cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 179 Documents
PEMAHAMAN GENERASI MILLENIAL TERHADAP HAK ASASI MANUSIA: STUDI HAK ASASI MANUSIA MENURUT ALKITAB Herowati Sitorus
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 1 (2020): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i1.153

Abstract

Penelitian ini mengangkat judul: Pemahaman Generasi Millenial Terhadap Hak Asasi Manusia: Studi Hak Asasi Manusia Menurut Alkitab. Masyarakat millenial kurang pengakuan akan keberadaan manusia terhadap manusia lainnya. Terjadi pelanggaran HAM di berbagai sektor kehidupan. Dasar-dasar HAM adalah dari akar keagamaan. Manusia adalah gambar Allah atau dalam bahasa Paulus, human is divine original. Alkitab memberikan tempat yang sangat tinggi bagi martabat manusia yang berisikan pemahaman yang mencerminkan penghargaan terhadap hak dan kebebasan hidup manusia. Penulisan jurnal ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersumber dari buku-buku teks, jurnal dan bahan-bahan tertulis lainnya. Temuan penelitian adalah berkembangnya teknologi juga menciptakan cara baru bagi pelanggaran HAM. Dalam menangani kasus di atas pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 11/2008 tentang Informasi dan transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur tentang HAM karena UU yang telah ada dirasa belum cukup dalam menangani kasus HAM di era millenial ini.Kata kunci: Generasi Milenial, HAM
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Pendidik Moral Siswa Erman Sepniagus Saragih
Jurnal Christian Humaniora Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v1i1.36

Abstract

Guru PAK adalah seorang guru yang berusaha untuk mendidik watak dan pribadi para murid, supaya akhirnya mereka sendiri berani bertanggungjawab di depan Tuhan tentang kepercayan mereka. Guru PAK adalah juga seorang yang percaya kepada Yesus Kristus, yang mengenal akan pribadi Yesus serta memiliki pribadi yang meneladani Yesus sebagai guru besarnya.Guru PAK memiliki peranan penting dalam mendidik siswa untuk memiliki moral Kristen yang Alkitabiah. Saat ini, generasi muda yang masih mencari jati dirinya kerap kali jatuh ke dalam cobaan dan kehilangan moralitasnya sebagai orang Kristen. Khususnya para siswa-siswi Kristen yang sedang dalam belajar untuk menjadi seorang Kristen yang sejati. Disinilah terletak peranan Guru PAK sebagai pendidik moral Kristen. Tugas guru tidak hanya sebatas mengajar, yang menjelaskan bahan pengajaran tetapi juga melatih dan membimbing anak didiknya untuk memiliki moral Kristiani. Peranan Guru PAK sebagai pendidik  moral siswa yaitu: 1) Menuntun anak didik keluar dari kegelapan menuju terang, 2) Mengajar agama Kristen sebagai pengetahuan dan kehidupan, 3) memberikan perlengkapan pengetahuan kognitif, afektif, moral dan spiritual, 4) Menaruh perhatian pada pembentukan watak dan moral peserta didik. Kata Kunci : Guru PAK Sebagai Pendidik Moral Siswa
POLA MENDIDIK DI SINAGOGA DALAM TRADISI ISRAEL DAN IMPLIKASINYA PADA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Erman Sepniagus Saragih
Jurnal Christian Humaniora Vol 3, No 2 (2019): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v3i2.124

Abstract

Abstract: The current of globalization is unstoppable and has an impact on culture, society, economics, and social relations. Christian Education has an important role in planting spiritual values as a practical control of the current flow of globalization. The purpose of this article is to raise the history of the educational process, the theological foundation as a pattern of education in the Synagogue in the tradition of teaching Israel which has implications for present-day Christian Education. The method used is the analysis of the content of the relevant literature. The results obtained are that the pattern of education in the Israeli tradition prioritizes God as true wisdom knowledge, experience-based learning with God (spirituality), curriculum grouping based on age, misyna is interpretation learning methods by adjusting words that are understood without reducing real meaning, and besides learning rabbis are done in an integrated manner with parents every day as God's command.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Arus globalisasi tidak terbendung dan berdampak pada budaya, masyarakat, ekonomi dan relasi sosial. Pendidikan Agama Kristen memiliki fungsi strategis dalam penanaman nilai-nilai spiritual sebagai kontrol praksis arus globalisasi masa kini. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengangkat kepermukaan sejarah terjadinya proses pendidikan, landasan teologis sebagai pola pendidikan di Sinagoga dalam tradisi mengajar Israel yang berimplikasi pada pendidikan kristen. Metode yang digunakan adalah analisys content terhadap literatur yang relevan. Hasil yang diperoleh adalah pola pendidikan dalam tradisi Israel mengutamakan Allah sebagai pengetahuan hikmat sejati, pembelajaran berbasis pengalaman dengan Allah (spiritualitas), pengelompokan kurikulum berdasarkan usia, misyna metode pembelajaran penafsiran dengan penyesuaian kata-kata yang dipahami tanpa mengurangi makna sebenarnya, dan selain Rabi pembelajaran dilakukan secara terintegrasi dengan orang tua tiap harinya sebagai implementasi perintah Allah.Keywords: Israel, Christian, Education, Sinagoge
IMPLEMENTASI BAPTISAN TUNGGAL PADA MATAKULIAH JURUSAN TEOLOGI IAKN TARUTUNG Bernhardt Siburian
Jurnal Christian Humaniora Vol 2, No 1 (2018): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v2i1.106

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam rangka penyusunan model implementasi pelaksanaan baptisan tunggal yang terdapat dalam Piagam Saling Mengakui dan Saling Menerima Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PSMSM-PGI) yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) pada matakuliah Jurusan Teologi STAKPN Tarutung. Penyusunan model ini dibutuhkan sebagai bagian dari perwujudan perintah Yesus Kristus tentang kesatuan umat TUHAN di dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus melalui baptisan tunggal dan juga dalam bingkai pewujudnyataan salah satu program dan cita-cita Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), secara khusus tentang keesaan gereja, oikumene. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif sederhana. Temuan penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan wawancara terhadap enam orang informan (penelitian populasi). Instrumen wawancara tertutup dan terbuka diperoleh dari pengembangan rumusan Lima Dokumen Keesaan Gereja Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (Weinata Sairin [ed.], hlm. 64). Data penelitian dianalisa dengan cara penyajian data, reduksi data, pengambilan keputusan dan verifikasi atas instrumen wawancara tertutup.Kata Kunci: baptisan, tunggal, implementasi, teologi.
MEMAHAMI DAN MEMAKNAI BERBAGAI PERATURAN, KETETAPAN, DAN HUKUM DALAM TAURAT Raikhapoor Raikhapoor
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 1 (2020): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i1.10

Abstract

This paper discusses various kinds of provisions, regulations and laws in the Torah. Generally, the perspective about the Torah is often too narrow and simple, even though the understanding of the Torah is actually broad. Our view of the Torah often refers only to the laws, rules and regulations of the Old Testament. This view is produced by understanding the New Testament which results in the Torah being seen as a part that produces rigid laws that often have negative tendencies. To overcome this problem, I want to give a more comprehensive explanation about the various rules and regulations in the Torah.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Artikel ini membahas berbagai macam ketetapan, peraturan dan hukum dalam Taurat. Secara umum, pandangan tentang Taurat seringkali terlalu sempit dan sederhana, seringkali hanya merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan hukum-hukum, peraturan-peraturan atau regulasi-regulasi. Pandangan yang demikian menghasilkan pandangan yang bertendensi negatif dan keliru akan Taurat. Taurat dipahami sebagai suatu kitab yang dipenuhi kekakuan, padahal mestinya tidak demikian. Untuk mengatasi masalah ini, penulis ingin memberikan penjelasan yang lebih komprehensif tentang berbagai peraturan dan ketetapan dalam Taurat.Keywords: Torah, instruction, teaching, law
PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DALAM PENGINJILAN Megawati Manullang
Jurnal Christian Humaniora Vol 3, No 1 (2019): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v3i1.118

Abstract

Social media often notifies that some teacher did praiseworthy deeds, especially actions that harmed students. Those behaviors were including rape, beatings, extortion in the field of material, and many other cases. Actually, a teacher is expected to be a role model by their words and behavior blessing students. Especially, the profession as a Christian religious education teacher is not same as other teachers. Christian religious education teachers have more difficult duties and responsibilities which not only providing information and knowledge to students, but they also bring students to experience a special meeting with Christ and have a new life in Christ. Therefore, to meet this main responsiblities, Christian religious education teacher must carry out evangelism.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Media sosial sering memberitakan tentang perbuatan dari beberapa guru yang tidak terpuji, khususnya perbuatan yang merugikan para muridnya sendiri. Baik itu tindakan pemerkosaan, pemukulan, pemerasan dalam bidang materi, dan masih banyak lagi kasus yang lain. Padahal seorang guru diharapkan menjadi teladan, baik dalam perkataan, tingkahlaku yang menjadi berkat bagi siswa. Terutama profesi sebagai guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) tidak sama dengan guru-guru umum lainnya, guru PAK memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih berat, bukan hanya sekedar memberikan informasi dan ilmu pengetahuan kepada peserta didik tetapi yang paling utama adalah membawa peserta didik mengalami perjumpaan dengan Kristus dan memiliki hidup baru di dalam Kristus. Maka untuk mencapai hal tersebut guru PAK wajib melaksanakan penginjilan.Keywords: Christian religious education teacher; evangelism; students
PENGARUH IBADAH KELUARGA BERDASARKAN YOSUA 24:15B TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DI DESA PAGAR BATU KECAMATAN SIPOHOLON Tianggur Medi Napitupulu
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.164

Abstract

This study aims to see the effect of family worship based on Yosua 24: 15b on family harmony in the village of Pagar Batu, Sipoholon District, Taput Regency. The research population in this is all families in the village of Sileang which according to 225 and the sample was taken based on the family cluster sampling technique of 40 people. The questionnaire trial was conducted on 30 families outside the sample. The results of data analysis showed: 1) The correlation test rcount rtable was 0.365 0.312. This means that there is a positive relationship between family worship based on Joshua 24: 15b on family harmony in the village of Sileang 2) The amount of family worship based on Joshua 24: 15b to family harmony in Sileang village is 13.3% and partly depends on other factors. 3) The regression equation is obtained = 39.604 + 0.801X, meaning that if family worship based on Joshua 24: 15b is increased every measurement, the family harmony is 0.801%; 4) Significant Test The effect of tcount ttabel, namely 2.419 2.022 means that there is a positive and significant influence between family worship based on Joshua 24: 15b on family harmony so that Ha is accepted and H0 is rejected.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ibadah Keluarga Berdasarkan Yosua 24:15b terhadap keharmonisan Keluarga di desa Pagar Batu Kecamatan Sipoholon Kabupaten Taput . Populasi penelitian in iadalah seluruh keluarga di desa Sileang yang berjumlah 225 keluarga dan sampel diambil berdasarkan teknik cluster sampling sebanyak40 orang.  Uji coba angket dilakukan kepada 30 keluarga di luar sampel. Hasil analisa data menunjukkan: 1) Uji hubungan diperoleh rhitungrtabel yaitu 0,3650,312. artinya terdapat hubungan yang positif antara ibadah keluarga berdasarkan yosua 24:15b terhadap keharmonisan keluarga di desa sileang; 2) Besarnya antara ibadah keluarga berdasarkan yosua 24:15b terhadap keharmonisan keluarga di desa sileang, sebesar13,3% dan sebagian lagi dipengaruhi oleh faktor lain. 3) Persamaan regres idiperolehŶ= 39,604+0,801X artinya jika ibadah keluarga berdasarkan Yosua 24:15b ditingkatkan setiap satuan pengukuran maka keharmonisan keluarga sebesar 0,801%; 4) Uji Signifikan  Pengaruh thitungttabelyaitu 2,4192,022 artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara ibadah keluarga berdasarkan Yosua 24:15b terhadap keharmonisan keluarga dengan demikian dapat disimpulkan Ha diterimadan H0 ditolak.
Persepsi Mahasiswa Terhadap Pembelajaran Online di IAKN Tarutung Erika Christine Panggabean; Endang Juliati Br Manullang; Jerry Stevan Sinambela
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 1 (2021): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i1.378

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran online selama pandemic covid-19. Penelitian deskriptif ini dilakukan dengan teknik kuesioner yang disebar secara online kepada mahasiswa di IAKN Tarutung dengan bantuan google form. Sebanyak 440 mahasiswa dari semua program studi yang ada di IAKN Tarutung telah berperan menjadi responden penelitian ini. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebanyak 42.3% memilih aplikasi zoom meeting yang sering digunakan oleh dosen dalam pelaksanaan perkuliahan online. Bentuk perkuliahan online yang dilakukan oleh dosen dengan cara memberikan penjelasan langsung secara online dipilih mahasiswa dengan persentase sebesar 74,8%. Dalam hal penggunaan perangkat untuk pembelajaran online, sebanyak 95,2% mahasiswa menggunakan handphone/smartphone. Kendala utama yang sering dihadapi mahasiswa dalam proses pembelajaran online adalah akses internet yang lambat dengan persentase sebesar 31,1%. Dan 418 orang (95%) mahasiswa dari total 440 mahasiswa yang telah berperan sebagai responden dalam penelitian ini lebih menyukai perkuliahan secara konvensional (tatap muka) daripada perkuliahan online.
Pedagogi Yesus Dalam Perspektif Progresifisme Pendidikan Yakobus Ndona; Liber Siagian; Sampitmo Habeahan
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 1 (2021): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i1.614

Abstract

AbstractJesus Christ is not only a founder of Christianity. Jesus is from pedagogical perspective including an educational figures with the power of charisma who until now has influenced to the world of Christianity. The charisma pedagogy of Jesus appears in authoritative teaching, the charismatic, delivery of messianic expectations and a distinctive educational pattern. A study of a gospels, reveals that the pedagogy of Jesus was not oriented toward the inculcation of religious laws as done by the Jewish rabbis. Jesus education focused on renewing the heart based on the value of the kingdom of God.  Jesus did not build a formal class but made Himself and the environment around Him as a learning laboratory. This pattern shows that the pedagogy of Jesus has both parallel and contradiction with the various educational which developing in the world of education. This paper examines the richness of Jesus pedagogy as seem from a progressivism perspective of an education. The philosophical hermeneutic analysis found the substance, pattern and objective value of Jesus education. Then, through reflection and heuristics, we find contextual values that have implications for the world of Christian education and is an inspiration for educational activists today.Key words : Jesus, Pedagogy, Progressivism  AbstrakYesus Kristus tidak hanya seorang pendiri kristianitas. Yesus, dari perspektif pedagogik  termasuk tokoh pendidikan dengan kekuatan kharisma yang sampai sekarang berpengaruh pada dunia kekristenan. Kharisma pedagogi Yesus tampak dalam pengajaran yang otoritatif, berkharisma, penyampaian harapan-harapan mesianik, dan pola pendidikan yang khas. Telah terhadap kitab-kitab Injil memperlihatkan bahwa pedagogi Yesus tidak berorientasi pada penanaman hukum-hukum agama seperti yang dilakukan para rabi Yahudi. Pendidikan Yesus terfokus pada pembaharuan hati yang berlandaskan pada nilai-nilai kerajaan Allah. Yesus tidak membangun kelas-kelas formal, tetapi menjadikan diri-Nya dan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar. Pola ini memperlihatkan bahwa pedagogi Yesus memiliki paralel sekaligus kontradiksi dengan berbagai aliran pendidikan yang sekarang berkembang dalam dunia pendidikan. Tulisan ini mengkaji kekayaan pedagogi Yesus yang dilihat dari perspektif progresifisme pendidikan.Analisa hermeneutika falsafati menemukan substansi,  pola dan nilai objektif pendidikan Yesus, kemudian lewat gerak refleksi dan heuristika menemukan nilai kontektual yang berimplikasi bagi dunia pendidikan Kristen, dan inspirasi bagi para penggiat pendidikan dewasa ini. Kata kunci: Pedagogi, Progresifisme, Yesus,
Analisis Proses Pembelajaran Pemberian Tugas Masa Pandemi Covid -19 Dengan Hasil Belajar Sekolah Dasar Lomak Pardede
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.688

Abstract

Abstract:This study aims to analyze the Assignment learning process, supporting factors and inhibiting factors for teachers in carrying out task assignment learning during the COVID-19 pandemic. This research was conducted at SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar from April to July. This research uses descriptive qualitative research method. The subjects used in this study were teachers at SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar. Data collection techniques used in this study were open questionnaires, semi-structured interviews, documentation and field notes. The result of this research is that the COVID-19 pandemic has had a very large impact on the learning process, learning that is usually done directly is now being shifted to learning to give assignments. Students feel bored and bored when carrying out learning. Learning to give assignments to elementary school age children is considered less effective. There are several factors that support teachers in the learning process of giving assignments, namely the availability of mobile phones, quotas and a stable internet network. In addition to factors that support learning to give assignments, there are also several factors that hinder teachers in learning to give assignments. The inhibiting factors include not all students have cellphones and there are still many parents who are busy working Keywords: giving learning assignments, supporting factors, inhibiting factors Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran Penugasan, faktor pendukung dan faktor penghambat bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran pemberian tugas selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan di SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar dari bulan April sampai Juli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru di SD NEGERI 173168 Onan Runggu Kec. Sipahutar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket terbuka, wawancara semi terstruktur, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah pandemi COVID-19 berdampak sangat besar terhadap proses pembelajaran, pembelajaran yang biasanya dilakukan secara langsung kini digeser menjadi pembelajaran memberikan tugas. Siswa merasa bosan dan bosan saat melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran memberi tugas pada anak usia sekolah dasar dinilai kurang efektif. Ada beberapa faktor yang mendukung guru dalam proses pembelajaran pemberian tugas yaitu ketersediaan handphone, kuota dan jaringan internet yang stabil. Selain faktor yang mendukung pembelajaran pemberian tugas, juga terdapat beberapa faktor yang menghambat guru dalam pembelajaran memberikan tugas. Faktor penghambatnya antara lain tidak semua siswa memiliki handphone dan masih banyak orang tua yang sibuk bekerja. Kata kunci: pemberian tugas belajar, faktor pendukung, faktor penghambat

Page 6 of 18 | Total Record : 179