cover
Contact Name
I Gusti Agung Nyoman Dananjaya
Contact Email
guz.d4nan@gmail.com
Phone
+6281805541490
Journal Mail Official
guz.d4nan@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Jalan Kamboja No 17 Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Published by Universitas Dwijendra
ISSN : 19793901     EISSN : 27229815     DOI : -
Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Dwijendra.
Articles 197 Documents
ANALISIS USAHATANI BUAH JERUK SIAM (Citrus Nobillis Var. Microcarpa) DI DESA CATUR KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Ni Nengah Yastini
dwijenAGRO Vol 12 No 1 (2022): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.12.1.1275.37-44

Abstract

Jeruk merupakan salah hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi dan permintaan pasar yang tinggi. Jeruk merupakan salah satu jenis buah yang menjadi komoditi unggulan yang dikembangkan karena mempunyai sebaran tanam yang luas dan mempunyai tingkat konsumsi yang tinggi. Hal ini karena buah jeruk memiliki citarasa, aroma, kesegaran dan sumber vitamin bagi tubuh, sehingga buah jeruk sangat digemari dan telah menjadi buah favorit keluarga. jika dibandingkan dengan buah lainnya seperti buah pisang, pepaya, rambutan dan apel. Jeruk siam memiliki penyebaran yang cukup luas di Indonesia. Tanaman ini berasal dari daerah Pontianak yang memiliki kualitas sangat bagus.(Susenas,2009).Penelitian ini dilaksanakan di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dengan menggunakan metode purposive sampling (secara sengaja). Populasi usahatani buah jeruk siam sebanyak 60 orang petani, petani sampel 20 orang petani dengan simple random sampling. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan analisis kualitatif dan kuatitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya usahatani buah jeruk siam di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dalam 1 musim adalah sebesar Rp. 5.620.000,00/ luas garapan. Rata-rata penerimaan petani buah jeruk siam adalah sebesar Rp. 20.000.000,00 / luas garapan, Rata-rata pendapatan usahatani buah jeruk siam adalah sebesar Rp. 14.380.000,00/ luas . R/C ratio sebesar 3,56 berarti bahwa usahatani buah jeruk siam ini layak dijalankan karena memberikan tingkat keuntungan.Bagi petani disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi baik dari segi kualitas maupun kuantitas serta penetapan strategi pemasaran yang tepat yang ada di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Disamping itu bagi pemerintah diharapkan dapat membantu dalam pembuatan kebijakan yang dapat mendukung peningkatan daya saing buah lokal dan juga untuk membantu fasilitas seperti kredit bunga yang rendah
PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN PADA SUBAK BENGKEL, DESA BENGKEL, KEDIRI, TABANAN Ni Ketut Karyati; Pande Made Ari Ananta Paramarta; Benekdita Indriani Marni
dwijenAGRO Vol 13 No 1 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Subak Bengkel terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Subak Bengkel mewilayahi dua desa yaitu Desa Bengkel dan Desa Pangkung Tibah. Subak Bengkel merupakan subak terluas di Kecamatan Kediri dengan total luasan 329 Ha. Petani Subak Bengkel mayoritas menanam padi. Petani yang menenam padi memiliki berbagai jenis varietas padi seperti Chierang, Chigeluis, dan Inpari Subak Bengkel memiliki komoditi unggulan yaitu beras hitam (Oryza Sativa Indica L). Subak Bengkel terdiri dari 19 tempek yang masing masing dimpimpin oleh kelian tempek,. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat perkembangan kelompok tani adalah terlaksananya peran penyuluh pertanian dengan baikdan dibarengi dengan partisipasi aktif dari petani. Untuk itu Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Subak Bengkel, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan. Hasil penelitian, dari 39 responden kelompok tani yang ada di Subak Bengkel, Desan Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan, bahwa tingkat partisipasi anggota kelompok tani dalam program penyuluhan menunjukan hasil dalam kategori “Tinggi” dengan nilai skor rata-rata tingkat partisipasi kelompok tani dengan programa penyuluhan dari 4 indikator penilaian adalah 39,73. Lebih ditingkatkan kegiatan Non Fisik yang meliputi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap dan perlu adanya disiplin kerja kelompok tani dengan Team Pembina Kelompok.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI ROBUSTA (Studi Kasus Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng) Stepanus Umbu Deta; Olimpius Hadus; Made Mika Mega Astuthi; Kadek Ayu Charisma Julia Dewi
dwijenAGRO Vol 13 No 1 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi robusta (Coffea canephora piere ex A. Fronher) merupakan salah satu tanaman andalan dari komuditas perkebunan Indonesia karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Varietas kopi robusta banyak di budidayakan di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu. Penelitian ini akan mencari strategi pengembangan usahatani Kopi Robusta di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, dan Kabupaten Buleleng.Penelitian dilakukan di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.Penentuan daerah dilakukan secara Purposive atau disengaja. Populasi dalam penelitian ini adalah petani kopi yang berjumlah sebanyak 110 petani.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 orang, yang dipilih secara simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tani kopi di Desa Pucaksari dilakukan analisis data dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis dan pembahasan penelitian yang telah diuraikan didapatkan bahwan kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) yaitu ketersediaan lahan yang cukup, keamanan berusahatani, kurangnya manajemen yang baik, petani kekurangan modal, petani tidak menguasai saluran pemasaran, petani masih menggunakan alat sederhana, petani tidak mengetahui tempat penyediaan dan penggunaan bibit bersertifikat dan petani tidak mengetahui hasil penelitian. Peluang (opportunity) dan ancaman (threat) yaitu permintaan kopi yang semakin meningkat, mulai adanya pasar yang tersedia untuk usahatani kopi robusta, pengaruh dari petani lain, mulai adanya atau tumbuhnya kelompok tani kopi robusta dan adanya ketidakpastian iklim, persaingan kopi dari daerah lain dan pertumbuhan ekonomi yang tidak pasti. Strategi alternatif yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan mutu produksi serta mitra memberikan harga kepada petani sesuai dengan peraturan yang berlaku, memperluas jaringan pemasaran dengan cara memanfaatkan organisasi-organisasi petani serta penggunaan teknologi dan informasi yang modern dan membentuk lembaga penelitian serta lembaga keuangan guna membantu usahatani kopi.
EFISIENSI PEMASARAN CABAI MERAH BESAR DI DESA PENEBEL KECAMATAN PENENBEL KABUPATEN TABANAN – BALI Yulianti Evi; Benedikta Indriani Nani; Ni Nengah Putri Adnyani
dwijenAGRO Vol 13 No 1 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Holtikultura merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat dalam pertanian Indonesia. Jenis tanaman yang di budidayakan dalam holtikultura meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, bunga dan tanaman hias. Sayur-sayuran salah satu sektor yang berperan dalam mendukung perekonomian nasional karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat atau petani berskala kecil, menengah ataupun besar karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, ketersediaan lahan dan pengembangan teknologi budidaya yang cukup pesat. Berdasarkan rumusan masalah penelitian yaitu: 1). Bagaimanakah saluran pemasaran cabai merah besar di Desa Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan? 2). Seberapa besar usahatani cabai merah besar memberikan pendapatan dan keuntungan bagi petani di Desa Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan?. Tujuan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu 1). Untuk mengetahui saluran Pemasaran cabai merah besar di desa Penebel kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. 2). Untuk Mengetahui besarnya pendapatan dan keuntungan yang diperoleh petani dalam melakukan usahatani pemasaran cabai merah besar di Desa Penebel Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. Penelitian ini telah dilaksanakan di desa Penebel, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Populasi dalam penelitian ini yaitu petani yang membudidayakan cabai merah besar Desa Penebel, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, dengan jumlah keseluruhan petani 252 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dengan mengambil sampel 35 orang yaitu 10% populasi petani cabai merah besar. Jenis dan Teknik pengambilan data yang digunanakan dalam penelitian ini adalah 1). metode kuisioner, 2). metode wawancara dan 3). metode dokumentasi. Metode Kuisioner Merupakan Teknik pengambilan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawabnya berdasarkan bentuk pertanyaan. Metode wawancara Merupakan proses komunikasi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab langsung antara peneliti dengan responden. Dokumentasi adalah salah satu cara yang dilakukan untuk menyediakan gambar-gambar yang terjadi pada lokasi penelitian dengan menggunakan bukti yang akurat dari pencatatan sumber- sumber. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah: 1). Penyusutan, 2). Biaya produksi, 3). Penerimaan, 4). Pendapatan, 5). Revenue cost ratio (R/C Ratio).
BAURAN PEMASARAN TANAMAN HIAS DI UD. CAHAYA DI DESA KESIMAN KECAMATAN DENPASAR TIMUR KOTA DENPASAR Lede Seingu
dwijenAGRO Vol 13 No 1 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman hias merupakan tanaman yang mempunyai nilai keindahan dan daya tarik tertentu. Karena mengandung nilai ekonomis , tanaman hias dapat diusahakan menjadi suatu bisnis yang keuntungan sangat besar. Melihat peluang pasar yang sangat langkah , yang perlu diperhatikan dalam mengusahakan bisnis ini diantaranya dengan menerapkan bauran pemasaran.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bauran pemasaran tanaman hias dan kendala-kendala apa yang dihadapi di UD. Cahaya yang bertempat di Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di UD.Cahaya. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua karyawan UD.Cahaya yang berjumlah 6 orang yang seluruh diambil sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara,dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa produk yang dipasarkan oleh UD.Cahaya adalah tanaman hias berbagai jenis dan harga yang berbeda sesuai harga tanamannya. Pemasaran tanaman hias dilakukan secara langsung di UD.Cahaya, tidak menggunakan media promosi dimana pembeli datang langsung ke UD.Cahaya. Konsumen tanaman hias mencakup beberapa hotel, perumahan, pemerintah, konsumen individu dan lain lain. Kendala-kendala yang dihadapi UD cahaya dalam bauran produk tanaman hias yang dipasok dari daerah Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat mengalami kerusakan yang berpengaruh pada harga jualnya.
BAURAN PEMASARAN PRODUK CAU CHOCOLATES PADA PT CAU COKELAT INTERNASIONAL DI DESATUA KECAMATAN MARGA KABUPATEN TABANAN Asnat Ana Ndiha; Kadek Ayu Charisma Julia Dewi; Made Mika Mega Astuthi
dwijenAGRO Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Kabupaten Tabanan merupakan salah satu kawasan di Provinsi Bali yang kondisi geografisnya sangat baik untuk pengembangan sektor agrowisata karena berada di daerah perbukitan dan memiliki kesuburan tanah dan agroklimat yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bauran pemasaran produk Cau Chocolates di Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dan kendala-kendala yang dihadapi dalam bauran pemasaran. Penentuan lokasi ini dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 29 orang dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran terkait dengan produk memiliki 12 varian produk, harga bervariasi dari Rp. 63.000/80 g sampai dengan Rp. 280.000/1kg, tempat distribusi meliputi supplier, pengecer, dan konsumen. Promosi yang dilakukan melalui media massa elektronik, dan offline pada level nasional. Kendala-kendala yang dihadapi adalah adanya keluhan pelanggan mengeanai rasa coklat yang berubah-ubah karena semakin lama masa penyimpanan.
MODEL MANAJEMEN PENJUALAN SAYUR MAYUR PADA UD.SAYUR MAYUR DI PASAR BADUNG DENPASAR Dewi, Ida Ayu Candrika
dwijenAGRO Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali sebagai salah satu pulau yang tedapat di Indonesia yang sedang berkembang dan dalam proses perkembangan pembangunan ekonomi. Didalam mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dalam pelaksanaannya memperhatikan prinsip sehat dan memperhatikan ekonomi. Meningkatnya konsumsi hortikutura disebabkan karena struktur konsumsi bahan pangan cenderung bergeser pada bahan non pangan. Masyarakat pada zaman sekarang kecenderungan untuk menghindari pangan dengan penyebab kolesterol tinggi dari hasil produk pangan ternak. Di samping itu masyarakat sekarang sudah mengikuti trend makanan sehat dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran. Salah satu pasar tradisional dikawasan Denpasar yang dijadikan tempat untuk mendistribusikan sayuran tersebut adalah di pasar badung. Pasokan sayur mayur yang biasanya dijual adalah berasal dari Kecamatan Baturiti. UD.Sayur Mayur sebagai salah satu supplier yang menyediakan aneka macam sayur mayur di pasar badung. Produsen yang menjual sayur mayur di dalam pasar badung tidak terbatas hanya satu produsen, sehingga masih ada persaingan didalam penjualan terutama dalam segi harga tetapi tidak menjadi suatu masalah bagi usaha dagang ini. Penelitian dilakukan di UD.Sayur Mayur di pasar badung sebagai salah satu supplier sayur mayur yang berada di pasar badung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian empiris. Jumlah sampel yang ditemukan pada saat penelitian di pasar badung khususnya di UD.Sayur Mayur adalah 45 sampel yang terdiri dari pedagang dan konsumen. Jumlah sampel yang ditemukan pada saat penelitian di pasar badung khususnya di UD.Sayur Mayur adalah 45 sampel yang terdiri dari pedagang dan konsumen. Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan model manajemen penjualan sayur mayur pada UD.Sayur Mayur di pasar badung : (a) Target penjualan sudah sesuai dengan produk yang dijual dan sudah memiliki pelanggan tetap yang membeli disetiap harinya, (b) Kualitas sayuran yang dijual juga segar dan baru setiap harinya, (c) Pemasaran produk yang dilakukan juga sudah sesuai dengan fokus produk yang dijual, harga pasaran produk juga bersaing dan terjangkau, tempat berjualan yang strategis dan mudah di cari, dan promosi melalui aplikasi Gojek dan Grab agar memudahkan transaksi dari jarak jauh, (d) Keuntungan usaha yang diperoleh sudah cukup besar karena di UD.Sayur Mayur setiap harinya sudah memiliki pemesan tetap dalam jumlah yang banyak seperti di hotel dan restoran, (e) Daya saing produk dengan produsen yang lain dengan produk yang sama juga tidak terlalu mempengaruhi penjualan yang terjadi. Dari simpulan diatas dapat diambil saran sebagai berikut target penjualan ditingkatkan lagi ke daerah-daerah di luar Kota Denpasar agar hasil penjualan meningkat, kualitas dari sayuran yang diperjualbelikan tetap dijaga agar menjadi nilai lebih dalam produk yang dipasarkan, pemasaran produk harus terus dilakukan secara rutin agar konsumen lebih banyak lagi.
PENGARUH SUBSISTEM PENYEDIAAN SARANA PRODUKSI DAN USAHATANI TERHADAP PRODUKTIVITAS SEMANGKA (Citrullus Vulgaris Schard) DI SUBAK TEGES ULU, DESA BATUAN KALER, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR. I Nengah Surata Adnyana
dwijenAGRO Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah semangka banyak diminati oleh masyarakat luas baik dari kalangan masyarakat menengah keatas maupun masyarakat bawah karena banyak mengandung vitamin A, C dan antioksidan yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Jumlah Populasi dalam penelitian sebanyak 67 petani. Sampel yang diambil sebanyak 12 orang petani, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh subsistem penyediaan sarana produksi pertanian semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar; (2) menganalisis pengaruh subsistem usahatani petani semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar; dan (3) menganalisis produktivitas hasil petani semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian menghasilkan (1) pengaruh subsistem penyediaan sarana produksi pertanian semangka yang terdiri dari ketersediaan benih semangka, pupuk urea, pupuk NPK pupuk ZA, pupuk organik, pestisida, cultivator, gembor, handsprayer, pestisida kimia, pestisida organik, dan mulsa rata-rata mendapatkan nilai pencapaian skor 2,78 (55,69%) dengan kategori yang sedang. (2) pengaruh subsistem usahatani petani semangka yang terdiri dari variabel persiapan lahan, pembiibitan, penanaman, pengairan, penjarangan, pembalikan buah, pemupukan, pengendalian gulma serta pengendalian OPT secara rutin termasuk kategori yang sedang dengan nilai rata-rata pencapaian skor 2,91 (58,39%). (3) produktivitas hasil petani semangka rata-rata memperoleh hasil 12.032 kg/ha yang termasuk dengan kategori yang masih rendah.Saran yang dapat diberikan yaitu sebelum melakukan usahatani semangka hendaknya petani terlebih dahulu menyediakan sarana produksi pupuk urea, NPK, ZA, pupuk organik dan alat olah tanah cultivator. Dalam pengendalian gulma dan pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) diharapkan menekankan penggunaan pestisida organik terlebih dahulu untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.
ANALISIS USAHATANI BERAS MERAH DI SUBAK SRINADI DESA SENGANAN KECAMATAN PENEBEL KABUPATEN TABANAN Ni Nengah Yastini; Yulianti Evi
dwijenAGRO Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik, mengingat sektor ini sebagai penghasil bahan pangan seperti beras, jagung, kedele, umbi-umbian dan buah-buahan serta sayur- sayuran (Murbyarto,1986). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, 2017, sektor pertanian merupakan sektor ketiga terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (BPB). Selain berperan dalam memenuhi kebutuhan akan beras pertanian juga menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja. Beras merah termasuk komoditi yang mempunyai harga khusus yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui berapa besarnya biaya usaha tani padi beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan; (2) untuk mengetahui besar penerimaan dan pendapatan usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan; (3) untuk mengetahui tingkat R/C rasio usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan; (4). untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kabupaten Tabanan. Penelitian ini di laksanakan di Subak Srinadi Desa Senganan Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan Provinsi Bali secara sengaja ( puporsive sampling), dengan pertimbangan Subak Srinadi sebagian besar dari lahan ditanami padi beras merah. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang petani, dengan menggunakan teknik sensus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis usahatani. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan sebesar Rp 5.745.000,00 per luas garapan (50) are atau sebesar Rp 11.490.000,00 per ha. Penerimaan rata-rata sebesar Rp 9.234.000,00 per luas garapan atau sebesar Rp 18.468.000,00 per luas ha. Usahatani beras merah rata-rata sebesar Rp 3.489.000,00 per luas garapan atau sebesar Rp 6.978.000,00 per ha. Nilai R/C rasio sebesar 1,60 bahwa usahatani beras merah di Subak Srinadi Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini layak diusahakan karena memberikan tingkat keuntungan.
MODEL KEMANDIRIAN PETANI DALAM PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERKEBUNAN PADA SUBAK-ABIAN TRI GUNA KARYA, KECAMATAN KINTAMANI, KABUPATEN BANGLI Ni Ketut Karyati; Pande Made Ari Ananta Paramarta
dwijenAGRO Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model kemandirian petani dalam pengolahan dan pemasaran hasil pertanian di Subak-Abian Tri Guna Karya, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan wawancara secara terstruktur, observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis statistik dengan PLS (Partial Least Square). Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa model kemandirian petani dalam pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan dengan jalan meningkatkan kemandirian emosional dalam menggerakkan agribisnis melalui pembangunan sumberdaya manusia yang berkualitas dengan cara meningkatkan keterampilan individu yang spesifik (life of skill) dan menguatkan kapasitas individu (individual capacity building) agar dapat menguatkan kapasitas kelembagaan (institutional development capacity building) berbasis Kelembagaan Subak-Abian.