cover
Contact Name
Yasinta Embu Ika
Contact Email
sinta83ika@gmail.com
Phone
+6281238607106
Journal Mail Official
melkycitra15@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sam Ratulangi Kampus 1 Universitas Flores Kel. Paupire Kec. Ende Tengah Kab. Ende Propinsi NTT Telp. (0381) 21094 Fax. (0381) 21536
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Optika : Jurnal Pendidikan Fisika
Published by Universitas Flores
ISSN : 27158063     EISSN : 27162729     DOI : https://doi.org/10.37478/optika
Core Subject : Science, Education,
OPTIKA adalah jurnal yang mengkomunikasikan kemajuan ilmiah di bidang pendidikan fisika dan ilmu fisika. OPTIKA juga melaporkan temuan baru yang signifikan terkait dengan pendidikan sains (IPA) pada tingkat dasar dan menengah, termasuk: pengembangan media pembelajaran, pengembangan metode pembelajaran, penerapan metode pembelajaran, dan beberapa aplikasi fisika.
Articles 263 Documents
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN GETARAN DAN GELOMBANG BERBASIS CODING DAN AI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA Surya Paula Dinata; Wawan Kurniawan; Cicyn Riantoni
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran tentang Getaran dan Gelombang berbasis Coding dan Artificial Intelligence dengan model inkuiri terstruktur untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilakukan di SMPS Xaverius 1 Jambi di kelas VIII B menggunakan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Define, Design, Development, dan dessiminate. Namun, tahap yang digunakan pada penelitian ini hanya sampai tahap Development (Pengembangan).  Hal ini disebabkan karena penelitian difokuskan pada proses pengembangan dan uji kelayakan produk, bukan pada tahap implementasi secara luas. Tahap penyebarluasan memerlukan waktu dan cakupan yang lebih besar, termasuk proses penerapan produk pada berbagai sekolah atau subjek yang lebih beragam untuk menguji efektivitasnya secara luas. Selain itu, keterbatasan waktu penelitian, sumber daya, dan ruang lingkup penelitian juga menjadi pertimbangan. Data penelitian dikumpulkan melalui validasi ahli materi dan ahli media, persepsi guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir kritis pre-test dan post-test disatu kelas VIII. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase rata-rata dan perhitungan N-Gain untuk menentukan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Produk yang dihasilkan berupa modul cetak dan modul digital. Hasil validasi ahli materi dan ahli media masing-masing memperoleh skor 95,45% dengan kategori sangat valid. Persepsi guru terhadap modul mencapai 91,96% dan persepsi siswa sebesar 92,62% dengan kategori sangat baik. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,67 menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam kategori sedang. Dengan demikian, modul yang dikembangkan dinyatakan sesuai dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk mata pelajaran Getaran dan Gelombang di kelas VIII SMP.
ANALISIS PENGARUH SELF-REGULATED LEARNING, STUDENT ENGAGEMENT, MOTIVASI BERPRESTASI, DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP HOTS MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM BLENDED LEARNING BERBASIS EDLINK Adrianus Nasar; Mariana Evilina Pau; Agustina Boleng
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Self-regulated learning (Self-Regulated Learning/SRL), Keterlibatan Mahasiswa (Student Engagement/SE), Motivasi Pencapaian (Achievement Motivation/AM), dan Literasi Digital (Digital Literacy/DL) terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) mahasiswa Pendidikan Fisika dalam blended learning berbasis EdLink. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang melibatkan 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika di Universitas Flores. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk SRL (MSLQ), SE (Skala Keterlibatan Mahasiswa Fredricks), AM (Kuesioner Tujuan Pencapaian berdasarkan teori McClelland), dan DL (Kerangka Kerja DigComp), serta tes HOTS berbasis esai yang mencakup analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Model regresi yang diperoleh adalah Y = ?4,263 ? 0,032X? + 0,163X? + 0,412X? + 0,546X? + ?, di mana Y = HOTS, X? = SRL, X? = Student engagement, X? = Motivasi Prestasi, dan X? = Literasi Digital. Hasil menunjukkan bahwa SRL, SE, AM, dan DL secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap HOTS (F = 2610,426; p < 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,997, yang berarti bahwa 99,7% varians HOTS dapat dijelaskan oleh model tersebut. Sebagian, Student engagement (? = 0,144; p < 0,05), Motivasi Berprestasi (? = 0,378; p < 0,05), dan Literasi Digital (? = 0,514; p < 0,05) secara signifikan memengaruhi HOTS, sedangkan SRL tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p > 0,05). Literasi Digital diidentifikasi sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi HOTS. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan literasi digital, motivasi berprestasi, dan student engagement untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam lingkungan blended learning berbasis LMS.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LISTRIK ARUS SEARAH MENGGUNAKAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST BERBASIS MULTIREPRESENTASI Reva Dwi Kiranti; Maison Maison; Muhammad Furqon
