cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PERANAN KOPERASI TANI MERTANADI DALAM MENINGKATKAN HASIL ASPARAGUS DI DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG Pushpha, Anak Agung Gde; Wandir, Yanto Mangutu
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.667 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.660.100-107

Abstract

Tujuan pembangunan pertanian bukan saja untuk meningkatkan produksi pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan, melainkan juga untuk meningkatkan pendapatan rakyat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan, serta untuk menjadikan pertanian semakin kuat guna mendukung pembangunan sektor industri. Salah satunya dengan menetapkan prioritas pengembangan komoditas pertanian unggulan, yaitu komoditas pertanian yang memiliki kopetensi untuk dikembangkan, memiliki prospek untuk diserap, pasar lokal, nasional maupun internasional, dan memiliki nilai tambah tinggi yang salah satunya adalah tanaman asparagus.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Koperasi Tani Mertanadi dalam meningkatkan hasil asparagus dan mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani dalam meningkatkan hasil asparagus. Penentuan lokasi ini menggunakan teknik purposive sampling, di koperasi tani mertanadi, desa pelaga, kecamatan petang, kabupaten badung. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anggota koperasi tani mertanadi yang juga selaku petani, sedangkan sampel adalah sebanyak 30 orang yang masuk dalam koperasi tani mertanadi dengan metode simple random sampling. Peran koperasi tani mertanadi dalam meningkatkan hasil asparagus adalah sebagai penyedia bibit, pupuk, membina kelompok tani dalam proses pengolaan asparagus hingga panen, membeli produk, memasarkan produk, dan juga memfasilitas alat pertanian. Kendala-kendala yang dihadapi petani dalam meningkatkan hasil asparagus anatara lain seperti kurangnya sumber daya manusia dimiliki petani, serangan hama dan penyakit akibat faktor cuaca.Kata Kunci: Koperasi, Produk, Asparagus
KRITERIA PENGEMBANGAN DESA PELAGA SEBAGAI DESTINASI AGROPARK DI KABUPATEN BADUNG Sutiarso, Moh Agus
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.306 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.665.108-113

Abstract

Pelaga Village in the Badung Regency Spatial Plan for 2013-2033 and the Tourism Development Master Plan for 2017-2025 is directed as an agro-tourism and ecotourism destination. This village has local resources for support agro-tourism development. But the fact is not utilized the potential optimally. The Agropark concept offered in this study is expected to be an agro-tourism management model that provides benefits to all parties involved. This study aims to mapping aspects of Agropark development and determine the criteria for developing Pelaga village as an Agropark destination in Badung Regency. The development criteria obtained in this study consisted of ten aspects, including: aspects of attraction, types of agricultural commodities, facilities, cooperation, attitudes and friendliness of the people, transportation and accessibility, infrastructure, disaster resilience, agro products, and other tourism objects. The ten aspects have different criteria.Keywords: Agropark; Development Criteria; Pelaga Village
MODEL KUALITAS KEHIDUPAN KERJA (QUALITY WORK LIFE) PEGAWAI OUTSORSING SIMANTRI Sukanteri, Ni Putu; Kartika Lestari, Putu Fajar
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.14 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.666.114-126

Abstract

Tenaga kerja merupakan modal utama dalam suatu perusahaan terutamanya pada perusahaan pelayanan publik. Meningkatkan kinerja suatu layanan diperlukan untuk memberikan kepuasan kepada petani. Pentingnya membangun  dan menumnbuhkan loyalitas seseorang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi faktor yang terdapat dalam individu  maupun faktor yang terdapat dalam lingkungan kerja.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  model peningkatan kinerja  tenaga outsorsing SIMANTRI  pada Kantor Kementrian Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi  faktor manakah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produktivitas tenaga outsorsing SIMANTRI SIMANTRI  pada Kantor Kementrian Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali serta mengetahui  produktivitas tenaga outsorsing dan efektifitas program outsorsing pada Kementan Prov BaliMetode yang digunakan  untuk memperoleh data dalam penelitian ini meliputi metode observasi, metode wawancara. Metode analisis data menggunskan analisis korelasi bergandauntuk menganalisis sumbangan masing-masing faktor dalam kualitas kehidupan kerja serta  produktivitas kerja baik secara serentak maupun secara parsial digunakan model regresi linier berganda, untuk mendapatkan model kualitas kehidupan kerja pegawai outshorsing SIMANTRI di Provinsi Bali.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keenam variabel bebasnya mempunyai hubungan signifikan terhadap kinerja pegawai Outshortsing SIMANTRI Provinsi Bali, namun secara parsial variabel Kesempatan untuk mengembangkan diri ( X2 ) tidak memiliki hubungan signifikan karena status pegawai simantri adalah karyawan kontrak yang di tugaskan sebagai pendamping di lapangan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan perkebunan Provinsi Bali serta tidak menyediakan kesempatan  jenjang karier seperti tenaga kerja PNS pada umumnya, sedangkan seluruh variabel yang lain seperti X1= Partisipasi dalam pengambilan keputusan,  X3 = Rasa bangga terhadap pekerjaan, X4 = Pendidikan , X5 = jarak tempat tinggal dg lokasi kerja, X6 = status perkawinan memiliki hubungan signifikan terhadap kinerja karyawan.Kata Kunci: Kinerja, Pegawai, Outsorsing, Simantri
KELAYAKAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI DESA KELUSA, KECAMATAN PAYANGAN, KABUPATEN GIANYAR Candrika Dewi, Ida Ayu
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.971 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.674.127-133

Abstract

Pembangunan sub-sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian, yang memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan daging yang terus meningkat atas bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Pemerintah melalui berbagai programnya telah banyak membantu petani di dalam pengembangan ternak sapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (i) biaya produksi yang dikeluarkan dalam usaha ternak sapi potong; (ii) penerimaan dalam usaha ternak sapi potong; (iii) pendapatan petani ternak sapi potong; dan (iv) kelayakan usaha ternak sapi potong. Penelitian ini dilakukan di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar dengan mengambil sampel sebanyak 58 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani.Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan untuk rata-rata biaya total adalah sebesar Rp 8.190.166 / ekor sapi. Rata-rata penerimaan petani usaha ternak sapi adalah sebesar Rp 12.000.000,-/ekor. Pendapatan petani usaha ternak sapi adalah sebesar Rp 3.810.500,-. Kelayakan usaha ternak sapi dilihat dari tingkat keuntungan petani dalam usaha ternak sapi dengan menghitung perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan, yaitu dengan menggunakan analisis R/C ratio. Berdasarkan Perhitungan penerimaan dan biaya, diperoleh R/C ratio sebesar 1,47. Artinya bahwa setiap satu satuan rupiah yang dikeluarkan sebagai biaya usaha ternak sapi memberikan penerimaan sebesar 1,47.Kata Kunci : Peternakan, Daging Sapi, Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan
PEMANFAATAN RIZOBAKTERI ISOLAT Al7Kla UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN DAN MENINGKATKAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Intan Maulina, Ni Made; Darmayasa, I Dewa Nyoman
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.406 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.675.134-143

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan tanaman pangan terpenting di dunia  setelah padi dan gandum. Di Indonesia, terjadi penurunan luas panen jagung sebesar 3,44% pada tahun 2013 dan pada tahun 2015 kembali turun 1,29%. Volume impor jagung periode 2011-2015 selalu di atas 3 juta ton, kecuali tahun 2012 hanya sebesar 1,81 ton. Tingginya impor jagung diperkirakan karena ada peningkatan kebutuhan jagung untuk bahan baku industri khususnya industri pakan, menyebabkan permintaan jagung impor cukup besar. Data ini menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan produktivitas jagung di Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan nasional, salah satunya dengan memperbaiki pertumbuhan tanaman, termasuk melalui penggunaan rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman (plant growth promoting rhizobacteria, PGPR).Secara umum, tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil tanaman jagung melalui pemanfaatan rizobakteri isolat Al7Kla. Sedangkan  tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme kerja rizobakteri isolat Al7Kla dalam memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil tanaman jagung dan untuk mengetahui dosis yang tepat untuk pengaplikasian suspensi bakteri isolat Al7Kla. Jenis jagung yang digunakan dalam penlitian ini adalah Jagung Hibrida. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan yang terdiri atas 5 (lima) perlakuan isolat rizobakteri Al7Kla yaitu penyiraman 0ml, 25ml, 50ml, 75ml, dan 100ml serta kontrol saat tanaman umur 0hst, 15hst, 30hst, dan 45hst. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 25 unit dan secara keseluruhan terdapat 100 polybag.Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, kandungan klorofil daun, lingkar batang kandungan unsure hara makro daun, berat kering akar, berat 1000 biji jagung, dan rataan berat tongkol per sampel. Data yang didapatkan dianalisis Data yang didapatkan dianalisis uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf 5% . Perlakuan rizobakteri isolate Al7Kla yang teridentifikasi sebagai enterobacter cloacae, secara nyata mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, kandungan klorofil, kandungan unsure hara, berat 1000 biji jagung, rataan berat tongkol per sampel, dan berat kering akar. Hasil terbaik didapatkan dari perlakuan dengan dosis penyiraman 100 ml/pot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme kerja rizobakteri dalam meningkatkan hasil tanaman jagung adalah melalui peningkatan jumlah akar (dilihat dari berat kering akar saat panen), peningkatan penyerapan unsur makro dan peningkatan kadar khlorofil daun. Peningkatan kadar klorofil daun dapat meningkatkan laju fotosintesis yang akan meningkatkan akumulasi karbohidrat pada tanaman.Kata kunci : Jagung, isolat Al7Kla, rizobakteri
BAURAN PEMASARAN KACANG METE PADA UD. WAHYU RASA (Studi Kasus Di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung) Intan Maulina, Ni Made; Sarjana, I Wayan
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.318 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.677.73-79

Abstract

Salah satu ciri pengusahaan jambu mete rakyat umumnya dilakukan dalam skala kecil, terpencar dan tidak intensif dengan keterbatasan teknologi budidaya dan manajemen yang disebabkan keterbatasan modal dalam penyediaan input usaha tani dalam penerapan teknologi. Pengolahan mete di Kecamatan Nusa Penida telah berkembang menjadi salah satu sentra pengolahan mete karena didukung oleh kondisi geografis yang sesuai untuk perkebunan jambu mete, dimana usaha pengolahan mete yang diusahakan sebagian besar masih dalam skala kecil.Tujuan penelitian ini adalah: (ii) Untuk mengetahui bauran pemasaran kacang mete pada UD Wahyu Rasa. (ii) Untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dalam pemasaran kacang mete pada UDWahyu Rasa.Penelitian ini dilakukan pada UD Wahyu Rasa yang berada di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive (sengaja) dengan jumlah 6 orang yang ditetapkan sebagai sample. Rata – rata pengetahuan anggota dan pengelola UD “WAHYU RASA” di Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida mengenai bauran pemasaran tergolong tinggi. Ini terlihat dari rata rata produk kacang mete yang dipasarkan setiap bulannya dan keuntungan yang di dapat dari penjualan produk serta inovasi yang dilakukan mulai dari pelabelan kemasan serta promosi produk kacang mete UD WAHYU RASA. Rata – rata jumlah pasokan kacang mete tidak sesuai dengan target produksi pada UD” WAHYU RASA”karena untuk area Nusa Penida tanaman jambu mete hanya sebagai tanaman pelengkap disamping sifatnya yang berbuah musiman(berbuah satu tahun sekali).Pengetahuan petani dalam bidang pemeliharaan tanaman jambu mete kurang bagus yang menyebabkan hasil panen jambu mete tidak maksimal di setiap tahunnya dan juga pemilik(petani) sebagai pengelola produksi kacang mete pada UD”WAHYU RASA”belum maksimal melakukan ekpansi ke luar daerah dalam pembelian biji jambu mete.Berdasarkan pada hasil penelitian diatas, dapat disarankan sebagai berikut: (i) Diperlukan adanya peningkatan intensitas penyuluhan mengenai pengolahan biji mete guna meningkatkan pengetahuan dan sekaligus sikap petani dalam pengolahan biji mete tersebut khususnya pada UD “WAHYU RASA”untuk peningkatan kualitas produk baik dari segi rasa dan variasi baru yang inovatif dan menarik. (ii) Diperlukan adanya kegiatan pelatihan – pelatihan yang partisipatif guna mendorong peningkatan motivasi petani pada UD”WAHYU RASA” dalam melakukan perbaikan – perbaikan  dalam pengolahan produk kacang mete terutama dalam pemasarannya untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi.Kata kunci : Bauran, Pemasaran, Kacang Mete, Kemasan.
PERAN PENDAMPING SIMANTRI UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI KABUPATEN TABANAN I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.741.144-150

Abstract

Sektor pertanian memiliki peranan penting bagi sumber pendapatan petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu program untk peningkatan kesejahteraan petani yaitu program Simantri. Dalam pelaksanaan program Simantri didampingi oleh pendamping di setiap kelompok Simantri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendamping serta kendala-kendala yang dihadapi pendamping simantri di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tabanan dan pemilihan lokasinya dilakukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 orang pendamping simantri dan 10 orang ketua pengurus kelompok Simantri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendamping simantri adalah berperan sebagai edukator, mediator, motivator, evaluator. Sedangkan kendala-kendala yang dihadapi pendamping simantri di Kabupaten Tabanan adalah kurang mampunya dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di masing-masing kelompok serta minimnya biaya operasional dari pemerintah, terbatasnya lahan yang dimiliki para petani, serta tidak adanya keseimbangan tugas dan aktivitas dalam mencapai tujuan individu dan kelompok. Kata Kunci : Simantri, Peran Pendamping, Kesejahteraan Petani
PEMANFAATAN BIOGAS UNTUK MENGURANGI PENGELUARAN GAS LPJ DI KELOMPOK TANI TERNAK SWAKA MITRA (Studi Kasus di Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali) Kadek Ayu Charisma Julia Dewi
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.109 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.742.1-6

Abstract

Biogas merupakan salah satu energi yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan–bahan organik oleh mikroorganisme dalam keadaan anaerob (Wahyuni, 2015). Biogas yang dihasilkan dapat digunakan untuk memasak dan penerangan. Biogas khususnya di Bali diperkenalkan kepada anggota kelompok tani melalui program Simantri menggunakan bahan kotoran sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat atau keuntungan dari penggunaan biogas, serta kendala yang dihadapi dalam penggunaan biogas oleh kelompok Tani Ternak Swaka Mitra, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Ternak Swaka Mitra Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan teknik Porposive sampling jumlah populasi dan sampel sebanyak 20 orang, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik “simple random sampling”. Hasil penelitian menunjukan bahwa biogas dapat digunakan oleh kelompok sebagai pengganti gas LPG, sehingga anggota bisa memasak menggunakan gas yang dihasilkan oleh biogas dan dengan adanya biogas mampu menambah pendapatan karena biogas menghasilkan limbah cair yang dapat bisa digunakan sebagai pupuk Kata Kunci : Biogas, Kotoran Sapi, Pupuk
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM SIMANTRI DI BALI Komang Suarsana; Ni Ketut Karyati
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.3 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.743.7-14

Abstract

Program Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi) merupakan program pengembangan sektor pertanian yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali sejak 2009. Salah satu tujuannya adalah mendukung berkembangnya diversifikasi usaha pertanian secara terpadu dan berwawasan agribisnis. Sektor agribisnis mempunyai perbedaan yang signifikan kalau dikaitkan dengan senjang penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Peran TIK secara optimal berpengaruh terhadap motivasi petani untuk menerapkan Program Simantri secara efektif agar memperoleh dampak peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei dengan mengkaji sampel yang ditarik dari populasi yang ada. Sampel berjumlah 50 gapoktan yang tersebar di Kabupaten Buleleng, Bangli, dan Badung. Responden ditentukan secara purposif yakni tiga orang per gapoktan, sehingga responden secara keseluruhan adalah 150 orang. Variabel utama meliputi kemanfaatan, kemudahan penggunaan, dan daya tarik TIK, sikap terhadap TIK dan strategi optimalisasi penggunaan. Strategi optimalisasi pemanfaatan TIK dalam Program Simantri dirancang untuk memberi nilai tambah terhadap tingkat keberhasilan Program Simantri saat ini. Teknik analisis data dalam perancangan model strategi optimalisasi pemanfaatan TIK menggunakan analisis model PLS-SEM dengan alat analisis SmartPLS versi 3.0 M3 Strategi optimalisasi pemanfaatan TIK dalam pengembangan Program Simantri di Bali dapat dilakukan dengan prioritas utama mengoptimalkan tingkat kepuasan pengguna TIK (user satisfaction), dalam hal ini petani anggota gapoktan, barulah di sisi lain melakukan langkah yang berorientasi pada dampak penggunaan TIK itu sendiri, baik dampak individual (individual impact) maupun dampak organisasional (organizational impact), disertai peningkatan kualitas sistem informasi yang diimplementasikan (system quality).. Kata Kunci : strategi optimalisasi,teknologi informasi dan komunikasi, Program Simantri.
PENDAPATAN PETANI PISANG KEPOK DI DESA PATIALA DETE KECAMATAN LAMBOYA BARAT, KABUPATEN SUMBA BARAT NUSA TENGGARA TIMUR Ni Nengah Yastini
dwijenAGRO Vol 9 No 1 (2019): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.988 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.9.1.744.18-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya usahatani, penerimaan, pendapatan, dan R/C ratio petani pisang kepok (Musa paradisiacal L) di Desa Patiala Dete, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Nusa Tenggara Timur. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Sampel yang diambil 50 petani dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan untuk usahatani pisang kepok sebesar Rp. 5.182.500,00/luas garapan/20 are Rata-rata penerimaan yang diperoleh dari usahatani pisang kepok sebesar Rp. 15.610.000,00/luas garapan/20 are. Rata-rata pendapatan yang diperoleh Rp.10.427.500,00/luas garapan/20 are . Sedangkan R/C ratio diperoleh 2.24 artinya usahatani pisang kepok di Desa Patiala Dete Kecamatan Lamboya menguntungkan . Kata Kunci : biaya,penerimaan,pendapatan, pisang kepok