran. Metode: Kajian ini diolah melalui proses sistematik yang tentu disesuaikan dengan tahapan Preferred Reporting Items for Systematic Review (PRISMA). Google Scholar digunakan karena kemudahan dalam mengakses juga banyaknya literatur yang dapat diakses secara gratis. Artikel dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan dalam periode waktu dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2021. Hasil: Posisi duduk yang tidak ergonomis, durasi duduk cukup lama dengan posisi yang sama, lingkungan kerja, dan karakteristik individu seperti umur, jenis kelamin, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) berhubungan dengan kejadian LBP. Sementara itu, beban kerja tidak berhubungan dengan kejadian LBP. Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi kejadian LBP pada pekerja kantoran yaitu karakteristik individu, posisi duduk, durasi duduk, dan faktor lingkungan kerja berhubungan dengan kejadian LBP. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu beban kerja. Diharapkan kepada para pekerja kantoran untuk memperbaiki posisi dan durasi duduknya sebagai pencegahan terhadap LBP. Kata kunci : Low Back Pain, posisi duduk, pekerja kantoran, dan tempat kerja Abstract Background: The nerves of the lower waist often experience health problems which are currently better known as Low Back Pain (LBP), this disease is very common and became one of the main factors that affect the quality of work performance and welfare. The most common causes of Low Back Pain are sitting too long, the wrong sitting posture, and excessive activity. The purpose of this study were to identify and understand the major factors that cause LBP in the office workplace. Methods: This study was processed through a systematic process which adapted to the Preferred Reporting Items for Systematic Review (PRISMA) stage. Google Scholar was used due to the convenience of accessing, the large amount of literature, and open access. Articles published during 2016 to 2021 were included. Result: This study found that a non-ergonomic sitting position, long sitting duration in the same position, work environment, and individual characteristics (such as age, sex, and Body Mass Index (BMI)) were associated with the incidence of LBP. Meanwhile, the workload were not related to the incidence of LBP. Conclusion: Individual characteristics, sitting position, sitting duration, and work environment were found as related factors of LBP. It is expected for office workers to improve their sitting position and duration as a prevention against LBP. Key Words : Low Back Pain, sitting posture, office worker, and workplace
Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian Penyakit Common Cold di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Kabupaten Bener Meriah Magfirah, Afdalul aan; Muslima, Lia; Sabdi, M
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.227

Abstract

Abtrak Latar Belakang: Common Cold adalah infeksi yang terjadi di nasofaring dan hidung, salah satu upaya untuk mencegah penyakit Common Cold adalah kebersihan lingkungan rumah atau sanoitasi. Di Aceh jumlah penyakit common cold masuk dalam peringkat pertama dari 10 besar penyakit terbanyak. Metode: Jenis penelitian ini bersifat diskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengujung puskesmas berobat di puskesmas Bandar Kabupaten Bener Meriah sebanyak 138 KK. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dimana jumlah sampel 58 responden. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 58 responden mayoritas sanitasi rumah responden Tidak Memenuhi Syarat sebanyak 43 responden (74,1%), dan mayoritas kejadian Common Cold sebanyak 40 responden (69,0%). Uji statistik Chi Square dilakukan untuk mengetahui hubungan sanitasi rumah dengan kejadian common cold diperoleh p- value 0,000 (P ≤ 0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan secara statistis bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi rumah dengan kejadian common cold, Disarankan kepada responden agar dapat meningkatkan atau menjaga sanitasi rumah yang sehat sehingga terhindar dari kejadian penyakit common cold. Kata kunci: Common Cold ,Perilaku Merokok, Sanitasi Abstract Background: Common cold is a primary infection of the nasopharynx and nose Sanitation is an effort to prevent disease that focuses on activities for the health of the human environment.This type of research is analytic descriptive with cross sectional design. Method: The population in this study were all patients seeking treatment at the Puskesmas Bandar, Bener Meriah Regency, as many as 138 families. Sampling was carried out using the Slovin formula where the number of samples was 58 respondents. The study was conducted from 25 November to 5 December 2020 using a questionnaire. Result: The results of this study indicate that of the 58 respondents the majority of respondents' home sanitation does not meet the requirements as many as 43 respondents (74.1%), and the majority of common cold incidents are 40 respondents (69.0%). Based on the results of the Chi Square statistical test and at the 95% level of confidence, it was carried out to determine the relationship between home sanitation and the incidence of common cold, the P value was obtained (P ≤ 0.05). Conlusion: This shows statistically that there is a significant relationship between home sanitation and common cold. Key Words: common cold,Smoking Behavior, sanitation.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga terhadap Perawatan Diri Penderita Kusta di RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang Wulandari, Ainun; Rivita, Maisya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i3.236

