cover
Contact Name
Lukman Hakim Husnan
Contact Email
elha@stiqlathifiyyah.ac.id
Phone
+628115701309
Journal Mail Official
stiqlathifiyyah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Basuki Rahmat, Lrg. Zuriah, No. 173 Kel. Talang Aman, Kec, Kemuning, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Al-Dirayah
ISSN : 2621315X     EISSN : 27212580     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Al-Dirayah adalah Jurnal Studi Al-Quran dan Al-Hadits yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran (STIQ) Al-Lathifiyyah Palembang. Memuat berbagai naskah akademik yang berkaitan dengan Ilmu Al-Quran dan Ilmu Hadits berupa: (1) Hasil penelitian; (2) Naskah Opini, (3) Resensi Buku, atau artikel-artikel keagamaan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 92 Documents
Makna Kata Sholat Dalam Al-Quran Deden Mula Saputra
Al-Dirayah Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam diskursus ilmu al-Qur’an dan tafsir, al-Wujuh wa an-Nazhair adalah sebuah fenomena kebahasaan. Dimana ilmu ini mampu mengungkap makna yang ada dalam setiap lafadz mufradat al-Qur’an, sehingga terang dan terungkaplah sisi-sisi kemu’jizatan al-Qur’an baik dari aspek lafadznya maupun penuturannya. al-Wujuh wa an-Nazhair berfungsi menjelaskan lafadz yang telah di sebutkan dalam al-Quran Karim pada suatu tempat dengan makna yang bebeda ketika lafaz itu di sebutkan pada tempat lain, dan juga menjelasakan makna yang sama dari suatu lafadz yang ada. al-Wujuh adalah kata yang memiliki kesamaan lafadz namun berbeda makna. Sedangkan an-Nazhair adalah kata yang memiliki perbedaan lafadz namun hakikat maknanya adalah sama. Kata sholat tidak kurang disebutkan 68 kali di dalam a-Qur’an, baik dalam bentuk ashli ataupun derivasi ‘aridhinya. Menarik untuk diteliti kata shalat dan makna shalat jika ditinjau dari aspek al-Wujuh wa an-Nazhair.
GERAKAN AKSI BELA ISLAM Tri Handayani
Al-Dirayah Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksi Bela Islam or Act of Islamic Defense is a series of rallies in Indonesia and other countries often triggered by expressions or attitudes that show displeasure and contempt for Islam. The actions occurred as the public's response to the government being slow to deal with and process perpetrators of "humiliation." From street actions to boycott, sometimes happen to counter distaste for insults. This work aims to look at a similar track record in the past, in the dawn of Islam, and to find out the act's position.
KUFUR DALAM AL-QURAN (Studi Tematik Ayat-Ayat Takfir Dalam Al-Quran) Andy Hariyono
Al-Dirayah Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Term kufur beserta derivasinya ditemukan 525 kali yang tersebar di 73 surat dari 114 surat di dalam Al-Qur’an. Mengingat term kufur menghasilkan beragam makna, maka ayat-ayat kufur yang luas akan diseleksi, diinventarisasi dan dibahas hanya yang berkaitan dengan syariat dibolehkannya takfîr. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan) yang menggunakan metode maudhû'i untuk meneliti ayat-ayat Al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini adalah vonis takfîr dapat diberikan terhadap keyakinan, perkataan atau tindakan yang dinilai menyimpang terhadap sesuatu yang bersifat akidah (ushûl). Perkara-perkara ushûl yang menyebabkan kekufuran di dalam Al-Qur’an di antaranya: pengingkaran kepada Allah Swt.; menyekutukan Allah Swt.; pengingkaran kepada rasul-rasul Allah Swt.; pengingkaran kepada kitab Allah Swt.; pengingkaran terhadap hari kiamat; pengingkaran terhadap hari kebangkitan; pengingkaran terhadap azab Allah Swt.; pengingkaran terhadap ibadah haji; dan menghalalkan sesuatu yang diharamkan. Takfîr terhadap sesama muslim dapat merusak citra Islam yang baik. konsep takfîr ini harus dipahami secara benar dan komprehensif oleh setiap muslim.
MUHAMMAD SAW DALAM PANDANGAN ORIENTALIS Emilia Sari
Al-Dirayah Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nabi Muhammad Saw merupakan sumber yang diyakini umat Islam sebagai manusia yang sempurna akhlak-nya tercoreng oleh pengkaji Islam dari kalangan Non-Muslim.hal ini dimulai sejak Term Orientalisme hadir dalam ranah Akademik. Orientalis muncul manakala sejarah mempertemukan Negara Timur dan Barat salah satunya persaingan politik pada Abad 8M. Orientalisme yang terjadi sebelum perang dunia kedua cenderung berisi muatan sentimen agama daripada akademik. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar petinggi gereja ingin mempelajari Islam dengan maksud tertentu, bukan untuk kajian akademik. Sejak kekuasaan Islam mulai masuk ke benua Eropa, muncul ketertarikan terhadap Islam di kalangan bangsa Eropa. Sejak kekuasaan Islam mulai masuk ke benua Eropa, muncul ketertarikan terhadap Islam di kalangan bangsa Eropa. Para orientalis menganggap kitab suci Al-Qur’an adalah hasil karangan Nabi Muhammad Saw. mereka tidak percaya bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak bisa membaca dan menulis, dan menuduh bahwa Nabi bisa membaca, sehingga mereka menganggap Nabi pernah membaca kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an dan meragukan ke-otentikan Al-Qur’an dan menuduh Nabi memasukkan beberapa redaksi dari kitab Taurat,ajaran Yahudi dan Bible ke dalam Al-Qur’an.
TABAYYŪN DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Studi Analisis Penafsiran QS. An-Nisā’ Ayat 94 dan Al-Ḥujurat Ayat 6) Siti Alfiatun Hasanah
Al-Dirayah Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media komunikasi massa, dan terutama dalam wujud media sosial, tidak hanya memberi dampak positif bagi kehidupan, akan tetapi juga membawa akibat negatif. Kekacauan-kekacauan sosial ini diantaranya disebabkan oleh massifnya peredaran berita bohong, atau yang secara populer kerapkali disebut sebagai hoax. Dalam beberapa hal, peredaran hoax yang amat masif ini, dalam perspektif agama Islam –sebagai salah satu agama dengan jumlah penganut terbesar di dunia, dimungkinkan karena ketidakpatuhan atas petunjuk-petunjuk dalam kitab suci al-Quran, yakni tradisi untuk senantiasa ber-tabayyun atau cross check, yakni memeriksa terlebih dahulu setiap kabar yang diterima. Artikel ini berupaya untuk menelisik pemaknaan tabayyun dalam al-Quran, sebagaimana ditunjukkan dalam QS. Al-Nisa ayat 94 dan QS. Al-Hujurat ayat 6.
KAIDAH QIRA’AT IMAM NAFI’ RIWAYAT WARSY DAN PENERAPANNYA Di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah Palembang Lailatul Mu’jizat
Al-Dirayah Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Al-Dirayah Vol 6 no 2
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: This research is motivated by the emergence of Qira'at knowledge which must be studied and practiced so that it is not lost and considered foreign by Muslims. This type of research is a field research (field research). While the type of data used is qualitative data. Sources of data used in this study are primary data sources and secondary data sources. In analyzing data using three procedures, namely data reduction, data presentation, and data verification or drawing conclusions. Qira'at is a science that studies the different ways of pronouncing al- Qur'an which is adopted by one of the Imams based on the sanad-sanad which is continued to the Prophet Muhammad. In order to carry out the teachings of the Prophet, the leadership of the Al-Lathifiyyah Islamic Boarding School for the daughter of Al-Lathifiyyah in Palembang carried out the agenda of grounding the Qira'at, in this case the Qira'at Imam Nafi 'History of Warsy. There are several things that become the reference for this research, namely: What is the rule of Qira'at Imam Nafi from Warsy?, how are the efforts to implement the Qira'at Imam Nafi History of Warsy at Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang? And what are the problems experienced by students in understanding Qira'at Imam Nafi, according to Warsy in the Islamic boarding school Tahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Palembang ?. The results of this study concluded that the rules of Qira'at Imam Nafi from Warsy's history were to use the ushuliyyah rule and the Farsyul letter rule. Meanwhile, the application of the learning process of Qira'at Nafi 'in Warsy's history is to use a variety of reading Bi al-ifrad (Mufrod Method), namely Qori' reading qira'at by specifying the variety of readings from one narration. The history used is Imam Nafi's history 'Warsy's history. Talaqqi and sima'i systems and with a Tadwir tempo. The problems experienced by Santriwati in Qira'at learning at the Tahfidzul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah Islamic Boarding School in Palembang include: shortness of breath, due to age, lack of interest in learning Qira'at, laziness, difficulties in the rules and limited time in learning Qira'at
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM QS. LUKMAN 12-19: Perspektif Tafsir Al-Misbah Siti Alfiatun Hasanah; Desi Andani
Al-Dirayah Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan sebuah bentuk upaya bimbingan untuk mengarahkan sesorang kepadaterbentuknya kebaikan lahir dan bathin sehingga terwujudlah insan kamil. Dalam Q.S Lukman 12-19terkandung pokok-pokok tuntunan agama seperti aqidah, syari’at dan akhlak. M.Quraish Shihab adalah adalahpakar tafsir di Indonesia yang piawai dalam menyampaikan pesan-pesan al-Qur’an sesuai konteks modern.Baginya, akhlak berkaitan dengan hubungan makhluk dan khaliq dalam tatanan nilai ilahiyah. Adapun jenispenelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan dianalisis dengan metode penafsiran tahlili. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Q.S. Lukman 12-19 perspektif Tafsir al-Misbah yaitu:bersyukur, tauhid, birrul walidain, penghambaan, amar makruf nahi munkar, nilai keimanan pada hari kiamat,dan nilai rendah hati dan berbuat baik.
Konsep Kaffarat dalam Al-Quran Nurul Ahmadi
Al-Dirayah Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Al-Dirayah Vol 7 no 1
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pedoman kehidupan Al-Qur’an mengandung tiga ajaran pokok. Pertama, ajaran-ajaran yang berhubungan dengan aqidah (keimanan). Kedua, ajaran-ajaran yang berhubungan dengan akhlak. Ketiga, hukum-hukum amaliyah, yaitu ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan amal perbuatan seseorang. Masuk dalam hal ini seperti persoalan ibadah yang berkaitan dengan rukun Islam, nazar, sumpah dan ibadah-ibadah lain yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah Swt. serta masalah mu’amalah yang mengatur hubungan antara sesama manusia, seperti akad jual beli, hukum jinayat dan sebagainya. Juga dapat diketahui bahwa prinsip hukum Islam dalam al-quran dapat digambarkan dengan jelas bahwa penetapan dan penerapan hukumnya sangat fleksibel dan sejalan dengan dinamika kemanusiaan. Pada dasarnya penerapan hukum Islam seperti yang ditegaskan dalam Al-Qur’an dikarenakan ada pelanggaran yang dilakukan manusia terhadap agamanya. Setiap pelanggaran tentu akan berdampak pada sisi kemanusiaan, baik dampak kecil maupun dampak besar. Oleh karena itu, ada konsekuensi hukum untuk setiap pelanggaran yang dilakukan. Dalam hal ini, Al-Qur’an antara lain menetapkan hukum kaffarat dengan beberapa pilihan yang disesuaikan dengan kadar kesanggupan pelanggarnya, seperti pelanggaran terhadap sumpah, zhihar, pembunuhan, melanggar aturan ihram dan lain sebagainya. Menarik untuk dikaji tentang bagaimana Al-Qur’an memberikan alternatif dalam penerapan hukum kaffarat tersebut. Bagaimana kadar kesanggupan seseorang dalam pelaksanaan hukuman menjadi dasar ditetapkannya hukuman oleh Allah Swt. Tidak kalah menariknya pula bagaimana pelanggaran-pelanggaran terhadap beberapa perbuatan tertentu membawa konsekuensi kaffarat bagi pelakunya. Di balik itu semua tentu terdapat banyak hikmah, tujuan dan maksud yang mungkin belum semuanya terungkap ke permukaan.
Solusi Menghindari Perilaku Bullying menurut al-Quran Tri Handayani; Rahma Fitri Sari
Al-Dirayah Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengolok-olok, mengejek, dan menghina atau istilah sekarang bullying tidak lain karena mereka merasa dirinya paling lengkap, paling hebat, paling tinggi dan paling cukup, sombong dan tinggi hati. Padahal sebenarnya didalam diri merekalah yang kekurangan dan terdapat kesalahan. Di dalam ayat ini pula bukan saja laki-laki yang dilarang memakai perangai yang buruk, tetapi wanitapun demikian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustakan dengan pendekatan tafsir tematik. Adapun hasil dari penelitian ini adalah solusi agar terhindar dari perilaku dan perbuatan bullying adalah dengan cara bertakwa dan mendekatkan diri kepada Allah Swt, berkata baik dan tidak membalas perkataan maupun perlakuan kasar orang lain terhadap diri sendiri.
PEMAHAMAN MAKNA TABARRUJ : PERSPEKTIF MAHASISWI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH PALEMBANG Siti Alfiatun Hasanah
Al-Dirayah Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Al-Dirayah
Publisher : STIQ al-Lathifiyyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabarruj adalah salah satu topik dalam wacana tafsir yang selalu menarik untuk dibahas. Dari zaman klasik hingga modern, perilaku tabarruj dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Jika pada zaman jahiliyah dulu perilaku tabarruj dilakukan dengan menampakkan bagian-bagian tubuh yang menarik pada kaum laki-laki, maka saat ini perilaku tabarruj dihadirkan dengan beragam variasi, mulai dari berpakaian tidak sesuai syari’at, berhias secara berlebihan, menampilkan aurat dan kecantikan di media sosial dan sebagainya. Berangkat dari masalah tersbut, maka peneliti tertarik untuk meneliti pemahaman makna tabarruj perspektif mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang.

Page 5 of 10 | Total Record : 92