cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 179 Documents
KORELASI KESEJAHTERAAN GURU DENGAN MOTIVASI KERJA DALAM PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 POLLUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018 Ronny Simatupang
Jurnal Christian Humaniora Vol 2, No 2 (2018): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v2i2.96

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kesejahteraan guru dengan motivasi kerja di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pollung. Hipotesis penelitian adalah: ”terdapat korelasi signifikan antara kesejahteraan guru dengan motivasi kerja dalam pelaksanaan proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Pollung Tahun pembelajaran 2017/2018.”  Populasi penelitian adalah keseluruhan guru di SMA Negeri 1 Pollung yang berjumlah 36 orang. Sampel penelitian adalah seluruh jumlah populasi yaitu 36 orang. Instrumen penelitian berupa angket. Uji coba angket dilakukan kepada 10 orang guru di SMA Negeri 1 Doloksanggul yang tidak menjadi sampel penelitian dan diperoleh: a) Uji validitas instrumen dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi Product Moment Pearson diperoleh rhitung rtabel(0,05,10) = (antara 0,857 sampai dengan 0,992) 0,632 sehingga instrumen valid, b) uji reliabilitas instrumen menggunakan rumus Formula Alpha Cronbach diperoleh r11=0,992 nilai ini berada pada kategori tinggi, sehingga instrumen reliabel. Data penelitian dianalisa dengan langkah sebagai berikut: 1) Uji korelasi diketahui bahwa rhitung rtabel atau 0,510 0,329. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara kesejahteraan guru dengan motivasi kerja dalam pelaksanaan proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Pollung, 2) Uji hipotesa  diperoleh thitung ttabel(/2,n-2) yaitu: 3,412,042, maka hipotesa penelitian diterima yaitu terdapat korelasi yang signifikan antara kesejahteraan guru dengan motivasi kerja dalam pelaksanaan proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Pollung Tahun pembelajaran 2017/2018.Kata Kunci: Kesejahteraan Guru, Motivasi Kerja dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran
MEMAKNAI 1 TIMOTIUS 4:12-16 SEBAGAI DASAR PAK PERGURUAN TINGGI UMUM Bintahan Marodjahan Harianja
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 1 (2020): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i1.154

Abstract

This article is an attempt to get a style of Christian Religious Education in Public Colleges with pluralist insights. Christian Christian Education in Indonesia should be rooted and live in the context of a pluralistic Indonesian society, and must be able to communicate the word of God in accordance with the pluralistic scope of Indonesian-ness. This paper departs from the struggle over the direction of religious education which has become increasingly exclusive or closed in recent times, and that is certainly not what is needed by Indonesia. One effort that can be done is to reinterpret sacred texts which can be the basis of religious education with a pluralist perspective, in this case the text of 1 Timothy 4: 12-16. This text appears in the plural Ephesus community where the church leader named Timothy ministered. Critical interpretation produced the message that Paul wanted Timothy to be able to dialogue the Gospel without having to avoid the differences that were characteristic of the city of Ephesus. Christian teaching must be able to make every student aware that they are part of the diversity.Key Words: Christian Religious Education, General Higher Education, Pluralism, 1 Timothy 4: 12-16
“Yang Menang” di dalam Kitab Wahyu Rafita Tioria Sianipar
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.37

