cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Produktivitas Kerja Saat Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) pada Dosen FKM Universitas Mulawarman di Masa Pandemi Covid-19 Susanti, Rahmi; Amelia, Dinda Tasya; Damaiyana, Fina; Bernadine, Oryza Regina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.172

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Virus corona yang terus meningkat menyebabkan sekolah dijalankan secara Work From Home (WFH) dengan online. Produktivitas kerja menjadi suatu permasalahan jika pekerja bekerja di rumah, termasuk seorang dosen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan produktivitas kerja pada saat Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) dimasa Pandemi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional yang berjenis kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 31 tenaga kependididkan dan dosen dengan teknik sampel yaitu total sampling. Analisis data yang digunakan ialah analisis univariat, bivariat dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji wilconxon signed rank test didapatkan nilai sig sebesar 0.219 > 0.05 yang berarti H0 diitolak. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan produktivitas kerja pada tenaga kependidikan dan dosen pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman pada saat Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di masa pandemi. Work Productivity Differences in Education and Teachers of Faculty of Public Health when WFH (Work From Home) and WFO (Work From Office) at FKM Lectures of Mulawarman University during Pandemic Abstract Background: The corona virus which continues to increase causes schools to run online as WFH (Work From Home). Various problems arise due to the rules for lecturers to teach at home, one of which is the productivity of the lecturers. Purpose: This study aims to determine the differences in work productivity during WFH (Work From Home) and WFO (Work From Office) during the Pandemic. Methods: The design of this study was a cross sectional quantitative type. The total population was 31 education staff and lecturers with the sampling technique using the total sampling technique. The data analysis used was univariate, bivariate analysis with the Wilcoxon Sign Rank Test with a confidence level of 95%. Results: The results of the analysis using the Wilcoxon signed rank test obtained a sig value of 0.219> 0.05, which means that H0 is rejected. Conclusion: There was no difference in work productivity among teaching staff and lecturers at the Faculty of Public Health, Mulawarman University during the Work From Home (WFH) and Work From Office (WFO) during the pandemic.
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja yang Mengalami Bullying Novianti, Evin; Mia, Noer Aeni Zam Zam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.173

Abstract

Abstrak Latar belakang: Masa remaja dianggap sebagai transisi antara masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik atau biologis, kognitif dan psikososial. Perubahan yang dialami selama masa remaja berbagai masalah internal dan eksternal pada remaja yang dapat berupa stres, salah satunya adalah bullying. Dukungan sosial dibutuhkan remaja untuk menjalani masa transisi. Studi ini ditujukan untuk menilai pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada remaja yang mengalami bullying di SMA Negeri 7 Jakarta. Metode: Studi Cross Sectional dengan simple random sampling dari Februari sampai Juni 2020 di SMA Negeri 7 Jakarta. Jumlah sampel penelitian 148 responden yang diwawancarai secara daring menggunakan google form. Uji Korelasi Pearson dan uji T-Independent digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Studi ini menemukan pengaruh hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada remaja pelaku bullying di SMA Negeri 7 Jakarta (p value=0,000). Kesimpulan: Perawat dapat memberikan edukasi terkait kecemasan yang dialami remaja dengan bullying, sekolah diharapkan dapat memberikan bimbingan konseling kepada siswa yang menjadi korban dan pelaku bullying, dan bagi keluarga khususnya orang tua diharapkan dapat meningkat. dukungan untuk anak remaja mereka. The Effect of Family Support on Anxiety Levels in Teenagers Experience Bullying Abstract Background: Adolescence is considered as a transition between childhood to adulthood characterized by physical or biological, cognitive and psychosocial changes. Changes experienced during adolescence are various internal and external problems in adolescents which can be in the form of stress, one of which is bullying. Social support is needed by adolescents to undergo a transition period. This study aimed to determine the effect of family support and anxiety levels in adolescents with bullying at SMA Negeri 7 Jakarta. Methods: A cross sectional study was done from February to June 2020 at SMA Negeri 7 Jakarta. Total 148 students were selected using simple random sampling who were interviewed online using google form. Pearson Correlation Test and T-Independent test was performed to analysed the data. Results: The results of this study found that there was a relationship between family support and the level of anxiety among bullying adolescents at SMA Negeri 7 Jakarta (p value = 0,000). Conclusion: Nurses can provide education regarding the anxiety experienced by adolescents with bullying, schools are expected to provide counseling guidance to students who are victims and perpetrators of bullying, and for families, especially parents, it is expected to increase. support for their teenagers.
Pengaruh Teman Sebaya dengan Status Gizi Lebih Remaja di Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Pamulang Fatmawati, Iin; Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.176

