cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
EFEKTIVITAS METODE DEBAT AKTIF DAN STRATEGI PENERAPANNYA DALAM MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI Pradika Adi Wijayanto; Sugeng Utaya; Ach. Amirudin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i1.586

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penerapan metode debat aktif dalam mendukung tingkat keaktifan siswa pada pembelajaran geografi sekaligus menguraikan strategi tepat untuk mengoptimalkannya. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan subjek penelitian kelas XI IS 1 SMA Negeri 1 Mayong tahun ajaran 2016/2017 dilakukan selama tiga kali pertemuan. Teknik pengumpulan data berasal dari observasi partisipan, dokumentasi, dan lembar keaktifan siswa. Teknik analisis data menggunakan deskripsi persentase kemudian dikonsultasikan dengan kriteria yang ditentukan untuk menyimpulkan hasil penelitian sedangkan uraian strategi dalam mengefektifkan berdasarkan data hasil observasi partisipan kemudian dilakukan member check dan diimplementasikan. Analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keaktifan siswa pada pertemuan pertama masuk dalam kategori baik, persentase keaktifan siswa pada pertemuan berkategori sangat baik, persentase keaktifan siswa pada pertemuan ketiga juga berkategori sangat baik. Dengan demikian, efektivitas penerapan metode debat aktif dalam pembelajaran geografi adalah sangat baik. Strategi yang diterapkan juga mempunyai andil dalam mendukung persentase keaktifan siswa sehingga lebih optimal dari sebelumnya.
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL AKUNTANSI PADA MATERI MENYUSUN LAPORAN REKONSILIASI BANK UNTUK SISWA SMK Yuliana Faridatul Hidayah; Siswandari Siswandari; Sudiyanto Sudiyanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i2.588

Abstract

This study aimed to develop accounting digital comic media in the material of writing bank reconciliation reports for XI grade of students of vocational secondary school that is feasible to be used in the learning process. This study was a research and development refered to Borg and Gall’s model, with three stages of research namely preliminary study stage, product design development and product validation. The subject of the research were students XI grade of SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Data collection techniques included observation, interviews, questionnaires, and validation of expert teams. The results revealed that the process of accounting learning in SMK Muhammadiyah 3 Gemolong had not used technology-based media optimally. The product design of accounting digital comic media was validated by expert teams of media, material, linguist, and practitioners (accounting teachers). Based on the validation of expert team, the accounting digital comic media included into the very well category and comformed with media feasibility criteria. To conclude, this accounting digital comic media can be tried out in the next stage and used in accounting learning process at vocational secondary school Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik digital akuntansi dengan materi menyusun laporan rekonsiliasi bank untuk siswa kelas XI SMK yang layak dipergunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang mengacu pada model Borg dan Gall dengan tiga tahapan penelitian yakni tahap studi pendahuluan, pengembangan desain  produk dan validasi produk. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, angket, dan validasi tim ahli. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, proses pembelajaran akuntansi di SMK Muhammadiyah 3 belum memanfaatkan penggunaan media berbasis teknologi secara optimal. Pengembangan desain produk (prototipe) media komik digital akuntansi telah divalidasi oleh tim ahli dengan hasil penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi. Berdasarkan validasi oleh tim ahli, media pembelajaran komik digital akuntansi ini termasuk dalam kategori sangat baik dan sesuai dengan kriteria kelayakan media. Dengan demikian, media komik digital akuntansi ini dapat diujicobakan pada tahapan selanjutnya dan digunakan dalam proses pembelajaran akuntansi di SMK.
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SEKOLAH MENENGAH ATAS Nurmalita Sari; Widha Sunarno; Sarwanto Sarwanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v3i1.591

