Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Reswara adalah Jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Dharmawangsa (LPkM UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Reswara meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang mempunyai relevansi dengan: Bidang pembangunan manusia dan daya saing bangsa Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal Bidang peternakan, perikanan, dan kehutanan Pengembangan ekonomi, kewirausahaan, koperasi, industri kreatif, dan UMKM Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan Bidang ilmu dan teknologi komputer Bidang sastra dan budaya Bidang hukum Bidang komunikasi dan soial politik Bidang pendidikan yang berorientasi integrasi nasional dan harmoni sosial
Articles
69 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2022)"
:
69 Documents
clear
INTEGRATED HUMAN RESOURCE MANAGEMENT DALAM PENGELOLAAN DESA PARIWISATA BULUH CINA
Sari, Maya Rizki;
Harimurti, Dwi Anindya;
Miranda, Putri;
Purba, Sri Wahyuni;
Isabela, Tiwi Putriana;
Sari, Nadia Rahma
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1651
Buluh Cina memiliki potensi alam yang besar dan menunggu pengelolaan yang tepat. Masyarakat desa Buluh Cina sudah mengelola hutan alam menjadi tempat wisata alam. Lahan hutan dikelola dengan baik tanpa merusak ekosistem hutan alam. Wisata alam Buluh Cina sudah mulai berkembang dan menuntut peran pemerintah yang tepat untuk perkembangan lebih lanjut. Salah satunya adalah pengelolaan pada SDM yang ada. Namun, Kurangnya keahlian pemandu wisata dalam bidang public speaking membuat mereka kurang percaya diri untuk memberikan informasi atau menjelaskan mengenai jenis wisata yang terdapat di desa tersebut. Keterbiasaan menggunakan bahasa daerah juga membuat para pemandu wisata kesulitan untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Ditambah lagi dengan pengelolaan SDM yang masih terbatas disebabkan minimnya pengetahuan tentang Human Resource Management. Hal ini lah mendorong tim untuk melakukan pengabdian di Desa Pariwisata Buluh Cina. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan metode partisipatif dimana tim PkM ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, kemudian proses pengambilan data dilakukan melalui observasi secara langsung kepada pemandu wisata Desa Buluh Cina tersebut. Lokasi kegiatan ini berada di Desa Pariwisata Buluh Cina, yang di pusatkan di Valasta (Variasi alam semesta) Buluh Cina dengan pemandu wisata dari IP2ABC (Ikatan Pemuda Pencinta Alam). Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan lahirnya pemandu wisata yang terlatih sehingga dapat menghasilkan pelayanan mutu pariwisata sehingga dapat menunjang pengembangan desa pariwisata buluh cina.
PENGENALAN PUBLIC SPEAKING PADA PENDAMPING PKH KOTA DEPOK
Limbong, Edo Galasro;
Handayani, Dian;
Winarni, Rina Wahyu
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1529
Komunikasi merupakan hal mudah secara teori, namun prakteknya tidak mudah, terutama dalam hal public speaking. Seseorang harus melakukan persiapan secara maksimal. Bila maksimal dalam persiapannya, maka hasil yang diharapkan pun akan maksimal. Persiapan yang maksimal pun perlu dilakukan karena akan memberikan pengaruh bagi komunikannya. Hal ini lah yang perlu dilakukan oleh para pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) kota Depok, Jawa Barat. Para pendamping sering menganggap remeh persiapan ketika mereka akan memaparkan materi. Sehingga komunikannya sering salah paham terhadap program PKH tersebut. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan kegiatan ini metode yang digunakan melalui ceramah hingga simulasi. Dari hasil kegiatan ini, terlihat para peserta menyadari kesalahan yang selama ini dilakukan berkaitan dengan public speaking. Selain itu, para peserta pun semakin percaya diri untuk praktik langsung pada saat menjalankan tugas sebagai pendamping PKH.
MENINGKATKAN CITRA BUAH KESEMEK MENJADI BUAH LAYAK SUPERMARKET
Pasla, Peter R Y;
Taneo, Stefanus Y M;
Kunjaya, Chatif;
Wicaksono, Soetam Rizky
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1605
Buah kesemek memiliki kandungan gizi yang tinggi serta kaya akan vitamin dan zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Rasa buah kesemek yang matang sebenarnya manis sekali, lebih manis dari apel, namun buah ini getahnya terasa lengket dan sangat mengganggu di mulut. Untuk menetralkan getah kesemek, para petani memeramnya di dalam air kapur selama beberapa hari. Ketika diangkat dari air kapur, sisa kapur mengering di kulit buah membuat kesemek nampak seperti dilapisi bedak putih. Karena bedaknya itu, kesemek terkesan kotor sehingga dijual dengan harga murah di pasar tradisional.  Program ini bertujuan meningkatkan citra buah kesemek menjadi buah layak supermarket dengan cara menghapuskan kesan kotor buah kesemek karena penggunaan kapur. Dengan menggunakan gas CO2 sebagai ganti air kapur dihasilkan buah kesemek yang bersih, higienis dan layak dipasarkan di super-market dengan harga yang bersaing dengan harga buah-buahan modern lainnya.  Buah kesemek diuji-pasarkan di tiga supermarket yang berbeda dengan perlakuan yang berbeda dengan harga 2 kali lipat harga kesemek yang dijual di pasar tradisional. Di supermarket pertama buah kesemek dijual dengan menyediakan gerai khusus dengan dilayani langsung oleh tim yang aktif mempromosikan buah kesemek tersebut kepada pengunjung super-market menggunakan brosur dan personal selling. Di supermarket kedua, buah kesemek dijual tanpa perlakuan khusus dan diletakkan bercampur dengan buah-buah lain di lokasi penjualan buah tanpa upaya promosi namun tetap ditempatkan beberapa anggota tim untuk melayani pengunjung.  Di supermarket ketiga buah kesemek dijual tanpa didampingi tim dan upaya promosi.  Hasilnya adalah di supermarket pertama dalam jangka 1 minggu buah kesemek sebanyak 100 Kg terjual habis. Di supermarket kedua buah kesemek sebanyak 50 Kg selama 1 minggu terjual 30 Kg. Di supermarket ketiga buah kesemek sebanyak 10 Kg tidak dapat terjual.Kata Kunci: Kesemek, Kapur, Gas CO2, supermarket
PENGUATAN DAKWAH KEBANGSAAN IMAM MASJID RIJALI DI AMBON
Tuanany, Ismail;
Malawat, Mahdi;
Syarifudin, Syarifudin
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1237
Pengabdian ini mendeskripsikan rendahnya penghargaan masyarakat terhadap Imam masjid yang dilakukan pada masjid Imam Rijali IAIN Ambon. Metode pengabdian bentuk Community Based Research. Teknik Pengumpulan data menggunakan model FGD, dan Wawancara mendalam. Rumusan masalah terdiri dari dua aspek yakni; mendeskripsikan kondisi realitas tata kelola masjid Imam Rijali IAIN Ambon dan konsep pengkaderan imam masjid untuk mencegah penyuburan paham bermasalah di tengah masyarakat. Tujuan pengabdian ini untuk mendapatkan standarisasi model pengkaderan imam masjid sebagai solusi pencegahan paham radikalisme bermasalah yang ada di masjid. Kajian ini menemukan standarisasi pengkaderan dakwah kebangsaan pada Imam Masjid yang profesional dengan kualitas bacaan Al-Quran yang fasih sesuai dengan ilmu tajwid. Teknik analisis data menggunakan teori konstruksi sosial untuk menganalisis fakta sosial realitas rendahnya penghargaan profesi Imam masjid sebagai tokoh edukasi rohani kebangsaan pada masjid Imam Rijali IAIN Ambon. Kajian ini menunjukkan bahwa ada tiga aspek temuan antara lain; 1) Diduga kuat peran kolonial Belanda ikut campur terhadap tata kelola masjid yang terjadi pada tahun 1943 yang mengakibatkan dua tradisi pemahaman yakni pemahaman Imam masjid tak perlu digaji dan imam perlu dihargai sebagai tokoh spiritual di masjid desa adat dan masjid kota; 2) Adanya konstruksi sosial yang terbentuk di tengah masyarakat terkait profesi imam yang sudah disepakati sebagai tradisi; 3) Peran masjid sebagai pusat edukasi rohani kebangsaan belum aktif secara baik. Perlu adanya akademi pengkaderan Imam di masjid sebagai pencetak sumber daya rohani dakwah kebangsaan di masjid sebagai solusi penyiapan kader dakwah kebangsaan. Bila pengkaderan imam masjid dibentuk secara profesional maka peran imam masjid sebagai bintang utama penguatan rohani kebangsaan mampu mencegah paham bermasalah di tengah masyarakat. Kajian ini memberikan dampak positif pada masjid untuk menemukan model pengkaderan imam masjid yang memiliki wawasan dakwah kebangsaan untuk menjaga stabilitas sosial persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat majemuk.Â
PELATIHAN APLIKASI CORELDRAW DALAM PENINGKATAN HARDSKILL SISWA MENGHADAPI DUNIA KERJA
Yanto, Robi;
Kesuma, Hendra Di;
Alfiarini, Alfiarini;
Apriadi, Deni;
Etriyanti, Endang
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1571
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Lubuklinggau. Kegiatan ini meliputi pembelajaran desain grafis tentang pembuatan logo, spanduk dan banner yang diawali dengan pengenalan aplikasi coreldraw. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill siswa-siswa pada bidang desain grafis terutama pada siswa kelas XII yang akan menghadapi dunia kerja. Pembelajaran dilakukan pada kegiatan ini adalah bagaimana mendesain logo, spanduk dan banner yang dibutuhkan masyarakat sebagai properti media informasi yang banyak digunakan disetiap aktivitas baik industri, usaha dan perkantoran. Metode pembelajaran yang dilakukan adalah metode presentasi dan pendampingan langsung dalam bentuk praktikum penggunaan aplikasi coreldraw serta melakukan kegiatan evaluasi melalui penugasan studi kasus pembuatan logo, spanduk dan banner dengan tema hari ulang tahun RI yang ke 76. Berdasarkan hasil sebaran angket dan evaluasi kegiatan pelatihan keterampilan desain grafis menunjukan 83 % dari total peserta bisa mendesain logo, spanduk, banner dan peserta dapat menerapkan lebih dari satu aplikasi desain grafis sehingga tujuan kegiatan pengabdian telah tercapai yaitu untuk meningkatkan hardskill peserta bidang desain grafis dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.Â
PELATIHAN INTERNET SEHAT DAN AMAN UNTUK REMAJA
Nelfianti, Fera;
Martiwi, Rini;
Rahman, Arif;
Kurniawan, Aris
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1560
Teknologi Informasi semakin berkembang pesat. Hal ini menyebabkan siapa saja dapat mengakses internet dengan mudah. Bagi anak-anak usia sekolah internet tentunya menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari baik yang tinggal di daerah maupun di perkotaan atau yang bisa kita kenal dengan generasi digital. Generasi ini dinamakan generasi digital karena dari mereka lahir sudah kenal dengan berbagai macam perangkat digital. Generasi ini akan memanfaatkan internet dengan cara yang positif tentu saja banyak sekali hal-hal dan informasi baik yang didapat seperti dalam bidang pendidikan, pengetahuan yang tersedia dari seluruh platform yang sangat mudah diakses. Selain itu juga anak-anak dapat memanfaatkan internet untuk melatih otak dengan permainan-permainan yang edukatif. Pemanfaatan internet juga sebagai bagian dari komunikasi, sebut saja electronic mail, atau aplikasi-aplikasi pesan instan yang dapat mudah di unduh di internet. Selain itu juga internet digunakan sebagai media untuk terhubung dan bersosialisasi dengan cara daring, seperti aplikasi facebook, Instagram, youtube dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan kemajuan dari teknologi internet dan kemudahan dalam mengakses data, maka tentu saja ancaman negatif dari internet sangatlah dekat. Mudahnya mengakses konten-konten pornografi, cyberbullying, judi, dan pelecahan pun tentu saja menjadi ancaman yang menakutkan yang mempengaruhi remaja saat ini, hal tersebut menjadi alasan perlunya diadakan pendekatan, pemahaman dan sosliasisasi penggunaan internet yang baik sehingga dapat mengatasi bahaya yang ada. Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui pelatihan Internet Sehat dan Aman Untuk Remaja di bawah binaan Panti Wisma Karya Bakti bisa dilihat dari hasil posttest pengetahuan mereka tentang internet sehat. Menurut peserta pelatihan, dengan diadakannya pelatihan ini mereka mendapatkan manfaat yang cukup besar sehingga mengetahui Batasan-batasan dalam mengakses internet. Para peserta awalnya menganggap link-link yang beredar dapat dengan mudah di akses tanpa ada bahaya konten, dengan pelatihan ini, para peserta lebih berhat-hati lagi dalam mengakses informasi yang ada di internet
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA DALAM BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI KEGIATAN ENGLISH CAMP
Yahrif, Muhammad;
Sirajuddin, Suharti;
Utami, Nurhikma
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1507
kegiatan English camp merupakan salah satu gagasan yang inovatif untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anggota atau pengurus UKM English Community of Megarezky (E-COMER) Universitas Megarezky Makassar dalam berbicara bahasa Inggris melalui kegiatan English Camp. Kegiatan outdoor yang dilakukan sebagai kegiatan latihan berbicara di luar kelas dikenal dengan kegiatan English camp. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung selama 3 hari 3 malam. Setelah itu mahasiswa telah mempelajari teori dasar dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah mentransfer ilmu, praktik/latihan berbicara, memotivasi, dan memecahkan masalah. Temuan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa kegiatan English Camp dapat membantu mahasiswa dan pengurus UKM English Community of Megarezky dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris
PENDAMPINGAN PENGEMASAN ATRAKSI WISATA BERBASIS BUDAYA DI DESA KOMODO, KABUPATEN MANGGARAI BARAT
Widhyasmaramurti, Widhyasmaramurti;
Kristianto, Dwi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1647
Desa Komodo, bagian dari Taman Nasional Komodo, berada tidak jauh dari Dermaga Loh Liang yang menjadi destinasi bersandarnya kapal-kapal pesiar di Pulau Komodo. Keterbatasan Desa Komodo untuk menarik wisatawan turun dari kapal pesiar dan mengunjungi Desa Komodo menjadi permasalahan yang ditemukan di lapangan. Para wisatawan umumnya turun dari kapal pesiar hanya untuk melihat hewan Komodo di Taman Nasional Komodo. Maka, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan akan pengemasan atraksi wisata berbasis budaya lokal kepada masyarakat Desa Komodo. Atraksi wisata ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Komodo. Kegiatan pendampingan ini menggunakan metode PAR (participatory action research), di mana masyarakat Desa Komodo diajak berpartisipasi aktif mulai dari menjadi peserta Focus Group Disucussion untuk menjaring masukan dalam Studi Potensi Desa, hingga pelaku pengemasan atraksi wisata untuk mengembangkan Desa Wisata Komodo. Kegiatan pendampingan masyarakat di Desa Komodo dilakukan dalam 4 tahap, yaitu: 1) sosialiasi kegiatan dan studi potensi wisata; 2) pengemasan atraksi wisata; 3) peningkatan kapasitas sumberdaya manusia; dan 4) pengembangan Desa Komodo sebagai desa wisata. Hasil dari pendampingan ini, masyarakat mampu mengemas atraksi wisata berbasis budaya lokal seperti Kolokamba, Tari Arugele, Musik Tembong, dan Tari Komodo yang diambil dari mitos setempat untuk mengembangkan Desa Komodo sebagai desa wisata
PENERAPAN TEKNOLOGI PIROLISIS DALAM PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DI BANK SAMPAH SENI BARU, JAKARTA SELATAN
Mitan, Nona Merry Merpati;
Sari, M M;
Hastuty, Sri;
G.N, Rahmad;
S.F, Ayu;
N.A, Rizqi Alifia;
A.R.S, Mazaya;
K.Z, Sava;
Rofiah, Rofiah;
B.C, Gusti;
Z, Azmi;
S.A, Hilwa;
C.S, Vionna
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1612
Sampah plastik menimbulkan permasalahan serius karena sulitnya terdegradasi oleh alam dan menimbulkan pencemaran pada lingkungan. Kehadiran Bank Sampah Seni Baru yang terletak di Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, merupakan salah satu upaya mengurangi pembuangan sampah plastik. Hingga kini, Bank Sampah Seni Baru belum memiliki reaktor pengolahan sampah plastik khususnya reaktor pirolisis. Bank Sampah Seni Baru dalam operasional pengelolaannya melakukan pendekatan daur ulang sampah plastik kepada masyarakat sekitarnya melalui pemanfaatan sampah plastik menjadi bentuk kerajinan tangan dan lainnya. Tentu saja metode daur ulang ini pada suatu waktu akan menghadapi permasalahan yang sama karena hanya mengubah bentuk dari sampah plastik tersebut untuk sementara waktu. Atas dasar permasalahan ini, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pirolisis sebagai bentuk daur ulang yang dapat mengubah sampah plastik menjadi fraksi cair yang memiliki sifat sebagai bahan bakar. Luaran dari kegiatan ini adalah menghasilkan reaktor pirolisis dan melakukan pelatihan teknis mengenai penggunaan reaktor pirolisis tersebut
PEMANFAATAN TANAMAN SAWIT MELALUI INOVASI TEKNOLOGI BERNILAI EKONOMI DI DESA SAKO MARGASARI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Adianto, Adianto;
As’ari, Hasim;
Mayarni, Mayarni;
Rosaliza, Mita
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.946
Desa Sako Margasari adalah merupakan sebuah desa yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan dibentuk oleh Pemerintah melalui Program Transmigrasi pada tahun 1981, dimana mayoritas mata pencaharian masyarakatnya berasal dari sektor perkebunan sawit. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan inovasi teknologi yang berasal dari potensi desa di Desa Sako Margasari Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi. Metode kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: 1) Mempersiapkan, mengumpulkan dan menganalisa berkas/dokumen yang berkaitan dengan desa dan peningkatan ekonomi masyarakat local; 2) Melakukan observasi dan FGD (Forum Discussion Group) ke desa guna mengetahui dan mendiskusikan potensi lokal yang bisa dikembangkan; 3) Mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa dan Direktur BUMDes guna mendapatkan izin pelaksanaan kegiatan dan penetapan jadwal pelaksanaan kegiatan; 4) Mengadakan pengenalan dan pelatihan kepada masyarakat, aparat desa dan BUMDes. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa pemberdayaan masyarakat desa khususnya kaum laki-laki yang dilakukan melalui pengembangan nira sawit menjadi gula merah dan pemberdayaan masyarakat desa khususnya kaum perempuan yang dilakukan melalui pengembangan lidi sawit menjadi produk handmade juga memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk mencoba dan memulainya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan inovasi teknologi memberikan daya tarik dan peluang kepada masyarakat untuk memiliki sumber ekonomi baru yang berasal dari potensi desa yang ada