Journal of Midwifery
The Journal of Midwifery is a peer reviewed free open access Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu, Bengkulu, Indonesia. Midwifery publishes the latest peer reviewed international research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity care for childbearing women, their babies and families. The journals publications support midwives and maternity care providers to explore and develop their knowledge, skills and attitudes informed by best available evidence. Midwifery provides an international, interdisciplinary forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. Midwifery articles cover the cultural, clinical, psycho social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems. This professional journal provides a venue for the publication of research relevant to midwifery and reproductive health practice by specialists and researchers in various disciplines including midwifery, reproductive health, maternal and child health, obstetrics and gynecology, sexual health promotion, womens health and nursing. It publishes quantitative and qualitative original articles, review articles, short communications, case reports and letters to the editor in a broad range of clinical and interdisciplinary topics including sexual and reproductive health, maternal and child health, safe pregnancy and normal childbirth, adolescent health, family planning, menopause, screening of gynecological cancers, infertility holistic care, womens mental health, psychosocial and ethical aspects of womens health, counseling and educational interventions in reproductive health and midwifery, womens empowerment and reproductive rights. The journal welcomes the highest quality scholarly research that employs rigorous methodology. Midwifery is a leading international journal in midwifery and maternal health and employs a double blind peer review process.
Articles
201 Documents
PENGARUH AROMATERAPI TERHADAP TINGKAT KEPARAHAN PREMENSTRUAL SYNDROME
IRMA HAMDAYANI PASARIBU
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4436
Premenstrual Syndrome (PMS) adalah suatu kondisi yang biasanya terjadi pada wanita pada fase luteal siklus menstruasi, biasanya berlangsung 7-14 hari sebelum menstruasi. Sebagian besar wanita usia subur mengalami beberapa gejala menstruasi. Premenstrual syndrome ditandai dengan gejala fisik, emosional dan perilaku yang secara signifikan mempengaruhi kehidupan sehari-hari seorang wanita, termasuk pekerjaan dan aktivitas sehari-hari yang terjadi selama fase luteal dan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah menstruasi. Aromaterapi merupakan salah satu cara nonfarmakologi untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Aromaterapi dapat menurunkan tingkat kecemasan, stres, mual, muntah dan nyeri. Menurut berbagai penelitian, minyak aromaterapi baik dari berbagai jenis bunga dan kayu berkhasiat dalam pengobatan dan psikoterapeutik. Minyak esensial kenanga memiliki sifat terapeutik sebagai antidepresan dan diindikasikan untuk kecemasan, frustrasi, ketegangan saraf. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi kenanga terhadap tingkat keparahan PMS. Penelitian ini merupakan quasy eksperimental dengan menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling, dengan menggunakan kuesioner The Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) untuk mengetahui adanya gejala-gejala PMS. Sampel penelitian sebanyak 38 orang mahasiswi Kebidanan Unsika Angkatan 2019-2020. Hasil uji Paired T-Test diperoleh p-value = 0,00 (< 0,05), bahwa ada perubahan tingkat keparahan PMS setelah diberikan aromaterapi kenanga, yang artinya ada pengaruh aromaterapi kenanga terhadap penurunan tingkat keparahan PMS.
KHASIAT AROMATERAPI LAVENDER DAN AROMATERAPI LEMON TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA DI BPM INDRA ISWARI
LEZI YOVITA SARI;
NIMAS AYU LESTARI NURJANAH;
DESI AULIA UMAMI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4438
Persalinan merupakan saat yang dinanti-nantikan ibu hamil untuk merasakan kebahagiaan yang didambakan. Namun bagi beberapa wanita, persalinan kadang diliputi oleh rasa takut dan cemas terhadap rasa nyeri saat persalinan. Terdapat banyak metode untuk mengatasi nyeri persalinan. Cara untuk mengatasi nyeri persalinan, yaitu dengan metode farmakologis dan non- farmakologis. Cara non farmakologis dengan pemberian aromaterapi lavender dan aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh aromaterapi lavender dan aromaterapi lemon terhadap penurunan intensitas nyeri pada persalinan primigravida. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) dengan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group pretest and posttest. Penelitian ini dilakukan di BPM Indra Iswari Jumlah Sampel Pada Penelitian ini sebanyak 20 orang ibu bersalin primigravida. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada tingkat intensitas nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol p value (0,000) . Pelayanan kesehatan dapat mengaplikasikan metode aromaterapi lavender dan aromaterapi lemon sebagai metode asuhan untuk ibu bersalin yang mengalami nyeri sehingga ibu bersalin dapat menjalankan proses persalinan menjadi nyaman.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP MINAT IBU DALAM PIJAT BAYI DI BPM BIDAN IDA LAILA KOTA BENGKULU
