cover
Contact Name
Dian Fita Lestari
Contact Email
dianfita@unib.ac.id
Phone
+6282236859585
Journal Mail Official
konservasihayati@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. W.R. Supratman, Kec. Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38119. FMIPA, Universitas Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Konservasi Hayati
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 02169487     EISSN : 27221113     DOI : 10.33369
Konservasi Hayati Journal is a Journal majoring in Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bengkulu University. KonservasI Hayati Journal publish as much as 2 times in one year ie January-June and July-December edition. In 2020, KH began to publish 6 articles in one volume a year in April and October. Special editions in English can be published if necessary. Konservasi Hayati journal fits well for researchers and academics who are inheriting the results of research, scientific thought, and other original scientific ideas. Konservasi Hayati Journal publishes research papers, technical papers, conceptual papers, and case study reports. Konservasi Hayati Journal contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of biological science with the following topics: 1. Bioconservation of plants 2. Bioconservation of animals 3. Microbiology 4. Biotechnology 5. Ecology 6. Genetic and Molecular 7. Any fields related to biology, animal husbandry, fisheries, and agriculture.
Articles 84 Documents
PENGARUH MEDIA TANAM DAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA KEPALA RENYAH (Lactuca sativa var. capitata) SECARA HIDROPONIK Astuti, Sri; Yana, Yeni Muly
Konservasi Hayati Vol 15 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v15i2.10948

Abstract

Study aims to determine the effect of planting media and nutrients on the growth and yield of crispy lettuce (Lactuca sativa var. Capitata) hydroponically and to determine the best planting media and types of nutrients on the growth and yield of crispy lettuce (Lactuca sativa) var. capitata) hydroponically. This research uses factorial experimental design in CRD. The first factor is 3 planting media (coffee husk charcoal, rice husk charcoal and rock wool). The second factor is 3 nutrients (organic, AB mix and organic + inorganic). There are 9 combinations of planting media and nutrition for the growth of crispy lettuce head planting. Each combination is randomized before being tested, to determine the order of testing. Each combination is done 3 times. The results of observations and average calculation of plant parameter data at the 4th week after transplanting showed the result that there was no effect of the planting media and nutrients on the growth and yield of lettuce. Likewise with the results of analysis of variance (ANOVA) showed that there was no real effect on plant parameters.
UJI KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN BEBERAPA JENIS SIRIH (Piper sp.) UNTUK MENGENDALIKAN JAMUR Aspergillus sp. PADA BENIH KACANG TANAH SECARA IN VITRO Nela Zahara; Muhammad Ali; Fifi Puspita
Konservasi Hayati Vol 16, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v16i1.11565

Abstract

Fungisida nabati adalah fungisida yang terbuat dari bahan-bahan alami yang banyak tersedia dia alam. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai fungisida nabati antara lain yaitu beberapa spesies dari tanaman sirih seperti sirih hutan (Piper aduncum L.), sirih merah (Piper crocatum L.) dan sirih hijau (Piper betle L.). Penggunaan ekstrak beberapa jenis sirih ini dapat dijadikan alternatif pengendalian yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis ekstrak sirih yang berpotensi sebagai fungisida nabati yang mampu mengendalikan jamur Aspergillus sp. Tahapan penelitian ini terdiri atas isolasi Aspergillus sp., ekstraksi dan uji penghambatan ekstrak beberapa jenis sirih terhadap jamur Aspergillus sp., uji perlakuan benih dengan ekstrak beberapa jenis sirih. Berdasarkan hasil penelitian pemberian ekstrak daun sirih hijau, sirih hutan dan sirih merah dapat menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus sp. Dengan persentase penghambatan sebesar 32,08%, 37,53% dan 33,03% secara berurutan. Pemberian ekstrak daun sirih hijau, sirih hutan dan sirih merah juga mampu menurunkan persentase infeksi serangan jamur Aspergillus sp. sebesar 19,60%, 19,20% dan 18,80% jika dibandingkan dengan kontrol tanpa pemberian ekstrak daun sirih. Pemberian ekstrak daun beberapa jenis sirih dan tanpa ekstrak daun sirih sama-sama menghasilkan persentase kecambah normal yang tinggi (>80%).
JENIS-JENIS PARASIT INTERNAL PADA FESES SAPI (Bos sp.) DI DESA LEMPUING KOTA BENGKULU Kamilah, Santi Nurul; Wulandari, Dwi Ayu
Konservasi Hayati Vol 15 No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v15i1.10944