Abstract

Abstrak Latar belakang: Status gizi lebih atau kegemukan merupakan kondisi terjadinya peningkatan berat badan yang disebabkan karena adanya penimbunan lemak tubuh. Tidak hanya ditemukan pada kelompok usia dewasa, namun status gizi lebih juga ditemukan pada usia anak-anak dan remaja. Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja masih mengalami peningkatan yang tinggi dari tahun ke tahun. Salah satu yang menyebabkan peningkatan status gizi adalah perubahan pola makan. Perubahan pola makan sendiri dipengaruhi oleh adanya peran lingkungan sosial, yaitu pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh teman sebaya dengan kejadian status gizi lebih pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 60 orang siswa-siswi sekolah menengah pertama. Pengumpulan data status gizi dilakukan dengan metode self reported dan untuk pengaruh teman sebaya menggunakan kuesioner pengaruh peer group support. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – November 2020. Hasil: Hasil anailisis menyebutkan sebanyak 40% remaja tanpa adanya pengaruh teman sebaya memiliki status gizi yang normal dan sebanyak 23,3% remaja dengan pengaruh teman sebaya memiliki status gizi lebih. Penelitian ini menujukkan ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan status gizi lebih pada remaja dengan p value = 0,028. Kesimpulan: Pengaruh teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya gizi lebih pada remaja. The Correlation Between Peer Group Support and Overweight Among Adolescents In Junior High School Pamulang Sub-District Tangerang Selatan Abstract Background: Overweight and obesity is a condition in which excess body fat has accumulated and leads to weight gain. Overweight is not only found in adults, but also in children and adolescents. The prevalence of overweight in the adolescent still has a sharp increase from year to year. One of the causes of overweight is changes in diet. Changes in diet are influenced by the role of the social environment, such as peer group support. This research aims to determine the correlation between peer group support with overweight in adolescents. Method: This research is an observational study with a cross-sectional design. The samples were collected using stratified random sampling, with a total sample of 60 students at middle school. The nutritional status data were collected using the self-respected method, and for the peer influence used questionnaire. This research was conducted in July to November 2020. Results: The analysis results showed that as many as 40% of adolescents without the peer group support had normal nutritional status, and 23.3% of adolescents with the peer group support had overweight. This research showed that there was a relationship between peer group support and overweight in adolescents, with the p value = 0.028. Conclusion: Peer group support is able to influence the occurrence of overweight in adolescents.
Efektivitas Penggunaan Media Sosial dalam Pemasaran Rumah Sakit: Systematic Review SA, Muhammad Fahriza; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.149

