Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year. Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ). It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles
42 Documents
Search results for
, issue
"Vol 13 No 1 (2025)"
:
42 Documents
clear
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, KERJASAMA TIM, DAN PENGETAHUAN TERHADAP BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RSUD MENGGALA LAMPUNG
IRIANTO, HENGKY PRABOWO;
RAMADHAN, YANUAR;
SAPTANINGSIH, AGUSDINI BANUN
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8491
Pendahuluan: Penelitian ini didasari oleh peningkatan insiden keselamatan pasien di instalasi rawat inap pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021, yang menunjukkan masalah kepatuhan perawat terhadap budaya keselamatan pasien. Penelitian bertujuan untuk mengkaji secara empiris pengaruh kepemimpinan transformasional, kerja sama tim, dan pengetahuan terhadap budaya keselamatan pasien. Metode: Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 95 perawat di instalasi rawat inap, dengan sampel berjumlah 77 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5% dan teknik probability sampling. Analisis dilakukan menggunakan three-box method dan regresi linier berganda. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, kerja sama tim, dan pengetahuan secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya keselamatan pasien. Pengetahuan menjadi faktor dominan, karena merupakan modal utama bagi perawat dalam menjalankan tugasnya. Pengetahuan ini tidak hanya diperoleh dari pendidikan formal, tetapi juga dari pengalaman praktis yang membantu perawat memahami tindakan yang tepat. Selain itu, arahan dari pimpinan dan tim interprofesional turut memperkuat sikap perawat dalam menjalankan perannya. Kesimpulan: Proses ini membentuk nilai dan keyakinan akan pentingnya budaya keselamatan pasien, sehingga layanan keperawatan yang aman dapat terwujud dan keselamatan pasien terjamin.
PERAN MEDIASI WORK ENGAGEMENT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT
LESTARI, INTAN AYU;
INDRAWATI, RATNA;
NOFIERNI, NOFIERNI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8492
Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan bahwa sebagian besar kinerja perawat berada dalam kategori C (good) dengan persentase sebesar 36%, Temuan aspek kinerja perawat, 60% merasa perawat tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai target, dan 60% juga merasa perawat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa kesalahan, serta 70% menyatakan bahwa perawat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan quality of work life terhadap kinerja perawat di RS Unimedika Sepatan Tangerang melalui work engagement sebagai variabel intervening. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Populasi penelitian terdiri dari seluruh perawat pada RS Unimedika Sepatan Tangerang sebanyak 175 orang. Sampel penelitian ditetapkan menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 122 orang perawat sebagai sampel penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan Three Box Method dan analisis structural equation modelling (SEM) menggunakan PLS. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian kepemimpinan transformasional dan Quality of Work Life secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perawat di RS Unimedika Sepatan Tangerang melalui work engagement. Secara parsial, kepemimpinan transformasional dan Quality of Work Life berpenagruh terhadap work engagement dan kinerja perawat. Selain itu, work engagement juga berpengaruh terhadap kinerja perawat. Kesimpulan: Implikasi manajerial adalah memperbaiki sistem manajemen leadership dengan meningkatkan pelatihan etika profesi pengembangan karir.
PERAN ASOSIASI MEREK MEMEDIASI PEMASARAN MEDIA SOSIAL DAN PENGALAMAN PASIEN TERHADAP NIAT KUNJUNGAN ULANG
SURYANI, IRMA;
YANTI, APRILIA RINA;
KUSUMAPRADJA, ROKIAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8493
Pendahuluan: Penelitian ini berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan adanya penurunan jumlah pasien kategori non-BPJS di tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara empiris pengaruh pemasaran media sosial dan pengalaman pasien terhadap niat kunjungan ulang dengan asosiasi merek sebagai variabel intervening. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan umum yang telah berkunjung lebih dari sekali. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability, dengan perhitungan yang mengalikan jumlah indikator dengan 5 kali observasi, sehingga diperoleh sampel sebanyak 250 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, sementara analisis data dilakukan dengan metode three-box dan PLS-SEM menggunakan program Smart-PLS. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian membuktikan bahwa pemasaran media sosial dan pengalaman pasien memiliki pengaruh signifikan terhadap niat kunjungan ulang dengan asosiasi merek sebagai variabel intervening. Kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap asosiasi merek dan niat kunjungan ulang. Asosiasi merek juga memberikan pengaruh signifikan terhadap niat kunjungan ulang serta memediasi pengaruh pemasaran media sosial dan pengalaman pasien. Kesimpulan: Di antara variabel yang diuji, asosiasi merek adalah variabel paling dominan dalam memengaruhi niat kunjungan ulang, sedangkan pemasaran media sosial memiliki pengaruh paling lemah.
KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DAN ORIENTASI TIM TERHADAP SIKAP ALTRUISME: PERAN MEDIASI KOMITMEN ORGANISASIONAL
WARDANI, ISMA PRASETYA;
KUSMAPRADJA, ROKIAH;
ADHIKARA, MF. ARROZI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8494
Penelitian ini berlandaskan pada hasil observasi awal yang menginformasikan beberapa insiden keselamatan pasien dan juga beberapa komplain terkait kualitas pelayanan di instalasi rawat inap pada tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh kualitas kehidupan kerja, orientasi tim dan komitmen organisasional terhadap sikap altruisme, pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap komitmen organisasional, pengaruh orientasi tim terhadap komitmen organisasional, pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap sikap altruisme, pengaruh orientasi tim terhadap sikap altruisme, peran komitmen organisasional memediasi pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap sikap altruisme, dan peran komitmen organisasional memediasi pengaruh orientasi tim terhadap sikap altruisme. Jenis penelitian termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi yang digunakan adalah perawat rawat inap dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis three box method, metode Structural Equation Model (SEM), dan analisis jalur menggunakan SPSS sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan dan parsial kualitas kehidupan kerja, orientasi tim dan komitmen organisasional berpengaruh terhadap sikap altruisme. Kualitas kehidupan kerja berpengaruh terhadap komitmen organisasional, sedangkan orientasi tim tidak berpengaruh terhadap komitmen organisasional. Komitmen organisasional tidak memediasi hubungan kualitas kehidupan kerja dan orientasi tim terhadap sikap altruisme. Orientasi tim merupakan variabel dominan dalam pengaruh terhadap sikap altruisme. Sehingga diketahui bahwa sikap altruisme sebagai faktor yang diperlukan dalam hasil kerja tim perawat dapat ditingkatkan melalui upaya peningkatan kualitas kehidupan kerja, orientasi tim dan komitmen organisasional. Pada rumah sakit ini, kualitas kehidupan kerja dan orientasi tim mampu secara langsung berpengaruh terhadap sikap altruisme, tanpa dimediasi oleh komitmen organisasional.
PERAN KEPERCAYAAN DALAM KEPUTUSAN TERAPI HEMODIALISA PASIEN MELALUI FAKTOR PSIKOLOGIS DAN SOSIAL
NURBANI, LISA;
KUSUMAPRADJA, ROKIAH;
MULYANI, ERRY YUDHYA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8495
Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan bahwa 30% pasien hemodialisa enggan melanjutkan terapi hemodialisa. Alasan pasien tidak berminat melanjutkan terapi hemodialisa bahwa kepercayaan diri, pengalaman negatif, stigma sosial, dukungan yang minim, beban ekonomi, dan kurangnya informasi mempengaruhi keputusan pasien untuk tidak melanjutkan terapi hemodialisa. Rasa ragu akan efektivitas terapi dan dampaknya terhadap kualitas hidup juga menjadi alasan utama pasien menghentikan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh faktor psikologis dan faktor sosial terhadap keputusan pasien untuk melakukan terapi hemodialisa dengan kepercayaan sebagai variabel intervening. Metode: Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan dan rawat inap. Teknik sampling menggunakan non-probability, dengan perhitungan yang mengalikan jumlah indikator dengan 5 kali observasi, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 130 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method serta Structural Equation Modelling (SEM) melalui software LISREL. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa membuktikan bahwa faktor psikologis dan faktor sosial berpengaruh terhadap keputusan pasien dengan kepercayaan sebagai variabel intervening. Faktor psikologis dan faktor sosial berpengaruh terhadap kepercayaan. Kesimpulan: Faktor psikologis, faktor sosial dan kepercayaan berpengaruh terhadap keputusan pasien, dan faktor sosial merupakan variabel dominan yang mampu meningkatkan keputusan pasien untuk melakukan terapi hemodialisa.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL AFFECTIVE COMMITMEN TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN WORK INTERFERENCE WITH PERSONAL LIFE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI RSIA VIOLA BEKASI
HASAN, MUH;
ANDRI, ANDRI;
MUSTIKAWATI, INTAN SILVIANA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8496
Data HRD Rumah Sakit menunjukkan peningkatan turnover karyawan medis di RSIA Viola Bekasi. Dari 2019 hingga 2022, turnover meningkat dari 13% menjadi 25%. Studi pendahuluan terhadap 10 karyawan pada Januari 2024 menunjukkan turnover intention tinggi (60%), work interference with personal life sedang (50%), gaya kepemimpinan transformasional rendah (20%), dan affective commitment rendah (30%). Turnover intention adalah keinginan karyawan untuk berpindah kerja. Penelitian ini menguji pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, affective commitment, dan work interference with personal life terhadap turnover intention dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 51 perawat pelaksana, dan data dianalisis menggunakan Path Analysis dalam SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan transformasional dan affective commitment tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention melalui work interference with personal life sebagai variabel intervening Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover intention. Affective commitment juga berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Gaya kepemimpinan transformasional serta affective commitment berpengaruh positif dan signifikan terhadap work interference with personal life. Work interference with personal life berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap turnover intention.
PENGARUH KUALITAS INFORMASI, KUALITAS SISTEM DAN PENERAPAN LEAN SIX SIGMA TERHADAP MANFAAT NYATA IMPELEMNTASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD DENGAN PENGUNAAN EMR SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
HEREY, PETER;
INDRAWATI, RATNA;
HOSIZAH, HOSIZAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8497
Penelitian ini berlandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan bahwa manfaat nyata implementasi EMR sejak tahun 2022 belum dirasakan oleh pengguna EMR. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma terhadap manfaat nyata implementasi rekam medis elektronik dengan penggunaan EMR sebagai variabel intervening. Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah Dokter dan Dokter Spesialis sebagai pengguna EMR. Teknik sampling menggunakan total sampling yang menjadikan seluruh Dokter dan Dokter Spesialis berjumlah 52 sebagai responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method dengan uji regresi linier berganda. Hasil analisis membuktikan terdapat pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma terhadap manfaat nyata dengan penggunaan EMR sebagai variabel intervening. Kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma berpengaruh positif terhadap penggunaan EMR dan manfaat nyata, serta penggunaan EMR berpengaruh positif terhadap manfaat nyata, dan mampu mengintervensi pengaruh kualitas informasi, kualitas sistem dan lean six sigma terhadap manfaat nyata. Kualitas informasi merupakan variabel yang paling kuat mampu meningkatkan penggunaan EMR dan manfaat nyata, sedangkan kualitas sistem merupakan variabel terendah dalam meningkatkan penggunaan EMR dan manfaat nyata.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA TENAGA KESEHATAN DI RS XYZ
NUDIANTI, RETNA MUTIARA;
YANTI EFF, APRILITA RINA;
JUS'AT, IDRUS
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8498
Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan tingginya tingkat turnover di kalangan tenaga kesehatan yang berdampak pada stabilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh kecerdasan emosional dan kualitas kehidupan kerja terhadap komitmen organisasional dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Metode: Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah tenaga kesehatan di unit rawat inap. Teknik sampling menggunakan purposive sampling sehingga ditemukan responden sebanyak 77 tenaga kesehatan dengan status karyawan tetap. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three-box method serta PLS-SEM dengan bantuan program Smart-PLS dan SPSS sebagai perbandingan. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa membuktikan bahwa secara simultan dan parsial, kecerdasan emosional, kualitas kehidupan kerja dan budaya organisasi berpengaruh terhadap komitmen organisasional Budaya organisasi mampu memperkuat pengaruh kecerdasan emosional terhadap komitmen organisasional, sedangkan budaya organisasi tidak mampu memoderasi pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap komitmen organisasional. Kesimpulan: Budaya organisasi merupakan variabel dominan yang mampu meningkatkan komitmen organisasional.
PENGARUH SISTEM PENILAIAN KINERJA DAN REMUNERASI TERHADAP KOMITMEN NORMATIF DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERAWAT RAWAT INAP DI RS BHAKTI MULIA
RESPATI, RUSVI;
DEWI, SANDRA;
HILMY, MOHAMAD REZA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8499
Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menginformasikan banyaknya perawat yang mengundurkan diri di tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh sistem penilaian kinerja dan remunerasi terhadap komitmen normatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain kausalitas. Populasi yang digunakan adalah perawat rawat inap. Teknik sampling menggunakan non-probability, dengan perhitungan menggunakan rumus slovin tingkat kesalahan 5% sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method serta PLS-SEM. Hasil analisa membuktikan bahwa secara sistem penilaian kinerja dan remunerasi berpengaruh terhadap komitmen normatif dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Sehingga dengan kepuasan kerja maka sistem penilaian kinerja dan remunerasi dapat lebih tinggi mempengaruhi komitmen normatif, serta kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap komitmen normatif dan mampu mengintervensi pengaruh sistem penilaian kinerja dan remunerasi, Sistem penilaian kinerja merupakan variabel dominan yang mampu meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen normatif, sedangkan remunerasi merupakan variabel terendah dalam meningkatkan kepuasan kerja dan komitmen normatif.
PENGARUH FASILITAS PELAYANAN DAN PEMASARAN SOSIAL MEDIA TERHADAP LOYALITAS PASIEN, KEPERCAYAAN SEBAGAI INTERVENING PADA PASIEN RAWAT JALAN RS X JAKARTA BARAT
WAHYUNI, VANIA;
RUSWANTI, ENDANG;
DEWI, SANDRA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8500
Pendahuluan: Penelitian ini dilandaskan hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah pasien kategori non-BPJS di tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap secara empiris pengaruh fasilitas pelayanan dan pemasaran media sosial terhadap loyalitas pasien dengan kepercayaan sebagai variabel intervening. Metode: Jenis penelitian termasuk dalam kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi yang digunakan adalah pasien rawat jalan Non-BPJS. Teknik sampling menggunakan nonprobability, dengan perhitungan yang mengalikan jumlah indikator dengan 5 kali observasi, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 185 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan metode analisa menggunakan analisa three box method serta PLS-SEM dengan bantuan program Smart-PLS. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisa membuktikan bahwa fasilitas pelayanan dan pemasaran sosial media berpengaruh terhadap loyalitas pasien dengan kepercayaan sebagai variabel intervening. Fasilitas pelayanan dan pemasaran sosial media berpengaruh terhadap kepercayaan. Kesimpulan: Fasilitas pelayanan, pemasaran sosial media dan kepercayaan berpengaruh terhadap loyalitas pasien, dan kepercayaan merupakan variabel dominan yang mampu meningkatkan loyalitas pasien.