cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Pengaruh Dukungan Keluarga dan Teman Sebaya terhadap Kecemasan Belajar saat Pandemi Covid 19 pada Remaja Novianti, Evin; Chaerani, Chaerani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.239

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pandemi covid 19 mempengaruhi bidang pendidikan dengan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh sehingga dapat menimbulkan dampak psikologis bagi remaja. Dalam pelaksanaannya maka dibutuhkan dukungan keluarga dan teman sebaya agar remaja merasa lebih diperhatikan dan disayangi. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dan teman sebaya terhadap kecemasan dalam proses pembelajaran saat pandemi covid 19 pada siswa di SMPN 5 Depok. Metode: Studi cross sectional dengan teknik simple randoom sampling sebanyak 242 responden. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Studi menemukan pengaruh antara dukungan keluarga dengan kecemasan belajar (p value= 0,002) dan dukungan teman sebaya dengan kecemasan belajar (p value= 0,025) pada siswa di SMPN 5 Depok. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa remaja yang memiliki dukungan keluarga dan teman sebaya yang baik akan memberikan dampak dalam belajar yaitu meminimalisir terjadinya kecemasan belajar, khususnya saat pandemi covid-19. Dukuungan keluarga dan teman sebaya mempunyai peranan penting untuk memotivasi remaja sehingga mengurangi kecemasan. Kata Kunci : Dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, remaja, kecemasan belajar. Abstract Background: The COVID-19 pandemic has affected the education sector with the implementation of distance learning so that it can have a psychological impact on teenagers. In its implementation, it takes the support of family and peers so that teenagers feel more cared for and loved. This study aims to determine the relationship between family and peer support for anxiety in the learning process during the COVID-19 pandemic in students at SMPN 5 Depok. Methods: Cross sectional study with simple random sampling technique as many as 242 respondents. Data analysis using chi square test. Results: The study found the effect of family support with learning anxiety (p value = 0.002) and peer support with learning anxiety (p value = 0.025) in students at SMPN 5 Depok. Conclusion: The results of the study show that teenagers who have good family and peer support will have an impact on learning, namely minimizing the occurrence of online learning anxiety during the covid-19 pandemic. Family and peer support has an important role to motivate adolescents so as to reduce anxiety. Keywords: Family support, peer support, adolescents, anxiety in learning.
Hubungan Karakteristik Sosio-Demografi dengan Kejadian Persalinan Prematur di Rsud Cilegon Sari, Ita Marlita; Subadiyasa, I Made Arya; Riani, Fety
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.250