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Pada awal tahun 2020, jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia telah melampaui angka 3,8 miliar. Banyak organisasi layanan kesehatan menggunakan media sosial. Pada tahun 2014, 94% rumah sakit menggunakan media sosial. Saat ini, jumlah rumah sakit yang menggunakan media sosial untuk komunikasi dan pemasaran semakin meningkat. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji penggunaan media sosial dalam bidang pemasaran di rumah sakit. Metode: Kajian sistematis ini menggunakan metode PRISMA, mengkaji artikel yang dipublikasi tahun 2016 - 2020. Sumber artikel penelitian mengenai penggunaan media sosial dalam bidang pemasaran di rumah sakit didapatkan dengan pencarian menggunakan kata kunci “social media” dikombinasikan dengan kata kunci “hospital” dan “marketing" atau “hospital marketing” dan melalui database pencarian Google Scholar dan PubMed. Mendeley digunakan untuk menyusun dan mengevaluasi judul beserta abstrak, mengidentifikasi dan menghapus artikel yang ganda. Hasil: Sebanyak 13 artikel dipilih untuk kajian sistematis. Hasilnya diklasifikasikan dan dilaporkan berdasarkan dua kategori, yaitu jenis platform dan efektivitasnya berupa manfaat dari penggunaannya. Jenis platform yang paling sering digunakan adalah Facebook kemudiaan diikuti dengan Twitter dan Instagram. Sedangkan manfaat terpenting adalah pengembangan strategi pemasaran (marketing) yang optimal. Kesimpulan: Platform media sosial telah menjadi keharusan bagi suatu rumah sakit untuk pemasaran dan promosi saat ini serta mampu menciptakan brand image secara global terkait efektivitas penggunaannya yang dapat mempengaruhi reputasi rumah sakit. Effectiveness of Use of Social Media Inmarketing Hospital: Systematic Review Abstract Background: At the beginning of 2020, the number of social media users worldwide has surpassed the 3.8 billion mark. Many health care organizations use social media. In 2014, 94% of hospitals used social media. Currently, the number of hospitals using social media for communication and marketing is increasing. The purpose of this study is to examine the use of social media in marketing in hospitals. Methods: This systematic study uses the PRISMA method, reviewing articles published in 2016 - 2020. Sources of research articles on the use of social media in the field of marketing in hospitals are obtained by searching using the keyword “social media” combined with the keywords “hospital” and “marketing” or “hospital marketing. "And through the Google Scholar and PubMed search databases. Mendeley was used to compile and evaluate titles and abstracts, to identify and remove duplicate articles. Results: A total of 13 articles were selected for a systematic review. The results are classified and reported based on two categories, namely the type of platform and its effectiveness in the form of benefits from its use. The type of platform most often used is Facebook followed by Twitter and Instagram. Meanwhile, the most important benefit is the development of an optimal marketing strategy. Conclusion: Social media platforms have become a must for hospitals for marketing and promotion today and can create a global brand image regarding their effectiveness in use which can affect the hospital's reputation.
Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Nifas Lengkap di Indonesia: Analisis Lanjut Data Riskesdas 2018 Situmorang, Marlina Hendryka; Pujiyanto, Pujiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.179

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Perawatan nifas dibutuhkan pada periode setelah persalinan untuk mendeteksi dini masalah atau mengobati penyakit pascapersalinan. Lebih dari 65% kematian ibu terjadi selama 42 hari pertama pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan nifas lengkap di Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Unit analisis penelitian ini adalah ibu yang melahirkan anak terakhir dalam kurun 2013 sampai wawancara Riskesdas 2018. Hasil: Berdasarkan hasil regresi logistik, faktor predisposisi yang memiliki peluang untuk mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah umur ibu 20-35 tahun (OR 0,885), pendidikan tinggi (OR 1,167), paritas ≤ 2(OR 1,090), persalinan secara sesar/vacuum/forceps, dll (OR 1,491), persalinan di fasilitas kesehatan (OR 1,489), pemeriksaan kehamilan lengkap (OR 1,613), dan regional Sumatera (OR 0,510). Faktor pemungkin yang memiliki peluang untuk mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah status tidak bekerja (OR 0,954) dan memiliki jaminan kesehatan (OR 1,141). Faktor kebutuhan yang memiliki peluang untuk mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah memiliki riwayat komplikasi kehamilan (OR 0,948). Kesimpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan nifas lengkap adalah umur ibu, pendidikan, paritas, metode persalinan, tempat persalinan, pemeriksaan kehamilan, regional tempat tinggal, status pekerjaan, kepemilikan jaminan kesehatan, dan riwayat komplikasi kehamilan. The Determinants of Fully Postpartum Visit in Indonesia: Further Analysis of Riskesdas 2018 Abstract Background: Post-natal care is needed during postpartum for early detection or to cure disease or any problem of postpartum. More than 60% of maternal mortality happens during 42 days of postpartum. This research is intended to analyse the determinant factors of fully postpartum visit in Indonesia. Method: This research uses the data from Riskesdas 2018. The unit of analytic research is mothers having last birth happened from 2013 until Riskesdas interview on 2018. Result: Based on the result of logistic regression, predisposition factors that have chance to affect the fully postpartum visit are mothers on age 20-35 years old (OR 0,885), advance education (OR 1,167), parity ≤2 (OR 1,090), laboring through caesar, vacuum, forceps et all (OR 1,491), labor using medical facility (OR 1,489), fully pregnancy checkup (OR 1,613) and region Sumatera (OR 0,510). Enabling factors that have chance to affect the fully postpartum visit are unemployment (OR 0,954) and owning health insurance (OR 1,141). Need factor that has chance to affect fully postpartum visit is having history of pregnancy complications (OR 0,948). Conclusion: The factors affecting fully postpartum visit are age, education, parity, labor method, place of labor, pregnancy checkup and region of province, job status, health insurance ownership and history of pregnancy complication.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Tidak Aman pada Karyawan Departemen Produksi di PT X Jakarta untari, laras dewi; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Handayan, Putri; Yusvita, Fierdania
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.181