Abstract

The objectives of this research are to 1) find out the profile of student’s learning motivation in Physics class measured by aspects such as Attention, Relevation, Confidence, and Satisfaction; and 2) measure the percentage of each learning motivation aspect such as Attention, Relevation, Confidence, and Satisfaction contributed to students’ learning motivation in Physics class. The sample of this research is 90 students from XI class of Science Program. The data was collected through questionnaire and observation. The questionnaire was analyzed using descriptive quantitatively while the observation sheet was analyzed qualitatively. The results show that: 1) the student’s learning motivation can be categorized into high, average, and low; and 2) the percentage of each learning motivation aspects are Attention (59,86%), Relevance (57,08%), Confidence (55,28%), and Satisfaction (60,14%). To conclude, the average level of students’ learning motivation for Physics is in the medium and low category caused by the lack of students’ interest in learning Physics. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui profil motivasi belajar siswa ketika mengikuti pembelajaran Fisika di kelas yang diukur berdasarkan aspek perhatian (Attention), relevansi (Relevance), percaya diri (Confidence), dan kepuasan (Satisfaction); 2) mengetahui persentase sumbangan dari tiap aspek motivasi belajar yang terdiri dari perhatian (Attention), relevansi (Relevance), percaya diri (Confidence), dan kepuasan (Satisfaction) dalam menentukan tingkat motivasi belajar siswa ketika mengikuti pembelajaran Fisika di kelas. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Surakarta, SMA Negeri 5 Surakarta, dan SMA Negeri 6 Surakarta. Sampel penelitian sebanyak 90 siswa kelas XI MIPA. Pengumpulan data menggunakan teknik angket dan observasi. Teknik analisis angket adalah deskriptif kuantitatif, sedangkan lembar observasi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) motivasi belajar siswa untuk mata pelajaran Fisika dikategorikan tinggi, sedang, dan rendah; 2) persentase tiap aspek motivasi belajar adalah (a) aspek perhatian (Attention) sebesar 59,86%, b) aspek relevansi (Relevance) sebesar 57,08%, c) aspek percaya diri (Confidence) sebesar 55,28%, d) aspek kepuasan (Satisfaction) sebesar 60,14%. Kesimpulan, rata-rata tingkat motivasi belajar siswa untuk mata pelajaran Fisika berada dalam kategori sedang dan rendah yang disebabkan kurangnya ketertarikan siswa untuk belajar Fisika.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS ARGUMENTASI MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE DAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA SISWA KELAS X-10 SMA NEGERI KEBAKKRAMAT Fitria Cahyaningrum; Andayani Andayani; Kundharu Saddhono
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v3i1.605

Abstract

This research aims to improve learning process quality of writing argumentation text and argumentation writing skills through the Think Pair Share model with audiovisual media of students X-10 grade SMA Negeri Kebakkramat. This research was a Classroom Action Research (CAR) with two cycles. Data sources include events, informants, and documents. Data collection through interviews, observation, and document analysis. Data validity by triangulation method technique, triangulation of data source and informant review. Data analysis technique using comparative descriptive analysis technique. Think Pair Share model with audiovisual is able to improve the quality of learning process of argumentation writing skill indicated by teacher and student performance. In pre-cycles, the teacher and student performance values were still below the achievement indicator. In cycle I, the value of teacher performance increased to 69.29 and the percentage of student performance of 47.22%. Meanwhile, in cycle II the teacher performance value became 80.71 and the percentage of student performance became 78.95%. After the action done on the first cycle, there were only 21 students who achieved the value of KKM (minimum completeness criteria) which means it did not meet the achievement indicators. Implementation of Think Pair Share with audiovisual media in cycle II showed a significant improvement in argumentation writing skill, that is, score of 31 students exceeded KKM. In conclusion, the application of Think Pair Share model with audiovisual media is able to improve learning process quality and argumentation writing skill for the tenth grade students of SMA Negeri Kebakkramat. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis argumentasi dan keterampilan menulis argumentasi melalui penerapan model Think Pair Share dengan media audiovisual siswa kelas X-10 SMA Negeri Kebakkramat. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus. Sumber data berupa peristiwa, informan, dan dokumen. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data dengan teknik triangulasi metode, triangulasi sumber data dan review informan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif. Model Think Pair Share dengan audiovisual mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran keterampilan menulis argumentasi dengan indikator kinerja guru dan siswa. Pada prasiklus, nilai kinerja guru dan siswa masih berada di bawah indikator pencapaian. Siklus I, nilai kinerja guru meningkat menjadi 69,29% dan kinerja siswa sebesar 47,22% sedangkan pada siklus II nilai kinerja guru menjadi 80,71% dan kinerja siswa menjadi 78,95%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, siswa yang tuntas hanya 21 siswa yang artinya dianggap belum memenuhi indikator pencapaian. Penerapan Think Pair Share dengan media audiovisual pada siklus II, menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan menulis argumentasi, yaitu skor 31 siswa melampaui KKM. Disimpulkan bahwa penerapan model Think Pair Share dengan audiovisual mampu meningkatkan kualitas proses dan keterampilan menulis argumentasi pada siswa kelas X SMA Negeri Kebakkramat.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR Sutjipto Sutjipto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i1.618

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji fakta empiris implementasi kurikulum multikultural di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data utama dikumpulkan dengan diskusi kelompok terpumpun dan observasi sekolah. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, yaitu penggambaran data dengan pola deskripsi atau telaah. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2016 sampai dengan November 2016. Populasi dari penelitian ini adalah guru dan siswa sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen kurikulum yang ada secara signifikan telah mengintegrasikan nilai-nilai multikulturalisme dan pemahaman guru serta kepala sekolah terhadap pengetahuan multikultural berada pada kategori cukup signifikan. Berkaitan dengan implementasi kurikulum, terdapat tiga temuan, yakni: belum dikendalikan secara signifikan dengan baik di sekolah; belum mendorong secara signifikan penguatan nilai-nilai multikultural; dan belum menyuarakan keharmonisan secara signifikan antara budaya pendidikan, kurtur sekolah, dan multikulturalisme melalui pemberdayaan. Dengan demikian, pengimplementasian kurikulum multikultural di sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan umumnya belum berubah ke arah yang lebih baik.
PEMAHAMAN AGAMA DALAM BINGKAI KEBANGSAAN: Studi Kasus pada Organisasi Rohis SMA Negeri 1 Sragen Rosidin Rosidin; Nurul Aeni
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i2.620

Abstract

Islamic student organization (Rohis) at SMA Negeri 1 Sragen is a media to study Islam for the students. Ideally, the materials given during the learning process should be aligned to nationalism spirit. This study aimed to describe religiosity understanding of the Rohis members in nationalism context and to describe the attitude and behaviors of the Rohis members towards their understanding. This research used qualitative research design. The main primary data was obtained using interview and Focus Group Discussion (FGD) with Rohis members, teachers, and Rohis mentors. Data was analyzed using qualitative analysis. The results show that The Rohis members believe that Islam is the true religion and the belief is followed by the awareness that Ideology of Pancasila recognizes the diversity. Therefore, the idea to establish Islamic country could not be accepted.  Religion understanding of the Rohis members is  implemented by doing the Islamic teachings properly. The difference on faith is not an obstacle for the member of Rohis to interact with other students within and outside the school. The values upheld  is to create unity and harmony are tolerance and respecting others. However, the interaction with the outsiders, particularly that is indicated spreading radicalism among student should be controlled. In conclusion, understanding of the religion of members of Rohis SMAN 1 Sragen is in line with the values of nationality, that is, to keep the unity of the nation. Abstrak: Organisasi Kerohanian Islam (Rohis) di SMA Negeri 1 Sragen adalah salah satu sarana untuk memperdalam Agama Islam bagi para siswa. Secara ideal, pembelajaran agama yang diberikan hendaknya selaras dengan wawasan kebangsaan yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Tujuan Penelitian ini adalah menggambarkan pemahaman keagamaan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Rohis dalam konteks kebangsaan dan menggambarkan sikap dan perilaku siswa anggota Rohis sebagai bentuk pemahaman tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer didapatkan melalui interviu dan FGD dengan para pengurus Rohis SMA Negeri 1 Sragen serta guru dan pembina Rohis. Analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengurus Rohis SMA Negeri 1 Sragen meyakini bahwa Agama Islam merupakan agama yang paling benar dan kesadaran tersebut tetap diikuti dengan kesadaran bahwa Ideologi Pancasila mengakui adanya keragaman dan perbedaan, sehingga ide untuk menjadikan Islam sebagai ideologi negara tidak bisa dibenarkan. Pemahaman agama tercermin dalam perilaku melaksanakan ajaran agama secara benar. Perbedaan keyakinan tidak menghalangi para pengurus Rohis untuk melakukan interaksi dengan siswa lain di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Nilai yang dianut untuk mewujudkan persatuan adalah toleransi dan saling menghormati. Namun, interaksi dengan pihak luar terutama yang terindikasi menyebarkan radikalisme patut diwaspadai. Dengan demikian, pemahaman agama anggota Rohis SMAN 1 Sragen sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan, yaitu menjaga persatuan bangsa.
ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN TWO-TIER MULTIPLE CHOICE UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN PROSES SAINS Dewi Ratnasari; Sukarmin Sukarmin; Suparmi Suparmi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i2.627

Abstract

The research aimed to reveal the emergence percentage of Science Process Skill (SPS) indicator on summative test of 10th grade in Surakarta in the academic year 2015/ 2016 and to find the capable alternative assessment instruments for measuring science process skill. This research was a descriptive research through the analysis of science process skill indicators on the summative test in Surakarta academic year of 2015/2016 and physics teacher questionnaire concerned teachers’ instrument in physics learning process. Questionnaires were given to 67 Physics teachers in Surakarta and surrounding areas as samples using random sampling technique. The summative test was chosen from public and private senior secondary schools in Surakarta, representing high, medium and low-grade schools based on the average national examination score over the past 5 years. Selection of summative test sample using purposive sampling technique. The resuls show that the achievement percentage of Science Process Skill (SPS) indicators on the summative test of 10th grade in Surakarta in the academic year 2015/2016 was dominated by the skill of applying concept and skill of planning experiment has the lowest percentage. The two-tier multiple-choice assessment instrument is one of capable alternative instruments to measuring students’ science process skills. In conclusion, the low percentage of  occurance of science process skill indicator in summative test  requires  alternative instrument to measure students’ science process skill. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kemunculan indikator Keterampilan Proses Sains (KPS) pada soal ulangan kenaikan kelas X pada SMA/MA di Surakarta pada tahun ajaran 2015/2016 dan mengetahui instrumen penilaian alternatif yang mampu untuk mengukur keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui analisis indikator keterampilan proses sains pada soal ulangan kenaikan kelas pada SMA/MA di Surakarta tahun ajaran 2015/2016 dan melalui angket tentang instrumen yang dipakai guru dalam proses pembelajaran Fisika. Angket diberikan kepada 67 guru Fisika di Surakarta dan sekitarnya sebagai sampel dengan menggunakan teknik random sampling. Soal ulangan kenaikan kelas dipilih dari SMA/MA di Surakarta baik sekolah negeri maupun swasta yang mewakili sekolah kategori tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan rata-rata nilai UN selama 5 tahun terakhir. Pemilihan sampel soal ulangan kenaikan kelas menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan persentase kemunculan indikator KPS pada soal ulangan kenaikan kelas X di Surakarta tahun ajaran 2015/2016 didominasi oleh keterampilan menerapkan konsep dan keterampilan merencanakan percobaan memiliki persentase kemunculan terendah. Selain itu, instrumen penilaian two-tier multiple choice merupakan salah satu instrumen alternatif yang mampu mengukur keterampilan proses sains siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah masih rendahnya persentase kemunculan indikator keterampilan proses sains pada soal ulangan kenaikan kelas, sehingga diperlukan adanya alternatif instrumen yang mampu mengukur keterampilan proses sains siswa.  
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 2, NO. 1 TAHUN 2017 Jurnal Dikbud
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i1.642

Abstract

Daftar Isi, Editorial, dan Lembar Abstrak Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Volume 2 No.1 Tahun 2017
PEDOMAN PENULISAN DAN TEMPLATE ARTIKEL HASIL PENELITIAN JURNAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN VOL 2, NO. 1 TAHUN 2017 Jurnal Dikbud
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i1.643

Abstract

Pedoman Penulisan dan Template Artikel Hasil Penelitian Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 2, No. 1 Tahun 2017
PENGEMBANGAN PENDEKATAN DIKLAT BAHASA INGGRIS UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS PESERTA DIKLAT Irene - Nusanti
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v2i2.646

Abstract

The purposes of this article are to provide a description of developing an approach: 1) for self development-based English learning using daily routines as the topic, and 2) for self development-based English learning practice to develop the capacity of the training participants. So far, English training is more concentrated on the mastery of English and how to teach it. Therefore, it is proposed to develop an approach focusing on learning English to optimize the development of oneself by implementing tasks given. The study of self development-based English learning was done through a comprehensive analysis on literature study towards a number of references relating to concept of training, selfdevelopment concept, daily habits, and theory of learning. The study towards concept of training reminds us that design and content of training must be adopted to the shifting era which trains the participants to develop thinking skills in order to solve the problems in their lives. Self-development concepts show that the practice of good values on daily basis will make the training participants develop their capacity. The study towards daily habits expose that people become what they do daily consciously or unconsciously. While the study towards learning theory shows that learning will be more beneficial if the training participants know the benefit of what they learn. Thus, it can be concluded, the study of self development-based English learning with the emphasis on putting powerful daily routines into practice can be used to develop the capacity of the training participants through powerful daily routines. Abstrak: Penulisan artikel ini bertujuan untuk: 1) memberikan gambaran tentang pengembangan pendekatan pendidikan dan latihan bahasa Inggris berbasis pengembangan diri dengan topik ‘daily routines’, 2) memberikan gambaran tentang pengembangan pendekatan praktik pembelajaran bahasa Inggris berbasis pengembangan diri untuk mengembangkan kapasitas peserta diklat. Selama ini, diklat bahasa Inggris lebih menitikberatkan pada penguasaan bahasa dan pengajaran bahasa Inggris. Untuk itu, dikembangkan pendekatan dengan fokus pada pembelajaran bahasa Inggris yang mengarahkan pada optimalisasi pengembangan diri pribadi melalui tugas-tugas yang dilakukan. Pendekatan tulisan terhadap pembelajaran bahasa Inggris berbasis pengembangan diri dilakukan dengan studi pustaka secara komprehensif terhadap sejumlah referensi terkait dengan konsep diklat, konsep pengembangan diri, kebiasaan sehari-hari, dan teori belajar. Tulisan tentang  konsep diklat mengingatkan kita bahwa desain dan konten diklat harus disesuaikan dengan perkembangan zaman yang melatih peserta diklat untuk mengembangkan keterampilan berpikir dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Konsep pengembangan diri menunjukkan bahwa melalui praktik kebiasaan sehari-hari yang baik akan membuat kapasitas peserta diklat berkembang. Berdasarkan teori belajar ditunjukkan bahwa pembelajaran akan lebih bermanfaat jika peserta diklat mengetahui keuntungan dari apa yang dipelajari.  Disimpulkan bahwa tulisan pengembangan pendekatan pembelajaran bahasa Inggris berbasis pengembangan diri dapat digunakan untuk mengembangkan kapasitas peserta diklat melalui praktik kebiasaan sehari-hari yang berbobot.