cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
PSIKOEDUKASI KETANGGUHAN KELUARGA MENGATASI MASALAH PSIKOSOSIAL DI MASA PANDEMI COVID-19 Nurul Mawaddah; Ike Prafita Sari; Atikah Fatmawati; Ika Suhartanti; Anndy Prasetya; Fitria Wahyu Ariyanti; Mujiadi Mujiadi; Ayunda Dwi Puspitarini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2882

Abstract

Situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat untuk mengikuti adaptasi kebiasaan baru sehingga menimbulkan tantangan dalam keluarga. Masalah psikososial dapat muncul selama pandemi ini antara lain merasa kelelahan, rendah diri, ketidakmampuan mengatasi masalah baik diri sendiri maupun keluarga, timbulnya konflik dalam keluarga, kecemasan, gangguan panik dan depresi. Ketangguhan keluarga menjadi salah satu hal yang terpenting dalam menghadapi krisis pandemi ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 4 bulan, yang dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan sampai dengan tahap evaluasi. Metode kegiatan dilakukan kombinasi antara kegiatan lapangan dan kegiatan daring karena dalam situasi krisis serta bersamaan dengan diterapkannya kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali. Media kegiatan ini meliputi leaflet, lembar kerja peserta serta zoom meeting. Hasil evaluasi menunjukkan 100% pengetahuan peserta meningkat dan 73% kemampuan peserta meningkat serta semua peserta telah memiliki plan of action untuk meningkatkan ketangguhan keluarga selama pandemi. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan ketangguhan keluarga menghadapi perubahan berbagai aspek kehidupan dengan mampu mengenali masalah kesehatan jiwa serta mampu mengatasinya secara mandiri ataupun datang ke petugas kesehatan yang ahli.
PENYULUHAN HUKUM BERSAMA MAHASISWA KKN URITETU TENTANG KEKERASAN DALAM PACARAN Yonna Beatrix Salamor; Anna Maria Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2894

Abstract

Kekerasan bukanlah suatu hal yang mudah, sebab kekerasan pada dasarnya merupakan tindakan agresif yang dapat dilakukan oleh setiap orang. Kasus kekerasan dalam pacaran bagaikan fenomena gunung es yang sebenarnya jauh lebih besar, namun ada banyak hal yang membuat kasus tersebut tidak dilaporakan kepada pihak yang berwenang mengenai kekerasan yang dialami bahkan kepada orang tuanya sendiri. Timbulnya kekerasan dalam berpacaran pada dasarnya merupakan salah satu bentuk ketidak mampuan seseorang dalam melakukan kontrol diri. Keadaan mental dan emosi yang masih labil akan mendorong remaja melakukan tindakan kekerasan tanpa berpikir panjang. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan serta konseling hukum bersama mahasiswa KKN di Kelurahan Uritetu. Setelah dilakukan kegiatan PKM, berdasarkan wawancara dengan babinkamtibmas kelurahan Uritetu, terjadi penurunan laporan masyarakat terhadap dugaan tindak pidana kekerasan selama pacaran. Hal ini dapat dilihat juga dari data, ditahun 2021 hanya tercatat 13 kasus kekerasan selama pacaran. Meningkatnya kesadaran muda mudi dalam etika berpacaran merupakan sebuah progress yang baik untuk mewujudkan masyarakat yang patuh dan taat hukum serta memiliki moral dan etika yang baik. 
PKM BUAH NAGA DI KABUPATEN KAMPAR syafriani syafriani; Afiah Afiah; Syahrial Syahrial
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2897

Abstract

Buah naga merupakan buah yang kaya akan manfaat bagi tubuh selain sebagai sumber protein, buah naga  ternyata juga bisa jadi sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh dalam pengembangannya buah naga ini dapat diolah menjadi  produk  yang  bervariasi  dan bernilai  tinggi.Tujuan kegiatan ini adalah membantu para petani buah naga  bisa mengembangkan usahanya. Metode pengabdian: penyuluhan, Desain kemasan produk, Pelatihan, Uji coba. Hasil: petani tidak lagi menjual hasil panennya kepengepul pasar dengan begitu saja akan tetapi terdapat berbagaima olahan produk yang dilakukannya sampai kepada  strategi pemasaran. Produk-produk yang kaya dengan gizi dan sehat seperti olahan kerupuk, selai, mie dari buah naga. Kesimpulan: 1. Keutungan penjualan hasil olahan untuk kerupuk buah naga RP.10.000 perbungkus setelah dihitung pembuatan kerupuk buah naga RP8.000, selanjutnya mie buah naga dinjual dengan harga RP. 15 .000 perkg setelah dihitung pembuatan mie RP.10.000 dan selai buah naga dijual dengan harga RP.10.000 setelah dihitung kembali pembuatan RP.6.000 2. Strategi pemasaran dilakukan dengan pengemasan dengan semenarik mungkin karena orang yang memproduksinya hanya sedikit dan dikembangkan melalui sosial media, ditoko-toko
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGELOLAAN PERSEDIAN BARANG PADA UMKM DI MASA PANDEMIK COVID 19 DI KECAMATAN KOTA KEFAMENANU Sirilius Nafanu; Felisisima Afoan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2902

Abstract

Pelatihan pencatatan laporan persediaan UMKM di Kecamatan Kota Kefamenanu ini bertujuan untuk melatih pelaku usaha dalam mengelola persediaan dimasa pandemic Covid-19. Pencatatan persediaan sangat diperlukan karena laporan persediaan akan memberikan informasi yang akurat dan tepat yang dapat digunakan sebagai alat untuk pengendalian persediaan, karena pencatatan penilaian persediaan akan berpengaruh pada laporan keuangan perusahan baik dalam laporan posisi keuangan maupun laporan laba rugi. Metode pelaksanaan dalam pengabdian pada masyarakat ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu; Tahap awal, dilaksanakan observasi dan wawancara secara langsung dengan mitra, hal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi mitra dan untuk mengetahui permasalahan/kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha. Tahap pelaksanaan berupa; pelatihan dan ceramah oleh para memateri tentang pengelolaan persediaan barang dagang dimasa pandemic covid 19 dan Tahap akhir adalah diskusi digunakan untuk memperdalam materi bahasan baik dalam bentuk Tanya jawab secara perorangan dengan pengurus usaha mikro. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yakni Para pelaku usaha baik kecil maupun mikro di Kecamatan Kota Kefamenanu, memiliki keterampilan lebih baik dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana berkaitan dengan persediaan barang dan mengatur persediaan yang ada di gudang, sehingga persediaan dapat habis terjual tanpa harus rusak dikarenakan masa berlaku barang yang sudah habis atau kadaluarsa.
SOSIALISASI PEMBAURAN DAN INTEGRASI ANTAR ETNIK YANG PLURALIS DI KELURAHAN BAH KAPUL KECAMATAN SIANTAR SITALASARI Ulung Napitu; Corry Corry; Marhaeni K.D. Matondang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2903

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembauran, integrasi dan harmonisasi kehidupan antar etnik yang pluralis di Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode ceramah bervariasi serta tatap muka dengan elemen masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan golongan di Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari. Pentingnya pemahaman masyarakat yang komprehensif pada kehidupan masyarakat yang pluralis dimaksudkan untuk memperkokoh solidaritas dan integrasi kehidupan antar suku bangsa dan untuk menghindarkan konflik horizontal yang bernuansa suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Untuk mewujudkan hal tersebut seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa setiap etnik yang bermukim di Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari harus saling menghormati, toleransi dan bekerjasama serta bersikap mencari persamaan dalam perbedaan bukan mencari perbedaan dalam persamaan.Masyarakat yang pluralis senantiasa tidak mempertentangkan perbedaan suku, agama, dan golongan, mendukung perkawinan antar suku, saling menolong dan gotong royong sehingga kerjasama antara etnik dapat terjalin dengan baik. Dengan adanya perkawinan antar suku bangsa dan antar agama merupakan salah satu wujud pembauran dan apabila terjadi konflik sosial antar anggota masyarakat perkawinan silang antar suku bangsa tersebut merupakan katup pengaman dalam kehidupan masyarakat.
PENYULUHAN HUKUM DALAM UPAYA PENINGKATAN KESADARAN HUKUM TERHADAP VAKSINISASI COVID-19 DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Syariffuddin Syariffuddin; Fitri Wahyuni; Siti Rahmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2922

Abstract

Corona Virus 2019 (Covid-19) adalah salah satu jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh virus Sars-CoV-2, dimana penderita akan mengalami sindrom pernapasan akut. Kabupaten Indragiri hilir sebagai bagian dari wilayah Provinsi Riau juga merasakan efek dari penyakit covid-19. Setahun kemudian baru ditemukan vaksin yang mengatasi penyakit tersebut. Vaksin-vaksin yang digunakan oleh pemerintah adalah Astrazeneca, Sinovac, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Novavax. Dalam pelaksanaannya, Vaksinisasi covid-19 masih saja mendapatkan penolakan dari sebagian masyarakat yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir dengan alasan bahwa vaksin covid-19 tidak akan dan bisa menyebabkan kematian, vaksin covid-19 tidak halal dan lain-lain. Adanya keraguan dan ketidakpercayaan dari masyarakat tentu dapat menurunkan minat masyarakat untuk mengikuti vaksinisasi covid-19, dan pada akhirnya akan menyebabkan pemberantasan covid-19 di Kabupaten Indragiri Hili menjadi terkendala. Metode yang dipakai dalam pengabdian ini adalah metode langsung turun ke masyarakat dengan melakukan  pendidikan  kepada masyarakat, yakni dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat di Desa Simpang Jaya Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam pengabdian ini diberikan penjelasan bahwa vaksinisasi covid-19 wajib untuk diikuti oleh masyarakat, ketentuan tersebut diperkuat dengan dikeluarkannya Perpres No. 14 Tahun 2021, bagi masyarakat yang menolak vaksin dapat dikenakan sanksi administratif sampai sanksi pidana denda. Penolakan akan vaksin biasanya didasarkan bahwa vaksin tidak halal, namun hal tersebut telah dijawab oleh MUI melalui Fatwa MUI No. 02/2021 bahwa vaksin covid-19 dari Sinovac  hukumnya adalah suci dan halal.
MEPKURI: MESIN PEMISAH KULIT ARI KEDELAI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PENGRAJIN TAHU - TEMPE YANG TERDAMPAK PANDEMI Febi Kurniawan; Rahmat Hidayat; Rizki Achmad Darajatun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i1.2925

Abstract

Mitra dalam program ini adalah 1) Kelompok Pengrajin Tempe Mulya Jaya Abadi Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi, 2) Kelompok Pengrajin Tempe Berkah Joyo Mulyo Desa Hegarmukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Desa Hegarmukti juga memiliki potensi yang besar sebagai UMKM dan Indutri Tempe, bahkan banyak orang yang menekuni sebagai pengrajin tempe dan tahu. Potensi tersebut, mengalami beberapa permasalahan seperti pada proses pembuatan tempe dan pemisahan kulit ari kedelai menjadi produk pangan tempe, dimana sering kali terjadi kendala atau pun cidera ketika pembuatan tempe dan pemisahan kulit ari kedelai. Dengan mengamati dan mempraktikkan sulitnya pembuatan tempe dan pemisahan kulit ari kedelai secara konvensional maka penulis muncul keinginan untuk mendesiminasikan produk teknologi MEPKURI (Mesin Pemisah Kulit Ari Kedelai) ke Masyarakat Mitra yang dapat mempermudah melakukan proses pembuatan tempe dan pemisahan kulit ari kedelai. Dengan adanya alat yang dibuat diharapkan proses pembuatan tempe dan pemisahan kulit ari kedelai menjadi lebih mudah dan lebih aman serta mampu untuk meningkatkan produktivitas pengrajin tempe yang terdampak pandemi covid-19. Karena belum ada alat bantu pembuatan tempe dan pemisah kulit ari kedelai di desa Hegarmukti maka desiminasi alat MEPKURI ini kami lakukan di desa tersebut dengan memberikan dua alat MEPKURI, melakukan sosialisasi dan pendampingan penggunaan alat sehingga alat tersebut efektif untuk meningkatkan produktifitas pembuatan tempe.
PENYULUHAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT DESA RAMBATU DALAM UPAYA PENCEGAHAN ILLEGAL LOGGING Patrick Corputty; Anna Salamor
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2927

Abstract

Berbicara tentang kerusakan hutan di Indonesia mencapai dua juta hektar per tahun. Selain kebakaran hutan, penebangan liar (illegal loging) adalah penyebab terbesar kerusakan hutan. Illegal logging telah menjadi penyebab utama kerusakan hutan yang sangat parah. Penebangan haram ini telah melibatkan banyak pihak dan dilakukan secara terorganisir serta sistematis. Kejahatan ini bukan hanya terjadi di kawasan produksi, melainkan juga sudah merambah ke kawasan lindung dan taman nasional. Ada tiga jenis pembalakan illegal. Pertama, yang dilakukan oleh orang atau kelompok orang, baik yang tinggal di sekitar hutan atau bahkan jauh berada dari hutan yang tidak mempunyai hak legal untuk menebang pohon. Kedua, dilakukan oleh perusahaan kehutanan yang melanggar ketentuan-ketentuan dalam izin yang dimilikinya. Ketiga dilakukan oleh orang-orang tertentu yang mengatasnamakan rakyat. Untuk itu diperlukan upaya preventif dalam menanggulangi terjadinya praktek pembalakan liar, yang perlu menjadi upaya prioritas sehingga menjadikan upaya pemberantasan pembalakan liar sebagai bentuk upaya represif. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan serta konseling hukum bersama masyarkat Desa Rambatu. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif serta dapat mencegah terjadinya illegal logging dengan cara diperlukan upaya penegakan hukum secara sinergis oleh berbagai pihak pada semua tingkatan serta memberikan efek jera kepada para pelaku illegal logging, dan juga diperlukan peran semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha dalam pengelolaan hutan dengan menjalankan fungsi masing-masing secara gotong royong.
BIMBINGAN BELAJAR SAMBIL BERMAIN PADA ANAK USIA DINI DI KEL. MANGGA DUA Yonna Beatrix Salamor; Darsiansi M; Irma Irma; Victor Januaris Berutu; Nurul Nurul; Tineke Teslatu; Umia Tomu; Rizky Majid
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2928

Abstract

Tantangan sebagai seorang pengajar yang mengajar anak usia dini. Tentunya harus lebih ekstra sabar dan telaten. Berbeda dengan mengajar anak-anak jenjang SD, SMP, dan SMA. Tentunya lebih mudah mengerti dan tidak membuat sang pengajar ekstra perhatian. Untuk mengatasi hal tersebut sang pengajar bisa mencari modul cara belajar anak usia dini, dengan begitu pengajar akan lebih mudah memahami karakter belajar anak. Modul bisa di download melalui laman google secara gratis. Memang cara mengajar anak usia dini tentunya sangat berbeda dengan jenjang yang lebih tinggi. Sosialisasi dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan . Dalam sosialisasi  mahasiswa KKN memberikan  bimbingan belajar sambil bermain kepada anak usia dini dengan waktu yang digunakan yaitu 1 X 45 menit. Dari hasil observasi dan kegiatan yang dilakukan secara langsung dapat diketahui bahwa anak-anak tidak nyaman dengan kondisi diam di tempat (lebih suka bergerak) sehingga jika memberikan materi dengan cara mengkombinasi materi tersebut dengan permainan, anak usia dini akan lebih menyukai dibanding belajar tanpa permainan. Serta manfaatnya bagi peserta didik yaitu: (1) pengenalan tentang orang lain, bermain memberikan jalan bagi perkembangan sosial anak ketika berbagi dengan anak lain. Dengan bermain bisa jadi sarana yang paling utama bagi pengembangan kemampuan bersosialisasi dan memperluas empati terhadap orang lain serta mengurangi sikap egosentrisme. (2). Pengenalan berbagai gerak. Untuk membantu memaksimalkan perkembangan fisik. Bermain dapat memacu perkembangan perseptual motorik. (3). Komunikasi berkembang. Dengan bermain, dapat jadi alat untuk belajar kemampuan berbahasa anak. Melalui komunikasi inilah anak dapat memperluas kosakata dan mengembangkan daya penerimaan mereka. (4) keterampilan berpikir. Materi keterampilan berpikir merupakan materi yang diberikan sebagai tujuan untuk mengembangangkan aspek kognitif anak. Selama bermain anak menerima pengalaman baru, memanipulasi bahan dan alat, berinteraksi dengan orang lain dan mulai merasakan dunia mereka.
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN DAMPAK PTM DI KELURAHAN MANGGA DUA Yonna Beatrix Salamor; Jihan Khairunisa Asriyati; Depi Heumase; Muh. Zainul Nasrullah Amin; Grefly Jeams Luhukay; Cindy Griseldia Lisapaly; Lilis Suganda; Galang Ramadhan Djodja
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.2929

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit katastropik dengan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Hal ini mengakitbatkan hilangnya hari produktif bagi penderita dan pendamping. Sementara itu, dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa saat ini perkembangan PTM di Indonesia kian mengkhawatirkan Program luaran mahasiswa KKN ini dilakukan di Kelurahan Mangga Dua Kota Ambon. Kegiatan ini di ikuti oleh 23 peserta dari berbagai kalangan . Metode yang diberikan adalah memberikan edukasi tentang Penyakit Tidak Menular selain mahasiswa KKN Universitas Pattimura Ambon juga melakukan pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah,asam urat serta kolesterol. Pelaksanaan Edukasi dilakukan selama kurang lebih 2 x 50 menit. Hasil dari Program luaran mahasiswa KKN UNPATTI ANGKATAN XLVIII gelombang I di masyarakat kelurahan mangga dua antara lain, didapatkan 89% lansia mempunyai pengetahuan yang baik tentang PTM (Penyakit Tidak Menular) dan upaya pencegahan yang harus dilakukan. Pada saat sesi diskusi di dapatkan data melalui hasil observasi, dimana peserta penyuluhan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Peserta kurang mengajukan pertanyaan terkait masalah-masalah yang terjadi dalam Kesehatan Lansia, terutama tentang PTM (Penyakit Tidak Menular ).  upaya pencegahan dan penata laksanaanya. Dan peserta juga antusias dalam mengikuti pelayanan konseling kesehatan serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol.

Page 28 of 553 | Total Record : 5523