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi listrik arus searah menggunakan instrumen Four-Tier Diagnostic Test berbasis multirepresentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas XII di MAN 1 Muaro Jambi dan MAN 2 Kota Jambi, dengan sampel sebanyak 110 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes empat tingkat yang disajikan dalam tiga bentuk representasi, yaitu makroskopis, mikroskopis, dan simbolik. Data dianalisis dengan mengelompokkan jawaban siswa ke dalam kategori konsepsi, yaitu scientific conception, misconception, lack of knowledge, false positive, dan false negative, untuk kemudian dihitung persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi masih tergolong tinggi pada seluruh bentuk representasi, dengan persentase tertinggi pada representasi makroskopis sebesar 65%, diikuti mikroskopis 44% dan simbolik 35%. Miskonsepsi yang dominan berkaitan dengan distribusi arus pada rangkaian seri dan paralel, pengaruh resistor terhadap besar arus, serta pemaknaan persamaan matematis dalam rangkaian listrik. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa belum mampu mengintegrasikan pemahaman konsep secara konsisten pada berbagai representasi, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antarrepresentasi untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LISTRIK STATIS MENGGUNAKAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST BERBASIS MULTIREPRESENTASI Mely Chelvina Harahap; Maison Maison; Budi Eka Dharma
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi listrik statis menggunakan instrumen four-tier diagnostic test berbasis multirepresentasi. Materi yang dikaji meliputi konsep gaya listrik, medan listrik, kapasitor keping sejajar, dan rangkaian kapasitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Kota Jambi sebanyak 101 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes multirepresentasi four-tier sebanyak 14 butir soal yang mencakup representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik representative, serta dilengkapi dengan tingkat keyakinan jawaban dan alasan untuk mengidentifikasi miskonsepsi secara lebih akurat. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh persentase kategori paham konsep, miskonsepsi, pemahaman parsial, dan tidak paham konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi makroskopik, sebesar 28% siswa mengalami miskonsepsi, sedangkan pada representasi mikroskopik dan simbolik miskonsepsi lebih dominan masing-masing sebesar 47,85% dan sekitar 48%. Selain itu, persentase pemahaman ilmiah (scientific conception) pada representasi makroskopik sebesar 53,2%, namun menurun pada representasi mikroskopik (29,37%) dan simbolik (29%), terutama dalam memahami dan menentukan bentuk grafik yang tepat sesuai dengan hubungan antarbesaran fisika. Temuan ini menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa cenderung meningkat pada level representasi yang lebih abstrak. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik dalam memahami konsep listrik statis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran fisika berbasis multirepresentasi yang lebih efektif untuk meminimalkan miskonsepsi siswa.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS MENGGUNAKAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST BERBASIS MULTIREPRESENTASI Fadhil Raga Ananda; Maison Maison; Muhammad Furqon
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi momentum dan impuls menggunakan instrumen Four-Tier Diagnostic Test berbasis multirepresentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Jambi yang telah mempelajari materi momentum dan impuls. Instrumen penelitian berupa Four-Tier Diagnostic Test berbasis multirepresentasi yang terdiri atas empat tingkat respons, yaitu jawaban konsep, tingkat keyakinan terhadap jawaban, alasan pemilihan jawaban, dan tingkat keyakinan terhadap alasan. Data dianalisis dengan mengelompokkan respons siswa ke dalam lima kategori konsepsi, yaitu Scientific Conception (SC), Misconception (MSC), Lack of Knowledge (LK), False Positive (FP), dan False Negative (FN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi makroskopik diperoleh persentase SC sebesar 39%, MSC 30%, LK 21%, FP 6%, dan FN 4%. Sementara itu, pada representasi simbolik diperoleh persentase SC sebesar 28%, MSC 25%, LK 30%, FP 9%, dan FN 8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami konsep melalui fenomena nyata dibandingkan representasi simbolik. Oleh karena itu, penggunaan Four-Tier Diagnostic Test berbasis multirepresentasi dapat mengidentifikasi miskonsepsi siswa secara lebih akurat dan komprehensif.
PENGARUH MODEL TALKING STICK BERBANTUAN MYSTERY BOX PADA HASIL BELAJAR FISIKA Nofta Elva Suci; Yeni Nurpatri; Ilham Adi Putra
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan Mystery Box terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI (Fase F) di SMAN 13 Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar fisika peserta didik yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Target Pembelajaran (KKTP), yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan, kolaborasi, dan fokus peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui rancangan posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI (Fase F) yang mengambil mata pelajaran fisika, dengan sampel kelas XI F.8 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI F.7 sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan nilai U = 424,500, Z = ?2,561, dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,010 < 0,05, sehingga H? ditolak dan H? diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan Mystery Box berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran fisika.
PRESEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS NEUROEDUCATION Shafa Salsabilla Nuwwayar; Humaira Fatharani; Rahel Ajustin Sinaga; Nurfaida Nurfaida; Nova Susanti
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika yang menggunakan pendekatan neuroeducation. Neuroeducation merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan ilmu saraf, psikologi dan pendidikan dalam merancang proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survey. Subjek penelitian berjumlah 68 orang mahasiswa program studi Pendidikan Fisika, Universitas Jambi. Instrumen yang digunakan berupa angket skala likert yang terdiri atas empat poin dan enam pernyataan yang telah disklasifikasikan dalam dimensi utama neuroeducation. Data dianalisis menggunakan persentase dan rata-rata skor untuk menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika berbasis neuroeducation. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 95,6% mahasiswa menyatakan bahwa materi fisika lebih mudah diingat ketika dikaitkan dengan contoh nyata, lebih dari 80% menyatakan bahwa lingkungan belajar yang mendukung dan emosi positif meningkatkan pemahaman, serta 77,9% menyatakan kemampuan berpikir berkembang ketika pembelajaran disesuaikan dengan cara kerja otak. Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika berbasis neuroeducation berada pada kategori sangat positif. Penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan prinsip neuroeducation dalam pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN STRATEGI PAIR CHECKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nopita Limbong Ma'dika; Firman Firman; Faizal Amir; Fadhila Fadhila; Andi Rosman
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7842

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar ranah kognitif peserta didik yang diajarkan menggunakan model Problem Based Learning menggunakan strategi Pair Checks dengan yang di ajarkan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan menggunakan nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 47 orang terdiri dari kelas X IPA 1 dan X IPA 2, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total. Hasil yang diperoleh menggunakan instrumen tes hasil belajar, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deksriptif dan inferensial untuk memperoleh tingkatan kriteria setiap aspek. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol, untuk skor rata-rata indikator ranah kognitif hasil belajar kelas eksperimen memperoleh persentase 47,92% pada pretest berada pada kategori sedang dan persentase 74,79% pada posttest berada pada kategori tinggi sedangkan pada kelas kontrol memperoleh persentase 49,44% pada pretest  berada pada kategori sedang dan persentase 53,48%  pada posttest berada pada kategori sedang. Pada kelas eksperimen diperoleh nilai N-Gain 0,52 yang menunjukkan interval nilai berada pada 0,30 < g < 0,70 kategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol interval nilai berada pada ? 0,30 kategori rendah. oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pada kelas eksperimen peningkatan hasil belajar setelah diterapkan model problem based learning menggunakan strategi pair checks  adalah sedang. Hasil yang diperoleh pada Uji-T adalah nilai signifikan 0,000 yang artinya ? < 0,05 menujukkan adanya perbedaan peningkatan yang siginifikan setelah diterapkan model problem based learning menggunakan startegi pair checks. 
KESULITAN BELAJAR FISIKA PADA SISWA SMA DI INDONESIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW BERBASIS PRISMA Aulia Nadratan Naim; Nursakinah Annisa Lutfin; Fauziah A
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan belajar fisika pada siswa SMA di Indonesia berdasarkan hasil kajian literatur. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Sebanyak 20 artikel yang relevan pada rentang tahun 2020–2025 dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar fisika bersifat multidimensional, meliputi kesulitan konseptual, matematis, pemecahan masalah, serta aspek afektif. Aspek afektif, seperti rendahnya motivasi, minat, dan kepercayaan diri, menjadi faktor yang paling dominan. Selain itu, kesulitan belajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang kurang variatif, minimnya penggunaan media dan praktikum, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Materi fisika yang sering dianggap sulit antara lain mekanika dan medan magnet. Solusi yang direkomendasikan meliputi penerapan model pembelajaran aktif, penggunaan media dan simulasi interaktif, peningkatan motivasi belajar, serta pemberian pengalaman belajar melalui praktikum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan belajar fisika tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika.
REKONSTRUKSI VIDEO PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PENDEKATAN BEHAVIORISTIK BAGI SISWA FASE F PADA MATERI HUKUM NEWTON Ranggih Meira Putri Kharisma; Ino Angga Putra; Kartika Wulandari; Suci Prihatiningtyas; Novia Ayu Sekar Pertiwi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7890

Abstract

Pendidikan menjadi bagian dan memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia dan tidak bisa lepas karena saling berikatan salah satunya pada pembelajaran Fisika. Pembelajaran Fisika juga memiliki permasalahan yang mendasar terkait materinya yang dianggap sulit sehingga perlu adanya solusi yaitu melalui video pembelajaran dengan terintegrasi pendekatan Behavioristik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desain dan kelayakan video pembelajaran Fisika berbasis Pendekatan Behavioristik bagi siswa Fase F pada materi Hukum Newton. Penelitian ini menggunakan Model pengembangan 4D meliputi: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Batasan penelitian ini hanya dilakukan 3 tahapan saja tanpa dilakukan tahap dissaminate dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga. Subyek uji coba terdiri dari subjek uji coba para ahli dan uji respon siswa. Uji coba para ahli dilakukan oleh dua dosen dan 1 guru sebagai validator ahli media dan ahli materi. Sedangkan uji respon dilakukan siswa kelas XI MAN 4 Jombang sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: a) lembar validasi ahli materi, b) lembar validasi ahli media, dan c) angket respon siswa terhadap video pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh video pembelajaran Fisika ini pada kategori sangat layak (validasi media sebesar 85,2% dan validasi materi sebesar 82,5%) dan kategori sangat menarik (86,8%) dari respon siswa. Hal ini menunjukkan bahwa video pembelajaran Fisika berbasis Pendekatan Behavioristik memungkinkan dapat membantu meningkatkan pemahaman serta minat belajar siswa pada konsep Fisika.