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan salah satu tantangan penting yang menghambat penurunan angka kematian neonatal sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030. Pada tahun 2015, sekitar 1 juta bayi di seluruh dunia meninggal karena komplikasi persalinan prematur. Indonesia sendiri menempati posisi ke-9 di dunia dengan angka kejadian persalinan prematur sebesar 15,5 bayi per 100 kelahiran hidup. Morbiditas bayi prematur berpengaruh secara fisik hingga tahap perkembangan selanjutnya dan menjadi beban psikologis dan finansial bagi bayi, ibu dan keluarga. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan persalinan prematur adalah karakteristik sosial demografi yang meliputi usia ibu, latar belakang pendidikan ibu, dan status pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosio-demografis dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Cilegon. Metode: Desain penelitian adalah studi kasus-kontrol dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis RSUD Cilegon periode Januari 2015 sampai Juni 2016. Sampel kasus dipilih secara total sampling, sedangkan sampel kontrol dipilih secara simple random sampling dan mencocokkan jumlah sampel kontrol berdasarkan jumlah kasus per sampel per bulan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji chi-square, menilai odds ratio dan interval kepercayaan. Hasil: Analisis bivariat menghasilkan OR 1,44 (95% CI: 0,68-3,03) dengan p-value 0,34 pada ibu usia > 35 tahun, OR 1,76 (95% CI: 0,68-4,55) dengan p-value 0,24 pada ibu hamil wanita berlatar belakang pendidikan SD/sederajat, dan OR sebesar 0,72 (95% CI: 0,30 -1,72) dengan p-value 0,42 pada wanita hamil yang bekerja. Kesimpulan: Karakteristik sosiodemografi tidak berhubungan dengan persalinan prematur. Kata kunci: Persalinan prematur, Karakteristik sosio-demografi, Studi kasus-kontrol, Cilegon Abstract Background: The premature delivery is one of crucial challenges which hinders the reduction neonatal mortality aligned with the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs) target. In 2015, around 1 million babies worldwide died due to complications of premature labor. Indonesia itself occupies the 9th position in the world with the incidence of premature birth of 15.5 babies per 100 live births. Morbidity of premature babies affects physically until the next stage of development and becomes a psychological and financial burden for the baby, mother and family. One of factors thought to be associated with prematur birth is socio-demographic characteristics which includes maternal age, educational background of mother, and working status of mother. The aim of this study was to determine the relationship between socio-demographic characteristics and premature delivery at RSUD Cilegon. Methods: The research design was a case-control study using secondary data from the medical records of RSUD Cilegon for the period January 2015 to June 2016. The case sample was selected by total sampling, while the control sample was selected by simple random sampling and matched the number of control samples based on the number of cases per sample by month. The analytical method was bivariate analysis with the chi-square test, assessing odds ratios and confidence intervals. Result: The bivariate analysis yielded OR of 1.44 (95% CI: 0.68-3.03) with p-value 0.34 in maternal age > 35 years old, OR of 1.76 (95% CI: 0.68 -4.55) with p-value 0.24 in pregnant women who was elementary school/equivalent for educational background, and OR of 0.72 (95% CI: 0.30 -1.72) with p-value 0.42 in pregnant women who was working. Conclusion: Sociodemographic characteristics were not associated with premature delivery. Keywords: Premature delivery, Socio-demographic characteristics, Case-control studies, Cilegon
ISPA Pada Balita Di Desa Samba Danum UPTD Puskesmas Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Fransisco, Indra; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Ayu, Ira Marti; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.251

Abstract

Abstrak Latar Belakang:Acute Respiratory Infections (ARI) arise due to infection with agents with human to human transmission and symptoms can appear in a short time. Menurut hasil laporan bulanan yang didapatkan dari Puskesmas Tumbang Samba jumlah penderita ISPA pada 2 bulan terakhir mengalami peningkatan dari 22,6% menjadi 30,1%. Berdasarkan kasus yang terjadi pada balita di Puskesmas Tumbang Samba jumlah kunjungan rata-rata pasien ISPA sebanyak 276 balita setiap tahun. Studi ini dilakukan untuk menilai faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di Desa Samba Danum Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah Tahun 2021. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada Desember 2020 sampai Januari 2021 dengan sampel 165 responden yang dipilih secara puposive sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan variabel umur, status gizi, status imunisasi dan ISPA. Data dianalisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan sebanyak 91 balita (55.2%) mengalami ISPA. Proporsi tertinggi ditemukan pada umur balita (21.8%), balita gizi baik (67.9%), imunisasi tidak lengkap (66,1%). Hasil Chi Square menunjukan terdapat hubungan antara umur dan status imunisasi dengan kejadian ISPA, sedangkan status gizi tidak terdapat hubungan dengan kejadian ISPA. Kata kunci: Kejadian ISPA, Umur, Status Gizi, Status Imunisasi Abstract Background: Acute Respiratory Infection or ARI is a respiratory tract disease caused by infectious agent, and is transmitted from human to human with symptoms usually appearing quickly. According to the results of monthly reports obtained from the Tumbang Samba Public Health Center, the number of patients with ARI in the last 2 months has increased from 22.6% to 30.1%. Based on cases that occurred in toddlers at the Tumbang Samba Health Center, the average number of visits for ARI patients was 276 toddlers every year. This study was conducted to assessed related factors associated with the incidence of ARI in children under five in Samba Danum Village, the Working Area of the UPTD Puskesmas Tumbang Samba, Central Katingan District in 2021. Method:The cross sectional study was conducted from December 2020 to January 2021 with a sample of 165 respondents who were selected by purposive sampling. Questionnaires were used to collect variables of age, nutritional status, immunization status and ARI. Data were analyzed bivariate with Chi Square test. Result:The results of this study found that 91 children under five (55.2%) had ARI. The highest proportion was found at the age of toddlers (21.8%), well-nourished children (67.9%), incomplete immunization (66.1%). Chi Square results show that there is a relationship between age and immunization status with the incidence of ARI, while nutritional status has no relationship with the incidence of ARI. Keywords: ARI, age, nutritional status, immunization status
Upaya Meningkatkan Pengetahuan Ibu dalam Pemberian Makanan Pendamping Asi (MPASI) di Desa Rabutdaiyo Tahun 2021 Sangadji, Namira Wadjir; Veronika, Erna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i4.254

