cover
Contact Name
Yasinta Embu Ika
Contact Email
sinta83ika@gmail.com
Phone
+6281238607106
Journal Mail Official
melkycitra15@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sam Ratulangi Kampus 1 Universitas Flores Kel. Paupire Kec. Ende Tengah Kab. Ende Propinsi NTT Telp. (0381) 21094 Fax. (0381) 21536
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Optika : Jurnal Pendidikan Fisika
Published by Universitas Flores
ISSN : 27158063     EISSN : 27162729     DOI : https://doi.org/10.37478/optika
Core Subject : Science, Education,
OPTIKA adalah jurnal yang mengkomunikasikan kemajuan ilmiah di bidang pendidikan fisika dan ilmu fisika. OPTIKA juga melaporkan temuan baru yang signifikan terkait dengan pendidikan sains (IPA) pada tingkat dasar dan menengah, termasuk: pengembangan media pembelajaran, pengembangan metode pembelajaran, penerapan metode pembelajaran, dan beberapa aplikasi fisika.
Articles 275 Documents
AMBANG KEPUTUSAN PENERIMAAN MODUL PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN UJI BINOMIAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA Irenta Irenta; Hamdi Akhsan; Sardianto Markos Siahaan
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7906

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proporsi minat siswa terhadap modul pengajaran fisika menggunakan uji binomial satu sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif satu kelompok (single-group descriptive survey) yang melibatkan 30 siswa kelas X SMA Yadika Baturaja. Data dikumpulkan melalui kuesioner satu item dikotomi (tertarik/tidak tertarik) yang telah divalidasi konten oleh tiga ahli pendidikan fisika. Analisis data menggunakan uji binomial satu sampel (p? = 0,6; ? = 0,05), interval kepercayaan Clopper-Pearson 95%, analisis daya, dan Fisher's Exact Test untuk perbandingan gender. Hasil menunjukkan 80% siswa (n = 24) menyatakan minat, secara signifikan melampaui ambang penerimaan 60% (p = 0,017). Interval kepercayaan 95% (0,61-0,92) dan analisis daya (0,73) memperkuat validitas inferensi. Analisis komparatif mengungkap perbedaan minat signifikan berdasarkan gender (p < 0,05) dengan kecenderungan lebih tinggi pada siswa perempuan. Secara metodologis, integrasi uji binomial eksak dan analisis nonparametrik terbukti merupakan kerangka inferensial yang rigor untuk evaluasi data dikotomi dalam penelitian pendidikan berskala kecil.
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN EFEK HALL PADA BAHAN SEMIKONDUKTOR MENGGUNAKAN SENSOR TEGANGAN DC DAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO Likha Afrianti Putri; Andi Rosman; Ummu Kalsum; Nur Aisyah Humairah; Mutmainnah Badu; Fatmawati Fatmawati; Deskiana Linda
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7922

Abstract

Efek Hall merupakan salah satu fenomena penting dalam karakterisasi bahan semikonduktor. Pemanfaatannya dalam penelitian maupun pembelajaran sangat penting untuk memahami sifat kelistrikan material, akan tetapi sistem pengukuran konvensional umumnya membutuhkan peralatan yang mahal dan kompleks Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran efek Hall yang sederhana, efisien, dan ekonomis dengan menggunakan sensor tegangan DC yang diintegrasikan dengan mikrokontroler Arduino UNO sebagai pusat akuisisi data. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen yang meliputi perancangan rangkaian pengukuran, pemrograman Arduino untuk pembacaan data tegangan Hall, serta pengujian sampel semikonduktor dengan variasi arus listrik dan medan magnet. Data hasil pembacaan sensor tegangan DC dibandingkan dengan nilai tegangan pada power supply untuk melihat nilai akurasi sensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi tegangan Hall dengan baik pada tegangan minimal 0,64 V dan tegangan maksimal 0,88 V. Sementara pada arusnya berada pada nilai minimal 0,006 mA dan nilai maksimalnya 2,185 mA. Data arus dan tegangan Hall yang diperoleh melalui sensor tegangan DC menghasilkan persamaan y =0,3135ln(x) + 3,4297 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9787 yang menandakan tingkat kesesuaian sangat tinggi dengan teori. Nilai rata-rata error yang diperoleh sebesar 2,77% menunjukkan akurasi sistem pengukuran yang cukup baik. Dengan demikian, sistem pengukuran efek Hall berbasis sensor tegangan DC dan Arduino UNO yang dirancang terbukti mampu memberikan hasil pengukuran dengan tingkat akurasi tinggi dan kesesuaian yang sangat baik terhadap teori, sehingga layak digunakan sebagai instrumen alternatif dalam penelitian maupun pembelajaran sifat kelistrikan semikonduktor.
PENGARUH MODEL PBL BERBASIS TPACK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ni Made Meriantari; Rai Sujanem; Ina Yuliana
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika SMA pada materi gelombang bunyi antara kelas yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbasis TPACK dan PBL konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment research dengan desain one-way non-equivalent pretest-posttest control group design. Populasi yang digunakan terdiri atas 5 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 177 orang. Sampel yang digunakan terdiri dari 2 kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling sebanyak 69 siswa yang tersebar pada kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas kontrol sebanyak 34 siswa. Instrumen keterampilan berpikir kritis yang digunakan yaitu tes esai sebanyak 10 soal. Hasil pretest-posttest dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji ANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Secara deskriptif, rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji ANCOVA menujukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa ( ; p ) serta kontribusi sebesar 40,6%. Dengan demikian, terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL berbasis TPACK dan siswa yang belajar menggunakan PBL konvensional.. Implikasi penelitian mengindikasikan bahwa integrasi teknologi yang didukung oleh pedagogik dan konten dalam pembelajaran berbasis masalah mampu mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, khususnya pada pembelajaran fisika yang bersifat abstrak.
ANALISIS PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN HUKUM NEWTON MELALUI PENDEKATAN MIXED METHODS Adilah Hanifah; Oka Saputra; Imam Sucahyo; Hanandita Veda Saphira
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7895

Abstract

Dengan menerapkan pembelajaran berbasis digital diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia, seperti melalui media belajar interaktif menggunakan website dan simulator sederhana. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi profil kemampuan berpikir kritis siswa dengan memanfaatkan penilaian formatif dalam proses pembelajaran fisika di tingkat SMA. Metode penelitian termasuk dalam penelitian pendahuluan dengan sampel 63 siswa SMA di Surabaya, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data meliputi pembagian tes keterampilan beprikir kritis, survei tanggapan siswa, dan wawancara dengan guru fisika. Penelitian ini memberikan hasil yang signifikan pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dengan 32 siswa dalam kategori sangat rendah, indikator terendah adalah inferensi dan tertinggi adalah evalusi. Sedangkan proses pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dapat memengaruhi rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, penting untuk memanfaatkan teknologi, terutama pada media pembelajaran fisika.
OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEPTUAL FISIKA SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERINTEGRASI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DI SMAN 3 PAMEKASAN Wardatuz Zahroh; Fajrus Shodiq; Muji shobirin; Nur Jannah; Arisandi Setiawan; Suprianto Suprianto
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7905

Abstract

Rendahnya pemahaman konseptual siswa pada materi impuls dan momentum masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran fisika, yang salah satunya dipengaruhi oleh dominasi pendekatan berpusat pada guru sehingga keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui penerapan model Discovery Learning yang dipadukan dengan metode eksperimen dan demonstrasi. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas XI A2 SMAN 3 Pamekasan semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan jumlah 36 siswa, melalui tiga siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konseptual dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar secara bertahap, yaitu dari 44% pada siklus I menjadi 67% pada siklus II dan mencapai 78% pada siklus III, disertai peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari 70% menjadi 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Discovery Learning dengan eksperimen dan demonstrasi efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran fisika yang lebih aktif, kontekstual, dan berorientasi pada konstruksi pengetahuan.
DOSIMETRI PASIEN-SPESIFIK TERAPI LUTETIUM-177 PADA KANKER PAYUDARA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Hanna Azmi Fathin; Ari Bangkit Sanjaya Umbu; Rizki Sidik
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7945

Abstract

Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah tentang strategi optimasi protokol dosimetri pasien-spesifik pada terapi radionuklida ¹??Lu. Penelitian juga memberi rekomendasi protokol yang akurat. Metode yang digunakan yaitu systematic literature review (SLR) mengikuti protokol PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan kata kunci "Lutetium-177", "dosimetry", "PSMA", "HER2", dan "protocol optimization" untuk periode 2015-2026. Kriteria inklusi meliputi artikel original, review, dan pedoman klinis tentang dosimetri ¹??Lu. Hasil review menunjukkan bahwa simplifikasi protokol menggunakan single-time-point SPECT pada 168 jam pasca injeksi memberikan estimasi dosis serap (terutama untuk lesi) dengan ketidakpastian 20%, sementara dua time point (24 dan 168 jam) menurunkan ketidakpastian menjadi 13%. Variabilitas antar parameter dalam satu workflow dosimetri mencapai 84%, hal ini menekankan perlunya sebuah standardisasi. Dosis serap organ at risk:  ginjal berkisar 0,35-1,42 mGy/MBq, hati 0,03-1,07 mGy/MBq, dan sumsum tulang 0,005-0,15 mGy/MBq. Kontribusi penelitian ini terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang fisika medis dan kedokteran nuklir adalah tersusunnya rekomendasi protokol dosimetri ¹??Lu yang praktis, akurat, dan terstandardisasi untuk institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Disimpulkan bahwa optimasi protokol dosimetri memerlukan standardisasi metode akuisisi SPECT/CT, kalibrasi kamera gamma, dan koreksi partial volume, dengan protokol simplifikasi satu atau dua time point layak untuk implementasi klinis rutin.
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN LABORATORIUM VIRTUAL PHET PADA MATERI PERUBAHAN ENERGI Kristina Nurmi; Fauziah A; Nursakinah Annisa Lutfin; Afiq Agung
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa SMA kelas X terhadap penggunaan laboratorium virtual PhET pada materi perubahan energi yang berfokus pada aspek keterpahaman materi dan penggunaan software. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana siswa menerima dan mengoperasikan simulasi PhET untuk memahami konsep abstrak dalam materi perubahan energi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei yang disebarkan secara daring kepada 185 siswa di SMAN 2 Polewali yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis konten tematik. Pemilihan metode ini sangat tepat untuk mendeskripsikan distribusi respon subjektif siswa secara sistematis dan objektif tanpa manipulasi variabel. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang sangat positif pada aspek keterpahaman materi dimana fitur interaktif simulasi terbukti efektif membantu siswa bereksperimen dengan variabel secara mandiri dan memperjelas visualisasi konsep fisika yang bersifat abstrak. Namun pada aspek penggunaan software, terdapat beberapa kendala teknis berupa kesulitan navigasi bagi pengguna pemula, berkurangnya keterlibatan emosional jika dibandingkan dengan praktikum tradisional, dan kurangnya panduan materi yang terintegrasi di dalam simulasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa daya tarik visual PhET akan lebih efektif jika dibarengi dengan strategi pedagogis yang tepat untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMA PADA MATERI GAYA DAN GERAK MENGGUNAKAN FCI DAN MODEL RASCH Rahma Malizka; Lina Aviyanti; M. Reza Dwi Saputra; Silmi Fitriani; Abdul Salam
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pengukuran instrumen Force Concept Inventory (FCI) berdasarkan model Rasch serta memetakan miskonsepsi siswa pada materi gaya dan gerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 62 siswa sekolah menengah atas yang telah mempelajari konsep dasar mekanika. Instrumen yang digunakan terdiri atas 30 butir soal pilihan ganda, dan data dianalisis menggunakan perangkat lunak Winsteps untuk mengevaluasi kualitas instrumen serta pemahaman konseptual siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FCI memiliki kualitas pengukuran yang baik, ditunjukkan oleh terpenuhinya unidimensionalitas (22,6%), kesesuaian butir yang memadai, serta reliabilitas yang cukup baik (reliabilitas item = 0,85; reliabilitas person = 0,51). Nilai item separation sebesar 2,41 menunjukkan variasi tingkat kesulitan butir yang baik, sedangkan nilai person separation sebesar 1,01 menunjukkan bahwa variasi tingkat kemampuan siswa masih terbatas. Namun demikian, performa siswa secara keseluruhan masih rendah, dengan rata-rata persentase jawaban benar hanya sebesar 21%, yang mencerminkan rendahnya pemahaman konseptual dan adanya miskonsepsi yang cukup signifikan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa siswa cenderung mengaitkan gerak dengan keberadaan gaya secara terus-menerus serta menghubungkan arah gerak dengan besar gaya yang bekerja. Selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami independensi komponen gerak pada kinematika, khususnya pada konsep gerak peluru. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual dan keterpaduan konsep-konsep fisika untuk membantu mengurangi miskonsepsi siswa secara lebih efektif.
KETERKAITAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA Wahyu Arini; Sulistiyono Sulistiyono
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa program studi pendidikan fisika Universitas PGRI Silampari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-kasualitas dengan sampel jenuh yang melibatkan seluruh mahasiswa aktif. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner self-efficacy yang mengacu pada General Self-Efficacy Scale (GSES) dan tes berbasis soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk menilai kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi uji asumsi klasik.Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,028 < 0,05 dengan nilai t hitung sebesar 2,252, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dan positif antara self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah. Artinya, semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin baik kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah fisika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Temuan ini penting untuk dijadikan dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa demi mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal.
PERBANDINGAN PENGARUH CARBON DOTS DARI KULIT PARE DAN JAGUNG PADA PERTUMBUHAN BAYAM Khafilah Hendra Yani; Nelly Apriliani; Rahmat Firman Septiyanto; Tresna Galih Sukma Suryana; Jesica Amelda; Tatmimatul Hasanah; Dede Ardila
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7994

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh carbon dots (C-dots) dari kulit pare dan kulit jagung terhadap pertumbuhan tanaman bayam (Amaranthus sp.) pada konsentrasi 0,5 g/L dan 1 g/L. C-dots disintesis menggunakan metode pemanasan oven pada suhu 250°C selama 40 menit, kemudian diaplikasikan dengan penyiraman selama 7 hari. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman. Hasil menunjukkan bahwa kedua jenis C-dots meningkatkan pertumbuhan bayam dibandingkan kontrol (aquades). Perlakuan C-dots kulit jagung 0,5 g/L menghasilkan pertumbuhan tertinggi (2,0 cm pada hari ke-7), diikuti oleh C-dots kulit pare 1 g/L (1,9 cm) dan kulit jagung 1 g/L (1,9 cm). Pengaruh C-dots bersifat tergantung dosis (dose-dependent), di mana konsentrasi optimal bergantung pada sumber biomassa. Kesimpulannya, C-dots dari kulit pare dan jagung berpotensi sebagai biostimulan ramah lingkungan, dengan kulit jagung 0,5 g/L sebagai perlakuan terbaik dalam penelitian ini.