cover
Contact Name
Cut Nuzlia
Contact Email
cutnuzlia@gmail.com
Phone
+6285260203678
Journal Mail Official
amina@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry Jalan Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Amina
ISSN : 26850001     EISSN : 26849976     DOI : -
Amina, Ar-Raniry Chemistry Journal, is an open access and peer-reviewed journal that issues articles, both original research articles type and review articles or short communication type, in all scopes of chemistry (organic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, inorganic chemistry, biochemistry, teoritical and computational chemistry) as well as applied chemistry (educational chemistry, pharmacy, and chemical engineering). This journal accept manuscript written in both Bahasa Indonesia and English (British or American Style but no a mixture of both styles). Amina publishes three issues annually (April, August, and December).
Articles 135 Documents
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN ASIN MENGGUNAKAN FILTRAT KULIT BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) Sari, Ayu Nirmala; Lestari, Siti Diah Ayu; Syah, Fazri Ardian; Sabila, Farisa
AMINA Vol. 6 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v6i1.4411

Abstract

Formalin termasuk larutan asam yang bening dan aromanya sangat menyengat, mengandung senyawa formaldehid sebesar 37%, serta umumnya pada saat digunakan sebagai pengawet dilarutkan di dalam air dengan tambahan etanol 15%. Untuk mendeteksi formalin secara sederhana dapat menggunakan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) naga karena kulitnya memiliki kandungan antosianin yang mudah bereaksi dengan asam kuat jika bercampur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya formalin pada ikan asin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 20 sampel ikan asin mengunakan kulit buah naga. Hasil penelitian identifikasi formalin dengan menggunakan filtrat kulit buah naga mampu membuktikan adanya formalin dalam sampel ikan asin.
PENYERAPAN FOSFAT LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN METODE ADSORPSI Ultama, Andi Via Putra; Nasution, Reni Silvia; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan saat ini yang banyak terjadi salah satunya adalah pencemaran oleh limbah cair yang berasal dari proses pencucian pakaian atau usaha laundry. Dewasa ini laundry menjadi usaha yang menjamur yang berada di setiap daerah kota maupun desa, bahkan pengerjaan cucian pada jasa laundry ini mencapai 75 s/d 80 kg setiap harinya dan limbah laundry yang dihasilkan berkisar 35 s/d 50 L. Dalam kajian kepustakaan (library research) ini, dirangkum tentang bagaimana pengaruh adsorben bahan alam dengan waktu kontak dan massa adsorben terhadap efektivitas adsorpsi kadar fosfat (PO4) limbah cair usaha laundry, dimana proses adsorpsi dengan adsorben bahan alam efektif menurunkan kadar fosfat pada limbah cair laundry. Hal ini dilihat berdasarkan pengaruh adsorben dari bahan alam, tidak semua adsorben mampu menurunkan kadar fosfat dengan baik, hal ini dapat dipengaruhi oleh massa, waktu kontak dan jenis aktivator. Kemudian pada pengaruh waktu kontak dan massa adsorben, dari hasil yang diperoleh bahwa tidak semuanya waktu kontak tertinggi dan massa tertinggi akan menyerap banyak kadar fosfat yang terserap. Hal ini dipengaruhi oleh jenuhnya adsorben dalam limbah fosfat, sehingga adsorben tersebut mengalami desorpsi atau terjadinya pelepasan kadar fosfat. Penelitian ini bisa dimanfaatkan sebagai informasi untuk penurunan kadar fosfat sehingga lebih mudah dalam menetukan variabel-variabel untuk proses adsorpsi.
PERBANDINGAN RENDEMEN, VISKOSITAS, KEKUATAN GEL GELATIN DARI IKAN AIR LAUT DAN IKAN AIR TAWAR Hayyun; Yulian, Muammar; Bhernama, Bhayu Gita
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen yang banyak ditemukan pada tulang dan kulit hewan seperti ikan, sapi dan babi. Kolagen merupakan protein berupa serat yang terdapat pada jaringan ikan. Gelatin yang diperoleh dari bahan baku ikan biasanya diekstraksi dengan menggunakan perendaman dalam larutan asam. Proses asam biasanya memerlukan waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan proses perendaman basa/alkali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik (rendemen, viskositas, dan kekuatan gel) gelatin dari ikan air laut dan air tawar. Metode penelitian yang digunakan yaitu Literature Review dengan pengumpulan dan skrining data yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh yaitu berbagai informasi mengenai karakteristik gelatin yang paling bagus terdapat pada ikan air tawar (patin) dengan menghasilkan rendemen 6,14%, viskositas 3,83 cP, dan kekuatan gel 364,19 bloom. Sedangkan ikan air laut (kakap merah) mendapatkan rendemen 4,93%, viskositas 17,4 cP, kekuatan gel 312,5 bloom.
STUDI PERSPEKTIF SENSORIK DAN KADAR KAFEIN KOPI KHOP BANDA ACEH Nurhayati; Asmara, Anjar Purba; Sabarni
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian kandungan kafein yang berkaitan dengan cita rasa kopi unik dari Aceh, kopi Khop, masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kadar kafein dalam bubuk kopi Khop dan karakteristik sensorik dengan analisis regresi linear. Bubuk kopi Khop dipisahkan berdasarkan empat kategori: halus (fine, F), sedang (medium, M), kasar (coarse, C), dan original (O). Keempat jenis bubuk kopi tersebut diseduh dengan air panas (90 oC) lalu diuji karakteristik sensoriknya menggunakan uji organoleptik meliputi rasa asam dan pahit, aroma, warna, dan residu ampas. Sampel kopi tersebut juga diukur kadar kafeinnya menggunakan spektrometer UV-vis dan harga pH-nya. Analisis dengan regresi linear sederhana menunjukkan hubungan linear negatif antara kadar kafein bubuk F, M, dan C dengan skor deskriptor sensorik kopi Khop. Berdasarkan hasil uji tersebut, kadar kafein bukan merupakan faktor tunggal yang menentukan hasil penilaian karakter sensorik bubuk kopi Khop yang ditunjukkan dengan linearitas negatif antara kadar kafein dan skor aroma kopi.
REVIEW LITERATUR: SINTESIS PASIR BESI MENJADI NANOPARTIKEL MAGNETIT MELALUI PENERAPAN METODE KOPRESIPITASI Nengsih, Sri
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sintesis nanopartikel magnetit (Fe3O4) dari pasir besi melalui metode kopresipitasi telah diteliti untuk berbagai proses variasinya. Adapun tujuan kajian ini agar menemukan tahapan proses sintesis yang sesuai untuk menghasilkan ukuran nanopartikel magnetit di bawah 100 nm. Pendekatan kualitatif dipilih dalam kajian ini untuk mendapatkan informasi selengkapnya. Sumber data yang digunakan adalah dari jurnal berskala nasional maupun jurnal internasional. Temuan yang didapatkan dari kajian ini adalah perlunya perlakuan awal pada bahan dasar pasir besi alami sebelum dilakukan proses sintesis untuk mendapatkan kemurnian pasir besi. Pada tahapan sintesis nanopartikel magnetit diperlukan kontrol pada jumlah komposisi bahan yang dicampurkan, kontrol proses sintesis dan lingkungan sekitarnya. Melalui kontrol tersebut diharapkan dapat ukuran nanopartikel magnetit yang homogen dan distribusi partikelnya lebih banyak serta terhindar dari aglomerasi partikel.
UJI PERSAMAAN LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA PENYERAPAN ION LOGAM KOBALT (II) OLEH KITOSAN DARI KULIT UDANG WINDU (Penaeus monodon) Amanda, Dea; Arfi, Febrina; Nisah, Khairun
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan salah satu adsorben alami yang sangat melimpah di alam dan banyak terdapat dalam kulit luar hewan golongan Crustaceae, salah satunya seperti udang windu (Penaeus monodon). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah proses penyerapan ion logam Co (II) oleh kitosan memenuhi persamaan Langmuir dan Freundlich dan untuk mengetahui nilai daya adsorpsi maksimum ion logam Co (II) oleh kitosan yang paling sesuai dengan persamaan Langmuir dan Freundlich. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah isolasi kulit udang menjadi kitosan melalui empat tahap, yaitu deproteinisasi, dekalsifikasi, dekolorisasi dan deasetilasi. Hasil isolasi kitosan dikarakteristik dengan menggunakan Fourier Transform Infrared. Persamaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan Langmuir dan Freundlich. Untuk proses penyerapan ion logam Co (II) dilakukan dengan cara memvariasikan massa kitosan 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 dan 0,5 g dan waktu kontak kitosan 15, 20, 25 dan 30 menit perlakuan ini dilakukan dengan penambahan ion logam Co (II) 4 ppm sebanyak 25 mL. Hasil penyerapan ion logam kobalt (II) dianalisis dengan menggunakan SSA (Spektrofotometer Serapan Atom). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai efektivitas adsorpsi massa kitosan pada adsorpsi ion logam kobalt (II) sebesar 0,1164 mg/g, 0,1343 mg/g, 0,1464 mg/g, 0,1655 mg/g dan 0,1871 mg/g. Dan nilai efektivitas adsorpsi pada variasi waktu kontak kitosan sebesar 0,1871 mg/g 0,2027 mg/g 0,2138 mg/g dan 0,2083 mg/g. Model isoterm adsorpsi mengikuti persamaan isoterm Langmuir dan Freundlich, dengan daya adsorpsi kitosan terhadap ion logam kobalt untuk persamaan Langmuir sebesar 0,1116 mg/g dan 0,1834 mg/g serta persamaan Freundlich sebesar 5,7743 mg/g dan 5,3839 mg/g. Jadi uji persamaan isotem Langmuir dan Freundlich dapat menunjukan penyerapan ion logam kobalt (II) oleh kitosan.
KARAKTERISASI SABUN CAIR CUCI PIRING DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaCl Arrazi, Mufham Mufakkir; Nisah, Khairun; Arfi, Febrina
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaCl terhadap karakteristik sabun cuci piring, dimana NaCl berfungsi sebagai pemisah bahan sabun dengan gliserin. Variasi NaCl dalam pembuatan sabun cuci piring cair adalah 125 g: 94 g: 62,5 g: dan 31 g. Karakteristik sabun di uji dengan uji organoleptik, uji viscositas, uji pH, uji stabilitas busa serta uji densitas sabun. Pengujian organoleptik diperoleh massa NaCl 31 g berbentuk encer dibandingkan dengan massa yang lain. Hal ini juga berpengaruh pada uji viscositas sabun, sehingga NaCl dengan massa 3 g untuk nilai viscositasnya tidak sesuai dengan nilai SNI, begitu juga dengan uji densitas massa dari 3 g NaCl tidan memenuhi. Uji pH dari semua massa menghasilkan nilai pH ± 7. Uji stabilitas busa sabun dengan semua massa NaCl diperoleh sesuai dengan SNI.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR ORGANIK RUMAH PEMOTONGAN AYAM (RPA) DENGAN METODE FITOREMEDIASI DENGAN TUMBUHAN KIAMBANG (Pistia stratiotes L) Ashari, Teuku Muhammad; Alfasyimi, Muhammad; Zulfahmi, Ilham
AMINA Vol. 3 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tumbuhan Pistia stratiotes L dalam menurunkan kadar pencemar pada pengolahan Air Limbah Rumah Pemotongan Ayam (RPA) dengan system wetlands lahan basa buatan. Perlakuan terdiri dari 2 variasi, pada bak reaktor pertama jumlah variasi tanamnya 10 tumbuhan dan pada bak kedua 20 tumbuhan. Dengan variasi waktu selama 5 hari (H5), 8 hari (H8), dan 10 hari (H10). Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah tumbuhan dan lama waktu tinggal berpengaruh terhadap penurunan kadar pencemar pada limbah RPA. Penurunan kadar pencemar yang paling efektif terjadi pada H10 pada bak reaktor yang ke 2 dengan jumlah 20 tumbuhan dengan persentase penurunan BOD sebesar 90.9%, COD sebesar 96.78%, dan TSS sebesar 96.27%. Sementara parameter pH mengalami kenaikan selama 10 hari tersebut akan tetapi masih memenuhi baku mutu limbah cair. Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa efektifitas penurunan kadar pencemar ditentukan oleh jumlah tumbuhan dan waktu tinggal, semakin banyak jumlah tumbuhan dan waktu tinggal maka semakin efektif dalam menurunkan BOD, COD, dan TSS.
UJI KANDUNGAN FORMALIN PADA TAHU PUTIH DI KOTA BANDA ACEH DAN KABUPATEN ACEH BESAR Sari, Ayu Nirmala; Nisa, Catur Putri Khairun
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2466

Abstract

Tahu adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Indonesia dan disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat Indonesia. Laporan Tahunan Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan bahwa 37,8% dari 282 makanan, termasuk produk tahu, mengandung formalin. Formalin merupakan zat beracun yang bersifat karsogenik, mutagenik bersifat korosif dan iritatif. Formalin yang ada pada makanan dapat megakibatkan gangguan pernafasan, pusing dan kanker paru-paru. Penelitian kualitiatif ini bertujuan untuk mengetahui kadar formalin yang terdapat pada tahu yang beredar di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 sampel tahu positif mengandung formalin ditandai dengan terjadinya perubahan warna dari abu keunguan menjadi bening atau putih kembali seperti semula, sedangkan 8 sampel tahu bebas formalin. Formalin berbahaya bagi tubuh karena dapat merusak dan dapat menyebabkan kematian sel.
PEMANFAATAN SERBUK BIJI KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI BIOKOAGULAN PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENATU Harahap, Juliansyah; Ashari, Teuku Muhammad; Munar, Cut Hidayatul
AMINA Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v4i1.2468

Abstract

Perkembangan usaha penatu memungkinkan peningkatan jumlah pemakai deterjen sehingga menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan apabila dibuang secara langsung ke perairan. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah penatu akan mempengaruhi kualitas air yang berada di lingkungannya apabila tidak dilakukan pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis optimum serbuk biji kelor (Moringa oleifera) serta efesiensinya untuk menurunkan parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas. Variasi dosis koagulan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 0 g, 0,01 g, 0,05 g, 0,1 g, 0,3 g, 0,5 g, 0,7 g, 0,9 g, dan 1,2 g. Pengujian awal air limbah penatu sebelum dilakukan proses koagulasi-flokulasi untuk parameter COD, TSS, pH, dan turbiditas sebesar (733,48 mg/L), (110,0 mg/L), (8,7), dan (188,8 NTU) masih berada di atas baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016. Setelah dilakukan penelitian, hasil menunjukkan bahwa pengaruh dosis optimum biokoagulan serbuk biji kelor terhadap penurunan parameter COD terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 82 mg/L, TSS terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 33 mg/L, pH terjadi pada dosis 1,2 g sebanyak 8,4, dan turbiditas terjadi pada dosis 0,01 g sebanyak 49 NTU.