cover
Contact Name
Dr. Intan Dwi Hastuti
Contact Email
jurnal.jpin@gmail.com
Phone
+6281216119880
Journal Mail Official
intancendekiamataram@gmail.com
Editorial Address
Perum Elit Kota Mataram Asri Blok Q 11 Ling. Geguntur Kelurahan Jempong Baru Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPIn : Jurnal Pendidik Indonesia
ISSN : 27228134     EISSN : 26208466     DOI : https://doi.org/10.47165/jpin
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) mempublikasikan artikel kajian teori atau penelitian terkait dengan Pendidikan. JPIn menerima publikasi dari guru-guru (PAUD, SD, SMP, SMA), Dosen, serta dari pemerhati dan peneliti pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 276 Documents
Pengaruh Teknik Modeling (CBT) Terhadap Insecure Pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri 3 Mataram Panggi, Tana Cempaka Louk; Nuraeni, Nuraeni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 8, No 1: April 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v8i1.703

Abstract

Insecure adalah suatu keadaan dimana seseorang yang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois tujuan penelitian  ini untuk mengetahui Pengaruh Teknik Modeling (CBT) Terhadap Insecure Pada Siswa Kelas XI Di Sma Negeri 3 Mataram Tahun Pelajaran 2023/2024.jenis penelitian ini menggunakan Teknik CBT Self- inctrution . Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket,observasi,dokumentasi.Proses pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan populasi 101 siswa kelas XI SMAN 3 Mataram dan sampel sebanyak 12 siswa yang memiliki sikap insecure yang tinggi. Analisis data menggunakan rumus t-test, berdasarkan analisa data perhitungan nilai t,dimana nilai t-hitung diperoleh = 6,193 kemudian dicocokan dengan nilai t dalam tabel dengan db (N-1) = 12- 1 = 11 dengan taraf signifikan 5% = 2,201. Dengan demikian nilai t hitung lebih besar dari t- tabel yakni (6,193 2,201) maka hipotesis nihil (Ho) ditolak sendangkan hipotesis alternatif (Ha) diterima pada taraf signifikan 5% sehingga penelitian ini dinyatakan “Signifikan”
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Febrianto, Ahmad Nurul; Naharia, Umi
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 8, No 1: April 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v8i1.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS di kelas III dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III tahun Pelajaran 2024/2025 sebanyak 27 peserta didik. Data hasil belajar diperoleh melalui tes evaluasi, data hasil belajar di analisis dengan menggunakan motede kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang dilaksanakan diperoleh data pada pra siklus ketuntasan hasil belajar mencapai 7 peserta didik atau 26 %. Selanjutnya pada siklus I pertemuan 1 dan 2 presentase ketuntasan hasil belajar mencapai 17 peserta didik atau 63% dan 19 peserta didik atau 70%, sedangkan pada siklus II pertemuan 1 dan 2 presentase ketuntasan belajar mencapai 24 peserta didik atau 89% dan 25 peserta didik atau 93%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III mata pelajaran IPAS. 
Implementasi Problem-Based Learning dengan Media Diorama untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Negeri Burengan 1 Kota Kediri Nur, Zain; Aka, Kukuh Andri; Naharia, Umi
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 8, No 1: April 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v8i1.616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPAS di kelas IV SD Negeri Burengan 1 Kota Kediri melalui penerapan Problem-Based Learning dengan pendekatan berdiferensiasi yang didukung oleh media diorama dan lagu. Penelitian dilakukan dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, yang melibatkan 26 siswa sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, dengan ketuntasan awal 34.62% rata-rata nilai 69.28 pada prasiklus, meningkat menjadi 53.85% rata-rata nilai 73.85 pada siklus I, dan akhirnya mencapai 92.31% rata-rata nilai 83.08 pada siklus II, melampaui indikator keberhasilan 85%. Kesimpulannya, penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah dengan pendekatan berdiferensiasi serta penggunaan media diorama dan lagu terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa, serta dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik di sekolah dasar.
PEMBELAJARAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA BROADCASTING DI SMK NEGERI 2 PEKALONGAN Zahwa, Syafira; Putri, Rosila Agustina; Alifian, Naufal Setyabagas; Kamal, Muhammad Rikzam
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 8, No 1: April 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v8i1.673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan multimedia dalam pembelajaran broadcasting di SMK Negeri 2 Pekalongan terhadap peningkatan kreativitas siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara semi-terstruktur yang melibatkan siswa kelas XI jurusan Broadcasting Perfilman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas siswa secara signifikan. Multimedia memfasilitasi pemahaman konsep yang kompleks melalui visualisasi, video, dan simulasi praktik yang lebih interaktif dan menarik. Namun, beberapa kendala diidentifikasi, antara lain keterbatasan fasilitas, kurangnya penguasaan aplikasi, serta minimnya pelatihan bagi guru. Hambatan tersebut mempengaruhi efektivitas implementasi multimedia dalam pembelajaran. Untuk meningkatkan hasil pembelajaran, diperlukan dukungan sarana prasarana yang memadai serta peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi multimedia. Temuan ini mengindikasikan bahwa multimedia berpotensi besar sebagai media pembelajaran yang efektif jika diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai.
Pemanfaatan Augmented Reality sebagai Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa Sekolah Dasar Muzanni, Ahmad; Kusuma, Dadang Wartha Chandra Wira; Muliadi, Agus
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 7, No 1: April 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v7i1.650

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di tingkat sekolah dasar sering menghadapi tantangan dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak yang sulit dipahami oleh siswa. Kurangnya visualisasi yang interaktif dalam metode pembelajaran konvensional dapat menghambat pemahaman konseptual siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, melibatkan siswa kelas 5 di SDN 5 Mataram sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji t-test untuk mengukur signifikansi perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan augmented reality mengalami peningkatan pemahaman konseptual yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan metode konvensional (p 0.05). Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa teknologi augmented reality dapat menjadi media pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA. Namun, implementasi augmented reality dalam pendidikan memerlukan strategi yang tepat, termasuk pelatihan bagi pendidik dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkaji dampak jangka panjang augmented reality dalam pembelajaran serta potensinya untuk diintegrasikan ke dalam berbagai metode pembelajaran.
Analisis Kesalahan Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Perkalian dan Pembagian Pecahan Kelas V SDN 4 Mataram Nurfitasari, Nurfitasari; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 7, No 1: April 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v7i1.651

Abstract

Siswa kelas V SDN 4 Mataram masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal ini terlihat dari kesalahan yang dilakukan ketika menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Inilah yang melatarbelakangi penulis melakukan analisis terkait kesalahan konsep matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep siswa dalam menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen penelitian berupa pedomana wawancara, lembar soal, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kesalahan konsep matematika yang dilakukan siswa yaitu, kesalahan dalam menentukan rumus (K1), yang di mana siswa salah dalam menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Kesalahan dalam memasukan data rumus (K2), yang dimana siswa salah memasukan angka kedalam rumus. Kesalahan hanya menghafal rumus namun tidak memahami rumus yang dihafal (K3), yang dimana siswa tidak menuliskan proses penyelesaian untuk mendapatkan jawaban, atau menulisnya namun salah. Kesalahan dalam memahami makna soal (K4), yang dimana siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal atau siswa menulisnya namun salah makna.