Abstract

Abstrak Latar belakang: Pemberian MPASI yang benar dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak, akan tetapi masih banyak orang tua yang belum memahami praktek pemberian MPASI yang benar. Hasil observasi menunjukan sebagian besar orang tua di Desa Rabutdaiyo belum mengetahui kapan waktu yang ideal untuk memberikan MPASI. Hampir sebagian besar orang tua di Desa Rabutdaiyo memberikan MPASI sebelum 6 bulan, bahkan ada yang kurang dari 3 bulan. Berdasarkan fakta di atas maka peneliti tertarik untuk memberikan penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pemahaman ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Metode: Eksperimen semu (quasi experiment) berdasarkan rancangan one group pre-posttest design digunakan dalam studi ini. Penelitian ini dilakukan secara langsung melalui intervensi penyuluhan tentang MPASI. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari pengetahuan ibu tentang MPASI, usia ibu, pendidikan ibu, paritas dan status pemberian MPASI. Besar sampel dalam studi ini menggunakan total sampling 20 ibu yang memiliki baduta Hasil: Analisis t-test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan tentang MPASI sebelum dan sesudah intervensi Kesimpulan: Kegiatan penyuluhan tentang MPASI di Desa Rabutdaiyo terbukti secara statistik dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI. Kata kunci: Penyuluhan MPASI, tumbuh kembang, pengetahuan ibu Abstract Background: Giving the correct complimentary food to children can help them grow and develop more quickly, but many parents are unaware of this practice. According to the findings, the majority of parents in Rabutdaiyo Village do not know when it is appropriate to administer MPASI. The majority of parents in Rabutdaiyo Village provided supplemental feeding prior to the age of six months, and some even before the age of three months. The researchers are interested in undertaking counseling to boost mothers' knowledge of complementary feeding (MPASI). based on the findings above Methods: A quasi-experiment with a one-group pre-posttest design was employed as the research approach. This research was conducted directly through counseling intervention about MPASI. Mother's awareness of complementary meals, mother's age, mother's education, parity, and status of complementary feeding were the variables in this study. A total of 20 mothers with children under the age of two were included in this study's sample size. Result: There was a significant difference in complementary food knowledge scores before and after the intervention, according to the t-test analysis. Conclusion: Counseling activities on MPASI in Rabutdaiyo Village were statistically proven to increase mothers' knowledge about MPASI. Key Words: MPASI counseling , growth and development, mother's knowledge
Komunikasi Pemasaran Terintegrasi dan Preferensi Pasien di Rumah Sakit Kambang Jambi Fitri Dwiyani; Wahyu Sulistiadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.166