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kasus perilaku tidak aman pada divisi produksi PT X Jakarta menyebabkan kecelakaan kerja dengan total 19 kasus dari data tahun 2015-2020. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengethui bebrapa faktor penyebab terkait dengan perilaku tidak aman pada karyawan departemen produksi di PT X Jakarta tahun 2021. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah sectional cross. Populasi penelitian ini adalah karyawan pada divisi produksi PT X Jakarta. Sampel pada penelitian ini berjumlah 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terdiri dari 6 variabel diantaranya adalah perilaku tidak aman, umur, pendidikan, pengetahuan, pelatihan K3 dan pengawasan. pengujian chi square dilakukan untuk melakukan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil : Hasil dari penelitian diketahui bahwa ada hubungan yang kuat antara pendidikan (Pv=0.02), pelatihan (Pv=0.04) dan pengawasan (Pv=0.03) dengan kasus perilaku tidak aman, sedangkan tidak terdapat hubungan antara umur (Pv=0.71) dan pengetahuan (Pv=0.92) dengan kejadian perilaku tidak aman. Kesimpulan : Perusahaan harus dapat mengoptimalkan segala bentuk program K3 yang ada dengan mengatur jadwal pelatihan K3 yanglebih baik lagi dan melakukan peningkatan pengawasan kepada seluruh karyawan terkait kecelakaan kerja yang disebabkan oleh perilaku tidak aman serta memberikan pembinaan yang lebih mendalam lagi terkait pengetahuan perilaku tidak aman. The Factors Associated With Unsafe Behavior in The Production Department Employees at PT X Jakarta Abstract Background : Any case of unsafe behavior in production department PT X Jakarta caused work accidents with a total of 19 cases from 2015 - 2020 data. The purposes of this experiment are to determine factors associated with unsafe behavior in production division employees at PT X Jakarta in 2021. Method : Research design used was sectional cross. Population of this study were employees in the production division of PT X Jakarta. 45 respondents are amounted for Sample in this experiment. Instrument used was a questionnaire consisting of 6 variables, namely unsafe behavior, age, education, knowledge, K3 training and supervision. Chi square test are use to analyzing data with univariat and bivariat method. Result : The results showed that there was a significant correlation between education (Pv = 0.02), training (Pv = 0.04) and supervision (Pv = 0.03) with case of unsafe behavior, while there was no relationship between age (Pv = 0.71) and knowledge (Pv = 0.92) with the case of unsafe behavior. Conclusion : Companies must be able to optimize all forms of existing K3 programs by arranging a better K3 training schedule and increasing supervision of all employees regarding unsafe behavior that can lead to work accidents and providing deeper guidance regarding knowledge of unsafe behavior.
Gambaran Stres Kerja pada Karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya Kabupaten Bekasi Widiaty, Annisa Tria; Amalia, Rizki; Utari, Dyah; Fithri, Nayla Kamilia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.187

