cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 190 Documents
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Lama Waktu Tinggal Pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) di Ruang Emergency Jantung Instalasi (PJT) RSUP Sanglah Denpasar A.A Istri Dalem Hana Yundari; Titin Andri Wihastuti; Tony Suharsono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 3 No 1 (2016): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.927 KB)

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan suatu keadaan kegawatdaruratan jantung dengan manifestasi klinis berupa keluhan perasan tidak enak atau nyeri dada yang disertai dengan gejala lain akibat dari iskemia miokard. Penanganan kasus SKA di Instalasi Gawat Darurat (IGD) membutuhkan tindakan yang cepat dan efisien untuk mencegah terjadinya perburukan kondisi pada pasien SKA. Terjadinya pemanjangan lama waktu tinggal pasien di IGD dikatakan menjadi salah satu indikator kurang efektifnya manajemen pelayanan pasien di IGD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama waktu tinggal pasien SKA di ruang emergency jantung PJT RSUP Sanglah Denpasar.Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dengan desain penelitian observasional analitik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dengan teknik simple random sampling. Uji yang digunakan adalah Uji Bivariat Korelasi Pearson.Hasil korelasi Pearson menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kecepatan interpretasi hasil EKG (p=0,259) dengan lama waktu tinggal pasien di ruang emergency jantung PJT RSUP Sanglah Denpasar dan ada hubungan waktu keputusan persetujuan perawatan (p<0,001) dengan lama waktu tinggal pasien di ruang emergency jantung PJT RSUP Sanglah Denpasar.Diperlukan adanya upaya dari petugas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien dan keluarga tentang penanganan pasien SKA yang membutuhkan waktu cepat serta perawatan yang intensif sehingga diharapkan dapat membantu dalam mempercepat pemberian keputusan kebersediaan perawatan pasien SKA dari pihak keluarga maupun pasien itu sendiri.
Hubungan Sosial Ekonomi dengan Perilaku Kunjungan K4 pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Licin Kabupaten Banyuwangi Tahun 2015 Indah Christiana; Marisi Citra Ayu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 2 No 2 (2016): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.574 KB)

Abstract

Kunjungan Ibu hamil K4 adalah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama dan triwulan kedua, dan dua kali pada triwulan ketiga. Penelitian ini didasari oleh masih rendahnya kunjungan K4 di wilayah kerja Puskesmas Licin kabupaten Banyuwangi tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat ekonomi dengan perilaku kunjungan K4 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Licin kabupaten Banyuwangi tahun 2015.Jenis penelitian ini menggunakan non-eksperimental. Sampel diambil secara simple random sampling yaitu sebagian ibu hamil Trimester III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Licin kabupaten Banyuwangi tahun 2015, sebanyak 44 responden. Hasil penelitian dianalisa menggunakan metode Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan 14 responden (32%) sosial ekonomi rendah, 17 responden (39%) sosial ekonomi cukup dan 13 responden (29%) sosial ekonomi tinggi. Dari seluruh responden, 27 responden (61%) berperilaku negatif dan 17 responden (39%) berperilaku kunjungan K4 positif. Hasil dari analisa Chi Square dengan tingkat kepercayan 0,05 menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-sided) (0,013) < α,(0,05). Hasil ini menunjukkan ada hubungan sosial ekonomi dengan perilaku kunjungan K4 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Licin Banyuwangi tahun 2015. Semakin tinggi status sosial ekonomi cenderung semakin tinggi frekuensi perilaku kunjungan ibu hamil.
Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Pemakaian Antibiotika Amoxicillin di Rumah Sakit Umum dr. H. Koesnadi Bondowoso Tahun 2014 Dewi Rashati; Avia Indriaweni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 2 No 2 (2016): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.584 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien terhadap pemakaian obat antibiotika amoxicillin terhadap pasien rawat jalan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Pengetahuan dibagi dalam ranah tahu, ranah memahami, ranah aplikasi, ranah analisis, ranah sintesis dan ranah evaluasi berdasarkan faktor usia, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan keluarga per bulan.Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif cross- sectional. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel yang diamati adalah kuesioner yang sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Pada penelitian uji validitas butir telah dilakukan dan diperoleh 15 butir valid dan hasil uji reliabilitas nilai Cronbach Alpha > 0,60 (reliable) sehingga kuesioner dapat digunakan sebagai alat ukur penelitian.Persentase tingkat pengetahuan tertinggi adalah ranah evaluasi yaitu pada usia 17-30 tahun (88%), pendidikan Perguruan Tinggi (94%) yang bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 98% serta responden dengan pendapatan keluarga lebih dari Rp 2.000.000,- perbulan (93%).Berdasarkan data hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pengetahuan pasien terhadap pemakaian obat antibiotika amoxicillin terhadap pasien rawat jalan di RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso (61,3%).
Hubungan antara Motivasi dan Prestasi Belajar dengan Kesiapan Praktek Keperawatan Masyarakat Desa (PKMD) di STIKES Banyuwangi Tahun 2014 Muhammad Al Amin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 2 No 2 (2016): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.373 KB)

Abstract

Profil Kesehatan di Indonesia pada tahun 2010 diketahui jumlah rumah tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat sebanyak 8.642.625 (48,47%) dari 17.829.095 rumah tangga. Salah satu penyebab rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat di Indonesia adalah masih rendahnya partisipasi aktif dari anggota masyarakat dan petugas kesehatan. sehingga petugas kesehatan dituntut untuk meningkatkan ketrampilan dan aktif dalam memberikan pendidikan serta penyuluhan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar dengan Kesiapan Praktek Keperawatan Komunitas (PKK) di STIKES Banyuwangi.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai dengan Januari 2014 di STIKES Banyuwangi. Variabel independent penelitian ini adalah: Motivasi dan Prestasi Belajar. Variabel dependennya adalah Kesiapan Praktek Keperawatan Masyarakat Desa (PKMD). Populasi penelitian ini adalah 34 mahasiswa, sampel yang diambil adalah 34 mahasiswa dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner dan nilai indeks prestasi komulatif mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda dengan α= 0,05, pendekatan asumsi klasik sebagai syarat uji regresi ganda.Hasil penelitian ini terdapat hubungan motivasi dan prestasi belajar dengan kesiapan praktek keperawatan masyarakat desa dengan nilai koefisien regresi 0,450;0201 dan 13,969 ( t=1,486;1,021 dan 2,056 ) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan antara Motivasi dan Prestasi Belajar dengan Kesiapan Praktek Keperawatan Masyarakat Desa (PKMD) dengan nilai R² = 0,359 dan nilai F=10,190 dengan signifikansi = 0,000<0,05 artinya sebesar 35,9 % variasi Kesiapan Praktek Keparawatan Masyarakat Desa Mahasiswa dijelaskan oleh variabel Motivasi dan Prestasi Belajar, sedangkan sisanya 55,1 % ditentukan oleh variabel lain dan secara simultan variabel Motivasi dan Prestasi Belajar dapat menerangkan Kesiapan Belajar Praktek Mahasiswa.Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada pendidik untuk lebih mengembangkan strategi dalam proses pembelajaran dan ketrampilan teknikal khususnya mengenai Praktek Keperawatan Masyarakat Desa (PKMD) di Masyarakat sehingga dapat meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Mahasiswa
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan pada Balita Usia 0-2 Tahun di BPM Ny. N Banyuwangi Tahun 2015 Wahyu Puji
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 2 No 2 (2016): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.467 KB)

Abstract

Pijat bayi merupakan terapi sentuh tertua yang dikenal masyarakat dan diketahui memiliki banyak manfaat. Salah satu diantaranya adalah meningkatkan berat badan bayi. Dengan dipijat akan meningkatkan tonus nervus vagus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih cepat. Tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada balita usia 0-2 tahun.Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasy Eksperimental. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita usia 0-2 tahun yang dipijat, sedangkan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagian balita berusia 0-2 tahun yang melakukan pijat di BPM Ny. N. Rogojampi Banyuwangi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Untuk pengolahan data menggunakan uji T dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 responden sebagian besar responden mengalami kenaikan berat badan 10 responden (42%), sedangkan hasil dari uji statistik yang diperoleh adalah ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan pada balita usia 0-2 tahun dengan tingkat signifikansi 0,05 dengan nilai thitung > ttabel (8,574 > 2,201).Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan para orang tua dapat melakukan pemijatan secara rutin dan memilih pijat bayi sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan berat badan buah hatinya.
Hubungan Usia dengan Tingkat Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopanggung Banyuwangi Tahun 2015 Miftahul Hakiki; Nensy Febrianti Ning Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 2 No 2 (2016): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.548 KB)

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi penurunan kadar haemoglobin dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal dengan menetapkan Hb 11gr% sebagai dasarnya. Prevalensi anemia tinggi dapat membawa akibat negatif seperti gangguan dan hambatan pada pertumbuhan dan kekurangan Hb dalam darah mengakibatkan kurangnya oksigen yang ditransfer ke sel tubuh maupun otak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dengan tingkat anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopanggung Banyuwangi Tahun 2015.Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopanggung sejumlah 42 responden dengan jumlah sampel 42 responden dengan menggunakan teknik sampling yaitu total sampling. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji Rank SpearmanHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 29 responden (69%) berusia 20-35 tahun. Hampir seluruhnya 35 responden (83%) mengalami anemia ringan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan uji Rank Spearman, didapatkan nilai ρ > α, dimana 0,311 < 0,05 maka hipotesa alternatif ditolak dan hipotesa nol diterima artinya tidak ada hubungan usia dengan tingkat anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mojopanggung Banyuwangi 2015.Upaya tenaga kesehatan memberikan tablet Fe sebanyak 90 butir selama kehamilan, memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang pada kehamilan, dan menyarankan pada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin bagi semua ibu hamil dengan tidak memandang usia.
Hubungan Pelayanan Tenaga Kesehatan (Bidan) dengan Kepatuhan Kunjungan Ulang Deteksi Dini Tumbuh Kembang pada Balita di Posyandu Balita Kelurahan Penganjuran dan Sumberejo Wilayah Kerja Puskesmas Sobo Banyuwangi Indah Kurniawati; Ana Dwi Santika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 2 No 2 (2016): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.907 KB)

Abstract

Posyandu merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan pada orang tua tentang bagaimana mengasuh bayi dan balitanya serta memantau pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan tenaga (bidan) dengan kepatuhan kunjungan ulang balita di Posyandu dalam deteksi dini tumbuh kembang wilayah kerja Puskesmas Sobo.Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu balita yang terdaftar dalam Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sobo dengan jumlah sampel 30 orang dan menggunakan purposive sampling. Pengambilan data yang diperoleh dianalisa menggunakan Chi Square.Hasil penelitian didapatkan separuhnya pelayanan tenaga kesehatan (bidan) sudah baik yaitu 15 responden (50%) dan sebagian besar ibu balita patuh dalam kunjungan ulang ke Posyandu dalam deteksi dini tumbuh kembang yaitu 16 responden (53%). Setelah dilakukan perhitungan dengan uji Chi Square didapatkan hasil ρ = 0,000 karena ρ < 0,05 maka ditarik kesimpulan terdapat hubungan pelayanan tenaga kesehatan (bidan) dengan kepatuhan kunjungan ulang deteksi dini tumbuh kembang pada balita di Posyandu balita wilayah kerja Puskesmas Sobo Banyuwangi.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah sumber informasi bagi ibu balita untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan kunjungan ulang ke Posyandu setiap bulannya dalam mendeteksi dini tumbuh kembang balitanya secara rutin dan baik.
Pengaruh Pelatihan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dengan Metode Off The Job Training pada Kader terhadap Kemampuan Kader Mendeteksi Perkembangan Balita Reni Sulistyowati; Septi Kurniawati; Haswita Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.788 KB)

Abstract

Pelatihan merupakan suatu proses belajar mengajar terhadap pengetahuan dan ketrampilan serta sikap agar kader semakin terampil dan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pelatihan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dengan metode off the job training pada kader terhadap kemampuan kader dalam mendeteksi dini perkembangan Balita di Puskesmas Tembokrejo Banyuwangi.Penelitian ini merupakan penelitian jenis Quasi Eksperimental dengan pendekatan pre-test post-test design. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini 60 kader posyandu Puskesmas Tembokrejo, yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu 30 orang kelompok eksperimen dengan metode pelatihan off the job training dan 30 orang kelompok kontrol yang diberi pelatihan dengan metode on the job training. Teknik analisis data yang digunakan uji t berpasangan wilcoxon, sedangkan untuk mengetahui pengaruh pada dua kelompok menggunakan Mann Whitney.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan secara signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok dengan p-value pengetahuan 0,000 kelompok eksperimen dan 0,248 kelompok kontrol, sedangkan p-value sikap 0,003 kelompok eksperimen dan 0,005 kelompok kontrol. Selanjutnya ada perbedaan secara signifikan kemampuan pada kelompok yang diintervensi menggunakan metode off the job training dan on the job training.Pelatihan dengan metode off the job training memberikan hasil yang maksimal dari segi pengetahuan, sikap dan psikomotor.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Firdawsyi Nuzula; Rizki Yulia Purwitaningtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.259 KB)

Abstract

Angka kesakitan dan kematian tertinggi yang menyerang balita akibat dari infeksi adalah ISPA. Sekitar dua juta anak yang meninggal setiap tahun akibat dari infeksi ini di negara-negara berkembang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status kejadian ISPA pada balita baik faktor langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ISPA pada Balita. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional analitik. Dengan menggunakan Purposive Sampling didapatkan jumlah sampel penelitian 62 balita. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan regresi logistic.Hasil analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa dengan CI 95% didapatkan faktor status gizi menunjukkan OR=0,803, riwayat imunisasi OR=0,725, riwayat pemberian ASI eksklusif=6,968 dan paparan asap rokok OR=0,602. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa hanya riwayat pemberian ASI eksklusif yang berhubungan dengan kejadian ISPA dan secara statistik signifikan. Pemberian ASI secara eksklusif dapat menurunkan resiko kejadian ISPA pada balita karena kandungan ASI memiliki kekhususan biologis yang terformulasikan secara unik di dalam tubuh ibu sesuai dengan tahapan perkembangan bayi untuk memastikan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh dan membentuk pertumbuhan otak bayi.
Kadar Glukosa Darah Tidak Terkontrol dan Hipertensi terhadap Kejadian Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Eko Prabowo; Haswita .; Lina Agustiana Puspitasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 4 No 2 (2018): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.816 KB)

Abstract

Populasi Diabetes Mellitus saat ini meningkat dan berdampak pada peningkatan kejadian ulkus kaki diabetik sebagai komplikasi kronis Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian ini adalah hubungan faktor resiko terhadap kejadian kaki diabetik antara lain hipertensi dan kadar glukosa darah tidak terkontrol.Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain komparasi dan pendekatan crossectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 60 responden terbagi menjadi dua kelompok yaitu 30 orang kelompok perlakuan yaitu responden diabetes mellitus dengan ulkus kaki diabetik dan 30 orang kelompok kontrol yaitu responden dengan diabetes mellitus tanpa ulkus kaki diabetik. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Untuk menginterpretasikan hubungan diantara dua variable independen menggunakan uji uji regresi logistik dengan p value < 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kadar glukosa darah tidak terkontrol terhadap kejadian kaki diabetik dengan nilai Sig Wald 0.335 > 0.05. Ada pengaruh faktor hipertensi terhadap kejadian kaki diabetic dengan nilai Sig Wald 0.010 < 0,05. Kadar gula darah tidak terkontrol dengan OR 2,265 maka orang yang gula darahnya tinggi, lebih beresiko mengalami kaki diabetik sebanyak 2,265 kali lipat di bandingkan orang yang gula darahnya normal. Hipertensi dengan OR 1,780 maka orang yang mengalami hipertensi lebih beresiko mengalami kaki diabetik sebanyak 1,780 kali lipat dibandingkan orang yang tidak menderita hipertensi.Pasien Diabetes Melitus yang mengalami hipertensi harus lebih sering kontrol agar tidak terjadi kaki diabetik.

Page 5 of 19 | Total Record : 190