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Divisi pemasaran Rumah Sakit (RS) berperan penting melalui komponen utama dalam manajemen pemasaran yaitu komunikasi pemasaran terintegrasi yang merupakan bagian dari bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotions, People, Process, Physical Evidence). Komunikasi pemasaran terintegrasi dari 8 model komunikasi utama menurut Kotler dan Keller. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi model komunikasi pemasaran di RS Kambang dan preferensi pasien terhadap model tersebut, sehingga akan didapatkan gambaran dan masukan secara tepat dan efektif mengenai komunikasi pemasaran yang harus diterapkan di rumah sakit. Metode: Studi cross-sectional dilakukan di RS Kambang menggunakan metode analitik observasional pada bulan Desember 2020 – Januari 2021. Data primer berupa wawancara mendalam kepada stakeholder terkait divisi pemasaran, pasien yang dipilih dengan teknik accidental sampling, serta observasi lapangan, sementara data sekunder berupa telaah dokumen terkait. Instrumen penelitian adalah pedoman wawancara mendalam dan modifikasi 8 model komunikasi utama oleh Kotler dan Keller. Hasil: Bentuk komunikasi berdasarkan modifikasi 8 model komunikasi pemasaran Kotler dan Keller yang dianggap paling efektif dan efisien adalah bentuk saluran iklan dan pemasaran online serta sosial media. Sementara berdasarkan preferensi pasien, didapatkan bentuk komunikasi yang paling disenangi berupa iklan cetak dan tayangan, sampel/gimmick, olahraga, seminar, media sosial, SMS/Whatsapp, katalog, serta pameran. Kesimpulan: RS Kambang telah menerapkan 8 model komunikasi pemasaran Kotler & Keller secara umum, namun pada implementasinya tidak semua bentuk komunikasi pemasaran dijalankan. Preferensi pasien terhadap bentuk komunikasi berbeda-beda satu sama lain, hal ini dipengaruhi oleh perbedaan usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan, dan berbagai latar belakang lainnya. Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Model komunikasi, Preferensi pasien. Abstract Background: The hospital marketing division has a vital role through main components in marketing management is integrated marketing communication which is part of the 7P (Product, Price, Place, Promotions, People, Process, Physical Evidence) marketing mix. Integrated marketing communication consists of 8 main communication models according to Kotler and Keller. This study aimed to identify the marketing communication model in Kambang Hospital and the patient's preferences for this model. Hence, an accurate, effective description and input would be obtained regarding the marketing communication that could be applied in the hospital. Methods: A cross-sectional study was performed in Kambang Hospital using an observational analytic method in December 2020 - January 2021. Primary data were in-depth interviews with stakeholders related to the marketing division, patients selected by accidental sampling technique, and field observations, while secondary data were in the form of related documents review. The research instrument was an in-depth interview guidance and modification of 8 main communication models by Kotler and Keller. Results: Communication form based on the modification of 8 Kotler and Keller marketing communication models were considered to be effective and efficient in Kambang Hospital included advertising channels form, also online marketing and social media. Meanwhile, based on patient preferences, the most preferred forms of communication are printed advertisements and impressions, samples/gimmicks, sports, seminars, social media, SMS / Whatsapp, catalogs, and exhibitions. Conclusion: Kambang Hospital has implemented 8 Kotler & Keller marketing communication models in general, but only some forms of marketing communication were applied. Patients' preferences for forms of communication differ from one another, this is influenced by differences in age, education level, and occupation, and various other backgrounds. Keywords: Communication Model, Marketing Communication, Patient Preference.
Analisis Implementasi Promosi Kesehatan tentang Covid-19 pada Rumah Sakit di Daerah Jakarta Rizky Maulidiyah Harnum; Rahmah Hida Nurrizka; Agustina Agustina; Putri Permatasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.197

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pada masa pandemi Covid-19, kegiatan promosi kesehatan sangat wajib dilakukan oleh setiap rumah sakit dalam upaya mencegah Covid-19. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya ditemukan banyak kendala. Tujuan penelitian menganalisis implementasi promosi kesehatan serta faktor-faktor dalam melaksanakannya di salah satu rumah sakit di daerah Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Penelitian ini menggunakan pertanyaan untuk wawancara mendalam, pedoman observasi, dan juga pedoman telaah dokumen terhadap variabel-variabel yang akan diteliti sebagai alat untuk membantu penelitian. Triangulasi sumber, metode, dan teori merupakan teknik yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini. Hasil: Hasil yang didapat dalam penelitian adalah kegiatan promosi kesehatan di RS tersebut belum terlaksana dengan baik. Berikut beberapa hal yang menghambat pelaksanaan promosi kesehatan yaitu kepentingan kelompok sasaran belum optimal dan SDM yang kurang. Kesimpulan: Diharapkan rumah sakit memaksimalkan factor-faktor yang masih menghambat pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Promosi Kesehatan, Rumah Sakit Abstract Background: During the Covid-19 pandemi, health promotions are very mandatory for every hospital in an effort to prevent Covid-19. However, in its implementation, many obstacles were found. The purpose of the study was to analyze the implementation of health promotion and the factors in implementing it. Methods: This research is a qualitative research method with 10 informants. This study uses questions for in-depth interviews, observation guidelines, and also document review guidelines for the variables to be studied as tools. Triangulation of sources, methods, and theories is a technique used in analyzing this research. Result: The results obtained in the study are health promotion in the hospital have not been carried out properly. The following are some of the things that hinder the implementation of health promotion, namely the interests of the target group are not optimal and human resources are lacking. Conclusion: It is hoped that the hospital will maximize the factors that still hinder the implementation of health promotion activities. Keywords: Health Promotion, Hospital, Implementation, Policy
Kebijakan Pemerintah DKI Jakarta dalam Penanganan Covid-19 sebagai Ibu Kota Republik Indonesia Rika Risalam Mahdur; Zakyta Pangestiara Gunarso; Eko Aprizon Nanda; Wahyu Sulistiadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.233