Abstract

Abstrak Latar belakang: Tempat kerja merupakan salah satu tempat dimana pemicu stres dapat berkembang. Stres kerja merupakan hal umum yang dapat dialami oleh para pekerja. Stres kerja dapat diakibatkan karena ketidakmampuan pekerja dalam memenuhi tuntutan untuk menyelesaikan pekerjaannya atau adanya rasa ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dalam bekerja. Beban kerja yang banyak, tenggang waktu yang sedikit, komunikasi antar pekerja yang kurang baik, serta faktor lainnya dapat menjadi sumber stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran stres kerja pada karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya. Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya. Sampel yang digunakan sejumlah 118 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 24 karyawan (20,3%) tidak mengalami stres kerja, 89 karyawan (75,4%) mengalami stress kerja ringan, dan 5 karyawan (4,2%) mengalami stres kerja sedang. Kesimpulan: Sebagian besar karyawan di Proyek PLTGU Muara Tawar PT Hutama Karya mengalami stres kerja ringan. Oleh karena itu, pekerja disarankan untuk menerapkan manajemen stres agar dapat mencegah stres sedini mungkin, memanfaatkan waktu istirahat dalam bekerja sebaik mungkin, dan melakukan interaksi sosial antar pekerja untuk terciptanya hubungan dalam pekerjaan yang baik. Occupational Stress Level Among Employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya Bekasi Abstract Background: Workplace is one of the places where stressors can be develop. Occupational stress is a common thing that can be experienced by the employees. Occupational stress can be caused by or due to, please choose one the inability of the employees to meet the demands to complete their work or the feeling of discomfort and dissatisfaction at work. Lots of workloads, short period of time, poor communication between employees, and other factors can be the source of occupational stress. The purpose of this study was to determine the description of occupational stress among employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya. Methods: This study was a descriptive quantitative research with cross-sectional design. The population of this research is all employees at the Muara Tawar PLTGU Project PT Hutama Karya. The sample was 118 employees. The sampling technique used was simple random sampling. Data were analyzed in proportion and frequency. Result: The results showed that 24 employees (20,3%) were never had occupational stress, 89 employees (75,4%) had mild occupational stress, and 5 employees (4,2%) had moderate occupational stress. Conclusion: Most of the employees at PLTGU Muara Tawar Project PT Hutama Karya had mild occupational stress. Therefore, employees are recommended to apply stress management in order to prevent stress, make the best of their worktime, and having social interactions between employees to create a good work relationships.
Ketersediaan Energi dan Protein Makan Sehari di Pondok Pesantren Al Hikmah Gresik Anggraini, Yulia; Ruhana, Amalia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.198

Abstract

Abstrak Latar belakang: Pondok pesantren adalah tempat belajar bagi para santri untuk menjadi manusia yang berakhlak baik. Mayoritas santri yang mengikuti pendidikan di pesantren adalah berusia remaja. Remaja merupakan periode penting dalam kehidupan karena terjadi perkembangan fisik, psikologis dan kognitif. Dalam pemenuhan zat gizi, remaja mengalami berbagai masalah pada pola makan maupun keadaan gizinya yang berpengaruh terhadap kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan energi dan protein makan sehari di Pondok Pesantren Al Hikmah Gresik. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan crossectional study. Lokasi penelitian yaitu Pondok Pesantren Al Hikmah Gresik dengan waktu penelitian bulan oktober-januari 2020. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah formulir food weighing dengan teknik analisa deskriptif. Hasil: Dalam penyelenggaraan makanan selama 7 hari diperoleh ketersediaan energi tertinggi sebesar 1766,132 kkal dengan rata-rata sebesar 1408,313 kkal/org/hari (56,68%). Pada ketersediaan protein selama 7 hari diperoleh ketersediaan tertinggi sebesar 48,899gram dengan rata-rata 40,57 gram/org/hari (64,40%). Kesimpulan: Ketersediaan energi dan protein pada Pondok Pesantren Al Hikmah masih dibawah standard rata-rata konsumsi di tingkat ketersediaan. The Availlabillity of Energy And Protein For Daily Eating At Al Hikmah Islamic Boarding School Gresik Abstract Background: an Islamic boarding school is a place of learning for students to become human beings with excellent character. The majority of students who attend Islamic boarding schools are adolescents. Adolescence is a crucial period in life because of physical, psychological, and cognitive development. In fulfilling nutrition, adolescents experience various problems with their diet and nutritional status that impact health. Indeed, this research aims to recognize the availability of energy and protein for daily eating at Islamic Boarding School Al Hikmah Gresik. Method: This type of research was a descriptive study with a cross-sectional study approach. The research was located at Islamic Boarding School Al Hikmah Gresik. The research was conduct around October-January 2020. The data collection instrument used the food weighing form with descriptive analysis techniques. Results: The highest energy availability for seven days was obtained at 1766,132 kcal with an average of 1408,313 kcal/person/day (56,68%). On the availability of protein for seven days, the highest availability was obtained at 48,899 grams with an average of 40,57 grams/person/day (64,40%). Conclusion: The availability of energy and protein at Al Hikmah Islamic Boarding School is still below the average consumption standard at the level of availability.
Analisis Kejadian Diare di Dusun I Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sari, Fitri dian Nila
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.204

Abstract

Abstrak Latar belakang: Diare adalah penyakit yang menyebabkan kematian pertama pada balita. Diperkirakan rata-rata 4 miliar diare dan 1,9 juta kematian per tahun. Diare dapat berdampak pada turunnya asupan makanan dan penyerapan nutrisi, gizi buruk, resistens terhadap infeksi, dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan yang mempengaruhi kejadian diare di Dusun I Desa Amplas, Percut Sei Tuan. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksplanatori dengan metode cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Amplas Dusun I, Percut Sei Tuan. Pengambilan sampel dengan teknik proportional sampling. Populasi adalah seluruh kepala keluarga di Desa Amplas dusun I, Percut Sei Tuan sebanyak 442 KK. Sedangkan sampel adalah 100 orang ibu-ibu di Desa Amplas Dusun I, Percut Sei Tuan. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square memperlihatkan bahwa p-value kualitas fisik air adalah 0,00 atau < nilai sig α = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa kualitas fisik air berhubungan dengan kejadian diare. Hasil uji chi-square memperlihatkan bahwa nilai signifikan probabilitas jarak septic tank adalah 0,00 atau < nilai sig α = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa jarak septic tank berhubungan dengan kejadian diare. Kesimpulan: Gambaran keadaan lingkungan persentase terbesar kualitas fisik air bersih dan air minum, jarak septic tank ke sumber air termasuk memenuhi syarat. Ada hubungan antara kualitas fisik air, jarak septic tank ke sumber air dengan kejadian diare. Analysis of Diarrhea Case in Dusun I Desa Amplas, Percut Sei Tuan, Deli Serdang Abstract Background: Diarrhea is the first cause of death in children under five. It is estimated that about 4 billion cases of diarrhea and 1.9 million deaths per year. Diarrhea causes a decrease in food intake and absorption of nutrients, poor nutrition, resistance to infection, and impaired growth and development. The purpose of this study was to determine the factors that influence the incidence of diarrhea in Dusun I Desa Amplas, Percut Sei Tuan Methods: This type of research is an explanatory study with a cross sectional design with proportional sampling. The research was carried out in Dusun I Desa Amplas, Percut Sei Tuan.. The population in the study were 442 families in Dusun I Desa Amplas. While the sample was 100 women Result: Based on the results of the chi-square test, it shows that the significant probability value of the physical quality of water is 0.00 or <sig α = 0.05. It proves that the physical quality of water is related to the incidence of diarrhea. The results of the chi-square test show that the significant value of the probability of the septic tank distance is 0.00 or <sig α = 0.05. It proves that the distance of the septic tank is related to the incidence of diarrhea. Conclusion: The largest percentage of the physical quality of water, the distance between the septic tank and the water source is considered eligible. There is a relationship between the physical quality of water, the distance between the septic tank and the water source and the incidence of diarrhea.
Hubungan antara Kebiasaan Melewatkan Sarapan, Konsumsi Sayur Buah dan Fast Food, Aktivitas Fisik, Aktivitas Sedentary dengan Kejadian Gizi Lebih Noerfitri, Noerfitri; Putri, Tivanny Winoto; Febriati, Rizki Ugi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i2.205