Abstract

Cows are one of the ruminant animals which have high economic value because they have various needs for human life. In Bengkulu many cattle farms are found, but this is not free from parasitic infections which have special disadvantages on very large cattle. The purpose of this study was to identification the types of parasites found in cow feces in the village of Lempuing Bengkulu. The research was conducted on 2 July-2 August 2018 at the UPTD Laboratory and Bengkulu Animal Health Clinic using three methods: the native method, the sedimentation method and the mammalian faecal sedimentation method with 3 faecal samples. In the nativemethod no parasites were found containing worm eggs. In the method of sedimentation of cow feces (Bos sp.) obtained positive results of parasites containing worm eggs of Ascaris sp., Schistosoma sp. and Oesophagostomum sp. In the mammalian faecal sedimentation method, the presence of parasitic worm eggs Fasciola sp. and Paramphistomum sp.
JENIS-JENIS PARASIT INTERNAL PADA FESES KAMBING (Capra sp.) DI PASAR KAMBING KOTA BENGKULU Saputra, Hari Marta; Putra, Mahesha Rama Dwi
Konservasi Hayati Vol 15 No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v15i2.10949

Abstract

Parasitic diseases that are often a problem in livestock but are often ignored by farmers are intestinal worms caused by gastrointestinal worms. This study aims to determine the types of internal parasites in goat feces (Capra sp.). The study was conducted in July- August 2018 at the UPTD Laboratory and Animal Health Clinic in Bengkulu Province. Samples were taken from Bengkulu City Goat Market, then observed using native and sedimentation methods. The results of observing samples from three types of goat feces with negative methods obtained negative results, while observing samples by sedimentation method obtained six genus of worm eggs, specifically Ascaris sp., Ostertagia sp., Oesophagostomum sp., Strongyloides sp., Schistosoma sp., dan Skrjabinema sp.
UJI KANDUNGAN BORAKS PADA BAKSO DI KECAMATAN MUARA BANGKAHULU KOTA BENGKULU Melisa Mayang Sari; Jimmy Nurmansyah; Rochmah Supriati
Konservasi Hayati Vol 16, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v16i1.11568

Abstract

Bakso adalah salah satu makanan yang banyak disukai masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua. Namun pada pembuatan bakso masih ada pedagang yang mencampur adonannya dengan boraks yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini mendeteksi ada tidaknya kandungan boraks pada sampel bakso menggunakan senyawa kurkumin. Sampel dikoleksi dari kecamatan Muara Bangkahulu, kota Bengkulu dengan metode purposive sampling, prevarasi sampel dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium KESMAVET menggunakan larutan kurkumin 0,5% dan sebelum sampel diuji dilakukan validasi metode. Dari 20 sampel yang diuji, 5 sampel dinyatakan positif mengandung boraks yaitu M210111 terletak diantara  konsentrasi 1% ?x?5% atau 1?x?5 g/100 ml, sedangkan pada sampel M210103, M210112, M210114  memiliki kandungan dengan rentang konsentrasi 0,5?x?1% atau 0,5?x?1 g/100 ml, nilai prevalensi sampel  18,51% dan nilai insidensi sampel 25%.
JENIS DAN KELIMPAHAN NYAMUK (DIPTERA: CULICIDAE) DI DESA BANJAR SARI KECAMATAN ENGGANO KABUPATEN BENGKULU UTARA Helmiyetti, Helmiyetti; Kurnia, Nuril Septianisa; Yahya, Yahya
Konservasi Hayati Vol 15 No 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v15i1.10945

Abstract

Mosquitoes, one of the insects groups that have a high interaction with humans with a wide spread and cosmopolite. Factors that influence the spread of mosquitoes are the form of topography of an area and environmental factors. The aim of this research was to determine the type and abundance of mosquitoes (Diptera: Culicidae) in Banjarsari Village, Enggano District, North Bengkulu. The research was conducted in December 2018 to March 2019 with the sampling method of purposive sampling and capture of mosquitoes carried out by the Human Landing Collection and Resting Collection methods. The time of catching mosquitoes starts in the morning at 06.00-08.00 WIB, afternoon at 15.00-17.00 WIB and at night 18.00-24.00 WIB. The mosquito was identified in the Laboratory of Animal Physiology, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bengkulu University. The results of this research were analyzed in a qualitative frequency distribution with 3 groups of categories: many, medium and few categories. The types of mosquitoes obtained consisted of 5 types including Aedes albopictus, Armigeres subalbatus, Culex bitaeniorhynchus, Culex solitarius and Culex quinquefasciatus. The abundance of mosquitoes with many categories is found in Aedes albopictus and the abundance of categories with few species is found in Culex solitarius mosquitoes.
MORFOMETRI KEPALA DAN WAJAH PADA MASYARAKAT SUKU BALI DI DESA SURO BALI KECAMATAN UJAN MAS KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Mesi Anggraini; Choirul Muslim; Santi Nurul Kamilah
Konservasi Hayati Vol 16, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v16i2.12448

Abstract

Morfometri merupakan salah satu metode pengukuran, perhitungan atau pemberian skor yang karakter-karakter morfologinya dapat dideskripsikan guna mengetahui deferensisiasi berbagai spesies dan variasi spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui variasi morfometri tipe kepala dan wajah pada masyarakat suku Bali di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020 di Desa Suro Bali Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 76 responden yang terdiri dari 33 orang laki-laki dan 43 orang perempuan diketahui laki-laki paling banyak memiliki lebar kepala kategori sedang, panjang kepala kategori panjang, panjang wajah kategori panjang, lebar wajah kategori sempit, tipe kepala brachycephalic dan tipe wajah hyperleptoprosop. Sedangkan perempuan memiliki lebar kepala kategori lebar, panjang kepala kategori sedang, panjang wajah kategori sedang, lebar wajah kategori sedang, tipe kepala hyperbrachycephalic dan tipe wajah mesoprosop.
UJI AKTIVITAS ANTI BAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN BACCAUREA MACROCARPA TERHADAP ESCHERICHIA COLI DAN SALMONELLA TYPHI Vivi Mardina; Fitri Helmalia; Fadhliani Fadhliani; Lendawati Lendawati
Konservasi Hayati Vol 17, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v17i1.12879

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk menghentikan reproduksi bakteri. Penggunaan antibiotik komersial dalam jangka panjang dapat menimbulkan masalah resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibiotik yang berasal dari tanaman dengan alasan lebih aman, relative murah dan mudah diperoleh. Salah satu tanaman herbal yang digunakan adalah Baccaurea macrocarpa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder pada B.macrocarpa, mengevaluasi pengaruh ekstrak metanol daun  B.macrocarpa terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi serta  mengukur konsentrasi optimum sampel  untuk menghambat pertumbuhan bakteri  E.coli dan S.typhi. Penelitian telah dilakukan selama 3 bulan dilaboratorium Universitas Samudra. Metode yang digunakan adalah metode sumuran dengan bakteri uji E.coli dan S.typhi.  Setiap perlakuan diberi ekstrak metanol daun B. macrocarpa dengan berkonsentrasi 20%, 30% dan 40% (g/mL). Kontrol positif menggunakan ciprofloxacin dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Hasil yang diperoleh adalah konsentrasi 40% (g/mL) merupakan konsentrasi optimum untuk menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.typhi dengan zona hambat yang dihasilkan  6,3 mm dan 5 mm. Hasil penelitian telah menyimpulkan bahwa ekstrak daun Baccaurea Macrocarpa berpotensi dikembangkan sebagai bahan dasar antibiotik.
DISTRIBUSI VERTIKAL KOMUNITAS KUMBANG KOTORAN Scarabaeidae DI HABITAT TAMAN NASIONAL GUNUNG SALAK Raden Indarjani; Mochamad Miko
Konservasi Hayati Vol 16, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v16i2.12670

Abstract

Kumbang kotoran Scarabaeidae merupakan bioindikator kwalitas lingkungan melalui perannya sebagai pengurai (decomposer) yang ditunjukan dengan variasi struktur komunitasnya. Studi ini dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas vertikal kumbang Scarabaeidae pada ketinggian 900, 1400 dan 2000 mdpl di lingkungan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (THNGHS) Jawa Barat. Metode penelitian yang dilakukan adalah Pit Fall Dung Trap dalam suatu belt transect  pada lajur pendakian (tracking). Pada setiap ketinggian disiapkan sebanyak 5 (tiga) perangkap mengikuti jalur transect dengan jarak antar perangkap sejauh 10 meter. Pada penelitian itu juga dilakukan pengukuran in situ parameter abiotik utama  dianggap mendukung kehidupan hewan tersebut, yakni susbtrat tanah dan pH tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi perbedaan struktur komunitas pada setiap ketinggian yang ditunjukkan dengan indeks diversitas (H’) yakni pada ketinggian 900 mdpl adalah H’= 0.80 (rendah), 1400 mdpl memiliki H’= 1,29 (sedang) dan H’=0,84 (rendah) dietmukan pada ketinggian 2000 mdpl. Struktur komunitas kumbang di THNGS dibangun oleh 2 (dua) genus kumbang yakni Onthophagus dan Copris, 4 spesies yakni O. taurus, O. semicupreus, O. babirussoides dan Copris punctulatus. Species yang mendominasi adalah Onthophagus taurus dengan jumlah individu 339 ekor atau 60% dari keseluruhan jumlah individu kumbang yang ditangkap pada penelitian ini. Sedangkan Onthopagus babirussoides adalah kategori species jarang (rare species) dengan jumlah koleksi sebanyak 47 individu atau sekitar 8% dari keseluruhan. Hasil ini memperlihatkan telah terjadi penurunun kualitas lingkungan di TNGHS yang diperlihatkan melalui strukture komunitas Scarabidae dengan keragaman yang relatif rendah.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI, POPULASI, DAN HABITAT ROTAN JERNANG (Daemonorops didymophylla Becc.) DI DESA GEDUNG SAKO, KECAMATAN KAUR SELATAN, KABUPATEN KAUR, PROVINSI BENGKULU Nurwiyoto Nurwiyoto
Konservasi Hayati Vol 17, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v17i1.14469

Abstract

Salah satu jenis rotan yang menghasilkan resin jernang (dragon’s blood) yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi adalah jenis Daemonorops didymophylla Becc. Rotan jernang semakin langka dan semakin sulit mendapatkan resin jernang. Di Desa Gedung Sako, masih ditemukan beberapa populasi rotan jernang yang tumbuh. Penelitian tentang morfologi, populasi dan habitat rotan jernang di Bengkulu, belum pernah dilakukan. Tujuan riset adalah mendeskripsikan karakteristik morfologi, populasi, dan habitat rotan jernang D. didymophylla Becc. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi pustaka dan pengambilan sampel, serta pengukuran langsung dilapangan untuk beberapa parameter. Sampel yang digunakan adalah sampel jenis rotan D.didymophyilla Becc. dan sampel tanah. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive random sampling dalam dua petak berukuran 10 x 10 m. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian karakteristik morfologi rotan jernang ditunjukan dengan akar serabut, batang silindris warna hijau dan memiliki ruas batang, daun warna hijau dengan pelepah berduri dan anak daun warna hijau menyirip berseling, bunga jantan dan betina, buah warna coklat kemerahan mengkilat dalam tandan buah dan memiliki seludang tandan buah dan tampak bersisik seperti kulit buah salak dengan dilapisi resin jernang berwarna kecoklatan, dan organ pengait berupa duri atau cirrus. Karakteristik populasi rotan jernang  yaitu ditemukan 11 rumpun rotan jernang yang terdiri dari 56 batang dengan rata-rata satu rumpun adalah 5,09 batang. Rotan jernang merupakan tumbuhan berumah dua yaitu rotan jernang betina dan rotan jernang jantan terpisah dalam rumpun yang berbeda. Karakteristik habitat tumbuh rotan jernang yaitu ketinggian tempat 90 - 120 m dpl,  intensitas cahaya antara 50-60%. suhu udara antara 27 - 31 °C, kelembaban udara 65 – 70%, keasaman (pH) tanah 4,8-5,0, kandungan N antara 0,35-0,42%, kandungan C antara 2,50-3,57%, kandungan P antara 3,41-5,92 ppm, kandungan K antara 0,27-0,51 me/100, dan kelembaban tanah 60 - 65%.