cover
Contact Name
Yasinta Embu Ika
Contact Email
sinta83ika@gmail.com
Phone
+6281238607106
Journal Mail Official
melkycitra15@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sam Ratulangi Kampus 1 Universitas Flores Kel. Paupire Kec. Ende Tengah Kab. Ende Propinsi NTT Telp. (0381) 21094 Fax. (0381) 21536
Location
Kab. ende,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Optika : Jurnal Pendidikan Fisika
Published by Universitas Flores
ISSN : 27158063     EISSN : 27162729     DOI : https://doi.org/10.37478/optika
Core Subject : Science, Education,
OPTIKA adalah jurnal yang mengkomunikasikan kemajuan ilmiah di bidang pendidikan fisika dan ilmu fisika. OPTIKA juga melaporkan temuan baru yang signifikan terkait dengan pendidikan sains (IPA) pada tingkat dasar dan menengah, termasuk: pengembangan media pembelajaran, pengembangan metode pembelajaran, penerapan metode pembelajaran, dan beberapa aplikasi fisika.
Articles 243 Documents
UJI KELAYAKAN PANDUAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I BERBASIS INKUIRI TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL Khotimah, Etika Maharani; Lovisia, Endang; Sulistiyono, Sulistiyono
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.6915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan praktikum Fisika Dasar I berbasis inkuiri terintegrasi kearifan lokal yang layak digunakan dalam kegiatan praktikum mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas PGRI Silampari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Data diperoleh melalui lembar validasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan skala Likert 1–5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan praktikum Fisika Dasar I yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan. Aspek media memperoleh nilai rata-rata 55 dengan kategori sangat baik (A), aspek bahasa memperoleh nilai 41 dengan kategori sangat baik (A), dan aspek materi memperoleh nilai 81 dengan kategori sangat baik (A). Hasil tersebut menunjukkan bahwa panduan praktikum Fisika Dasar I berbasis inkuiri terintegrasi kearifan lokal dinyatakan sangat layak untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam kegiatan praktikum. Panduan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan motivasi belajar mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
KONSEP RUANG DAN WAKTU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN TEORI RELATIVITAS EINSTEIN Winarni, Kiki Ayu; Fathurohman, Apit; Marlina, Leni
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.5803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap konsep ruang dan waktu dalam perspektif Al-Qur'an dan Teori Relativitas Einstein. Meskipun sering dipandang sebagai dua entitas yang terpisah, integrasi antara teks teologis dan fisika modern penting untuk menjembatani pemahaman realitas yang komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten kualitatif dengan pendekatan komparatif untuk mengidentifikasi pola dalam ayat-ayat kosmologis dan literatur Teori Relativitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka epistemologisnya berbeda, terdapat paralelisme konseptual yang kuat. Al-Qur'an menawarkan perspektif teosentris di mana ruang dan waktu terkait erat dengan kekuasaan Allah dan dimensi moral, sementara Teori Relativitas menjelaskan keduanya sebagai entitas fisik (spacetime) yang dipengaruhi oleh materi dan energi. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis interdisipliner yang mendalam, membuktikan bahwa sains modern dapat memperkuat penafsiran teks suci tanpa kehilangan otentisitas masing-masing.
PENERAPAN GAME BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK Priska , Melania; Peni, Natalia; Ekaputra, Paulus Rudirudolof
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.6272