Abstract

Abstrak Latar Belakang: DKI Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia. Pelaksanaan kebijakan penanganan Covid-19 di DKI Jakarta menjadi cerminan bagaimana negara ini dalam menghadapi pandemi Covid-19. DKI Jakarta juga menjadi provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur berdasarkan pada database yang berasal dari Google Scholar, infografis, dan publikasi resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pencarian jurnal-jurnal diperoleh menggunakan kata kunci "Kebijakan AND Penanganan Covid-19 AND DKI Jakarta". Data yang didapatkan selanjutnya dikhususkan dari tahun 2020 hingga tahun 2021. Hasil: Berbagai kebijakan telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Mulai tanggal 11 maret 2020 meniadakan car free day, pembatasan sosial berskala besar (PSBB), hingga Pembatasan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro). Kesimpulan: Kebijakan yang ditetapkan belum berhasil menangani Covid-19 karena ketidakpatuhan masyarakat serta lemahnya koordinasi antar pemerintah pusat maupun daerah. Oleh sebab itu diperlukan kerjasama berbagai pihak termasuk masyarakat serta menerapkan tata kelola yang baik agar terjadi koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah sehingga mampu menangani pandemi Covid-19. Kata Kunci: Covid-19, DKI Jakarta, Kebijakan pemerintah, PPKM, PSBB Abstract Background: DKI Jakarta is the capital city of Indonesia. The implementation of the Covid-19 handling policy in DKI Jakarta is a reflection of how the country is dealing with the Covid-19 pandemic. DKI Jakarta is also the province in Indonesia that has the highest number of Covid-19 cases in Indonesia. Method: A literature review was done based on a database from Google Scholar, infographics, and official publications from the DKI Jakarta Provincial Government. The search for journals was obtained using the keyword “Kebijakan AND Penanganan Covid-19 AND DKI Jakarta". The data obtained is then specified from 2020 to 2021. Result: Various policies have been set by the DKI Jakarta Provincial Government. Starting on March 11, 2020, eliminating car free days, large-scale social restrictions (or PSBB in Bahasa Indonesia), to Micro-Based Community Restrictions (or PPKM Mikro in Bahasa Indonesia). Conclusion: The policies that have been set have not succeeded in dealing with Covid-19 due to community disobedience and weak coordination between the central and regional governments. Therefore, it is necessary to cooperate with various parties including the community and implement good governance so that policy coordination occurs between the central and regional governments so that they are able to handle the Covid-19 pandemic. Keywords: Covid-19, DKI Jakarta, Government policies, PPKM, PSBB
Hubungan Faktor Karakteristik Ibu terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Tanah Tinggi Tangerang Mareta Puspita; Rini Handayani; Veza Azteria; Gisely Vionalita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.249

