cover
Contact Name
Eko Sumartono
Contact Email
ekosumartono@relawanjurnal.id
Phone
+6282138129668
Journal Mail Official
ekosumartono@relawanjurnal.id
Editorial Address
Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu Jl. Merapi Raya No.Kel, Kebun Tebeng, Kec. Ratu Agung, Kota Bengkulu, Bengkulu 38226
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Journal of Nursing and Public Health (JNPH)
ISSN : 23387033     EISSN : 27220613     DOI : https://doi.org/10.37676/jnph.v8i1
Core Subject : Health,
Journal of Nursing and Public Health is an open access and peer-reviewed journal. Journal of Nursing and Public Health is an international journal which provides a forum for publishing the scientific works of nurse practitioners, academics, and researchers. It publishes original papers, reviews and short reports on all aspects. The journal is published regularly in every year.  Journal of Nursing and Public Health considers submissions on any aspect of public health across age groups and settings. The focus and scopes of the journal include adult Nursing, Emergency nursing, Gerontological nursing, Community nursing, Mental health nursing, Pediatric nursing, Maternity nursing, nursing leadership and management, complementary and alternative medicine (CAM) in nursing, education in nursing, Public health practice and impact, Epidemiology and Biostatistic, Applied Epidemiology, Need or impact assessments, Health service effectiveness, management and re-design, Health Protection including control of communicable diseases, Health promotion and disease prevention, Evaluation of public health programmes or interventions, Public health governance, audit and quality, Public health law and ethics, Health policy and administration, Capacity in public health systems and workforce, Public health nutrition, Environmental health, Occupational health and safety, Reproductive health and Maternal and child health, science, philosophy, and practice of public health, especially in under-developed and developing countries. Journal of Nursing and Public Health is published by Universitas Dehasen Bengkulu in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) and Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ).  It is aimed at all public health practitioners and researchers and those who manage and deliver public health services and systems. It will also be of interest to anyone involved in provision of public health programmes, the care of populations or communities and those who contribute to public health systems in any way. This is not an exhaustive list and the Editors will consider articles on any issue relating to nursing and public health.
Articles 420 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUREUBO KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT FASSA, MUHAMMAD; AMIN, FAUZI ALI; ARBI, ANWAR
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8503

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Diare merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian. Berdasarkan data Puskesmas Meureubo tahun 2022, Puskesmas Meureubo memiliki persentase tertinggi kasus diare pada balita sebanyak 67%. Penelitian bertujuan mengetahui mengetahui hubungan sumber air bersih, sarana jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, pembuangan air limbah, pengetahuan ibu, pendidikan ibu, status gizi, personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo, Kecamatan Meureubo. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Dilaksanakan 13-29 Mei 2023. Populasi seluruh balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Meureubo, sebanyak 97 sampel. Desain sampel menggunakan proportional random sampling secara proporsional dengan jumlah sebanyak 97 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan Stata 15 meliputi univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian univariat menunjukkanhubungan sumber air bersih (p-value: 0,0001), sarana jamban (p-value: 0,013), pengelolaan sampah rumah tangga (p-value: 0,0001), pembuangan air limbah (p-value: 0,0001), pengetahuan ibu (p-value: 0,0001), pendidikan ibu (p-value: 0,036), status gizi (p-value: 0,022) dan personal hygiene dan sanitasi lingkungan (p-value: 0,0001) dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan: Kejadian diare pada balita di Puskesmas Meureubo dipengaruhi oleh faktor sanitasi, pengetahuan ibu, dan status gizi. Diperlukan perbaikan akses air bersih, fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, serta peran aktif tenaga kesehatan dan pemerintah dalam pencegahan diare.
STUDY FENOMENOLOGI IMPLEMENTASI PELAYANAN POS KESEHATAN DESA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMBAH SABIL KABUPATEN ACEH BARAT DAYA KARISMA, AJA TIARA; ARAMICO, BASRI; GUSWENI, MIRA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8504

Abstract

Pendahuluan: Poskesdes merupakan suatu usaha pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana gambaran implementasi tentang pemanfaatan pelayanan Pos Kesehatan Desa. Metode: Penelitian kualitatif ini bersifat fenomenologi. Jumlah informan sebanyak 19 orang yang terdiri dari 1 Kepala Puskesmas, 1 Kepala Desa, 7 Bidan Desa, dan 7 Masyarakat, dan 3 kader dengan teknik pengumpulan data melakukan wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan sudah sesuai dengan SOP Poskesdes, tenaga kesehatan telah melakukan upaya peningkatan pemanfaatan poskesdes. Bangunan poskesdes secara fisik belum memandai, tidak adanya dana desa dan kurangnya keterlibatan aparatur desa. Kesimpulan: Kesimpulan Implementasi Pelayanan Poskesdes di Wilayah Kerja Puskesmas Lembah Sabil masih belum memadai karena belum mengikuti secara penuh Petunjuk Teknis Pengembangan dan Penyelenggaraan Kemenkes tentang Poskesdes. Saran diharapkan Puskesmas dan bidan dalam implementasi pelayanan menyesuaikan dengan Petunjuk Teknis kemenkes tentang Poskesdes.
HUBUNGAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA DI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH SARI, CINDY CINTA; ICHWANSYAH, FAHMI; SEPTIANI, RIZA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8505

Abstract

Pendahuluan: Fenomena game online membuat remaja kecanduan hingga menghabiskan waktu istirahat untuk bermain game online, sehingga menimbulkan masalah kualitas tidur remaja. Jika kualitas tidur menjadi buruk, dampaknya akan menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan mental pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bermain game online dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian 277 siswa diperoleh sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 73 siswa di SMA Negeri 11 Banda Aceh. Analisis spss menggunakan uji chi-square. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 39,73% siswa SMA Negeri 11 Banda Aceh memiliki kualitas tidur yang baik, sementara 60,27% mengalami kualitas tidur yang buruk. Sebagian besar siswa (78,08%) bermain game dalam waktu lama, dengan 75,34% bermain di rumah dan 75,34% memiliki gadget pribadi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama waktu bermain game (P-Value = 0,001) dan status kepemilikan gadget (P-Value = 0,033) dengan kualitas tidur siswa. Namun, tempat bermain game tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kualitas tidur (P-Value = 0,637). Kesimpulan : Penelitian ini menemukan bahwa lama waktu bermain game dan kepemilikan gadget pribadi berhubungan signifikan dengan kualitas tidur siswa, di mana durasi bermain game yang panjang dan kepemilikan gadget pribadi cenderung menurunkan kualitas tidur. Namun, tidak ada hubungan signifikan antara tempat bermain game dan kualitas tidur. Orang tua perlu membatasi penggunaan gadget anak, terutama di malam hari, sementara sekolah dapat berperan dalam edukasi kesehatan tidur melalui kebijakan dan program yang mendukung pola tidur sehat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR LB, ROSMAINI; ARBIE, ANWAR; FAHDHIENIE, FARRAH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8514

Abstract

Pendahuluan: Rendahnya cakupan konsumsi tablet Fe dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, efek samping, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Di Indonesia, cakupan konsumsi ≥90 butir selama kehamilan mencapai 81%, sementara di Kabupaten Aceh Besar tahun 2022 hanya 66,2%, dengan Puskesmas Peukan Bada terendah (48,8%). Metode: Penelitian Iini menggunakan metode cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III sebanyak 129 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling dan jumlah sampel sebanyak 56 orang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 2 Februari sampai 6 Maret 2024. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariate menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini memperlihatkan bahwa sebanyak 55,4% tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe, 51,8% memiliki pengetahuan kurang, 46,4% yang multipara, 53,6% yang tidak teratur melakukan pemeriksaan antenatal care 60,7% yang banyak mengalami efek samping dan 48,2% berpendidikan menengah, sehingga pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan p value 0,001, paritas p value 0,003, antenatal care dengan p value 0,008, efek samping dengan p value 0,002 dan pendidikan dengan p value 0,016.Kesimpulan ada hubungan pengetahuan, paritas, antenatal care, efek samping dan pendidikan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe meliputi edukasi yang lebih intensif, pendampingan oleh tenaga kesehatan, keterlibatan keluarga dalam mendukung ibu hamil, serta strategi untuk mengurangi efek samping, sehingga risiko anemia dapat ditekan dan kesehatan ibu serta janin lebih terjaga.
ANALISIS FAKTOR TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS BIROBULI PALU HARDANI, RIRIEN; RUMI, AMELIA; AURELIA, DIVA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i1.8515

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan prevalensi diabetes melitus (DM) setiap tahunnya menjadi salah satu permasalahan dalam dunia medis, salah satu penyebab rendahnya keberhasilan terapi adalah tingkat kepatuhan pengobatan yang rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil pengobatan, tingkat kepatuhan, serta faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pengobatan pasien DM di Puskesmas Birobuli Palu. Metode: Penelitian ini dilakukan secara cross-sectional menggunakan kuesioner MMAS-8 (8-item Morisky Medication Adherence Scale) dimana data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi statistik. Hasil dan Pembahasan: Penggunaan antidiabetes terbanyak adalah melalui terapi oral (80,38%) dengan tingkat kepatuhan pasien tinggi (66,46%). Faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien adalah tingkat pendidikan (p=0,045), frekuensi pengobatan (p=0,019) dan jumlah obat DM (p=0,000). Analisis multivariat menunjukkan tingkat pendidikan (P=0,013) dan jumlah obat DM (P=0,000) memiliki hubungan yang kuat terhadap kepatuhan pasien. Kesimpulan: Pasien DM di Puskesmas Birobuli mayoritas menggunakan antidiabetes oral dan memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi, serta faktor yang berhubungan kuat terhadap kepatuhan pengobatan adalah tingkat pendidikan sedang serta jumlah obat DM yang tunggal.
ANALISIS TINGKAT RISIKO POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE REBA PADA ANGGOTA KASSA STERIL DI INSTALASI CSSD RUMKITAL Dr. MINTOHARDJO JAKARTA PUSAT KEUMALA MUDA, CUT ALIA; DAMANIK, JANO; UTAMI, DESYAWATI; RAHMAH RUSDY, MIRTA DWI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Postur kerja yang dikemukakan oleh Tarwaka adalah posisi tubuh yang diterapkan pada saat seseorang melakukan pekerjaannya. Postur kerja terbagi menjadi 2 yaitu postur netral adalah postur yang baik, karena keadaan seluruh bagian tubuh berada dalam posisi yang wajar atau semestinya ketika melakukan pekerjaan dan postur janggal adalah sebaliknya. Postur kerja yang kurang baik dapat mengakibatkan risiko terjadinya keluhan musculoskeletal pada pekerja. Instalasi CSSD menunjang pendistribusian alat dan bahan yang akan digunakan pada setiap ruangan baik IGD, kamar operasi, rawat inap, ICU, poli klinik, penunjang medic, ruang bayi dan pekerjaan sterilisasi alat-alat medis dengan menggunakan alat bantu mesin autoklaf dan dry heat, khususnya dalam penyiapan kassa steril guna menjaga agar kondisi bahan tidak terkontaminasi. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Hasil dan Pembahasan: Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tekniktotal sampling dimana jumlah sampel yang diambil adalah 10 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dengan analisa risiko menggunakan metode REBA dan software Ergo Fellow. Pekerja yang memiliki risiko tinggi sebanyak 9 anggota (90%) dan yang memiliki risiko sedang sebanyak 1 anggota (10%). Kesimpulan: Hasil menunjukan bahwa proporsi tertinggi yaitu dengan tingkat risiko tinggi sebanyak 9 anggota dan proporsi terendah dengan tingkat risiko sedang sebanyak 1 anggota.
PENGGUNAAN OVEN SEBAGAI ALTERNATIF PEMANASAN PADA PROSES PEMATANGAN JARINGAN TERHADAP KUALITAS HISTOMORFOLOGI APPENDIX DENGAN PEWARNAAN HE (HEMATOXYLIN-EOSIN) NINGRUM, UMI RAHMAWATI; RAHMAWATI, ULLYA; SUJONO, SUJONO; NURYANI, SITI
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Proses pematangan jaringan meliputi dehidrasi, clearing dan infiltrasi paraffin. Proses pematangan jaringan yang dilakukan menggunakan Automatic tissue processor memudahkan tenaga laboratorium dalam memproses jaringan tetapi juga memerlukan waktu yang cukup lama. Suhu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pematangan jaringan. Suhu berpengaruh di dalam pelebaran celah membrane sel yang berdampak terhadap meningkatkan laju penetrasi dan pertukaran cairan. Penggunaan oven menjadi alternatif pemanasan pada proses pematangan jaringan agar proses menjadi lebih cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengtahui bahwa oven dapat dijadikan sebagai alternatif pemanasan pada proses pematangan jaringan terhadap kualitas histomorfologi Appendix dengan pewarnaan HE (Hematoxylin-Eosin). Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain penelitian post-test only control group yaitu 16 sampel jaringan Appendix dilakukan proses pematangan jaringan menggunakan alat oven sebagai alternatif pemanasan selama 6 jam dan menggunakan Automatic tissue processor selama 16,5 jam sebagai control lalu diamati histomorfologi dari setiap perlakuan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan gambar dan grafik Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian proses pematangan jaringan Appendix menggunakan Automatic tissue processor selama 16,5 jam dan oven suhu 60OC selama 6 jam menghasilkan gambaran yang hampir sama. Kesimpulan: Oven dengan suhu 60OC selama 6 jam dapat digunakan sebagai alternatif pada proses pematangan jaringan terhadap kualitas histomorfologi Appendix dengan pewarnaan HE (Hematoxylin Eosin).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI WILAYAH PUSKESMAS KRANJI KOTA BEKASI NURHASANAH, IMAS; FEBRIYANTY, DEASY; NURMAWATY, DWI; HERYANA, ADE
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi merupakan upaya kesehatan yang paling efektif dan efisien untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya dan dapat menyelamatkan masyarakat dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian, dan juga menimbulkan kekebalan secara aktif terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd imunity. WHO menyebutkan bahwa masih 14 juta anak tertinggal vaksinasi sedangkan untuk membentuk kekebalan kelompok dibutuhkan 95% cakupan imunisasi di masyarakat. Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap berdasarkan Riskesdas 2018 sebesar 58,25%. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian Imunisasi Dasar lengkap pada Bayi usia 12-23 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Kranji Kota Bekasi Tahun 2021.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel 84 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, dan dianalisis dengan uji Chi Square yang dilakukan pada bulan Agustus tahun 2021. Hasil dan Pembahasan: Pada hasil penelitian terdapat 60 responden dengan Imunisasi Dasar Lengkap dan 24 responden dengan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (P=0,005 dan PR=3,146), dan peran kader kesehatan (P=0,035 dan PR=2,308), dan tidak terdapat hubungan antara pekerjaan (P=0,529 dan PR =0,760), pendidikan P=0,721 dan PR=0,753), Pengetahuan P=0,840 dan PR=0,806), Peran petugas kesehatan (P=0,297 dan PR=1,593) dengan Imunisasi dasar Lengkap. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian disarankan agar ada penyuluhan tentang imunisasi kepada masyarakat, melakukan sweeping kepada bayi yang memiliki jadwal imunisasi namun tidak datang untuk imunisasi, membuat komunitas pada ibu ibu agar dapat bertukar informasi tentang imunisasi.
FAKTOR PSIKOSOSIAL DAN KESEJAHTERAAN MENTAL PENGEMUDI OJEK ONLINE DI BENGKULU: STUDI MIXED-METHODS TENTANG BEBAN KERJA, DUKUNGAN SOSIAL, DAN DINAMIKA EKONOMI HABIBI, JULIUS
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh faktor psikososial terhadap kesejahteraan mental pekerja ojek online di Bengkulu, dengan fokus pada beban kerja, dukungan sosial, tekanan pelanggan, dan keseimbangan kehidupan kerja. Penelitian mixed-methods ini mengkaji faktor psikososial yang memengaruhi kesejahteraan mental pengemudi ojek online di Bengkulu, Indonesia. Data kuantitatif dari survei terhadap 100 pengemudi menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif (β = -0,362, *p* < 0,01), sedangkan dukungan sosial berpengaruh positif (β = 0,423, *p* < 0,01) terhadap kesejahteraan mental. Tekanan pelanggan dan keseimbangan kerja-kehidupan tidak signifikan. Temuan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 10 partisipan mengungkap tekanan algoritmik (sistem penilaian tidak transparan, target harian tidak realistis) dan stigma sosial sebagai pemicu stres utama, diperparah oleh ketidakpastian ekonomi akibat penghasilan tidak stabil dan ketergantungan pada utang. Penelitian ini memperluas Teori Job Demands-Resources dengan memperkenalkan tekanan algoritmik sebagai tuntutan kerja baru dan kerentanan ekonomi sebagai mediator. Rekomendasi praktis mencakup reformasi platform (algoritma transparan, pembatasan beban kerja) serta kebijakan pemerintah (layanan kesehatan mental, perlindungan sosial). Integrasi temuan kuantitatif-kualitatif menegaskan pentingnya intervensi holistik yang menjangkau ketidakadilan sistemik dan penguatan dukungan komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan mental pekerja ojek online.
HEMODINAMIK DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP JUMLAH URINE SELAMA 24 JAM DARWIS, DARWIS; SARI, FIKITRI MARYA; FAUZI, YUSRAN
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kurang mengonsumsi air putih dalam jangka panjang akan mengakibatkan seseorang mengalami dehidrasi berat. Dehidrasi berat dapat mengakibatkan kerusakan pada organ ginjal. Hal ini disebabkan karena dehidrasi berat akan mengurangi sirkulasi volume darah ke ginjal dan pada akhirnya akan merusak fungsi organ. Rusaknya fungsi organ ginjal akan menimbulkan berbagai macam penyakit ginjal salah satunya adalah cedera ginjal akut. Metode: Penelitian ini merupakan jenis survey, yang bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui jumlah urine pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Bengkulu Jurusan Promosi Kesehatan. Sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat satu Jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu sebanyak 94 orang dengan menggunakan teknik sitematik random sampling. Data primer dikumpulkan melalui penugasan penampungan urine selama 24 jam, pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan dan nadi dilakukan di kelas. Data diolah dengan teknik analisis deskriptif dan korelasi. Hasil dan Pembahasan: Hasil Uji Korelasi Terdapat hubungan tekanan darah diastole dengan jumlah urine selama 24 jam, tidak ada hubungan frekuensi denyut nadi, tekanan darah Systolik dan indeks masa tubuh dengan jumlah urine. Ada hubungan denyut nadi dengan tekanan darah diastolic. Tidak ada hubungan denyut nadi dengan indeks masa tubuh . tidak ada hubungan tekanan darah baik sistolik maupun diastolic dengan indeks masa tubuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan tekanan darah diastole dengan jumlah urine selama 24 jam, ada hubungan denyut nadi tekanan darah dan tidak ada hubungan frekuensi denyut nadi, tekanan darah systolik dan indeks masa tubuh dengan jumlah urine. Untuk menjaga pola hidup sehat terkhusus menjaga hidrasi tetap stabil dianjurkan nengkosumsi air minum pria untuk mengkonsumsi 3 liter (13 gelas) dan perempuan mengkonsumsi 2,2 liter (9 gelas) dari total minuman dalam sehari, untuk menghindari terjadinya dehidrasi dan gangguan ginjal.