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kusta atau lepra disebabkan oleh Mycobacterium leprae dan dikategorikan sebagai penyakit menular. Kusta termasuk salah satu masalah kesehatan di beberapa negara. Disabilitas permanen dan gangguan kualitas hidup merupakan ancaman kesehatan bagi penderitanya jika tidak ditangani. Selain pengobatan dengan Multi Drug Therapy (MDT), penderita kusta perlu memperhatikan perawatan diri secara kontinyu seumur hidupnya. Perawatan diri ini dapat mencegah disabilitas dan juga memburuknya disabiltas pada penderita kusta. Studi ini ditujukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap perawatan diri penderita kusta di RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang. Metode: Penelitian cross sectional ini dilakukan pada Juli 2020 melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Poli Kusta RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang dengan responden sebanyak 83 orang dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan tidak memiliki hubungan terhadap perawatan diri penderita kusta di RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang (p-value=0,069) dan terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap perawatan diri penderita kusta rawat di RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang (p-value = 0,003). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita kusta yang memiliki pengetahuan baik ataupun kurang baik melakukan perawatan diri yang sama. Dukungan keluarga memiliki peranan penting dalam memotivasi penderita kusta untuk melakukan perawatan diri yang baik. Kata kunci: Kusta, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Perawatan Diri. Abstract Background: Leprosy or leprosy is caused by Mycobacterium leprae and is categorized as an infectious disease. Leprosy is one of the health problems in several countries. Permanent disability and disruption quality of life are a health threat to sufferers if not treated. In addition to treatment with Multi Drug Therapy (MDT), selfocare must be carried out by leprosy patients continuously throughout their lives. This self-care can prevent disability and also a worsening of disability in patients with leprosy. This study was conducted to determine the relationship between knowledge and family support for self-care of leprosy patients at RSUP Dr. Sitanala, Tangerang City. Methods: A cross sectional study was performed during July 2020 by interview using questionnaires. This research was conducted at the Leprosy Poly Dr. Sitanala Central Hospital Tangerang City with 83 respondents and were analyzed using the Fisher’s Exact test. Result: The result showed that knowledge had no relationship with self-care of leprosy patients at Dr. Sitanala Hospital, Tangerang City (p-value = 0.069), while there was a relationship between family support for self-care of leprosy patients at Dr. Sitanala Hospital, Tangerang City (p-value = 0.006). Conclusion: The results showed that leprosy patients who had good or poor knowledge did the same self-care. Family support has an important role in motivating good self-care of leprosy patients. Key Words: Leprosy, Knowledge, Family Support, Self-Care.
Pengaruh Pernikahan Dini terhadap Kesehatan Mental dan Fisik: Sistematik Review Widyadhara, Azarine Pandita; Putri, Tasya Meilani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.79

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Dalam kehidupan rumah tangga pasti tidak luput dari permasalahan-permasalahan. Salah satu penyebab utama dalam permasalahan rumah tangga adalah belum dewasanya pasangan. Pernikahan dini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang sering ditemui di masyarakat yaitu karena faktor ekonomi. Faktor ini yang paling sering dijadikan alasan untuk menikahkan anak yang masih di bawah umur dengan seseorang yang dianggap mampu secara ekonomi. Metode: Studi ini menggunakan desain sistematik review dengan mengikuti Panduan Pilihan untuk Ulasan Sytematic Review dan Meta Analyses (PRISMA) dan menggunakan flowchart berdasarkan daftar periksa PRISMA 2009, yaitu dengan menghilangkan artikel yang tidak relevan dengan menggunakan kriteria inklusi, penyaringan, kelayakan, dan pengunduhan akhir artikel yang relevan. Hasil: Pernikahan yang dilakukan di usia muda sering terjadi dikarenakan perjodohan, kehamilan diluar nikah, dan faktor ekonomi. Berbagai macam faktor yang memicu hal tersebut terjadi karena adanya dorongan faktor ekonomi, kehamilan diluar pernikahan, mengalami putus sekolah, dan pengaruh pasangan untuk menikah muda. Pernikahan yang dilakukan di usia muda pun sering kali membuat pasangan mengalami kegagalan dalam meraih kesejahteraan psikologis. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini, dapat dilihat bahwa dalam pengaturan atas kehidupan anak yang bersifat normatif, seperti menikah diusia dini dapat menimbulkan atau menyebabkan berbagai dampak negatif bagi anak. Kata Kunci: Dampak, Pernikahan muda, Faktor Abstract Background: In the life of the household certainly is not free from problems. One of the main causes of problems in the household is couples who are not yet mature. Early marriage occurs due to several factors. One factor that is often encountered in the community is due to economic factors. This factor is most often used as an excuse to marry an underage child to someone who is considered economically capable. Method: This study uses a systematic design review by following the Choice Guidelines for Sytematic Review and Meta Analyze Review (PRISMA) and using a flowchart based on the 2009 PRISMA checklist, namely by removing irrelevant articles using inclusion, filtering, eligibility, and final download criteria relevant article. Results: Marriage conducted at a young age often occurs due to arranged marriages, extramarital pregnancy, and economic factors. Various types of factors that trigger this occur because of the crush of economic factors, the existence of pregnancy outside of marriage, having dropped out of school, and the influence of couples to marry young. Weddings conducted at a young age often make couples fail to achieve psychological well-being. Conclusion: Based on this research, it can be seen that in regulating the lives of children who are normative, such as marrying at an early age can cause data or cause various negative impacts on children. Keywords: Impact, young marriage, factors
Hubungan Pengetahuan Terkait Gizi, Asupan Karbohidrat, dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Pada Atlet Cabang Olahraga Permainan Triandari, Siti Tumanina; Fatmawati, Iin; Maryusman, Taufik; Puspita, Ikha Deviyanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.219

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kebugaran di Indonesia masih termasuk kategori yang rendah. Berdasarkan data Sport Development Index (SDI) kebugaran jasmani di Indonesia sebesar 21% dan pada DKI Jakarta sebesar 25%. Sedangkan menurut data Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) DKI Jakarta ditemukan sebesar 47% atlet cabang olahraga permainan memiliki kebugaran jasmani kurang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terkait gizi, asupan karbohidrat, dan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani pada atlet cabang olahraga permainan Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 51 atlet cabang olahraga permainan dari kelas 10, 11, dan 12 di SMA Ragunan Jakarta. Pengambilan dan pengumpulan data pengetahuan terkait gizi menggunakan kuesioner, data asupan karbohidrat dengan metode food recall 2x24 jam, data aktivitas fisik dengan kuesioner IPAQ-SF, dan data kebugaran jasmani dengan metode Cooper Test. Data yang diperoleh dilakukan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan pengetahuan terkait gizi (p = 0,000), asupan karbohidrat (p = 0,044) dengan kebugaran jasmani, dan tidak ada hubungan aktivitas fisik (p = 0,727) dengan kebugaran jasmani. Kesimpulan: Pengetahuan gizi dan asupan karbohidrat berhubungan dengan kebugaran jasmani. Kata kunci: Aktivitas fisik; asupan karbohidrat; kebugaran jasmani; pengetahuan terkait gizi. Abstract Background: Physical fitness in Indonesia is still on a low category. Based on Sport Development Index (SDI), Indonesia’s Physical Fitness is 21% and 25% on Jakarta. Meanwhile, based on DKI Jakarta’s Pusat Pelatihan Olah Raga Pelajar (PPOP), it is found that 47% of sports games athlete have a low physical fitness. This research purpose is to find out the correlation of nutrition knowledge, carbohydrate intake, and physical activity to physical fitness on sports games athlete. Methods: This research use a cross sectional design, the samples of this research are 51 gaming sports athlete from class 10, 11, and 12 in Jakarta’s Ragunan Senior High School. Nutritional knowledge data are collected through a questionare, carbohydrate intake data are collected with 2x24 hours food recall method, physical activity data are collected through IPAQ-SF questionare, and physical fitness data are collected with Cooper Test method. The collected data are processed through Chi Square test. Result: After data analysis, it is found that there are a correlation of nutritional knowledge (p= 0,000) and carbohydrate intake (p=0,044) to physical fitness, but there is no correlation of physical activity (p=0,727) to physical fitness. Conclusion: There is a correlation between nutritional knowledge and carbohydrate intake with physical fitness Keywords: Carbohydrate intake, nutritional knowledge, physical activity, physical fitness.
Hubungan Status Gizi (IMT) dan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Hidup Lansia Salsabilla, Danyaa Allya; Fatmawati, Iin; Puspita, Ikha Deviyanti; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.232

Abstract

Abstrak Latar belakang: Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk dunia, tidak terkecuali di Indonesia, meningkat signifikan selama 10 tahun terakhir. Hal ini mengakibatkan peningkatan pesat jumlah lansia, jika hal ini tidak diimbangi dengan kualitas hidup yang baik tentunya akan berdampak pada gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi (IMT) dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup lansia di RW 02 Desa Jatibening, Bekasi. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 63 lansia (>60 tahun). Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2020 – Januari 2021. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan timbangan digital dan pengukur tinggi badan mikrotoise. Data aktivitas fisik dan kualitas hidup diperoleh melalui pengisian kuesioner dengan wawancara menggunakan Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan World Health Organization Quality of Life Old (WHOQOL-OLD). Pengolahan data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kualitas hidup (r = 0,471; p = 0,000) dan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (r = 0,673; p = 0,000) di RW 02 Desa Jatibening , Bekasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada lanjut usia Kata kunci: Status gizi, aktivitas fisik, kualitas hidup, lanjut usia Abstract Background: Life expectancy of the world's population, including Indonesia, has increased significantly for the last 10 years. This has resulted in a rapid increase in the number of elderly people, if this is not balanced with a good quality of life it can cause health problems. This research was aims to analyze the relationship between nutritional status (BMI) and physical activity with the quality of life of the elderly in RW 02 Jatibening Village, Bekasi.. Methods: This research method is analytic observational with a cross-sectional design. The respondent was selected by using simple random sampling technique with a total sample of 63 elderly (> 60 years). Data collection was carried out in December 2020 - January 2021. Nutritional status data obtained through direct measurement using a digital scale and a microtoise height meter. Physical activity and quality of life data were obtained through filling out a questionnaire with interviews using the Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) and the World Health Organization Quality of Life Old (WHOQOL-OLD). Data processing using the Spearman rank correlation test. Result: The results showed that there was a relationship between nutritional status and quality of life (r = 0.471; p = 0.000) and there was a relationship between physical activity and quality of life (r = 0.673; p = 0.000) in RW 02 Jatibening Village, Bekasi. Conclusion: There is a relationship between nutritional status and physical activity with quality of life of the elderly Key Words: Nutritional status, physical activity, quality of life, elderly

Page 10 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue