Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPA TERPADU MELALUI PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW (JIG) PADA MAHASISWA PGSD Sari, Nursina; Mariyati, Yuni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pendidik Indonesi (JPIn)
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan disiplin ilmu yang mempelajari alam sekitar secara ilmiah dan penerapannya banyak dalam kehidupan sehari-hari sehingga penting diajarkan disetiap jenjang pendidikan. Terlebih pemilihan model mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar karena dapat membantu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penggunaan  model cooperative learning tipe jigsaw diharapkan dapat mengatasi masalah: (1) Rendahnya kemampuan pemahaman konsep, (2) Bagaimana keterlaksanaan dari penerapan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran IPA Terpadu. Metode penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc Taggart yang memiliki 4 tahapan: (a) persiapan, (b) Pelaksanaan, (c) Observasi, dan (d) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Penerapan model cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran IPA terpadu terlaksana dengan baik, dengan tingkat keterlaksanaan pada siklus I sebesar 93,05 %, dan siklus II sebesar 97,22%, sehingga besar tingkat keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yaitu 4,17%. (2) Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatan kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang terjadi pada siklus II melalui metode diskusi dengan menggunakan LKPD sebagai acuan yang ditunjukkan pada nilai rerata gain sebesar 0.63 dengan kategori sedang.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN JARIMATIKA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERHITUNG MATEMATIKA KELAS III SDN 2 TAMANSARI Mariyati, Yuni; Sari, Nursina
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Volume 2 Nomor 1 April Tahun 2017
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v2i1.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas penggunaan jarimatika untuk meningkatkan keterampilan berhitung matematika khususnya perkalian dua angka pada siswa kelas III SDN 2 Tamansari tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 2 Tamansari yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Matematika dengan menggunakan teknik jarimatika dapat meningkatkan keterampilan berhitung. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata siswa pada kondisi awal adalah 49,25, selanjutnya meningkat pada siklus I dengan nilai rata-rata siswa 65,70 dan meningkat memenuhi KKM yaitu 70 pada siklus II dengan nilai 85,25. Selanjutnya peningkatan keterampilan berhitung terlihat juga pada hasil prosentase kelas secara klasikal. Hal ini terlihat dari jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 pada kondisi awal sebanyak 7 siswa (35%). Selanjutnya meningkat pada siklus I, dimana siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 13 siswa (65%), dan meningkat tajam pada siklus II, dimana siswa yang memperoleh nilai ≥ 70 sebanyak 18 siswa (90%), Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan tekhnik jarimatika efektif untuk meningkatkan keterampilan berhitung perkalian siswa kelas III SD Negeri 2 Tamansari.Kata Kunci: Jarimatika, keterampilan berhitungKata Kunci: Jaritmatika,Berhitung, Matematika.
TRAINING OF MAKING THEMATIC LEARNING MEDIA FOR TEACHERS OF ELEMENTARY SCHOOL HADI SAKTI MATARAM Muhardini, Sintayana; Mariyati, Yuni; Winata, Aliahardi; Sehabuddin, Ahmad
Indonesian Journal of Devotion and Empowerment Vol 1 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijde.v1i2.42260

Abstract

It is hoped that the thematic learning media-based bulletin board display training can overcome the problems that exist in schools related to the lack of attractive and effective thematic learning media in the classroom. Bulletin board is one of the types of display media in the form of display media or bulletin boards that can be placed anywhere in the classroom that is open so that it can be read and seen at any time by students even though the material in certain learning has been completed i explained Development of thematic learning media based on bulletins display boards are expected to shape the literacy abilities of children . The long-term goal of developing this learning media is that all elementary schools can carry out learning activities supported by thematic media that are interesting and effective. The development model used in this study is a procedural model that is a descriptive model proposed by Borg & Gall (1983). This training is a follow up to the media development that has been carried out. The training at SD Hadi Sakti went smoothly, the benefits of this training were felt in the process of implementing learning in the classroom. Pelatihan media pembelajaran tematik berbasis bulletin board display diharapkan dapat mengatasi masalah yang ada di sekolah yang berkaitan dengan minimnya media pembelajaran tematik yang menarik dan efektif di kelas. Bulletin board merupakan salah satu jenis media display yang berupa media pajangan atau papan buletin yang bisa ditempatkan dimana saja didalam kelas yang sifatnya terbuka sehingga bisa dibaca dan dilihat kapan saja oleh siswa meskipun materi dalam pembelajaran tertentu telah selesai dijelaskan Pengembangan media pembelajaran tematik berbasis bulletin board display diharapkan dapat membentuk kemampuan literasi anak. Tujuan jangka panjang dari pengembangan media pembelajaran ini adalah agar seluruh Sekolah Dasar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan di dukung media pembelajaran tematik yang menarik dan efektif. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang dikemukakan oleh Borg & Gall (1983). Pelatihan ini adalah tindak lanjut dari pengembangan media yang sudah dilakukan. Pelatihan di SD Hadi Sakti berjalan lancar, manfaat dari pelatihan ini sangat terasa dalam proses pelaksanaan pembelajaran di kelas.
PEDAMPINGAN PENYUSUNAN PROGRAM SEKOLAH YANG BERDAMPAK PADA MURID Khosiah, Khosiah; Sudarwon, Raden; Mariyati, Yuni; Sanisah, Siti; Herianto, Agus; Anam, Khaerul; Mas’ad, Mas’ad
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.13058

Abstract

Abstrak: Kegiatan pedampingan ini merupakan kegiatan lokakarya bagi guru-guru dalam rangka pengembangan profesi terutama pada pemimpin pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Metode pendampingan yang dilakukan berupa Focus Grup Discussion (FGD) dengan tujuan untuk menciptakan suasana pendampingan yang harmonis dan bersahabat. Berdasarkan hasil pedampingan menunjukkan bahwa Guru sudah  dapat mengetahui dan berbagi perkembangan kompetensi Guru; sudah mampu memetik pembelajaran (refleksi) dan merumuskan upaya perbaikan dari Kompetensi Guru; sudah mampu menyusun rencana pengembangan diri setelah pelatihan; sudah mampu menyusun dan memiliki rencana pengembangan program sekolah yang berdampak pada murid (1 tahun); sudah  memiliki strategi pelibatan warga sekolah dalam program yang berdampak pada murid.Abstract: This mentoring activity is a workshop activity for teachers in the context of professional development, especially in learning leaders to be able to encourage the growth and development of students holistically, actively, and proactively in developing other educators to implement student-centered learning; as well as being an example and agent of transforming the educational ecosystem to realize the Pancasila Student Profile. The mentoring method carried out is in the form of a Focus Group Discussion (FGD) to create a harmonious and friendly mentoring atmosphere. Based on the results of the assistance, it shows that the Teacher can already know and share the development of the Teacher's competence; has been able to learn (reflection) and formulate improvement efforts from Teacher Competence; already able to draw up a self-development plan after training; have been able to compile and have a school program development plan that has an impact on students (1 year); already has a strategy of engaging school residents in programs that impact students.
Analisis Efektivitas Pembelajaran Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Berfikir Kritis Siswa di Kelas Yuni, Yuni; Sajida, Hanna; Saddam, Saddam; Winata, Aliahardi; Astari, Wiya Mela; Mariyati, Yuni; Masyitah, Putri Maya
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.24618

Abstract

Abstrak: Metode diskusi adalah sebuah pendekatan dalam berkomunikasi yang melibatkan pertukaran ide, pendapat, dan informasi antara beberapa individu atau kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran metode diskusi dalam meningkatkan berpikir kritis siswa di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan berdasarkan permasalahan yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran berbasis diskusi memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan kemampuan mereka dalam berpikir kritis. Diskusi memungkinkan siswa untuk aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat dan menganalisis informasi sehingga membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara efektif. Peran guru sebagai fasilitator dalam mengelola diskusi, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan membimbing siswa dalam merespons informasi secara kritis sangatlah penting. Selain itu, siswa juga mengapresiasi manfaat diskusi dalam mendalami pemahaman materi, meningkatkan motivasi belajar dan melatih kemampuan berpikir kritis mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang efektivitas metode diskusi sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan berpikir kritis siswa di kelas.
ANALISIS FONOLOGI BAHASA SASAK DIALEK NGENO- NGENE DI DESA SESELA Muhdar, Syafruddin; Muhardini, Sintayana; Milandari, Baiq Desi; Mariyati, Yuni; Waluyan, Roby Mandalika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i1.28990

Abstract

Abstrak: Salah satu bidang kebahasaan yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah bidang fonologi. Sistem berbahasa dalam bidang fonologi pertama-tama dipandang dari penggunaan bahasa apakah secara lisan maupun tulisan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sistem fonologi  bahasa  Sasak  dialek  Ngeno-ngene  di  Desa  Sesela  Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, metode wawancara, metode transkrifsi, dan metode dokumentasi. Data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan   mengunakan   metode deskriftif kualitatif.Berdasarkan  hasil  analisis  data  yang telah  dilakukan  maka dapat disimpulkan bahwa, ruang lingkup sistem fonologi „dialek ngeno-ngene pada masyarakat Sesela antara lain: (1) sistem vokal (sistem vokal murni: a, i, e, u, o, ∂(2) sistem konsonan (sistem konsonan tuggal ada 19 meliputi b, p, m, w, d, t, n, ℓ, r, s, y, ñ, j, c, g, k, ŋ, h, dan q), dan (3) penyukuan terdiri atas 4 pola yaitu v, vk, kv, dan kvk. Abstract:  One of the linguistic fields examined in this study is phonology. The language system in phonology is primarily viewed from the perspective of whether the language is used orally or in written form. The research problem addressed in this study is: What is the phonological system of the Sasak language, Ngeno-ngene dialect, in Sesela Village, Gunungsari Subdistrict, West Lombok Regency?. The data collection methods used in this research include observation, interviews, transcription, and documentation. The collected data were then analyzed using a qualitative descriptive method. Based on the data analysis, it can be concluded that the scope of the phonological system of the Ngeno-ngene dialect among the people of Sesela includes the following: (1). Vowel system (pure vowels): a, i, e, u, o, ∂, (2).Consonant system (single consonants, totaling 19): b, p, m, w, d, t, n, ℓ, r, s, y, ñ, j, c, g, k, ŋ, h, and q, (3). Syllable structure, which consists of four patterns: V, VK, KV, and KVK. 
Gerakan Literasi Di Sekolah Dasar Melalui Buku Cerita Bergambar Hastuti, Intan Dwi; Setiawan, Irma; Mariyati, Yuni
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 2, No 1 Juni (2021): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v2i1 Juni.53

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan minat literasi di MI Unwanul Huffaz Tebaban Saung dengan pembentukan pustaka bergerak, serta pelatihan kemampuan membaca dan menulis. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru di MI Unwanul Huffaz Tebaban Saung Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur sebanyak 16 orang. Kegiatan ini dilakukan melalui 4 tahap, yaitu 1) pembentukan pustakawan junior, 2) pelatihan membaca melalui teknik speed reading, 3) pelatihan penulisan cerpen melalui media big book, 4) pelatihan penulisan melalui media Zig Zag Book. Hasil kegiatan pelatihan ini adalah 1) terbentuknya pustakawan junior di sekolah penggerak siswa lainnya dalam menumbuhkan budaya literasi, 2) peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup baik terkait teknik speed reading, skimming dan scanning; (3) peserta dapat menghasilkan produk berupa Big book dan Zig Zag Book. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian tentang gerakan literasi di sekolah dasar melalui buku cerita bergambar efektif dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan
Pengembangan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Pecahan Biasa Kelas IV SDN 1 Midang Rahmi, Novi Liatun; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 7, No 2: Oktober 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v7i2.660

Abstract

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan biasa kelas IV SDN 1 Midang yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE yaitu (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan), (4) Implementation (implementasi), (5) Evalution (evaluasi). Untuk tahap uji coba terbatas dilaksanakan di kelas IV A SDN 1 Midang dan tahap uji coba lapangan dilaksanakan di kelas IV B SDN 1 Midang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk pengembangan media video animasi ini mendapatkan nilai rata-rata hasil validasi materi 84% (sangat valid), ahli media 86% (sangat valid). Untuk angket kepraktisan mendapat nilai rata-rata hasil respon siswa uji terbatas mendapat nilai rata-rata 90,60% (sangat praktis) dan angket respon siswa uji lapangan mendapat nilai rata-rata 90,76% (sangat praktis). Pada tahap uji coba lapangan hasil belajar mendapat nilai rata-rata 0,76% (sangat efektif). Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media video animasi untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pecahan biasa kelas IV SDN 1 Midang layak digunakan dalam pembelajaran Sekolah Dasar pada materi pecahan biasa.
Ethnomathematics: Exploration of Geometry from Karang Bayan Ancient Mosque in Elementary School Mathematics Learning Aini, Gina Mawaddatul; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2023): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i3.824

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi filosofis mengenai bangunan serta mengungkap etnomatematika konsep geometri pada Masjid Kuno Karang Bayan, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian etnografi yang akan menjelaskan salah satu bangunaan bersejarah islam di Lombok dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara secara mendalam. Subjek penelitian yaitu dua narasumber yang merupakan penghulu desa dan juru kunci/pemelihara masjid yang paham terhadap aspek sejarah filosofi serta stuktur pada bangunan masjid kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna filosofi dan unsur-unsur matematika berupa bangun datar dan bangun ruang pada bagian-bagian masjid. Konsep geometri yang ditemukan pada arsitektur Masjid Kuno Karang Bayan antara lain: konsep bangun ruang prisma pada atap masjid, konsep balok ditemukan pada bagian lampen jejait masjid dan bagian tunjeng atap masjid, konsep persegi panjang ditemukan pada pintu masjid. This study was carried out to uncover the geometric concepts used in an old mosque in Karang Bayan, West Nusa Tenggara, and to explore philosophical ideas about architecture. This qualitative study discussed one of the old Islamic structures in Lombok using an ethnographic research design. Data collecting strategies were observation and in-depth interviews. The research topic involved two resources: the village chiefs and mosque keepers/maintainers who were knowledgeable about the philosophical and architectural history of the mosque. Findings demonstrated the presence of philophosis and mathematical features in the mosque's structural components as flat shapes and building spaces. The Geometry Concepts found in the architecture of the ancient Mosque of Karang Bayan included: 1) Prismal Concepts on the Roof of the Mosque; 2) the concept of the beam was found by the mosque lampen and the mosque roof section; 3) The rectangular concept was found at the mosque door.
Analisis Kesalahan Konsep Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Perkalian dan Pembagian Pecahan Kelas V SDN 4 Mataram Nurfitasari, Nurfitasari; Hastuti, Intan Dwi; Mariyati, Yuni
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 7, No 1: April 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v7i1.651

Abstract

Siswa kelas V SDN 4 Mataram masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Hal ini terlihat dari kesalahan yang dilakukan ketika menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Inilah yang melatarbelakangi penulis melakukan analisis terkait kesalahan konsep matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep siswa dalam menyelesaikan masalah materi perkalian dan pembagian pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Instrumen penelitian berupa pedomana wawancara, lembar soal, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kesalahan konsep matematika yang dilakukan siswa yaitu, kesalahan dalam menentukan rumus (K1), yang di mana siswa salah dalam menentukan cara untuk menyelesaikan masalah. Kesalahan dalam memasukan data rumus (K2), yang dimana siswa salah memasukan angka kedalam rumus. Kesalahan hanya menghafal rumus namun tidak memahami rumus yang dihafal (K3), yang dimana siswa tidak menuliskan proses penyelesaian untuk mendapatkan jawaban, atau menulisnya namun salah. Kesalahan dalam memahami makna soal (K4), yang dimana siswa tidak menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan dalam soal atau siswa menulisnya namun salah makna.