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk membahas pokok permasalahan tentang “Yang Menang” di dalam Kitab Wahyu (2:7, 11, 17, 26; 3:5, 12, 21; 5:5;6:2;15:17:14; 21:7). Pokok masalah tersebut lahir dari konteks penganiayaan dan pemenjaraan umat, yang menimbulkan krisis hidup yang sangat besar, sekaligus itu pula sebagai isu krusial dalam tulisan ini. Pembahasan diawali dengan mengulas pemakaian kata “yang menang” di dalam Kitab Wahyu. Pemakaiannya sangat signifikan di dalam Kitab Wahyu dibanding dengan pemakaian di dalam kitab-kitab lain di dalam Perjanjian Baru. Adapun hasil penelitian ini adalah: Pertama, ketakutan akan masa depan semakin sirna sebab Sang Kristus dikenal secara baru. Ini mengandung dimensi penghiburan bagi jemaat yang ketakutan kala itu hingga kini. Kedua, spiritualitas komunikasi Sang Kristus dan jemaat adalah spiritualitas yang membebaskan. Roh mengkomunikasikan keadaan ketujuh jemaat. Roh menyuarakan rencana ilahi atas konteks sosial dan konteks teologis. Ketiga, “yang menang” mampu menghadapi tantangan yang berat. Mengapa? Sebab kehadiran ilahi Kristus ada bersama jemaat yang menderita tersebut. Keempat, menyadari dan meyakini diri sebagai bagian dari “yang menang”, ecclesia triumphans, yaitu kemenangan Kristus, akan meringankan penderitaan akibat penganiayaan.Kata Kunci: Yang menang, wahyu
PROFIL HIDUP RUKUN ANTAR UMAT BERAGAMA PADA MASYARAKAT KELURAHAN BATANG BERUH KECAMATAN SIDIKALANG KABUPATEN DAIRI Erman Sepniagus Saragih
Jurnal Christian Humaniora Vol 3, No 1 (2019): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v3i1.123

Abstract

A harmonious life between religious people is one of the shared ideas in the context of Bhinneka. Indonesian society from the past has different cultures, religions and social norms but is a distinctive and worthy of wealth to be preserved and preserved. This study aims to raise the profile of local tradition-based inter-religious harmony in Batang Beruh Village, Sidikalang District, Dairi Regency. The methodology used is a descriptive qualitative research that discusses the sociology of religion. Based on the data agreement with the triangulation technique, data reduction was carried out and concluded about the glue of harmony in family relations, local wisdom (Mardang, Pudun, Markebas, Mamiring, Sikatasatu, and Gugu), looking for houses of worship with assistance, related houses that mingled and gathered together. This condition is proof that interfaith believers accept, accept and accept fully acknowledge the same creation of God; need each other with each other.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Hidup rukun antar umat beragama merupakan salah satu cita-cita bersama dalam konteks kebhinekaan. Masyarakat Indonesia dari dahulunya sudah berbeda budaya, agama dan norma sosial tetapi ini merupakan nilai kekayaan yang khas dan layak untuk dijaga dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat profil kerukunan antar umat beragama berbasis tradisi lokal di Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Metodologi yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif pendekatan sosiologi agama. Berdasarkan perolehan data dengan tehnik trianggulasi, dilakukan reduksi data dan disimpulkan bahwa perekat kerukunan tercermin dalam hubungan kekerabatan keluarga, kearifan lokal (mardang, pudun, markebas, mamiring, sikatasatu dan gugu), letak rumah ibadah berdampingan, rumah penduduk yang berbaur dan budaya gotong-royong. Kondisi tersebut merupakan bukti bahwa antarumat beragama saling menerima, menghargai dan penuh kesadaran mengakui sama-sama ciptaan Tuhan; saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Keywords: Profile of Harmony, Religious
ANALISIS KONTRASTIF SISTEM PEMBENTUKAN VERBA BAHASA BATAK TOBA DENGAN VERBA BAHASA INDONESIA Tio R J Nadeak
Jurnal Christian Humaniora Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v2i1.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara kontras sistem morfologi verba bahasa Batak Toba dan sistem verba bahasa Indonesia, sehingga dapat diketahui lebih jelas persamaan dan perbedaan kedua bahasa tersebut. penelitian ini membatasi diri pada tinjauan morfologis, maka pembicaraan tentang tipe-tipe verba dapat bertumpang tindih dengan masalah pembentukan verba dan makna pembentukan verba.  Masalah yang diteliti adalah sistem morfologi verba, baik sistem morfologi verba bahasa Batak maupun sistem morfologi verba bahasa Indonesia. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Menggunakan metode deskriptif komparatif-kontras, di mana bertujuan menemukan persamaan dan perbedaan secara morfologi verba antara bahasa batak Toba dan bahasa Indonesia. Contoh kalimat dibuat oleh penulis sendiri dengan mempertimbangkan tingkat keberterimaan secara umum.  Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan melakukan studi literatur. Sedangkan sumber data penelitiannya adalah sumber data kualitatif dari contoh-contoh. Pengumpulkan data menunjukkan sistim yang relevan dalam tiap bahasa. Untuk setiap bahasa, nyatakan realisasi setiap katagori tata-bahasa yang berhubungan dengan analisis kontrastif yang dilakukan. Setelah pengumpulan data dilakukan, selanjutnya merumuskan pengontrasan yang sudah diidentifikasikan dari hasil analisis.Kata kunci: kontrastif,  verba bahasa batak Toba, verba bahasa Indonesia
PEMIMPIN HUMAN CAPITAL 4.0 DAN KEPEMIMPINAN GLOBAL DI ERA MILENIAL Tianggur Medi Napitupulu
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 1 (2020): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i1.12

Abstract

Leadership is a universal attribute that can be found practically in many situations and all walks of life that involves communities and various different types of culture. Within this context, a Leader has the most important role in the area of organization related leadership, with a task and role to determine the success and or failure of the organization he or she is leading. So the question that needs to be asked within this context is, what kind of Leader and leadership that is relevant in leading an organization in the XXI Century for the Millennial Generation? In order to answer this question, this article is given the title Human Capital 4.0 Leader and Global Leadership in the Millennial Era, outlines an idea that leadership and Leaders that is relevant for the Millennial Era is the type of leadership that gives an example of a Leader who is also an entrepreneur, have the qualification and understanding in the area of Human Capital 4.0, where these ideas will be discussed further within two main topics, which is: First, A Leader Who Also an Entrepreneur, and Two, Global Leadership and a Human Capital 4.0 Leader in the Millennial Era.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Kepemimpinan adalah gejala universal yang dapat ditemukan di segala tempat, dan semua waktu, dalam semua bentuk masyarakat dan kebudayaan. Dalam kaitan ini, Pemimpin memiliki tempat yang utama dalam kepemimpinan, dengan tugas dan peran yang menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi yang dipimpinnya. Dalam hubungan ini dipertanyakan, kepemimpinan dan Pemimpin macam apa dan macam bagaimana yang diperlukan dalam memimpin organisasi pada Abad XXI bagi Generasi Milenial? Menjawab pertanyaan dimaksud, tulisan yang berjudul Pemimpin Human Capital 4.0 dan Kepemimpinan Global di Era Milenial, mengetengahkan gagasan bahwa kepemimpinan dan Pemimpin yang dibutuhkan pada Era Milenial ini adalah kepemimpinan global dengan Pemimpin kompeten berjiwa entrepreneur, berkualifikasi Human Capital 4.0, yang dituangkan dalam dua pokok, yaitu: Pertama, Pemimpin Kompeten Berjiwa Entrepreneur; Kedua, Kepemimpinan Global dan Pemimpin Human Capital 4.0 dalam Era Milenial.Keywords: Leadership, Global Leadership, Leader, Entrepreneur, and Human Capital 4.0 Leader.
PENGARUH PENATALAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP TINGKAT FREKUENSI KUNJUNGAN MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN IAKN TARUTUNG Herowati Sitorus
Jurnal Christian Humaniora Vol 3, No 1 (2019): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v3i1.117

Abstract

This study was aimed to determine the effect of library stewardship on students’ reading interest in the 2018/2019 academic year at IAKN Tarutung. After conducting randomly sampling, there were 41 students involving as participants in this study. Reading interest is a tendency to read continuously for having desires or interests. Data was collected by a closed questionnaire consisting of 30 items compiled by researchers based on variable indicators according to expert panels. The Instrument has validity and reliability which has tested. The results of data analysis showed that there was a positive and significant influence between the effect of library stewardship on the students’ visit to the library of IAKN Tarutung. With ANOVA or F test, F can be calculated is 22.778 with a significant level of 0.000b 0.005. Due to the probability (0.000) is smaller than 0.05, it means that there is a positive and significant influence between library stewardship and students’ visit level.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalayanan perpustakaan terhadap minat baca mahasiswa semester IV tahun ajaran 2018/2019 di IAKN Tarutung. Dengan hipotesis terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penatalayanan perpustakaan dengan minat baca (sama dengan tingkat kunjungan) mahasiswa semester IV tahun ajaran 2018/2019 di IAKN Tarutung. Populasi penelitian berjumlah 207 orang dan sampel berjumlah 41 orang. Minat baca merupakan suatu kecenderungan kepemilikan keinginan atau ketertarikan yang kuat dan disertai usaha-usaha yang terus menerus pada diri seseorang terhadap kegiatan membaca yang dilakukan secara terus-menerus dan diikuti dengan rasa senang dan tanpa paksaan, atas kemauananya sendiri atau dorongan dari luar sehingga seseorang tersebut mengerti atau memahami apa yang dibacanya. Data dikumpulkan dengan angket tertutup sebanyak 30 item yang disusun peneliti berdasarkan indikator variabel sesuai dengan teori ahli. Uji coba instrumen dilakukan kepada 41 mahasiswa yang bukan responden penelitian, dan telah diuji validitas dan reablitasnya. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pengaruh penatalayanan perpustakaan terhadap tingkat kunjungan mahasiswa semester IV tahun ajaran 2018/2019 di IAKN Tarutung. Dengan uji Anava atau F test, dapat F dihitung adalah 22,778 dengan tingkat signifikan 0,000b0,005. Karena probabilitas (0,000) lebih kecil dari 0,05, artinya ada pengaruh positif dan signifikan antara Penatalayanan Perpustakaan dengan tingkat kunjungan.Keywords: Stewardship; students’ visit level; library
The Power of Professional Entertainer’s Speech Act Raikhapoor Raikhapoor
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.90

Abstract

There are many kinds
EFEKTIFITAS PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR BERBASIS MULTIMEDIA DI SEKOLAH MINGGU BNKP Senida Harefa
Jurnal Christian Humaniora Vol 3, No 2 (2019): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v3i2.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Pada Pembelajaran Sekolah Minggu BNKP dengan menggunakan Metode penelitian adalah Penelitian Pengembangan, dengan jumlah Populasi 30 Orang dan Sampel 25 Orang anak Sekolah Minggu dan 5 Orang Guru Sekolah Minggu, menggunakan Instrumen Penelitian Angket, Teknik analisa data deskriptif persentase.Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Efektifitas Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Dalam Pembelajaran Sekolah Minggu BNKP lebih tinggi dari 80% dari Kriteria yang diharapkan. Disimpulkan bahwa Efektifitas Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Dalam Pembelajaran Sekolah Minggu BNKP mencapai Rata-rata: 95% (kriteria Sangat Baik) Kata Kunci: Efektifitas, Sumber Belajar, Multimedia, Sekolah Minggu
CARA ORANGTUA KRISTEN DALAM MENDIDIK ANAK Dorlan Nabaho
Jurnal Christian Humaniora Vol 2, No 2 (2018): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v2i2.95

Abstract

Tujuan  penulisan  artikel ini  adalah untuk menentukan pola yang tepat bagi orangtua dalam mendidik anak di lingkungan keluarga. Dalam  pembinaan  iman terhadap anak, orang tua bertanggung jawab penuh tidak hanya kepada anak tetapi juga kepada Allah. Seiring dengan pesatnya perkembangan tehknologi saat ini, banyak orangtua  mendidik anak dengan cara otoriter yaitu dengan memaksa anak melakukan sesuai keinginan orangtua. Sebaiknya hal ini hendaklah dimengerti  terlebih  dahulu  oleh  setiap  orang  tua, sehingga di  dalam mendidik, mengasuh dan membimbing dapat dilakukannya dengan pengertian yang baik dan benar sehingga tidak terjadinya kekerasan atau penindasan, pemaksaan kepada anak di dalam melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan tuntutan orang tua. orang tua hanyalah mendidik dan membimbing anak untuk bisa memiliki pengetahuan secara baik dan bertanggung jawab sebagai bekal bagi anak di kemudian hari, serta tugas mengawasi anak dalam perkembangannya sampai kelak ia dewasa dan mampu berdiri di atas kemandiriannya sendiri secara baik dan bertanggung jawab.“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan. Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ul. 6:6-7).Kata kunci : orangtua, mendidik,anak

Page 5 of 18 | Total Record : 179