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pemberian ASI yang mengandung kolostrum tanpa tambahan makanan apapun dan diberikan kepada bayi dimulai ketika lahir hingga berusia 6 bulan. Prevalensi pemberian ASI eksklusif nasional tahun 2019 sebesar 67,74%. Studi ini ditujukan untuk mengetahui faktor karakteristik ibu yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Tanah Tinggi Tangerang. Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2021 dengan sampel 128 bayi usia 6-12 bulan. Variabel dependen penelitian adalah pemberian ASI eksklusif sedangkan variabel independen adalah usia, pekerjaan, pendidikan dan paritas. Analisis yang dilakukan secara analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Ditemukan proporsi tertinggi pada kelompok yang memberikan ASI eksklusif (50,8%), ibu usia 20 tahun sampai 35 tahun (70,3%), ibu yang bekerja (68%), ibu pendidikan lanjut (75%) dan ibu primipara (57%). Hasil uji Chi-square ditemukan adanya hubungan antara ASI eksklusif dengan pekerjaan (P-value=0,031, PR=1,649, 95%CI 1,037-2,622). Namun, usia (P-value=0,063, PR=1,457, 95%CI 1,039-2,045), pendidikan (P-value=0,759, PR=1,109, 95%CI 0,753-1,632) dan paritas (P-value=0,575, PR=1,145, 95%CI 0,796-1,648) ditemukan tidak signifikan terhadap pemberian ASI ekslusif. Kesimpulan: Hanya variabel pekerjaan yang berhubungan terhadap pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: ASI eksklusif, Paritas, Pekerjaan, Pendidikan, Usia Abstract Background: Breastfeeding containing colostrum without any additional food and given to babies starting at birth until the age of 6 months. The national prevalence of exclusive breastfeeding in 2019 was 67.74%. This study was aimed to determine the characteristics of mothers related to exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months at the Tanah Tinggi Tangerang Health Center. Methods: The cross-sectional study was conducted in January-August 2021 with a sample of 128 infants aged 6-12 months. The dependent variable of the study was exclusive breastfeeding while the independent variables were age, occupation, education and parity. The analysis was carried out by univariate and bivariate analysis with Chi-square test. Results: The highest proportion was found in the group who gave exclusive breastfeeding (50.8%), mothers aged 20 to 35 years (70.3%), working mothers (68%), advanced education mothers (75%) and primiparous mothers (57). %). The results of the Chi-square test found a relationship between exclusive breastfeeding and work (P-value=0.031, PR=1.649, 95%CI 1.037-2.622). However, age (P-value=0.063, PR=1.457, 95%CI 1.039-2.045), education (P-value=0.759, PR=1.109, 95%CI 0.753-1.632) and parity (P-value=0.575, PR=1.145, 95%CI 0.796-1.648) was found not significant to exclusive breastfeeding. Conclusion: Only occupation variables related to exclusive breastfeeding. Keywords: Age, Education, Exclusive breastfeeding, Parity, Profession
Dampak Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan pada Mahasiswa Program Studi “X” Perguruan Tinggi “Y” Rizky Agung Laksono; Nurul Dwi Mukti; Didah Nurhamidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.282