Abstract

Abstrak Latar belakang: Peningkatan kejadian gizi lebih remaja karena penurunan aktivitas fisik dan peningkatan konsumsi makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat tinggi di mana makanan tersebut memiliki nilai gizi rendah. Indonesia termasuk 10 negara dengan prevalensi kelebihan gizi terbesar di dunia. Salah satu provinsi yang mengalami gizi lebih melebihi prevalensi gizi lebih adalah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih remaja di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Keluarga Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, dengan variabel independen kebiasaan melewatkan sarapan, konsumsi sayur dan buah, konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan aktivitas sedentary. Sedangkan variabel dependennya status gizi lebih dengan indikator IMT ≥ 23 kg/m2 . Populasi studi meliputi 450 mahasiswa STIKes Mitra Keluarga Bekasi berusia 17-20 tahun. Data dikumpulkan pada Juni-Juli 2020 dengan sampel sebanyak 215 responden yang dipilih secara consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan regresi logistik sederhana. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (95,3%), berusia 19 tahun (46,0%) dan program studi SI-Keperawatan (32,6%). Hasil uji regresi logistik mendapatkan p-value pada tiap variabel yaitu kebiasaan melewatkan sarapan (0,353), konsumsi sayur (0,721), konsumsi buah (0,853), konsumsi fast food (0,867), aktivitas fisik (0,828), aktivitas sedentary sedang (0,734), aktivitas sedentary berat (0,090). Kesimpulan: Kebiasaan melewatkan sarapan, konsumsi sayur buah, konsumsi fast food, aktivitas fisik serta aktivitas sedentary tidak berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswa STIKes Mitra Keluarga. Relationship Between the Habits of Skipped Breakfast, Consumption of Vegetables Fruits and Fast Food, Physical Activities, Sedentary Activities with Overnutrition Abstract Background: The increase in the incidence of overnutrition in adolescence due to decreased physical activity and increased consumption of foods with high in fat and high in carbohydrates, which these foods have low nutritional value. Indonesia is one of the 10 countries with the highest prevalence of overweight in the world. One of the provinces experiencing overnutrition above the prevalence of overnutrition in Indonesia is West Java. This study aims to determine the factors associated with the incidence of overnutrition in STIKes Mitra Keluarga Bekasi. Methods: This study used a cross-sectional design. The independent variable was habit of skipping breakfast, consumption of vegetables, fruits, consumption of fast food, physical activity, sedentary activity, while the dependent variable was over nutritional status with BMI indicators ≥ 23 kg / m2 . The study population was 450 STIKes Mitra Keluarga Bekasi students aged 17-20 years. Data collection was carried out in June-July 2020 with a sample of 215 respondents who were selected by consecutive sampling. To determine the relationship between the two variables studied, the data were analyzed using a Simple Logistic Regression test. Result: Most of the respondents were female (95.3%), 19 years old (46.0%), SI-Nursing study program (32.6%). Simple Logistic Regression test results obtain p-value for each variable is the habit of skipping breakfast (0.353), vegetables consumption (0.721), fruits consumption (0.853), fast food consumption (0.867), physical activity (0.828), moderate sedentary activity (0.734), and heavy sedentary activity (0.090). Conclusion: There is no relationship between the habit of skipping breakfast, consumption of vegetables, fruits, and fast food, physical activity and sedentary activity with overnutrition in STIKes Mitra Keluarga students.

Page 9 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue