cover
Contact Name
Ahmadhanif
Contact Email
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Phone
+6285706923121
Journal Mail Official
akademika.faiunisla@unisla.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran No. 53A Lamongan
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Akademika
ISSN : 20857470     EISSN : 26218828     DOI : 10.30736
Akademika: Jurnal Studi Islam merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Lamongan. Jurnal ini memiliki P-ISSN (2085-7470) dan E-ISSN (2621-8828) yang terbit dua kali setahun ini, bulan Juni dan Desember, berisi kajian-kajian keislaman baik dalam bidang pendidikan, hukum, keagamaan maupun ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 233 Documents
Pola Konflik Keagamaan dan Analisa Peran Stakeholder (Kajian Multisitus di Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso) Abd. Halim Soebahar; Abdul Karim
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.440

Abstract

Konflik keagamaan yang sering terjadi di Indonesia banyak disebabakn oleh perbedaan dalam mehami sumber hukum islam yakni al-Qur’an. Penilitian ini mencoba ingin mengungkap berbagai permasalah yang terjadi dalam perselisihan keagamaan di Kabupaten Jember dan Bondowoso. Hasil Penelitian ini menunjukan: 1) Pola Perselisihan Paham keagamaan di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso diantaranya, yaitu: a) Pola perselisihan paham keagamaan berskala lokal, Nasional dan Internasional. b) Pola keyakinan dan tafsirnya yang kontroversi terhadap teks keagamaan. c) Pelibatan tokoh dengan otoritasnya menyebabkan perselisihan kegamaan ditingkat dearah. d) Model tausiyah kegamaan yang kontroversial dan ujuran kebencian. 2) Peran institusi keagamaan MUI, FKUB dan Kementerian Agama dalam menangani perselisihan paham keagamaan di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso, yaitu: a) Memberi kepastian hukum terhadap ajaran kelompok yang menyimpang dengan fatwa-fatwa yang mencerahkan. b) Organisasi keagamaan melakukan proteksi dini. c) Pembinaan-pembinaan hubungan umat beragama melalui instansi pemerintah dan lembaga swasta. 3) Solusi perselisihan paham keagamaan di wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso diantaranya, yaitu: a) Pemerintah berkawajiban untuk menindak tegas dan melarang aktivitas aliran yang dianggap menyimpang. b) Pro aktif masyarakat untuk mengawasi setiap gerak gerik penyebaran ajaran yang disebarkan oleh eks kelompok menyimpang. c) Paham-paham keagamaan bersikap inklusif dan moderat terhadap kelompok lain. d) Strategi dakwah yang berhaluan dakwah rahmatan lil alamin. e) Pembinaan secara continue pasca konflik. f) Membentuk desa siaga konflik. g) Terbentuknya Tim terpadu dari organisasi pemerintah dan non pemerintah.Religious conflicts that often occur in Indonesia are caused by dissenting points of view in understanding the source of Islamic law, namely the al-Qur'an. This study tries to know religious disputes in Jember and Bondowoso Regencies. The results of this study show that: 1) The pattern of disputes over religious understanding in the Jember and Bondowoso regencies includes: a) The pattern of disputes over religious understanding on a local, national and international scale. b) Pattern of controversial beliefs and interpretations of religious texts. c) The involvement of figures with their authority causes religious disputes at the regional level. d) The controversial religious religious sermon littered fully with hate speech. 2) The roles of religious institutions such as MUI, FKUB and the Ministry of Religious Affairs in handling disputes over religious understanding in Jember and Bondowoso regencies, namely: a) Providing legal certainty for deviant group teachings with enlightening fatwas. b) Religious organizations carrying out early protection. c) Fostering religious relations through government agencies and private institutions. 3) The solutions to disputes over religious understanding in the Jember and Bondowoso regencies include: a) The government is obliged to take a firm stand and prohibit activities of religious groups that are considered deviant. b) Pro-active society to take account of any activities in spreading teachings conducted by deviant groups. c) Religious ideas are inclusive and moderate towards other groups. d) Preaching strategies which are oriented towards the so-called rahmatan lil alamin. e) Giving continuous guidance after the conflict. f) Forming conflict alert villages. g) The establishment of an integrated team from both government and non-government organizations.
Eksistensi Ekstrakulikuler dan Konstribusinya dalam Peningkatan Strandart Kompetensi Lulusan di SMAN 2 Lamongan Moch. Faizin Muflich; Rokim Rokim
Akademika Vol 15, No 1 (2021): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v15i1.518

Abstract

In accordancevwith the Regulationvof the Minister ofvNational Education Number 62 of 2014 concerning Extracurricular, it states that the development of the potentialvof students asvreferred to invthe goals ofvnational educationvcan bevrealized through extracurricular activities. Extracurricular deals with student interests outside of their formal fields. As in SMADA Lamongan, there are several extracurricular activities including; recitation of the Koran, PMR, pencak silat, flag raising troops, scholarly romance magazines, creative working groups, cooperatives, choirs, theater, drum bands, dance, information technology etc. This clearly has an impact on the students who follow. Extracurricular deals with student interests outside of their formal fields. As in SMADA Lamongan, there are several extracurricular activities including; recitation of the Koran, PMR, pencak silat, flag raising troops, scholarly romance magazines, creative working groups, cooperatives, choirs, theater, drum bands, dance, information technology etc. This clearly has an impact on the students who follow. For this reason, extracurricular activities are also needed in improving the competence of graduates which includesvthree dimensions, namely the attitude dimension, the dimension ofvknowledge and the dimension of skills. Students cannot apply the knowledge they have acquired in class to their daily lives.
Relasi Orang Tua dan Lembaga Pendidikan (Kajian atas Peran Paguyuban Kelas dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di SD Kemala Bhayangkari 5 Lamongan) Rokim Rokim
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.445

Abstract

Banyaknya orang tua yang memandang sebelah mata tentang kelas masyarakat yang ada di sebuah sekolah. Ini hanya sebatas mereka tahu bahwa masyarakat hanyalah alat penghimpun dana dan tidak berpengaruh bagi pendidikan anak. Nyatanya banyak di sekolah yang mempunyai struktur kemasyarakatan tetapi hanya untuk formalitas saja. Mereka akan pindah saat ada kunjungan. Oleh karena itu penulis mengangkat judul ini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya peran masyarakat. Hasil penelitian dapat disimpulkan menjadi tiga hal, yaitu: (1) asosiasi kelas berperan sangat penting dalam prestasi belajar siswa. Peran masyarakat tersebut antara lain: kegiatan tahunan setahun dua kali, kegiatan sehari-hari dalam memantau pembelajaran di sekolah, kegiatan kelompok kelas dalam mengikuti kegiatan di sekolah dan kegiatan sosial. (2) Faktor pendukung terbentuknya perkumpulan kelas meliputi keterbukaan guru dalam menghadapi keluhan wali tentang pembelajaran anak, adanya motivasi dari komite sekolah, besarnya keinginan wali sendiri dan menghindari kesalahpahaman antara guru dan orang tua. (3) Bagaimana mengatasi faktor penghambat pergaulan dengan kegigihan guru dan ketua masyarakat memberikan motivasi dan dorongan akan pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.The number of parents looking one eye about the class of society that exist in a school. This is only to the extent that they know that the community is only a means of collecting funds and there is no effect for children’s education. In fact many in schools that have the structure of the community but just for formality only. They will move when there is a visit. Therefore the author raised this title to know how the role of the actual community. The results can be concluded into three things, they are: (1)class associations play so important role in student achievement. The role of the community they are: annual activities a year twice, daily activities in monitoring learning in schools, class group activities in following activities at school and social activities. (2) Factor supporting the formation of class associations include teacher opennes in the face of the guardian’s complaints about child’s learning, there is motivation from school committe, the magnitude of the wishes of the guardians themselves and avoiding misunderstandings between teachers and parent. (3) How to overcome the factors inhibiting the association with the persistence of teachers and chairperson of the commounity provide motivation and encouragement of the importance of the role of parents in improving student achievement
KEADILAN GENDER DALAM ISLAM (Telaah Atas Diskursus Hak Rujuk Perempuan dalam Hukum Keluarga Islam) Muhammad Aziz; Ahmad Hanif Fahruddin
Akademika Vol 15, No 2 (2021): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v15i2.530

