cover
Contact Name
Muhammad Rezky Noor Handy
Contact Email
kss_journal@ulm.ac.id
Phone
+6281953836939
Journal Mail Official
kss_journal@ulm.ac.id
Editorial Address
Office of The Kalimantan Social Studies Journal Editorial Team FKIP ULM 1 Building 2nd Floor Lambung Mangkurat University Jl. Brigjen H. Hasan Basry Kayu Tangi, Program Studi Pendidikan IPS Ruang 17 Lt.2, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
The Kalimantan Social Studies Journal
ISSN : 27231127     EISSN : 27162346     DOI : https://dx.doi.org/10.20527/kss
The Kalimantan Social Studies Journal (KSS) is an electronic journal media of students of Social Science Education of FKIP ULM to publish their final assignment in the form of scientific articles in Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa (JTAM). As the name implied, this journal is an obligation journal in accommodating Social Science Education students of FKIP ULM to publish their researches online. It is following the Regulation of Rector of Lambung Mangkurat University number 403 / UN8 / SP / 2015 that requires all students of Lambung Mangkurat University to publish the final project in the form of scientific articles. This journal is published by Social Science Education of FKIP ULM Banjarmasin, the theme of this journal includes general social education. The Kalimantan Social Studies Journal (KSS) compiles scientific articles that focus on issues of Social Studies Education. In particular, this issue not only covers the problem of learning on social studies (Pembelajaran IPS), but also the description of local wisdom (Kearifan Lokal), the value of tradition (Nilai Tradisi) and social phenomena (Fenomena Sosial) that exist in society.
Articles 120 Documents
Exploration of Moral Value on Banjar Song by Anang Ardiansyah Siti Khadijah
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Kalimantan Social Studies Journal, Oct 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v1i1.1367

Abstract

Masyarakat Banjar yang lagu-lagu daerah yang biasa disebut dengan lagu Banjar. Anang Ardiansyah merupakan seorang pencipta lagu Banjar. Setiap lagu-lagu yang diciptakan oleh Anang Ardiansyah mempunyai nilai moral dalam setiap lagunya. Lagu yang sangat jelas memilki nilai moral di dalamnya adalah lagu Sanja Kuning dan Uma Abah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai moral yang termuat di dalam lirik lagu banjar ciptaan Anang Ardiansyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ini meliputi anak Anang Ardiansyah, penyanyi lagu banjar, seniman banjar dan dosen seni drama tari dan musik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan cara reduksi data, display data dan penerikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anang Ardiansyah adalah seorang penyanyi lagu banjar terkenal. Semua lagu-lagu yang diciptakannya memilki nilai moral dalam setiap lagunya. Dua contoh lagu tersebut adalah lagu Banjar Sanja Kuning dan Uma Abah. Berdasarkan hasil analisis lirik lagu Sanja Kuning dan Uma Abah di temukan empat nilai moral dalam kedua buah lagu tersebut. Nilai moral yang dimaksud adalah nilai moral kerja keras, tanggung jawab, disiplin, dan peduli sosial.
Utilization Learning Management System (LMS) of Ruang Guru for Education Teachers in Banjarmasin Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Mutiani Mutiani; Jumriani Jumriani; Syahrul Ramadhan; Rahmatina Rahmatina
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 2, No 1 (2020): The Kalimantan Social Studies Journal, Oct 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v2i1.2461

Abstract

Penerapan teknologi di bidang pendidikan yang saat ini masih terus di kembangkan adalah Learning Management System (LMS). Pandemi COVID-19 memaksa pendidik untuk menggunakan LMS guna menjalankan pembelajaran lebih optimal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan LMS untuk kegiatan pembelajaran menggunakan ruang kelas dari fitur Ruang Guru. Metode yang digunakan adalah ceramah dimodifikasi dengan pertemuan virtual di google meet. Hasil kegiatan, mendeskripsikan permasalahan pembelajaran daring, teridentifikasi menjadi 5 permasalahan, yaitu: 1) Ketidaklancaran jaringan internet jadi kendala utama dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh, 2) Keterbatasan biaya untuk pembelian gadget (handphone maupun device lain) untuk mendukung pembelajaran jarak jauh, 3) Keterbatasan biaya untuk akses internet bagi peserta didik, 4) Keterbatasan waktu bagi orang tua untuk mendampingi peserta didik saat pembelajaran, dan 5) Keterbatasan keterampilan pemanfaatan teknologi bagi pendidik untuk menunjang keberhasilan pembelajaran jarak jauh. LMS berbasis cloud atau sistem komputasi memungkinkan peserta pelatihan mengakses materi belajar tanpa batas. Device yang bisa dimanfaatkan, seperti: laptop, PC, tablet, atau bahkan smartphone. Selama terhubung dengan koneksi internet, maka seluruh peserta bisa mengakses materi belajar tanpa batasan kapan saja dibutuhkan. Tanpa harus mengesampingkan tanggung jawab serta target-target lain yang perlu dicapai. Ruang Guru menyediakan fitur baru bernama Ruang Kelas guna mendukung sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi Covid-19 agar proses belajar mengajar bisa berjalan lancar. Fitur Ruang Kelas adalah layanan learning management system yang dimanfaatkan sebagai sarana kelas virtual guru dan peserta didik.
Biography of Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari: An Investigation of Value in the Spread of Islam as a Learning Source on Social Studies Muhammad Rezky Noor Handy; Sisca Nuur Fatimah
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Kalimantan Social Studies Journal, Oct 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v1i1.1254

Abstract

Biografi tokoh penting disekitar lingkungan peserta didik dapat dijadikan sumber belajar kontekstual dan sejalan dengan tujuan kurikulum pendidikan Tahun 2013. Riwayat hidup Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dalam Penyebaran Agama Islam tidak hanya mengajarkan cara mencerdaskan diri dengan pengetahuan tetapi juga mengajarkan perilaku kerja keras, cinta tanah air, dan religius. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan biografi Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dan menganalisis nilai-nilai dari biografi Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dalam penyebaran agama Islam sebagai sumber belajar IPS.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Martapura yang mengetahui Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari. Pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Teknis analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan Syekh Muhammad Nafis lahir di Martapura Tahun 1735 (1148 H) dan meninggal dunia di Kelua, Kabupaten Tabalong pada Tahun 1812. Beliau adalah keturunan Kesultanan Banjar dan silsilahnya bersambung hingga ke Sultan Suriansyah. Nilai biografi Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dalam menyebarkan Agama Islam yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS adalah nilai kerja keras, cinta tanah air dan religius yang dapat diimplementasikan pada pelajaran IPS ditingkat Sekolah Dasar kelas V dan Sekolah Menengah Pertama kelas VII dan VIII. Nilai biografi Syekh Muhammad Nafis Al-Banjari dapat memberikan tuntunan dalam menjalani kehidupan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Badudus Ceremony: The Banjar Tradition as a Learning Resource on Social Studies Syaharuddin Syaharuddin; Murliana Murliana; Akhmad Munaya Rahman
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 1, No 2 (2020): The Kalimantan Social Studies Journal, April 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v1i2.2043

Abstract

Masyarakat Banjar memiliki adat istiadat yang sudah dilakukan secara turun temurun, satu diantaranya adalah upacara badudus. Pada upacara badudus terdapat nilai pendidikan karakter yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS agar peserta didik mempunyai sikap dan perilaku yang baik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai dalam upacara badudus dalam masyarakat Banjar, yang diintegrasikan sebagai sumber belajar IPS. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, display data dan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian adalah integrasi nilai-nilai dalam upacara badudus sebagai sumber belajar IPS yaitu pada silabus IPS kelas VIII semester II pada materi pembelajaran faktor pendorong mobilitas sosial dan pluralitas. Nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai sumber belajar IPS di kelas oleh guru agar siswa memahami budaya lokal di lingkungan sekitar.
Basic Training at BPSDM of South Kalimantan Province as a Vehicle for The Formation of Civil Servant Disciplinary Attitudes Ana Mahfuzah; Syaharuddin Syaharuddin; Mutiani Mutiani
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 2, No 2 (2021): The Kalimantan Social Studies Journal, April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v2i2.3240

