cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI SEBELUM DAN SESUDAH MENGIKUTI PROGRAM GERBANG PANGAN SERASI DI SUBAK EMPAS KUBONTINGGUH, DESA DENBNTAS, KECAMATAN TABANAN, KABUPATEN TABANAN Dananjaya, I Gusti Agung Nyoman; Yewa, Prisudatron
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.162 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.646.11-20

Abstract

Tujuan pertanian organik di dunia secara garis besarnya adalah sama yaitu untuk melaksanakan kegiatan bertani yang ramah lingkungan, sehingga menghasilkan produk yang relatif sehat yang pada akhirnya dapat peningkatkan kesejahteraan petani, kesehatan konsumen dan kesehatan lingkungan. Hadirnya program Gerbang Pangan Serasi yang dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Tabanan sejak tahun 2013 yaitu mendukung pertanian organik yang bebas dari bahan kimiawi.Penentuan lokasi menggunakan teknik purposive sampling, pada Subak Empas Kubontingguh, Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di Subak Empas Kubontingguh, sedangkan sampel adalah sebanyak 30 anggota subak yang mengikuti program Gerbang Pangan Serasi dengan metode simple random sampling. Proses pelaksaan Program Gerbang Pangan Serasi di Subak Empas Kubontingguh dimulai dari pembinaan kelompok tani subak, persemaian varietas padi IPB 36, persiapan lahan dan penanaman, perawatan / pemiliharaan sampai dengan penen dan pasca panen. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan pendapatan petani antara sebelum dengan sesudah mengikuti Program Gerbang Pangan Serasi berbeda nyata dimana selisih rata-rata pendapatan petani sebelum dan sesudah sebesar Rp 260,591.00, lebih besar pendapatan petani sesudah mengikuti program Gerbang Pangan Serasi. Lambatnya pembayaran hasil gabah kepada petani dan hasil produksi  yang menurun akibat lambatnya peralihan dari penggunaan kimia kepada penggunaan pupuk organik menyebabkan tanah belum stabil sehingga kesuburan tanah tidak maksimal.Kata kunci : Gerbang Pangan Serasi, Organik, Beras Sehat
KONDISI SOSIAL EKONOMI BURUH TANI DAN ANGKA PUTUS SEKOLAH DI DESA MAREJE TIMUR KECAMATAN LEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Pushpha, Anak Agung Gde; S.P, Sulhan
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.293 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.647.21-26

Abstract

Masalah utama yang dikaji di dalam penelitian ini ialah Kondisi Sosial Ekonomi Buruh Tani dan Angka Putus Sekolah Di Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kondisi Sosial Ekonomi Buruh Tani dan Angka Putus Sekolah Di Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode acak sederahana (simple random sampling), sementara analisis data yang di gunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Dari hasil pembahasan terdapat pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan dengan  rata-rata kekurangannya dana untuk anak SD  berjumlah Rp 1.518.333, anak SMP kekurangannya Rp 1.621.052 dan sedangkan SD dan SMP  kekurangannya Rp 1.665.789 Kata kunci: Buruh Tani, Angka Putus Sekolah.
PERANAN ASURANSI TERNAK SAPI PADA KELOMPOK PELAKSANA SIMANTRI DI KABUPATEN BULELENG Julia Dewi, Kadek Ayu Charisma
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.938 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.648.27-34

Abstract

Sistem pertanian terintegrasi (SIMANTRI) adalah  suatu sistem pertanian yang mengintegrasikan ternak dengan tanaman dalam satu areal. Beberapa masalah yang dihadapi dilapangan oleh para petani, salah satunya adalah kematian ternak sapi. Menghadapi risiko dan ketidakpastian yang makin tinggi akibat perubahan iklim dan berbagai bencana turunannya, oleh karena itu untuk Simantri mulai tahun 2014 diwajibkan untuk mengansuransikan ternak sapi simantri. Penelitian ini bertujuan untuk: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat-manfaat yang dirasakan oleh kelompok pelaksana serta kendala-kendala yang dialami para pertenak dalam beransuransi sapi/ Penelitian ini dilakukan di Kelompok Pelaksana Simantri di Kabupaten Buleleng. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan dengan metode “purposive sampling”, Populasi dalam penelitian ini adalah Kelompok Pelaksana Simantri di Kabupaten Buleleng yang telah melaksanakan program Simantri dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 sebanyak 53 Kelompok Tani pelaksana. Sampel dalam penelitian ini adalah masing-masing Ketua Pengurus Kelompok Tani Pelaksana Simantri Kabupaten Buleleng tahun 2014 sampai tahun 2017. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada manfaat yang dirasakan oleh kelompok pelaksana dimana kelompok mendapatkan jaminan atau ganti rugi apabila, sapi mati karena penyakit, sapi mati karena kecelakaan,  sapi mati karena beranak,sapi hilang karena kecurian. Ganti rugi dapat diberikan oleh Tertanggung kepada Penanggung dengan ketentuan sebagai berikut: terjadi kematian atas ternak sapi yang diasuransikan, kematian ternak sapi terjadi dalam jangka waktu pertanggungan. Kendala-kandala dalam asuransi ternak sapi yang dihadapi oleh kelompok pelaksana simantri, panjangnya tahapan ansuransi dan pola pikir dari beberapa kelompok pelaksana yang masih belum bisa mengikuti asuransi.Kata Kunci : Simantri, Asuransi,  Ganti Rugi
IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA DALAM MENJAGA KEBERLANJUTAN PERTANIAN KOPI PADA SUBAK ABIAN TRI GUNA KARYA KINTAMANI BANGLI Karyati, Ni Ketut; Suryathi, Ni Wayan
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.589 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.649.35-47

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis Implementasi Kearifan Lokal Tri Hita Karana dalam Menjaga Keberlanjutan Pertanian Kopi Pada Subak Abian Tri Guna Karya Kintamani Bangli. Analisis data yang digunakan analisis data kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Implementasi Kearifan Lokal Tri Hita Karana dalam Menjaga Keberlanjutan   Pertanian Kopi Pada Subak Abian Tri Guna Karya Kintamani Bangli yakni dengan menjaga hubungan harmonis kepada Ida Sang Hayng Widhi Waca, kepada alam lingkungannya melalui kegiatan ritual keagamaan yakni dengan menyelenggarakan Upakara Ngembak Wali agar semua tanaman kopi dapat berbuah. Upakara Tumpek Wariga upacara untuk melestarikan pohonan. Upakara Nyeeb untuk permohonan keselamatan di masing-masing subak. Upakara Neduh  upacara yang dilakukan agar hujan turun sesuai harapan petani. Upakara Nangluk Merana adalah untuk menjaga para petani agar terhindar dari penyakit yang merusak tanaman kopi. Hubungan harmonis dengan sesama diupayakan dengan mengedepankan kejujuran, saling berkomplementer dalam menangani masalah, keputusan yang diambil selalu dengan musyawarah, dan membangun jaringan berbasis menyame braya.Kata kunci: Tri Hita Karana, Keberlanjutan Pertanian Kopi, Kelompok Subak Abian.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK DI KELOMPOK SIMANTR 453 (Poktan Ternak Telaga Sari, Kasus Di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung) Darmayasa, I Dewa Nyoman; Ngongo, Yohanis Lende
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.057 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.650.48-55

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilakukan pemerintah untuk mendukung program rehabilitasi lahan pertanian adalah Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) yang di kembangkan oleh Kelompok SIMANTRI 453. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan untuk usaha pupuk organik dan tingkat keuntungan ekonomis usaha pupuk organik. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kelompok Simantri 453 Poktan Ternak Telaga Sari di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung yang dipilih secara purposive sampling atau secara sengaja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Kelompok Simantri 453 sebanyak 20 orang. Maka seluruh anggota ditetapkan sebagai responden dengan menggunakan metode sensus. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis usaha pupuk organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata biaya usaha pupuk organik yang dikeluarkan oleh Kelompok Simantri 453 dalam satu bulan adalah sebesar Rp 1.303.500,00. Rata–rata penerimaan petani dari usaha pupuk organik adalah sebesar Rp 2.500.000,00 per bulan. Rata-rata pendapatan petani dari usaha pupuk organik dalam satu bulan adalah sebesar Rp 1.196.500,00. Melalui perhitungan R/C rasio yang besarnya 1,9 bahwa usaha pupuk organik ini layak dijalankan karena memberikan tingkat keuntungan.Kata kunci : Simantri, Pupuk Organik, Pendapatan.
ANALISIS SWOT PENGEMBANGAN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DI DESA BHUANA GIRI, KECAMATAN BEBANDEM, KABUPATEN KARANGASEM Yastini, Ni Nengah; Kamarani, Ni Wayan
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.728 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.651.56-62

Abstract

Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan ketinggian 10-20 m.  mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai buah pada awalnya berbentuk hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Penyebaran cengkeh pertama kali di daerah Maluku,  kemudian penyebaran ke daerah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dimulai pada tahun 1870. Cengkeh(Syzygium aromaticum) adalah tanaman asli Indonesia, pada waktu itu cengkeh (Syzygium aromaticum) merupakan salah satu tanaman rempah yang dipakai sebagai obat tradisional dan kemudian cengkeh berkembang manfaatnya menjadi bahan pembuat minyak atsiri yang digunakan sebagai salah satu bahan baku industry farmas maupun industry makanan sedangkan yang terbesar adalah bahan baku utama rokok kretek khas Indonesia.  Hal ini bagi  petani menjadi pilihan  untuk mengembangkan cengkeh (Syzygium aromaticum).Di Bali perkembangan cengkeh hamir di seluruh Kabupaten,khususnya   Di Desa Bhuana Giri , Kecamatan Bebandem ,Kabupaten Karangasem untuk mengembangkan hopon cengkeh.  Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan komoditi cengkeh pada saat pengembangannya. (2) untuk mengetahui ancaman dan peluang yang dimiliki komoditi cengkeh di Desa Bhuana Giri,Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.  Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan purposive sampling atau secara sengaja. Populasi  dalam penelitian ini adalah jumlah 50 orang petani, petani sampel  25 orang petani dengan menggunakan simple random sampling.Analisis data menggunakan analisis SWOT dimana pada analisis SWOT akan didapat 2 faktor yaitu (1) Factor Internal yaitu Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses) ,(2)Factor Eksternal yaitu Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats).Hasil penelitian ini didapat strategi SO yaitu perluasan agribisnis, meningkatkan pengetahuan, dan pemanfaatan kesuburan lahan.  Strategi ST yaitu berfikir aktif dalam mengatasi cuaca, menjaga kualitas produk agar mampu bersaing, penanganan terhadap hama dan penyakit akan membantu pertumbuhan tanaman.  Strategi WO yaitu meningkatkan pengetahuan mengenai teknologi dan informasi, perawatan tanaman dengan baik, mengetahui informasi pasar, meningkatkan akan membuat strategi dalam mengantisifasi cuaca.  Dengan perawatan yang baik hama dan penyakit bisa diatasi dengan baik, harga tidak stabil kualitas produk  mampu bersaing di pasaran.Kata kunci : Pengembangan , Cengkeh, SWOT.
CURAHAN TENAGA KERJA PETERNAK SAPI BALI SEBAGAI USAHA SAMPINGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN Hendrawati, I Gusti Agung Oka
dwijenAGRO Vol 8 No 1 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.962 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.1.652.63-72

Abstract

Kecamatan Penebel merupakan salah satu sentra pertanian penting di Bali dan umumnya petani juga merupakan peternak sapi bali. Sebagai salah satu faktor produksi, tenaga kerja manusia memegang peran yang sangat penting dalam sektor peternakan. Besarnya pendapatan yang diterima peternak akan mempengaruhi pola konsumsi atau pengeluaran rumah tangga peternak, sehingga kondisi tersebut turut mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga peternak tersebut. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana curahan tenaga kerja peternak sapi bali sebagai usaha sampingan dan bagaimana dampaknya terhadap pendapatan keluarga di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui curahan tenaga kerja peternak sapi bali sebagai usaha sampingan serta mengetahui dampaknya terhadap pendapatan keluarga di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada bulan November-Desember 2017 dengan metode purposive sampling. Materi yang digunakan adalah peternak Sapi bali. Sampel dipilih dengan metode simple random sampling secara disproposional sampel peternak diambil sebanyak 100 responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa curahan tenaga kerja peternak sapi bali sebagai usaha sampingan di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan rata-rata sebesar 2,95 jam/hari. Pendapatan perbulan yang diperoleh petani sebagai usaha sampingan sebagai peternak sapi bali di Kecamatan Penebel, terendah petani jika memelihara seekor sapi bali sebesar Rp. 391.667,-/bulan. Hal yang sebaliknya terjadi jika petani mampu memelihara ternaknya dalam kurun waktu 24 bulan (2 tahun), maka akan memperoleh penghasilan sampingan yang paling tinggi sebesar Rp. 485.417,-/bulan dan apabila dirata-ratakan penghasilan dapat bertambah sebesar Rp. 446.353,-/bulan/ekorKata Kunci : Curahan Tenaga Kerja, Pendapatan, Peternak Sapi Bali
DETEKSI PEPPER VEIN YELLOWS VIRUS YANG BERASOSIASI DENGAN PENYAKIT YELLOW VEIN BANDING PADA TANAMAN MENTIMUN DI TABANAN - BALI Putri Adnyani, Ni Nengah
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.859 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.654.80-85

Abstract

Gejala menguning antara lamina daun (yellow vein banding) telah ditemukan pada tanaman mentimun di Bali sejak tahun 2014. Gejala pada tanaman mentimun tersebut memiliki kemiripan dengan gejala pada tanaman cabai yang disebabkan oleh infeksi Pepper vein yellow virus, anggota genus Polerovirus. Tujuan penelitian ialah membuktikan penyebab penyakit menguning antara lamina daun pada tanaman mentimun di Bali. Metode identifikasi menggunakan RT-PCR dan analisis sikuensing. Sepasang primer spesifik PeVYV-CP-F-BamH1/PeVYV-CP-R-Pst1 berhasil mengamplifikasi bagian protein selubung PeVYV dengan ukuran ± 650 pb. Analisis sikuen nukleotida menunjukkan bahwa isolat mentimun Bali memiliki kemiripan > 95% dengan isolat PeVYV asal Bali, dan Rembang (Indonesia), Jepang serta Yunani yang menginfeksi tanaman cabai.Kata kunci: Polerovirus, protein selubung, RT-PCR, sikuen nukleotida.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PROGRAM SIMANTRI DI KELOMPOK TANI TUNJUNG MEKAR Mega Astuthi, Made Mika
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.503 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.655.86-90

Abstract

Pemberdayaan petani adalah segala upaya untuk meningkatkan kemampuan petani untuk melaksanakan usaha tani yang lebih baik melalui pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pendampingan, pengembangan sistem dan sarana pemasaran hasil pertanian, konsolidasi dan jaminan luasan lahan pertanian dan kemudahan akses ilmu . Simantri pada dasarnya adalah integrasi vertikal dan horizontal kegiatan usahatani di tingkat lokal, mulai dari proses perencanaan, perumusan kebijakan hingga implementasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, yang mendiskripsikan Pemberdayaan Petani melalui Simantri di Kelompok Tani Tunjung Mekar di Banjar Bangah, Desa Baturiti,Kecamatan Baturiti,Kabupaten Tabanan. Pemberdayaan petani melalui program Simantri di Kelompok Tani Tunjung Mekar dilakukan dengan tiga aras yaitu (1) Aras Mikro, dimana pemberdayaan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas kepada anggota kelompok simantri dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka, melalui kegiatan integrasi di kelompok. (2) Aras Mezzo dimana pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan dan pendidikan, seperti pelaksanaan bintek di kelompok. (3) Aras Makro, pemberdayaan ini diarahkan pada lingkungan yang lebih luas. Dalam pemberdayaan aras makro ini kelompok simantri diharapkan mampu menyediakan pupuk padat dan cair bagi anggota kelompok dan petani sekitar, selanjutnya kelompok simantri mampu mendistribusikan hasil integrasi yang ada di simantri baik berupa pupuk padat dan cair maupun hasil pertanian yang sudah organic kepada masyarakat luas dan tidak hanya terbatas penyalurannya di kelompok saja.Kata Kunci: pemberdayaan, petani, simantri
PERSEPSI TUMPEK WARIGA SEBAGAI IMPLEMENTASI TRI HITA KARANA DI DESA PEJENG KANGIN Jenahan, Agustinus; Asisto, Venansius; Aryaningsih, Made Yuli; Suparyana, Pande Komang
dwijenAGRO Vol 8 No 2 (2018): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.994 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.8.2.656.91-99

Abstract

Tradisi Tumpek Wariga diharapkan dapat menjaga alam sebagai tujuan pelestarian lingkungan, sehingga tidak ada lagi penebangan hutan secara besar-besaran yang menyebabkan terganggunya ekosistem alam.Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui makna filosofi yang terkandung dalam tradisi Tumpek Wariga, Untuk mengetahui esensi sarana upacara dan ritual upacara dalam Tumpek Wariga, Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Tumpek Wariga sebagai salah satu sarana dalam melestarikan lingkungan hidup. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 91 KK yang berada di Desa Pejeng Kangin. Data dalam penilitian ini dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan Makna perayaan hari Tumpek Wariga adalah untuk memohon anugerah kepada Sanghyang Sangkara agar memberikan kesuburan kepada tumbuh-tumbuhan sehingga tumbuh-tumbuhan itu dapat berbunga, berbuah, berdaun lebat untuk dijadikan sumber kehidupan bagi umat manusia. Dalam Lontar Sundarigama dijelaskan makana tumpek wariga adalah “anguduh ikang sarwa ning taru asekar,awoh, agodong dadi amreta ning urip“, yang berarti meminta kepada semua tanaman agar berbunga, berbuah dan berdaun untuk dijadikan sumber kehidupan. Esensi sarana upacara dan ritual upacara dalam tumpek wariga yaitu Banten Prass, Banten Nasi Tulung Sesayut, Banten Tumpeng, Bubur Sumsum, Banten Tumpeng Agung, Banten Penyeneng dan Tetebusan, Canang Sari, Dupa. Pesepsi responden dilihat dari berbagai aspek, yaitu aspek pemahaman makna Tumpek Wariga sebagai implementasi Tri Hita Karana, implementasi Tumpek Wariga dalam kehidupan, kesadaran pentingnya melestarikan lingkungan hidup, upaya pelestarian lingkungan hidup berada dalam kategori sangat setuju mengenai Tumpek Wariga sebagai implementasi Tri Hita Karana dalam pelestarian lingkungan.Kata kunci: Persepsi, Tumpek Wariga, Tri Hita Karana, Desa Pejeng Kangin