Abstract

Religius teachings that are considered to have long oppressed womenthe teachings that have been domination by men have been used as a justification for community perception that are very detrimental to women.however,this criticism of gender inequality in discusseions with human rights does not only return to the misperception of the people.feminists also maintain a great deal about the concept of humen rights it self.fundamental criticism by questioning the return of international law to its maker. The qur’an has the principle that men and women are the same as servants, because men and women are created from the same subtance (kholifatullah fiilardh),and the same obligations ( liya’budun) however,in the matter of reconciliation,the ulama’ agree that reconciliation is an absolute right of the husband. In the gender perspective if you see some possible understanding that women can submit referals as their right to their husband by conducting a new analysis of  the issue of referral rights’ which so far has been suggested to be dominated by men ( husband) by redeeming the rights of husband who was given to him. And with the khulu’ also the wife also has the right to the right of reconciliation to the husband who has dropped divorce on him.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM INTEGRATIF DALAM IDEOLOGI LIBERALISME Akhmad Zaini
Akademika Vol 15, No 1 (2021): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v15i1.514

Abstract

Liberalization of education is an educational ideology that is student-oriented, so that the long-term goal of education is to preserve and improve the existing social order by teaching each student how to deal with problems in his own life effectively. The concept of liberalism on education implicitly leads to the concept of integrative education "in line with Islamic education", where educational liberalism emphasizes the principle of problem solving when referring to the main concept of educational liberalism, the expected goal is about integration between theory and practice. Specifically, the concept of integrative Islamic education in liberalism ideology is seen through several things such as; foundation, objectives, methods and evaluation.
Pengembangan Budaya Toleransi dalam Pembelajaran PAI di SMA Semen Gresik A'idatul Fadlilah; Moch. Bachrurrosyady Amrulloh
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.441

Abstract

Pendidikan toleransi menjadi keharusan pada saat ini, khususnya di dunia pendidikan, karena melalui pendidikan inilah nilai-nilai kerukunan menjadi kokoh.sistem pendidikan agama sangat penting dan perlu ditingkatkan, sehingga yang dihasilkan sistem itu bukan orang-orang yang hanya berpengetahuan agama tetapi juga berakhlak mulia. Dengan mengadakan pendidikan agama yang membawa kepada pandangan luas dan sikap terbuka serta mementingkan dan meningkatkan di dalamnya pembinaan kerukunan antar agama diharapkan dapat terwujud dan berkembang dalam masyarakat, maka dari itu Pendidikan toleransi dibutuhkan guna menciptakan kehidupan yang indah dengan banyak perbedaan didalamnya, di SMA Semen Gresik merupakan sekolah swasta yang tidak berlatar agama namun bisa menerima siswanya dari manpun dan dari berbagai latar belakang yang berbeda pula sehingga tidak ada perbedaan diantara mereka. Permasalahan yang dikaji adalah: 1) Bagaimana proses pengembangan budaya toleransi dalam pembelajaran PAI di SMA Semen Gresik 2) Bagaimana output dari proses pengembangan budaya toleransi di SMA Semen Gresik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Proses pengembengan toleransi dalam pembelajaran PAI yakni dengan menggunakan sebuah pendekatan saintifik yang mana didalam pendekatan tersebut terdapat beberapa metode diantaranya pembiasaan, diskusi kelompok2) output dari proses pengembangan tolernasi dalam pembelajaran PAI diantaranya Menghargai perbedaan, menghargai kebaikan orang lain, keterbukaan, senang dan bahagia dalam berinteraksi dengan orang lain, membantu orang tanpa melihat latar belakang mereka yang berbeda, tidak diskriminatif dengan sesama, yang mana telah ada pada  diri peserta didik.Tolerance education is a necessity at this time, especially in the world of education in seeding the values of harmony. The religious education system is very important and needs to be improved, so that the resulting system is not people who only have religious knowledge but also have a noble morality.  By implementing religious education that brings a broad view and open attitude, emphasizes and increases in it, the development of interfaith harmony is expected to be realized and developed in society. Therefore tolerance education is needed to create a beautiful life littered fully with many differences in it. Senior High School (SMA) Semen Gresik is a private school that has no religious background but could accept students from anywhere and various different backgrounds so that there is no difference between them. The problems studied are: 1) How is the process of developing a culture of tolerance in SMA Semen Gresik 2) What is the output of the process of developing a culture of tolerance in SMA Semen Gresik. The results show that: 1) The process of developing tolerance in SMA Semen Gresik is by using a scientific approach with such methods as habituation and group discussion, 2) The output of the process of developing tolerance in SMA Semen Gresik includes respect for differences, respect for the kindness of others, openness, frendly and happy in interacting with other people, helping people regardless of their different backgrounds, not discriminating others.
Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Melalui Aktivitas Akademik di Pesantren Daruttaqwa Kabupaten Gresik Lusia Mumtahana; Siti Suwaibatul Aslamiyah
Akademika Vol 15, No 1 (2021): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v15i1.519

