cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Determinan Faktor Sisa Makanan pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot Meliana, Meliana; Vionalita, Gisely
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.101

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Sisa makanan merupakan makanan yang telah disajikan tidak dihabiskan oleh pasien sehingga terbuang. Sisa makanan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot Tahun 2019 sebesar 35,41%. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan sisa makanan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot Tahun 2019. Metode: Studi cross sectional dilakukan di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot selama bulan Januari 2019. Sebanyak 70 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria bersedia menjadi responden, telah menjalani perawatan minimal 2 hari dan pasien dengan diet biasa. Kuesioner digunakan sebagai instrumen wawancara. Seluruh data diuji menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Penelitian ini menemukan 50% sisa makanan tidak memenuhi standar, 61,4% responden sering mengkonsumsi makanan dari luar RS, 62,9% mengungkapkan rasa makanan baik, dan 57,1% penampilan makanan baik. Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit (p value 0,049), tetapi tidak terdapat hubungan rasa makanan (p value 0,083), penampilan makanan (p value 0,091) di Rumah Sakit Hermina Daan Mogot. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara mengkonsumsi makanan dari luar rumah sakit dengan sisa makanan. Disarankan membuat kebijakan pengawasan makanan dari luar rumah sakit oleh satpam kepada keluarga penunggu pasien untuk larangan membawa dan memberikan makanan dari luar rumah sakit kepada pasien dengan melakukan pengecekan makanan yang dibawa oleh keluarga pasien. Factors Related of Leftover in Patients at Hermina Daan Mogot Hospital Abstrack Background: Leftovers of the food is food that has been served is not spent by the patient and is wasted. Leftover food in patients at Hermina Daan Mogot Hospital in 2019 of 35,41%. The general objective of this study was to determine factors related to leftover in patients at Hermina Daan Mogot Hospital in 2019. Methods: A cross sectional study was performed during January in Hermina Daan Mogot Hospital. A purposive sampling was used to selected 70 patients. The inclusion criteria were willing to be a respondent, has undergone treatment for at least 2 days and patients on a regular diet. This study used an instrument in the form of a questionnaire and the data were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test. Results: There are 50% of food scraps that do not meet the standards, 61.4% often consume food from outside the hospital, 62.9% taste good food, 57.1% appearance of good food.Chi-square resultsstarted there is consumsing food from the hospital (p value 0,049). No relationship food taste (p value 0,083), food appearance (p value 0,091) at Hermina Daan Mogot Hospital. Conclusions: There was a significant relationship between consuming food from outside the hospital with leftovers.It is a recommended to making food control policies from outside the hospital by security guards to families of patients waiting for the prohibition of bringing and giving food from outside the hospital to patients by checking the food brought by the patient's family.
Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat Mekarisce, Arnild Augina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.102

Abstract

Pendahuluan: Secara umum metode penelitian didefinisikan sebagai suatu kegiatan ilmiah yang terencana, terstruktur, sistematis, dan memiliki tujuan tertentu baik praktis maupun teoritis. Dikatakan terstruktur karena kegiatan ini berlangsung mengikuti suatu proses dan tahapan-tahapan tertentu. Salah satu tahapannya adalah tahapan dalam pengumpulan data. Data merupakan hal yang sangat krusial dalam penelitian, sehingga dalam perjalanannya, data yang dikumpulkan harus memenuhi syarat pada pemeriksaan keabsahan data, termasuk dalam penelitian kualitatif. Metode: Metode yang digunakan adalah literature review, yaitu literatur dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel ilmiah yang saling terkait. Hasil dan Pembahasan: Pemeriksaan terhadap keabsahan data merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji kredibilitas (perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, atau mengadakan membercheck), transferabilitas, dependabilitas, maupun konfirmabilitas. Kesimpulan: Teknik pemeriksaan keabsahan data yang dapat dilakukan pada penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, maupun konfirmabilitas. Kata kunci: kredibilitas, transferabilitas, triangulasi, dependabilitas, konfirmabilitas Data Validity Check Techniques in Qualitative Research in Public Health Introduction: In general, the research method is defined as a scientific activity that is planned, structured, systematic, and has specific objectives both practical and theoretical, both in quantitative and qualitative research. It is said to be structured because this activity takes place following a certain process and stages. One of the stages is the stage in data collection. Data is very crucial in the research, so that in its journey, the data collected must meet the requirements on the validity of the data. This study aims to explain the theory about the data validity check techniques in qualitative research in public health. Method: The method used is literature review, which is literature collected from various sources such as books, journals, scientific articles that are interrelated. Result: Data Validity Check Techniques is an inseparable element of the body of qualitative research knowledge in the field of public health. Data validity checking techniques in this qualitative study include credibility tests (extended observations, increasing perseverance, triangulation, negative case analysis, using reference material, or holding a member check), transferability, dependability, and confirmability. Conclusion: Data validity checking techniques that can be carried out in qualitative research in the field of public health are by conducting tests of credibility, transferability, dependability, and confirmability. Keywords: credibility, transferability, triangulation, dependability, confirmability
Konsep Diri dalam Toleransi Stres Wanita Menopause Usia 40-59 Tahun di Sleman Yogyakarta Widiyaningsih, Dwi; Diana, Citra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.104

Abstract

Abstrak Latar belakang: Menopause menyisakan keluhan psikologis diantaranya adalah penerimaan menopause yang kurang baik dan kurangnya kesiapan menghadapinya yang menyebabkan stress dan depresi. Stres pada wanita menopause dapat diatasi dengan konsep diri yang baik, 6 dari 10 perempuan menopause mengalami percaya diri yang kurang, tidak menghargai diri sendiri dan berpenampilan tidak sesuai dengan identitas diri. Semua komponen tersebut merupakan konsep diri yang rendah akibat beban stres yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan konsep diri dengan toleransi stress pada wanita menopause di Dusun Ngaglik Desa Caturharjo Sleman Yogyakarta. Metode: Desain penelitian ini merupakan survei analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional yang diambil selama bulan Maret 2019. Sampel penelitian sebanyak 49 wanita menopause yang dipilih dengan kriteria dalam purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki konsep diri rendah (63,3%) dan memiliki toleransi stres kurang baik (67,3%). Hasil penelitian juga menunjukkan adanya korelasi yang bermakna terkait konsep diri dengan toleransi stres pada wanita menopause (nilai ρ = 0,0001). Kesimpulan: Sehingga dapat dikatakan bahwa toleransi stress wanita yang sudah menapause ada keterkaitan yang kuat dengan konsep diri. Self-Concept with Stress Tolerance in Menopause Age 40-59 Years Women in Sleman Yogyakarta Abstract Background: Menopause leaves psychological complaints, namely poor acceptance of menopause and lack of readiness to face it which causes stress and depression. Office of menopausal women can cope with a good self-concept, 6 out of 10 menopausal women experience lack of self-confidence, do not respect themselves and do not conform to self-identity. All of these components are low self-concept due to the stress they experience. This study aimed to describe the relationship between self-concept and stress tolerance in menopausal women in Ngaglik Hamlet, Caturharjo Village, Sleman Yogyakarta. Methods: The research was a analytical survey and use cross sectional approach during March 2019. Sample were 49 menopause women are part of purposive sampling criteria. Chi square was used to analyze the data. Results: Most of the respondents show that have a low low self-concept (63,3%) and bad stress tolerance (67,3%). There is a significant correlation between self concept and stress tolerance on menopause women (ρ-value = 0,0001). Conclusion: So it can be said that stress tolerance of women who have reached menopause has a strong relationship with self-concept in Ngaglik Residence, Caturharjo Village, Special Region of Yogyakarta.
Pengaruh Keturunan, Obesitas dan Gaya Hidup yang Mempengaruhi Risiko Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY Tahun 2019 Khotimah, Anis; Purnomo, Parmadi Sigit; Amry, Riza Yulina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.106

