cover
Contact Name
Cut Nuzlia
Contact Email
cutnuzlia@gmail.com
Phone
+6285260203678
Journal Mail Official
amina@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry Jalan Syeikh Abdur Rauf Kopelma Darussalam Banda Aceh 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Amina
ISSN : 26850001     EISSN : 26849976     DOI : -
Amina, Ar-Raniry Chemistry Journal, is an open access and peer-reviewed journal that issues articles, both original research articles type and review articles or short communication type, in all scopes of chemistry (organic chemistry, physical chemistry, analytical chemistry, inorganic chemistry, biochemistry, teoritical and computational chemistry) as well as applied chemistry (educational chemistry, pharmacy, and chemical engineering). This journal accept manuscript written in both Bahasa Indonesia and English (British or American Style but no a mixture of both styles). Amina publishes three issues annually (April, August, and December).
Articles 135 Documents
KARAKTERISASI DAN MODIFIKASI MEMBRAN KITOSAN DENGAN EKSTRAK ETANOL MAMAN UNGU (Cleome rutidospermae) Rizkina, Putri; Arfi, Febrina; Nasution, Reni Silvia
AMINA Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i1.3104

Abstract

Kitosan merupakan polimer alami yang memiliki sifat non-toksik, hidrofil dan biokompatibel yang dapat digunakan dalam pembuatan membran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembuatan membran kitosan dengan penambahan ekstrak etanol maman ungu dan mengetahui karakteristik sifat fisik dan mekanik dari membran tersebut menggunakan metode inversi fasa. Hasil karakterisasi membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL ekstrak etanol maman ungu didapatkan pori yang lebih kecil dari pada penambahan 0,6 mL permukaan membran tampak lebih kasar dibandingkan dari membran lainnya. Karakterisasi gugus fungsi FTIR membran kitosan dengan penambahan 0,3 mL dan 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan membran kitosan. Uji SEM menunjukkan membran kitosan memiliki permukaan yang sedikit kasar sedangkan membran kitosan dengan 0,3 mL permukaan cukup halus, sedangkan ekstrak 0,6 mL ekstrak etanol maman ungu terdapat penggumpalan cukup kasar dan pori-porinya. Berdasarkan hasil kesimpulan terjadi penurunan nilai kuat tarik pada penambahan ekstrak etanol maman ungu.
AKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Nasution, Reni Silvia; Muslem, Muslem; Nasution, Salmah
AMINA Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i1.3212

Abstract

Gel antijerawat merupakan sediaan farmasi yang digunakan untuk mengobati jerawat dengan menurunkan komedo dan membantu pengelupasan sel kulit mati. Daun salam memiliki aktivitas antibakteri yang dapat dibuat dalam bentuk sediaan farmasi gel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel antijerawat dari konsentrasi paling efektif ekstrak etanol daun salam terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis melalui metode difusi. Gel antijerawat dipreparasi dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun salam yaitu 0%; 1,5%; 2%; 2,5% dan 3%. Gel yang dihasilkan dilakukan beberapa pengujian seperti uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar dan antibakteri. Aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dihasilkan dari formula yang mengandung 3% ekstrak etanol daun salam. Daya hambat formula kuat dengan diameter zona hambat sebesar 16,5 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa sediaan farmasi gel yang mengandung 3% ekstrak etanol daun salam berpotensi untuk dijadikan gel antijerawat.
POTENSI TABIR SURYA PADA BAHAN ALAM DALAM SEDIAAN SPRAY GEL Manurung, Dwi; Harahap, Muhammad Ridwan; Arfi, Febrina
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4121

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki iklim tropis dimana matahari beredar sepanjang tahun yang menyebabkan kulit manusia akan selalu terpapar oleh sinar UV (Ultraviolet) dan polusi udara yang dapat menyebabkan penuaan dini, kanker kulit, dan penurunan kekebalan tubuh manusia. Tabir surya adalah suatu sediaan yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar UV A dan UV B yang mengenai kulit. Sun Protection Factor (SPF) atau Faktor Perlindungan Matahari (FPM) adalah salah satu indeks umum yang digunakan untuk mengukur seberapa efektif tabir surya melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Nilai SPF (Sun Protection Factor) yang cukup untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari adalah antara 30 dan 50. Semakin tinggi nilai SPF semakin besar tingkat perlindungannya. Sediaan topikal tabir surya yang sedang dikembangkan adalah spray gel. Dari hasil pengumpulan penelitian tentang tabir surya dalam sediaan spray gel bahan alam terdapat beberapa penelitian yaitu pada daun cempedak, daun kersen, daun belimbing manis, pegagan, biji kedelai, temugiring, kayu manis, daun buas-buas, daun manga gedong dan daun murbei.
PEMANFAATAN BIJI TREMBESI (Samanea saman) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH) Kinanti, Ulfa; Rahman, Arief; Harahap, Juliansyah
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4123

Abstract

Air limbah RPH mengandung bahan organik yang tinggi karena berasal dari sisa limbah pemotongan hewan, limbah ini dapat mempengaruhi kualitas air jika tidak dilakukan pengolahan dengan baik. Salah satu alternatif pengolahan air limbah RPH adalah dengan metode koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini menggunakan koagulan alami dari biji trembesi (Samanea saman). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biokoagulan biji trembesi dan pengaruh variasi kecepatan pengadukan dalam menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada air limbah RPH. Penelitian ini menggunakan variasi dosis yaitu 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; 2 g; dan 2,5 g untuk setiap 1 liter air limbah RPH dengan variasi pengadukan cepat 120 Rpm dan 150 Rpm selama 2 menit diikuti dengan pengadukan lambat 30 Rpm selama 30 menit, serta lamanya pengendapan adalah 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis optimum dalam penyisihan kadar TSS berada pada dosis 1,5 g pada pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan persentase sebesar 87,8% dan pada dosis 2 g untuk pengadukan 150 Rpm/30 Rpm dengan persentase sebesar 90,1%. Untuk parameter COD didapatkan dosis optimum pada pembubuhan dosis 1,5 g dengan pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan penurunan sebesar 86,3% dan pada dosis 1,5 g dengan pengadukan 150 Rpm/30 Rpm dengan penurunan sebesar 85,5%. Sedangkan dosis optimum untuk kekeruhan adalah 1,5 g pada pengadukan 120 Rpm/30 Rpm dengan persentase penurunan sebesar 80,8% dan pada dosis 1,5 g dengan pengadukan 150 rpm/30 Rpm dengan persentase penurunan 75,1%. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa biokoagulan dari biji trembesi (Samanea saman) mampu menurunkan parameter TSS, COD dan kekeruhan pada air limbah RPH Kota Banda Aceh.
UJI EFEKTIVITAS PENGOLAHAN AIR LIMBAH TAHU DENGAN METODE FOTODEGRADASI MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2 Nisah, Khairun; Aida, Nur; Maufunna, Zarifatul
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4124

Abstract

Tahu merupakan produk makanan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tahu menghasilkan limbah cair dari proses perebusan, pencucian dan perendaman tahu. Limbah tahumengandung senyawa organik dengan pH yang rendah (asam) dan salah satu penyumbang polutan pada perairan apabila tidak dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode fotodegradasi dengan bantuan sinar matahari dan fotokatalis TiO2 dalam mengurai polutan yang terdapat pada air limbah tahu. Adapun parameter yang diuji berupa pH, BOD, COD, TSS dan fosfat Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu massa katalis titanium dioksida (TiO2) dengan variasi 0,75 gram, 1,00 gram dan 1,50 gram dengan waktu penyinaran selama 6 jam, 7 jam dan 8 jam. Dari hasil penelitian didapat efektivitas katalis TiO2 dengan waktu 8 jam pada BOD 88,4 %, COD 82%, TSS 88,66% dan fosfat 35,0%
EKSTRAKSI GELATIN SISIK IKAN BETOK (Anabas testudineus) DARI KABUPATEN ACEH TAMIANG MENGGUNAKAN ASAM SITRAT Yulian, Muammar; Zulfahmi, Ilham; Afdhaly, Luthvia
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4126