Abstract

Penerapan game based learning (GBL) dalam proses pembelajaran memberikan dampak positif terhadap peningkatkan literasi sains peserta didik. Literasi sains merupakan kompetensi penting yang mencakup kemampuan memahami konsep sains, berpikir kritis, serta mengaitkan sains dengan kehidupan sehari-hari. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan GBL dalam meningkatkan literasi sains peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian one group pretest posttest. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang peserta didik SMPN 2 Wolowaru. Penerapan GBL menggunakan media berupa botol dan kartu pada materi zat aditif dan adiktif. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 83,97 untuk pemahaman konsep (PK) dan 83,80 untuk keterampilan berpikir kritis (KBK). Hasil ini juga didukung oleh nilai signifikansi uji paired sample test sebesar 0,000 < 0,05. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh penerapan game based learning terhadap peningkatan literasi sains peserta didik dalam aspek PK dan KBK.
KAJIAN EFISIENSI ENERGI PADA SISTEM REM SEPEDA MOTOR DENGAN KONSEP HUKUM KEKEKALAN ENERGI Nurhamidah, Nurhamidah; Antika, Nur; Destina, Destina; Nuraini, Nuraini
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efisiensi energi pada sistem pengereman sepeda motor berdasarkan Hukum Kekekalan Energi. Fokus penelitian terletak pada perubahan energi kinetik menjadi energi panas selama proses pengereman serta tingkat efisiensi yang dicapai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan mengukur peningkatan suhu cakram rem setelah pengereman pada tiga variasi kecepatan, yaitu 20 km/jam, 40 km/jam, dan 60 km/jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan suhu cakram rem berbanding lurus dengan kecepatan awal, masing-masing sebesar 8,2°C, 13,3°C, dan 23,1°C. Berdasarkan analisis, sekitar 80% energi kinetik kendaraan dikonversi menjadi energi panas, dengan nilai energi panas masing-masing sebesar 1.728 J, 6.913 J, dan 15.554 J. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi pengereman dipengaruhi oleh kecepatan awal kendaraan, tekanan pengereman, dan karakteristik material kampas rem. Penelitian ini menegaskan penerapan prinsip kekekalan energi dalam sistem pengereman serta memberikan wawasan untuk pengembangan desain pengereman yang lebih efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum kekekalan energi dalam proses pengereman sepeda motor, menghitung besar konversi energi kinetik menjadi energi panas pada berbagai tingkat kecepatan, serta menilai efisiensi kerja sistem rem.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SIMULASI SOFTWARE PROTEUS DALAM MEMBUAT RANGKAIAN ELEKTRONIKA PADA MATERI SEMIKONDUKTOR DIODA Obina, Wilfrida Mayasti; Nababan, Evani Doana; Nurfahrunnisa, Andi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan simulasi software proteus dalam membuat rangkaian elektronika khususnya pada materi semikonduktor dioda. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Subyek dari penelitian ini yaitu Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Elektronika Lanjut. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase pemahaman konsep sebesar 74,55%, keterampilan simulasi sebesar 74,14%, efektivitas pembelajaran sebesar 80,91% dan motivasi belajar sebesar 76,97% termasuk katagori efektif, serta hambatan yang dihadapi mahasiswa dalam pembelajaran sebesar 58,18% termasuk katagori cukup. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan simulasi software proteus dalam membuat rangkaian elektronika khususnya materi semikonduktor dioda efektif meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan simulasi, efektivitas pembelajaran dan motivasi belajar pada sebagian besar mahasiswa serta masih ada mahasiswa yang merasa kesulitan dalam pembelajaran menggunakan simulasi software proteus. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran menjadi lebih efektif dengan memanfaatkan simulasi software proteus dalam membuat rangkaian elektronika pada materi semikonduktor dioda.
ANALISIS KEBUTUHAN GURU DAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN REACT (RELATING, EXPERIENCING, APPLYING, COOPERATING, TRANSFERING) Aryani, Gusti; Ariani, Tri; Arini, Wahyu
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan guru dan siswa terhadap pembelajaran REACT (Relating Experiencing Applying Cooperating Transfering). Peningkatan mutu pendidikan formal menjadi isu mendesak, yang sangat ditentukan oleh efektivitas proses pembelajaran dikelas. Analisis kebutuhan, yang melibatkan observasi kelas dan wawancara, mengidentifikasi permasalahan krusial. Proses pembelajaran IPA didominasi oleh metode ceramah konvensional tanpa variasi media dan sumber belajar yang digunakan guru masih menggunakan buku paket dan LKS seadanya tanpa ada inovasi baru yang lebih menarik, sehingga bersifat monoton dan membosankan. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang eksplisit dalam bertanya atau berpendapat, dan sulit fokus. Jenis penelitian yang di gunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kelas serta wawancara guru dan siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan analisis data Model Miles dan Hubberman melalui tiga tahapan, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini yaitu guru IPA dan peserta didik MTs Negeri 1 Lubuklinggau yang berjumlah 37 siswa. Berdasarkan hasil observasi, diperoleh data sebesar 42,85% yang dikategorikan kurang dalam penerapan pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator, sehigga aktivitas dan partisifasi siswa kurang aktif. Solusi yang diajukan adalah penerapan  model pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran REACT (Relating Experiencing Applying Cooperating Transfering) yang menuntut siswa menemukan konsep secara mandiri melalui keterlibatan pengalaman dan menciptakan lingkungan belajar yang interatif dan berpusat pada siswa. Diharapkan model ini dapat mengubah paradigma pembelajaran, sehingga lebih menyenangkan, efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan.
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB PENURUNAN KUALITAS AIR MENGGUNAKAN TOTAL DISSOLVED SOLIDS (TDS) SENSOR BERBASIS INTERNET OF THING (IoT) Sidik, Rizki; Umbu, Ari Bangkit Sanjaya; Fathin, Hanna Azmi
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7073