RONALEN BR. SITUMORANG;
YESI PUTRI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4439
Pijat bayi secara tradisional lebih dahulu dikenal oleh masyarakat Indonesia dibandingkan dengan pijat bayi berdasarkan penelitian medis (Martin, dalam Uswatun, 2017). Di Indonesia cukup banyak bayi yang mengalami masalah gangguan tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur seperti sering terbangun di malam hari. Pijat bayi sudah lama dikenal dimasyarakat kita, namun masih banyak masyarakat kita yang belum mengerti dan belum mengetahui manfaat dari pada pijat bayi. Terapi pijat pada anak dan orang dewasa sudah berlangsung lama termasuk pijat pada bayi secara tradisional. Tujuan penelitian ini adakah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Minat Ibu Dalam Pijat Bayi di BPM Bidan Ida Laila Kota Bengkulu. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 1-12 bulan berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini adalah Data hasil penelitian ini dapat digunakan dengan menggunakan SPSS statistics 25 dengan uji chi square dengan menunjukkan nilai signifikasi ρ=0,010 <α (0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan sikap dengan minat ibu dalam pijat bayi. Hasil uji chi square dengan menunjukkan nilai signifikasi ρ=0,007 <α (0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan minat ibu dalam pijat bayi di BPM Bidan Ida Laina di kota Bengkulu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan minat ibu dalam pijat bayi di BPM Bidan Ida Laina di Kota Bengkulu tahun 2021. Hasil penelitin ini dapat Menambah sumber kepustakaan tentang materi Pengetahuan dan Sikap Ibu terhadap Minat Ibu dalam Pijat bayi serta sebagai referensi, masukan atau acuan informasi dalam mengembangkan penelitian dengan variabel-variabel yang lain dan metode penelitian yang berbeda.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU SEXTING PADA REMAJA DI SMA NEGERI X JAKARTA SELATAN
TAUFIANIE ROSSITA;
YATRI HILINTI;
YESI PUTRI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4441
Sexting merupakan salah satu penyimpangan seksual yang membuat, menerima ataupun mengirim foto atau video yang berkonten pornografi yang sering dilakukan oleh remaja karena adanya dorongan yang kuat untuk melakukannya yang dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, teman sebaya dan konsep diri karena ketagihan oleh hal-hal yang berkonten porno. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pola asuh orang tua, teman sebaya, dan konsep diri terhadap perilaku sexting pada remaja di sma negeri X jakarta selatan. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 90 remaja sebagai responden. Metode analisis menggunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan variabel Perilaku sexting pada remaja dipengaruhi langsung pola asuh orang tua 7,31,teman sebaya 19,26%, konsep diri 13,08%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung perilaku sexting adalah sebesar 83,34%. Dengan demikian ditarik kesimpulan bahwa semakin besar pengaaruh teman sebaya yang didapat remaja maka semakin besar pula perilaku remaja untuk melakukan sexting dan sebaliknya semakin rendah sumber informasi yang didapat remaja maka semakin rendah pula perilaku sexting yang dilakukan. Saran peneliti adalah remaja dapat mengendalikan dirinya dari pengaruh teman yang tidak baik, menjauhi diri dari keterpaparan media massa yang berkonten pornografi, hal tersebut juga membutuhkan pengawasan dari orang tua dan guru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG AKUPRESUR DENGAN KEJADIAN DISMENORE DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN HARSALLAKUM KOTA BENGKULU
YATRI HILINTI;
MEPI SULASTRI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4442
Pendahuluan: Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia tahun 2016 angka dismenore terjadi sebesar 64,25% yang dibagi menjadi dua yaitu dismenore primer sebesar 54,89% dan dismenore sekunder sebesar 9,36%. Biasanya gejala dismenore primer terjadi pada wanita usia produktif 1-5 tahun setelah mengalami haid pertama dan wanita yang belum pernah hamil. Kebanyakan perempuan di Indonesia yang mengalami dismenore tidak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Data menunjukkan 90% perempuan Indonesia pernah mengalami dismenore. Prevalensi angka kejadian dismenore di Indonesia menurut Jurnal Occupational Environtmental yaitu dismenore primer (54,98 %) dan dismenore sekunder (9,36% ). .Hal yang mampu menggambarkan perilaku untuk mendorong masyarakan dalam upaya pencegahan adalah pengetahuan, sikap dan tindakan tokoh masyarakat atau pemerintah. Pondok pesantren Al-Qur’an Harsallakum memiliki 432 siswi yang berusia remaja. Data dari UKS menunjukkan rata-rata 5 siswi datang ke UKS dengan keluhan nyeri saat menstruasi yang mengganggu konsentrasi mereka mengikuti pembelajaran di sekolah dan asrama setiap bulannya. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 siswi dari seluruh total populasi. Hasil dan Pembahasan: Terdapat 54 (84,3%) dari siswa yang mengalami dismenore memiliki pengetahuan yang kurang tentang akupresur, sedangkan 12 (80%) dari siswa yang tidak mengalami dismenore memiliki pengetahuan yang cukup. Setelah dilakukan analisis chi-square Test dengan Likelihood Ratio hubungan pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore diperoleh nilai signifikansi (p value) 0,000 atau lebih kecil dari (alpha) = 0,05 yang menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore di Pondok Pesantren Al-Qur’an Harsallakum Kota Bengkulu. Kesimpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore di Pondok Pesantren Al-Qur’an Harsallakum Kota Bengkulu.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN SUAMI DENGAN PELAKSANAAN PIJIT ENDORPHIN PADA IBU PASCA PERSALINAN DI BPM “J” BENGKULU
YESI PUTRI;
LEZI YOVITA SARI;
TAUFIANIE ROSSITA
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4443
Pengetahuan manusia didasari oleh rasa ingin tahu, usaha dalam mencari tahu, dan dari pengalaman yang dimilik. Dalam kaitannya dengan pemeliharaan kesehatan, individu merespon perilaku lingkungan, perilaku kesehatan untuk dirinya sendiri. Munculnya endorfin dalam tubuh bisa dipicu melalui berbagai kegiatan, seperti pernafasan yang dalam, relaksasi dan mediasi. Sensasi relaksasi pada ibu disarankan melalui: terapi pijat, akupunktur, yoga, olahraga, relaksasi, hipnosis, music terapi dan aromaterapi. Melalui peningkatan peran suami pada masa nifas dalam memberikan pijat endorphin lembut penuh cinta, dapat membantmnu merangsang produksi hormone endorphin yang dapat membantu mengendalikan perasaan stress, melepaskan perasaan tidak nyaman setelah proses persalinan, meningkatkan relaksasi otot, melepaskan perasaan tidak nyaman dan meningkatkan system kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah masalah psikologis selama masa postpartum. Tujuan Penelitian : Hubungan Pengetahuan Dan Peran Suami Dengan Pelaksanaan Pijit Endorphin Pada Ibu Pasca Persalinan di BPM “J” Bengkulu. Desain Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik yang digunakan adalah pendekatan Cross Sectional. Hasil Penelitian: Hasil Penelitian berdasarkan Chi-Square Test, hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan pijit endorphin pada ibu pasca persalinan diperoleh p=0.001, dan hubungan peran suami dengan pelaksanaan pijit endorphin pada ibu pasca persalinan diperoleh p=0,000. Kesimpulan: Terdapat Hubungan pengetahuan dan peran suami dengan pelaksanaan pijit endorphin pada pasca persalinan di BPM “J” Bengkulu.
PENGARUH PIJAT LAKTASI TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI RSUD CENGKARENG
DIAN PRIHARJA PUTRI;
NOVI KHUSNUL KHOTIMAH
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4535
Latar Belakang Manfaat ASI yang besar tidak diimbangi oleh peningkatan perilaku ibu dalam pemberian ASI, sehingga banyak bayi tidak mendapatkan ASI dengan baik. Alasan keengganan ibu untuk menyusui adalah rasa sakit dan kelelahan saat menyusui, serta kekhawatiran ibu mengenai perubahan payudara setelah menyusui (Astutik, 2019). ASI ekslusif diberikan sampai bayi berumur 6 bulan dan dapat dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun. Rata-rata pemberian ASI eksklusif di dunia tahun 2020 berkisar 44% atau hanya meningkat 6% dari tahun 2016 (38%) (WHO, 2020). Rendahnya pemberian eksklusif berdampak pada kualitas dan daya hidup generasi penerus. Di Indonesia, 96% perempuan memberikan ASI pada anak, namun hanya 42% anak yang mendapatkan ASI eksklusif (PAS, 2018). Hanya 52,5% dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia. Angka tersebut menurun 12% dari tahun 2019 (Riskesdas, 2021). Tujuan penelitian Mengetahui pengaruh pijat laktasi terhadap pengeluaran ASI pada ibu pospartum di RSUD Cengkareng. Metodologi penelitian Penelitian ini adalah quasy experiment dengan pendekatanp pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 40 ibu postpartum minggu pertama di Ruang Rambutan RSUD Cengkareng yang dibagi menjadi dua kelompok, intervensi dan kontrol. Pengeluaran ASI diukur menggunakan kuesioner Pengeluaran ASI. Hasil Penelitian Analisis oleh paired sample t-test didapatkan nilai p value < 0,05 (0,000) yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara pijat laktasi dengan pengeluaran ASI pada ibu postpartum di RSUD Cengkareng. Kesimpulan dan saran Pijat laktasi berpengaruh terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum di RSUD Cengkareng. Agar produksi ASI dapat melimpah, perlu dilakukan pijat laktasi agar ibu merasa nyaman sehingga ibu dapat memberikan ASI eksklusif.
ANALISIS DATA SDKI 2017: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI PROVINSI BENGKULU
LINDA YULYANI;
FITRI RAMADHANIATI;
SRI NENGSI DESTRIANI;
YETTI PURNAMA
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4537
Pendahuluan: Pada tahun 2020 Provinsi Bengkulu merupakan provinsi dengan dengan prevalensi pernikahan dini tertinggi di pulau sumatera yaitu sebsar 14,33%. Selain itu, data yang dikeluarkan BPS pada tahun 2021, menunjukkan bahwa diantara perempuan berumur 10 tahun keatas di Provinsi Bengkulu, 37,48 % diantaranya melakukan pernikahan pertama sebelum usia 19 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini. Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling. Terdapat 155 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi penelitian yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan analisis chi-square dan spearman rank sesuai dengan skala data setiap variable. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (ρv=0.000), Wilayah tempat tinggal (ρv=0.002), dan indeks kekayaan (ρv=0,000) berhubungan dengan kejadian pernikahan dini. Sementara itu tidak ada hubungan antara pekerjaan dan jarak pernikahan dengan kelahiran anak pertama dengan kejadian pernikahan dini. Kesimpulan: pernikahan dini di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor tingkat pendidikan, tipe wilayah tempat tinggal, dan indeks kekayaan. Oleh karena itu, upaya untuk menangani permasalahan pernikahan dini memerlukan usaha yang komprehensif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU TENTANG PIJAT BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU
SYAMI YULIANTI;
LEZI YOVITA SARI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4540
Pendahuluan: Pijat bayi merupakan teknik relaksasi yang diberikan pada anak bayi dan balita yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan pada pijat bayi yang dilakukan oleh ibu akan memberikan stimulasi pada panca indra dan perkembangan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pijat bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik correlation dengan rancangan cross sectional. Populasi peneletian ini adalah semua ibu yang memilki bayi usia 0-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Sampel penelitian sejumlah 33 orang diambil secara proportional random sampling. Variabel independent adalah pengetahuan ibu tentang pijat bayi dan variable dependent adalah sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Scooring, Tabulating dan uji statistik Chi square Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan analisis dan pembahasan maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) pengetahuan ibu tentang pijat bayi pada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu sebagian besar cukup, (2) sikap ibu tentang pijat bayi pada ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu sebagian besar baik, (3) terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu pijat bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Kesimpulan: ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pijat bayi terhadap sikap ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MEDIA EDUKASI WEBLOG DAN LEAFLET TENTANG PENGETAHUAN TANDA BAYI CUKUP ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LINGKAR BARAT KOTA BENGKULU
TRI ENDAH SURYANI;
BIMA SURYANTARA;
SISWANTO PABIDANG
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37676/jm.v11i1.4542
Pendahuluan: Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi sempurna bagi bayi karena ASI memiliki banyak manfaat. WHO dan UNICEF merekomendasikan bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan. Pemberian ASI dimulai pada 1 jam pertama kehidupan. Namun masih banyak ibu yang gagal memberikan ASI dikarenakan ibu merasa ASI-nya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Kurangnya pemahaman ibu tentang tanda bayi cukup ASI sering menjadi penyebab ibu memberikan nutrisi lain selain ASI sehingga menyebabkan rendahnya cakupan pemberian ASI Ekslusif. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya pengetahuan ibu. Dalam mencapai keberhasilan ASI Ekslusif diperlukan peningkatan pengetahuan ibu sejak masa kehamilan dengan memberikan edukasi kesehatan. Agar informasi yang diberikan mudah dimengerti maka diperlukan media yang menarik dan lebih mudah diterima oleh sasaran. Tujuan penelitian yaitu mengetahui perbedaan efektivitas media edukasi weblog dan leaflet tentang pengetahuan tanda bayi cukup ASI. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan desain pretest-posttest with control group design. Populasi penelitian ibu hamil primigrapida TM III sebanyak 38 ibu hamil. Teknik sampling total sampling terdiri dari 16 responden masing-masing kelompok. Analisis menggunakan paired t-test dan independent t-test. Mendapatkan Ethical Clearance dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Hasil dan Pembahasan: Selisih skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi kelompok eksperimen uji paired t-tes (18,84 dengan p=0,000). Hasil paired t-tes selisih skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi kelompok kontrol (11,72 dengan p=0,000). Berdasarkan uji independen t-test pada kelompok kontrol dan intervensi dilihat dari perbedaan selisih nilai posttest dan pretest pada masing-masing kelompok didapatkan p value 0,002 berarti ada perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Media edukasi weblog maupun media leaflet sama-sama mampu meningkatkan pengetahuan ibu, akan tetapi media edukasi weblog lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda bayi cukup ASI dibandingkan media leaflet.