Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
42 Documents
Search results for
, issue
"Vol 12 No 2 (2024)"
:
42 Documents
clear
MASSAGE MENGGUNAKAN SWEET ALMOND OIL TERHADAP PRURITUS UREMIK PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG HEMODIALISA RSHD KOTA BENGKULU
PERTIWI, NADIA INDAH;
LESTARI, WIDIA;
RIYADI, AGUNG
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) adalah kondisi dimana terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus <60 mL atau kerusakan struktur ginjal selama lebih dari 3 bulan yang menyebabkan ginjal tidak dapat mempertahankan fungsinya, mengakibatkan tubuh gagal dalam mempertahankan metabolisme keseimbangan cairan dan elektrolit. Salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien CKD yang menjalani hemodialisa adalah pruritus uremik. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi pruritus uremik tersebut. Salah satu cara untuk untuk mengatasi pruritus uremik adalah dengan massage menggunakan sweet almond oil. Penelitian ini menggunakan Metode: Quasy eksperiment dengan pendekatan one group pretest-posttest design dengan total sampel sebanyak 35 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah 5D Itch Scale untuk menilai derajat pruritus. Hasil dan Pembahasan : didapatkan 57,1% jenis kelamin laki-laki, rata-rata usia 50 tahun, frekuensi hemodialisa 2x dalam seminggu, rata-rata lama menjalani HD 3,7 tahun dan rata-rata kadar ureum 111,97mg/Dl pasien CKD yang mengalami pruritus uremik. Kesimpulan : penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor pruritus sebelum dan setelah diberikan intervensi. Uji statistic menggunakan Paired sample T-Test menunjukkan nilai p value sebesar 0.000, yang menunjukkan adanya pengaruh massage menggunakan sweet almond oil terhadap pruritus uremik pada pasien CKD. Dengan demikian, massage menggunakan sweet almond oil dapat memberikan manfaat dalam mengatasi pruritus uremik pada pasien CKD dan direkomendasikan sebagai terapi keperawatan non farmakologis.
PENGARUH MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MENARCHE PADA SISWI DI SD NEGERI 77 KOTA BENGKULU TAHUN 2024
TUNNISYA, KARIMA;
YULYANA, NISPI;
YUNIARTI, YUNIARTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Di Indonesia, menarche biasanya terjadi pada usia tiga belas tahun, namun terkadang dapat terjadi pada usia sembilan atau tujuh belas tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pemahaman remaja tentang menarche di SD Negeri 77 Kota Bengkulu tahun 2024 dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang disampaikan melalui video. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan single group pre- and post-test design sebagai metodologi penelitiannya. Sebanyak 149 siswi SD Negeri 77 Kota Bengkulu di kelas IV dan V yang belum mencapai menarche menjadi populasi penelitian. Dengan menggunakan 38 siswi sebagai responden, algoritma Lameshow digunakan untuk pengambilan sampel. Uji Wilcoxon Signed Rank digunakan dalam analisis statistik. Hasil dan Pembahasan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan siswi tentang menarche adalah 8,61 sebelum menerima intervensi media video, dan 13,71 setelah menerimanya. Nilai p sebesar 0,000 < 0,05 juga diperoleh yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media video terhadap pengetahuan siswi tentang menarche. Kesimpulan: Saran untuk sekolah diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah terkait program yang akan dilaksanakan khususnya tambahan edukasi kepada siswi di sekolah tentang menarche, misalnya tingkat kolaboratif, peran tenaga kesehatan seperti melakukan posyandu remaja yang bekerja sama dengan UKS atau BK yang ada di SD tersebut dan diharapkan penggunaan video dapat diberikan untuk tindakan selanjutnya.