Abstract

Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang paling banyak mendapatkan perhatian dalam kehalalannya di Indonesia. Gelatin dapat diperoleh dari limbah ikan berupa kulit, tulang, sisik dan sisa lainnya. Sisik ikan betok memiliki nilai proporsi dan nilai proksimat yang lebih tinggi dibandingkan dengan tulang ikan betok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gelatin yang dihasilkan sisik ikan betok (Anabas testudineus) berdasarkan parameter rendemen, organoleptik, nilai pH, viskositas dan kandungan mikroba sesuai dengan standar mutu SNI dan GMIA. Gelatin dihidrolisis menggunakan variasi konsentrasi asam sitrat (3%, 6% dan 9%) dan variasi lama perendaman selama (36 jam, 48 jam dan 60 jam). Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan analisis data secara deskriptif. Hasil optimum ekstraksi gelatin dari sisik ikan betok adalah menggunakan konsentrasi asam sitrat 6% dengan lama perendaman 60 jam, dimana menghasilkan karakteristik gelatin dengan rendemen 18,90%, organoleptik berupa lembaran berwarna sedikit kekuningan dan tidak berbau, nilai pH 4,80, viskositas 6,00 cP serta kandungan mikroba 7,0 x 10-2 cfu/g. Hasil karakteristik gelatin yang diperoleh telah memenuhi standar mutu gelatin berdasarkan SNI 01-3735:1995, SNI 8622:2018 dan GMIA 2019.
PEMBUATAN EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Nafis, Raudhatun; Arfi, Febrina; Nisah, Khairun
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4127

Abstract

Bunga telang adalah salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami karna mengandung antosianin (C15H11O) yang merupakan subkelas dari flavonoid serta dapat berperan dalam memberikan warna merah, ungu, dan biru pada buah, sayuran dan bunga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak antosianin bunga telang (Clitoria ternatea L.) dapat dijadikan sebagai pewarna alami. Penelitian ini dilakukan secara metode ekstraksi maserasi. Ekstrak ditambahkan maltodekstrin pada proses pengovenan, dengan perbandingan ekstrak : maltodekstrin 5:5 dan 5:2,5 dan kemudian dihitung rendemen, total antosianin, kadar air dan uji stabilitas pewarna bunga telang. Hasil didapatkan pada masing masing perbandingan yaitu sampel 5:2,5 didapatkan rendemen 1,11%, kadar air 2,56%, total antosianin 23,31 mg/L dan stabilitas pH 3 bewarna merah yaitu 16,44 mg/L, stabilitas pada cahaya 22,28 mg/L dan stabilitas pada suhu penyimpanan yaitu suhu dingin 29,61 mg/L. Sedangkan sampel 5:5 didapatkan hasil rendemen 2,88%, kadar air 0,7%, total antosianin 18,35 mg/L dan stabilitas pH 3 bewarna merah yaitu 14,75 mg/L, stabilitas pada cahaya terang 12,65 mg/L dan stabilitas pada suhu penyimpanan yaitu suhu dingin 13,65 mg/L. Maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada penambahan ekstrak dan maltodekstrin 5:2,5. Penambahan maltodekstrin berpengaruh terhadap hasil yang didapatkan
PENGGUNAAN EKSTRAK KULIT SINGKONG (Manihot esculenta) SEBAGAI BIOKOAGULAN UNTUK MENURUNKAN PARAMETER PENCEMAR PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN AYAM Ashari, Teuku Muhammad; Hidayat , Fadhillah Ridha; Rohendi, Aulia
AMINA Vol. 5 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i2.4128

