cover
Contact Name
Firdawsyi Nuzula
Contact Email
nuzulafirdawsyi@gmail.com
Phone
+6282141839721
Journal Mail Official
p3m.rustida@gmail.com
Editorial Address
Jl. RSU. Bhakti Husada, Krikilan, Banyuwangi 68466
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida
ISSN : 23562528     EISSN : 26209640     DOI : -
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida is an open access journal with contents scope of nursing, education, humanities, medicine & pharmacology, public health
Articles 190 Documents
Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Suami Siaga pada Masa Kehamilan di Puskesmas Blang Geulumpang Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Asyifa, Asyifa; Pabidang, Siswanto; Sari, Fatimah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.247

Abstract

Suami memainkan banyak peran kunci selama masa kehamilan dan persalinan istri serta setelah bayi lahir. Keputusan dan tindakan mereka berpengaruh terhadap kesakitan dan kesehatan, kehidupan dan kematian ibu dan bayinya. Peningkatan komplikasi maka dapat mengakibatkan kematian pada ibu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan suami siaga di Puskesmas Blang Geulumpang Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara. Jelnis pelnellitian ini adalah pelnellitian analitik delngan melnggulnakan meltodel pelndelkatan cross selctional. Teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random sampling sebanyak 207 orang. Hasil penelitian pendidikan mayoritas menengah (41,1%), pekerjaan mayoritas petani (64,3%), pendapatan mayoritas dibawah UMP (66,2%), pengetahuan mayoritas kurang (56%), sikap mayoritas negatif (54,1%), dukungan keluarga mayoritas mendukung (52,7%), pelaksanaan suami siaga mayoritas kurang siaga (82,1%). Ada hubungan pendidikan (p-value = 0,000), pekerjaan (p-value = 0,000), pendapatan (p-value = 0,007), pengetahuan (p-value = 0,000) dan dukungan keluarga (p-value = 0,000) serta tidak memiliki hubungan sikap (p-value = 0,100) dengan pelaksanaan suami siaga di Puskesmas Blang Geulumpang Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara tahun 2024. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan pelaksanaan suami siaga adalah pengetahuan dan dukungan keluarga.
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan dengan Media Lembar Balik terhadap Pengetahuan Ibu tentang Metode Kanguru untuk Perawatan BBLR di Lhokseumawe safriana, Safriana; Sari, Fatimah; Badi'ah, Atik
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.258

Abstract

Prevalensi prematur di Indonesia sekitar 10%. BBLR memerlukan perawatan yang lebih dibanding BBL normal salah satu perawatan adalah metode kanguru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui efektivitas Penyuluhan Kesehatan menggunakan lembar balik terhadap pengetahuan ibu tentang metode kanguru pada perawatan bayi berat lahir rendah di Kota Lhokseumawe. Desain penelitian ini adalah quasy experiment dengan rancangan two grup pretest- posttest. Hasil pengetahuan sesudah penyuluhan kesehatan kelompok intervensi sebanyak 34 orang dan kelompok kontrol sebanyak 34 orang. Nilai rata-rata hasil pengetahuan tentang metode kanguru kelompok intervensi yaitu 10,7647 dan kelompok kontrol 7,5000. Ada perbedaan rata-rata hasil pengetahuan ibu tentang metode kanguru antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05 artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan penyuluhan kesehatan menggunakan lembar balik terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang metode kanguru pada perawatan BBLR di Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh dinyatakan efektif.
Faktor yang Mempengaruhi Persalinan Sectio Caesarea di Rumah Sakit TK IV IM 07.01 Lhokseumawe Susandari, Cut; Risnawati, Risnawati; Pabidang, Siswanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.261

Abstract

Hampir semua provinsi di Indonesia memiliki angka persalinan sectio caesarea diatas 10%. Provinsi yang memiliki angka paling rendah di Maluku Utara, yaitu sebesar 6,2% sedangkan provinsi dengan angka tertinggi di Bali dengan angka 32,7%. Sedangkan bagi wanita tanpa komplikasi kehamilan, provinsi dengan angka persalinan sesar paling rendah di Nusa Tenggara Timur dengan angka 5% dan yang tertinggi di Bali dengan angka 34,7%. Metode Penelitian menggunakan Mix Methode pendekatan kuantitatif dengan crossectional yaitu menggunakan analisa univariat dan kualitatif dengan in dept interview yaitu wawancara, coding dan analisis tematik dan hasil penelitian digabungkan dengan metode triangulasi. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling pada bulan September 2024 berjumlah 54 orang. Hasil pengaruh penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini memiliki pengetahuan tentang sectio caesarea pada kategori kurang sebanyak 32 orang (49,3%). Mayoritas memiliki pendapatan pada kategori ≥ UMP sebanyak 28 orang (51,9%). Mayoritas indikasi persalinan sectio caesarea adalah ketuban pecah dini sebanyak 16 orang (29,6%). Mayoritas dukungan keluarga pada kategori mendukung sebanyak 30 orang (55,6%). Mayoritas kepemilikan jaminan kesehatan pada kategori ada sebanyak 43 orang (79,6%). Indikasi persalinan Sectio Caesarea dalam penelitian ini mayoritas akibat dari komplikasi ketuban pecah dini.
Evaluasi Program Bina Keluarga Lansia di Banguntapan Kabupaten Bantul Syam, Nur Syarianingsih; Utmai, Fitriana Putri; Nurfita, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.267

Abstract

Usia lanjut merupakan fase akhir dalam daur kehidupan manusia. Pertambahan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan dalam pencegahan penyakit degenerative serta penanggulangan angka morbiditas dan mortalitas. Bina Kelurga Lansia (BKL) merupakan salah satu program yang dilakukan oleh Masyarakat di bawah koordinasi BKKBN. Studi pendahuluan yang dilakukan di kelompok kegiatan BKL Sakinah Bangunatapan, Bantul ditemukan masalah rendahnya angka partispasi lansia dan keluarga lansia dalam kegiatan BKL. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi dari aspek input, proses, dan output pada program BKL Sakinah. Mteode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang melibatkan 5 orang responden yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Maret 2024. Hasil evaluasi pada bagian input diketahui SDM pelaksana program BKL sudah cukup, namun tidak semua mendapatkan pelatihan, sarana berupa buku panduan BKL tersedia namun prasarana seperti gedung kegiatan belum tersedia, pendanaan kegiatan tersedia. Pada evaluasi proses pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan telah berjalan sesuai dengan peraturan BKKBN. Pada evaluasi output ditemukan hasil masih rendahnya Tingkat partisipasi anggota keluarga, namun pelaporan telah dilakukan kepada PLKB Kecamatan Banguntapan. Kesimpulan penelitian pada evaluasi input sdm dan anggaran sudah tersedia, prasarana yang belum tesedia adalah gedung pertemuan. Pada evaluasi proses program BKL telah dilaksanakan baik kegiatan utama maupun kegiatan pendukung, dan kegiatan telah dicatat serta dilaporkan kepada PLKB Kecamatan. Pada evaluasi output sasaran belum terpenuhi, pelaporan kegiatan setiap bulan telah terlaksana.
Perbedaan Pemberian Jinten Hitam dan Daun Kelor terhadap Kelancaran Produksi Asi pada Ibu Menyusui Arisandi, Desy; Maimunah, Siti; Suryantara, Bima
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.275

Abstract

Pemberian ASI ekslusif dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain kurang atau salah informasi banyak ibu yang merasa bahwa susu permula itu sama baiknya, ASI belum keluar pada hari pertama sehingga bayi dianggap perlu diberikan minuman lain, padahal yang lahir cukup bulan dan sehat mempunyai persediaan kalori dan cairan yang dapat mempertahankannya tanpa minuman selama beberapa hari. Usaha untuk memperlancar pengeluaran ASI bisa dilakukan dengan pendekatan farmakologi atau non-farmakologi. Contohnya termasuk memijat punggung, menggunakan kompres hangat, merawat payudara, menyusui setiap 2-3 jam, banyak minum air putih, serta menggunakan ramuan herbal dengan makan makanan yang bergizi seperti jinten hitam dan daun kelor. Tujuan penelitian yaitu Tujuan penelitian ini menganalisis perbedaan konsumsi jinten hitam dan daun kelor terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui. Metode Penelitian Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Randomized Control Trial (RCT). Populasi penelitian ini melibatkan ibu menyusui usia 0-8 hari di Puskesmas Jembatan Kecil, Kota Bengkulu sejumlah 34 orang. Penelitian ini menggunakan total sampling, dengan 34 responden yang terdiri dari 17 orang kelompok jinten hitam dan 17 orang kelompok daun kelor. Analisis data univariat dan analisis bivariat dengan uji mann whitney. Hasil uji statistik uji Mann-Whitney tersebut diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,373 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak karena nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,373 > 0,05 dengan demikian dapat dikatakan antara kelompok jinten hitam dan kelompok daun kelor sama- sama berkontribusi dalam melancarkan ASI. Kesimpulan Kelancaran produksi ASI sama-sama meningkat pada kelompok pemberian jinten hitam selama tujuh hari dan kelompok pemberian daun kelor selama tujuh hari pada ibu menyusui.
Pengaruh Terapi Dzikir terhadap Kecemasan Ibu Hamil pada Trimester III: Studi Eksperimental Yoelianita, Betty Erda; Prawitasari, Nicken; Trianita, Desi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.281

Abstract

Kehamilan ibu hamil trimester III memerlukan penanganan serius, karena berdampak terhadap kesehatan fisik dan emosional ibu hamil. Salah satu upaya untuk menurunkan kecemasan dengan terapi dzikir (terapi non-farmakologis). Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap kecemasan ibu hamil pada trimester III. Desain penelitian dengan Quasi experimental, pendekatan pre-test dan post-test Control design. Sampel yang terlibat berdasarkan kriteria inklusi sebanyak 36 ibu hamil trimester ketiga. Intervensi diberikan pada kelompok perlakuan dengan ANC standar, edukasi kesehatan sesuai buku KIA, dan terapi dzikir membaca Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil dan Hauqalah dibaca masing- masing secara bergantian sebanyak 33 kali selama 15 menit, sedangkan kelompok kontrol diberikan ANC standar dan edukasi kesehatan sesuai buku KIA. Instrumen untuk mengukur kecemasan dengan kuesioner PRAQ-R2. Analisis data menggunakan metode univariat dan bivariat (Mann-Whitney) serta program SPSS. Hasil penelitian sebelum intervensi pada kelompok perlakuan, ibu hamil dengan kecemasan ringan sebesar 72.2%, sedangkan kelompok kontrol dengan kecemasan ringan sebesar 77.8%. Setelah intervensi pada kelompok perlakuan, ibu hamil dengan kecemasan ringan sebesar 100%, sedangkan kelompok kontrol dengan kecemasan ringan hanya 88.9% dan kecemasan sedang 11.1%. Penurunan skor kecemasan terlihat pada kelompok perlakuan (2.78 berbanding 2.23). Dari Uji statistik hasil p=0.039, p < 0.05, artinya terapi dzikir berpengaruh terhadap kecemasan pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas “X” Banyuwangi. Terapi dzikir sebagai alternatif untuk menurunkan kecemasan dan program dukungan mental bagi ibu hamil mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Analisis Faktor Determinan Kanker Serviks Stadium IIIB di RSUD X Permatasari, Ineke; Puspitasari, Lina Agustiana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.285

Abstract

Kanker serviks stadium IIIB merupakan masalah kesehatan serius dengan angka kejadian dan mortalitas yang tinggi. Faktor determinan seperti riwayat skrining, status sosial ekonomi, usia, kebiasaan merokok, riwayat seksual, dan komorbiditas perlu dianalisis untuk memahami penyebab tingginya kasus stadium lanjut di RSUD X, sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kejadian kanker serviks stadium IIIB di RSUD X. Metode penelitian ini adalah studi observasional cross-sectional, tehnik pengambilan sampel total sampling, responden sebesar 52 pasien kanker serviks stadium IIIB periode dalam periode 1 tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan wawancara terstruktur. Analisis statistik menggunakan analisis univariat dan regresi cox untuk mengidentifikasi faktor dominan dengan hasil faktor determinan utama yang teridentifikasi meliputi 70% pasien tidak pernah melakukan skrining, 60% pasien berasal dari keluarga berpendapatan rendah. Analisis multivariat menunjukkan bahwa skrining (OR = 5,2; p < 0,001), usia (OR = 4,8; p < 0,001), dan status sosial ekonomi rendah (OR = 3,5; p = 0,002)merupakan faktor dominan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,4% pasien dengan status sosial ekonomi terbanyak berkategori rendah, didominasi usia > 50 th, sebagian besar yakni 61,3% responden dengan komorbid. Kesimpulan dalam penelitian ini determinan utama kanker serviks stadium IIIB di RSUD X adalah rendahnya partisipasi skrining, usia > 50 tahun, status sosio ekonomi rendah dan komorbiditas.
Nursing Experimental Research: Analysis of the Effectiveness of Spiritual Support on Pre-Operative Patient Anxiety in the Central Surgical Installation Jainurakhma, Janes; Arini, Ida; Hardiyanto, Hardiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.287

Abstract

Pre-operative anxiety is often experienced by patients due to the uncertainty of the procedure, fear of pain, and concern about the outcome of the surgery. Although anxiety management has become a nursing concern, many patients still experience high anxiety, which can affect their physical, psychological and postoperative recovery. The study aimed to analyze the effect of spiritual support (prayer guidance) on anxiety in pre-operative patients at the Central Surgical Installation (IBS) of the Kanjuruhan Regional General Hospital (RSUD), Malang Regency. The research is designed with pre experimental, one group pre-test and post-test design. Population All pre-operative patients at IBS Kanjuruhan Hospital. The sample was determined by purposive sampling technique, with a sample size of 80 respondents. The instrument used was the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire. Data analysis with the Wilcoxon test. The results showed that most of the pre- operative patients experienced moderate anxiety (52.5%) with a median score of 64. After the spiritual support intervention (prayer guidance), the majority of respondents experienced a decrease in anxiety to mild (52.5%) with a median score of 47. The results of the Wilcoxon test obtained a p < value of 0.001, there was a significant influence of prayer guidance on anxiety where 76 out of 80 respondents experienced a decrease in anxiety levels. Pre-operative patients need spiritual support, one of which is prayer guidance, this helps relaxation, strengthens patient confidence, and courage through spiritual connections so that it can reduce anxiety levels in pre-operative patients.
Hubungan Peran Keluarga dengan Kualitas Hidup pada Penderita Skizofrenia Purwito, Heri; Yunita, Rizka; Hamim, Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.288

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit menyebabkan masalah stigma dalam lingkungan sosial sehingga memperngaruhi terhadap kualitas hidupnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keterkaitan antara peran keluarga dengan kualitas hidup penderita skizofrenia. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan tipe riset survei analitik serta menggunakan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional). Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien skizofrenia, dengan total partisipan sejumlah 93 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Tempursari pada bulan Juni- Juli 2024. Pengambilan data menggunakan instrumen berupa kuisioner peran keluarga dan WHOQoL-BREF. Data dianalisis menggunakan uji correlation rank spearman. Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji korelasi rank spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan peran keluarga dengan kualitas hidup pasien skizofrenia. Hasil dari studi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk rencana implementasi selanjutnya mengembangkan program pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan berkelanjutan mengenai perawatan skizofrenia, penyediaan koseling keluarga, kunjungan rumah berkala, serta pendampingan psikososial.
Dampak Kerja Shift terhadap Kesehatan Reproduksi: Kajian Sistematis pada Tenaga Kesehatan Wanita Hapsari, Restiana Kartika Mantasti; Noor, Ihya Hazairin; Nisa, Mufatihatul Aziza; Fakhriyah, Fakhriyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kerja shift terhadap kesehatan reproduksi tenaga kesehatan wanita, dengan fokus utama pada prevalensi gangguan siklus menstruasi. Tinjauan sistematis dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA dengan menelusuri artikel dari database PubMed, CINAHL, Embase, dan Scopus untuk periode 2020–2025. Sebanyak 14 studi observasional dan meta- analisis yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi gangguan menstruasi lebih tinggi pada tenaga kesehatan wanita yang bekerja shift dibandingkan dengan non-shift, yaitu berkisar antara 31,5% hingga 60,2%. Gangguan yang paling sering dilaporkan adalah siklus menstruasi tidak teratur, dismenore, dan menopause dini. Peningkatan prevalensi ini berkaitan erat dengan gangguan ritme sirkadian, stres kerja, dan perubahan hormonal akibat pola kerja yang tidak teratur. Temuan ini menunjukkan bahwa kerja shift merupakan faktor risiko signifikan terhadap gangguan siklus menstruasi pada pekerja wanita, sehingga diperlukan kebijakan dan intervensi preventif di lingkungan kerja.