HUBUNGAN PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA FLAYER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI SMP PESANTREN SALAFIYAH HIDAYATUL QOMARIAH KOTA BENGKULU TAHUN 2024
FERANICA, ELVINA MAGRIZA;
YULYANA, NISPI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi dan dapat berdampak buruk pada kemampuan belajar dan kesehatan mereka. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana pendidikan kesehatan melalui media flayer dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariah Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan metode pra eksperimental One Group Pretest-postest. Sebanyak 120 responden terlibat dalam penelitian ini berasal dari kelas VII dan VIII di SMP Pesantren Salfiyah Hidayatul Qumariyah. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data informasi responden berupa pengetahuan tentang anemia dilakukan dengan pengisian kuisioner sebanyak 12 pertanyaan oleh responden. Sedangkan untuk mengetahui hubungan pendidikan kesehatan melalui media flayer terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia, data dilakukan pemeriksaan, pengkodean, entry data dan cleaning data. Selanjutnya data dianalisis dengan cara univariat dan bivariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian sebagian besar dengan pengetahuan kurang (59,2%) sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan, dan hampir sebagian responden dengan pengetahuan cukup (50,0%) setelah diberikan penyuluhan kesehatan. Hasil uji analisa bivariat didapatkan nilai p-value = ≤ α 0,000 yang menunjukan ada Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Kadar Hb Ibu Hamil TM II dengan Anemia Ringan di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan kurang (59,2%) sebelum penyuluhan kesehatan, namun setelah diberikan penyuluhan, hampir sebagian besar pengetahuan mereka meningkat menjadi cukup (60,0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan kesehatan melalui media flayer dengan peningkatan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMP Pesantren Salafiyah Hidayatul Qomariah Kota Bengkulu tahun 2024.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN PRURITUS DENGAN METODE VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DESEASE (CKD) DI RUANGAN HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU TAHUN 2024
AINI, ULIN FAHMIL;
LESTARI, WIDIA;
PARDOSI, SARIMAN;
HERMANSYAH, HERMANSYAH;
HERIYANTO, HENDRI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Pruritus uremik adalah pruritus yang terjadi pada gagal ginjal yang disebabkan oleh toksin uremik, Efek dari pruritus yang di alami dapat menimbulkan ekskoriasis karena terus menerus menggaruk, infesksi dan juga lesi kronis pada penderita CKD. Peningkatan pengetahuan mengatasi efek pruritus salah satu dengan memberikan pendidikan kesehatan manajemen pruritus pada pasien CKD. Media video memiliki kelebihan yaitu dapat menampilkan gambar yang bergerak kelompok intervensi dan kontrol. Uji statistik menggunakan t-independen didapatkan nilai p value 0,019 artinya ada perbedaan rata-rata sikap antara kelompok intervensi dan kontrol Kesimpulan: Dengan demikian pemberian bersama-sama dengan suara,dan dapat disajikan secara berulang-ulang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan manajemen pruritus dengan metode video terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pada pasien CKD di ruangan hemodialisa Rumah Sakit Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Total sampel sebanyak 30 orang,yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi 15 orang dan kontrol 15 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kuisioner menggunkan kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner tingkat sikap. Analisis data univariat dan bivariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji statistik man whitney di daptkan nila p value 0,011 artinya ada perbedaan rata-rata pengetahuan antara video ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang manajemen pruritus pada pasien CKD.
DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAMPASEH
PUTRI, SALSABILA;
RAMADHANIAH, RAMADHANIAH;
WARDIATI, WARDIATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Tingginya angka morbiditas dan mortalitas bayi sering terjadi diakibakan kejadian diare. Di dunia 443.832 balita mati setiap tahun akibat diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kejadian diare pada balita usia 0-59 bulan di Puskemas Lampaseh Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 958 ibu balita secara keseluruhan, dan 91 dari mereka adalah sampel yang ditentukam menggunakan metode proposional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dari tanggal 4 hingga 15 Januari 2024. Analisi dengan uji chi-square dan aplikasi SPSS. Hasil studi menampilkan kejadian diare sebesar 58,2%, perilaku cuci tangan dengan sabun yang baik sebesar 72,5%, saluran pembuangan limbah kurang baik sebesar 75,8%, sarana pembuangan sampah yang baik sebesar 93,4%, sanitasi makanan yang baik sebesar 95,6%.Hasil: Uji perilaku mencuci tangan pakai sabun (p-value: 0,008), saluran pembuangan air limbah (p-value: 0,008), sarana pembuangan sampah (p-value: 0,034) dan sanitasi makanan (p-value: 0,110). Kesimpulan : Diperoleh determinan kejadian diare ada hubungan dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, saluran pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah hanya satu tidak berhubungan yaitu sanitasi makanan. Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk menerapkan perilaku hidup bersih dengan salalu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah memagang sesuatu, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan diare pada balita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN LANSIA BEROBAT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANGPIDIE
MAQFIRAH, MONA HILOKA;
SANTI, TAHARA DILLA;
FAHDHIENIE, FARRAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang mencapai 140 mmHg sistolik dan 90 mmHg diastolik ataupun lebih. Prevalensi hipertensi di dunia akan meningkat dari 26,4% menjadi 29,2% pada tahun 2025. Kasus hiertensi di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2022 mencapai 897.116 kasus. Kabupaten Aceh Barat Daya memiliki jumlah kasus hipertensi sebanyak 33.784 kasus. Puskesmas Blangpidie memiliki jumlah hipertensi paling tinggi di tahun 2022 sebanyak 5.942 kasus. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2024. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia umur 45-59 tahun yang menderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie berjumlah 346 orang. Pengambilan sampel sebanyak 77 responden menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 03-14 Juli Tahun 2024 dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square melalui aplikasi SPSS. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value 0,847), ada hubungan sikap (p-value 0,001), pengetahuan (p-value 0,000), akses pelayanan kesehatan (p-value 0,000), dukungan keluarga (p-value 0,015), peran petugas kesehatan (p-value 0,000) dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya Tahun 2024. Kesimpulan: Tidak ada hubungan tingkat pendidikan, ada hubungan sikap, pengetahuan, akses pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan dengan kepatuhan lansia berobat hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Blangpidie. Disarankan kepada pihak puskesmas agar lebih banyak memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada lansia tentang bahaya Hipertensi, agar kualitas hidup lansia dapat meningkat menjadi lebih baik.
HUBUNGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC), KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BETUNGAN TAHUN 2024
GULTOM, KRISTAULI ELFRIDA;
RAHMAWATI, DIYAH TEPI;
LESTARI NURJANAH, NIMAS AYU
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal ibu hamil yang terkena anemia. Dampak dari anemia pada ibu hamil pada trimester pertama dapat mengakibatkan abortus, missed abortus, dan kelainan congenital dan pada trimester kedua dan ketiga dapat menyebabkan Persalinan premature, perdarahan antepartum, gangguan pertumbuhan janin dalam Rahim, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), mudah terkena infeksi, Intetlligence Guotient (IQ) rendah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kunjungan antenatal care (ANC), konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan jenis penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu hamil trimester III sebanyak 31 ibu hamil diwilayahnya kerja puskesmas betungan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis Bivariat ada hubungan antara kunjungan antenatal care (ANC) dengan kejadian anemia pada ibu hamil dimana nilai p-value = 0,008 < α 0,05 dan nilai OR=11,6, ada hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dimana nilai p-value = 0,010 < α 0,05 dan nilai OR=11,2. Kesimpulan: Kunjungan antenatal merupakan upaya preventif ibu hamil untuk menghasilkan kehamilan yang sehat melalui pemeriksaan fisik, pemberian suplemen serta penyuluhan kesehatan ibu hamil Kunjungan antenatal yang teratur mengakibatkan segera terdeteksinya berbagai faktor risiko kehamilan, salah satunya anemia dan pemberian tablet Fe dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah selama masa kehamilan. Peneliti menyarankan kepada pihak Puskesmas Betungan dapat memberikan edukasi tentang anemia pada ibu hamil, tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet Fe dan datang ke puskesmas terdekat dan memeriksakan kehamilannya.
POLA MAKAN DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BARU KAB. LEBONG
MAYDINAR, DIAN DWIANA;
RATIYUN, RAFIDAINI SAZARNI;
SINTIA, LARA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi yang mengandung nutrisi lengkap dan penting untuk tumbuh kembang bayi yang dapat memberikan kekebalan tubuh dan manfaat psikologis bagi kesehatan bayi. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Baru. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dimana variabel independent (pola makan ) dan variabel dependent (produksi ASI) diukur atau dikumpulkan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu menyusui dengan Usia bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Baru sebanyak 37 orang. Sampel dari penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi yang ada dijadikan sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 37 orang responden ibu menyusui terdapat 35 (94,6%) orang responden dengan pola makan dan produksi ASI cukup, dan 2 (5,4%) orang responden dengan pola makan dan produksi ASI kurang. Hasil analisis uji Exact Fisher’s menunjukkan didapat nilai p-value=0,002< 0,05 ada hubungan antara pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas kota baru Kab. Lebong dengan kategori hubungan sangat erat ( hubungan sempurna). Disarankan kepada petugas kesehatan Puskesmas Kota Baru untuk memberikan penyuluhan kepada ibu menyusui tentang pentingnya pola makan yang cukup untuk produksi ASI yang cukup.
STUDI KUALITATIF KELELAHAN KERJA PADA SOPIR BUS DI TERMINAL TIPE A BATOH KOTA BANDA ACEH
TRIDIKA, RINDU;
ARBI, ANWAR;
ANDRIA, DEDI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Kelelahan kerja berhubungan dengan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan dari suatu pekerjaan termasuk sopir bus. Hal ini dapat dipicu oleh jam kerja yang panjang, aktivitas fisik dan mental yang berkepanjangan, kurangnya waktu istirahat, tidak cukup istirahat, stress yang berlebihan, kondisi kesehatan kronis, pekerjaan berulang-ulang, atau kombinasi dari semua faktor tersebut. Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan informan berjumlah 7 orang yaitu 1 sopir bus Putra Pelangi, 1 sopir Bus Sempati Star, 1 sopir Bus Harapan Indah, 1 sopir Bus JRG 99, 1 sopir Bus PMTOH, 1 sopir Bus Anugrah dan 1 sopir Bus Pusaka. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa umumnya, sopir bus memiliki usia antara 27 hingga 51 tahun dengan masa kerja dari 3 hingga 22 tahun. Waktu istirahat mereka tidak selalu teratur dan tergantung pada jadwal perjalanan serta kondisi fisik, dengan beberapa sopir beristirahat setelah tugas pembersihan kendaraan atau saat menunggu pergantian shift. Solusi untuk kelelahan termasuk istirahat yang cukup, konsumsi vitamin, dan manajemen stres serta kelelahan yang bijaksana. Kesimpulan : Dari penelitian ini adalah Kelelahan kerja memiliki dampak signifikan terhadap performa kerja sopir, termasuk menurunnya konsentrasi, peningkatan risiko kecelakaan, dan penurunan kualitas pelayanan kepada penumpang. Disarankan agar manajemen memperhatikan penjadwalan istirahat yang lebih teratur dan memastikan adanya waktu istirahat yang cukup. Selain itu, menyediakan fasilitas kesehatan dan dukungan psikologis dapat membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan kinerja sopir.
LITERATURE REVIEW: DETERMINAN KEJADIAN HIV AIDS PADA KELOMPOK POPULASI BERISIKO
ALFINO, DAFINA;
ANGGRAINI, DESHEILLA
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di kalangan populasi berisiko tentunya harus dijadikan perhatian serius. Perkembangan penularan HIV/AIDS yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun tentunya akan semakin dipercepat dengan adanya kelompok populasi berisiko yang melakukan perilaku seksual berisiko. Kelompok populasi berisiko tinggi tertular HIV pada umumnya adalah mereka yang berpotensi sebagai pelanggan penjaja seks ataupun penjaja seks itu sendiri, atau mereka yang melakukan hubungan seks berganti – ganti pasangan / bukan dengan pasangan resminya. Kelompok populasi berisiko tentunya dapat menjadi jembatan utama penularan dari kelompok populasi kunci ke masyarakat umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian literature review atau kajian naratif. Dimana ulasan, rangkuman, serta pemikiran dari beberapa sumber pustaka akan dibahas sesuai dengan topik yang ditentukan, Adapun rentang waktu yang dipilih dalam studi ini adalah 10 tahun terakhir (2013 – 2023). Hasil dan Pembahasan: Dari 6 artikel yang dibahas, maka dapat diketahui beberapa faktor yang berkontribusi terhadap determinan atau faktor risiko kejadian HIV/AIDS pada kelompok populasi berisiko adalah status pernikahan, pengetahuan, perilaku seksual berisiko, dan IMS. Kesimpulan: Dari penelitian penelitian yang ada tersebut ditemukan bahwa determinan penyebab kejadian HIV/AIDS pada kelompok populasi berisiko dipengaruhi oleh status pernikahan, pengetahuan, perilaku seksual berisiko, dan IMS.