Abstract

Air limbah Rumah Pemotongan Ayam (RPA) terlebih dahulu harus diolah sebelum dibuang ke badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar pencemar dalam air limbah RPA sesuai dengan baku mutu air limbah. Dalam penelitian ini dilakukan proses pengolahan air limbah RPA secara koagulasi-flokulasi dengan menggunakan biokoagulan ekstrak kulit singkong untuk menurunkan kadar pH, kekeruhan, TSS dan COD pada limbah RPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis biokoagulan ekstrak kulit singkong berpengaruh terhadap perubahan parameter pH, kekeruhan, TSS dan COD. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan dosis biokoagulan yaitu 0 ml, 5 ml, 10 ml, 15 ml, 20 ml dan 25 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan nilai pH, kekeruhan, TSS dan COD paling optimum terjadi pada dosis biokoagulan 5 ml. Dosis biokoagulan sebanyak 5 ml mampu menurunkan nilai pH menjadi 7,5, menurunkan nilai kekeruhan menjadi 172,7 NTU dengan efisiensi sebesar 60,48%, menurunkan kadar TSS menjadi 220 mg/L dengan efisiensi 69,01% dan menurunkan COD menjadi 1.279 mg/L dengan efisiensi 34,97%. Biokoagulan ekstrak kulit singkong dapat menurunkan parameter pencemar pada limbah cair RPA, namun penurunan yang memenuhi baku mutu hanya pada parameter pH dan untuk parameter kekeruhan TSS dan COD mengalami penurunan namun belum memenuhi baku mutu air limbah RPA yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah.
FORMULASI PEMBUATAN SPRAY MINYAK ATSIRI DAUN RUKURUKU (Ocimum tenuiflorum L.) DAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) SEBAGAI REPELLENT Mursyida, Waliyam; Nasution, Reni Silvia; Harahap, Muhammad Ridwan
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4151

Abstract

Repellent merupakan senyawa yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Bahan alam yang dapat digunakan sebagai repellent yaitu minyak atsiri ruku-ruku (Ocimum Tenuiflorum L.) dengan kandungan senyawa eugenol, champene, alpha pinene dan minyak atsiri nilam (Pogostemon Cablin Benth.) dengan kandungan senyawa patchouli alkohol yang dapat berfungsi sebagai zat fiksatif yang dapat mengikat aroma repellent. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan formulasi spray dari kombinasi minyak atsiri daun ruku-ruku dan nilam sebagai repellent. Metode pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Sediaan spray repellent mengandung kombinasi konsentrasi minyak atsiri ruku-ruku dan nilam yang digunakan yaitu FI (10% : 0), FII (0 :10%), FIII (4% : 6%), FIV (5% : 5%) dan FV (6% : 4%). Sediaan yang diperoleh dilakukan pengujian seperti uji homogenitas, iritasi, pH, organoleptik dan efektivitas sediaan. Hasil sediaan repellent pada semua formulasi memiliki homogenitas yang baik, tidak adanya iritasi, pH 4,62-5,65, memiliki bentuk cair dan sediaan berwarna kuning. Pada FI, FIV dan FV sediaan beraroma khas ruku-ruku serta pada FII dan FIII beraroma khas nilam Nilai daya tolak nyamuk secara berurutan yaitu FI (60%), FII (50%), FIII (70%), FIV (90%) dan FV (80%).
PERENCANAAN UNIT SOLID SEPARATION CHAMBER (SSC) PADA INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR TINJA (IPLT) KOTA SABANG Harahap, Juliansyah; Ishak, Bahagia; Fahira, Firyal; Nur, Suardi
AMINA Vol. 5 No. 3 (2023): December 2023
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/amina.v5i3.4152

Abstract

Sanitasi merupakan hak pelayanan dasar yang penting, namun hak dasar ini seringkali tidak mendapat perhatian dan menjadi prioritas. Kota Sabang memiliki STP yang terletak di STP Cot Abeuk. Kondisi STP yang tidak beroperasi menyebabkan gedung STP semakin banyak mengalami kerusakan. Berdasarkan observasi di lapangan, terdapat komponen unit pengolahan STP Cot Abeuk yang mengalami kerusakan sehingga memerlukan upaya perbaikan agar dapat dioperasikan kembali. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan sampling survei, wawancara dan metode lainnya. Hasil pengujian karakteristik lumpur tinja di IPAL Kota Sabang belum memenuhi baku mutu yang ditentukan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik sebagai pedoman baku mutu dalam penelitian ini. Jumlah bak SSC yang akan direncanakan adalah 4 bak dengan dimensi masing-masing bak yaitu panjang 9,75 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,10 meter dengan ketebalan endapan lumpur 0,5 meter dan luas permukaan 24,38 meter. Tujuan perencanaan unit SSC di STP Kota Sabang diharapkan STP dapat beroperasi dengan baik.

Page 10 of 14 | Total Record : 135