Abstract

Penurunan kualitas air secara signifikan telah terjadi di berbagai wilayah. Salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah melalui deteksi dini terhadap faktor-faktor penyebabnya. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan kualitas air adalah peningkatan nilai Total Dissolved Solids (TDS). Namun, peningkatan TDS dipengaruhi oleh berbagai faktor, sementara pemanfaatan data sensor TDS yang ada umumnya masih terbatas pada pemantauan nilai TDS tanpa mampu mengidentifikasi faktor penyebab kenaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah pola grafik kenaikan Total Dissolved Solids (TDS) dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyebab peningkatan TDS, sehingga keunikan pola grafik pada setiap sampel dapat menjadi karakteristik sampel dalam meningkatkan nilai TDS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan memanfaatkan sistem Internet of Things (IoT) yang terdiri atas perangkat keras ESP32 dan sensor TDS, serta perangkat lunak MQTT dan Node-RED yang terintegrasi dalam satu jaringan komunikasi. Sampel uji yang digunakan berupa larutan cuka, garam, dan sabun pada kondisi suhu ruang dan suhu tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis grafik perubahan TDS mampu mengidentifikasi faktor kenaikan suhu sebagai penyebab peningkatan TDS, yang ditandai dengan pola grafik berbentuk parabola terbuka ke bawah saat mendekati titik kesetimbangan. Namun, dengan metode analisis yang sama, perbedaan jenis sampel, seperti asam, garam, dan sabun, belum dapat diidentifikasi secara jelas.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KPS STEM INKLUSIF BERBASIS SDGS UNTUK SISWA SLOW LEARNER Anggelina, Putri; Kistiono, Kistiono; Akhsan, Hamdi; Winarni, Kiki Ayu
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7090

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes Keterampilan Proses Sains (KPS) STEM inklusif berbasis SDGs, khususnya SDGs 4 (pendidikan berkualitas), pada materi unsur, senyawa, dan campuran bagi siswa slow learner SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap pendefinisian dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik siswa slow learner dan kebutuhan asesmen KPS. Tahap desain meliputi penyusunan kisi-kisi, butir soal pilihan ganda dan isian singkat, serta rubrik non-tes yang dikontekstualisasikan dengan aktivitas STEM dan isu SDGs. Tahap pengembangan meliputi validasi isi, konstruk, dan inklusivitas oleh ahli, revisi, serta uji coba instrumen pada siswa kelas VIII. Tahap disseminate dilakukan secara terbatas kepada guru IPA. Analisis data meliputi indeks Aiken's V, korelasi item–total Pearson, koefisien Alpha Cronbach, serta tingkat kesukaran dan daya pembeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh butir valid, reliabel, dan memiliki karakteristik psikometrik yang baik sehingga layak digunakan untuk mengukur KPS siswa slow learner. Instrumen ini diharapkan menjadi asesmen alternatif yang adaptif, kontekstual, dan inklusif bagi guru IPA dalam pemetaan kemampuan KPS siswa slow learner secara lebih objektif.
RESPON SISWA TERHADAP PENGGUNAAN LKPD KONVENSIONAL PADA MATERI GERAK LURUS Wea, Magdalena Wona; Mukin, Maria Ursula Jawa; Toko, Bayulus
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7110