Abstract

Abstrak Latar belakang: Hipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah sistolik ≥ 120 mmHg atau Diastolik ≥ 90 mmHg. Beberapa penyebabnya adalah keturunan, obesitas dan gaya hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara keturunan, obesitas dan gaya hidup terhadap risiko hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling menggunakan perbandingan 1:1. Pengambilan sampel dengan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 62 responden. Pengujian data menggunakan uji univariat dan bivariat. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan dan pengukuran pada obesitas menggunakan timbangan serta meteran dan pengukuran hipertensi menggunakan spinomamometer dan stetoskop. Hasil: Hasil dari analisis bivariat didapatkan nilai asymp sig (0,002) < α (0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang sigifikan antara keturunan terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Hasil asymp sig dari obesitas adalah (0,575) > α (0,05) maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh yang siginifikan antara variabel obesitas terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Dan hasil gaya hidup adalah asymp sig (0,015) < α (0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang sigifikan antara gaya hidup terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara keturunan terhadap risiko hipertensi, tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara obesitas terhadap risiko hipertensi dan terdapat pengaruh yang signifikan antara gaya hidup terhadap risiko hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Pandak II Bantul DIY. The influence of Heredity, Obesity and lifestyle which Affect the Risk of Hypertension in the Elderly in the Working Area of Puskesmas Pandak II Bantul DIY 2019 Abstract Background: Hypertension is a condition where the systolic blood pressure ≥ 120 mmHg or Diastolic ≥ 90 mmHg. Some of the causes are heredity, obesity and a sedentary lifestyle. The purpose of this study is to identify the influence of heredity, obesity and lifestyle on the risk of hypertension in the elderly in the working area of Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Method: This research is a descriptive quantitative case-control approach. Samples were taken with purposive sampling technique using a 1:1 comparison. Sampling with inclusion and exclusion criteria as many as 62 respondents. Testing test data using univariate and bivariate. The research instrument used in this study is a questionnaire of knowledge and measurement in obesity using the scales as well as the meter and the measurement of hypertension using the spinomamometer and stethoscope. Results: The results of the bivariate analysis the obtained value of asymp sig (0,002) < α (0.05) which means there is influence significantly between offspring against the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY. The results of the asymp sig of obesity is (0,575) > α (0.05), then Ho is accepted, meaning that there is no influence that is significant between the variables of obesity on the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY. And life style results is asymp sig (0,015) < α (0.05) which means there is influence significantly between the lifestyle against the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY. Conclusion: The conclusion from this research is there are influence which significant between breeds to the risk of hypertension, there is no significant influence of obesity on the risk of hypertension and there is significant influence between the life style on the risk of hypertension in Puskesmas Pandak II Bantul DIY.
Hubungan Kepatuhan Menjalani Kemoterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Dewi, Ratih Kumala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.118

Abstract

Abstrak Latar belakang: Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah penderita kanker terus meningkat dari 1,4 juta menjadi 12,7 juta. Indonesia telah mengembangkan beberapa pengobatan untuk kanker payudara, salah satunya adalah kemoterapi, Pasien kanker yang menjalani kemoterapi memiliki berbagai dampak dan efek samping yang bisa menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan kualitas hidup pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh penderita kanker payudara sedang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Sampel yang digunakan sejumlah 27 responden. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan analisa Univariat dan Bivariat menggunakan ujiChi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwapasien yang patuh menjalani kemoterapi menunjukan kualitas hidup yang baik (81,8%), sedangkan pasien yang Tidak patuh dalam menjalani kemoterapi menunjukan kualitas hidup yang buruk (80 %) nilai p= 0,017 ada hubungan Kepatuhan menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup Pasien kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Kesimpulan: Para pembuat kebijakan rumah sakit dapat memberikan edukasi psikologis secara rutin terkait pentingnya optimisme bagi pasien yang menjalani kemoterapi, serta diharapkan dokter, perawat, dan praktisi medis lainnya dapat memberikan dukungan agar pasien lebih optimis terhadap pemulihan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Relationship of Compliance Undergoing Chemotherap With Quality of Life of Ca Mammae Patients at Dr. Moewardi Hospital Surakarta Abstract Background: According to the World Health Organization (WHO), the number of cancer sufferers increased from 1.4 million to 12.7 million. Indonesia has developed several treatments for breast cancer, one of which is chemotherapy. Cancer patients undergoing chemotherapy have various effects and side effects that can degrade quality of life. This study aimed to determine the quality of life of Breast Cancer patients at Dr. Moewardi Surakarta Hospital. Method: This study was a cross-sectional approach. The population in this study were all breast cancer patients who underwent chemotherapy at Dr. Moewardi Hospital Surakarta Hospital. The sample used was 27 respondents. The sampling technique uses accidental sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis using Chi-square test. Results: Results showed that patients who adhered to chemotherapy showed good quality of life (81.8%), while patients who were not compliant in undergoing chemotherapy showed a poor quality of life (80%) p value = 0.017 α £ 0.05 there was a relationship between compliance underwent chemotherapy with the quality of life of Ca.Mamae patients at Dr. Moewardi Surakarta Hospital. Conclusion: Hospital policymakers can provide regular psychological education on the importance of optimism for patients undergoing chemotherapy, and it is hoped that doctors, nurses and other medical practitioners can provide support to make patients more optimistic about recovery and improve their quality of life.
Analisis Faktor Internal Pemanfaatan Pelayanan Poliklinik Gigi di UPT Puskesmas Kintamani VI Kabupaten Bangli Widayati, Ni Putu Sri; Natalia Yudha, Ni luh Gde Ari; Hardy, I Putu Dedy Kastama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.120

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Prevalensi karies gigi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kintamani VI masih tinggi sedangkan yang mendapatkan pelayanan kesehatan jumlahnya masih sedikit. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat dalam mengatasi kesehatannya dari faktor internal maupun faktor eksternal Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor internal pemanfaatan pelayanan di UPT Puskesmas Kintamani VI dengan mendeskripsikan aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI. Metode: Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner dan wawancara. Dengan jumlah sampel 32 orang pegawai UPT Puskesmas Kintamani VI, dua orang informan utama yaitu kepala puskesmas, dokter gigi dan tiga orang informan pendukung yaitu kepala tata usaha, PJ Upaya Kesehatan Perorangan, dan PJ gudang obat. Desain penelitian ini adalah mixed method dengan waktu pengumpulan data pada Bulan April sampai Bulan Mei Tahun 2020 Hasil: Berdasarkan analisa Matriks IFAS kekuatan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI, memiliki kebijakan internal dalam mengatur pemanfaatan pelayanan, memiliki alokasi dana untuk pelayanan di poliklinik gigi, dan memiliki SDM yang berkompeten dengan nilai skor 0,328 sedangkan kelemahan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI adalah sarana dan prasarana yang kurang dalam memberikan pelayanan di poliklinik gigi dengan nilai skor 0,082. Kesimpulan: Skor analisis faktor internal yang dimiliki UPT Puskesmas Kintamani VI sebesar 3,064 lebih besar dari 2,5 sebagai nilai tertimbang, artinya organisasi UPT Puskesmas Kintamani VI memiliki kekuatan untuk menghadapai kelemahan yang dimiliki. Internal Factors Analysis of Dental Polyclinic Service Utilization at UPT Puskesmas Kintamani VI Bangli Regency Abstract Background: The prevalence of dental caries in the working area of ​​UPT Kintamani Community Health Center (CHC) VI is high and low health services coverage. Various factors can affect the level of utilization of CHC by the community in dealing with their health from internal factors and external factors at the CHC. This study aimed to analyze the internal factors of service utilization at the UPT Kintamani CHS VI by describing the strengths and weaknesses of the UPT Kintamani CHC VI. Methods: The methods for data collection were questionnaires and interviews. Total sample are 32 of employees of the UPT Kintamani CHC VI, two main informants were the head of the CHC, a dentist and three supporting informants, namely the head of administration, person in charge of individual health effort, and person in charge of drug store. This is mixed method study with data collection time during April to May 2020 Result: Based on the IFAS Matrix analysis, the main strengths was from the UPT Kintamani CHC VI, have internal policies in regulating service utilization, have allocation of funds for services in dental polyclinics, and have competent human resources with a score of 0.328 while the main weaknesses possessed by UPT Kintamani CHC VI is the facilities and infrastructure that are lacking in providing services at the dental polyclinic with a score of 0.082 Conclusion: The score of internal factor analysis owned by UPT Kintamani CHC VI is 3.064, greater than 2.5 as a weighted value, meaning that UPT Kintamani CHC VI has the strength to deal with its weaknesses.
Kombinasi Metode Permainan dan Demonstrasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu tentang Stunting Ifroh, Riza Hayati; Permana, Lies
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.124

Abstract

Abstrak Latar belakang: Pengetahuan ibu yang rendah menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini terkait peran utama ibu sebagai pihak yang bertanggungjawab terkait asupan makanan anak, seperti menentukan jumlah, jenis, dan jadwal makan. Perlu dilakukan upaya kolaboratif dalam meningkatkan pengetahuan dan literasi kesehatan ibu dalam pencegahan kejadian stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas metode pendidikan kesehatan, sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa kombinasi permainan rangking satu dan demonstrasi gizi seimbang food model dalam mencegah stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan pre post-test design. Adapun subjek penelitian ini berjumlah 28 responden melalui teknik purposive sampling pada ibu yang memiliki bayi atau balita usia lima tahun dan berada di wilayah Posyandu Wisma Rahayu Kelurahan Bukuan. Analisis bivariat untuk mengetahui efek pengetahuan setelah menerima intervensi dianalisis menggunakan uji beda wilcoxon sign rank test. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu terdapat perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi yang diberikan dengan (P-value <0.001). Kesimpulan: Metode kombinasikan ini efektif meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi dan balita tentang pencegahan stunting. Metode pendidikan kesehatan ini dapat menimbulkan pengalaman belajar yang aktif dan berkesan secara mendalam. The Combination of Game and Demonstration to Increasing Mother's Knowledge of Stunting Abstract Background: Level knowledge of mothers is one of the challenges to stunting prevention program. This was related to the main role of the mother as the party responsible for the child's food intake, type and schedule of meals. Collaborative efforts are needed to increase knowledge and literacy of maternal health in preventing stunting. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of health education methods, before and after the intervention was given a combination of ranking one game and nutrition demonstration with a food model to preventing stunting. Methode: This study used a pre-experimental method with a pre-post-test design. The subjects of this study were 28 respondents through purposive sampling technique to mothers who have infants or toddlers aged five years and are in the area of ​​Posyandu Wisma Rahayu, Bukuan. Bivariate analysis to determine the effect of knowledge after receiving the intervention was analyzed using the Wilcoxon sign rank test. Results: The results of this study are that there are differences in the knowledge score before and after the intervention with (P-value <0.001). Conclusion: In conclusion, this combination method is effective in increasing the knowledge of mothers about stunting prevention. This health education method could be lead to an active and deeply memorable learning experience.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Sick Building Syndrome (SBS) Karlina, Putri Maysi; Maharani, Rafiah; Utari, Dyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.126

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan gejala yang dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam gedung. Manusia menghabiskan 70-80% waktunya di dalam ruangan, hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kelelahan dan berdampak pada efektifitas pada pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendingin ruangan atau AC, ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, bising, umur, jenis kelamin, psikososial dan masa kerja dengan SBS. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan Studi Literature Review. Penelitian dilakukan dengan cara penelusuran data dengan topik faktor-faktor yang berhubungan dengan sick building syndrome seperti pencahayaan dan suhu. Penelusuran dilakukan melalui Google Scholar tahun 2013 – 2020. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa AC, ventilasi, psikososial, pencahayaan, suhu, kelembaban dan kebisingan, umur dan jenis kelamin, serta masa kerja merupakan faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan Sick building syndrome. Kesimpula: hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara SBS dengan pendingin ruangan atau AC, ventilasi, pencahayaan, suhu, kelembaban, bising, umur, jenis kelamin, psikososial dan masa kerja. Saran pekerja melakukan olahraga secara teratur dan tidak melakukan pekerjaan yang berlebihan. Instansi terkait melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin peralatan dan perlengkapan kerja. Factors Related to Sick Building Syndrome (SBS) Abstract Background: Sick Building Syndrome (SBS) is a collection of symptoms felt by people living in a building. Indoors, people spend 70-80 per cent of their time, this can cause health issues like fatigue and affect productivity in the workplace. The purpose is determine whether a relationship exists between air conditioners, ventilation, lighting, temperature, humidity, noise, age, gender, psychosocial and work period with sick building syndrome. Methods: This Study is a literature review study. The study that tracks data of factors related to sick building syndrome like lighting and temperature. The data tracking with Google Scholar published in 2013-2020. Result: The results showed that air conditioning, ventilation, psychosocial conditions, lighting, temperature, humidity and noise, age and sex, and years of service were all factors that were significantly associated with Sick Building Syndrome. Conclusion: The study showed a relationship between air conditioners, ventilation, lighting, temperature, humidity, noise, age, sex, psycho-social and work period with sick building syndrome. Reccomended to workers do daily exercise and do not unnecessary work. Routine inspection and repair of equipment and materials for work is carried out by the company.
Hubungan Pola Makan dan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Gizi Lebih Mahasiswa STIKes Mitra Keluarga Sagala, Cristin Octaviani; Noerfitri, Noerfitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.152

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Pada masa remaja diperlukan kebutuhan gizi yang berbeda dengan masa kanak-kanak. Pemenuhan kebutuhan gizi remaja dipengaruhi faktor seperti pola makan dan pengetahuan tentang gizi. Pola makan dan pengetahuan gizi yang tidak baik dapat mempengaruhi status gizi pada remaja. Prevalensi overweight pada remaja berdasarkan IMT/U pada 2018 naik menjadi 13,6% dibandingkan tahun 2013 (11,5%), sedangkan yang mengalami obesitas juga mengalami kenaikan dari tahun 2013 yaitu sebesar 14,8 menjadi 21,8% pada tahun 2018. Studi ini ditujukan untuk menganalisis hubungan pola makan dan pengetahuan gizi seimbang dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswa di STIKes Mitra Keluarga Bekasi. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada 161 mahasiswa STIKes Mitra Keluarga yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan gizi seimbang dan Food Frequency Questionare (FFQ). Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil : Mayoritas sampel berjenis kelamin perempuan (94,4%), berusia 19 tahun (50,3%) dan berasal dari program studi S1 Keperawatan (43,5%) dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai p-value pada masing-masing variabel penelitian yaitu Pola Makan (0,831) dan Pengetahuan Gizi Seimbang (0,952). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan pengetahuan gizi seimbang dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswa STIKes Mitra Keluarga Bekasi. Diet and Balanced Nutrition Knowledge with Overnutrition of STIKes Mitra Keluarga Students Abstract Background: In adolescence, different nutritional needs are needed from childhood. Nutritional needs of adolescents can influenced by factors such as diet and knowledge of nutrition. Poor diet and nutritional knowledge can affect the nutritional status of adolescents. The prevalence of overweight in adolescents based on BMI/age in 2018 increased to 13.6% compared to 2013 (11.5%), while those who are obese also experienced an increase from 2013, which 14.8 to 21.8% in 2018. This study aimed to analyze the relationship between diet and knowledge of balanced nutrition with the incidence of overnutrition among students at STIKes Mitra Keluarga Bekasi. Methods: Cross sectional study was conducted on 161 STIKes Mitra Keluarga students who were selected using consecutive sampling technique. The instruments used were a balanced nutrition knowledge questionnaire and the Food Frequency Questionare (FFQ). Data were analyzed using the Chi Square test. Results: Majority of the sample was female (94.4%), 19 years old (50.3%) and came undergraduate of Nursing program (43.5%). Chi-Square test result indicated that the p-value for each research variable for diet was 0.831 and balanced nutrition knowledge was 0.952. Conclusion: There was no significant relationship between diet and knowledge of balanced nutrition with the incidence of overnutrition among STIKes Mitra Keluarga Bekasi students.
Analisis Perbedaan Konsumsi Gizi Seimbang Sebelum dan pada Masa Covid-19 pada Remaja Agustina, Agustina; Hardy, Fathinah Ranggauni; Pristya, Terry Y.R.
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.158

Abstract

Abstrak Latar belakang: COVID-19 merupakan salah satu penyakit menular berbahaya menyerang semua orang, termasuk remaja dengan tingkat imunitas rendah. Konsumsi gizi seimbang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh. Tujuan mendapatkan informasi tentang perbedaan konsumsi gizi seimbang sebelum dan saat Covid-19 pada remaja. Metode: Desain kuantitatif, pendekatan deskritif komparatif, sampel 107, siswa SMKN 1 Cikulur Banten, pengumpulan data dengan kuesioner, bulan November 2020, analisa data dengan uji Mc Nemar, nilai signifikansi <0,05. Hasil: Ada perbedaan sebelum dan saat covid-19 pada praktik mencuci tangan (P Value 0.000), frekuensi makan 3 kali sehari (P Value 0.021), sarapan (P Value 0.000), konsumsi sayur dan buah (P Value 0.000), membawa bekal bila bepergian (P Value 0.001), konsumsi makanan cepat saji, manis, asin dan berlemak (P Value 0.000), aktifitas fisik (P Value 0.013). Tidak ada perbedaan sebelum dan saat Covid-19 terhadap konsumsi lauk hewani (P Value 0.188) dan minum 8 gelas dalam sehari (P value 0.263) Kesimpulan: Ada perbedaan konsumsi gizi seimbang sebelum dan pada masa Covid-19, kecuali variabel konsumsi lauk hewani dan minum 8 gelas dalam sehari. Dengan penelitian ini disarankan adanya edukasi perihal pentingnya mencuci tangan dengan sabun, dan konsumsi gizi seimbang dalam kegiatan sehari-hari, untuk membangun tubuh sehat dan imunitas tinggi, agar terhindar dari penularan Covid-19. Analysis of Differences in Balanced Nutrition Consumption Before and The Time of Covid In Adolescents Abstract Background: COVID-19 is a dangerous infectious disease that attacks everyone, including adolescents with low immunity levels. Consumption of balanced nutrition is one way to improve health and immunity.The aim of this study was obtain information about the differences in the consumption of balanced nutrition before and during Covid-19 in adolescents. Methods: Quantitative design, comparative descriptive approach, 107 samples, students of SMKN 1 Cikulur Banten, data collection using a questionnaire, November 2020, data analysis using the Mc Nemar test, significance value <0.05. Results: There was a difference before and during covid-19 in the practice of washing hands (P value 0.000, frequency of eating 3 times a day (P value 0.021), breakfast (P value 0.000), consumption of vegetables and fruit (P value 0.000), bringing supplies when traveling (P Value 0.001), consumption of fast food, sweet, salty and fatty food (P Value 0.000), physical activity (P Value 0.013). There is no difference before and during Covid-19 on consumption of animal protein (P Value 0.188) and drink 8 glasses per day (P value 0.263) Conclusion: There are differences in the consumption of balanced nutrition before and during the Covid-19 period, except for the variables, consumption of animal protein and drinking 8 glasses a day. Through this research, it is recommended to deliver education about the importance of washing hands with soap, also consumption of balanced nutrition in daily activities, to build a healthy body and high immunity, so as to avoid Covid-19 transmission.

Page 8 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue