cover
Contact Name
Nasib Tua Lumban Gaol
Contact Email
nasib.t.lumbangaol@gmail.com
Phone
+6285362996917
Journal Mail Official
junssihotang@iakntarutung.ac.id
Editorial Address
Kampus I : Jalan Pemuda Ujung No. 17 Tarutung Kampus II : Jalan Raya Tarutung-Siborongborong KM 11 Silangkitang Kec.Sipoholon Kab. Tapanuli Utara
Location
Kab. tapanuli utara,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Christian Humaniora
ISSN : 25986317     EISSN : 25991965     DOI : 10.46965
Jurnal Christian Humaniora Jurnal Christian Humaniora (JCH) merupakan salah satu media publikasi yang menghimpun karya ilmiah berkaitan dengan ilmu sosial humaniora yang berbasiskan kekristenan. JCH diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Kristen Negeri Tarutung. Dalam satu tahun, JCH menerbitkan 10 artikel pada masing-masing terbitan di bulan Mei dan November. Scope Pendidikan Agama Kristen, Sosiologi Kristen, Manajemen Pendidikan Kristen, Musik Gerejawi, Filsafat Kristen, Psikologi Kristen, Pastoral Konseling, dan Kepemimpinan Kristen.
Articles 179 Documents
Presepsi Mahasiswa : Pemotivasian Belajar Melalui Repositori Dengan Hasil Belajar Pada Masa Pandemik COVID-19 Andar Gunawan Pasaribu
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.347

Abstract

This study aims to develop strategies learning motivational from the repository for student learning outcomes.  . This research was conducted on IAKN Tarutung students by using the development research method. Development is carried out through stages, namely symbol, development tools, ease of accessing the repository.  completeness of lecture materials, and the Effective repository.   The results of testing the use of applications repository with an average value of 88%. 
Analisis Penerapanan Nilai-Nilai Keteladanan Yesus dalam Yoh 13:12-17 oleh Guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020 Ronny Simatupang
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.366

Abstract

Abstract:This study aims to determine the application of th exemplary values of jesus in John 13:12-17 by class VII PAK teachers at SMP Negeri 3 Sipahutar North Tapanuli regency in the 2019/2020 academic year. This research uses descriptive quantitative method. The popolation in this study were 40 people. The trial was conducted on 30 grade VII student at SMP Negeri 3 Sipahutar. The result of the data analysis show the value = 120 scores of the application of the exemplary values of the Jesus in john 13:12-17 = 3920 and the ideal score = 4800, then the value of the application of the exemplary values of Jesus in John 13:12-17 = 81.666%, with tcount 5.555 consulted with ttabel (N-1) = 1.684 then tcount = 5.555 ttable = 1.684. 75%, because tcount ttabel Ho is rejected and Ha is accepted. This it can be concluded that the application the exemplary values of Jesus in John 13:12-17 by Class VII PAK teacher at SMP Negeri 3 Sipahutar North Tapanuli Regency 2019/2020 academic year 75% of expected.Keywords: the exemplary value of jesus, christian educationAbstrak:Penelitian ini bertujuan mengetahui Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 oleh Guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020. Dengan Hipotesa penelitian Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 oleh Guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020 telah mencapai   75% dari yang diharapkan. Populasi dalam penelitian ini Sebanyak 40 orang. Uji coba dilakukan kepada 30 orang siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Sipahutar. Hasil analisis data menunjukkan nilai = 120 skor Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 = 3920 serta skor ideal = 4800, maka nilai Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17= 81,66%, dengan thitung 5,555 dikonsultasikan dengan ttabel (N-1) = 1,684 maka thitung = 5,555 ttabel =1,684. 75%, karena  thitung ttabell  maka  Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Nilai-nilai Keteladanan Yesus dalam Yohanes 13:12-17 oleh guru PAK Kelas VII di SMP Negeri 3 Sipahutar Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2019/2020   75% dari yang diharapkan. Kata kunci: nilai keteladanan Yesus, pendidikan agama kristen
PENINGKATAN KEPRIBADIAN MELALUI PENGUASAAN MATERI AJAR KESELAMATAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SIPAHUTAR. KECAMATAN SIPAHUTAR KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN PEMBELAJARAN 2019/2020 Ronny Simatupang
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.163

Abstract

The study is intended to know the increasing of personalities through the mastery of the student safety materials with hypotheses there is a positive and significant influence between the doctrinal mastery of the safety of the student body, with the population of the entire class vii on the student body of 1 sloutar class 1 person with a sample of 36 samples established by random sampling techniques. Data is collected with a test of 20 items and an numbered numbered 20 items . Based on impact tests obtained coefficient determinations = 36.24% and fjudges ftable of 20.30 4.13 at a rate of 0.05. The results have come to a conclusion there is a positive and significant influence between the doctrinal mastery material on the class vii junior year students' learning personality. Clap district tapanuli northern year 2019/2020. Thus, ha received and ho rejected.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kepribadian melalui penguasaan materi keselamatan siswa dengan hipotesis terdapat pengaruh positif dan signifikan antara penguasaan ajaran terhadap keselamatan siswa, dengan populasi seluruh kelas vii pada siswa. Tubuh 1 orang sloutar kelas 1 orang dengan jumlah sampel 36 sampel ditetapkan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes sebanyak 20 item dan berjumlah 20 item. Berdasarkan uji impak diperoleh koefisien determinasi = 36.24% dan fjudges ftable sebesar 20.30 4.13 pada taraf 0,05. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara materi penguasaan ajaran terhadap kepribadian belajar siswa kelas VII SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2019/2020. Jadi, ha diterima dan ho ditolak.
Prinsip Pertumbuhan Rohani dalam Efesus 5:1-21 dan Korelasinya dalam Mengupayakan Pertumbuhan Rohani Jemaat GPdI Gunung Moria Bedagai Tiur Imeldawati; Yayan Erina Br. Regar
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 1 (2021): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i1.615

Abstract

AbstrakUntuk menghasilkan hidup sebagai seorang kristen yang berkualitas diperlukan hidup sesuai prinsip-prinsip pertubumbuhan yang terdapat dalam Alkitab. Pertumbuhan rohani jemaat harus menjadi visi dan misi gereja Tuhan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan dan memaparkan prinsip -prinsip pertumbuhan rohani dalam Efesus 5 :1- 21 yang masih relevan terhadap prinsip pertumbuhan rohani; dan untuk menjelaskan cara pengupayaan pertumbuhan rohani jemaat GPdI Gunung Moria Bedagai sesuai dengan pertumbuhan rohani Efesus 5 :1- 21; serta untuk membuktikan adanya hubungan prinsip pertumbuhan rohani dalam Efesus 5 :1- 21 yang memiliki kolerasi terhadap prinsip pertumbuhan kerohanian jemaat GPdI Gunung Moria Bedagai.Katakunci : prinsip, pertumbuhan rohani, GPdI Gunung Moria AbstractTo live a quality Christian life requires living according to the principles of growth found in the Bible. The spiritual growth of the congregation must be the vision and mission of God's church. The purpose of this research is to find and explain the principles of spiritual growth in Ephesians 5: 1–21 which are still relevant to the principles of spiritual growth; and to explain how to nurture the spiritual growth of the GPdI Gunung Moria Bedagai congregation in accordance with the spiritual growth of Ephesians 5: 1-21; and to prove that there is a relationship between the principles of spiritual growth in Ephesians 5: 1-21 which correlate with the principles of spiritual growth in the GPdI Mount Moria Bedagai church  Keywords: principle, spiritual growth, GPdI Mount of Moriah
Prinsip-Prinsip Penggembalaan Berdasarkan Injil Yohanes 10:1-21 Alferdi Alferdi
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 1 (2021): Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i1.617

Abstract

ABSTRACT The leadership crisis in the church, especially the church pastor, is a very touching phenomenon. How not, this crisis affects the church's growth, especially spiritual growth. Because of this crisis, so here and there many congregations then no longer heed their faith, and even chose to leave Jesus. The cause of this crisis is none other than the pastors of the church who do not know what their principles are in carrying out pastoral care. This article examines the principles of a church pastor. The principle of shepherding will be explored based on the text of the Gospel of John 10: 1-21, which is a parable told by Jesus about the Good Shepherd. When a pastor in the church understands what the principles of a pastor are, it will certainly be an advantage that that way the ministry in the church will run well. Writing this article uses a qualitative approach with literature review. This approach seeks to analyze the text of the Gospel of John 10: 1-21 with various sources from books and online journals. This research shows that in the Gospel of John there are several principles of a shepherd, namely, shepherding is a calling, caring for, and sacrifice. These three things must be interpreted properly as a pastor, to lead to a ministry that is oriented towards church growth from various aspects, not a pastoral ministry that is only selfish or just looking for profit.ABSTRAKKrisis kepemimpinan dalam Gereja khususnya gembala jemaat adalah sebuah fenomena yang begitu mengharukan. Bagaimana tidak, krisis ini mempengaruhi pertumbuhan jemaat secara khusus pertumbuhan rohani. Karena krisis ini, sehingga di sana sini banyak jemaat yang kemudian tidak lagi mengindahkan iman mereka, dan bahkan memilih meninggalkan Yesus. Penyebab dari krisis ini tidak lain karena gembala jemaat tidak mengetahui apa yang menjadi prinsip mereka dalam melaksanakan penggembalaan. Artikel ini membahas apa yang menjadi prinsip dari seorang gembala jemaat. Prinsip penggembalaan akan ditelusuri berdasarkan teks Injil Yohanes 10:1-21, yaitu sebuah perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus mengenai Gembala yang baik. Ketika seorang gembala dalam jemaat mengerti apa prinsip dari seorang gembala, tentu akan menjadi suatu keuntungan bahwa dengan jalan itu pelayanan dalam jemaat akan berjalan dengan baik. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian kepustakaan. Pendekatan ini berusaha menganalisis teks Injil Yohanes 10:1-21 dengan berbagai sumber dari buku maupun jurnal-jurnal online. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam Injil Yohanes ada beberapa prinsip dari seorang gembala yaitu, penggembalaan adalah panggilan, pemeliharaan, dan pengorbanan. Ketiga hal ini harus dimaknai dengan baik sebagai seorang gembala, untuk menuju pada pelayanan yang berorientasi pada pertumbuhan jemaat dari berbagai aspek bukan pelayanan penggembalaan yang hanya mementingkan diri sendiri ataupun hanya mencari keuntungan.
Pola Pembinaan Rohani Berdasarkan Efesus 6:4 Dan Korelasinya Dalam Mendidik Perilaku Anak Di Panti Asuhan Claresta Medan Tiur Imeldawati; Elisabet Savitri Lukita Dewi; Agripa Sitepu
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.664

Abstract

Abstract:Spiritual development of children is a very important thing. Even from an early age, parents are expected to have nurtured their children so that in the future they can have good and commendable behavior. The author highlights this from the passage of Ephesians 6:4 because this verse clearly describes the relationship between parents and children. And related to orphanage children who do have differences with children in general who are raised and educated by their biological parents, children in orphanages have their own problems so that they are not raised in their family and are not cared for by their biological parents. them but by the caretaker of the orphanage who is also their spiritual parent. Through the pattern of spiritual development carried out in this orphanage, it is hoped that it will produce a quality generation, even though they have poor backgrounds. The excavation of Ephesians 6:4 becomes the biblical basis and this research is carried out at the same time to see the implementation of the pattern of spiritual formation that has been carried out so far, and the expected results. In which case are the shortcomings or weaknesses in implementing the pattern that has been discussed so far.Keywords: Pattern, Spiritual Development, Behavior, Claresta  Abstrak:Pembinaan rohani anak merupakan suatu hal yang sangat penting. Bahkan sejak dini para orangtua diharapkan telah membina anak-anak mereka untuk kelak bisa memiliki perilaku yang baik dan terpuji. Penulis menyoroti hal ini dari nas Efesus 6:4 dikarenakan ayat ini memuat tentang hubungan orangtua dan anak secara jelas. Dan terkait dengan anak-anak panti asuhan yang memang memiliki perbedaan dengan anak-anak pada umumnya yang dibesarkan dan dididik oleh orangtua kandung mereka, anak-anak di panti asuhan memiliki masalah tersendiri sehingga mereka tidak dibesarkan di dalam keluarga mereka dan tidak diasuh oleh orangtua kandung mereka melainkan oleh pengurus panti asuhan yang sekaligus menjadi orangtua rohani mereka. Melaluo pola pembinaan rohani yang dilakukan di pantu asuhan ni diharapkan dapat menghasilkan generasi yang berkualitas, meskipun mereka memiliki latar belakang yang kurang baik. Penggalian Efesus 6:4 menjadi dasar alkitabiahnya dan riset ini dilakukan sekaligus untuk melihat pengimplementasian pola pembinaan rohani yang telah dilakukan selama ini, dan hasil yang diharapkan. Dalam hal manakah yang menjadi kekuarangan atau kelemahan dalam pengimplementasian pola yang selama ini sudah diterapkan. Kata Kunci: Pola, Pembinaan Rohani, Perilaku, Claresta
Analisis Pelaksanaan Micro Teaching di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung 2019 Lasmaria Lumbantobing, M.Pd.K
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran micro teaching pada prodi Pendidikan Agama Kristen di IAKN Tarutung 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil analisis : 1) Persentase Pelaksanaan Micro Teaching di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung 2019 secara umum adalah 53,38% mahasiswa  selalu melaksanakan kegiatan micro teaching, 37,06% sering melaksanaan micro teaching, 7,88% jarang melakukan kegiatan micro teaching dan 1,18% tidak pernah melaksanakan micro teaching. 2) Persentase pelaksanaan micro teaching jurusan PAK di IAKN Tarutung tahun 2019 per indikator : a) Indikator pengenalan (pemahaman) tentang konsep pengajaran micro diketahui bahwa 64,12% selalu diberi pengenalan (pemahaman) tentang konsep pengajaran micro pada pelaksanaan micro teaching, 25,88% sering diberi pengenalan (pemahaman) tentang konsep pengajaran micro teaching pada pelaksanaan praktek micro dari dosennya, 7,65% kadang-kadang (jarang) diberi pengenalan (pemahaman) tentang konsep pengajaran micro pada pelaksanaan praktek micro dari dosennya, 2,35% tidak pernah diberi pengenalan (pemahaman) tentang konsep pengajaran micro teaching pada pelaksanaan praktek micro oleh dosennya; b) Indikator penyajian model diketahui bahwa 62,35% selalu menyajikan model pembelajaran, 31,76% sering menyajikan model pembelajaran, 4,71% kadang-kadang (jarang) menyajikan model pembelajaran, 1,18% tidak pernah menyajikan model pembelajaran; c) Indikator persiapan/ perencanaan mengajar diketahui bahwa 44,71% dosen micro teaching selalu mempersiapkan/ merencanakan pembelajaran, 45,29% sering dosen micro teaching mempersiapkan/ merencanakan pembelajaran, 8,24% kadang-kadang (jarang) dosen micro teaching mempersiapkan/ merencanakan pembelajaran, 1,76% tidak pernah dosen micro teaching mempersiapkan/ merencanakan pembelajaran; d) Indikator praktek mengajar diketahui bahwa 52,35% selalu dosen menyuruh dan mendampingi mahasiswa jurusan PAK melakukan praktek micro teaching di kelas, 36,47% sering dosen mendampingi mahasiswa melakukan praktek micro teaching di kelas, 10,59% kadang-kadang (jarang) dosen menyuruh dan mendampingi mahasiswa melakukan praktek micro teaching di kelas, 0,59% tidak pernah disuruh dan didampingi oleh dosen mahasiswa; e) Indikator diskusi/ feedback ketahui bahwa 45,88% selalu dosen melakukan diskusi/ feedback pada mahasiswa pada kegiatan praktek micro teaching, 45,88% sering melakukan diskusi/ feedback pada mahasiswa, 8,24% kadang-kadang (jarang) dosen melakukan diskusi/ feedback, 0,00% tidak pernah dosen melakukan diskusi/ feedback pada mahasiswa pada kegiatan praktek micro teaching. 3) Dari hasil uji hipotesa bahwa diketahui thitung = 6,410 ttabel 34-1,α=5% yaitu 1,684, dimana thitung ttabel yaitu 6,410 1,684. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis pelaksanaan micro teaching Jurusan Pendidikan Agama Kristen di IAKN Tarutung 2019 mencapai ≥ 75 % dari yang diharapkan. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci : micro teaching
Pertumbuhan Gereja Di Masa Pandemi Megawati Manullang
Jurnal Christian Humaniora Vol 5, No 2 (2021): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v5i2.704

Abstract

Abstract:The Covid-19 pandemic has so far been increasingly rampant and has had a bad impact on everyone and has made it more difficult for the church to develop, but this article discusses how to develop the church properly during this pandemic. The church can help each other by providing assistance, the church can also still carry out worship every week using social media and so on. This paper also tells every church servant to continue carrying out their duties even during the pandemic. This paper also explains how the church can maintain good communication with each congregation so that they can fellowship with each other again through online. and explain the use of technology for church services. The research method in this paper is a qualitative method. Keywords: church growth; church; pandemicAbstrak:Pandemi Covid-19 sampai sekarang semakin merajalela dan berdampak buruk bagi setiap orang dan semakin menyulitkan gereja untuk berkembang, namun dengan tulisan ini yang membahasas bagaimana cara mengembangkan gereja dengan baik pada masa pandami ini. Gereja dapat saling menolong dengan memberi bantuan, gereja juga tetap dapat menjalankan ibadah setiap minggu dengan menggunakan media sosial dan lain sebagainya. Dalam tulisan ini juga memberitahu kepada setiap pelayan gereja agar tetap menjalankan tugas walaupun sedang masa pandemi. Dalam tulisan ini juga di jelaskan bagaimana gereja dapat tetap menjalin komunikasi dengan baik terhadap setiap jemaat agar bisa saling bersekutu lagi melalui daring. serta menjelaskan pemanfaat teknologi untuk pelayanan gereja. Metode penelitian  dalam tulisan ini adalah metode kualitatif. Kata kunci: pertumbuhan gereja; gereja; pandemi
TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB GURU SEKOLAH MINGGU TERHADAP MASA DEPAN GEREJA Hasudungan Simatupang
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.165

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of Sunday school teachers in organizing a series of learning processes not just the responsibility of filling free time on Sundays. This type of research is qualitative, using devotional theological research methods trying to apply the meaning of discourse to the reader's personal life without being separated from the learning objectives. The results of this qualitative research show the role of Sunday school teachers in preparing the ecclesiastical generation through the learning process as an effort to foster a generation of Christian churches from an early age. The tendency to use the learning method used, namely participatory fun, is very suitable for children, it can be followed through prayer, spiritual chanting, alphabeticism, followed by psychomotor (physical) movements in interpreting the discourse of a number of previously set learning objectives. The children were very loved by God, and the children showed enthusiasm to praise God, they were very excited in a cheerful atmosphere following the fun learning process. Thus it can be concluded how important the role of Sunday school teachers is to prepare the Christian church generation from an early age according to God's will.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru Sekolah Minggu menyelenggarakan serangkaian proses pembelajaran tidak sekedar tanggung jawab mengisi waktu senggang pada hari minggu Jenis penelitian ini kualitatif, menggunakan   metode penelitian teologis devosional berusaha menerapkan makna wacana  pada kehidupan pribadi pembaca tanpa dapat dipisahkan dari tujuan pembelajaran.  Hasil penelitian kualitatif ini memperlihatkan peran guru Sekolah Minggu mempersiapkan generasi gerejawi melalui proses pembelajaran sebagai upaya pembinaan  generasi gereja Kristen sejak dini. Kecenderungan pemanfaatan metode pembelajaran yang digunakan yakni partisipatif menyenangkan sangat cocok bagi anak-anak, dapat diikuti  melalui doa, nyanian rohani, mengabjad, diikuti gerakan-gerakan psikomotorik (fisik) dalam memaknai wacana sejumlah tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya. Anak-anak sangat disayangi Tuhan, dan anak-anak menunjukkan antusiasme memuji Tuhan sangat bergelora dalam suasana riang gempita mengkuti proses pembelajaran menyenangkan. Dengan demikian disimpulkan betapa pentingnya peran guru sekolah minggu mempersiapkan generasi gereja Kristen sejak dini sesuai kehendak Tuhan.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMIK GURU SEKOLAH DASAR NEGERI 173167 KECAMATAN SIPAHUTAR KABUPATEN TAPANULI UTARA Rosbita Simanjuntak
Jurnal Christian Humaniora Vol 4, No 2 (2020): November
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jch.v4i2.346

Abstract

This study aims to determine the constraints at pandemic 19 in Tapanuli Utara . This type of research was descriptive qualitative. Data collection techniques are done by interviewing and filling out questionnaires online. Analysis of the data used in this study are data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results showed that the constraints experienced by teachers during pandemic 19 were learning applications, internet networks and devices, learning management, assessment, perception’s parent, develop interest student,   and supervision

Page 7 of 18 | Total Record : 179