Abstract

Abstrak Latar belakang: Makanan cepat saji merupakan makanan yang bisa disajikan dengan waktu yang sesingkat mungkin. Makanan cepat saji memiliki banyak sekali ragam jenis, dari makanan ringan hingga berat. Sejalan dengan perkembangan pada jumlah dan jenis makanan, kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi makanan semakin beraneka ragam termasuk kegemaran mengonsumsi makanan cepat saji. Padahal jika dikonsumsi berlebihan, makanan cepat saji dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Studi ini ditujukan untuk mengetahui dampak konsumsi makanan cepat saji pada mahasiswa. Metode: Penelitian cross sectional ini dilakukan terhadap kesehatan mahasiswa Program Studi “X” Perguruan Tinggi “Y”. Metode pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran angket secara daring yang dimulai sejak 17 Oktober 2021 terhadap 28 mahasiswa. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,6% mahasiswa setuju dengan konsumsi makanan cepat saji, 64,3% mengaku mengalami gangguan tenggorokan 53,6% mahasiswa merasa mengantuk setelah konsumsi makanan cepat saji, dan 64,3% mahasiswa mengaku mengalami peningkatan berat badan karena tingginya frekuensi konsumsi makanan cepat saji Kesimpulan: Studi ini menemukan bahwa mahasiswa mengeluhkan mengalami dampak negatif dari makanan cepat saji seperti kenaikan berat badan, gangguan tenggorokan, dan merasa mengantuk. Kata kunci: Dampak, Kesehatan, Makanan cepat saji Abstract Background: Fast food is food that can be served in the shortest possible time. Fast food has a wide variety of types, from light to heavy meals. In line with developments in the amount and type of food, people's habits in consuming food are increasingly diverse, including their fondness for eating fast food. In fact, if consumed in excess, fast food can cause various health problems. This study aimed to determine the impact of fast food consumption on students. Methods: This cross-sectional study was conducted in “X” department University of “Y”. Online questionnaire was used to collected the data on October 17, 2021 in 28 students. The data were analyzed descriptively. Results: The results showed that 53.6% of students agreed with the consumption of fast food, 64.3% admitted to having throat problems, 53.6% of students felt sleepy after consuming fast food, and 64.3% of students admitted that they experienced weight gain because of the high frequency of consumption of fast food Conclusion: This study found that college students complained of experiencing negative effects from fast food snacks such as weight gain, throat disorders, and feeling sleepy. Keywords: Fast food, Health, Impact
Tuberkulosis Laten pada Tenaga Kesehatan di RSI Jemur Sari Surabaya Ayu Cahyani Noviana; Febtarini Rahmawati; Indah Widyaningsih; Muzaijadah Retno Arimbi; Theodora Theodora
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.305

Abstract

Abstrak Latar belakang: Prevalensi TB paru dengan konfirmasi bakteriologis sebesar 759 (95% CI589-961) per 100.000 penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. Petugas kesehatan yang bekerja di bagian paru rumah sakit, sangat rentan terpapar kuman Mycobacterium tuberculosis, dikarenakan setiap hari ada hubungan/ kontak dialog (anamnesis) dengan penderita tuberkulosis aktif yang sedang berobat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi TB Laten pada tenaga Kesehatan dengan metode IGRA Metode: Metode penelitian deskriptif dengan sample adalah seluruh tenaga kesehatan di bagian paru RSI Jemur Sari terdiri dari 2 dokter, 2 analis dan 6 perawat, terutama yang telah bekerja lebih dari 5 tahun diambil darahnya untuk diperiksa antibodi interferon gamma dengan metode IGRA. Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari 10 sampel yang berhasil dilakukan pemeriksaan didapatkan 70% tenaga kesehatan yang kontak dengan penderita positif antibodi interferon gammanya. Kesimpulan: Kontak dengan penderita Tuberkulosis yang terus menerus memungkinkan tertular, dimana imunitas yang baik dapat menyebabkan tenaga kesehatan tersebut tanpa gejala dan keluhan.Diperlukan penatalaksanaan administratif yang baik agar dapat menurunkan angka kejadian tuberculosis laten Kata Kunci : IGRA, Tenaga kesehatan, Tuberkulosis laten Abstract Background The prevalence of pulmonary TB with bacteriological confirmation was 759 (95% CI589-961) per 100,000 population aged 15 years and over. Health workers who work in the pulmonary section of the hospital are very susceptible to exposure to Mycobacterium tuberculosis, because every day there is a relationship/contact dialogue (anamnesis) with active tuberculosis sufferers who are being treated. The purpose of this study was to determine the prevalence of latent TB in health workers using the IGRA method Method Descriptive research method with samples were all health workers in the pulmonary section of RSI Jemur Sari consisting of 2 doctors, 2 analysts and 6 nurses, especially those who had worked for more than 5 years had their blood taken for examination of interferon gamma antibodies using the IGRA method. Results From 10 successfully examined sample, 70% of the health workers that has contact with the patients has positive interferon gamma antibody. Conclusion Prolonged contact with Tuberculosis patient raises the probability of contagion, whereas decent immunity allows the health workers to proceed without any symptoms. An excellent administrative governance is required to reduce the occurrence of latent tuberculosis. Keywords : Health workers, IGRA, Latent tuberculosis

Page 11 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue