cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Analisis Determinan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta Surury, Istianah; Sari, Astri Kurnia; Rahmadhayanti, Sari; Permatasari, Siti Afifah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.67

Abstract

Latar Belakang: Pencegahan kanker payudara difokuskan pada deteksi stadium awal. Salah satu metode deteksi dini untuk menemukan kanker payudara stadium awal yang dapat dilakukan adalah SADARI. Namun di balik manfaat yang banyak dirasakan dan caranya mudah tersebut, masih banyak perempuan di Indonesia yang belum tergerak untuk melakukannya. Hal itulah yang menjadi penyebab masih tingginya angka kematian akibat kanker payudara dan keterlambatan diagnosa dan penanganan oleh tenaga medis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta. Metode: penelitian ini mengunakan desain studi cross sectoonal pada Desember 2019 – Januari 2020. Sebanyak 83 mahasiswi menjadi responden dengan mengisi kuesioner daring melalui google form. Variabel yang diteliti adalah usia, riwayat keluarga, pengetahuan, sikap dan perilaku SADARI. Hasil: Ditemukan perbedaan yang signifikan antara sikap dengan perilaku SADARI dengan nilai p = 0,015 dan OR=3,744 (95% CI= 1,38 – 10,14). Tidak ditemukan adanya perbedaan yang bermakna antara riwayat keluarga dan pengetahuan dengan perilaku SADARI pada mahasiwi. Kesimpulan: Edukasi yang diberikan di kampus dapat diimplementasikan oleh mahasiwi dengan menanamkan sikap positif dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga terwujud budaya SADARI yang tinggi pada mahasiswi dan menjadi contoh bagi mahasiswi non kesehatan lainnya di lingkungan UMJ maupun orang-orang di sekitar. Analysis of Determinant Breast Self-Examination (BSE) Behavior in Students of Faculty of Public Health University of Muhammadiyah Jakarta Abstract Background: Prevention of breast cancer is concerned on early-stage detection. One method of early detection to find early-stage cancer that can be done is Breast Self-Examination (BSE). But behind the benefits and the ease of it, there are still many women in Indonesia who have not impelemented BSE. This is the cause of the high cancer mortality rate because of late diagnosis and treatment by medical personnel. This study was conducted to determine the factors associated with breast self-examination (BSE) on students of the Faculty of Public Health, University of Muhammadiyah Jakarta. Methods: this study used a cross-sectional study design in December 2019 - January 2020. A total of 83 studies became respondents by filling in an online questionnaire through a Google form. Variables that are discussed are age, family history, knowledge, attitudes and BSE behavior. Results: Significant differences were found between attitudes and BSE with p = 0.015 and OR = 3.744 (95% CI = 1.38 - 10.14). No significant differences were found between family history and knowledge with BSE in students. Conclusion: Preventive education provided on campus can be implemented by students by instilling a positive attitude and applying it in everyday life. Related to the realization of higher BSE culture and become an example for other non-health students in the UMJ environment as well as those around.
Teknik Manajemen Stres yang Paling Efektif pada Remaja: Literature Review Mentari, Aulia Zikry Bunga; Liana, Ester; Pristya, Terry Y. R.
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.69

Abstract

Abstrak Teknik manajemen stres remaja adalah teknik untuk mengurangi atau menekan tingkat stres pada remaja. Prevalensi stres pada remaja di dunia mencapai angka yang memprihatinkan yaitu sekitar 5%-70%. Teknik manajemen stres bertujuan untuk menekan angka prevalensi stres pada remaja. Metode yang digunakan adalah literature review dan menggunakan Google Scholar dalam lima tahun terakhir. Hasil yang didapatkan 9.460 jurnal dengan kata kunci manajemen stres pada remaja, hasil tersebut disaring menjadi 5 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima teknik manajemen stres pada remaja, yaitu problem focused coping, group discussion therapy, pendekatan konseling behavioral, emotional focus coping, dan guided imagery. Dari kelima teknik tersebut yang hasilnya paling efektif adalah guided imagery karena teknik ini membuat perasaan menjadi senang dan gembira akibat rangsangan respons perubahan psikofisiologis yang dilakukan pada teknik ini Most Effective Stress Management Techniques in Adolescents: Literature Review Abstract Adolescent stress management techniques are techniques for reducing or suppressing stress levels in adolescents. The prevalence of stress in adolescents in the world reaches an alarming number which is around 5%-70%. Stress management techniques have to purpose to reduces prevalence of stress in adolescents. A literature review is a method that is used and also Google Scholar in the last five years. The results obtained 9,460 journals with keywords stress management in adolescents, the results were filtered into 5 journals. There are five stress management techniques which is problem focused coping, group discussion therapy, approaching behavioral counseling, emotional focus coping, and guided imagery. Of the five techniques, the most effective result is guided imagery because this technique makes the feeling of being happy and happy due to the stimulation of the response to psychophysiological changes made in this technique.
Studi Kualitatif Perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Petugas Instalasi Gizi Rumah Sakit pada Program Pencegahan Infeksi Lestantyo, Daru; Shaluhiyah, Zahroh; Jayanti, Siswi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.74

Abstract

Latar belakang: Infeksi yang terjadi saat seseorang menjalani perawatan medis saat ini menjadi perhatian banyak rumah sakit. Selain faktor resistensi kuman, perilaku petugas medis merupakan faktor risiko yang diduga menyebabkan kejadian tersebut. Perilaku yang dimaksud pada umumnya terkait dengan sanitasi dan higiene pribadi serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku K3 staf instalasi gizi rumah sakit dalam menunjang program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Metode: Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Informan dipilih dengan teknik purposive dari populasi terjangkau. Informan utama sejumlah 6 orang dan informan triangulasi sejumlah 3 orang. Hasil: Pengukuran suhu tempat kerja menunjukkan bahwa area produksi menunjukkan suhu tertinggi dibanding area pemorsian. Mayoritas informan memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terhadap aspek K3 di tempat kerja. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa praktik K3 petugas belum dilakukan sesuai standar. Penggunaan APD dan kepatuhan terhadap prosedur yang aman menjadi aspek yang paling banyak teramati. Kesimpulan: Diharapkan institusi rumah sakit dapat melakukan brifing dan evaluasi terarah terhadap pelaksanaan safe food handling dan K3 untuk pencegahan infeksi. Kata Kunci: Infeksi nosokomial, Instalasi Gizi rumah sakit, Lingkungan Kerja, Perilaku K3 Qualitative Study of Safety and Health Behavior of Hospital Food Handler Towards Infection Prevention and Control Program Background: Hospital associated infection was considered as the most common threat for hospitalized patient. Indonesia Ministry of Health's had officially issued the infection prevention program in 2017. Nowadays the implementation was considered to be evaluate facing the new global standard of hospital safety and facility management. This study aimed to analyze health and safety behavior amongs hospital kitchen staff in supporting the Infection Prevention and Control program (IPC). Method: The research was conducted qualitatively by observation and in-depth interview method. Informants were selected using the purposive technique from targeted population. The main informants were 6 people of food handlers and the triangulation informants were 3 people from kitchen head and supervisors. Result: Workplace indoor temperature of production area was 310C. This was relatively high compared to Indonesian Regulation. In-depth interview result indicate that majority of informants have good knowledge and attitude towards personal hygiene and sanitation. The observations showed that some participants did not comply safe operational procedure. The use of PPE and their compliance with safe procedures are the most important observed aspects. Conclusion: It is expected that hospital institutions can conduct routine briefing and make deep evaluation of the safe food handling practice, safety procedure and infection prevention thoroughly. Keywords: Food safety, hospital acquired infections, hospital kitchen, safety behavior
Faktor Apa Yang Mempengaruhi Rendahnya Tingkat Pengobatan Tuberkulosis di Lagoa Jakarta? Harfiani, Erna; ., Mashoedojo; Nurhakim, Althaf Dhaifullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.80

Abstract

Latar belakang: Penyakit tuberkulosis merupakan penyakit menular dengan penyebab bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat mengenai segala usia dan mempengaruhi semua organ Organ yang sering diserang yaitu paru-paru. Pada tahun 2016, dilakukan upaya pengobatan terhadap 55.503 pasien TB paru BTA positif di DKI Jakarta, dengan tingkat keberhasilan pengobatan terendah ditemukan di Jakarta Utara (3,99%). Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat keberhasilan pengobatan TB paru di Puskesmas Lagoa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dan purposive sampling dengan sampel merupakan pasien dengan tuberkulosis paru yang telah menjalani perawatan lengkap di Puskesmas Lagoa di Jakarta Utara sebanyak 64 orang secara total sampling tahun 2017. Data diambil menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Sampel merupakan pasien dengan riwayat pengobatan TB paru di Puskesmas Lagoa, berusia minimal 15 tahun, telah menyelesaikan program pengobatan selama 6 bulan di Puskesmas Lagoa, TB paru yang tinggal di wilayah kerja dari Puskesmas Lagoa. Data dianalisis menggunakan regresi logistik Hasil: Ditemukan hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, ketersediaan obat, dukungan supervisor pengobatan, dan dukungan petugas terhadap tingkat keberhasilan pengobatan penyakit TB (OR = 7,031; 95% CI 1.051-47.018). Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat pengobatan penyakit TB paru adalah usia, jenis kelamin, ketersediaan obat, dukungan supervisor dan dukungan petugas dengan jenis kelamin sebagai faktor yang paling signifikan di Puskesmas Lagoa pada 2017. What Factors Affect Low Rates of Tuberculosis Treatment in Lagoa Jakarta? Abstract Background: Tuberculosis is an infectious disease with the cause of mycobacterium tuberculosis bacteria. This disease can affect all ages and affect all organs which the lungs are the most infected organ. In 2016, treatment efforts were made against 55,503 positive BTA pulmonary TB patients in DKI Jakarta, with the lowest treatment success rate found in North Jakarta (3.99%). Therefore, this research is aimed at obtaining factors that affect the low success rate of pulmonary TB treatment in Lagoa Health Center. Methods: This study used a cross-sectional method and purposive sampling with a sample of 64 patients with pulmonary tuberculosis who had undergone complete treatment at the Lagoa Public Health Center in North Jakarta in 2017. Data were taken using a validated questionnaire. Sample were patients with a history of pulmonary TB treatment at Puskesmas Lagoa, aged at least 15 years, had completed a 6 month treatment program at Lagoa Health Center, pulmonary TB living in the working area of Lagoa Health Center. Data analyzed using logistic regression Results: There was a significant relationship between age, sex, drug availability, treatment supervisor support, and staff support to the success rate of TB treatment (OR = 7.031; 95% CI 1.051-47.018). Conclusion: Factors affecting low rates of treatment of pulmonary TB are age, gender, drugs availability, supervisor support and support of officers. Gender is the most significant factors at Lagoa Health Center in 2017
Efektivitas Pelatihan dengan Media Phantom dalam Meningkatkan Pengetahuan Perawatan Payudara dan Asi Ekslusif pada Ibu Hamil Nurrizka, Rahmah Hida; Wenny, Dwi Mutia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.83

Abstract

Latar Belakang: Dalam meningkatkan pemberian ASI pada bayi, Ibu menyusui membutuhkan bantuan dan informasi serta dukungan dalam perawatan payudara pada saat hamil untuk mempersiapkan pemberian ASI. Penelitian ini menganalisis sejauh mana pelatihan perawatan payudara dengan menggunakan media phantom memberikan efektivitas terhadap perubahan pengetahuan Ibu menyusui. Metode: Penelitian menggunakan desain stusi preeksperimental dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian dilakukan pada Ibu Hamil yang berkunjung di Puskesmas Pondok cabe Ilir. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan yang signifikan terhadap pengetahuan ibu setelah dilakukan pelatihan dengan media phantom (nilai sig < 0.05). Kesimpulan: Pelatihan dengan penggunaan media phantom Imenunjukkan efektivitas yang baik sebagai media pelatihan kepada ibu menyusui. Oleh sebab itu, pelatihan dengan media phantom perlu terus dilakukan agar pemberian ASI ekslusif dapat meningkat. Effectiveness of Training with Phantom Media as Treatment of Breastfeeding Success Abstract Background: Pregnant and nursing mothers need information on breast care to prepare for breastfeeding. This study analyzes the extent to which breast care training using phantom media provides effectiveness in changing the knowledge for pregnant mother. Methods: This study was pre-experimental design which one group pretest and posttest design. It conducted on pregnant women who visited the Pondok Cabe Ilir health center during September 2019. Data were analyzed using t dependent test. Result: The results showed a significant change in the mother's knowledge after training with phantom media (sig <0,05). Conclution: The training with phantom media showed good effectiveness as a training medium in pregnant women. Therefore, training with phantom media needs to be carried out so that exclusive breastfeeding runs well.
Hubungan Waktu Tunggu dan Cara Bayar terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit PGI Cikini Jakarta Sianturi, Hiliando Hasiholan; Hadiwiarjo, Yanti Harjono; Anisah, Anisah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.84

Abstract

Latar belakang: Rumah sakit adalah institusi kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar mutu pelayanan rumah sakit yang berlaku. Mutu pelayanan rumah sakit dinilai dengan menilai tingkat kepuasan pasien yang dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu waktu tunggu dan cara bayar. Waktu tunggu pelayanan rawat jalan RS Cikini lebih dari 60 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dan cara pembayaran dengan kepuasan pasien di Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam RS Cikini Jakarta. Metode: Studi cross sectional dilakukan pada Juli-Agustus 2019. Sampel penelitian sebanyak 78 pasien di rawat jalan poli penyakit dalam. Teknik pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Pada penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner untuk menilai kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Hasil: Hasil univariat menunjukkan sebanyak 45 responden (57,7%) waktu tunggu <60 menit dan 45 responden (57.7%) merasa puas dengan pelayanan rawat jalan. Pasien BPJS dan Asuransi Swasta masing-masing sebanyak 39 responden (50%). Uji penelitian menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai uji alternatif dari uji chi-square, menunjukan tidak terdapat hubungan waktu tunggu terhadap kepuasan pasien rawat jalan penyakit dalam (p=0,942). Hasil selanjutnya tidak terdapat hubungan cara bayar terhadap kepuasan rawat jalan penyakit dalam (p=0,745). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan waktu tunggu dan cara bayar terhadap kepuasan pasien rawat jalan penyakit dalam. Lamanya waktu tunggu dan adanya perbedaan cara bayar tidak mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan karena ada faktor lain yang mempengaruhi kepuasan pasien. Kata Kunci: Cara bayar, kepuasan, waktu tunggu Relationship of Waiting Time and Payments to The Satisfaction on Outpatients of Internal Medicine Clinic in PGI Cikini Hospital Jakarta Background: Hospital is a health institution that is responsible for organizing health services under applicable hospital service quality standard. The quality of hospital services is assessed by the level of patient satisfaction that can be affected by several factors like waiting time and payment methods. Waiting time in outpatient clinic Cikini Hospital is more than 60 minutes. This study aimed to determine the correlation between waiting time and payment method with patient satisfaction in the outpatient clinic of Internal Medicine, PGI Cikini Hospital, Jakarta. Methods: A cross-sectional study was conducted between July and August 2019. The study sample was 78 patients in an outpatient clinic of internal medicine. The sampling technique with consecutive sampling technique. Data were analysis using Kolmogorov-Smirnov test. Results: Univariate outcomes showed 45 respondents (57.7%) waiting time <60 minutes and 45 respondents (57.7%) were satisfied. Each BPJS patients and Private Insurance are 39 respondents (50%). The research test using the Kolmogorov-Smirnov as an alternative test from chi-square test showed that there was no correlation between waiting time to the patient satisfaction of outpatients in internal medicine (p=0,942). Other results there was no correlation between the payment method to the patient satisfaction of outpatients in internal medicine (p=0,745). Conclusion: No correlation between waiting time and payment method to the patient satisfaction of outpatients in internal medicine. The length of waiting time and the difference of payment method do not affect patient satisfaction with outpatient services because other factors affect patient satisfaction. Keywords: Payment method, satisfaction, waiting time
Determinan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Kota Bengkulu saat Kebakaran Hutan Handayani, Rini; Mahkota, Renti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.88

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Bengkulu tahun 2015 menyebabkan adanya pencemaran udara baik di dalam maupun di luar ruangan. Hal ini juga mengakibatkan meningkatnya kejadian ISPA pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian ISPA pada balita di Kota Bengkulu saat kebakaran hutan tahun 2015. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah case control. Kasus merupakan balita yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan dan didiagnosa menderita ISPA dan kontrol adalah dua balita tetangga kasus yang ditemui pertama kali. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis atap (OR: 2,79; 95% CI: 1,36-5,69), ventilasi (OR: 2,60; 95% CI: 1,39-4,84), kepadatan hunian (OR: 2,14; 95% CI: 1,07-4,28), dan asap bahan bakar memasak (OR: 4,14; 95% CI: 1,56-10,9) memiliki hubungan yang kuat terhadap ISPA. Kesimpulan: Jadi, ada hubungan antara kondisi fisik rumah, kepadatan hunian dan pajanan asap terhadap kejadian ISPA pada Balita setelah dikontrol oleh variabel kovariat. Determinant of Acute Respiratory Infection (ARI) in Under Five Years Old in Bengkulu during Forest Fire Background: Forest fire which was happened in Province Bengkulu in 2015 potentially cause indoor or outdoor air pollution. It can increase Acute Respiratory Infection (ARI) in children under five years old. This study aimed to find out the dominant determinants of ARI in under five years old in Bengkulu city when forest fire in 2015. Method: The research was done with case control design during March-July 2016. Cases were 116 children under five who visited primary health care and were diagnosed ARI. Controls were 232 children under five who were cases’ neighbors who first met. Analysis was done using logistic regression. Result: It found that a significant association between improper roof (OR=2.68; 95% CI: 1.31-5.45), inadequate ventilation (OR=2.60; 95%CI: 1.38-4.89), living in overcrowded conditions (OR=2.12; 95% CI: 1.06-4.25), indoor air pollution from of combustion from fuel used for cooking (OR=4.88; 95% CI: 1.87-12.79), gender (OR=2.67; 95%CI: 1.45-4.93), nutritional status (OR=2.67; 95%CI: 1.27-5.60), immunization history (OR=3.10; 95%CI: 1.40-6.86), and breastfeeding history (OR=5.12; 95%CI: 2.73-9.57) with ARI. Conclusion: In conclusion, there are relation of house conditions, overcrowded conditions smoke, and characteristics of children under five years old with ARI in children under five years old in Bengkulu City when forest fire in 2015. Keyword: Acute Respiratory Infection, Children under five, Forest Fire, Risk Factors
Pengetahuan, Sikap dan Kepemilikan KMS terhadap Kunjungan Ibu ke Posyandu Baktijaya Depok Chairani, Aulia; Ayu, Aletha; Harjono, Yanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.89

Abstract

Abstrak Latar belakang : Upaya penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Anak Balita (AKABA) melalui Posyandu sebagai dukungan masyarakat dalam mencapai indicator pembangunan kesehatan nasional. Posyandu Baktijaya Depok belum mencapai target untuk partisipasi kunjungan balita ke posyandu dan kepemilikan KMS (Kartu Menuju Sehat) juga masih rendah dan perlu ditingkatkan. Penelitain ini ditujukan untuk menilai hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap posyandu, serta kepemilikan KMS sebagai pemantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada ibu yang dengan balita berusia 0-59 bulan. Sampel sebanyak 214 ibu dipilih secara Proportionate Stratified Random Sampling. Wawancara dilakukan menggunakan kuesioner, observasi kartu KMS dan buku register Posyandu untuk variabel pengatahuan, sikap, dan kepemilikan KMS. Uji Kai Kuadrat digunakan untuk menilai hubungan antar dua variabel. Hasil: Total 214 subjek menunjukkan pengetahuan cukup (49,1%), sikap baik (65,4%) dan kepemilikan KMS tinggi (89,7%). Uji Kai Kuadrat menemukan signifikansi terhadap pengetahuan (p=0,007), sikap ibu (p=0,000), dan kepemilikan KMS dengan kunjungan ke Posyandu (p=0,000). Kesimpulan: Ditemukan hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan kepemilikan KMS terhadap kunjungan ke Posyandu. Knowledges, Attitudes and “KMS” Ownership to Mothers’s Visiting Posyandu Baktijaya Depok Abstract Background: Efforts to reduce the Infant Mortality Rate (IMR) and the Infant Mortality Rate (AKABA) through Posyandu as community support in achieving national health development indicators. Posyandu Baktijaya Depok has not yet reached the target for toddlers' participation in posyandu visits and low KMS (Kartu Menuju Sehat) ownership which needs to be improved. This study aimed to assess the relationship between knowledge and attitudes of mothers towards posyandu, as well as ownership of KMS as a monitor for children's growth and development. Methods: A cross sectional study was performed among mothers with toddlers aged 0-59 months. A sample of 214 mothers were selected by means of Proportionate Stratified Random Sampling. Interviews were conducted using questionnaires, observation of KMS and Posyandu register books for the variables of knowledge, attitudes, and KMS ownership. Chi Square test was used to assess the relationship between two variables. Results: A total of 214 subjects showed sufficient knowledge (49.1%), good attitude (65.4%) and high KMS ownership (89.7%). The Chi Square test showed significance for knowledge (p = 0.007), maternal attitudes (p = 0.000), and KMS ownership with visits to Posyandu (p = 0.000). Conclusion: There was a relationship between maternal knowledge, maternal attitudes, and KMS ownership of visits to Posyandu.
Analisis Faktor Ketaatan Beragama dan Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Kejadian Seks Pranikah di Kabupaten Sarolangun Salviana, Eka Asvista; Sudana, I Made; Cahyati, Widya Hary
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i3.92

Abstract

Latar belakang: Kasus seksual pranikah pada remaja dapat ditimbulkan karena berbagai macam kondisi dan tentunya juga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tahun 2017 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menemukan kasus remaja dengan rentang usia 15-19 sudah pernah melahirkan atau sedang hamil anak pertama dengan persentase 10,9%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketaatan beragama dan teman sebaya melalui kontrol diri pada remaja di SMA/Sederajat Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Metode: Studi cross sectional dilakukan di Kabupaten Sarolangun, Jambi pada tahun 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 371 remaja SMA dan SMK yang dipilih secara stratified random sampling. Analisis penelitian ini menggunakan path analysis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketaatan beragama berpengaruh negatif, sedangkan faktor teman sebaya memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap kejadian seks pranikah. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan secara langsung antara ketaatan beragam dan pengaruh teman sebaya terhadap kejadian seks pranikah di Kabupaten Sarolangun. Analysis of Religious Observance Factors and Peer Influence on Premarital Sex Events in Sarolangun Background: Premarital sexual cases in adolescents can be caused by a variety of conditions and of course also greatly influenced by several factors. A Data from Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) in 2017 shows that in Jambi, there were cases of adolescents between 15-19 years old who gave birth or were pregnant with their first child with a percentage of 10.9%. This research to analyze the influence between religious and peer influence with self-control in adolescents in senior high school Sarolangun Regency, Jambi. Methods: this research is observational analytic research with cross sectional design. The study sample was 371 adolescents. The analysis of this research used Path Analysis. Result: The results showed that religious had a negative and significant effect directly on premarital sex events, and there was a positive and significant direct effect of peer influence on premarital sex events. Furthermore, the factor of premarital sex events through self-control results shows that religious observance has a negative and significant effect on premarital sex through self-control, and the results showed that peers have a positive and significant effect on premarital sex events through self-control. Conclusion: There are significants direct effect between religious and peer influence on premarital sex events in Sarolangun District.
Kebersihan Perorangan dan Kecacingan pada Siswa SDN 128 Pekanbaru Sari, Nila Puspita; Hayati, Zahratul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.99

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Infeksi cacing kerap menjadi permasalah bagi anak sekolah. Aktivitas bermain pada anak yang tidak memperdulikan kondisi higiene perorangan dan lingkungan sekitarnya. Cacingan berakibat buruk pada kemampuan anak dalam menerima dan mengikuti pelajaran di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dengan kejadian kecacingan pada siswa sekolah dasar Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa SDN 128 Pekanbaru kelas 2,3 dan 4, dengan sampel sebanyak 47 orang (purposive sampling). Dilakukan analisis data dengan uji chi-square dan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur, pemeriksaan laboratorium, serta pengolahan data menggunakan komputerisasi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa cuci tangan pakai sabun, pengunaan alas kaki, kebersihan jari kuku, jajan sembarangan, dan bermain tanah (P value= 0,001;0,002; 0,001; 0,003; 0,001) memiliki hubungan dengan kecacingan pada siswa sekolah dasar di SDN 128 Kota Pekanbaru. Kesimpulan: Dinas Kesehatan diharapkan adanya kerjasama dengan Puskesmas dan Pihak Sekolah untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, dan pemberian obat cacing berkala pada siswa sekolah dasar agar terhindar dari risiko penyakit cacingan. Personal Hygiene and Helminthiasis of Primary School Students 128 in Pekanbaru Abstract Background: An elementary school student is very vulnerable to helminthiasis infections, this is caused by their habit of playing and they usually do not pay attention to their hygiene and environment. These can cause affect the children able to receive and attend the school lessons. This study aimed to determine the relationship between personal hygiene and helminthiasis at elementary students. Methods: This research used a quantitative method with a cross-sectional design, with respondents SDN 128 Pekanbaru. Populations were students of SDN 128 Pekanbaru at 2nd, 3rd, and 4th grade and samples are 47 people (purposive sampling). Data analysis used chi-square test, questionnaire, laboratory test, and processing data using computerization. Result: This research showed that there as a correlation between washing hand with soap, using footwear, nails hygiene, eating ransom snack, and playing on the ground (P value= 0,001; 0,002; 0,001; 0,003; 0,001) with the incidence of helminthiasis. Conclusion: Suggested to the nearest institution which is the health service, hoped to assume the operation with the health center and the school to provide counseling and giving o worm medicines regularly to elementary students to prevent the incidence of helminthiasis.

Page 7 of 21 | Total Record : 209


Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue