cover
Contact Name
Junior Hendri Wijaya
Contact Email
thejournalish@gmail.com
Phone
+6282326796566
Journal Mail Official
thejournalish@gmail.com
Editorial Address
Jl.Patukan Gamping Tengah, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
TheJournalish: Social and Government
ISSN : -     EISSN : 27225402     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Thejournalish: Social and Government bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau ide konseptual, tinjauan literatur dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan. Ketentuan penerbitan manuskrip tidak pernah dipublikasikan atau tidak diajukan di jurnal lain, manuskrip yang berasal dari nasional dan internasional. Jurnal TheJournalish sudah ber ISSN: 2722-5402 (media online). Selanjutnya Thejournalish: Social and Government dikelola oleh CV The Journal Publishing. TheJournalish juga bekerjsama dengan Community of Government Observer (CGO) Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya UIGM. Thejournalish: Social and Government berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang sosial dan bidang pemerintah. Adapun ruang lingkup sebagai berikut: SOCIAL: Bidang Kebijakan Sosial, Kesejahteraan Sosial, Kemiskinan, Bencana Alam dan Sosial, CSR, Inovasi Sosial, Pemberdayaan Sosial, dan Lingkup ilmu yang terkait lainnya. GOVERNMENT: Governance, Politics Government, E-Government, Pemerintahan Daerah, Pemerintahan Desa, Governability, Kepemimpinan Strategis dan Inovatif, dan Lingkup ilmu yang terkait. Thejournalish: Social and Government menerbitkan 4 kali dalam setahun yang dimulai dari edisi bulan Maret, Juni, September, dan Desember. Setiap naskah yang dikirim ke Jurnal The
Articles 257 Documents
HIBISC RICE: Beras Analog Berbahan Umbi Garut (Maranta Arundinacea L.) dan Bunga Sepatu (Hibiscus Rosa Sinensis L.) Sebagai Inovasi Makanan Pokok Fungsional Antari Arlita Leniseptaria; Indah Saraswati; Eva Annisaa; Anfa Adnia Fatma
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.600

Abstract

Tingginya konsumsi beras sebagai bahan makanan pokok sumber karbohidrat memicu terjadinya peningkatan konsumsi dan ketergantungan terhadap beras, sehingga diperlukan upaya diversifikasi pangan. Beras analog merupakan beras tiruan (artificial rice) yang bentuk maupun komposisi gizinya mirip seperti beras padi yang dibuat dengan menambahkan bahan baku dan tambahan dengan formulasi yang tepat untuk mencukupi kebutuhan gizi dan menekan dampak negatif penggunaan beras padi yang tinggi indeks glikemik (IG) sebagai pemicu diabetes melitus (DM). Garut (Maranta arundinacea L.) merupakan tanaman pangan lokal, sumber karbohidrat, kaya serat, dan rendah IG. Penambahan bahan lain yang mendukung sifat fungsional dapat berasal dari bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis L.), yang terbukti tidak bersifat toksik, meningkatkan aktivitas makrofag penderita DM, dan menurunkan kadar glukosa darah, sehingga kondisi hiperglikemia dapat ditekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis stabilitas, efektivitas, dan toksisitas formulasi beras analog berbahan umbi garut dan bunga sepatu. Penelitian ini dilakukan secara in vivo pada sampel uji darah manusia (relawan) untuk menentukan IG pada perlakuan konsumsi glukosa murni (standar), nasi padi, dan formula nasi analog. Selanjutnya dilakukan uji identifikasi, evaluasi, dan analisis stabilitas, efektivitas, serta toksisitas formulasi beras analog. Hasil penelitian membuktikan bahwa F5 (dengan formula umbi garut 57.8%, bunga sepatu 5.1%, mocaf 12.6%, GMS 0.6%, dan air 23.9%) memiliki komposisi dan tekstur beras analog terbaik, serta efektif menurunkan kadar glukosa darah (mg/dL), menekan efek hiperglikemi, tidak bersifat toksik, serta mempertahankan berat badan dan meringankan derajat kerusakan pankreas, hepar, dan ginjal penderita DM. Hal itu terjadi karena adanya mekanisme penghambatan enzim α-amilase oleh α-amilase inhibitor.
Digitalisasi Desa Berbasis Aplikasi “Simpeldesa”: Inovasi Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Di Desa Cibiru Wetan Armelin Yudianti; Rafif Sakti Utama; R. Farhan Syahir H. Wibowo
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.601

Abstract

Digitalisasi desa dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam konteks ketahanan pangan. Melalui pendekatan observasi lapangan dan wawancara dengan berbagai pihak di Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung. Adapun penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana digitalisasi desa dapat berkontribusi terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam konteks ketahanan pangan, sehingga dapat memberikan jawaban bahwa digitalisasi bukan hanya konsep abstrak tetapi dapat diwujudkan dan memberikan manfaat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi desa berpotensi dalam mendukung pembangunan nasional khususnya mengenai ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Penelitian ini menghasilkan referensi bagi desa-desa lain di Indonesia dalam mengimplementasikan digitalisasi sebagai salah satu strategi pembangunan, serta memberikan wawasan baru bagi pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam merumuskan kebijakan pembangunan desa yang berorientasi pada ketahanan pangan.
Peran KKN-PPM UGM Dalam Pengembangan Kesadaran Masyarakat Untuk Penyediaan Air Bersih Dan Sanitasi Layak Di Daerah Istimewa Yogyakarta Amin Susiatmojo; Sari Handayani; Nanung Agus Fitriyanto; Djarot Heru Santosa; Rustamaji Rustamaji
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.602

Abstract

Indonesia sangat berkepentingan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memastikan bahwa program-program pembangunan berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan. Hal tersebut mengingat SDGs turut memberikan jalan bagi upaya terwujudnya target-target pembangunan, terlebih agenda didalamnya memiliki tujuan penting untuk kesejahteraan masyarakat dunia, keadilan, dan kemakmuran. Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (DPkM UGM) turut dilibatkan oleh UGM untuk mempercepat upaya-upaya pencapaian SDGs ini. Agenda SDGs DPkM UGM antara lain menyertakan program-program SDGs pada Kuliah Kerja Nyata (KKN PPM UGM) yang hasilnya nanti disinergikan dengan konsern DPkM UGM pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat, hilirisasi penelitian berbasis pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kesejahteraan sosial, dan aspek-aspek keserasian lingkungan lainnya. Salah satu agenda SDGs DPkM UGM adalah mengembangkan kesadaran air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat dengan sebaran di beberapa lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda ini diawali dengan pembuatan nota kerjasama antara DPkM UGM dan pemerintah kabupaten yang ditetapkan sebagai lokasi kegiatan KKN PPM UGM. Selama 2 bulan berada di lapangan, mahasiswa KKN PPM UGM didampingi oleh tenaga ahli dari berbagai fakultas di lingkungan UGM agar dapat menstransfer teknologi tepat guna secara efektif dan efisien. Antusiasme, kerjasama, dan partisipasi masyarakat sangat penting untuk memperbaiki lingkungan dan mewujudkan kehidupan yang bermartabat dan berkelanjutan.
Peningkatan Produksi Biobutanol dengan Penambahan Surfaktan pada Fermentasi Ekstraksi dan Hidrolisis Enzimatik Menggunakan Clostridium SaccharoperbutylacetonicumN1-4 M. Zikrillah; Husnul Khotimah; Dimas Nur Herdianto; Maktum Muharja
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.603

Abstract

Kebutuhan energi baru terbarukan semakin meningkat, biobutanol merupakan energi alternatif yang potensial karena memiliki sifat seperti bensin. Namun, toksisitas dalam produksi biobutanol adalah masalah serius. Penambahan surfaktan diduga dapat mencegah toksisitas dalam produksi biobutanol karena menekan pergerakan mikroba dan meningkatkan kinerja produksi biobutanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan surfaktan terhadap proses hidrolisis dan fermentasi dalam produksi biobutanol. Penelitian ini diawali dengan proses pretreatment, depectination, delignifikasi, hidrolisis enzimatik, dan fermentasi ABE untuk mengubah kulit kakao menjadi produk biobutanol. Penambahan surfaktan Tween 80 dan (PEG 6000) dapat meningkatkan kinerja proses hidrolisis enzimatik serta penambahan surfaktan dapat mendukung proses fermentasi menggunakan bakteri Clostridium Saccharoperbutylacetonicum N1-4. Hidrolisis enzimatik dilakukan dengan sampel pretreatment enzim Selulase ditambahkan variasi 0,1-10; dan 15 FPU/g. Sampel dengan optimum enzyme loading dipilih untuk hidrolisis enzimatik dengan surfaktan nilai pro-analisis Tween 80 dan PEG 6000 dengan konsentrasi 0,025% b/v. Hasil yang diperoleh dari hidrolisis enzimatik menunjukkan bahwa diperoleh konsentrasi gula pereduksi tertinggi bila penambahan surfaktan PEG 6000 adalah sebanyak 0,025% b/v adalah 9,24 g/L. Penambahan Tween 80 Surfaktant meningkatkan kinerja produksi biobutanol sebesar 26,535 g/L. Oleh karena itu, terbukti penambahan surfaktan dalam proses hidrolisis enzimatik dan fermentasi ABE dapat meningkatkan produksi biobutanol sebagai energi alternatif yang potensial pengganti bensin.
Cooperative Farming: Sebuah Strategi Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan Nur Hikmah; Egy Oktavian Pranata
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.604

Abstract

Ketahanan pangan termasuk dalam tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) kedua yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara air, energi, dan pertanian untuk ketahanan pangan berkelanjutan serta mengindentifikasi model cooperative farming untuk strategi ketahanan pangan berkelanjutan. Metode penelitian ini adalah literature review atau kajian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah 1) Ketahanan pangan berkelanjutan dibutuhkan sinergi antara air, energi dan pertanian. Tiga komponen tersebut memiliki hubungan ketergantungan satu sama lain. Proses produksi pangan membutuhkan air dan energi untuk mencapai produksi pertanian dengan kualitas yang baik. Air berperan penting dalam pertumbuhan tanaman dan energi berperan sebagai teknologi yang menunjang proses persiapan hingga pemanenan sehingga tercipta produksi pertanian yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang atau disebut dengan ketahanan pangan berkelanjutan. 2) Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan diperlukan ketahanan dalam kestabilan air, energi, pertanian, dan ketersediaan akses distribusi untuk menghasilkan produk dengan kuantitas dan kualitas. Dengan menerapkan model cooperative farming melalui aspek sosial, ekonomi, dan teknologi diharapkan dapat mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Pertumbuhan Dan Kandungan Lipid Mikroalga Yang Dikultur Menggunakan Pupuk Walne Dan Ekstraksi Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction Sebagai Bahan Baku Biofuel Yang Berkelanjutan Sarifah, Sarifah; Iba, Wa; Zaeni, Ahmad
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.605

Abstract

Mikroalga adalah salah satu bahan baku bio-fuel generasi ketiga yang potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kandungan lipid mikroalga yang dikultur menggunakan pupuk Walne dan diekstraksi menggunakan metode microve assisted extraction. Kultur mikroalga terdiri dari 3 perlakuan yaitu mikroalga jenis Chlorella vulgaris, Nannochloropsis sp. dan Tetraselmis chuii dalam media Walne dengan 3 kali ulangan. Kepadatan sel awal kultur mikroalga adalah 10 x 104 sel.mL¯¹. Kultur dilakukan selama 8 hari dengan menghitung kepadatan setiap 2 hari sekali menggunakan improved neubeur haemocytometer. Salinitas media kultur adalah 32 psu dengan intensitas cahaya 19.03 µmol m−2 s−1, pH 8 dan 12:12 fotoperiod. Pemamanen dilakukan dengan menambahkan etanol 10 mL ke dalam kultur mikroalga kemudian dikeringkan selama 1 hari, selanjutnya ditimbang beratnya dan dilakukan analisis lipid menggunakan microwave dengan daya 450 watt. Pertumbuhan dari ketiga jenis mikroalga yang tertinggi pada Nannochloropsis sp. sebesar 165,1 x 104 sel.mL¯¹, sedangkan pertumbuhan sel terendah pada C. vulgaris 31,01 x 104 sel.mL¯¹. Kandungan lipid mikroalga yang tertinggi terdapat pada T. chuii sebesar 37,44 %, sedangkan kadar lipid terendah terdapat pada C. vulgaris sebesar 23,07%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstraksi mikroalga hijau menggunakan microwave dengan daya rendah mampu menghasilkan lipid yang cukup tinggi.
Implementasi Photovoltaic Terintegrasi Battery Storage guna Menunjang Penerangan pada Kebun Buah Naga Desa Sukorejo Putra, Dimas Fajar Uman; Syakir, Ahmad; Sirait, Edwin Juanda Samuel; Harefa, Gamaliel Lizaro; Kamal, Muhammad Dzaky; Pratama, Mohammad Rizky; Priambodo, Theofilus Christio
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.606

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan produsen buah naga terbesar. Sekitar 80% pasokan buah naga di Indonesia berasal dari Banyuwangi. Desa Sukorejo yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, sebagai salah satu penghasil buah naga, memanfaatkan lahan pertanian seluas 273 hektar khusus untuk budidaya buah naga. Dalam melakukan budidaya, inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi. Salah satunya penggunaan lampu neon berwarna kuning yang dinyalakan pada malam hari untuk meningkatkan frekuensi jumlah panen. Akan tetapi, jumlah lampu neon yang banyak akan mengonsumsi listrik yang besar dan penggunaan listrik yang besar juga mengonsumsi biaya yang besar pula. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ITS menerapkan sistem panel surya yang terintegrasi battery storage guna menunjang penerangan lampu pada lahan pertanian buah naga. Dengan adanya sistem ini, penggunaan listrik dari PLN akan berkurang karena sebagian akan disediakan oleh panel surya dan battery storage. Pelaksanaan pengabdian terbagi menjadi 4 tahap, yaitu tahap persiapan peninjauan lokasi, tahap pengadaan alat-alat, tahap instalasi PLTS yang terintegrasi dengan battery storage, dan tahap penyuluhan kepada masyarakat Desa Sukorejo terkait sistem yang digunakan. Dampak yang diberikan kepada masyarakat adalah pengurangan biaya operasional melalui penggunaan energi baru terbarukan, sekaligus menjadi model pertama dalam pemanfaatan energi baru terbarukan mengingat besarnya potensinya di Desa Sukorejo.
Integrating Water Indicators In A Data-Driven Artificial Intelligence Model For Food Security Classification Azies, Harun Al
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.607

Abstract

Penelitian ini menjelaskan integrasi indikator air dalam pengklasifikasian ketahanan pangan provinsi di Indonesia. Pentingnya topik ini terkait dengan hubungan yang signifikan antara air, pangan, dan energi dalam mencapai ketahanan pangan berkelanjutan. Penggunaan kecerdasan buatan, khususnya dalam bentuk algoritma XGBoost, merupakan langkah cerdas dalam mengolah data dan melakukan pengklasifikasian ketahanan pangan. Data indikator air dan cut-off point Indeks Ketahanan Pangan digunakan dalam mengembangkan model XGBoost yang bertujuan mengklasifikasikan provinsi-provinsi sebagai high food vulnerability atau "high food security. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data, preprocessing data, serta penerapan algoritma XGBoost dengan tuning parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memiliki akurasi sebesar 91%, dengan variabel proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum yang aman (X1) sebagai faktor paling berpengaruh dalam pengklasifikasian ketahanan pangan. Penelitian ini bukan hanya memberikan wawasan penting terkait ketahanan pangan provinsi di Indonesia, tetapi juga menunjukkan potensi besar kecerdasan buatan dalam mengatasi permasalahan kompleks seperti ketahanan pangan. Dengan hasil yang diperoleh, dapat diperkuat argumen pentingnya penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung kebijakan dan tindakan nyata dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Pemanfaatan FABA dan Air Daur Ulang PLTU Lontar untuk Pertanian Labu Madu Dalam Implementasi Pertanian Berkelanjutan di Desa Kemiri (Studi Kasus pada PT PLN Indonesia Power Lontar dan Petani di Desa Kemiri) Butarbutar, Junita M.; P’Gorat, Ronald Ambatoho; Sinthayani, Dian
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.608

Abstract

Studi kasus ini mengkaji potensi labu madu (Cucurbita moschata) dalam konteks pertanian berkelanjutan. Labu madu kaya akan gizi dan memiliki keunggulan dalam kandungan vitamin A dan E yang sangat baik. Hal ini menjadikan labu madu sebagai sumber gizi yang dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi stunting pada balita. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan pemanfaatan abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai pupuk alami dalam pertanian. Penggunaan limbah PLTU ini dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Air merupakan komponen penting dalam pertanian, dan air daur ulang dari PLTU digunakan sebagai sumber air irigasi. Ini dapat membantu mengatasi masalah kekeringan yang sering mengganggu pertanian. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha budidaya labu madu tetap layak secara finansial, bahkan dalam skenario yang kurang menguntungkan. Dengan cara ini, penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan global, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Rencana Reklamasi Pit Lake Tambang melalui Konsep Budidaya Padi Apung menuju Food Security di Era VUCA Arofah, Nurmaya; Sofatunida, Sofatunida
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 5 (2023): Special Issue
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i5.610

Abstract

Pertanian merupakan salah satu sektor yang dijadikan sebagai energi utama dan hal yang vital dalam penyediaan bahan pangan di Indonesia. Namun, saat ini penyusutan luas areal pertanian di Indonesia terus terjadi akibat semakin meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan juga adanya alih fungsi lahan ke non-pertanian. Tujuan penelitian ini adalah memberikan inovasi terkait permasalah penyempitan lahan, dengan menggunakan konsep budidaya padi terapung yang memanfaatkan lahan bekas tambang pasir dan kerikil di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Rencana reklamasi dengan konsep budidaya padi apung yaitu bentuk adaptasi terhadap ketersediaan lahan persawahan yang semaakin terdegradasi. Dimana bibit padi ditanam diatas rakit dengan jarak 30 x 30 dan dengan menggunakan pupuk organik. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder yang diperoleh dari tahapan pengumpulan data, selanjutnya dianalisis, proses analisis ini terdiri dari tahapan reduksi, penggabungan, dan konklusi. Hasil penelitian didapatkan data uji laboratorium berdasarkan 6 parameter yaitu TDS sebesar 60 mg/h, EC 130 , Ph 7.1, Suhu 31.2 , Salinitas 0.5 % dan Turbidity 1.958 FTU. Sehingga berdasarkan pengujian menggunakan alat Water Quality Tester, Turbidimeter dan Refractometer, sampel air pit lake tambang masuk ke dalam golongan D, yang bisa digunakan untuk pertanian.