Abstract

Pendidikan sebagai upaya pembentukan karakter adalah bagian integral dari orientasi pendidikan Islam. Tujuannya adalah membentuk kepribadian seseorang agar berperilaku jujur, baik dan bertanggung jawab, menghormati dan menghargai orang lain, adil, tidak diskriminatif, egaliter, pekerja keras dan karakter- karakter unggul lainnya. pesantren memiliki keunggulan, terutama dalam penanaman nilai-nilai luhur kepada santri. Dinamika pendidikan pesantren lebih mengedepankan pendidikan karakter (character education) atau pendidikan moral (moral education), sehingga mampu melahirkan lulusan yang memiliki idealisme, kemampuan intelektual dan perilaku mulia. Di pesantren, santri dididik untuk memahami, menghayati, mengamalkan ajaran Islam dengan penekanan pentingnya moral dalam bermasyarakat. Hal ini dapat dilihat bagaimana santunnya santri dalam menghormati guru. Model pendidikan karekter yang dilaksanakan di pesantren dewasa ini mulai diperhatikan oleh pemerintah. Sebagian pihak menilai bahwa strategi pendidikan pesantren telah berhasil menanamkan pendidikan moralitas santrinya, walaupun proses pendidikan di pesantren tidak memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap, tetapi menghasilkan lulusan yang memiliki karakter yang lulur. Tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah mengetahui pembelajaran pondok pesantren Daruttaqwa Suci Manyar Gresik dalam membentuk karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif research, dalam penelitian ini peneliti fokus terhadap kegiatan dan kurikulum yang digunakan dalam pesantren yang berkaitan dengan pembentukan karakter santri. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembentukan karekter di pondok pesantren Daruttaqwa Suci ada 4 pembelajaran, pertama kegiatan mengaji kitab kuning, kedua madrasah diniyah ketiga pendidikan formal dan keempat peraturan pondok pesantren
Penerapan Total Quality Managemen sebagai Pengembangan Budaya Mutu Sekolah dalam Meningkatkan Prestasi Siswadi SD Al Hikmah Surabaya Wahyuni Ahadiyah
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.446

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah melihat krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonsia. Sehingga perlu peningkatan mutu pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyuluruh. Tujuan penelitian ini dilakukan: 1) untuk mengetahui bagaimana budaya mutu sekolah di Al Hikmah Surabaya, 2) mengetahui bagaimana prestasi siswa Al Hikmah Surabaya,3) bagaimana upaya pengembangan budaya mutu sekolah di Al Hikmah Surabaya dalam meningkatkan prestasi siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancanngan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui Wawancara mendalam, Observasi partisipatif, dan Studi dokumentasi. Teknik analisis data, melalui tahapan reduksi, display, dan veriifkasi. Sedangkan untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan cara Triangulasi.Penelitian ini difokuskan pada: 1). Budaya mutu sekolah di SD Al Hikmah Surabaya yang memiliki karakteristik  berikut: (a) Sekolah fokus pada kepuasan pelanggan, (b) Mengutamakan pentingnya sumber daya manusia, (c) Memiliki standart kinerja yang tinggi, (d) Budaya sekolah terdefinisi degan jelas. 2). Prestasi siswa SD Al Hikmah dapat dilihat dari: (a) prestasi yang meliputi akdemik,  (b) prestasi non akademik, termasuk kegiatan ekstrakulikuler, dan (c) ibadah dan akhlak  yang sesuai dengan tujuan sekolah, “Berbudi dan Berprestasi”. 3).Upaya mengembangkan budaya mutu di SD Al Hikmah fokus pada: a) Orientasi mutu pendidikan, b) Pelayanan sekolah, c) Komitmen sekolah terhadap mutu, d) Kurikulum sekolahThe background of this study is to look at the multidimensional crisis hitting the nation. On this stand it is necessary to improve the quality of educationasan effort to improve the quality of Indonesian human resourcescomprehensively. The objectives of this study are: 1) to find out the school quality culture in SD Al Hikmah Surabaya, 2) to find out the students' achievement in Al Hikmah Surabaya?, 3) to find out the efforts in developing the school quality culture in SD Al Hikmah Surabaya in increasing student achievement. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data collection is carried out through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies. Data analysis techniques are through such stages as reduction, display, and verification. Meanwhile, to test the validity of the data is carried out through triangulation. This study is focused on: 1). The school quality culture in SD Al Hikmah Surabaya which has the following characteristics: (a) Focusing on customer satisfaction, (b) Prioritizing the importance of human resources, (c) Having high performance standards, (d) School culture is clearly defined. 2). Student achievements in SD Al Hikmah could be seen from: (a) achievements which include academics, (b) non-academic achievements, including extracurricular activities, and (c) worship and morals which are in accordance with school goals, "Being virtuous and obtaining achievement" 3). The ffforts to develop a quality culture in SD Al Hikmah focus on: a) Orientation of educational quality, b) School services, c) School commitment to quality, d) School curriculum.
Pembentukan Karakter Islami Melalui Budaya Religius (Studi Kasus di MI Al Huda Kedonglo Ngronggot Nganjuk) Miftah Kusuma Dewi
Akademika Vol 14, No 02 (2020): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v14i02.439

Abstract

Perkembangan zaman dengan kecanggihan teknologi yang begitu cepat memiliki dampak besar bagi kehidupan. Walaupun perkembangan teknologi sangat bermanfaat bagi manusia tetapi juga tidak sedikit memiliki dampak buruk. Perkembangan yang semakin cepat ini perlu adanya filter/penyaring supaya manusia dapat menggunakan teknologi dengan benar. Maka sejak dini anak diajarkan tentang pendidikan karakter supaya dapat berperilaku dengan baik. Penting sekali membentuk karakter anak melalui metode pembiasaan di lingkungan keluarga, sekolah dan tempat tinggal dengan nilai-nilai kebaikan, dengan pembiasaan tersebut karakter akan tumbuh dan berkembang secara positif sesuai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pendidikan karakter Islami melalui pembiasaan religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan guru dan kepala madrasah, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh tentang pembiasan-pembiasaan religius yang diterapkan adalah pembiasaan (3S) Senyum, Salam dan Sapa, baca senyap, sholatdhuha berjamaah, SKL madrasah, shalatdhuhur berjamaah dan ekstra kerohanian. Sedangkan mengenai pendidikan karakter Islami melalui pembiasaan religius adalah menerapkan pembiasan religius yang dilakukan setiap hari sebagai proses pembentukan karakter anak untuk berperilaku mulia, taat ibadah, jujur, toleran, peduli lingkungan, bertanggungjawab dan menjadi pondasi akidah bagi anak.The rapid technological sophistication and changes have a big impact on life. Although technological developments are very beneficial for humans, they also have a bad impact. All this requires a filter so that humans can use technology properly. From an early age children are taught about character education so that they could behave well. It is very important to shape children's character through the method of habituation in such environments as family, school and surrounding community with good values. Through such habituation the character will grow and develop positively in accordance with the Islamic teachings. This study aims to describe Islamic character education through religious habituation. This research uses a descriptive qualitative approach. Meanwhile, qualitative data were obtained from interviews with teachers and principals of madrasa, observation and documentation. The results of the research regarding the applied religious habits are so-called 3S (senyum, salam and sapa) silent reading, dhuha prayer in congregation, madrasah SKL, dhuhur prayer in congregation and extra-curricular spiritual activities. Meanwhile, the Islamic character education through religious habituation is performing religious activities every day as a process of building children's character to behave well, be obedient, honest, tolerant, environmental, responsible and become the foundation of children's faith.
KONSTRIBUSI KEBANGSAAN KIAI HASYIM ASY’ARI: Membangun Relasi Harmonis Islam dan Indonesia Sholikah Sholikah; Nurotun Mumtahanah
Akademika Vol 15, No 1 (2021): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v15i1.515

Abstract

Thinking about kalam is very important for all, especially academics. Aside from beig historical data, it can also be used as a source of knowledge, so it can be applied to current and future lives. One of the kalam thinkers in Indonesia is KH. Hasyim Asy’ari. This research is done by a qualitative approach, the source of information obtained from the library (library research). The autor faund that Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari is a charismatic people and nation,s best son. His thinking about kalam was influenced socio-historical conditions when he lived. Among these are various reform teachings from reformers for the Indonesian Muslim Community, in addition to the presence of the invaders. From these conditions he established the pesantern and NU organizations. Together with the to organizations, kiai Hasyim issued a fatwa on jihad and the elimination of seven controversial word in the Piagam Jakarta.