Abstract

Pembelajaran fisika pada materi Gerak Lurus masih sering menimbulkan kesulitan bagi siswa SMA karena konsep yang abstrak dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan untuk mendukung pembelajaran, namun penggunaan LKPD konvensional belum sepenuhnya mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penggunaan LKPD konvensional pada materi Gerak Lurus di kelas X SMA Negeri 1 Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 36 siswa kelas X-C. Instrumen berupa angket respon siswa yang terdiri atas delapan indikator: kebosanan, motivasi, kesenangan belajar, preferensi media, keterlibatan kelompok, dominasi, pertukaran ide, dan pemahaman konsep. Data dianalisis menggunakan rumus persentase Arikunto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa berada pada kategori Baik dengan persentase rata-rata 68,23%. Indikator dengan skor tertinggi adalah pertukaran ide (77,08%) dan keinginan menggunakan media interaktif lain (77,08%), sedangkan indikator kebosanan (60,42%) dan dominasi kelompok (58,33%) menunjukkan bahwa LKPD masih memiliki kelemahan dalam menarik perhatian dan pemerataan peran siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD konvensional cukup efektif dalam mendukung pemahaman konsep dan interaksi kelompok, tetapi membutuhkan inovasi desain agar lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan LKPD yang lebih kontekstual, visual, dan kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika.
PENGGUNAAN PENDEKATAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK: ANALISIS BIBLIOMETRIK Liu, An Nisaa Al Mu’min; Sholikhah, Oktaviariesta Habibatus; Siahaan, Fine Eirene
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 2 (2025): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v9i2.7164

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan kajian terkait penerapan Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam meningkatkan Literasi Sains peserta didik melalui metode analisis bibliometrik. Kajian ini menginvestigasi publikasi yang terindeks dalam basis data Scopus selama periode 2016–2025 untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai dinamika performa publikasi, tema kajian utama, serta pola kolaborasi antarpeneliti. Temuan analisis performa menunjukkan adanya peningkatan jumlah publikasi yang konsisten dan signifikan dari tahun ke tahun, meningkat drastis dari 6 artikel pada 2019 menjadi 20 artikel pada 2025. Hal ini menegaskan bahwa topik ini semakin mendapat perhatian dalam komunitas akademik internasional. Amerika Serikat dan Kanada muncul sebagai negara dengan kontribusi terbesar sekaligus menjadi pusat utama dalam jaringan kolaborasi global. Melalui analisis struktur intelektual (Awan Kata Kunci dan Peta Tematik), teridentifikasi bahwa fokus penelitian terkini berpusat pada efektivitas pendekatan STEM dalam pendidikan formal untuk memperkuat Literasi Sains, khususnya dalam konteks penyelesaian Isu Sosiosaintifik. Studi ini juga menemukan bahwa masih terdapat ruang untuk memperdalam penelitian pada aspek metodologis tertentu, misalnya pendekatan inkuiri, serta untuk mengintegrasikan tema-tema strategis seperti kemampuan berpikir kritis dan isu keberlanjutan dalam kerangka STEM dan Literasi Sains. Keseluruhan hasil menunjukkan bahwa kajian mengenai STEM dan Literasi Sains telah berkembang menjadi bidang yang semakin mapan dan terhubung satu sama lain. Namun demikian, perluasan fokus menuju isu keberlanjutan serta penguatan penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi masih diperlukan. Temuan ini memberikan arahan bagi peneliti maupun pengembang kurikulum dalam menentukan tema yang sudah kuat serta area yang membutuhkan eksplorasi penelitian lanjutan.