Abstract

Pada dasarnya tidak semua aparatur sipil negeri (ASN) memiliki citra positif dalam persepsi masyarakat. Hal tersebut terlihat misalnya dari kurangnya disiplin ASN. Untuk menyikapi hal tersebut Pemerintah Republik Indonesia melakukan Latihan Dasar (Latsar) bagi seluruh calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan kegiatan selama Latsar CPNS dalam disiplin ASN. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, membercheck, menggunakan bahan referensi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan selama Latsar CPNS memberikan dampak positif terhadap pola sikap ASN, terutama dalam kedisiplinan ASN yang semakin meningkat.
The Values of Gotong Royong on BPK (Fire Brigade) Social Activities in Banjarmasin Syaharuddin Syaharuddin; Muhammad Rezky Noor Handy; Jumriani Jumriani; M Faisal; Indra Maulana
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 2, No 1 (2020): The Kalimantan Social Studies Journal, Oct 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v2i1.2465

Abstract

Bentuk kerjasama pada masyarakat dalam memecahkan masalah pada keseharian riuhnya perkotaan adalah bentuk kegiatan sosial. Indonesia dengan kegotongroyongan masyarakatnya saling bahu-membahu yang salah satunya dilakukan oleh Badan Pemadam Kebakaran (BPK), tidak hanya pada pemadaman kebakaran tetapi juga berbagai aksi-aksi kegiatan mereka dengan nilai gotong royong sebagai landasan aksinya. Tulisan ini membahas kegiatan sosial dari BPK dalam membantu masyarakat perkotaan diluar pemadaman api. Untuk mengetahui masalah ini, para interviewees dipilih untuk diwawancarai dengan pertanyaan terstruktur dan hasilnya dianalisis dengan pendekatan kualitatif hingga penarikan kesimpulan dari kegiatan sosial BPK. Penelitian ini mengidentifikasi dari kegiatan sosial BPK ini memunculkan nilai-nilai gotong royong dalam keseharian masyarakat Indonesia.
The Form of Basirih Society Social Interaction in The Dome of Habib Hamid Bin Abbas Al-Bahasyim as a Learning Resource on Social Studies Jamaluddin Jamaluddin; Syaharuddin Syaharuddin; Muhammad Adhitya Hidayat Putra
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 1, No 2 (2020): The Kalimantan Social Studies Journal, April 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v1i2.2038

Abstract

Pembelajaran IPS selama ini dikritik karena hanya berbasis buku teks yang menjerumuskan peserta didik berpengetahuan berbasis konsep dan fakta-fakta bentuk interaksi sosial yang jauh dari lingkungannya dalam arti belum memanfaatkan konten lokal. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial di sekitar kubah Habib Hamid bin Abbas Al-Bahasyim sebagai sumber pembelajaran IPS dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, member check dan perpanjangan penelitian. Penelitian mendeskripsikan biografi Habib Hamid bin Abbas Al-Bahasyim dan bentuk interaksi sosial yaitu: Majelis Taklim Masjid Habib Hamid (majlis Kubah Baisir, Yasinan ibu-ibu dan Majlis Haul), Gotong Royong (Haul dan Maulid Nabi dan bersih lingkungan) dan Festival Basirih. Ketiga bentuk interaksi sosial tersebut menjadikan pembelajaran IPS menjadi powerful dalam pembelajaran bermakna sebagaimana tema Interaksi Sosial materi pelajaran kelas VII Pembelajaran IPS.
Economic Activities of Natural Herbal Homes Lestari Herbal Village as a Learning Resource on Social Studies Desy Fatimah; Heru Puji Winarso; Muhammad Rezky Noor Handy
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 2, No 2 (2021): The Kalimantan Social Studies Journal, April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v2i2.3237

Abstract

Aktivitas ekonomi konstruktif berbasis lingkungan dapat diintegrasikan secara kontekstual pada pembelajaran IPS. Rumah Herbal Alam Lestari di Komplek Bukit Permata Indah (Kampung Herbal) Banjarbaru merupakan usaha yang menjual berbagai produk obat herbal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas ekonomi di Rumah Herbal Alam Lestari yang memanfaatkan lingkungan untuk ditanami tumbuhan herbal dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus sebagai lingkungan hijau. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang untuk mendapatkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang didapat direduksi, disajikan dalam bentuk narasi yang dilengkapi gambar dan tabel analisis materi untuk selanjutnya disimpulkan. Keabsahan data melalui triangulasi waktu, sumber, dan teknik. Hasil  penelitian mendeskripsikan aktivitas ekonomi Rumah Herbal Alam Lestari memproduksi dua macam produk yaitu obat herbal dan tumbuhan langsung dari ukuran besar maupun kecil, didistribusikan dan dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat, dengan aktivitas ekonomi ini dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar IPS di kelas VII pada materi aktivitas ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) yang berkonsep lingkungan.
Implementation of the Social Value Guru Sekumpul in Social Studies Learning in SMPN 31 Banjarmasin Hanif Fikri Ramadhana
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 1, No 1 (2019): The Kalimantan Social Studies Journal, Oct 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v1i1.1417

Abstract

Pembelajaran Pendidikan IPS sangat bermakna manakala berbasis nilai (value-based). Proses belajar mengajar antara guru dan peserta didik ialah kegiatan yang cukup dominan dimana dalam kegiatan belajar mengajar antara guru dan peserta didik dalam rangka transfer of knowledge dan juga transfer of values. Pembelajaran IPS diharapkan akan sangat bermakna melalui nilai sosial yang diambil dari seorang tokoh biografi ulama satu diantaranya Guru Sekumpul. Tujuan penelitian untuk: (1) mengetahui biografi Guru Sekumpul; (2) mengetahui nilai sosial yang muncul dari Guru Sekumpul; (3) mengetahui bagaimana implementasi nilai sosial Guru Sekumpul dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang di dapat diuji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan trianggulasi waktu. Temuan penelitian: pertama, biografi Guru Sekumpul. Kedua, nilai sosial yang muncul dari Guru Sekumpul diambil mengacu dari kompetensi inti 2 (sikap sosial) dalam kurikulum 2013 yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, dan percaya diri. Ketiga, implementasi nilai sosial Guru Sekumpul dalam pembelajaran IPS dilakukan dengan menyesuaikan materi pembelajaran IPS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah melalui nilai-nilai sosial yang ditemukan dalam biografi Guru Sekumpul mengacu dengan kompetensi sikap sosial dalam kurikulum 2013. Nilai sosial didalam biografi Guru Sekumpul tersebut kemudian diimplementasikan dalam proses pembelajaran IPS, sehingga kompetensi sikap sosial dalam kurikulum 2013 dapat tercapai.
The Religious Values in Tradition of Batahlil in Banjar Pahuluan Community Muhammad Rezky Noor Handy; Mutiani Mutiani; Muhammad Adhitya Hidayat Putra; Jumriani Jumriani
The Kalimantan Social Studies Journal Vol 2, No 1 (2020): The Kalimantan Social Studies Journal, Oct 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kss.v2i1.2462

Abstract

Pendidikan karakter adalah komponen penting dalam pembangunan manusia dalam bentuk nilai. Pada masyarakat Banjar terdapat nilai lokal agama dalam tradisi batahlil. Penelitian merupakan studi kepustakaan dengan mengkaji naskah dan buku-buku mengenai budaya masyarakat Banjar. Batahlil adalah berdoa bersama di Langgar dengan surat Al-Fatihah, surat Yasin, Zikir, Shalawat Nabi, dan doa arwah. Batahlil ini bisa mengembangkan daripada nilai religius dan peduli sosial kepada sesama dalam kehidupan beragama di masyarakat Banjar. Karena nilai-nilai lokal ini dikembangkan kepada para peserta didik pada pembelajaran di kelas untuk menghadapi pendidikan abad ke-21, sehingga mereka bisa berkembang dalam menghadapi perkembangan zaman.

Page 4 of 12 | Total Record : 120